Sempat Tertimbun Longsor, Jalan Bagbagan Sukabumi Kini Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua
Tim Redaksi
SUKABUMI, KOMPAS.com
– Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua,
Sukabumi
, Jawa Barat, yang sebelumnya tertutup material
longsor
kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Pukul 16.09 WIB tadi, jalan menurut tim bisa dilalui meskipun ada jedanya. Masyarakat yang menggunakan roda dua bisa melintas,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Fiekry, di Jalan Nasional Bagbagan, Jumat (26/12/2024) sore.
Meski sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, Fiekry meminta masyarakat bersabar saat melewati jalan tersebut. Jalur yang dibuka masih satu arah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan mematuhi arahan petugas di lokasi.
“Masyarakat harus bersabar dan bergantian melintas, karena evakuasi material longsor masih berlangsung. Tetap memperhatikan himbauan petugas yang mengatur lalu lintas di area longsor,” ujar Fiekry.
Fiekry menambahkan, proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Petugas harus mengeruk material longsor setinggi 12 meter.
Sebelumnya, longsor terjadi di Jalan Bagbagan-Kiaradua, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25/12/2024), sekitar pukul 15.30 WIB.
Hujan deras diduga menyebabkan tebing setinggi 45 meter longsor, hingga material menutupi akses jalan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/27/676e9c5c348b5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Kembalikan Kerugian Negara Rp 680 Juta Regional 27 Desember 2024
Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Kembalikan Kerugian Negara Rp 680 Juta
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Tersangka kasus korupsi anggaran pembangunan jalan di Kabupaten
Pesisir Barat
mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 680 juta.
Kasus ini melibatkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Barat,
Jalaludin
, dengan total nilai anggaran proyek mencapai Rp 4,15 miliar.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Ricky Ramadhan, mengungkapkan bahwa uang tersebut dititipkan oleh Direktur PT Citra Primadona Perkasa, Abdul Waras, yang merupakan kontraktor dalam proyek tersebut.
“Hari ini kita menerima penyerahan uang titipan sebesar Rp 290 juta, sebelumnya kita sudah menerima sebesar Rp 390 juta. Total yang sudah diterima sebesar Rp 680 juta,” jelasnya dalam keterangan pers, Jumat (27/12/2024).
Ricky menjelaskan bahwa uang titipan tersebut merupakan
pengembalian kerugian
negara terkait kasus korupsi pekerjaan pembukaan jalan dari Pekon (desa) Bambang ke Pekon Malaya, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, yang berlangsung pada tahun 2022.
Ia menambahkan bahwa kasus ini mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 2,8 miliar.
Proyek ini didanai melalui Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Pesisir Barat tahun 2022.
Dalam pelaksanaannya, tersangka Jalaludin diduga melakukan pengkondisian pemenang tender bersama Abdul Wahid, Direktur PT Citra Primadona Perkasa.
Pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kontrak, dengan pengurangan material dan kualitas yang seharusnya memenuhi spesifikasi.
Lebih lanjut, Jalaludin juga berkolaborasi dengan tersangka Bayu Saputra, Direktur CV Garudayana Consultant, yang bertindak sebagai konsultan pengawas.
“Karena konsultan pengawas menyatakan pekerjaan sesuai spesifikasi, maka pembayaran dilakukan 100 persen,” kata Ricky.
Dia menegaskan bahwa akibat praktik korupsi ini, total kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 1,37 miliar.
Pengembalian uang kerugian negara ini menjadi langkah awal dalam proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/05/30/62942778e5f2a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penembakan Guru di Papua Tengah, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab Regional 27 Desember 2024
Penembakan Guru di Papua Tengah, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab
Tim Redaksi
JAYAPURA, KOMPAS.com
– Tentara Pembebasan Nasional
Papua
Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas penembakan seorang guru bernama Andarias Tanda di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (24/12/2024).
Korban merupakan guru honorer di salah satu SMP di ibu kota Ilaga. Ia ditembak di kiosnya pada sore hari.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers menyebut pelaku penembakan adalah anggota
TPNPB-OPM
pimpinan Numbuk Telenggen.
“Kami menuding, korban merupakan intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai guru,” katanya, Jumat (27/12/2024).
Sebby menjelaskan laporan penyerangan ini disampaikan oleh Penny Murib, Panglima TPNPB Kodap XVIII Puncak Ilaga.
“Penembakan tersebut dilakukan oleh kami dan kami siap bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, mengatakan penembakan ini terjadi di Jalan Kago-Kimak, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (24/12/2024).
Akibat penembakan itu, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga, Kabupaten Puncak. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Peristiwa ini bermula saat korban sedang menutup kios. Tiba-tiba OPM muncul dan langsung menembak korban di bagian dada,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2017/07/14/641871851.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penyebab Bocah Terjatuh dari Lantai 18 Apartemen di Pondok Aren Tangsel Masih Tanda Tanya Megapolitan 27 Desember 2024
Penyebab Bocah Terjatuh dari Lantai 18 Apartemen di Pondok Aren Tangsel Masih Tanda Tanya
Tim Redaksi
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Polisi masih menyelidiki penyebab seorang bocah perempuan berinisial A (6) tewas setelah terjatuh dari lantai 18 sebuah apartemen di
Pondok Aren
,
Tangerang Selatan
, pada Senin (23/12/2024).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang ditangani Polres Tangerang Selatan (
Tangsel
).
“Ke Polres Tangsel, ya. Sampaikan dari saya,” kata Ade Ary kepada Kompas.com, Jumat (27/12/2024).
Sementara itu, saat dihubungi terpisah Kapolsek Pondok Aren Kompol Muhibbur menuturkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
“Kami masih dalami, sementara proses lidik,” ujar Muhibbur saat dikonfirmasi.
Peristiwa tragis ini terjadi di apartemen di Jalan Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, pukul 15.55 WIB.
Menurut keterangan Ade Ary, insiden bermula ketika seorang perempuan yang diduga asisten rumah tangga melaporkan kehilangan seorang anak kepada sekuriti apartemen, Saiful Anwar, dan pengelola apartemen, Windani.
“Perempuan diduga pembantu yang bertanya mencari anak hilang. Saksi kemudian membantu mencari keberadaan anak tersebut,” kata Ade Ary, Selasa (24/12/2024).
Setelah pencarian, Saiful menemukan tubuh korban di area rumput dekat Tower B apartemen. Korban ditemukan dalam kondisi telungkup.
Saksi segera menghubungi koordinator sekuriti dan ambulans untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro.
“Namun, nyawa korban tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.35 WIB,” ungkap Ade Ary.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dikafani dan dibawa ke kampung halamannya di Palembang. Hingga saat ini, polisi belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kronologi dan penyebab jatuhnya korban dari lantai 18 apartemen tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/27/676e893099f7f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kunjungi Pabrik Sepatu dan Jersei di Wonogiri, Wapres Gibran Cek Ketersediaan Bahan Baku Regional 27 Desember 2024
Kunjungi Pabrik Sepatu dan Jersei di Wonogiri, Wapres Gibran Cek Ketersediaan Bahan Baku
Tim Redaksi
WONOGIRI, KOMPAS.com
– Wakil Presiden RI
Gibran Rakabuming Raka
mengunjungi pabrik jersei Regarsport dan pabrik tas Trackerindo Anugerah Sejahtera di Kabupaten
Wonogiri
, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disela-sela kunjungannya menyatakan kedatangannya di dua pabrik itu untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan pemasaranya.
Tak hanya itu, mantan Wali Kota Solo itu juga mengecek kapasitas produksi kedua pabrik yang berada di Kabupaten Wonogiri.
“Ini yang harus kami tinjau. Apakah kesulitan bahan baku atau kesulitan pemasaran. Selain itu apakah produksinya atau kapasitasnya menurun,” kata Gibran.
Hasil pengamatannya, Gibran menyatakan dua pabrik yang beroperasi di Kabupaten Wonogiri itu masih dalam tahap yang baik.
Khusus untuk pabrik jersey Regarsport, Gibran mengapresiasi selain pemiliknya yang berusia muda, pabrik itu juga banyak menyerap tenaga kerja lokal.
Bahkan tenaga yang bekerja di pabrik itu rata-rata dari kalangan anak muda.
Selain menyerap tenaga kerja lokal, Regarsport juga menggandeng penjahit-penjahit lokal di kecamatan itu untuk memproduksi jersei olahraga Regarsport.
Setidaknya pabrik jersei itu memberdayakan para penjahit di 15 kecamatan di Kabupaten Wonogiri.
Tak hanya itu, Gibran mengakui cara pemasaran Regarsport terus mengikuti perkembangan teknologi digital. Bahkan Regarsport mendorong para karyawannya untuk menjadi konten kreator.
“Marketingnya Regarsport ini sudah baik sekali ya. Ada tim khusus live streaming memasarkan produk, hingga konten kreatornya. Bahkan order satu pun dilayani, customed, dan semua free ongkir,” tutur Gibran.
Wapres Gibran
akan mendorong produk buatan Wonogiri berkembang dan dipasarkan hingga luar negeri.
Terlebih peningkatan produksi merek dalam negeri menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/27/676ea7cf68dbe.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jalan Medan Merdeka Kembali Lancar Usai Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen Megapolitan 27 Desember 2024
Jalan Medan Merdeka Kembali Lancar Usai Aksi Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Jalan Medan Merdeka
Barat menuju Jalan Gajah Mada sudah dapat dilalui oleh kendaraan bermotor dan bus Transjakarta.
Jalan tersebut sempat ditutup karena aksi
unjuk rasa mahasiswa
di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/12/2024) siang.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, lalu lintas di sekitar area aksi sudah kembali lancar pada pukul 20.07 WIB.
Namun, jalan di depan Gedung Sapta Pesona masih tampak basah karena penggunaan water cannon oleh polisi untuk membubarkan massa aksi.
Bus Transjakarta juga telah beroperasi normal dan kembali menurunkan serta menaikkan penumpang di halte Monumen Nasional (Monas).
Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Tugu Tani dan jalan menuju Jalan MH Thamrin juga terpantau lancar.
Dalam aksi demonstrasi hari ini, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (
BEM SI
) menolak
PPN 12 persen
.
Mereka hadir mengenakan almamater dan membawa bendera yang menunjukkan identitas BEM dari masing-masing kampus.
Beberapa di antaranya adalah BEM Universitas Negeri Jakarta, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
Massa juga menyanyikan lagu “Buruh Tani” dan lagu-lagu perjuangan mahasiswa lainnya.
Selain bendera, mereka membawa poster berisi tuntutan dan aspirasi.
“Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” tulis massa dalam salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/27/676ea5f6bb280.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Polisi Bubarkan Aksi Demo Mahasiswa Pakai "Water Cannon" dan Sekompi Pasukan Megapolitan 27 Desember 2024
Polisi Bubarkan Aksi Demo Mahasiswa Pakai “Water Cannon” dan Sekompi Pasukan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Polisi membubarkan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) menggunakan
water cannon
dan satu kompi pasukan polisi dari aksi tolak
PPN 12 persen
di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).
Massa mulai dipukul mundur sejak pukul 19.18 WIB. Saat itu, barisan mahasiswa yang tadinya berada di depan dinding beton pembatas masih berusaha bertahan menghadapi semburan air.
Namun, langkah para mahasiswa ini perlahan mundur seiring dengan dimajukannya mobil
water cannon
.
Tak hanya itu, sekompi polisi lengkap dengan tameng dan pentungan terus dikomandokan untuk maju selangkah demi selangkah.
Semburan air dari
water cannon
semakin meningkat intensitasnya dan mulai diarahkan ke arah mahasiswa. Tadinya, semburan air dibuat melebar dan tidak menghantam keras mahasiswa.
Massa dipukul mundur hingga ke Jalan Medan Merdeka Selatan, mendekati Balai Kota. Saat itu, Jalan Medan Merdeka Selatan masih dibuka dan dilewati kendaraan. Oleh karena itu, semburan
water cannon
dihentikan.
Namun, anggota polisi masih maju untuk mendorong massa. Sekitar pukul 19.24 WIB, massa membubarkan diri. Demo malam ini pun telah berakhir.
Dalam aksi hari ini, massa BEM SI menolak PPN 12 persen.
Mereka mengenakan almamater dan membawa bendera yang menampilkan identitas BEM kampus mereka.
Beberapa di antaranya adalah BEM UNJ, KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.
Massa juga menyanyikan lagu “Buruh Tani” dan lagu-lagu perjuangan mahasiswa lainnya.
Selain bendera BEM kampus, mereka membawa poster berisi tuntutan dan aspirasi.
“Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,”
bunyi salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Ekonomi Sri Mulyani.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/27/676eabb7bc992.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/27/676e1023de629.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/27/676e4993e6b00.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2020/08/01/5f251724365b2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)