Category: Kompas.com Metropolitan

  • Polisi Imbau Pengendara Tak Gunakan Jalur Alternatif Menuju Puncak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 Desember 2024

    Polisi Imbau Pengendara Tak Gunakan Jalur Alternatif Menuju Puncak Megapolitan 29 Desember 2024

    Polisi Imbau Pengendara Tak Gunakan Jalur Alternatif Menuju Puncak
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com –
    Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jalur alternatif menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan rute tersebut.
    Hal ini disampaikan oleh Wadirlantas Polda Jawa Barat, AKBP Edwin Affandi, di tengah meningkatnya volume kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak menjelang pergantian tahun.
    “Kami memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan menggunakan jalur alternatif, kami tidak merekomendasikan untuk menggunakan jalur alternatif apabila tujuan mereka tidak ke sekitaran situ. Kedua, apabila mereka tidak mengenal jalur alternatif,” kata Edwin kepada wartawan, Sabtu (28/12/2024).
    Menurut dia, jalur alternatif memiliki tantangan tersendiri, seperti lebar jalan yang sempit dan kontur yang berliku.
    Edwin khawatir, pengendara yang tidak terbiasa melalui jalur tersebut dapat tersesat atau menghadapi kesulitan.
    Sebagai gantinya, polisi menyarankan masyarakat memanfaatkan sistem one way yang telah disiapkan.
    “Kita akan memberikan fasilitas
    one way
    di pagi hari untuk kendaraan yang naik, dan sore hari untuk kendaraan yang turun,” ucap Edwin.
    Selain itu, polisi bersama TNI meningkatkan patroli di jalur alternatif untuk mencegah gangguan seperti pungutan liar atau tindak kejahatan lainnya.
    Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
    Kepadatan arus lalu lintas di kawasan Puncak diperkirakan terus meningkat hingga malam pergantian tahun.
    Untuk mengantisipasi hal ini, sistem ganjil-genap diberlakukan setiap hari hingga 5 Januari 2025.
    “Kami memberlakukan fasilitas ganjil genap setiap hari hingga tanggal 5 Januari untuk memberikan pembatasan jumlah volume arus yang naik ke kawasan wisata Puncak agar dapat mengantisipasi kepadatan yang luar biasa terjadi di kawasan Puncak,” kata Edwin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Ramai Pembentukan Provinsi Jawa Tengah Selatan Beribu Kota Kebumen, Begini Tanggapan Pemkab
                        Regional

    6 Ramai Pembentukan Provinsi Jawa Tengah Selatan Beribu Kota Kebumen, Begini Tanggapan Pemkab Regional

    Ramai Pembentukan Provinsi Jawa Tengah Selatan Beribu Kota Kebumen, Begini Tanggapan Pemkab
    Tim Redaksi
    KEBUMEN, KOMPAS.com
    – Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan wacana pembentukan provinsi baru yang disebut Jawa Selatan, dengan Kabupaten
    Kebumen
    sebagai ibu kotanya.
    Menanggapi isu tersebut, Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah provinsi maupun pusat terkait hal tersebut.
    “Beberapa kali saya baca di media sosial, tapi sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” kata Wahyu dalam keterangan resminya pada Sabtu (28/12/2024).
    Wahyu juga mengaku terkejut ketika isu Kebumen menjadi ibu kota provinsi baru itu muncul di media sosial.
    Menurutnya, tidak ada diskusi, pertemuan, atau pernyataan resmi yang membahas wacana tersebut.
    “Beberapa waktu lalu juga ada tamu-tamu dari pemerintah provinsi ke Kebumen, kita berdiskusi banyak hal namun tidak menyebutkan wacana itu sama sekali. Seandainya itu sudah dibahas di ranah provinsi, paling tidak kita diberi informasi,” lanjutnya.


    Isu pemekaran provinsi ini pertama kali muncul melalui unggahan akun TikTok @explore* pada Sabtu (21/12/2024), yang menyebutkan bahwa Kebumen ditunjuk sebagai calon ibu kota
    Provinsi Jawa Selatan
    .
    Dalam unggahan tersebut juga disertakan daftar kabupaten dan kota yang disebut akan bergabung dengan Provinsi Jawa Selatan, antara lain Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Purbalingga.
    Namun, Kabag Humas dan Protokol Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dicky Adinurwanto, membantah wacana tersebut.
    “Perlu ditelaah lebih dalam mengenai kebenaran informasi tersebut,” ujarnya saat dihubungi
    Kompas.com
    pada Senin (23/12/2024).
    Dicky menegaskan bahwa sejauh ini, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, belum ada informasi atau pembahasan resmi mengenai pemekaran menjadi Provinsi Jawa Selatan.
    Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan menyarankan agar merujuk pada sumber resmi instansi terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Pemilik Rumah Kos Prostitusi Berkali-kali Diprotes Warga, Ketua RT: Makin ke Sini, Makin Jadi
                        Megapolitan

    10 Pemilik Rumah Kos Prostitusi Berkali-kali Diprotes Warga, Ketua RT: Makin ke Sini, Makin Jadi Megapolitan

    Pemilik Rumah Kos Prostitusi Berkali-kali Diprotes Warga, Ketua RT: Makin ke Sini, Makin Jadi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua RT di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Eko Yulianto (57) mengatakan, sejak 2021, sudah menolak keberadaan rumah kos yang diduga menjadi tempat prostitusi.
    Penolakan mereka disampaikan lewat sosialisasi hingga pemasangan spanduk peringatan. Namun, peringatan tersebut selalu diabaikan.
    “Sudah kita peringati, sudah sosialisasi, kita pasang spanduk setahun yang lalu. Jadi, sebelum saya juga sudah ada peringatan, penggerebekan juga, tetapi makin ke sini makin jadi,” ujar Eko kepada
    Kompas.com,
    Sabtu (28/12/2024).
    Warga yang sudah geram akan keberadaan tempat prostitusi itu akhirnya melakukan penggerebekan pada Rabu (25/12/2024) malam.
    Eko menyebut, penggrebekan murni berangkat dari kekesalan warga lantaran peringatan mereka selalu diabaikan.
    “Jadi, kita sepakat warga RT 04, malam itu malam Rabu, saya, kita dari kepolisian, dari kelurahan-kecamatan, dari Satpol PP juga semuanya ngumpul, kita sepakat untuk malam itu untuk penggerebekan,” ungkap Eko.
    Warga Pesanggrahan, Wisnu mengatakan, rumah kos itu sudah membuka bisnis prostitusi sejak 2021.
    Dalam tiga tahun terakhir, warga sudah berungkali memperingatkan pemilik berinisial RO agar tidak membuka bisnis prostusi.
    Bahkan, warga setempat sempat menggerebek pada 2023. Namun penggerebekan tersebut tak membuat bisnis
    prostitusi di rumah kos
    itu berakhir.
    “Jadi kemarin itu puncaknya, sudah barbar banget,” imbuh dia.
    Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah kos di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, digerebek polisi karena diduga menjadi tempat prostitusi. Dari penggerebekan itu, sembilan orang ditangkap.
    “Sudah diamankan delapan perempuan, satu laki-laki. Sudah dilakukan interogasi awal dan memang benar melakukan kegiatan tersebut (prostitusi),” kata Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Purwaditya saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2024).
    Dari penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya alat kontrasepsi bekas yang ditemukan di sejumlah kamar.
    “Enggak ada (yang sedang) berhubungan intim, tapi ada satu kamar yang cowok-cewek, statusnya bukan suami istri, ada,” tambah dia.
    Setelah diamankan, para pelaku menjalani tes urine. Hasilnya, seluruhnya bebas narkoba.
    Para pelaku prostitusi melakukan aksi mereka atas kemauan sendiri. Tidak ada unsur tindak pidana perdagangan orang dalam praktik tersebut.
    Polisi juga memastikan, tidak ada pelaku prostitusi yang masih di bawah umur. Tarif yang dipatok oleh para pelaku prostitusi berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Momen Jemaat Berebut Salaman dan Berfoto dengan Gibran di Perayaan Natal Nasional
                        Megapolitan

    8 Momen Jemaat Berebut Salaman dan Berfoto dengan Gibran di Perayaan Natal Nasional Megapolitan

    Momen Jemaat Berebut Salaman dan Berfoto dengan Gibran di Perayaan Natal Nasional
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara perayaan
    Natal Nasional 2024
    di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (28/12/2024).
    Gibran yang hadir pada pukul 18.40 WIB itu mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat dan celana panjang hitam.
    Dia datang dengan pendampingan ketat Paspampres yang mengenakan kemeja lengan panjang merah dengan motif batik putih. Mereka juga mengenakan celana panjang hitam.
    Putra sulung Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu datang bersamaan dengan jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Namun bukannya langsung duduk, dia menghampiri para jemaat yang berada di tribun atas.
    Kedatangan Gibran ke tribun atas sempat mengundang keramaian karena para jemaat berebutan untuk berjabat tangan dan berfoto.
    Salah satunya adalah Lauren (46), jemaat asal Bekasi yang berusaha berjabat tangan dengan Gibran.
    Dia sangat gembira bisa menyentuh tangan Gibran. 
    “Puji Tuhan bisa salaman sama pak wakil, tangannya lembut banget,” ujar dia di lokasi.
    Lauren mengaku tidak pernah berjabat tangan dengan Presiden maupun Wakil Presiden RI. Oleh sebab itu, momen tersebut tak ingin disia-siakan olehnya.
    “Saya belum pernah salaman sama Presiden, apalagi foto. Makanya tadi diusahain bisa salaman sama Mas Gibran,” kata dia.
    Selain Lauren, Jemaat lainnya bernama Veronica (49) juga berhasil salaman dengan Gibran Rakabuming Raka. Namun, berjabat tangan dengan Gibran bukanlah hal pertama kali dia lakukan.
    Ia mengaku sebelumnya sudah pernah berjabat tangan dengan Gibran, bahkan dengan Joko Widodo, ayahnya.
    “Saya itu dulu relawan Pak Jokowi jadi sudah biasa salaman sama Pak Jokowi atau enggak Mas Gibran. Sekarang saya jadi relawannya Mas Gibran,” kata Veronika.
    Meskipun begitu, dia mengaku tidak bosan bisa bersalaman dengan keluarga Jokowi.
    “Saya enggak pernah merasa bosan salaman sama Pak Jokowi dan Mas Gibran. Mas Kaesang pun saya juga pernah salaman,” ucap dia.
    Gibran Rakabuming Raka hadir di lokasi acara di waktu yang terpisah dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Dia tiba lebih dulu untuk menyambut kedatangan pimpinannya itu.
    Disambut Gibran, Prabowo tiba di lokasi pada pukul 19.14 WIB dan didampingi oleh Sekretaris Kabinet Mayor Teddy, Menko PMK Pratikno; Ketua Umum
    Perayaan Natal Nasional 2024
    Thomas Djwandono; dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
    Jajaran menteri yang hadir pada acara
    perayaan Natal Nasional 2024
    , yaitu Menko Politik Keamanan Budi Gunawan; Menko Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas);
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; Menteri Agama Nasaruddin Umar; Menteri Luar Negeri, Sugiono; Menteri Hukum Supratman Andi Agtas; Menteri Pemuda Olaharga Dito Ariotedjo; Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi; Menteri Kebudayaan Fadli Zon; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait; Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Menteri ATR/BPN Nusron Wahid; Menteri Keuangan Sri Mulyani;
    Turut hadir, Ketua MPR RI Ahmad Muzani; Ketua DPD RI Sultan Najamudin; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; dan Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi;
    Acara Natal Nasional dihadiri oleh 12.000 orang.
    Ketua Panitia Natal Nasional 2024, Thomas Djiwandono mengatakan, perayaan ini mengusung tema
    “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
    Hal ini merujuk pada ayat Alkitab Lukas 2:15.
    Tema tersebut dipilih karena memiliki nilai-nilai reflektif yang erat kaitannya dengan pengharapan, kesederhanaan, serta kedamaian dan kesejahteraan.
    “Kita diajak merenungkan kesederhanaan melalui simbol lampin kandang domba. Ada gembala, ada raja, bahkan yang suci, semuanya hadir dalam kesederhanaan,” ujar Thomas dalam konferensi pers di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (23/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hadiri Perayaan Natal Nasional 2024, Jemaat Kesulitan Cari Tempat Parkir
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2024

    Hadiri Perayaan Natal Nasional 2024, Jemaat Kesulitan Cari Tempat Parkir Megapolitan 28 Desember 2024

    Hadiri Perayaan Natal Nasional 2024, Jemaat Kesulitan Cari Tempat Parkir
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
     – Warga bernama Pesta Sibarani (42) kesulitan mendapat tempat memarkirkan mobilnya di Indonesia Arena, Gelora Bunga Karno (GBK), untuk mengikuti perayaan
    Natal Nasional
    2024.
    Meski datang sejak pukul 15.00 WIB bersama keluarga besarnya, pencarian tempat parkir cukup memakan waktu.
    “Saya datang bersama keluarga besar sih sebenarnya, 13 orang, cuma masih nyari parkiran. Susah dapat parkir, makanya kita turun dulu,” ujar Pesta kepada
    Kompas.com,
    Sabtu (28/12/2024).
    Selain itu, kemacetan juga dirasakan di sekitar kawasan Indonesia Arena. Keluarga besarnya yang datang menggunakan tiga mobil itu sempat terjebak macet sehingga perjalanannya memakan waktu satu jam.
    “Kami datang dengan tiga mobil. Macet juga di depan itu soalnya kami di rumah jam 14.00 WIB. Tapi sampai si sini jam 15.00 WIB,” kata dia.
    Meskipun begitu, Pesta tidak terlalu mempermasalahkannya. Sebab, di GBK juga ada acara lain sehingga macet pun tak terelakkan.
    “Itu aja sih soal parkiran tapi mungkin karena ada acara juga di sana, ada wisuda jadi makin macet,” jelas dia.
    Sementara itu, jemaat bernama Junita Sibarani (47) mengatakan, ia dan keluarga mendaftar acara Natal Nasional ini melalui jalur administrasi kantor sejak jauh hari.
    Dia pun berharap acara ini bisa diadakan setiap tahunnya.
    “Kita sudah dikasih
    link
    untuk pendaftaran, lalu registrasi dan dapat tiketnya. Mudah-mudahan setiap tahun ada acara seperti ini, karena ini menunjukkan toleransi dan kebersamaan di negara kita,” kata Junita.
    Diketahui, acara Natal Nasional diperkirakan akan dihadiri oleh 12.000 orang.
    Ketua Panitia
    Natal Nasional 2024
    , Thomas Djiwandono mengatakan, acara ini mengusung tema
    “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”
    . Hal ini merujuk pada ayat Alkitab Lukas 2:15.
    Tema tersebut dipilih karena memiliki nilai-nilai reflektif yang erat kaitannya dengan pengharapan, kesederhanaan, serta kedamaian dan kesejahteraan.
    “Kita diajak merenungkan kesederhanaan melalui simbol lampin kandang domba. Ada gembala, ada raja, bahkan yang suci, semuanya hadir dalam kesederhanaan,” ujar Thomas dalam konferensi pers di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (23/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Maling di Pondok Gede Terekam CCTV, Beraksi dengan Modus Kirim Paket
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2024

    Maling di Pondok Gede Terekam CCTV, Beraksi dengan Modus Kirim Paket Megapolitan 28 Desember 2024

    Maling di Pondok Gede Terekam CCTV, Beraksi dengan Modus Kirim Paket
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Komplotan pencuri terekam kamera CCTV saat beraksi di sebuah rumah wilayah Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.
    Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @info_pondokgede, terlihat dua pria mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan sepeda motor.
    Salah satu pelaku yang dibonceng turun dari motor dan mengetuk pagar dengan keras sambil berpura-pura hendak mengirim paket.
    “Assalamualaikum,
    paket,” ujar pelaku sambil mengetuk pagar berulang kali.
    Ketika tidak ada jawaban, pelaku memastikan rumah tersebut kosong dengan memeriksa pagar yang tergembok.
    Setelah itu, salah satu pelaku memanjat dinding samping rumah untuk masuk ke area dalam pagar, sementara rekannya mengawasi situasi di sekitar.
    Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto mengatakan, pemilik rumah telah meninggalkan kediaman sejak Selasa (24/12/2024) pukul 21.00 WIB untuk menginap di rumah orangtuanya.
    Pada Rabu (25/12/2024) pukul 15.30 WIB, istri korban memeriksa keadaan rumah melalui CCTV dan merasa curiga karena beberapa barang di dalam rumah terlihat berantakan.
    “Korban pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB dan mendapati kamar sudah dalam kondisi berantakan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (28/12/2024).
    Kerugian akibat pencurian ini mencapai Rp 35 juta, berupa perhiasan emas seberat 30 gram.
     
    Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Pondok Gede. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rasa Syukur Olin Bisa Hadiri Perayaan Natal Nasional Setelah Penantian Bertahun-tahun
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2024

    Rasa Syukur Olin Bisa Hadiri Perayaan Natal Nasional Setelah Penantian Bertahun-tahun Megapolitan 28 Desember 2024

    Rasa Syukur Olin Bisa Hadiri Perayaan Natal Nasional Setelah Penantian Bertahun-tahun
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Olin (45), seorang jemaat asal Jakarta Timur, akhirnya dapat mewujudkan keinginannya untuk menghadiri Perayaan
    Natal Nasional 2024
    di Indonesia Arena, Gelora Bungkus Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (28/12/2024).
    Setelah bertahun-tahun menunggu, dia menyebut kehadirannya tahun ini sebagai momen spesial yang telah lama dinantikan.
    “Saya sudah lama ingin ikut perayaan Natal Nasional, tapi baru tahun ini bisa. Sebelumnya saya tidak sempat karena ada
    baby
    dan balita. Puji Tuhan, akhirnya tahun ini saya bisa hadir,” ujar Olin saat ditemui Kompas.com di lokasi.
    Dia ingin sekali mengikuti perayaan tersebut. Bahkan sejak pagi, dirinya telah mengosongkan seluruh jadwalnya untuk memastikan bisa hadir.
    “Saya mengurus semua urusan rumah, dari mengatur anak-anak sampai pekerjaan rumah selesai lebih awal. Jadi saya bisa datang ke sini dengan hati tenang dan fokus menikmati acara,” kata dia.
    Olin mendapat kesempatan hadir di Perayaan Natal Nasional karena dapat tiket dari instansinya, Kemendikbud Ristek. Dia pun sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari keramaian. 
    “Saya naik motor bersama kakak, sementara keponakan naik bus transjakarta. Perjalanan satu jam, tapi kami tiba lebih awal agar bisa istirahat dulu sebelum masuk ke area,” kata dia.
    Selain itu, momen tersebut juga menjadi pengalaman baru baginya setelah bekerja selama lebih dari dua dekade.
    “Selama 24 tahun saya bekerja, ini pertama kalinya saya bisa ikut Natal Nasional. Jadi rasanya sangat spesial,” ungkapnya dengan senyum bahagia.
    Olin berharap acara ini terus diadakan setiap tahun karena menurutnya, perayaan ini menjadi simbol penting bagi umat Kristiani.
    Apalagi dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai sebagai tanda bahwa Indonesia juga milik umat Kristiani.
    “Semoga setiap tahun diadakan lagi. Acara ini membawa pesan kebersamaan dan optimisme untuk menghadapi tahun depan,” ujarnya.
    “Pak Prabowo hadir di sini menjadi simbol bahwa beliau milik semua rakyat Indonesia, termasuk umat Kristiani,” tuturnya.
    Harapan serupa juga diutarakan oleh Yunita Sibarani (47), jemaat asal Bekasi, yang datang bersama keluarga besar. Menurutnya, perayaan tersebut menjadi simbol nyata toleransi dan keberagaman di Indonesia.
    “Semoga acara ini terus diadakan setiap tahun. Ini menunjukkan bahwa kita adalah negara yang menghormati semua warga untuk beribadah, terutama di hari-hari raya seperti ini,” ujarnya.
    Diketahui, acara Natal Nasional diperkirakan akan dihadiri oleh 12.000 orang.
    Ketua Panitia Natal Nasional 2024, Thomas Djiwandono mengatakan, perayaan natal nasional kali ini mengusung tema “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”. Hal ini merujuk pada ayat Alkitab Lukas 2:15.
    Thomas menjelaskan, tema tersebut dipilih karena memiliki nilai-nilai reflektif yang erat kaitannya dengan pengharapan, kesederhanaan, serta kedamaian dan kesejahteraan.
    “Kita diajak merenungkan kesederhanaan melalui simbol lampin kandang domba. Ada gembala, ada raja, bahkan yang suci, semuanya hadir dalam kesederhanaan,” ujar Thomas dalam konferensi pers di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (23/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kepadatan Kendaraan di Puncak Bogor dan Rencana Penggunaan Ganjil Genap Saat Libur Natal dan Tahun Baru
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        28 Desember 2024

    Kepadatan Kendaraan di Puncak Bogor dan Rencana Penggunaan Ganjil Genap Saat Libur Natal dan Tahun Baru Bandung 28 Desember 2024

    Kepadatan Kendaraan di Puncak Bogor dan Rencana Penggunaan Ganjil Genap Saat Libur Natal dan Tahun Baru
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com

    Arus lalu lintas
    di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, mengalami peningkatan kepadatan setelah sistem satu arah (one way) yang diberlakukan sejak Sabtu (28/12/2024) berakhir di Kilometer 48+200 Exit Gerbang Tol (GT) Ciawi.
    Sistem satu arah
    ini diterapkan untuk mengatur arus kendaraan yang kembali dari
    liburan Natal
    di Puncak menuju Jakarta.
    Kepolisian menilai bahwa arus kendaraan yang kembali dari Puncak sudah terserap dengan baik, sehingga pemberlakuan
    sistem satu arah
    diakhiri lebih awal.
    “Berdasarkan hasil evaluasi, pemberlakuan sistem satu arah ke bawah diakhiri pada Sabtu sore ini. Kini,
    arus lalu lintas
    sudah kembali normal dua arah,” ujar KBO Sat Lantas Polres Bogor Iptu Ardian di Simpang Gadog, Sabtu.


    KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Situasi arus lalu lintas kendaraan mengalami kepadatan dari arah Jakarta menuju Puncak Bogor di Exit GT Ciawi, Simpang Gadog, Sabtu (28/12/2024).
     
    Pantauan di lokasi pada Sabtu (28/12/2024) sore menunjukkan bahwa setelah sistem satu arah diakhiri, arus lalu lintas dari Jakarta menuju Puncak mengalami kepadatan.
    Antrean kendaraan terlihat mulai dari ruas jalan Pasir Muncang hingga Simpang Gadog, Ciawi.
    Meskipun terjadi antrean, waktu tunggu pengendara tidak terlalu lama, berkisar antara 5 hingga 10 menit sebelum arus kembali sedikit lancar.
    Namun, kepadatan kembali terjadi di persimpangan Megamendung, Cipayung Girang, seiring dengan meningkatnya volume kendaraan.
    “Arus lalu lintas menuju arah Puncak mengalami peningkatan volume kendaraan, dibandingkan hari sebelumnya. Sekarang pun arus lalu lintas yang naik ke Puncak masih cukup deras,” ungkap Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi.
    Pihaknya memprediksi bahwa arus kendaraan menuju kawasan wisata
    Puncak Bogor
    akan terus meningkat hingga malam pergantian Tahun Baru 2025.
    Untuk mengatasi kepadatan, Polda Jawa Barat bersama Sat Lantas Polres Bogor telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem ganjil genap dan
    one way.
    “Kami prediksi arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak ini akan meningkat hari ini, besok Minggu, Senin, Selasa, sampai dengan malam pergantian tahun. Kami akan memberlakukan genap ganjil setiap hari hingga tanggal 5 Januari untuk membatasi jumlah volume arus yang naik ke kawasan wisata Puncak,” tutup Edwin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ikuti Google Maps, Bus Rombongan Pendaki Gunung Sumbing Terjebak di Jalur Pertanian Dekat Kuburan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2024

    Ikuti Google Maps, Bus Rombongan Pendaki Gunung Sumbing Terjebak di Jalur Pertanian Dekat Kuburan Regional 28 Desember 2024

    Ikuti Google Maps, Bus Rombongan Pendaki Gunung Sumbing Terjebak di Jalur Pertanian Dekat Kuburan
    Tim Redaksi
    WONOSOBO, KOMPAS.com
    – Sebuah bus yang membawa rombongan calon pendaki Gunung Sumbing dari Brebes terjebak di jalur pertanian di Dusun Klowoh, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten
    Wonosobo
    .
    Kapolsek Kalikajar, AKP Aris Kristiyanto, mengatakan, kejadian ini terjadi pada Sabtu, (28/12/2024) sekitar pukul 04.00 WIB.
    Polisi mendapatkan laporan dari warga setempat. 
    Bus berukuran 3/4 dengan nomor registrasi AA 7102 QE ini dikemudikan oleh Mahes Mahardika (29), warga Tegal, Jawa Tengah.
    Bus tersebut berangkat menuju basecamp pendakian Sumbing melalui Nepal Van Java, Magelang, dengan mengikuti petunjuk
    Google Maps
    .
    “Namun, jalur yang dilewati ternyata mengarah ke jalan pertanian di Dusun Klowoh, Desa Kwadungan, sehingga bus tersebut terjebak dan tidak bisa berputar balik,” kata Aris dalam keterangan resminya yang diterima
    Kompas.com
    , Sabtu.
    Video kejadian ini pun viral lantaran lokasi berhentinya bus di jalur persawahan warga dan dekat dengan kuburan.
    Aris menjelaskan, sebanyak 30 orang rombongan pendaki kemudian dialihkan menggunakan kendaraan warga Dusun Klowoh menuju basecamp Nepal Kaliangkrik, Magelang.

    Proses evakuasi bus berlangsung lancar dengan bantuan derek, dan pada pukul 11.30 WIB bus berhasil diputar balik arah.
    Selanjutnya, bus melanjutkan perjalanan menuju basecamp melalui jalur jalan raya utama via Kertek, Temanggung, dan Magelang.
    Aris mengapresiasi kerja sama antara personel Polsek Kalikajar, anggota Koramil Kalikajar, dan warga setempat dalam menangani kejadian ini.
    “Proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya kerugian jiwa. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar AKP Aris Kristiyanto.
    Patroli dan pengecekan informasi dari warga ini dilakukan oleh dua personil piket Polsek Kalikajar bersama satu anggota Koramil Kalikajar.
    Mereka memastikan situasi berjalan aman, lancar, tertib, dan terkendali selama kegiatan berlangsung.
    Kepada masyarakat, Aris mengimbau untuk selalu berhati-hati dan mengikuti jalur yang sudah ditentukan serta memastikan informasi rute perjalanan agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.
    “Kami mengimbau warga agar berhati-hati dan memastikan betul jalur yang akan di lewati agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Aris. 
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Antusiasme Jemaat Ikut Perayaan Natal Nasional di Indonesia Arena GBK
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2024

    Antusiasme Jemaat Ikut Perayaan Natal Nasional di Indonesia Arena GBK Megapolitan 28 Desember 2024

    Antusiasme Jemaat Ikut Perayaan Natal Nasional di Indonesia Arena GBK
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Jemaat dari berbagai daerah mulai memadati kawasan Indonesia Arena, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, untuk menghadiri
    Perayaan Natal Nasional
    2024, Sabtu (28/12/2024).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, ada jemaat yang sudah datang sejak pukul 15.00 WIB dan ada juga yang baru datang pukul 17.00 WIB.
    Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, membawa suka cita merayakan Natal.
    Pesta Sibarani (43) dan Junita Sibarani (47), misalnya, yang datang dari Cibinong dan Bekasi. Keduanya berangkat bersama keluarga besar mereka yang berjumlah 13 orang.
    Mereka kompak mengenakan pakaian batik dan celana panjang hitam.
    Mereka juga mengeluhkan susahnya mendapatkan parkiran saat tiba di lokasi.
    “Kami dari rumah jam 14.00 WIB, sampai sini sekitar jam 15.00 WIB. Memang macet karena ada acara lain di sini, termasuk wisuda, jadi parkir juga susah,” ujar Pesta kepada
    Kompas.com.
    “Tapi panitia sudah sangat teratur, kami sudah dapat tiket gelang dan nomor kursi, jadi tinggal mencari tempat duduk,” sambung dia.
    Junita mendaftar acara ini melalui jalur administrasi kantor sejak jauh hari.
    Dia berharap acara
    perayaan Natal Nasional
    bisa diadakan setiap tahunnya.
    “Kita sudah dikasih
    link
    untuk pendaftaran, lalu registrasi dan dapat tiketnya. Mudah-mudahan setiap tahun ada acara seperti ini, karena ini menunjukkan toleransi dan kebersamaan di negara kita,” kata Yunita.
    Senada dengan mereka, Olin (45), jemaat asal Jakarta Timur, juga antusias mengikuti perayaan ini. Dia datang bersama kakak dan keponakannya menggunakan motor dan bus transjakarta.
    “Saya sangat menunggu perayaan Natal Nasional ini. Dari pagi saya sudah mengosongkan jadwal, mengurus semua kebutuhan keluarga agar bisa hadir dengan hati yang tenang. Ini pengalaman pertama saya setelah bertahun-tahun bekerja, akhirnya bisa ikut,” ujar Olin.
    Menurut Olin, acara ini menjadi simbol kebersamaan umat Kristiani di Indonesia.
    Selain itu, dia juga mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara ini.
    “Semoga pesan-pesan Natal nanti bisa memberikan semangat dan optimisme untuk menghadapi tahun 2025. Kehadiran Pak Prabowo juga menunjukkan bahwa ia milik semua rakyat Indonesia,” tambah dia.
    Sebelum masuk, para jemaat diminta untuk mengambil tiket gelang terlebih dahulu sebagai bentuk identitas mereka untuk mengikuti Perayaan
    Natal Nasional 2024
    .
    Setelah mendapatkan gelang tiket, para jemaat mulai memasuki kawasan Indonesia Arena melalui
    body checking
    dan
    scan
    tiket. Setelah melewati proses itu, barulah para jemaat bisa memasuki area acara.
    Diketahui, acara Natal Nasional diperkirakan akan dihadiri oleh 12.000 orang.
    Ketua Panitia Natal Nasional 2024, Thomas Djiwandono mengatakan, perayaan ini mengusung tema “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”. Hal ini merujuk pada ayat Alkitab Lukas 2:15.
    Tema tersebut dipilih karena memiliki nilai-nilai reflektif yang erat kaitannya dengan pengharapan, kesederhanaan, serta kedamaian dan kesejahteraan.
    “Kita diajak merenungkan kesederhanaan melalui simbol lampin kandang domba. Ada gembala, ada raja, bahkan yang suci, semuanya hadir dalam kesederhanaan,” ujar Thomas dalam konferensi pers di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (23/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.