Category: Kompas.com Metropolitan

  • 5
                    
                        Menag Sebut Biaya Haji 2025 Bakal Lebih Murah, tapi Kualitasnya Makin Baik
                        Nasional

    5 Menag Sebut Biaya Haji 2025 Bakal Lebih Murah, tapi Kualitasnya Makin Baik Nasional

    Menag Sebut Biaya Haji 2025 Bakal Lebih Murah, tapi Kualitasnya Makin Baik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya tengah membicarakan agar
    biaya Haji 2025
    bisa lebih murah dibandingkan tahun sebelumnya.
    Menurutnya, meski biaya Haji 2025 akan ditekan lebih murah, namun kualitasnya tidak berkurang.
    “Kita membicarakan banyak hal, kira-kira apa yang bisa membikin jemaah haji nanti kita ini lebih nyaman, lebih tenang, dan yang paling penting juga adalah lebih murah. Tapi murahnya bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan,” ujar Nasaruddin di Istana, Jakarta, Jumat (27/12/2024).
    “Jadi tetap ada efisiensi efektif, tapi juga tidak mengurangi kualitas. Misalnya pesawatnya jangan-jangan kita mencari murah, tetapi malah justru pesawat tua, jadi itu di-warning juga buat kita,” sambungnya.
    Dalam kesempatan yang sama, Wamenag Romo Syafi’i mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto ingin agar ibadah haji tahun ini lebih berkualitas.
    Namun, kata Romo, Prabowo melihat ada banyak cost yang bisa ditekan, tanpa perlu mengurangi kualitasnya.
    “Beliau juga melihat banyak cost yang bisa dirasionalisasi, sehingga kualitasnya makin baik, tapi harganya makin murah,” ucap Romo.
    Hanya saja, Romo memastikan, biaya Haji 2025 akan lebih murah.
    Dia belum bisa menentukan berapa besaran pasti dari biaya Haji 2025.
    “Hampir kita pastikan ya, Pak Menteri, ongkos haji tahun ini turun. Berapa besarannya? Itu enggak bisa disebut sekarang. Karena harus ada kesepakatan di panja,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Peras Penonton DWP, Polri Dinilai Beri Perlindungan jika Tak Pecat Para Pelaku
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Polisi Peras Penonton DWP, Polri Dinilai Beri Perlindungan jika Tak Pecat Para Pelaku Megapolitan 27 Desember 2024

    Polisi Peras Penonton DWP, Polri Dinilai Beri Perlindungan jika Tak Pecat Para Pelaku
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Institusi Polri akan dinilai melindungi polisi yang memeras penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) jika tidak memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap para pelaku pada sidang kode etik yang rencananya digelar pekan depan.
    Hal tersebut disampaikan oleh pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.
    “Bila tidak dilakukan sanksi keras berupa PTDH, asumsi yang muncul adalah kepolisian melindungi personelnya yang melakukan pelanggaran pidana pungli dan pemerasan. Ada apa?” kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (27/12/2024).
    Sanksi yang tidak memberikan efek jera berpotensi menurunkan semangat anggota kepolisian lain yang tetap konsisten menjaga etika, moral, dan disiplin.
    Selain itu, pemerasan ini juga berpotensi mengurangi kepercayaan publik, baik domestik maupun internasional. Pasalnya, DWP merupakan perhelatan 
    electronic dance music 
    (EDM) terbesar di Asia Tenggara dan korban mayoritas berasal dari Malaysia.

    “Jangan sampai sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) malah mentoleransi perilaku tidak etis personel dengan memberi sanksi ringan atau sedang,” ucap Bambang.
    “Karena sanksi ringan, penempatan khusus atau sedang berupa demosi tidak akan memberi efek jera, bahkan menurunkan spirit anggota yang masih baik,” pungkas dia.
    Diberitakan sebelumnya, sebanyak 18 anggota polisi menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait kasus dugaan pemerasan terhadap 45 warga negara asing (WNA) asal Malaysia.
    Pemerasan itu terjadi saat WNA asal Malaysia tersebut tengah menyaksikan Djakarta Warehouse Project (DWP) yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 13 hingga 15 Desember 2024.
    Ke-18 anggota polisi berbagai macam pangkat itu berasal dari Polsek Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polda Metro Jaya.
    Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, jumlah barang bukti yang sudah dikumpulkan dari hasil pemerasan itu senilai Rp 2,5 miliar.
    Kini, 18 anggota polisi itu telah menjalani penempatan khusus (patsus) dan akan menghadapi sidang kode etik pada pekan depan.
    Selepas pengumuman penanganan perkara ini oleh Div Propam Polri, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengeluarkan surat telegram dengan nomor ST/429/XII/KEP/2024.
    Surat telegram tersebut ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwita Kumu Wardana.
    Sebanyak 34 anggota dari Polsek Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polda Metro Jaya dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.
    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi berujar, 34 anggota yang dimutasi itu dalam rangka pemeriksaan kasus dugaan
    pemerasan penonton DWP
    asal Malaysia.
    “Dalam rangka pemeriksaan (kasus
    pemerasan penonton DWP
    ),” ujar Ade Ary saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bekas Pabrik di Bangka Barat Jadi Tambang Ilegal, Pelaku Tak Ditangkap
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    Bekas Pabrik di Bangka Barat Jadi Tambang Ilegal, Pelaku Tak Ditangkap Regional 27 Desember 2024

    Bekas Pabrik di Bangka Barat Jadi Tambang Ilegal, Pelaku Tak Ditangkap
    Tim Redaksi
    BANGKA, KOMPAS.com
    – Belasan penambang timah ilegal terpergok polisi saat beraktivitas di area bekas pabrik kaolin PT Kusuma Abadi di Dusun Kelabat Darat, Parittiga,
    Bangka Barat
    , Kepulauan Bangka Belitung.
    Meski tidak ada penangkapan yang dilakukan, polisi meminta para penambang untuk menghentikan kegiatan mereka dan membawa pulang peralatan tambang yang digunakan.
    “Memberikan imbauan tegas kepada para penambang untuk segera menghentikan seluruh aktivitas yang melanggar hukum,” ungkap Ketua Tim Reserse Kriminal Polsek Jebus, Ipda Ahmad Rohadi, setelah operasi yang berlangsung pada Jumat (27/12/2024).
    Rohadi menjelaskan, operasi penggerebekan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat mengenai adanya
    tambang ilegal
    di lokasi tersebut.
    Tim kemudian menyisir area dan menemukan sejumlah penambang timah inkonvensional (TI).
    Para penambang tersebut langsung dikumpulkan dan diberikan arahan untuk membongkar peralatan mereka sendiri.
    “Mereka berjanji untuk segera menghentikan operasi dan mengangkat alat tambang konvensional dari lokasi bekas pabrik kaolin,” lanjut Rohadi.
    Lebih lanjut, Rohadi menuturkan, aktivitas penambangan ilegal tidak hanya berdampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan pekerja karena tidak memenuhi standar operasional yang berlaku.
    “Demi menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah dampak negatif yang lebih luas, pengawasan dan edukasi akan terus dilakukan guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Jebus,” tegasnya.
    Maraknya tambang ilegal di Bangka Barat disebabkan oleh banyaknya perusahaan resmi yang menghentikan operasionalnya.
    Para pelaku tambang mengaku terpaksa melakukan kegiatan tersebut karena tuntutan ekonomi, dengan harga jual pasir timah mentah mencapai Rp 150.000 per kilogram.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kaleidoskop 2024: Penggempuran Kampung Narkoba di Jakarta…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Kaleidoskop 2024: Penggempuran Kampung Narkoba di Jakarta… Megapolitan 27 Desember 2024

    Kaleidoskop 2024: Penggempuran Kampung Narkoba di Jakarta…
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Di sepanjang perjalanan tahun 2024, kampung-kampung yang dipenuhi oleh gelapnya narkoba tak henti-hentinya disisir oleh tangan-tangan tegas kepolisian, dengan harapan memutus aliran kejahatan yang terus meracuni jantung Ibu Kota.
    Dalam catatan
    Kompas.com
    sepanjang tahun ini, sejumlah kampung tetap menjadi sarang narkoba meski berbagai upaya penumpasan telah dilakukan.
    Kampung Boncos dan Kampung Ambon di Jakarta Barat, serta Kampung Bahari di Jakarta Utara, seolah menjadi tempat yang tak pernah lepas dari bayang-bayang kegelapan. Di sana, narkoba terus diperdagangkan dengan sadis, menghancurkan kehidupan tanpa ampun.
    Meskipun penggerebekan telah dilakukan berkali-kali, barang haram itu tetap saja menemukan jalannya, seolah tak kenal jera.
    Kompas.com
    merangkum beberapa operasi besar yang dilakukan polisi sepanjang tahun 2024, menggambarkan perjuangan tanpa henti untuk menumpas peredaran narkoba di tiga kampung yang hingga kini masih menjadi sarang gelap di Jakarta.
    Boncos sejatinya bukanlah nama resmi sebuah perkampungan. Ia hanyalah sebuah permukiman liar yang tersembunyi di sudut Gang Kiapang, RW 3, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.
    Namun, sejak awal tahun 2000-an, nama Boncos telah menjadi bisikan kelam sebagai kampung narkoba, tempat di mana transaksi terlarang berlangsung dengan bebas, membayangi warganya dengan gelapnya peredaran barang haram.
    Pada tahun 2005, aktivitas itu sempat meredup. Upaya tegas aparat kepolisian yang rutin menggerebek daerah ini seolah menjadi cahaya kecil yang berusaha mengusir kegelapan.
    Namun, rupanya harapan itu hanya bertahan sesaat. Boncos kembali meraih gelar suramnya sebagai sarang narkoba, tempat di mana gelap tetap setia bersemayam.
    Di bulan Juli 2024, kegelapan itu kembali diusik. Sebuah operasi besar digelar, dan sebanyak 46 orang digiring keluar dari sarang itu.
    Dari jumlah tersebut, 42 orang dinyatakan positif sabu-sabu, menunjukkan betapa dalam cengkeraman barang haram itu di Boncos.
    Polisi juga menyita berbagai barang bukti—paket kecil sabu-sabu, pipet bekas pakai, alat timbang digital, hingga senjata tajam yang menyelimuti kampung ini dengan aura bahaya.
    Namun, drama di Boncos tak berhenti di situ. Desember 2024 kembali mencatat penggerebekan besar lainnya.
    Kali ini, 31 orang terbukti menggunakan narkoba jenis sabu, dan barang bukti berupa 21 gram sabu, alat isap, celurit, serta pistol korek api turut diamankan.
    Boncos, dengan segala gelapnya, tetap menjadi simbol perjuangan yang tak kunjung selesai.
    Meski telah berkali-kali digempur, bayangan kelam narkoba masih enggan beranjak dari kampung ini, menyisakan harapan tipis di tengah gelap yang menggantung.
    Pada Oktober 2024, polisi juga menggerebek Kampung Ambon, Jakarta Barat. Namun tugas mulia kepolisian berubah menjadi drama yang penuh luka.
    Pada Minggu (13/10/2024) pukul 19.30 WIB, operasi penangkapan terkait narkotika menjadi saksi bisu keberanian lima anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Namun, keberanian mereka dibalas dengan kekerasan.
    Saat menjalankan tugas, mereka menghadapi amukan yang tak terduga, sebuah aksi pengeroyokan yang melukai tubuh mereka.
    Namun, mereka tetap berdiri tegak, seolah menegaskan bahwa tugas suci ini tak akan mereka tinggalkan.
    “Anggota kami mengalami luka akibat pengeroyokan. Namun, berkat perawatan medis, kondisi mereka kini telah membaik,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (14/10/2024).
    Meski tak membahayakan nyawa, insiden ini mencoreng misi mulia mereka untuk menjaga keamanan masyarakat dari ancaman narkoba.
    Polda Metro Jaya pun menegaskan bahwa kekerasan seperti ini tak akan menyurutkan langkah mereka. Hukum akan ditegakkan, dan keadilan akan dikejar hingga ke ujung yang paling dalam.
    “Kami akan menyelidiki semua pihak yang terlibat. Tak ada ruang bagi mereka yang berani melawan hukum,” tegas Ade dengan nada penuh komitmen.
    Namun, cerita luka ini bukanlah yang pertama. Pada Juli 2024, sebuah peristiwa serupa terjadi. Polisi yang sedang patroli di kawasan Kompleks Permata menjadi sasaran pelemparan benda tumpul.
    Dalam rekaman yang viral di media sosial, terlihat bagaimana para anggota kepolisian berusaha menghindari lemparan batu sembari memberikan tembakan peringatan.
    Dengan demikian, Kampung Ambon, yang menjadi saksi bisu dari perlawanan ini, terus menjadi medan perjuangan bagi polisi yang berani menantang gelap demi secercah cahaya keadilan.
    Selain Kampung Boncos dan Ambon, terdapat satu wilayah lagi di Jakarta yang juga disebut menjadi “Kampung Narkoba”.
    Wilayah itu disebut Kampung Bahari di Jakarta Utara. Kampung tersebut kembali menjadi panggung kelam bagi drama tanpa akhir peredaran narkoba yang terus berdenyut, meski sudah berulang kali digempur oleh aparat kepolisian.
    Pada Sabtu (13/7/2024), sekali lagi suara langkah polisi bergema di gang-gang sempit kampung itu, dalam upaya menggulung jaringan yang tak pernah benar-benar padam.
    Dari penggerebekan itu, 31 orang diamankan, dan barang bukti berupa sabu serta ganja sintetis berhasil disita.
    Namun, seperti bayangan yang tak pernah benar-benar pergi, narkoba terus menemukan jalannya.
    Kapolres Metro Jakarta Utara saat itu, Kombes Gidion Arif Setyawan, menyebut siklus ini adalah jantung dari masalah yang seolah tanpa akhir.
    “Siklus ini seperti roda yang terus berputar. Untuk menghentikannya, kita harus mematikan ekosistemnya,” ujar Gidion.
    Ekosistem gelap itu bukan sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya. Itu disebut karena ada karya tangan-tangan bandar yang merancang, membangun, dan menata jaringan dengan rapi, hingga Kampung Bahari menjadi ikon tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
    “Kami tidak akan pernah lelah. Penangkapan, penindakan, dan pemutusan mata rantai akan terus kami lakukan, apa pun yang terjadi,” kata Gidion.
    Namun, perlawanan ini tak hanya melawan narkoba semata. Akar dari semua ini disebut terletak pada alasan ekonomi.
    Kini, Kampung Bahari, dengan segala kompleksitasnya, terus menjadi medan tempur antara harapan dan kegelapan.
    Di balik setiap penggerebekan, tersimpan tekad untuk memutus rantai ini. Sebuah perjuangan yang tak hanya melibatkan polisi, tetapi juga menyentuh hati setiap orang yang ingin melihat dunia tanpa bayang-bayang narkoba.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia  Regional 27 Desember 2024

    Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Wali Kota (Walkot) Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menerima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia dari Pengurus Pusat Purna
    Paskibraka
    Indonesia (PPI).
    Penghargaan itu diserahkan Ketua Umum Pengurus Pusat PPI Gousta Feriza Ramdhan yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Makassar Andi Bukti Djufri di Baruga Anging Mammiri, Minggu (22/12/2024).
    Ketua PPI Kota Makassar Muhammad Fahmi mengatakan, acara itu diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 PPI.
    Acara itu juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, tokoh, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang banyak membantu perkembangan
    paskibraka
    .
    “Kami di sini bukan karena proses yang singkat. Kami di sini berkat tempaan dan perjuangan bertahun-tahun dari para pendahulu kami,” katanya dalam siaran pers, Jumat (27/12/2024).
    Oleh karena itu, kata Fahmi, PPI Kota Makassar bersyukur dan mengapresiasi perjuangan mereka.

    Al-uyuunu tansa man taro, walaakinna al-qolbu laa tansa man tuhibb.
    Mata mungkin lupa siapa yang dilihatnya, tetapi hati tidak pernah lupa siapa yang dicintainya,” ujarnya. 
    Fahmi pun mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan menegaskan jasa mereka tidak akan pernah dilupakan. 
    Sementara itu, Gousta mengatakan, acara ini sangat istimewa dan Makassar adalah kota pertama di Indonesia yang menyelenggarakan penganugerahan itu.
    “Selamat kepada para penerima piagam dan pita tanda jasa pengabdian PPI. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Makassar karena menjadi pelopor kegiatan ini,” ujarnya dalam siaran pers.
    Ia juga mengapresiasi Ketua PPI Makassar atas penyelenggaraan acara tersebut. Meskipun telah diatur dalam Pedoman Organisasi (PO), banyak daerah yang belum mampu menyelenggarakannya.
    “Saya berharap kegiatan ini bisa diadakan setiap tahun sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi nyata dari para anggota dan tokoh PPI,” terangnya.
    Acara itu diawali dengan ramah tamah dan jamuan makan malam bersama para pejabat Pemkot Makassar, pengurus, serta anggota Purna Paskibraka Provinsi Makassar.
    Kegiatan tersebut juga dihadiri kepala dinas, mantan ketua PPI, hingga para pelatih dari Kodim 1408/Makassar yang berjasa dalam memajukan PPI di Kota Makassar.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal Regional 27 Desember 2024

    Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau
    Danny Pomanto
    menjaga toleransi antarumat beragama dengan menghadiri acara Open House
    Natal 2024
    yang diadakan oleh
    Keuskupan Agung
    Makassar di Aula Keuskupan Jalan Thamrin, Kamis (26/12/2024).
    “Ini silaturahmi tetap saya pada saat Natal. Saya selalu datang untuk sowan ke Bapak Uskup dan seluruh Keuskupan,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/12/2024).
    Danny menyebutkan bahwa toleransi dan silaturahmi antarumat beragama di Kota Makassar harus selalu dijalankan, mengingat Kota Makassar sudah tidak lagi tercatat dalam daftar sepuluh besar kota intoleran.
    “Saya kira selama ini silaturahmi sudah luar biasa sekali dan sudah terjalin dengan sangat baik, sehingga semua bisa berjalan dengan baik. Walaupun di beberapa tempat sedang banjir, tapi penyelenggaraan Natal sangat baik sekali,” imbuhnya.
    Perayaan Natal 2024, kata dia, juga bertujuan sebagai pengingat tahun terakhir jabatannya sebagai Wali Kota Makassar.
    “Ini masa terakhir saya (sebagai wali kota), kita tetap jaga silaturahmi. Walaupun tidak jadi wali kota, kita akan selalu hadir sebagai warga kota yang selalu memberi respek terhadap umat Katolik,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bayang-bayang PHK dan Harapan Buruh PT Sritex di Tengah Status Pailit…
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    Bayang-bayang PHK dan Harapan Buruh PT Sritex di Tengah Status Pailit… Regional 27 Desember 2024

    Bayang-bayang PHK dan Harapan Buruh PT Sritex di Tengah Status Pailit…
    Tim Redaksi
    SUKOHARJO, KOMPAS.com
    – Rasa was-was membayangi buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pascaputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasinya terkait status pailit.
    Mereka khawatir putusan MA yang menolak kasasi Sritex akan berimbas pada seluruh buruh.
    Mereka tidak ingin Sritex berhenti beroperasi dan banyak buruh yang di-PHK.
    “Jujur dari kita saat ini rasa was-was itu ada ya.
    Gimana
    kita ke depannya
    gimana
    . Masih berkerja kah di sini (Sritex),” ucap Indriati (43), seorang buruh yang ditemui usai mengikuti doa bersama di Lapangan Serba Guna Kompleks PT Sritex
    Sukoharjo
    , Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024).
    “Tapi kita berharap semoga ini semua segera berlalu. Kita bisa bekerja dengan tenang,” sambung ibu dua anak itu.


    Getty Images via BBC Indonesia Pada November lalu, komisaris utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, mengatakan saat ini perusahaannya tengah meliburkan sebanyak 2.500 karyawan akibat kekurangan bahan baku.
    Indriati mengatakan, sudah 25 tahun bekerja di Sritex. Ia bekerja di bagian garmen.
    Meski Sritex dinyatakan pailit, lanjut Indriati hak para buruh masih terpenuhi. Salah satunya gaji masih mereka terima setiap bulan.
    “Terpenuhi. Gaji masih diterima buruh
    full
    (penuh). Gaji masih tetap
    full
    ,” ungkap dia.
    Menurut Indriati, buruh yang berada di bagian garmen sampai saat ini tidak ada yang dirumahkan. Semua buruh masih berkerja seperti biasa.
    “Kalau untuk garmen tidak ada yang dirumahkan. Bahkan kita saat ini masih
    over time
    karena
    kerjaan
    kita banyak,” terang dia.
    Sementara itu, Koordinator Serikat Pekerja Sritex Grup, Slamet Kaswanto mengatakan, sejak putusan kasasi tentang pailit ditetapkan oleh Mahkamah Agung (MA), buruh Sritex masih berkerja seperti biasa.
    “Kita masih berdiri di sini, masih bekerja di tempat ini,” kata Slamet.
    Menurut Slamet, ada pihak yang menginginkan Sritex berhenti beroperasi dan karyawannya di-PHK.
    “Ada upaya yang harus kita sampaikan. Ada upaya-upaya dari pihak-pihak di luar sana yang menginginkan Sritex dipaksa berhenti operasional dan kita semua dipaksa untuk berhenti bekerja,” ungkap dia.
    Slamet menyampaikan, bahwa harapan para buruh Sritex sekarang adalah mereka ingin dapat terus bekerja dan tidak di-PHK.
    “Kita hanya ingin bekerja. Kita hanya ingin terus bekerja. Kita harus dukung manajemen untuk melanjutkan usaha di sini,” terangnya.
    Sebagaimana diketahui, MA menolak kasasi yang diajukan Sritex terkait status pailit yang sebelumnya diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.
    Perkara nomor 1345K/PDT.SUS-PAILIT/2024 itu telah diputus pada 18 November dengan hakim yang terdiri dari Hamdi, Nani Indrawati, dan Lucas Prakoso.
    “Amar putusan: tolak,” demikian dikutip dari laman Kepaniteraan MA yang diakses
    Kompas.com
    pada Kamis (19/12/2024) malam.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Ungkap Otak Penyiraman Air Keras Mahasiswi di Yogyakarta
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        27 Desember 2024

    Polisi Ungkap Otak Penyiraman Air Keras Mahasiswi di Yogyakarta Yogyakarta 27 Desember 2024

    Polisi Ungkap Otak Penyiraman Air Keras Mahasiswi di Yogyakarta
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepolisian Resor Kota
    Yogyakarta
    mengungkap otak di balik
    penyiraman air keras
    terhadap seorang
    mahasiswi
    di Yogyakarta. Pelaku adalah seorang pria berinisial B, yang lebih dikenal sebagai Billy.
    Billy diketahui tidak bertemu langsung dengan eksekutor penyiraman, yaitu S yang berinisial Satim.
    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Yogyakarta, Kompol Probo Satrio menjelaskan, pertemuan
    Billy dan Satim
    berawal dari unggahan lowongan pekerjaan di media sosial Facebook yang direspons Satim.
    Komunikasi di antara mereka dilakukan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, tanpa pernah melakukan panggilan suara.
    “Baru ketangkep ini (B dan S bertemu), karena si B ini sudah merencanakan betul. Jadi dia menutupi jati dirinya, makanya dia mengaku sebagai perempuan dengan nama Senlung,” kata Probo pada Jumat (27/12/2024).
    Setelah Billy setuju memberikan uang operasional sebesar Rp 1,6 juta kepada Satim, ia enggan untuk mentransfer uang tersebut.
    “Mereka berdua COD, uang ditempatkan di suatu tempat lalu baru diambil,” ujarnya.
    Uang tersebut digunakan oleh Satim untuk membeli air keras dan jaket ojek
    online
    .
    Setelah semua kebutuhan tersedia, Billy memberikan alamat kos korban kepada Satim.
    Satim diketahui telah mendatangi kos korban sebanyak enam kali sebelum eksekusi dilakukan.
    “Survei ketiga, keempat, kelima, itu sebetulnya sudah mau dieksekusi. Mau disiramkan air keras itu, tapi ternyata korban tidak ada di kos,” jelas Probo.
    Pada 24 Desember 2024, Billy memperoleh informasi bahwa korban akan pergi ke gereja untuk ibadah Natal.
    Mengetahui hal itu, ia segera menghubungi Satim untuk mengeksekusi rencana tersebut.
    Satim tiba di kos korban dengan mengenakan jaket ojek
    online
    dan masker, serta membawa air keras dalam gelas plastik seolah-olah mengirimkan es teh.
    “Karena pintunya kos itu agak terbuka, pelaku langsung membuka pintu dan melihat si korban sedang selesai mandi. Selesai mandi, langsung disiramkan air keras itu. Terkena muka dan sekujur tubuh. Kemudian korban teriak keras, akhirnya pelaku langsung lari,” kata Probo.
    Kasus ini menjadi perhatian serius dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut motif dan jaringan di balik tindakan keji tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menikmati Libur Akhir Tahun di TMII, "Healing" Sambil Belajar Kekayaan Budaya Indonesia…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Menikmati Libur Akhir Tahun di TMII, "Healing" Sambil Belajar Kekayaan Budaya Indonesia… Megapolitan 27 Desember 2024

    Menikmati Libur Akhir Tahun di TMII, “Healing” Sambil Belajar Kekayaan Budaya Indonesia…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Taman Mini Indonesia Indah
    (TMII) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berlibur akhir tahun.
    Roby (39) warga Rawamangun, sengaja mengajak anaknya ke TMII untuk memperkenalkan budaya dari seluruh provinsi di Indonesia.
    “Taman Mini itu buat belajar anak-anak, karena banyak anjungan daerah itu biar anak pada mengerti, jadi lebih edukatif,” kata Roby saat ditemui di TMII, Kamis (26/12/2024).
    Roby juga sangat mengagumi TMII yang baru selesai direnovasi tahun. Menurutnya, kini berwisata di TMII menjadi lebih nyaman, terutama dengan anak-anak.
    Namun, Roby menyoroti antrean angkutan keliling (Angling) yang seharusnya ada penambahan, terutama saat liburan.
    “Bagus sih (setelah renovasi), cuma paling kendaraan aja, mungkin bisa diperbanyak lagi. Karena di sini enggak bisa naik kendaraan pribadi, harus pakai kendaraan dari Taman Mini, yaitu kendaraan listrik,” kata Roby.
    Sementara itu, Yanti (29) warga Depok, mengunjungi TMII bersama ibu, keponakan, dan adiknya yang berasal dari Tegal.
    Ibu, keponakan, dan adiknya datang dari Tegal dalam rangka
    liburan akhir tahun
    .
    Menurut Yanti, TMII kini lebih tertata setelah direnovasi.
    “Sebelum direnovasi ke sini, terus sudah diperbaiki, ini tambah bagus dan lebih nyaman, lebih rapi dari sebelumnya,” kata Yanti.
    Selain itu, Yanti juga menyoroti adanya Angling yang disediakan Taman Mini untuk berkeliling di dalam kawasan Taman Mini.
    “Di sini sudah disediakan bus keliling, lebih enak sih karena gratis,” ungkapnya.
    Lebih lanjut, Yanti mengungkapkan bahwa untuk tiket masuk dan sejumlah anjungan atau wahana, harganya tidak terlalu mahal.
    “Standar sih kalau harga, karena lagi musim liburan juga,” ucapnya.
    Sedangkan Yusuf (29) warga Lubang Buaya, memilih tempat liburan bersama keluarga karena dekat dengan rumahnya.
    Yusuf sendiri berkunjung ke Taman Mini bersama istri, orang tua, dan adiknya.
    “Ini lebih dekat, terus pengen tahu, ini kan baru direnovasi juga,” ucap Yusuf.
    Yusuf mengaku banyak perubahan setelah Taman Mini direnovasi, seperti adanya angkutan keliling.
    “Banyak lah, sekarang mau keliling ada shuttle, cuma capeknya parkirnya agak jauh. Kalau wahana enggak berubah, cuma lebih rapi saja sekarang,” ucap Yusuf.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gotong Royong Warga Bangun Jalan di Kampung Dao: Dulu dari Bambu, Kini "Conblock"
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Gotong Royong Warga Bangun Jalan di Kampung Dao: Dulu dari Bambu, Kini "Conblock" Megapolitan 27 Desember 2024

    Gotong Royong Warga Bangun Jalan di Kampung Dao: Dulu dari Bambu, Kini “Conblock”
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Warga
    Kampung Dao
    , RT 13/RW 05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, gotong royong membangun jalan yang dulunya dari bambu, kini perlahan menjadi
    conblock
    .
    Dulunya, kawasan ini merupakan rawa dan empang. Seiring dengan berdirinya Kampung Dao yang dibangun warga secara mandiri, dibuat pula akses jalan menggunakan bambu.
    Namun, dua tahun terakhir, jalanan dari bambu itu diganti dengan pengurukan menggunakan puing-puing bekas. Pengurukan dilakukan secara mandiri oleh warga.
    “Diberesin pakai puing bekas ngambil di sana,” ujar Ketua Blok Kampung Dao bernama Cipto (57) saat diwawancarai
    Kompas.com
    di lokasi, Jumat (27/12/2024).
    Bahkan, beberapa titik jalan ada yang sudah menggunakan
    conblock
    . Total baru 300 meter jalan di Kampung Dao yang menggunakan
    conblock, 
    dari total luas kampung sekitar enam hektare. 
    Untuk membuat jalan dari 
    conblock 
    ini,
    warga Kampung Dao
    lagi-lagi mengandalkan kemandirian.
    “Memang gotong royong setiap minggunya. Misalnya begini, jalan di situ belum dipelur (diplester), nah itu masih dipikirkan. Namanya juga mandiri, belum ada bantuan,” tegas Cipto.
    Untuk diketahui, Kampung Dao merupakan permukiman padat penduduk yang dibangun secara mandiri oleh warganya.
    Kampung ini berada di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dulunya bekas rawa dan empang.
    Namun, sejak 20 tahun lalu, kampung ini mulai banyak dihuni para pendatang dari luar Jakarta. Sampai kini, ada sekitar 2.100 jiwa yang tinggal di Kampung Dao.
    Banyak rumah di Kampung Dao disewakan dengan harga yang murah, kisaran Rp 350.000-600.000.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.