Category: Kompas.com Metropolitan

  • Tanggapi Hasto PDIP Jadi Tersangka di KPK, Jokowi: Hormati Proses Hukum
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2024

    Tanggapi Hasto PDIP Jadi Tersangka di KPK, Jokowi: Hormati Proses Hukum Regional 25 Desember 2024

    Tanggapi Hasto PDIP Jadi Tersangka di KPK, Jokowi: Hormati Proses Hukum
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden ketujuh RI Joko Widodo merespons status tersangka suap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP)
    Hasto Kristiyanto
    .
    Adapun
    Jokowi
    merupakan mantan kader PDIP. Ia dipecat per 4 Desember 2024 lalu karena dianggap melanggar kode etik partai dan tak mendukung calon yang diusung PDIP saat Pemilihan Presien 2024.
    Menurut Jokowi, semua pihak harus menghormati proses yang sedang berjalan di KPK.
    “Hormati seluruh proses hukum yang ada,” ujar Jokowi di Solo, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (25/12/2024).
    Di hari yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menanggapi status Hasto sebagai tersangka suap. Ia menegaskan, penersangkaan Hasto tak ada kaitan dengan dirinya.
    Putra pertama Jokowi ini meminta media menanyakan isu tersebut ke KPK.
    “Kenapa yang ditanyakan saya. Tanya ke KPK, enggak ada kaitan dengan saya, nggak ada kaitannya,” kata Gibran setelah meninjau perayaan Natal di GBI Keluarga Allah di Solo, Jawa Tengah, Rabu.
    Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto sebagai tersangka pemberi suap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
    Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut, suap itu dilakukan bersama-sama dengan calon anggota legislatif (Caleg) PDI-P tahun 2019, Harun Masiku yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO).
    “KPK mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/153/DIK/00/01/12/2024 tanggal 23 Desember 2024 dengan uraian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Hasto Kristiyanto bersama-sama Harun masiku dan kawan-kawan berupa pemberian sesuatu hadiah atau janji kepada Wahyu Setiawan,” kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24/12/2024).
    Setyo menyebut, suap diberikan agar Harun Masiku bisa menjadi anggota DPR RI pergantian antar waktu (PAW) Daerah Pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel), menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia.

    Namun, operasi itu tidak berjalan mulus karena caleg dengan suara terbanyak kedua, Riezky Aprilia menolak menyerahkan kursinya dan tidak mau mengundurkan diri.
    Hasto kemudian mengendalikan bawahannya, Saeful Bahri dan DTI menyuap Wahyu Setiawan dan Agustina Tio Fridelina selaku anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
    “(Suap) sebesar 19.000 dollar Singapura dan 38.350 dollar Singapura pada periode 16 Desember 2019 sampai 23 Desember 2019 agar saudara Harun Masiku dapat ditetapkan sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil I Sumsel,” tutur Setyo.
    Selain Jokowi, Gibran juga dipecat PDIP. Alasannya hampir sama. Keduanya, tidak mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung PDIP.
    Pemecatan Jokowi tertuang dalam dalam Surat Keputusan (SK) nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 yang ditetapkan pada 14 Desember 2024 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Hasto sebagai Sekjen.
    Sementara pemecatan Gibran tertuang dalam SK nomor 1650/KPTS/DPP/XII/2024 yang ditetapkan pada 4 Desember 2024.
    Beberapa hari setelah pemecatan itu, Hasto diumumkan sebagai tersangka suap oleh KPK.
    Artikel ini telah tayang di
    Tribunnews.com
    dengan judul ”
    Jokowi dan Gibran Respons Hasto Kristiyanto PDIP Jadi Tersangka KPK, Wapres Sebut Tak Ada Kaitan

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Naik Dua Kali Lipat, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Capai 42.228 Orang di Hari Natal
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2024

    Naik Dua Kali Lipat, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Capai 42.228 Orang di Hari Natal Megapolitan 25 Desember 2024

    Naik Dua Kali Lipat, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Capai 42.228 Orang di Hari Natal
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pengelola
    Taman Margasatwa Ragunan
    mencatat, jumlah pengunjung pada hari libur Natal mencapai 42.228 orang.
    Jumlah itu naik dua kali lipat lebih banyak dibanding saat
    weekend
    atau akhir pekan.
    “Kalau (perbandingan)
    weekend
    normal, (naik) dua kali lipat,” ujar Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, kepada Kompas.com, Rabu (25/12/2024).
    Bambang menjelaskan, dari 42.228 pengunjung, 39.578 pengunjung membeli tiket di lokasi.
    Sebanyak 2.650 sisanya merupakan pengunjung yang membeli tiket via
    online
    .
    Puluhan ribu pengunjung tersebut juga tercatat datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan.
    Rinciannya, sepeda 118 unit, sepeda motor 4.018 unit, mobil 2.824 unit, dan bus 75 unit.
    Pantauan Kompas.com di lokasi pukul 16.40 WIB, sejumlah pengunjung terlihat mulai meninggalkan tempat wisata.
    Mereka meninggalkan lokasi setelah pihak pengelola mengumumkan bahwa waktu beroperasinya tempat wisata segera berakhir.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Liburan ke Ragunan, Susanto Takjub Pertama Kali Lihat Orangutan 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2024

    Liburan ke Ragunan, Susanto Takjub Pertama Kali Lihat Orangutan Megapolitan 25 Desember 2024

    Liburan ke Ragunan, Susanto Takjub Pertama Kali Lihat Orangutan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Susanto (39), warga Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengaku terkejut ketika pertama kali melihat orangutan saat mengunjungi
    Taman Margasatwa Ragunan
    , Jakarta Selatan.
    “Terkejut, ternyata besar juga,” ujar Susanto ketika ditemui Kompas.com saat melihat orangutan di Taman Margasatwa Ragunan, Rabu (25/12/2024).
    Susanto mengaku sudah tiga kali mendatangi Taman Margasatwa Ragunan.
    Namun, baru kali ini ia menyempatkan diri untuk melihat primata asal Kalimantan itu.
    Selama ini, Susanto mengaku hanya sesekali melihat orangutan di YouTube.
    Setelah melihat langsung, ia pun bangga karena orangutan merupakan primata asli Indonesia.
    “Bangga jelas, karena ini asli Indonesia. Kalau dari informasi yang saya baca, apalagi ini lucu, kayaknya nurut,” ungkap dia.
    Susanto juga mengetahui bahwa populasi orangutan terancam punah karena perburuan hingga deforestasi hutan di Kalimantan.
    Ia berharap pemerintah bisa mengambil solusi untuk mencegah terjadinya kepunahan orangutan.
    “Harus dipikirin, jangan sampai enggak ada lagi kayak Harimau Jawa,” ucap dia.
    Sementara itu, Nur Janah (38), istri Susanto, juga berharap agar perburuan orangutan bisa dicegah pemerintah.
    “Hewannya kayak enggak ngelawan, lucu, jangan sampai punah, sayang banget,” pungkas dia.
    Pada hari Natal ini, jumlah pengunjung Ragunan meningkat dua kali lipat.
    Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mencatat, jumlah pengunjung pada hari libur Natal mencapai 42.228 orang.
    “Kalau (perbandingan) weekand normal, (naik) dua kali lipat,” ujar Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang kepada Kompas.com, Rabu (25/12/2024).
    Bambang menjelaskan, dari 42.228 pengunjung, 39.578 pengunjung membeli tiket di tempat. Sebanyak 2.650 sisanya merupakan pengunjung yang membeli tiket via online.
    Puluhan ribu pengunjung tersebut juga tercatat datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan.
    Rinciannya, sepeda 118 unit, sepeda motor 4.018 unit, mobil 2.824 , dan bus 75 unit.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Uskup Agung Jakarta: Bansos Sering Kali Mematikan Pemberdayaan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2024

    Uskup Agung Jakarta: Bansos Sering Kali Mematikan Pemberdayaan Megapolitan 25 Desember 2024

    Uskup Agung Jakarta: Bansos Sering Kali Mematikan Pemberdayaan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Uskup Agung Jakarta Ignatius
    Kardinal Suharyo
    mengingatkan pemerintah untuk mulai berhati-hati dalam memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.
    Kardinal Suharyo beralasan, pembagian
    bansos
    kerap kali dapat mematikan
    pemberdayaan masyarakat
    .
    “Salah satu yang disampaikan kepada saya (soal) bansos langsung sering kali mematikan pemberdayaan, sering kali, (meski) tidak selalu,” ujar Kardinal Suharyo dalam konferensi pers di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2024).
    Ia menuturkan, sistem pemberdayaan masyarakat akan terhenti jika masyarakat terlalu sering menerima bansos.
    “Saya kira itu catatan yang penting, hati-hati dengan bantuan seperti itu karena ketika mendapat bantuan langsung, pemberdayaannya akan berhenti,” kata Kardinal Suharyo.
    Di samping itu, Usukup Agung Jakarta juga meningatkan pemerintah agar tidak menerapkan kebijakan-kebijakan yang menyulitkan banyak orang.
    Menurut dia, saat ini masyarakat juga mengalami penurunan daya beli karena lonjakan harga kebutuhan pokok.
    Kardinal Suharyo mengatakan, tantangan berat dalam pemerintahan baru Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah bidang
    perekonomian
    yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
    “Tahun depan, beberapa hari lagi dimulai dengan tema yang berbeda, yaitu memberikan perhatian lebih kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Mulai Padati Monas, Tunggu Pertunjukan Air Mancur Menari hingga Kidung Natal 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2024

    Warga Mulai Padati Monas, Tunggu Pertunjukan Air Mancur Menari hingga Kidung Natal Megapolitan 25 Desember 2024

    Warga Mulai Padati Monas, Tunggu Pertunjukan Air Mancur Menari hingga Kidung Natal
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Monumen Nasional
    (Monas) menyediakan rangkaian acara yang bisa dinikmati oleh pengunjung untuk menyambut Natal pada hari ini, Rabu (25/12/2024).
    Pengunjung dapat menyaksikan rangkaian acara yang dipersembahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, mulai dari Kidung Natal, Air Mancur Menari, Video Mapping Natal dan Jakarta, serta Pencahayaan Taman Spesial Akhir Tahun yang dimulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
    Untuk menyaksikan rangkaian acara ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.
    Namun, jika pengunjung ingin naik ke wilayah cawan dan puncak Monas, maka tetap dikenakan biaya tiket masuk.
    Dari pengamatan Kompas.com di lokasi, kedatangan pengunjung Monas pada Hari Natal ini mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB dan terus bertambah.
    Kebanyakan pengunjung Monas datang dalam rangka berwisata keluarga.
    Mereka menggelar tikar di tempat yang rindang dan menyantap makanan ringan.
    Cuaca yang berawan sedikit mendung dan angin sepoi-sepoi semakin membuat suasana nyaman.
    Anak-anak pun asyik berlarian menikmati liburan mereka.
    Ada keluarga yang memilih duduk santai di bawah pohon, ada yang berkeliaran mengelilingi taman selingkar Monas.
    Ada juga keluarga yang asyik berswafoto dengan latar Monas.
    Bus wara-wiri atau bus wisata juga menjadi pilihan pengunjung yang enggan berjalan kaki mengitari Monas.
    Monas memang menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler saat libur Natal dan Tahun Baru, khususnya bagi warga dari luar Jabodetabek yang memanfaatkan waktu libur untuk mengunjungi monumen yang dibangun oleh Presiden Sukarno tersebut.
    Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menggelar Pekan Monas di Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, untuk merayakan
    Natal 2024
    dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
    Acara ini sekaligus dalam rangka menyongsong lima abad Kota Jakarta, dengan tema “Jati Diri Nusantara, Meretas Megapolis Global”.
    Dilansir dari akun Instagram Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Pekan Monas berlangsung selama sepekan, mulai 25-31 Desember 2024.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kaesang dan Erina Gelar Akikah Putri Pertama, Jokowi dan Gibran Hadir
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2024

    Kaesang dan Erina Gelar Akikah Putri Pertama, Jokowi dan Gibran Hadir Regional 25 Desember 2024

    Kaesang dan Erina Gelar Akikah Putri Pertama, Jokowi dan Gibran Hadir
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
    Kaesang Pangarep
    dan istrinya
    Erina Gudono
    menggelar akikah atas kelahiran putri pertamanya
    Bebingah Sang Tansahayu
    , Rabu (25/12/2024).
    Akikah digelar di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah.
    Hadir dalam acara tersebut mantan presiden Joko Widodo yang merupakan ayahanda Kaesang dan Iriana Jokowi.
    Tampak pula Wakil Presiden sekaligus kakak Kaesang, Gibran Rakabuming Raka dan kakak perempuan Kaesang, Kahiyang Ayu.
    Seperti ditulis
    Tribunnews.com
    , sejumlah anak hadir dalam acara tersebut. Mereka menikmati wahana yang disediakan tuan rumah. Seperti istana balon dan rumah gelembung.
    Adapun Jokowi berharap cucu keenamnya tersebut menjadi anak yang solehah dan kebaikan yang berlimpah.
    “Tasyakuran aqiqah anaknya Mas Kaesang. Semoga menjadi anak yang solehah. Memiliki kebaikan-kebaikan yang banyak,” terangnya.
     


    Jokowi mengaku tak memberi hadian untuk Bebingah.
    “Hadiahnya yang penting doa,” jelasnya.
    Komika, Kiky Saputri yang juga turut hadir pun ikut mendoakan Bebingah. Ia berharap, putri Kaesang dan Erina tumbuh menjadi anak yang cerdas dan solehah.
    “Berguna bagi bangsa dan agama. Aku percaya gen keluarganya Pak Jokowi insya allah luar biasa,” ungkapnya.
    Putri pertama Kaesang Bebingah lahir di Jakarta pada 15 Oktober 2024. Nama Bebingah diberikan oleh Sang Istri, Erina Gudono. 
    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kaesang Gelar Aqiqah Bebingah di Solo Jokowi Hingga Kiky Saputri” Terlihat Hadir. 
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • GPIB Immanuel Jakarta Usung Tema Kesederhanaan Natal, Ajak Umat Hidup Sesuai Ajaran Yesus Kristus
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2024

    GPIB Immanuel Jakarta Usung Tema Kesederhanaan Natal, Ajak Umat Hidup Sesuai Ajaran Yesus Kristus Megapolitan 25 Desember 2024

    GPIB Immanuel Jakarta Usung Tema Kesederhanaan Natal, Ajak Umat Hidup Sesuai Ajaran Yesus Kristus
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta merayakan
    Natal 2024
    dengan mengusung tema “Kesederhanaan Natal Kristus Membawa Kesukacitaan Besar Bagi Dunia.”
    Tema ini bertujuan mengingatkan umat untuk menjalani kehidupan sederhana, sesuai dengan ajaran Yesus Kristus.
    Ketua V PHMJ
    GPIB Immanuel
    , Steve Lupuati, menyampaikan bahwa tema ini sejalan dengan nilai kesederhanaan yang diajarkan Yesus Kristus.
    “Tema itu linear dengan pemerintah yang mengusung kesederhanaan. Gereja juga mengusung tema tersebut agar jemaat hidup sederhana, sebagaimana telah dicontohkan oleh Kristus sendiri,” ucap Steve kepada Kompas.com, Rabu.
    Perayaan Natal tahun ini akan ada tiga sesi ibadah.
    Sesi pertama yang telah berlangsung pukul 09.00 WIB dihadiri sekitar 800 jemaat.
    “Jumlah ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” tambah Steve.
    Kemudian, sesi kedua dilaksanakan ibadah berbahasa Inggris (English service) pukul 16.00 WIB dipimpin oleh Pendeta Vikaris Paulun Patricia Lagonda.
    Pada sesi ini, diperkirakan dihadiri oleh 200 jemaat.
    Sesi terakhir, pukul 18.00 WIB, menggunakan bahasa Indonesia oleh Pendeta Artomilka Lia Persang Bara-Pa dengan perkiraan jumlah jemaat mencapai 500-600 orang.
    Untuk memastikan kelancaran ibadah, pengamanan dilakukan secara ketat oleh personel dari kepolisian, TNI, organisasi masyarakat (ormas), serta tim keamanan internal gereja.
    “Kami bersyukur ibadah sejauh ini berjalan aman dan khusyuk, berkat dukungan penuh dari Polri, TNI, ormas, dan pemuda gereja,” jelas Steve.
    Pengaturan keluar-masuk jemaat juga dilakukan di pintu masuk gereja dengan pemeriksaan ketat oleh petugas.
    “Kami dibantu dengan TNI dan Polri kurang lebih 200 orang. Ada juga ormas dan pengamanan dalam security kami. Untuk kelancaran di pintu keluar masuk ada screening oleh security dan aparat untuk keamanan,” ungkap Steve.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 35 Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin Terima Remisi Natal 2024
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        25 Desember 2024

    35 Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin Terima Remisi Natal 2024 Bandung 25 Desember 2024

    35 Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin Terima Remisi Natal 2024
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 35 narapidana tindak pidana korupsi yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, menerima
    remisi Natal
    Tahun 2024.
    Kepala
    Lapas Sukamiskin
    ,
    Wachid Wibowo
    , mengungkapkan bahwa saat ini, Lapas Sukamiskin dihuni oleh 389 narapidana, di mana sekitar 46 di antaranya beragama Nasrani.
    “Yang mendapatkan remisi ada 35 orang, dengan rincian 34 orang menerima remisi selama 1 bulan, dan 1 orang menerima remisi selama 2 bulan,” jelas Wachid, yang ditemui usai kegiatan pemberian remisi Natal di Lapas Perempuan Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (25/12/2024).
    Dalam acara tersebut, dua perwakilan dari Lapas Sukamiskin menerima remisi secara simbolis dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang hadir di Lapas Perempuan Bandung.
    “Pemberian remisi ini dilakukan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang terpusat di Lapas Perempuan Bandung, dan diikuti oleh seluruh unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia, termasuk di Lapas Sukamiskin,” tambahnya.
    Namun, meskipun puluhan
    narapidana korupsi
    di Lapas Sukamiskin mendapatkan remisi, tidak ada satu pun yang dibebaskan.
    “Untuk yang di Sukamiskin hari ini tidak ada yang bebas, jadi semuanya hanya mendapatkan remisi khusus,” tegas Wachid.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengunjung Tebet Eco Park Mengeluh Susah Cari Parkir
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2024

    Pengunjung Tebet Eco Park Mengeluh Susah Cari Parkir Megapolitan 25 Desember 2024

    Pengunjung Tebet Eco Park Mengeluh Susah Cari Parkir
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah pengunjung mengeluhkan minimnya fasilitas lahan parkir di
    Tebet Eco Park
    , Jakarta Selatan.
    Theo (45 tahun) mengaku mesti berputar-putar di sekitar Tebet Eco Park untuk menemukan tempat parkir.
    “Tadi sudah berkali-kali muter, tidak dapat buat parkir,” ucap Theo saat berbincang dengan
    Kompas.com
    , Rabu (25/12/2024).
    Minimnya lahan parkir yang disediakan membuat beberapa pengunjung terpaksa memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
    Theo menilai, hal tersebut justru dapat memicu kemacetan di sekitar Tebet Eco Park.
    “Jalanannya sempit, tadi saya lihat ada beberapa mobil yang parkir di bahu jalan, tapi saya tidak mau, takut bikin macet, mobil tertabrak atau lecet,” kata dia.
    Theo khawatir pengunjung akan enggan datang jika masalah parkir tidak segera diatasi.
    “Tempatnya enak, adem, tapi bingung cari parkirannya aja. Takutnya orang pada males ke sini karena susah parkir. Apalagi kalau pengunjungnya datang dari luar kota, jauh-jauh masa tidak ada lahan parkir yang
    proper
    ,” kata dia.
    Pengunjung lainnya, Adzam (33), juga sempat bingung mencari tempat parkir untuk kendaraan roda empat miliknya.
    Meski di dalam area Tebet Eco Park disediakan lahan parkir, Adzam menilai lahan tersebut tidak bisa menampung kendaraan pengunjung yang datang, terutama pada hari-hari libur.
    Ia berharap ada penambahan fasilitas parkir agar pengunjung merasa lebih nyaman.
    “Saya sih penginnya disediakan parkir yang lebih luas saja. Kalau musim liburan gini, yang bawa kendaraan suka bingung mencari parkirnya,” ujar dia.
    Untuk diketahui, Tebet Eco Park diserbu pengunjung pada
    libur Natal 2024
    .
    Pantauan Kompas.com pada pukul 15.09 WIB, pengunjung tampak memenuhi setiap sudut taman.
    Beberapa terlihat berjalan santai menyusuri jalur pejalan kaki yang dikelilingi pepohonan rindang.
    Di bangku-bangku taman, beberapa keluarga duduk santai sambil bercengkerama.
    Ada juga yang membawa alas piknik untuk menikmati bekal makanan di pelataran hijau taman, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
    Salah satu pengunjung, Athina (28), memilih taman ini karena lokasinya dekat dan fasilitasnya lengkap.
    “Kebetulan dekat rumah, terus bosan juga ya setiap hari lihat gedung-gedung tinggi. Pengen ngajak ponakan main, tapi nggak usah yang jauh-jauh, tidak usah bayar juga,” ucap Athina.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Bakal Beri Amnesti Anggota Jamaah Islamiyah dan Kasus Papua
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2024

    Prabowo Bakal Beri Amnesti Anggota Jamaah Islamiyah dan Kasus Papua Regional 25 Desember 2024

    Prabowo Bakal Beri Amnesti Anggota Jamaah Islamiyah dan Kasus Papua
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto tengah menyusun 44.000 narapidana yang memungkinkan diberikan Amnesti.
    Hal tersebut diungkapkannya di sela-seal kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Bandung, Rabu (25/12/2024).
    “Kita lagi susun, mudah-mudahan besok atau minggu depan kita bisa kirimkan nama-namanya ke Menko Hukum, HAM, nanti beliau akan mengajukan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan diberikan pengampunan,” kata Agus.
    Menurut agus, pelaksanaan pemberian amnesti ini akan dilakukan secara serentak. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan pertimbangan dan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
    “Pelaksanaan (Rencana pemeberian Amnesti) serentak, saat Presiden mendapat persetujuan DPR, memutuskan memberikan pengampunan kepada pecandu dan pengguna (narkoba) kami sudah koordinasi dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) mereka melaksanakan rehab dulu, dan kembali ke masyarakat,” kata Agus.
    Menurut Agus, ada beberapa kriteria atau persyaratan bagi warga binaan yang nantinya di rencanakan dapat amnesti.
    “Kriterianya kan ada yang UU ITE, ada ibu hamil, anak yang dalam pengasuhan di bawah 3 tahun, anak binaan, karena hampir 274.000 warga binaan dan tahanan di lapas, ini 95 persen nya adalah usia produktif oleh karena itu kita klasifikasikan tertentu,” kata Agus.
    Menurut Agus, Presiden
    Prabowo Subianto
    juga memberikan pengampunan kepada masalah yang ada di Papua hingga mereka yang bergabung dengan Jamaah Islamiyah (JI). Adapun JI kini sudah membubarkan diri. 
    “Termasuk bapak Presiden memberikan pengampunan kepada masalah yang di Papua, kepada saudara-saudara yang di Papua yang kemarin ada terkait makar tidak bersenjata, beliau berkeinginan memberikan pengampunan, termasuk kepada mereka bergabung jamaah Islamiyah yang sudah membubarkan diri,” ujar Agus. 
    “Jadi nanti hasilnya seperti apakah mereka sudah berkelakuan baik, dan mau berikrar menjadi bagian dari NKRI, akan mendapatkan pengampunan,” katanya.
    Sebelumnya, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengungkapkan, pemerintah berencana memberikan amnesti kepada 44.000 napi. 
    Menurut Supratman, usulan pemberian amnesti itu sudah diajukan kepada Presiden Prabowo sebagai langkah pengampunan terhadap beberapa kategori narapidana.
    “Beberapa kasus yang terkait dengan penghinaan terhadap kepala negara atau pelanggaran UU ITE, Presiden meminta untuk diberi amnesti,” ujar Supratman di Istana Kepresidenan pada 13 Desember 2024.
    Selain itu, pengguna narkotika yang seharusnya menjalani rehabilitasi juga menjadi prioritas. Lalu, napi dengan gangguan jiwa, pengidap HIV/AIDS, dan beberapa tahanan terkait kasus Papua turut masuk dalam daftar yang diajukan kepada Presiden.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.