Category: Kompas.com Metropolitan

  • Mantan Pacar Jadi Otak Penyiraman Air Keras di Kos Mahasiswi Yogyakarta
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        26 Desember 2024

    Mantan Pacar Jadi Otak Penyiraman Air Keras di Kos Mahasiswi Yogyakarta Yogyakarta 26 Desember 2024

    Mantan Pacar Jadi Otak Penyiraman Air Keras di Kos Mahasiswi Yogyakarta
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Penyiraman air keras ke mahasiswi asal Kalimantan Barat di Yogyakarta ternyata sempat menyamar sebagai perempuan untuk melancarkan aksinya.
    Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Probo Satrio, mengungkapkan bahwa pelaku utama, Billy, yang merupakan mantan pacar korban, memulai aksinya dengan mengunggah pengumuman lowongan kerja di Facebook.
    “B memposting di akun Facebooknya, menyebutkan bahwa dia membutuhkan orang yang mau bekerja apa saja,” ujar Probo, Kamis (26/12/2024).
    Pengumuman tersebut direspon oleh pelaku lain, S alias Satim, yang kemudian menjalin komunikasi dengan Billy melalui WhatsApp.
    Billy Menyamar sebagai Perempuan
    Melalui WhatsApp, Billy mengaku sebagai perempuan bernama Senlung. Dia membuat cerita suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan yang disebut sebagai pelakor.
    “Pelakor yang dimaksud adalah korban,” jelas Probo.
    Satim pun setuju untuk membantu dan meminta bayaran sebesar Rp 7 juta.
    Sebagai uang operasional awal, Billy memberikan Rp1,6 juta dengan sistem COD (cash on delivery), tanpa bertemu langsung.
    Uang tersebut digunakan Satim untuk membeli air keras, jaket ojek online, dan perlengkapan lainnya.
    Rencana Penyiraman yang Tertunda
    Setelah menerima alamat kos korban dari Billy, Satim beberapa kali mendatangi lokasi untuk survei. Namun, eksekusi tertunda karena korban tidak berada di kos saat itu.
    Pada 24 Desember 2024, Billy mengetahui korban akan pergi ke gereja untuk ibadah Natal. Dia langsung menghubungi Satim untuk segera melaksanakan aksinya.
    Penyiraman Air Keras di Kos Korban
    Satim mendatangi kos korban dengan mengenakan jaket ojek online, masker, dan membawa air keras dalam gelas plastik. Dengan berpura-pura mengantar es teh, dia masuk ke kos korban.
    “Karena pintu kos agak terbuka, pelaku langsung masuk dan menyiramkan air keras ke korban yang baru selesai mandi,” kata Probo.
    Air keras mengenai wajah dan tubuh korban. Korban pun berteriak keras hingga mengundang perhatian warga sekitar. Pelaku kemudian melarikan diri.
    Korban berhasil diselamatkan warga dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Berkas Perkara Aipda Robig Dilimpahkan ke Jaksa, Bakal Digelar Rekontruksi Gabungan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2024

    Berkas Perkara Aipda Robig Dilimpahkan ke Jaksa, Bakal Digelar Rekontruksi Gabungan Regional 26 Desember 2024

    Berkas Perkara Aipda Robig Dilimpahkan ke Jaksa, Bakal Digelar Rekontruksi Gabungan
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Berkas perkara Aipda Robig Zainudin, tersangka penembakan siswa SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
    Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa saat ini penyidik masih menunggu hasil penelitian dari JPU.
    “Berkas perkara Robig sudah disampaikan ke JPU. Dan saat ini penyidik menunggu hasil penelitian berkas perkara,” kata Artanto kepada awak media, Kamis (26/12/2024).
    Sampai saat ini, Aipda Robig tengah ditahan dalam proses penempatan khusus (patsus) karena anggota Polri.
    “Kondisinya baik (Aipda Robig),” ujar dia.
    Selanjutnya, Polda Jawa Tengah akan melakukan rekontruksi lagi untuk mendalami kasus tersebut.
    “Rekontruksi akan melibatkan jaksa penuntut umum,” kata Artanto.

    Namun, saat ini penyidik sedang melengkapi bukti-bukti maupun bekas untuk administrasi. Rencananya, rekontruksi selanjutnya akan dilakukan secara lengkap dengan menghadirkan Aipda Robig, saksi dan jaksa penuntut umum.
    “Nanti kita lihat saja dari rekonstruksi seperti apa,” ucap Artanto soal perbedaan kronologi tersebut.
    Melalui rekontruksi itu, akan diketahui bagaimana keterangan tersangka maupun pada saksi.
    “Dari keterangan saksi seperti apa, kemudian keterangan tersangka seperti apa di lapangan nanti kita lihat sendiri,” ujar dia.
    Seperti diketahui, Aipda Robig merupakan anggota Sat Narkoba Polres Semarang yang menembak Gamma pada Minggu (24/11/2024)
    Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Aris Suprioyono mengungkapkan, penembakan itu lantaran Robig merasa sepeda motornya dipepet Gamma dan rekan-rekannya.
    Selain Gamma, ada dua korban lainnya yang juga pelajar. Namun, keduanya berhasil selamat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Pendaki Gunung Agung Bali Hilang Usai Berpisah dengan Rombongan
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        26 Desember 2024

    2 Pendaki Gunung Agung Bali Hilang Usai Berpisah dengan Rombongan Denpasar 26 Desember 2024

    2 Pendaki Gunung Agung Bali Hilang Usai Berpisah dengan Rombongan
    Tim Redaksi
    KARANGASEM, KOMPAS.com
    – Dua orang pendaki dilaporkan hilang saat mendaki
    Gunung Agung
    di Kabupaten Karangasem, Provinsi
    Bali
    .
    Kedua pendaki tersebut bernama Putu Diki Adi Warta (27), warga Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, dan Ridho Adi Yudistira (22) asal Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menyampaikan, kedua pendaki itu tersesat saat mendaki Gunung Agung. Saat ini, tim SAR Gabungan tengah mencari keduanya.
    “Infonya kami terima kemarin malam, Rabu (25/12/2024) pada pukul 19.00 Wita ,” ujar Sidakarya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/12/2024).
    Menurut laporan yang diterima petugas siaga Basarnas Bali, kedua pendaki itu memulai pendakian pada Selasa (24/12/2024) dini hari pukul 02.00 Wita. Mereka mendaki bersama tiga orang lainnya.
    “Setelah mencapai puncak, di Simpang Jodoh pada ketinggian sekitar 2.800 mdpl (meter di atas permukaan laut) mereka terpisah. Tiga orang turun terlebih dulu dan dua orang sampai saat ini belum kembali,” jelas Sidakarya.
    Meindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 8 orang personel Basarnas dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem dikerahkan ke posko pendakian.
    “Dikarenakan kondisi yang tidak mendukung, malam kemarin tim tidak bisa memulai pencarian,” sambung dia.
    Pagi tadi tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua regu pencarian. Regu satu naik dari kawasan Edelweis dan regu dua naik dri arah timur Edelweis.
    “Tim sempat terkendala dengan kondisi cuaca hujan dan kabut tebal. Sampai dengan saat ini upaya pencarian masih berlangsung,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mantan Pacar Jadi Otak Penyiraman Air Keras di Kos Mahasiswi Yogyakarta
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        26 Desember 2024

    Mahasiswi Korban Penyiraman Air Keras Dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 26 Desember 2024

    Mahasiswi Korban Penyiraman Air Keras Dirawat di RSUP Dr. Sardjito
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – RSUP Dr. Sardjito mengonfirmasi tengah merawat seorang mahasiswi korban penyiraman
    air keras
    .
    Korban, Natasya, masuk rumah sakit dalam kondisi sadar pada malam Natal.
    “Masuk (dirawat) malam Natal itu langsung,” kata Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, Kamis (26/12/2024).
    “Kondisinya sadar (saat masuk dirawat),” tambah Banu.
    Korban saat ini mendapatkan perawatan intensif. Namun, Banu belum merinci kondisi detail luka yang dialami korban.
    “Mengalami luka di wajah,” ujarnya singkat.
    Polisi Sebut Luka Korban Cukup Parah
    Kasatreskrim Polresta
    Yogyakarta
    , Kompol Probo Satrio, menjelaskan korban mengalami luka parah akibat penyiraman air keras. Luka-luka tersebut meliputi wajah, badan, hingga kaki.
    “Korbannya di Sardjito parah, kasihan. Wajah, badan, tangan, kaki luka,” ujar Probo, Kamis (26/12/2024).
    Probo menyebut insiden itu terjadi pada malam Natal.
    “Iya benar peristiwanya, kejadiannya malam Natal,” katanya.
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Motor Wanita di Sumbawa Barat yang Terseret Banjir Ditemukan, Korban Masih Hilang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2024

    Motor Wanita di Sumbawa Barat yang Terseret Banjir Ditemukan, Korban Masih Hilang Regional 26 Desember 2024

    Motor Wanita di Sumbawa Barat yang Terseret Banjir Ditemukan, Korban Masih Hilang
    Tim Redaksi
    SUMBAWA, KOMPAS.com
    – Motor yang terbawa arus
    banjir bandang
    bersama Inul (18), seorang anak perempuan warga Dusun Ai Aji, Desa Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten
    Sumbawa Barat
    , ditemukan pada Rabu (25/12/2024) sore.
    Namun, hingga saat ini, korban belum juga ditemukan.
    Kejadian tragis ini berlangsung ketika Inul sedang pulang dari ladang dengan mengendarai sepeda motor.
    Proses
    pencarian korban
    terus dilakukan oleh tim penyelamatan pada Kamis (26/12/2024) pagi.
    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa Barat, Amrullah, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa tim penyelamatan bersama warga telah menemukan motor Honda Beat Street korban di sekitar sungai dalam kondisi rusak parah.
    “Benar, tim penyelamatan dan warga sudah menemukan motor di sungai sekitar lokasi kejadian yang terbawa arus bersama korban,” kata Amrullah.
    Operasi pencarian Inul yang terseret banjir di sungai Desa Tua Nanga masih berlangsung hingga hari ketiga.
    Tim gabungan yang terdiri dari SAR Pos Sumbawa, BPBD, Polair Pos Poto Tano, Dinas Perikanan KSB, TNI Koramil Poto Tano, Polsek Poto Tano, serta masyarakat nelayan dan keluarga korban, melanjutkan pencarian di sekitar pantai muara sungai Tua Nanga.
    Mereka menggunakan dua perahu karet, satu speedboat Polair Poto Tano, dan beberapa perahu nelayan.
    “Operasi pencarian dilakukan dari pukul 07.00 Wita hingga 12.00 Wita,” jelas Amrullah.
    Operasi kedua dilanjutkan dari pukul 14.00 Wita hingga 17.00 Wita.
    Menurut keterangan Babinsa 1628-04/Poto Tano, Serda Rizal, kronologi kejadian bermula pada hari Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 17.00 WITA.
    Korban pulang dari ladangnya di daerah Remo dan menyeberangi sungai di penyeberangan ‘Aik Kurun’.
    “Sebelum menyeberangi sungai, korban sempat menurunkan adiknya, Bonal, dan menyuruhnya berjalan kaki menyeberangi sungai,” katanya.
    Setelah Bonal berhasil menyeberangi sungai, Inul melanjutkan menyeberang dengan mengendarai sepeda motor.
    Namun, di tengah sungai, korban tidak dapat menahan derasnya arus, sehingga ia bersama kendaraannya terseret.
    Melihat kejadian tersebut, Bonal berlari menuju kampung untuk meminta bantuan warga.
    Warga kemudian menghubungi pihak BPBD Kabupaten Sumbawa Barat untuk melakukan pencarian dengan menyisir sungai dari Dusun Bagek Manis hingga ke arah pantai.
    Kasi Humas Polres KSB, Zaenal Abidin, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pencarian korban masih berlangsung.
    “Benar. Informasi dari Kapolsek setempat menyebutkan bahwa ada korban hanyut berjenis kelamin perempuan dan saat ini masih dalam proses pencarian di TKP,” kata Zaenal.
    Ia juga mengimbau warga setempat untuk berhati-hati dan menghindari area berbahaya saat hujan deras berlangsung.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 13 Imigran Gelap asal Bangladesh Ditangkap di Padangsidimpuan
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        26 Desember 2024

    13 Imigran Gelap asal Bangladesh Ditangkap di Padangsidimpuan Medan 26 Desember 2024

    13 Imigran Gelap asal Bangladesh Ditangkap di Padangsidimpuan
    Tim Redaksi
    PADANGSIDIMPUAN, KOMPAS.com
    – Personel Kodim 0212/TS (Tapanuli Selatan) bersama Polres
    Padangsidimpuan
    mengamankan 13 Warga Negara Asing (WNA) asal
    Bangladesh
    dan 1 Warga Negara Indonesia (WNI) pada Selasa (24/12/2024) malam. Mereka diduga masuk ke Indonesia secara ilegal.
    “13 orang warga negara asing asal negara Bangladesh diduga imigran gelap, dan 1 WNI (wanita) kita amankan dari salah satu rumah di wilayah Kota Padangsidimpuan,” ungkap Komandan Distrik Militer (Dandim) 0212/TS Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo melalui pesan singkat, Rabu (25/12/2024).
    Delli menjelaskan, penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima personel TNI di wilayah Asahan, Sumatera Utara.
    Informasi tersebut diteruskan kepada Sertu Koko, Babinsa Koramil 02/Kota Padangsidimpuan.
    Sertu Koko kemudian berkoordinasi dengan Sertu Akhir Siregar, Babinsa di Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
    Mereka bekerja sama dengan personel unit intel Kodim 0212/TS untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
    “Mulanya 1 WNA didapatkan saat baru tiba di Padangsidimpuan. Dan dari WNA itu, diketahui ada 12 orang lagi yang ditemukan,” ujar Delli.
    Pemeriksaan sementara mengungkapkan 13 WNA tersebut diduga sebagai imigran gelap yang akan menjadi Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal.
    Salah satu dari mereka diduga menjadi pelaku yang membawa WNA lain ke Padangsidimpuan. Sementara itu, 1 WNI yang ikut diamankan merupakan istri pelaku.
    “Rabu dini hari tadi, sudah kita serahkan ke Mapolres untuk diselidiki lebih lanjut,” tambah Delli.
    Delli juga menyebutkan, 13 WNA ini diduga akan bekerja di Malaysia setelah masuk ke Indonesia secara ilegal.
    Kepala Satuan Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Desma Manalu, membenarkan adanya kasus ini.
    “Benar (ada). Tapi masih kita perdalam dulu, ya. Nanti kalau sudah selesai pemeriksaan, nanti kita kasih info, ya,” ujar Desma.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kisah Penyintas Tsunami Aceh: Selamat dan Bertemu Ayah di Masjid Raya Baiturrahman
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2024

    Kisah Penyintas Tsunami Aceh: Selamat dan Bertemu Ayah di Masjid Raya Baiturrahman Regional 26 Desember 2024

    Kisah Penyintas Tsunami Aceh: Selamat dan Bertemu Ayah di Masjid Raya Baiturrahman
    Tim Redaksi
    BANDA ACEH, KOMPAS.com
    – Pagi itu, Minggu 26 Desember 2004, seperti biasa Zulfahmi Ikhsan bersama teman-temannya sedang mengikuti latihan bola kaki di Lapangan Blang Padang, Banda
    Aceh
    . Kegiatan ini merupakan jadwal rutin setiap akhir pekan atau libur sekolah.
    Ikhsan masih ingat betul, pagi itu dia mengenakan jersey klub kesukaannya, Barcelona. Di tengah sedang asyik latihan, tiba-tiba gempa berkekuatan magnitudo 9,3 membuat mereka ketakutan. Setelah gempa berhenti, Ikhsan dan teman-temannya diminta oleh pelatih untuk kembali ke rumah masing-masing.
    Pada saat itu, Ikhsan tinggal di kawasan Lampaseh Kota. Setiba di rumah, dia melihat orang-orang ramai keluar untuk melihat bangunan roboh, termasuk sang ibu bersama tetangganya. Ikhsan yang kala itu masih berusia 13 tahun, juga ikut pergi.
    Selang sekitar 20 menit kemudian, tiba-tiba orang pada berlarian panik sambil meneriakkan air laut naik. Ikhsan masih belum percaya, dia berpikir tidak mungkin air laut naik ke daratan apalagi hingga ke tengah-tengah kota.
    Seketika, gemuruh suara air dan teriakan warga semakin kencang dari arah belakangnya. Ikhsan panik ketakutan. Dia pun langsung ikut lari menyelamatkan diri ke atas reruntuhan bangunan toko di Jalan Muhammad Jam.
    “Pada saat itu saya masih belum percaya, kok bisa air naik ke daratan. Akhirnya saya juga ikut lari ke arah Jalan Muhammad Jam, tepatnya di toko Zikra yang waktu itu sudah hancur, dan saya naik ke atasnya,” kata Ikhsan saat diwawancarai
    Kompas.com
    , Kamis (26/12/2024).
    Bangunan itu ikut tersapu oleh air. Ikhsan terhempas dan hanyut dalam gulungan tsunami bercampur dengan reruntuhan kayu. Ikhsan sudah pasrah, kakinya terluka, dia tidak bisa berenang hingga terminum air lumpur tersebut.
    Di balik gulungan air tsunami itu, tiba-tiba Ikhsan tersangkut di tumpukan kayu dekat lampu merah tepat di samping Masjid Raya Baiturrahman. Pada saat itu, Ikhsan sudah tidak kuat, posisinya terbenam dalam air, yang terlihat hanya tangannya saja.
    “Ada satu orang abang-abang yang datang menyelamatkan saya. Dialah yang membawa saya ke dalam masjid. Pada saat itu kondisinya mengalami luka parah juga, dia lalu mengatakan adik coba cari terus keluarga, abang sudah tidak kuat lagi,” ucap Ikhsan, ini adalah momen yang paling membekas.
    Di tengah ketakutan itu, Ikhsan bertemu teman ayahnya di dalam masjid. Ia kemudian menanyakan kondisi dan keberadaan sang ayah yang ternyata juga menyelamatkan diri di sana. Karena kondisi orang begitu ramai, Ikhsan baru bertemu dengan ayah saat sore hari.
    “Saya dievakuasi ke dalam masjid sekitar pukul 09.00 WIB, dan baru ketemu ayah di dalam masjid itu sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya.
    Ikhsan menceritakan, sang ayah memang berjualan di dekat masjid raya dan setiap pagi selalu keluar lebih dulu. Pada saat itu, ayahnya langsung lari menyelamatkan diri di dalam masjid. Dalam musibah ini, Ikhsan kehilangan sang ibu yang jasadnya hingga kini belum ditemukan.
    Bagi Ikhsan, Masjid Raya Baiturrahman adalah saksi kekuasaan Tuhan di mana air tsunami sedikit pun tidak menyentuh masuk ke dalam masjid, sehingga banyak orang-orang yang selamat, bahkan dia sendiri bertemu dengan sang ayah di sana.
    Setelah 20 tahun
    tsunami Aceh
    , luka yang dialami Ikhsan memang sudah pulih. Dia perlahan bangkit dari trauma itu. Kini, Ikhsan sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Ikhsan berprofesi sebagai seorang fotografer pernikahan atau 
    wedding
    profesional di Banda Aceh.
    “Dengan musibah ini, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dan lebih sigap menghadapi bencana. Saya mengajak semua kita untuk membekali diri dengan mitigasi bencana yang cukup. Aceh daerah rawan, dan bencana itu kita tidak tahu kapan datangnya,” pungkas Ikhsan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BP2MI Gagalkan Pengiriman 8 Calon Pekerja Migran Ilegal ke Uni Emirat Arab
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        26 Desember 2024

    BP2MI Gagalkan Pengiriman 8 Calon Pekerja Migran Ilegal ke Uni Emirat Arab Megapolitan 26 Desember 2024

    BP2MI Gagalkan Pengiriman 8 Calon Pekerja Migran Ilegal ke Uni Emirat Arab
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Badan Perlindungan
    Pekerja Migran
    Indonesia (BP2MI) menggagalkan upaya pengiriman delapan calon
    pekerja migran
    Indonesia (CPMI) ke Uni Emirat Arab (UEA) secara nonprosedural. Para CPMI ilegal tersebut rencananya akan bekerja di Abu Dhabi.
    Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
    , Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi mengenai penampungan CPMI di sebuah apartemen di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/12/2024) pukul 20.30 WIB.
    “Kami, Tim Reaksi Cepat KPPMI, berkoordinasi dengan Polsek Tanah Sareal, Kota Bogor, untuk menyelidiki lokasi tersebut,” kata Abdul Kadir di Shalter PMI Tangerang, Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, Kamis (26/12/2024).
    Setelah menerima informasi tersebut, pihak BP2MI melakukan pemantauan Selasa (24/12/2024) dan menemukan indikasi adanya makelar atau calo.
    “Kami mengamankan terduga calo berinisial MZL alias ZL alias A dan melakukan wawancara singkat,” ujarnya.
    Dari hasil wawancara, diketahui terdapat delapan CPMI yang berasal dari Lampung, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat dengan rentang usia 37 hingga 50 tahun.
    “Hasilnya, kami menemukan delapan perempuan yang ditampung di sebuah kamar apartemen,” ungkap Abdul Kadir.
    Para CPMI tersebut dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dengan gaji 1.200 Dirham atau sekitar Rp5 juta per bulan. Namun, mereka belum menerima uang fee yang dijanjikan.
    “Para korban mengaku dijanjikan gaji sekitar 1.200 dirham atau setara Rp5 juta per bulan. Namun, mereka belum menerima uang fee yang dijanjikan,” jelasnya.
    Pengembangan kasus ini juga mengarah pada seorang wanita berinisial MK, yang diduga mengelola dokumen dan penampungan para CPMI. MK diamankan di Ranca Bungur, Bogor, pada Selasa malam.
    “Tim Reaksi Cepat KPPMI bergabung dengan Resmob Polres Bogor Kota melakukan pengejaran terhadap calo berinisial MK, dan sekitar pukul 21.15 WIB, MK berhasil diamankan guna proses hukum di Kepolisian,” tambah Abdul Kadir.
    Barang bukti yang ditemukan meliputi KTP, paspor, dan dokumen pendukung lainnya yang diduga akan digunakan untuk keberangkatan melalui Bandara Juanda, Surabaya.
    Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp15 miliar.
    Selain itu, pelaku juga dikenakan Pasal 2 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
    Abdul Kadir mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran bekerja di luar negeri secara ilegal.
    “Pastikan semua dokumen lengkap dan ikuti prosedur resmi agar tidak menjadi korban eksploitasi,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lagi Berenang, Bocah 13 Tahun Hanyut di Sungai Ciliwung di Bogor Timur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        26 Desember 2024

    Lagi Berenang, Bocah 13 Tahun Hanyut di Sungai Ciliwung di Bogor Timur Megapolitan 26 Desember 2024

    Lagi Berenang, Bocah 13 Tahun Hanyut di Sungai Ciliwung di Bogor Timur
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com 
    – Seorang bocah berinisial F (13) terseret arus Sungai Ciliwung di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (26/12/2024), sekitar pukul 13.00 WIB.
    Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Maruli Sinambela mengatakan, awalnya, korban berenang di sungai usai bermain bola bersama empat temannya.
    “Korban loncat berenang dengan kedalaman air kurang lebih satu meter. Karena arus yang begitu deras, korban terseret,” ucap Maruli kepada
    Kompas.com,
    Kamis.
    Salah satu teman korban, R (13), sempat mencoba menolong dengan menarik tangan F.
    Namun, derasnya arus membuat pegangan terlepas sehingga korban terbawa arus.
    “R sempat menolong, namun tidak tertolong dan (korban) akhirnya tenggelam menghilang,” kata dia.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi kejadian, petugas gabungan dari BPBD Kota Bogor, Tim Rescue Damkar Kota Bogor, PMI sedang melakukan upaya pencarian korban.
    Tim menyusuri sungai menggunakan perahu karet. Beberapa petugas berenang mengikuti arus sungai untuk memperluas area pencarian.
    Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih berlangsung.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tabrakan Maut Mobil Vs Motor di Langkat, 5 Orang Tewas 
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        26 Desember 2024

    Tabrakan Maut Mobil Vs Motor di Langkat, 5 Orang Tewas Medan 26 Desember 2024

    Tabrakan Maut Mobil Vs Motor di Langkat, 5 Orang Tewas
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Desa Tanjung Mulai, Kecamatan Hinai, Kabupaten
    Langkat
    , pada Selasa (24/12/2024) malam.
    Kecelakaan yang melibatkan satu unit mobil dan sepeda motor itu mengakibatkan lima orang tewas.
    Kepala Satlantas Polres Langkat, AKP Maruli Tua, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil Toyota melaju dari arah Tanjung Pura menuju Stabat, sementara pengendara sepeda motor datang dari arah berlawanan.
    “Setibanya di lokasi, kedua kendaraan ini bersenggolan. Pengendara sepeda motor terlempar ke kanan bahu jalan,” ungkap Maruli kepada
    Kompas.com
    melalui saluran telepon, Kamis (26/12/2024).


    SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.
    Maruli menambahkan bahwa setelah bersenggolan, pengemudi mobil menabrak pohon di kanan jalan dan terhenti.
    “Ada 5 orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan ini,” sambungnya.
    Identitas para korban terungkap, di mana pengendara sepeda motor yakni Miswandi (37), Sri Rahayu (29), dan Nabila Sahura (9).
    Sementara itu, pengendara mobil diketahui bernama Abdur Nasution (33) dan Nesha Putri Andayani (36).
    “Untuk pengendara sepeda motor itu, suami istri bersama anaknya. Kalau pengendara mobil itu suami istri,” jelas Maruli.
    Seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga.
    Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan bukti-bukti lainnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.