Cerita Warga Cijantung Liburan ke Ragunan untuk Kenalkan Anak tentang Gorila
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Momen libur Natal dimanfaatkan Alfian Yudistira (32), warga Cijantung, Jakarta Timur, untuk berekreasi sekaligus mengenalkan dua anaknya tentang gorila di Taman Margasatwa Ragunan.
Alfian yang datang bersama istrinya, Ayu Aprilia (33), serta dua buah hatinya, Abimanyu (7) dan Gladys (4), sengaja mengunjungi
Pusat Primata Schmutzer
untuk mengenalkan sosok gorila kepada putra-putrinya.
“Anak-anak saya kebetulan suka banget sama hewan primata, makanya saya datang ke sini,” kata Alfian kepada Kompas.com, Rabu (25/12/2024).
Alfian mengungkapkan bahwa dua anaknya merupakan pencinta gorila.
Hal ini berangkat dari kebiasaannya mengisi waktu bersama anaknya dengan menonton film gorila.
Dari kebiasaan tersebut, ternyata timbul kecintaan anak-anaknya terhadap hewan primata, khususnya gorila.
Bahkan, lanjut Alfian, anak-anaknya sudah mengerti beberapa jenis gorila di dunia.
“Mereka sudah tahu, kan banyak (gorila), karena sebelumnya sudah dijelaskan,” ungkap Alfian.
Selain karena faktor film, kecintaan dua anaknya terhadap hewan primata juga dipengaruhi oleh sang tetangga yang memelihara kera.
Istri Alfian, Ayu Aprilia, mengatakan bahwa dua anaknya sering melihat kera jinak milik tetangga.
Dari yang semula sekadar melihat, dua anaknya kemudian semakin penasaran, bahkan sempat meminta dibelikan kera.
“Tapi saya larang, karena saya takut ngerawatnya,” ungkap dia.
Selama mengunjungi Pusat Primata Schmutzer, Abimanyu dan Gladys tampak antusias melihat gorila dari kejauhan.
Keduanya berteriak senang sembari menunjuk ke arah gorila yang tengah bersantai.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/25/676bb5a5a40e2.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Warga Cijantung Liburan ke Ragunan untuk Kenalkan Anak tentang Gorila Megapolitan 25 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/25/676b82a9a89c6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
1 Lahan di Perumahan Elit Semarang Amblas, Warga Minta Ganti Rugi Rp 5 Miliar Regional
Lahan di Perumahan Elit Semarang Amblas, Warga Minta Ganti Rugi Rp 5 Miliar
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Kasus
lahan amblas
di perumahan elite
Permata Puri
(PP) di Kota Semarang, Jawa Tengah, semakin memanas.
Para korban yang mengalami kerugian akibat amblesnya lahan kini menuntut
ganti rugi
Rp 5 miliar kepada pihak
pengembang
.
Dua korban, Ahmad Zubaidi dan Christopher Alun, telah membawa kasus ini ke meja hijau.
Kuasa hukum mereka, Okky Nurindra Wicaksono menyatakan, mediasi antara para korban dan pihak perumahan sebenarnya sudah dijadwalkan.
Namun, hingga saat ini, pihak pengembang belum mengganti kerugian yang dialami kliennya.
“Dari pihak pengembang, sampai saat ini tidak mengambil langkah tanggung jawab untuk mengganti kerugian dari klien kami,” kata Okky kepada awak media pada Rabu (25/12/2024).
Okky menambahkan, ada dugaan pelanggaran hukum terkait pembangunan perumahan di atas tanah yang ternyata memiliki aliran sungai di bawahnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi akar permasalahan yang menyebabkan amblesnya rumah dan menimbulkan kerugian besar bagi para korban.
“Kita ajukan ganti rugi sebesar Rp 5 miliar, jumlah itu wajar karena didasarkan pada penilaian pihak independen,” ucap Okky.
Selain tuntutan ganti rugi, Okky juga telah melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pengembang ke Kejaksaan Negeri Semarang.
“Dugaan kami, sungai yang merupakan aset negara justru disertifikatkan dan dijual pengembang,” ungkapnya.
Ahmad Zubaidi, salah satu korban, mengungkapkan dampak besar yang dirasakannya sejak rumahnya amblas pada Maret 2024.
Hingga kini, ia terpaksa mengontrak rumah dengan biaya sendiri dan merasa tidak mendapatkan empati dari pihak pengembang.
“Sudah hampir setahun berlalu, dan tidak ada langkah nyata dari mereka untuk menyelesaikan masalah ini. Saya bahkan tidak bisa berdagang roti lagi dan harus menyelamatkan keluarga,” ucap Ahmad.
Lahan yang amblas sedalam 12 meter di Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Semarang, menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat.
Kasus ini kini menunggu proses hukum lebih lanjut untuk mencari keadilan bagi para korban.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/24/676ab27a1326a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 18 Polisi Pemeras Penonton DWP Hadapi Konsekuensi, Disanksi Penempatan Khusus dan Akan Disidang Etik Megapolitan
18 Polisi Pemeras Penonton DWP Hadapi Konsekuensi, Disanksi Penempatan Khusus dan Akan Disidang Etik
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Sebanyak 18 polisi yang diduga memeras sejumlah penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 asal Malaysia telah diamankan dan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Kini, ke-18 polisi yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran itu harus menghadapi konsekuensi sementara atas perbuatannya.
Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri Irjen Abdul Karim mengatakan, ke-18 polisi tersebut menjalani penempatan khusus (patsus) di Propam Mabes Polri, Jakarta.
“Jadi ada terdapat 18 orang, masih tetap jumlahnya sama yang sudah kita amankan, ini sudah meliputi dari personel polsek, polres, maupun polda, jadi 18 orang,” ujar Abdul di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/12/2024) malam.
“Dan saat ini juga sudah kita tempatkan pada penempatan khusus yang ditempatkan di Divisi Propam Mabes,” sambungnya.
Abdul menjelaskan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut soal motif para polisi itu melakukan pemerasan terhadap penonton DWP asal Malaysia.
“Karena ini kan menyangkut beberapa satuan kerja, mulai dari polsek, polres, dan polda juga. Terus terkait proses pidana sementara ini kita fokus ke etik dulu,” imbuh Abdul.
Abdul mengatakan, ke-18 polisi yang diduga memeras penonton DWP asal Malaysia akan menjalani sidang etik pada pekan depan.
“Kami sepakat Divisi Propam akan menyidangkan kasus ini yang kita rencanakan minggu depan sudah dilaksanakan sidang kode etik, yang akan kita laksanakan minggu depan,” ujar Abdul.
Meski begitu, kata Abdul, ada sejumlah hal yang dapat menghambat pelaksanaan sidang etik.
Ia mengatakan, hari-hari ke depan sudah memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru 2025.
“Dan persiapan pengamanan tahun baru ya. Ini banyak yang hambat kegiatan operasional kita juga,” ucap dia.
“Tapi saya komitmen minggu depan kita akan laksanakan sidang etiknya. Untuk tepatnya nanti kita informasikan lebih lanjut,” imbuh Abdul.
Diberitakan sebelumnya, Divisi Propam Polri menangkap 18 anggota yang diduga terlibat memeras penonton DWP 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2024).
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Jumat (20/12/2024).
“Polri telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengamankan terduga oknum yang bertugas pada saat itu. Jumlah terduga oknum personel yang diamankan sebanyak 18 personel,” ungkap Trunoyudo.
Ke-18 anggota itu terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran.
Setelah ini, Divisi Propam Polri akan memeriksa lebih lanjut untuk mendalami peristiwa ini. Trunoyudo berujar, pihaknya tidak akan menoleransi pelanggaran tersebut.
“Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi. Investigasi telah kami lakukan secara profesional, transparan, dan tuntas. Kami telah melakukan pengamanan terhadap para terduga oknum yang dimaksud,” pungkas dia.
(Penulis: Adhyasta Dirgantara | Editor: Akhdi Martin Pratama)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/24/676ae3fc2f17a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Detik-detik Pelajar Tewas Terseret Arus di Kulon Progo Yogyakarta
Detik-detik Pelajar Tewas Terseret Arus di Kulon Progo
Tim Redaksi
KULON PROGO, KOMPAS.com
– Seorang pelajar berusia 17 tahun, DPP, tewas setelah terjatuh ke dalam parit yang sedang berair deras akibat menabrak
gerobak bakso
di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kapanewon Wates, Kabupaten
Kulon Progo
, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (24/12/2024).
“Korban (DPP) meninggal dunia sesampainya di IGD RSUD Wates,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Kulon Progo, Ipda Tanto Kurniawan, melalui pesan WhatsApp.
Warga Kelurahan Triharjo ini mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam dengan nomor polisi AB 2594 VL.
Saat itu, DPP melaju dari arah Purworejo menuju Wates. Diduga akibat kurangnya konsentrasi, DPP menabrak bagian belakang gerobak kayu milik pedagang bakso.
Akibat tabrakan tersebut, gerobak rusak parak dan pedagang bakso, yang diketahui bernama Nantiyo (50) asal Gunungkidul, mengalami luka di kepala dan harus mendapatkan empat jahitan.
Setelah menabrak gerobak, DPP terjatuh dan terpental ke dalam parit yang dipenuhi air deras.
Ia terseret arus hingga satu kilometer ke arah barat, dan akhirnya ditemukan tidak jauh dari SMP 5 Wates.
“(Ditemukan) dekat SMP 5 Wates,” kata Tanto.
Kejadian ini terjadi di tengah hujan yang mengguyur wilayah Kulon Progo sehingga menambah bahaya di lokasi kejadian.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/21/6766e21863f8f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Ribuan Kader Ansor-Banser Dikerahkan Jaga Gereja Seluruh Indonesia Saat Natal Regional
Ribuan Kader Ansor-Banser Dikerahkan Jaga Gereja Seluruh Indonesia Saat Natal
Tim Redaksi
SERANG, KOMPAS.com
– Sebanyak ribuan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikerahkan untuk mengamankan perayaan
Natal 2024
di gereja-gereja di seluruh Indonesia.
Pengamanan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kerukunan antarumat dan
toleransi beragama
di Tanah Air.
“
Pengamanan gereja
ini bukan sekadar tugas keamanan, tetapi juga simbol toleransi dan persatuan bangsa. Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara Kristiani dapat merayakan Natal dengan khidmat dan aman,” ujar Ketua Umum
GP Ansor
, Addin Jauharudin, melalui keterangan yang diterima
Kompas.com
, Selasa (24/12/2024).
Menurut Addin, langkah ini merupakan bagian dari komitmen GP Ansor untuk mendukung keharmonisan sosial dan menjaga keamanan umat Kristiani dalam merayakan hari raya mereka.
“Sikap ini adalah wujud nyata dari prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) yang dipegang teguh oleh organisasi,” tambahnya.
Dalam pengamanan tahun ini, GP Ansor bekerja sama dengan aparat kepolisian, TNI, serta elemen masyarakat lainnya.
Addin menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan sejak awal bulan Desember 2024 untuk memetakan lokasi-lokasi yang memerlukan pengamanan ekstra.
Selain itu, Banser juga berperan dalam membantu pengaturan lalu lintas, menjaga parkir, dan memberikan bantuan logistik jika diperlukan.
“Toleransi bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan. Dengan menjaga gereja, kami menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh warganya,” tegas Addin.
GP Ansor juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat kerukunan ini agar Indonesia tetap menjadi negara yang aman dan damai bagi semua.
“GP Ansor melihat perayaan Natal bukan hanya sebagai peristiwa agama, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan lintas iman,” tutupnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/11/13/6551ad4118fd5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hujan Lebat Sebabkan Banjir di RSUD Wonosari Gunungkidul, Pasien Dipindahkan Yogyakarta 24 Desember 2024
Hujan Lebat Sebabkan Banjir di RSUD Wonosari Gunungkidul, Pasien Dipindahkan
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com –
Hujan deras menyebabkan sejumlah wilayah di
Gunungkidul
, DI Yogyakarta, mengalami
banjir
genangan pada Selasa (24/12/2024).
Salah satu lokasi terdampak adalah RSUD Wonosari, di mana sejumlah pasien harus dievakuasi.
Direktur RSUD Wonosari, Diah Prasetyorini, membenarkan bahwa ruang mawar di rumah sakit tersebut kemasukan air akibat hujan deras yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB.
Selain itu, selokan yang melintas di area RSUD tersumbat, sehingga air meluap ke dalam ruangan.
“Air dari selokan luar RSUD masuk ke RSUD. Di situ ada strimin (saringan air), tapi karena tersumbat kotoran dan gedebog pisang, airnya meluap,” kata Diah saat dihubungi wartawan, Selasa malam.
Akibat banjir tersebut, sembilan pasien dari ruang mawar dipindahkan ke bangsal lainnya. Setelah air surut, petugas segera membersihkan ruangan yang kotor akibat genangan.
“Ada sembilan pasien yang dipindahkan ke beberapa ruangan,” ujar Diah.
Meski terjadi banjir, RSUD Wonosari memastikan penanganan pasien tetap berjalan maksimal tanpa kendala berarti.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/19/6763d1039a30a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/24/676a386f22edf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/08/17/66c037a220409.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/24/676a3d3a91e53.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)