Category: Kompas.com Metropolitan

  • 22 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Kota Tegal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    22 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Kota Tegal Regional 27 Desember 2024

    22 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Kota Tegal
    Tim Redaksi
    TEGAL, KOMPAS.com
    -Sedikitnya 22 kapal nelayan dilaporkan terbakar saat peristiwa kebakaran yang terjadi di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024).
    Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal, Sumartono mengatakan, kapal yang terbakar merupakan kapal pencari ikan milik nelayan.
    “Jumlah 22 kapal yang terbakar. Kapal nelayan semua. Untuk pemiliknya masih kita data,” kata Sumartono kepada wartawan di Pelabuhan Kota Tegal, Jumat.
    Atas peristiwa itu, Sumartono menyebut pentingnya paling tidak ada salah satu kru untuk menjaga keamanan dan keselamatan kapal saat bersandar.
    “Keamanan standar ya kapal harus terjaga oleh salah satu kru kapal. Karena biasanya setelah bongkar ikan, kapal ditinggal. Namun ini soal pemicunya (kebakaran) masih dalam penyelidikan,” kata Sumartono.
    Kapolres
    Tegal
    Kota AKBP Rully Thomas menyebut pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran kapal.
    “Masih dalam penyelidikan petugas yang akan melakukan olah tempat kejadian perkara lebih lanjut, dengan melibatkan Bidlabfor Polda Jateng,” kata Rully Thomas yang turun langsung mengawal jalannya pemadaman di lokasi kebakaran, Jumat.
    Sebelumnya, sejumlah petugas pemadam kebakaran bersama personel Polres Tegal Kota, Kodim 0712 Tegal, Lanal Tegal dan KSOP bersama Pelindo serta unsur kemaritiman telah berjibaku melakukan pemadaman.
    Api akhirnya berhasil dipadamkan pada sore hari hari.
    “Kendala yang ada karena angin bertiup cukup kencang dan terdapat bahan bakar kapal yang mudah memicu terbakarnya kapal tersebut,” kata Rully.
    Dalam upaya pemadaman, petugas gabungan sudah berupaya menangani secara maksimal dengan mengerahkan bantuan unit pemadam kebakaran dari kabupaten dan kota tetangga wilayah eks Karesidenan Pekalongan
    Termasuk kendaraan water cannon dari Polres Tegal Kota dan Polres Brebes, serta mobil tangki air dari Pemkot.
    “Kemudian ada kapal milik Lanal dan Polair serta sekoci dari Kodim, selain itu kita juga siapkan ambulans,” katanya.
     
    Petugas masih melakukan pendinginan bahkan hingga malam hari. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi munculnya kembali sumber titik api.
    “Petugas masih terus melakukan proses pendinginan, kita akan memastikan tidak ada potensi penyalaan api lagi,” pungkas Rully.
    Sebelumnya diberitakan, kebakaran kapal nelayan yang sedang bersandar kembali terjadi di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.
    Penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan pelabuhan milik PT Pelindo ini masih belum diketahui secara pasti.
    Salah satu saksi mata, Sugio (46), yang juga merupakan pengurus kapal, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul dari salah satu kapal yang sedang bersandar.
    “Embusan angin membuat kapal mudah terbakar hebat hingga merembet ke kapal lainnya,” ungkap Sugio.
    Perlu dicatat, kebakaran kapal di pelabuhan Kota Tegal bukanlah yang pertama.
    Sebelumnya, insiden serupa terjadi pada Agustus 2023, di mana sedikitnya 52 kapal milik nelayan dilaporkan hangus terbakar saat bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau Pelabuhan Jongor Kota Tegal.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bentrok dengan Polisi Saat Demo Tolak PPN 12 Persen, Kepala Mahasiswa Berdarah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Bentrok dengan Polisi Saat Demo Tolak PPN 12 Persen, Kepala Mahasiswa Berdarah Megapolitan 27 Desember 2024

    Bentrok dengan Polisi Saat Demo Tolak PPN 12 Persen, Kepala Mahasiswa Berdarah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang mahasiswa terluka di bagian kepala dalam bentrokan dengan polisi yang membubarkan demo di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).
    Mahasiswa asal Depok ini mengalami luka di dahi sebelah kiri karena diduga terkena pentungan seorang polisi di lokasi aksi.
    “Tadi kena (pukul) pas dipukul mundur. Padahal, kita cuma ini doang (demo),” ujar Andra (21), mahasiswa STEI SEBI saat ditemui di Jalan Medan Merdeja Selatan.
    Ahmad juga melihat ada sejumlah polisi yang memukul dan menendang massa yang merupakan mahasiswa.
    “Tadi, mereka (polisi) ada yang nendang ada yang (memeragakan seperti memukul),” kata Ahmad lagi.
    Saat ditemui awak media, dahi Ahmad mengeluarkan darah. Beberapa temannya hendak membersihkan luka Ahmad dan menghentikan aliran darahnya.
    Sebagian massa juga mengutuk perilaku polisi yang telah membuat kepala temannya terluka.
    Berdasarkan pantauan di lokasi, polisi mulai mengerakkan pasukan dengan
    water cannon
    sekitar pukul 19.16 WIB. Saat itu, massa yang berusaha bertahan tapi mereka mulai terpukul mundur perlahan.
    Dalam aksi hari ini, massa BEM SI melakukan aksi menolak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen.
    Mereka mengenakan almamater sambil membawa bendera bergambar identitas BEM kampus mereka. Beberapa yang terlihat adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
    Sembari mengisi ruang di lokasi aksi, massa terdengar menyanyikan lagu “Buruh Tani”. Mereka juga menyanyikan lagu perjuangan para mahasiswa.
    Bersama dengan bendera BEM kampus, massa juga membawa sejumlah poster berisi tuntutan dan aspirasi mereka.
    “Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Fahri Hamzah Soroti Maraknya Pembangunan Perumahan di Lahan Sawah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    Fahri Hamzah Soroti Maraknya Pembangunan Perumahan di Lahan Sawah Regional 27 Desember 2024

    Fahri Hamzah Soroti Maraknya Pembangunan Perumahan di Lahan Sawah
    Tim Redaksi
    MATARAM, KOMPAS.com

    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
    ,
    Fahri Hamzah
    menyoroti semakin maraknya pengembang perumahan yang membangun rumah di atas lahan persawahan.
    Hal itu disampaikan Fahri saat kunjungan ke salah satu perumahan di kawasan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/11/2024).
    “Kalau trennya rumah dibangun di atas sawah, artinya kita akan mengimpor beras tidak ada habis-habisnya. Jangan ada alasan pengadaan tanah di satu sisi, tapi di sisi lain gara-gara itu kita membangun semua rumah di atas sawah,” kata Fahri.
    Menurut Fahri, jika lahan persawahan terus dialihfungsikan menjadi perumahan, maka tidak akan tercapai swasembada beras. 
    “Artinya kita akan selanjutnya jadi pengimpor dan bisa jadi Pulau Lombok bisa menjadi salah satu penyebab impor tambah banyak,” kata Fahri.
     
    Fahri mengatakan, masyarakat perlu rumah karena semakin banyak jumlah penduduk Indonesia. Namun, pembangunan rumah bisa dilakukan dengan inovasi dan tidak membangun rumah di atas lahan persawahan.
    “Harusnya janganlah ambil sawah sebagai tempat rumah. Kalau sawah kita habis, terus padi mau ditanam dimana?” kata Fahri.
    Menurutnya, sawah itu adalah sistem pangan yang aman karena irigasi dan pengairan lebih menstabilkan aliran air dibandingkan dengan tanaman jagung.
    Untuk itu, Fahri mendorong kepada para pengembang dan pemerintah daerah untuk punya gagasan dan berinovasi dalam membangun perumahan.
    “Inovasi dalam membuat rumah harus dikembangkan. Jangan cuman jual rumah seperti ini apalagi ngambil sawah, tapi bagaimana kawasan kumuh disulap menjadi permukiman yang indah,” ungkap Fahri. 
    Menurut Fahri, rumah susun bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan merupakan inovasi dalam mengembangkan kawasan permukiman.
    “Kalau itu kita kompensasi dengan harga tanah yang katanya mahal lalu membangun rumah susun menurut saya lantai 3 tidak perlu pakai lift cukup, mungkin ini bisa menjadi alternatif keterbatasan lahan tanah dan alternatif perbaikan tata kota,” kata Fahri. 
    Fahri mengatakan, kementeriannya memiliki anggaran cukup besar untuk ide dan inovasi perumahan, terutama untuk penataan kawasan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Direktur Bumdesma di Sambas Kalbar Ditangkap, Diduga Rugikan Keuangan 23 Desa Rp 694 Juta
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2024

    Direktur Bumdesma di Sambas Kalbar Ditangkap, Diduga Rugikan Keuangan 23 Desa Rp 694 Juta Regional 27 Desember 2024

    Direktur Bumdesma di Sambas Kalbar Ditangkap, Diduga Rugikan Keuangan 23 Desa Rp 694 Juta
    Tim Redaksi
    SAMBAS, KOMPAS.com –
    Seorang pria berinisial AR (36) selaku Direktur Badan Usaha Milik Desa Bersama (
    BUMDesma
    ) Berkah Bersama, Kecamatan Tebas, Kabupaten
    Sambas
    , Kalimantan Barat (
    Kalbar
    ) ditangkap atas dugaan korupsi.
    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resor Sambas AKP Rahmad Kartono mengatakan, kerugian negara yang ditimbulkan dari tindak pidana tersebut mencapai Rp 694 juta.
    “Penyidik juga mengamankan barang bukti, di antaranya dokumen-dokumen terkait kasus tersebut dan uang tunai sebesar Rp 24 juta,” kata Rahmad dalam keterangan tertulis, Jumat (27/12/2024).
    Rahmad menerangkan, dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan BUMDesma Berkah Bersama itu terjadi pada Februari 2020 hingga Juni 2022.
    “Kami telah memeriksa 63 saksi, termasuk saksi ahli,” ujar Rahmad.
    Rahmad menjelaskan, keuangan BUMDesma Berkah Bersama ini bersumber dari 23 desa di Kecamatan Tebas yang melakukan penyertaan modal.
    Menurut Rahmad, dari hasil penyelidikan, terdapat penyimpangan dalam pengelolaan keuangan BUMDesma Berkah Bersama tersebut.
    Penyimpangan tersebut, di antaranya pengelola BUMDesma Berkah Bersama tidak menyusun dan menetapkan rencana bisnis dan SOP bersama pengawas dan penasihat.
    “Direktur BUMDesma Berkah Bersama telah membentuk beberapa unit usaha tanpa melalui musyawarah antar-desa (MAD),” ucap Rahmad.
    Selain itu, selama mengelola BUMDesma Berkah Bersama, pihak pengelola tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengelola kepada masyarakat secara berkala melalui Kepala Desa.
    Rahmad melanjutkan, penyidik juga menemukan pengelola atau pengurus operasional BUMDesma Berkah Bersama tidak menyalurkan hasil keuntungan usaha sebagai penyedia modal, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi.
    “Dalam mengelola keuangan BUMDesma, Direktur dan Bendahara menggunakan rekening pribadi,” ungkap Rahmad.
    Rahmad menegaskan, atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 2 dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 18 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menteri LHK Evaluasi Penggunaan Air Tanah di Jakarta untuk Cegah Banjir Rob
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Menteri LHK Evaluasi Penggunaan Air Tanah di Jakarta untuk Cegah Banjir Rob Megapolitan 27 Desember 2024

    Menteri LHK Evaluasi Penggunaan Air Tanah di Jakarta untuk Cegah Banjir Rob
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)
    Hanif Faisol Nurofiq
    menyatakan akan mengevaluasi penggunaan
    air tanah
    di Jakarta yang dinilai terlalu masif.
    Pengambilan air tanah yang berlebihan disebut memicu penurunan muka air tanah secara signifikan setiap tahunnya.
    “Dengan pengambilan masif air tanah ini menyebabkan land subsidence, penurunan muka air tanah. Penurunan tanah ini angkanya cukup signifikan di Jakarta,” kata Hanif di Terminal Pulogebang, Jakarta, Jumat (27/12/2024).
    Hanif menyebutkan bahwa permukaan air tanah di Jakarta turun hingga 39 cm per tahun. Jika tren ini terus berlanjut, dalam 10 tahun penurunannya bisa mencapai tiga meter.
    “Jadi (banjir) rob yang tadi disebutkan akan semakin parah, pada saat climate crisis ini. Climate crisis ini membawa dampak antara lain kutub utara benar-benar mencair,” ungkapnya.
    Hanif menjelaskan bahwa pencairan es di Kutub Utara akibat krisis iklim akan meningkatkan permukaan air laut.
    Kondisi ini diperparah dengan penurunan muka air tanah di Jakarta, sehingga risiko
    banjir rob
    semakin tinggi.
    “Di satu sisi air laut meningkat, di sisi lain air tanahnya semakin turun. Jadi ini akan semakin besar, langkah-langkah strategis harus segera kita ambil. Kita tidak mungkin kemudian mengorbankan banyak pihak di sini,” tegas Hanif.
    Sebagai langkah mitigasi, Hanif mengatakan pemerintah akan melakukan penanaman kembali mangrove di wilayah utara Jakarta. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan tekanan dari laut.
    “Namun langkah-langkah mitigasi dengan serius membangun kembali mangrove harus kita lakukan. Hanya dengan membangun vegetasi yang kuat, maka tekanan dari laut bisa kita minimalisir,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KRL Manggarai-Bogor Tertahan Hampir 1,5 Jam, Apa Penyebabnya?
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    KRL Manggarai-Bogor Tertahan Hampir 1,5 Jam, Apa Penyebabnya? Megapolitan 27 Desember 2024

    KRL Manggarai-Bogor Tertahan Hampir 1,5 Jam, Apa Penyebabnya?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Perjalanan kereta rel listrik (KRL)
    Commuter Line
    rute Manggarai-Bogor mengalami gangguan akibat kendala teknis, Jumat (27/12/2024).
    “Mohon maaf atas adanya kendala perjalanan Commuter Line Bogor No. 1048B relasi Manggarai-Bogor pada Jumat (27/12/2024) pukul 17.35 WIB di Stasiun Lenteng Agung,” ucap Manajer Humas KAI Commuter Line, Leza Arlan dalam keterangannya, Jumat.
    Hal itu yang membuat perjalanan kereta lainnya juga ikut tertahan. Petugas lapangan sudah turun ke lokasi untuk mengecek rangkaian kereta. Hingga pukul 19.00 WIB, perjalanan kereta masih belum lancar.
    Saat ini, KCI hanya mengoperasikan satu jalur dimulai dari Stasiun Pasar Minggu.
    “KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi untuk menekan kelambatan dengan mengoperasikan satu jalur untuk perjalanan dari Stasiun Pasar Minggu hingga Stasiun Universitas Indonesia secara bergantian,” kata Leza.
    Sedangkan untuk rangkaian KRL yang mengalami kendala sudah ditarik ke Depo Depok untuk diperbaiki.
    “Pukul 19.00 WIB, rangkaian
    Commuter Line
    No. 1048B sudah ditarik menuju Stasiun Depok untuk selanjutnya dibawa ke Depo Depok untuk dilakukan perbaikan lebih lanjut,” jelas Leza.
    Meski demikian, Leza tetap mengimbau para penumpang untuk tetap patuh terhadap aturan dan arahan petugas di lapangan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Gunakan Water Cannon untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Polisi Gunakan Water Cannon untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen Megapolitan 27 Desember 2024

    Polisi Gunakan Water Cannon untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi menggunakan
    water cannon
    untuk membubarkan mahasiswa dari aliansi
    BEM Seluruh Indonesia
    (SI) yang menolak
    PPN 12 persen
    .
    Aksi ini berlangsung di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/12/2024).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, water cannon mulai dioperasikan sekitar pukul 19.00 WIB.
    Semburan air yang digunakan kali ini bersifat melebar, berbeda dari sebelumnya yang menyasar satu arah.
    Sekitar pukul 19.06 WIB, satu kompi polisi yang mengenakan helm dan tameng perisai maju ke depan barisan mahasiswa yang masih bertahan di lokasi.
    Mahasiswa terus berteriak “revolusi” saat menghadapi polisi dan semburan air.
    Beberapa di antara mereka terlihat menggunakan payung untuk berlindung dari air.
    “Tugasmu untuk mengayomi, pak polisi, pak polisi,” kata orator dari atas mobil komando.
    Sebagian mahasiswa tampak melemparkan botol ke arah polisi sebagai respons terhadap semburan air dari water cannon.
    Dalam aksi hari ini, massa BEM SI menolak PPN 12 persen.
    Mereka hadir mengenakan almamater dan membawa bendera yang menampilkan identitas BEM kampus mereka.
    Beberapa di antaranya adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
    Massa juga menyanyikan lagu “Buruh Tani” dan lagu-lagu perjuangan mahasiswa lainnya.
    Selain bendera BEM kampus, mereka membawa poster berisi tuntutan dan aspirasi.
    “Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Anggota Sindikat Penyalur Tenaga Kerja Ilegal di Apartemen Bogor Valey Diamankan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    2 Anggota Sindikat Penyalur Tenaga Kerja Ilegal di Apartemen Bogor Valey Diamankan Megapolitan 27 Desember 2024

    2 Anggota Sindikat Penyalur Tenaga Kerja Ilegal di Apartemen Bogor Valey Diamankan
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Kepolisian Resor Bogor Kota menangkap dua pelaku sindikat penyalur
    tenaga kerja ilegal
    berinisial MK dan MZL.
    Keduanya diduga sebagai bagian dari jaringan internasional perdagangan orang yang mencari pekerja asal Indonesia untuk dipekerjakan secara ilegal ke Timur Tengah.
    Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap di salah satu kamar di Apartemen Bogor Valley bersama delapan korban yang akan diberangkatkan ke Qatar dan Uni Emirat Arab.
    “Kami mendapat info adanya penampungan
    pekerja migran
    ilegal di apartemen tersebut. Setelah kami periksa, ada delapan orang perempuan
    pekerja migran ilegal
    di dalam kamar itu,” kata Bismo di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (27/12/2024).
    Bismo menjelaskan, para korban dijanjikan pekerjaan di Timur Tengah dengan iming-iming gaji bulanan antara Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta. Mereka kemudian dibawa ke apartemen tersebut, yang dijadikan tempat penampungan.
    “Kedua pelaku menjaga korban di kamar itu. Mereka ini tidak memiliki izin sebagai penyalur tenaga kerja yang diakui oleh negara,” tambahnya.
    Menurut Bismo, sindikat ini memiliki jaringan luas, termasuk tim di luar negeri, Bandara Soekarno Hatta, dan sponsor di berbagai daerah untuk merekrut calon pekerja migran.
    “Jumlah korban delapan orang, seluruhnya berasal dari luar Kota Bogor,” ujar Bismo.
    Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 4 dan atau Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
    Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp 600 juta.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • "Dear" Warga Depok, Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Margo City
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    "Dear" Warga Depok, Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Margo City Megapolitan 27 Desember 2024

    “Dear” Warga Depok, Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Margo City
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Mal Margo City akan menggelar festival kembang api di malam pergantian tahun 2025 pada Selasa (31/12/2024).
    “Iya, akan ada pertunjukkan kembang api spektakuler di Margo City pada pergantian tahun 2025,” kata Manager Marcomm Margo City Erlangga Hariyadi dalam keterangannya, Jumat (27/12/2024).
    Bertajuk “
    Fireworks Show”
    , festival ini akan mendatangi solois Bernadya untuk menemani malam pengunjung mal sebelum pergantian tahun.
    “Acara ini akan digelar bersamaan dengan penampilan spesial dari musisi Bernadya yang akan memukau pengunjung dan menemani mereka dalam menghitung mundur menuju tahun baru,” ujar Hariyadi.
    Tidak hanya pertunjukkan kembang api, Margo City juga menggelar Doraemon Jolly Town yang memberikan nuansa serba Doraemon.
    Ada pula
    meet and greet
    dengan karakter khusus Doraemon, Nobita, dan Shizuka.
    “Santa Parade (juga) akan berkeliling di area mal dan siap menyapa pengunjung ketika berkunjung pada tanggal 25 Desember 2024. Penampilan anak-anak pada Holiday Kids Performance pun akan turut melengkapi kemeriahan perayaan natal di Margo City pada 14, 15, 21, dan 28 Desember 2024,” jelas Hariyadi.
    Diskon besar-besaran edisi akhir tahun juga digelar besok, Sabtu (28/12/2024), pada pukul 10.00-23.59 WIB.
    “Pesta diskon dimulai dari pukul 10.00-23.59 WIB, beragam
    tenant
    di Margo City siap memberikan diskon hingga 70 persen,” ucap Hariyadi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Massa Demo Tolak PPN 12 Persen Enggan Bubar, Polisi Pajang "Water Cannon" di Depan Mahasiswa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2024

    Massa Demo Tolak PPN 12 Persen Enggan Bubar, Polisi Pajang "Water Cannon" di Depan Mahasiswa Megapolitan 27 Desember 2024

    Massa Demo Tolak PPN 12 Persen Enggan Bubar, Polisi Pajang “Water Cannon” di Depan Mahasiswa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi memarkir mobil
    water cannon
    di hadapan mahasiswa dari aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) yang enggan membubarkan aksi penolakan
    PPN 12 persen
    di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).
    Berdasarkan pantauan di lokasi, pada pukul 18.45 WIB, dinding beton pembatas sudah dibuka sebagian. Sebuah mobil 
    water cannon
    diparkir persis di hadapan barisan massa aksi.
    Di depan mobil
    water cannon,
    terlihat satu kompi polisi berseragam lengkap dengan helm dan tameng perisai.
    Sementara, mahasiswa masih enggan meninggalkan lokasi aksi. Mereka malah memutar lagu “Buruh Tani” untuk membakar semangat.
    Para mahasiswa ini berdiri sekitar 5-10 meter di depan beton pembatas jalan.
    Tak hanya berhadapan dengan mobil
    water cannon
    , di belakang barisan mahasiswa juga terparkir sebuah mobil polisi berukuran besar.
    Mobil
    water cannon
    dipasang semenjak pukul 18.30 WIB. Saat itu, polisi meminta massa untuk meninggalkan lokasi aksi karena jam untuk berdemonstrasi hanya hingga pukul 18.00 WIB.
    Dalam aksi hari ini, massa BEM SI melakukan aksi menolak
    PPN 12 Persen
    .
    Mereka mengenakan almamater sambil membawa bendera bergambar identitas BEM kampus mereka. Beberapa yang terlihat adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
    Sembari mengisi ruang di lokasi aksi, massa terdengar menyanyikan lagu “Buruh Tani”. Mereka juga menyanyikan lagu perjuangan para mahasiswa.
    Bersama dengan bendera BEM kampus, massa juga membawa sejumlah poster berisikan tuntutan dan aspirasi mereka.
    “Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.