22 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Kota Tegal
Tim Redaksi
TEGAL, KOMPAS.com
-Sedikitnya 22 kapal nelayan dilaporkan terbakar saat peristiwa kebakaran yang terjadi di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024).
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal, Sumartono mengatakan, kapal yang terbakar merupakan kapal pencari ikan milik nelayan.
“Jumlah 22 kapal yang terbakar. Kapal nelayan semua. Untuk pemiliknya masih kita data,” kata Sumartono kepada wartawan di Pelabuhan Kota Tegal, Jumat.
Atas peristiwa itu, Sumartono menyebut pentingnya paling tidak ada salah satu kru untuk menjaga keamanan dan keselamatan kapal saat bersandar.
“Keamanan standar ya kapal harus terjaga oleh salah satu kru kapal. Karena biasanya setelah bongkar ikan, kapal ditinggal. Namun ini soal pemicunya (kebakaran) masih dalam penyelidikan,” kata Sumartono.
Kapolres
Tegal
Kota AKBP Rully Thomas menyebut pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran kapal.
“Masih dalam penyelidikan petugas yang akan melakukan olah tempat kejadian perkara lebih lanjut, dengan melibatkan Bidlabfor Polda Jateng,” kata Rully Thomas yang turun langsung mengawal jalannya pemadaman di lokasi kebakaran, Jumat.
Sebelumnya, sejumlah petugas pemadam kebakaran bersama personel Polres Tegal Kota, Kodim 0712 Tegal, Lanal Tegal dan KSOP bersama Pelindo serta unsur kemaritiman telah berjibaku melakukan pemadaman.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada sore hari hari.
“Kendala yang ada karena angin bertiup cukup kencang dan terdapat bahan bakar kapal yang mudah memicu terbakarnya kapal tersebut,” kata Rully.
Dalam upaya pemadaman, petugas gabungan sudah berupaya menangani secara maksimal dengan mengerahkan bantuan unit pemadam kebakaran dari kabupaten dan kota tetangga wilayah eks Karesidenan Pekalongan
Termasuk kendaraan water cannon dari Polres Tegal Kota dan Polres Brebes, serta mobil tangki air dari Pemkot.
“Kemudian ada kapal milik Lanal dan Polair serta sekoci dari Kodim, selain itu kita juga siapkan ambulans,” katanya.
Petugas masih melakukan pendinginan bahkan hingga malam hari. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi munculnya kembali sumber titik api.
“Petugas masih terus melakukan proses pendinginan, kita akan memastikan tidak ada potensi penyalaan api lagi,” pungkas Rully.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran kapal nelayan yang sedang bersandar kembali terjadi di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.
Penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan pelabuhan milik PT Pelindo ini masih belum diketahui secara pasti.
Salah satu saksi mata, Sugio (46), yang juga merupakan pengurus kapal, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul dari salah satu kapal yang sedang bersandar.
“Embusan angin membuat kapal mudah terbakar hebat hingga merembet ke kapal lainnya,” ungkap Sugio.
Perlu dicatat, kebakaran kapal di pelabuhan Kota Tegal bukanlah yang pertama.
Sebelumnya, insiden serupa terjadi pada Agustus 2023, di mana sedikitnya 52 kapal milik nelayan dilaporkan hangus terbakar saat bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau Pelabuhan Jongor Kota Tegal.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/27/676e01365dd64.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
22 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Kota Tegal Regional 27 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/27/676ea05defb0b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bentrok dengan Polisi Saat Demo Tolak PPN 12 Persen, Kepala Mahasiswa Berdarah Megapolitan 27 Desember 2024
Bentrok dengan Polisi Saat Demo Tolak PPN 12 Persen, Kepala Mahasiswa Berdarah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Seorang mahasiswa terluka di bagian kepala dalam bentrokan dengan polisi yang membubarkan demo di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).
Mahasiswa asal Depok ini mengalami luka di dahi sebelah kiri karena diduga terkena pentungan seorang polisi di lokasi aksi.
“Tadi kena (pukul) pas dipukul mundur. Padahal, kita cuma ini doang (demo),” ujar Andra (21), mahasiswa STEI SEBI saat ditemui di Jalan Medan Merdeja Selatan.
Ahmad juga melihat ada sejumlah polisi yang memukul dan menendang massa yang merupakan mahasiswa.
“Tadi, mereka (polisi) ada yang nendang ada yang (memeragakan seperti memukul),” kata Ahmad lagi.
Saat ditemui awak media, dahi Ahmad mengeluarkan darah. Beberapa temannya hendak membersihkan luka Ahmad dan menghentikan aliran darahnya.
Sebagian massa juga mengutuk perilaku polisi yang telah membuat kepala temannya terluka.
Berdasarkan pantauan di lokasi, polisi mulai mengerakkan pasukan dengan
water cannon
sekitar pukul 19.16 WIB. Saat itu, massa yang berusaha bertahan tapi mereka mulai terpukul mundur perlahan.
Dalam aksi hari ini, massa BEM SI melakukan aksi menolak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen.
Mereka mengenakan almamater sambil membawa bendera bergambar identitas BEM kampus mereka. Beberapa yang terlihat adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
Sembari mengisi ruang di lokasi aksi, massa terdengar menyanyikan lagu “Buruh Tani”. Mereka juga menyanyikan lagu perjuangan para mahasiswa.
Bersama dengan bendera BEM kampus, massa juga membawa sejumlah poster berisi tuntutan dan aspirasi mereka.
“Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/27/676ea24d4005a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Menteri LHK Evaluasi Penggunaan Air Tanah di Jakarta untuk Cegah Banjir Rob Megapolitan 27 Desember 2024
Menteri LHK Evaluasi Penggunaan Air Tanah di Jakarta untuk Cegah Banjir Rob
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)
Hanif Faisol Nurofiq
menyatakan akan mengevaluasi penggunaan
air tanah
di Jakarta yang dinilai terlalu masif.
Pengambilan air tanah yang berlebihan disebut memicu penurunan muka air tanah secara signifikan setiap tahunnya.
“Dengan pengambilan masif air tanah ini menyebabkan land subsidence, penurunan muka air tanah. Penurunan tanah ini angkanya cukup signifikan di Jakarta,” kata Hanif di Terminal Pulogebang, Jakarta, Jumat (27/12/2024).
Hanif menyebutkan bahwa permukaan air tanah di Jakarta turun hingga 39 cm per tahun. Jika tren ini terus berlanjut, dalam 10 tahun penurunannya bisa mencapai tiga meter.
“Jadi (banjir) rob yang tadi disebutkan akan semakin parah, pada saat climate crisis ini. Climate crisis ini membawa dampak antara lain kutub utara benar-benar mencair,” ungkapnya.
Hanif menjelaskan bahwa pencairan es di Kutub Utara akibat krisis iklim akan meningkatkan permukaan air laut.
Kondisi ini diperparah dengan penurunan muka air tanah di Jakarta, sehingga risiko
banjir rob
semakin tinggi.
“Di satu sisi air laut meningkat, di sisi lain air tanahnya semakin turun. Jadi ini akan semakin besar, langkah-langkah strategis harus segera kita ambil. Kita tidak mungkin kemudian mengorbankan banyak pihak di sini,” tegas Hanif.
Sebagai langkah mitigasi, Hanif mengatakan pemerintah akan melakukan penanaman kembali mangrove di wilayah utara Jakarta. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan tekanan dari laut.
“Namun langkah-langkah mitigasi dengan serius membangun kembali mangrove harus kita lakukan. Hanya dengan membangun vegetasi yang kuat, maka tekanan dari laut bisa kita minimalisir,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/27/676e997602a2e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Polisi Gunakan Water Cannon untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen Megapolitan 27 Desember 2024
Polisi Gunakan Water Cannon untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Polisi menggunakan
water cannon
untuk membubarkan mahasiswa dari aliansi
BEM Seluruh Indonesia
(SI) yang menolak
PPN 12 persen
.
Aksi ini berlangsung di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/12/2024).
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, water cannon mulai dioperasikan sekitar pukul 19.00 WIB.
Semburan air yang digunakan kali ini bersifat melebar, berbeda dari sebelumnya yang menyasar satu arah.
Sekitar pukul 19.06 WIB, satu kompi polisi yang mengenakan helm dan tameng perisai maju ke depan barisan mahasiswa yang masih bertahan di lokasi.
Mahasiswa terus berteriak “revolusi” saat menghadapi polisi dan semburan air.
Beberapa di antara mereka terlihat menggunakan payung untuk berlindung dari air.
“Tugasmu untuk mengayomi, pak polisi, pak polisi,” kata orator dari atas mobil komando.
Sebagian mahasiswa tampak melemparkan botol ke arah polisi sebagai respons terhadap semburan air dari water cannon.
Dalam aksi hari ini, massa BEM SI menolak PPN 12 persen.
Mereka hadir mengenakan almamater dan membawa bendera yang menampilkan identitas BEM kampus mereka.
Beberapa di antaranya adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
Massa juga menyanyikan lagu “Buruh Tani” dan lagu-lagu perjuangan mahasiswa lainnya.
Selain bendera BEM kampus, mereka membawa poster berisi tuntutan dan aspirasi.
“Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2020/01/01/5e0ba865b4f96.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
"Dear" Warga Depok, Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Margo City Megapolitan 27 Desember 2024
“Dear” Warga Depok, Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Margo City
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com
– Mal Margo City akan menggelar festival kembang api di malam pergantian tahun 2025 pada Selasa (31/12/2024).
“Iya, akan ada pertunjukkan kembang api spektakuler di Margo City pada pergantian tahun 2025,” kata Manager Marcomm Margo City Erlangga Hariyadi dalam keterangannya, Jumat (27/12/2024).
Bertajuk “
Fireworks Show”
, festival ini akan mendatangi solois Bernadya untuk menemani malam pengunjung mal sebelum pergantian tahun.
“Acara ini akan digelar bersamaan dengan penampilan spesial dari musisi Bernadya yang akan memukau pengunjung dan menemani mereka dalam menghitung mundur menuju tahun baru,” ujar Hariyadi.
Tidak hanya pertunjukkan kembang api, Margo City juga menggelar Doraemon Jolly Town yang memberikan nuansa serba Doraemon.
Ada pula
meet and greet
dengan karakter khusus Doraemon, Nobita, dan Shizuka.
“Santa Parade (juga) akan berkeliling di area mal dan siap menyapa pengunjung ketika berkunjung pada tanggal 25 Desember 2024. Penampilan anak-anak pada Holiday Kids Performance pun akan turut melengkapi kemeriahan perayaan natal di Margo City pada 14, 15, 21, dan 28 Desember 2024,” jelas Hariyadi.
Diskon besar-besaran edisi akhir tahun juga digelar besok, Sabtu (28/12/2024), pada pukul 10.00-23.59 WIB.
“Pesta diskon dimulai dari pukul 10.00-23.59 WIB, beragam
tenant
di Margo City siap memberikan diskon hingga 70 persen,” ucap Hariyadi.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/27/676e94d3b4c56.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Massa Demo Tolak PPN 12 Persen Enggan Bubar, Polisi Pajang "Water Cannon" di Depan Mahasiswa Megapolitan 27 Desember 2024
Massa Demo Tolak PPN 12 Persen Enggan Bubar, Polisi Pajang “Water Cannon” di Depan Mahasiswa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Polisi memarkir mobil
water cannon
di hadapan mahasiswa dari aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) yang enggan membubarkan aksi penolakan
PPN 12 persen
di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada pukul 18.45 WIB, dinding beton pembatas sudah dibuka sebagian. Sebuah mobil
water cannon
diparkir persis di hadapan barisan massa aksi.
Di depan mobil
water cannon,
terlihat satu kompi polisi berseragam lengkap dengan helm dan tameng perisai.
Sementara, mahasiswa masih enggan meninggalkan lokasi aksi. Mereka malah memutar lagu “Buruh Tani” untuk membakar semangat.
Para mahasiswa ini berdiri sekitar 5-10 meter di depan beton pembatas jalan.
Tak hanya berhadapan dengan mobil
water cannon
, di belakang barisan mahasiswa juga terparkir sebuah mobil polisi berukuran besar.
Mobil
water cannon
dipasang semenjak pukul 18.30 WIB. Saat itu, polisi meminta massa untuk meninggalkan lokasi aksi karena jam untuk berdemonstrasi hanya hingga pukul 18.00 WIB.
Dalam aksi hari ini, massa BEM SI melakukan aksi menolak
PPN 12 Persen
.
Mereka mengenakan almamater sambil membawa bendera bergambar identitas BEM kampus mereka. Beberapa yang terlihat adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
Sembari mengisi ruang di lokasi aksi, massa terdengar menyanyikan lagu “Buruh Tani”. Mereka juga menyanyikan lagu perjuangan para mahasiswa.
Bersama dengan bendera BEM kampus, massa juga membawa sejumlah poster berisikan tuntutan dan aspirasi mereka.
“Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/27/676ea12d4d7c1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/27/676e90c7ee5fc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/09/02/64f2fe5c8010e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/27/676e9aaf4649d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)