Libur Natal, Arus Lalu Lintas di Sekitar Kebun Raya Bogor Padat
Tim Redaksi
BOGOR, KOMPAS.com –
Kondisi arus lalu lintas di Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan pada momen
libur Natal 2025
, Rabu (25/12/2024).
KBO Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota Iptu Lukito mengatakan, kepadatan kendaraan terjadi di ruas Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), terutama di depan pintu masuk obyek wisata
Kebun Raya Bogor
.
Lukito menyebut, banyaknya wisatawan yang berlibur ke Kebun Raya Bogor menyebabkan antrean kendaraan mengular, baik dari arah Tugu Kujang menuju Jalan Ir. Djuanda maupun ke arah Jalan Suryakencana.
“Ada peningkatan kepadatan yang terjadi hari ini karena bertepatan dengan libur Natal, terutama di pusat kota. Di Jalan Otista sampai siang ini cukup padat karena di situ kan ada tempat wisata Kebun Raya Bogor, banyak wisatawan yang berlibur ke situ,” ucap Lukito saat dikonfirmasi.
“Kepadatan juga terjadi di depan Gereja Zeboat, karena banyak jemaat yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan,” tambahnya.
Lukito menyampaikan, kepolisian telah mendirikan Pos PAM di kawasan Kebun Raya Bogor untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi di masa libur Natal hingga jelang pergantian tahun baru 2025.
Selain itu, ada sekitar 1.000 lebih personel kepolisian yang ditempatkan di 50 lokasi yang disinyalir menjadi titik-titik kemacetan, khususnya di tempat-tempat obyek wisata.
“Kita sudah antisipasi, akan kita lakukan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kemacetan panjang di pusat kota. Ini sifatnya situasional,” bebernya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/25/676bc76f58ccb.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Khidmatnya Ibadah Misa Natal 2024 di Gereja Tertua Surabaya… Surabaya 25 Desember 2024
Khidmatnya Ibadah Misa Natal 2024 di Gereja Tertua Surabaya…
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
–
Ibadah misa Natal
di
Gereja Kelahiran Santa Perawan MariaSurabaya
berlangsung penuh khidmat pada tanggal 24 dan 25 Desember 2024.
Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan jemaah mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian rapi yang dominan berwarna hijau dan merah, menciptakan suasana Natal yang meriah.
Wajah anak-anak terlihat menggemaskan dengan aksesoris lucu bermotif rusa, sementara topi dan syal berwarna mirip milik Santa Claus menambah kesan ceria.
Jemaah yang terdiri dari remaja, orangtua, hingga lansia mengenakan kemeja yang rapi, dan banyak perempuan yang tampil anggun dengan dress dan sepatu
high heels
.
Di dalam gereja, jemaah duduk dengan Al-Kitab di genggaman, tangan mendekap, dan mata terpejam saat
Romo Gigih CM
memimpin doa.
Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan oleh tim paduan suara dengan nada sopran terdengar syahdu, sementara jemaah mendengarkan khutbah dengan saksama.
Ornamen Natal yang dipasang oleh pengurus gereja sejak jauh-jauh hari semakin mendukung suasana hangat.
“Dekorasi gereja kita menggunakan bunga hidup karena kita tidak mau merusak bumi, jadi kembali ke alam,” kata Ketua Panitia Misa Natal Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Yulia, pada Rabu (25/12/2024).
Lampu-lampu yang menghias sudut-sudut gereja memberikan cahaya simbol harapan di Hari Natal, selaras dengan tema Natal yang ditetapkan Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, yaitu “Light of Christmas”.
Misa Natal di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria dilaksanakan selama dua hari, dengan perarakan saat Maria dan Yosef membawa bayi Yesus ke depan altar pada malam Natal.
“Kalau hari ini misa seperti biasa,” tambah Yulia.
Pada malam Natal, sebanyak 1.700 lebih jemaah Katolik melaksanakan misa, sementara pada pagi ini dihadiri oleh lebih dari 870 jemaah.
“Jumlah tersebut akan bertambah karena hari ini juga ada misa kedua,” pungkasnya.
Pelaksanaan misa pagi ini dipimpin oleh Romo Gigih CM, yang memberikan pesan kepada jemaat dalam momen Natal 2024.
Dia mengingatkan umat Katolik untuk membuka komunikasi dan menjalin relasi seluas-luasnya, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bersama.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/25/676bc91814ec9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kapal Ro-ro Layanan Natal Terbakar di Pelabuhan Punggur Batam Regional 25 Desember 2024
Kapal Ro-ro Layanan Natal Terbakar di Pelabuhan Punggur Batam
Tim Redaksi
BATAM, KOMPAS.com
– Sebuah kapal
roll on roll off
(Ro-Ro) bernama
KMP Mulia Nusantara
yang melayani rute Telaga Punggur – Tanjung Uban mengalami kebakaran di
pelabuhan ASDP Batam
pada Senin (25/12/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kebakaran terjadi saat proses penurunan penumpang dari Pelabuhan Tanjung Uban, Bintan, setelah kapal tiba di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.
Menurut pantauan di lokasi, petugas pemadam kebakaran bersama instansi terkait berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah kebakaran terjadi.
Saat ini, proses pendinginan kapal masih berlangsung, dan terlihat kapal patroli KPLP bersandar di samping kapal Ro-Ro untuk mendukung penanganan kebakaran.
“Kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIB. Asap mulai terlihat, tapi untungnya kapal bisa sandar di dermaga, dan penumpang berhasil dievakuasi. Sepertinya tidak ada korban jiwa,” ungkap Hendri yang berada di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak BPTD dan instansi berwenang masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal setelah proses pendinginan selesai dilakukan.
Keberhasilan
evakuasi penumpang
menjadi kabar baik di tengah insiden kebakaran ini, yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar jika tidak ditangani dengan cepat.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/25/676bc72cd414f.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tebet Eco Park Diserbu Pengunjung Saat Libur Natal, Tempat Favorit untuk “Ngadem” di Tengah Jakarta Megapolitan 25 Desember 2024
Tebet Eco Park Diserbu Pengunjung Saat Libur Natal, Tempat Favorit untuk “Ngadem” di Tengah Jakarta
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
Tebet Eco Park
, Jakarta Selatan, menjadi salah satu tujuan favorit warga untuk menghabiskan waktu saat libur Natal, Rabu (25/12/2024).
Taman hijau yang berada di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Pantauan
Kompas.com
pada pukul 15.09 WIB, pengunjung tampak memenuhi setiap sudut taman.
Beberapa terlihat berjalan santai menyusuri jalur pejalan kaki yang dikelilingi pepohonan rindang.
Sementara itu, di bangku-bangku taman, beberapa keluarga duduk santai sambil bercengkerama.
Ada juga yang membawa alas piknik untuk menikmati bekal makanan di pelataran hijau taman, menciptakan suasana yang hangat dan penuh
kebersamaan
.
Anak-anak tampak berlarian di area terbuka, bermain bola atau sekadar kejar-kejaran.
Terlihat raut wajah gembira dari mereka. Tawa riang mereka terdengar nyaring, menambah semarak suasana taman.
Wahana permainan seperti ayunan dan jungkat-jungkit juga penuh oleh anak-anak yang bersemangat mencoba berbagai fasilitas.
Di sudut lain, terlihat sekelompok keluarga sedang bermain permainan seperti kuis berhadiah bersama, momen kebersamaan yang jarang terjadi di tengah kesibukan kota, kian terasa.
Beberapa pengunjung memanfaatkan suasana asri taman untuk mengabadikan momen dengan kamera.
Taman yang hijau dan tertata rapi ini menjadi latar sempurna untuk foto keluarga maupun swafoto.
Riuh suara anak-anak, tawa keluarga, dan pemandangan aktivitas santai membuat Tebet Eco Park terasa hidup.
Adzam (33), seorang pengunjung asal Tangerang, datang bersama keluarganya.
Ia memilih Tebet Eco Park sebagai tempat rekreasi karena ingin mencari suasana yang sejuk dan nyaman.
“Saya dari Tangerang, nyari-nyari tempat yang adem, kepikiran Tebet Eco Park ini. Lumayanlah, di Jakarta susah kan tempat buat ngadem. Sekalian jalan-jalan juga sama keluarga,” ungkap Adzam saat berbincang dengan
Kompas.com
.
Namun, Adzam mengeluhkan keterbatasan area parkir di taman ini, terutama di masa liburan seperti Natal.
“Saya sih penginnya disediakan parkiran yang lebih luas aja. Kalau musim liburan begini, yang bawa kendaraan suka bingung mencari parkirnya,” kata dia.
Adzam juga berharap kesadaran pengunjung tentang kebersihan dapat lebih ditingkatkan.
“Saya sih penginnya disediakan parkiran yang lebih luas aja. Kalau musim liburan gini, yang bawa kendaraan suka bingung nyari parkirnya,” ujar dia.
Hal senada disampaikan Athina (28), warga Tebet yang memilih taman ini karena lokasinya dekat dan fasilitasnya lengkap.
“Kebetulan dekat rumah, terus bosan juga ya setiap hari lihat gedung-gedung tinggi. Pengin mengajak keponakan main, tapi enggak usah yang jauh-jauh, tidak usah bayar juga,” ucap Athina.
Keberadaan
ruang hijau
yang luas, udara sejuk, dan fasilitas lengkap menjadikan Tebet Eco Park tempat yang ideal untuk berlibur di tengah kota.
“Di sini kan gratis, tidak usah bayar juga, fasilitasnya banyak bisa nyantai-nyantai, adem juga. Daripada panas-panasan di jalan,” ucap Athina.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/25/676b9dcf2430b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
ART di Cilandak Sempat Cuci 2 Mortir yang Ditemukannya Sebelum Disimpan Megapolitan 25 Desember 2024
ART di Cilandak Sempat Cuci 2 Mortir yang Ditemukannya Sebelum Disimpan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Mulyono Suprapto (45) sempat mencuci dua buah mortir yang ditemukannya di rumah kosong di Jalan Bunga Melati Nomor 27, RT 008/RW 002, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Juli 2024.
“Setelah pelapor menemukan dua buah benda diduga mirip mortir di gudang, lalu mengambilnya, dicuci menggunakan sabun dan sikat kawat, lalu disimpan di dalam kamar pelapor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).
Ade mengungkapkan, awalnya Mulyono mengira dua mortir yang ditemukan sekadar barang pajangan.
Karena itu, ia menyimpan barang temuannya itu sebelum akhirnya melaporkan kepada pihak berwenang pada 24 Desember 2024.
“Alasan pelapor baru melaporkan penemuan barang diduga mirip mortir tersebut karena tidak tahu dan hanya menganggap barang pajangan, dan pelapor hendak pulang kampung,” ungkap Ade.
Setelah Mulyono melapor, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi dan mengamankan dua mortir tersebut.
Petugas juga sempat menyisir lokasi penemuan.
“Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan dan di kamar-kamar di dalam rumah dengan hasil nihil,” tutur Ade.
Sebelumnya diberitakan, seorang asisten rumah tangga (ART), Mulyono Suprapto (45), melaporkan penemuan dua benda diduga mortir di rumah kosong di Jalan Bunga Melati Nomor 27, RT 008/RW 002, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.
“Melaporkan dugaan penemuan dua buah benda diduga mirip mortir,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).
Ade menjelaskan, dua mortir tersebut ditemukan pelapor di gudang rumah kosong milik mendiang majikannya pada Juli 2024.Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
-
/data/photo/2024/12/25/676bbb29ec602.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
GPIB Immanuel Gelar Ibadah Natal Berbahasa Inggris Sore Ini Megapolitan 25 Desember 2024
GPIB Immanuel Gelar Ibadah Natal Berbahasa Inggris Sore Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com-
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel menyelenggarakan tiga sesi ibadah Natal pada Senin (25/12/2024) dengan salah satunya menggunakan bahasa Inggris.
“Untuk ibadah hari ini ada tiga sesi. Salah satu sesi berbahasa Inggris atau
English service
,” ucap Ketua V PHMJ Gereja Immanuel, Steve Lupuati kepada Kompas.com, Rabu.
Steve merincikan ketiga sesi ibadah Natal berlangsung di jam berbeda dengan format yang bervariasi.
Berikut jadwal lengkapnya:
Steve menilai pada perayaan Natal tahun ini terjadi lonjakan jumlah jemaat dibanding tahun sebelumnya.
Pada sesi ibadah pukul 09.00 WIB dihadiri sekitar 800 jemaat.
“Ada peningkatan jumlah jemaat dan simpatisan yang hadir dibandingkan tahun lalu kurang lebih 10 persen. Semalam ada 1.400 dan sekarang 800 jemaat,” ungkap Steve.
Ia pun memperkirakan pada ibadah sore hari ini akan dihadiri 200 jemaat untuk ibadah bahasa Inggris dan 500-600 untuk sesi bahasa Indonesia.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Natal, aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan tim keamanan gereja dikerahkan.
Jemaat yang hadir juga melewati pemeriksaan ketat oleh petugas yang berjaga di pintu masuk gereja.
“Kami dibantu dengan TNI dan Polri kurang lebih 200 orang. Ada juga ormas dan pengamanan dalam security kami. Untuk kelancaran di pintu keluar masuk ada screening oleh security dan aparat untuk keamanan,” ungkap Steve.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/25/676bb6a291daa.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kunjungan Kelompok Lintas Agama ke Gereja Katedral di Hari Natal, Bawa Hadiah Cinta untuk Jemaat Megapolitan 25 Desember 2024
Kunjungan Kelompok Lintas Agama ke Gereja Katedral di Hari Natal, Bawa Hadiah Cinta untuk Jemaat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Perwakilan lintas agama mengunjungi
Gereja Katedral Jakarta
, Sawah Besar, saat jemaat sedang melaksanakan ibadah misa Natal, Rabu (25/12/2024).
Kedatangan perwakilan lintas agama dari Islam, Kristen Protestan, Buddha, dan agama lainnya disambut hangat oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo yang mengajak berkeliling gereja.
Usai berkeliling gereja, Dewan Pembina Nurcholis Madjid Society, Yudi Latief, mengatakan bahwa mereka membawa hadiah cinta untuk para jemaat yang sedang bersuka cita merayakan Natal.
“Kedatangan kami di sini bermaksud membawa hadiah bagi saudara-saudara sekalian. Hadiahnya, adik-adik tahu, tidak ada hadiah yang lebih berharga daripada cinta,” ujar Yudi dalam sambutannya di sela ibadah misa.
Yudi mengibaratkan hadiah cinta ini sebagai lilin yang menerangi kegelapan serta harapan di tengah kecemasan.
“Atas nama cinta dari hati yang terdalam dan suasana cinta Natal, izinkan kami mengucapkan selamat Natal bagi saudara-saudara sekalian,” imbuhnya.
Yudi mengatakan, terlepas dari agama yang berbeda, ia menekankan pentingnya eratnya tali persaudaraan antar sesama.
“Bejejak di Tanah Air yang sama, kita semua bersaudara, kita semua anak-anak dari bangsa Indonesia. Jalan keagamaan boleh berbeda, tapi semua agama menyerukan kebaikan,” paparnya.
Oleh karenanya, Yudi meminta semua masyarakat kompak maju bersama dengan bergandeng tangan untuk menghadapi rintangan.
“Semoga cahaya Natal membawa semangat pencerahan, semangat cinta kasih melampaui batas-batas agama, dengan itu kita bisa menyongsong rumah bersama Indonesia yang bahagia,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2019/08/27/5d64c3fe6da28.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/25/676bbeff81fee.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2012/07/23/1136315780x390.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/25/676ba1041a8f8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)