Category: Kompas.com Metropolitan

  • Enam PMI Nonprosedural Dipulangkan dari Suriah ke NTB
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 Desember 2024

    Enam PMI Nonprosedural Dipulangkan dari Suriah ke NTB Regional 29 Desember 2024

    Enam PMI Nonprosedural Dipulangkan dari Suriah ke NTB
    Tim Redaksi
    SUMBAWA, KOMPAS.com
    – Enam Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dipulangkan setelah terjebak dalam konflik yang terjadi di Suriah.
    Keberangkatan mereka ke Suriah dilakukan secara nonprosedural.
    Pemulangan keenam PMI tersebut dijadwalkan tiba di Lombok pada hari ini, Minggu (29/12/2024).
    Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB,
    Noerman Adhiguna
    , mengonfirmasi pemulangan tersebut.
    “Iya benar. Sebanyak enam orang
    PMI nonprosedural
    asal NTB dipulangkan. Dan hari ini tiba di bandara Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) Lombok. Pemulangan ini masuk kuarter lima,” ungkap Noerman.
    Dari enam PMI yang dipulangkan, satu orang berasal dari Kabupaten Sumbawa, tepatnya dari Kecamatan Tarano.
    Sementara itu, lima PMI lainnya berasal dari Lombok Tengah, Bima, dan Dompu.
    “Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa untuk pemulangan CPMI ke rumah masing-masing. Jika sore tiba di Lombok, maka kami akan inapkan dulu di shelter,” tambahnya.
    Noerman menjelaskan bahwa pemulangan PMI tersebut disebabkan oleh konflik yang berkecamuk di Suriah.
    “Negara Suriah ini bukan negara penempatan PMI, sehingga kami pastikan mereka berangkat secara nonprosedural. Tetapi sebagai warga negara Indonesia, kami wajib memberikan perhatian terhadap mereka,” jelasnya.
    Para PMI tersebut dipulangkan setelah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Suriah.
    Ketika konflik mulai meningkat, mereka langsung mendatangi KBRI dan meminta untuk dipulangkan.
    “Pemulangan para PMI itu tanpa biaya. Jadi tidak ada biaya yang dikeluarkan hingga para PMI itu tiba di desa masing-masing,” terangnya.
    Noerman juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin menjadi PMI agar berangkat secara prosedural untuk menghindari situasi serupa di masa depan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rumah di Kota Wisata Dirampok, Korban Disekap, Mobil Dibawa Kabur
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        29 Desember 2024

    Rumah di Kota Wisata Dirampok, Korban Disekap, Mobil Dibawa Kabur Bandung 29 Desember 2024

    Rumah di Kota Wisata Dirampok, Korban Disekap, Mobil Dibawa Kabur
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Sebuah rumah di perumahan
    Kota Wisata
    , Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sasaran kawanan rampok pada Kamis (26/12/2024) petang.
    Dalam aksi tersebut, tiga orang perampok menyekap penghuni rumah dan berhasil membawa kabur
    mobil Pajero Sport
    berwarna hitam.
    Kapolsek Gunung Putri
    , AKP Aulia Robby Kartika Putra menjelaskan, rumah tersebut dihuni tiga orang, yaitu Firman, Andi, dan David.
    “Untuk pelakunya ada empat, jadi yang masuk ke dalam rumah tiga, sementara yang satu menunggu di mobil,” ungkap Robby saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/12/2024).
    Kawanan perampok itu memasuki rumah melalui pintu depan dengan cara merangsek pagar dan pintu.
    Mereka mengira penghuni rumah sedang pergi merayakan Natal. Setelah berhasil masuk, mereka mencoba membobol brankas menggunakan linggis.
    “Jadi masuklah pelaku, tapi ternyata ada penghuninya di lantai 2,” ujar Robby.
    Salah satu penghuni rumah mendengar keributan di bawah dan turun untuk memeriksa. Saat dicek, ia mendapati ketiga perampok sedang berusaha mencongkel brankas.
    Karena terpergok, para pelaku mengancam korban untuk diam sambil meminta kunci mobil.
    Tak lama kemudian, salah satu korban bernama David disekap di dalam kamar.
    “David disuruh menunjukkan kunci mobil dan dilarang bersuara, akhirnya dia dimasukkan ke dalam kamar. Pelaku belum sempat mengambil barang-barang, tapi mobil dibawa kabur,” jelasnya.
    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti, termasuk rekaman CCTV.
    “Pelakunya masih dalam pengejaran, kita masih di lapangan juga. Jadi belum ada yang diamankan. Dari laporan LP, kita sudah memasukkan Pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan,” pungkas Robby.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Geger CCTV Kota Semarang Tampilkan Aktivitas Pribadi di Media Sosial
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 Desember 2024

    Geger CCTV Kota Semarang Tampilkan Aktivitas Pribadi di Media Sosial Regional 29 Desember 2024

    Geger CCTV Kota Semarang Tampilkan Aktivitas Pribadi di Media Sosial
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Warga Semarang mendadak ramai membahas kejanggalan yang muncul dari sistem pengawasan CCTV milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah.
    Alih-alih menampilkan situasi jalanan kota, kamera CCTV tersebut justru merekam aktivitas sehari-hari warga di dalam sebuah rumah sederhana.
    Foto-foto tangkapan layar dari CCTV tersebut beredar luas di media sosial.
    Salah satu akun Facebook membagikan sejumlah foto yang menunjukkan suasana di sebuah rumah di kawasan Kuningan, Semarang Utara.
    Dalam foto-foto itu, terlihat seorang pria, perempuan, dan anak-anak sedang bercengkerama. Bahkan salah satu foto menunjukkan penghuni rumah sedang tidur.
    Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kominfo Kota Semarang, Sunarto, membenarkan keberadaan CCTV tersebut.
    “Lokasi di Kuningan,” kata Sunarto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/12/2014).
    CCTV tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Semarang untuk RT 8 dan RW 3 di Kelurahan Kuningan.
    Namun, kamera tersebut mengalami kerusakan.
    “Di pertigaan kampung, dan kemudian dibetulkan secara mandiri oleh warga,” ujarnya.
    Hasil pengecekan mandiri oleh teknisi Pemerintah Kota Semarang menunjukkan, kerusakan pada kamera CCTV tersebut disebabkan oleh kabel yang putus.
    “Karena jarak lokasi kamera CCTV yang rusak ke NVR cukup jauh, sekitar 50 meter, dan kebetulan teknisi yang dipanggil tidak membawa kabel sepanjang itu,” ucap Sunarto.
    Atas inisiatif sekretaris RT, kamera CCTV tersebut dipasang di rumahnya, yang kemudian menjadi viral di media sosial.
    “Hari Senin akan dilakukan perbaikan atau penggantian kabel oleh Kominfo, sekaligus menindaklanjuti laporan pak RW perihal beberapa RT di RW 3 yang mengalami kerusakan,” lanjutnya.
    Dengan kejadian ini, CCTV milik Pemerintah Kota Semarang yang seharusnya berfungsi untuk pengawasan publik, kini justru merekam aktivitas di dalam rumah warga, menimbulkan keprihatinan dan pertanyaan di kalangan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imbas PPN 12 Persen, Harga Petasan dan Kembang Api Diyakini Ikut Naik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 Desember 2024

    Imbas PPN 12 Persen, Harga Petasan dan Kembang Api Diyakini Ikut Naik Megapolitan 29 Desember 2024

    Imbas PPN 12 Persen, Harga Petasan dan Kembang Api Diyakini Ikut Naik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Harga petasan dan kembang api diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun depan.
    Kenaikan ini diprediksi disebabkan oleh penyesuaian pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2025.
    “Harga petasan dan kembang api pasti naik, (Kenaikan
    PPN 12 persen
    ) pasti ngaruh,” ujar Kartini, pedagang petasan dan kembang api di Pasar Gembrong, Jatinegara.
    Menurut Kartini, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak akhir tahun ini. 
    Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut akan berdampak pada harga jual ke konsumen.
    “Kalau kasarnya bisa 100-150 ribu naiknya per karton,” tambahnya.
    Ia pun bisa memprediksi bahwa kenaikan harga kembang api dan petasan akan berpengaruh kepada menurunnya daya beli masyarakat.
    “Kalau pembeli mah tahu sendiri, maunya murah,” ujar dia.
    Kebijakan kenaikan PPN ini sendiri diketahui menuai penolakan dari masyarakat. 
    Awalnya, pemerintah menjanjikan bahwa kenaikan ini hanya berlaku untuk barang-barang mewah. Namun, kenyataannya, berbagai barang dan jasa terkena dampaknya.
    Sejumlah tokoh dan akademisi menyarankan agar pemerintah mencari alternatif lain untuk menambah pendapatan negara.
    Mereka menilai kenaikan PPN 12 persen ini berpotensi membebani rakyat, terutama bagi para pelaku usaha kecil seperti Kartini.
    Dengan kenaikan ini, para pedagang berharap pembeli tetap memahami kondisi pasar dan tetap membeli meski harga mengalami penyesuaian.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Surabaya Lelah Terendam Banjir, Minta Eceng Gondok di Sungai Dibersihkan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        29 Desember 2024

    Warga Surabaya Lelah Terendam Banjir, Minta Eceng Gondok di Sungai Dibersihkan Surabaya 29 Desember 2024

    Warga Surabaya Lelah Terendam Banjir, Minta Eceng Gondok di Sungai Dibersihkan
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Warga Gununganyar dan Rungkut Menanggal, Surabaya, Jawa Timur, meminta pemerintah segera membersihkan
    eceng gondok
    yang menyumbat aliran Sungai Avur.
    Menurut mereka, pembersihan tersebut dapat mengurangi
    banjir
    yang terjadi, seperti pada Selasa (24/12/2024) lalu.
    Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut, Muhammad Faishol, mengatakan warganya sudah lelah menghadapi banjir yang terjadi selama bertahun-tahun.
    Faishol menjelaskan, salah satu penyebab banjir tersebut adalah banyaknya eceng gondok yang menghalangi aliran air di Sungai Avur.
    Bahkan, tanaman itu memenuhi hampir seluruh aliran sungai hingga mencapai kelurahan sebelah.
    “Hampir 20 tahun enggak pernah dikontrol. Buktinya, eceng gondok di sungai ini sampai hampir 1 kilometer, mulai SIER sampai Gununganyar Tambak,” ujar Faishol saat dikonfirmasi Minggu (29/12/2024).
    Menurut Faishol, warga setempat sudah beberapa kali berdiskusi dengan pihak terkait untuk membahas pembersihan eceng gondok di sungai yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo ini.
    Namun, meskipun ada kesepakatan mengenai normalisasi sungai pada 16 Juni 2023, hingga kini kesepakatan tersebut belum direalisasikan.
    “Pengurus kampung dengan BBWS pernah menyepakati normalisasi sungai, tapi sampai hari ini kesepakatan ini hanya tinggal kesepakatan di atas kertas saja,” jelas Faishol.
    Akibatnya, warga terus merasakan dampak banjir. Bahkan, air dari Sungai Avur meluber hingga menggenangi wilayah Sidoarjo pada Selasa lalu.
    “Perlu juga diketahui, itu wilayah Sidoarjo yang berbatasan dengan kita (Surabaya), sampai hari ini juga terdampak. Karena sungai yang melintas ini memang sama sekali enggak terawat,” ujarnya.
    Sementara itu, Ketua RW 5 Kelurahan Gununganyar, Rudi, menyatakan hal yang senada.
    Menurutnya, eceng gondok di Sungai Avur menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air, yang akhirnya berdampak pada rumah warga.
    “Karena jarak rumah warga dengan Sungai (Avur) hanya sekitar 500-300 meter. Pas cuaca ekstrem dan hujan deras, air sungai meluap dan banjir hingga ke rumah warga,” kata Rudi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Modus Penipuan Berkedok Program Makan Bergizi Gratis Terungkap di Magelang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 Desember 2024

    Modus Penipuan Berkedok Program Makan Bergizi Gratis Terungkap di Magelang Regional 29 Desember 2024

    Modus Penipuan Berkedok Program Makan Bergizi Gratis Terungkap di Magelang
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com
    – Dugaan percobaan
    penipuan
    dengan modus program
    makan bergizi gratis
    (MBG) dilaporkan terjadi di
    Magelang
    , Jawa Tengah.
    Kantor perwakilan penyedia MBG di wilayah Magelang membantah bahwa mereka melibatkan individu atau kelompok manapun secara sepihak tanpa instruksi Badan Gizi Nasional (BGN).
    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Magelang, M Rauuf Oktavian Nur, mengungkapkan telah menerima sekitar lima laporan dugaan percobaan penipuan terkait MBG yang terjadi di Kota dan Kabupaten Magelang selama Oktober hingga Desember 2024.
    Aduan tersebut datang dari kalangan warga dan katering melalui direct message di Instagram, WhatsApp, atau datang langsung ke kantornya.
    “Mereka didatangi oleh seseorang yang mengatasnamakan BGN dengan membawa identitas atau surat keputusan palsu,” kata Rauuf saat dihubungi
    Kompas.com
    , Minggu (29/12/2024).
    Beragam modus penipuan dilakukan tergantung pada target korban. Pihak katering, misalnya, dijanjikan dapat menjadi mitra BGN dalam produksi makanan dengan syarat memberikan uang puluhan juta rupiah sebagai biaya kerja sama.
    Selain itu, penipu juga menawarkan kepada masyarakat untuk menyewakan tempat atau tanahnya sebagai dapur produksi dengan iming-iming memberikan sertifikat tanah.
    Modus lainnya adalah dengan membuka lowongan pekerjaan sebagai petugas masak dengan meminta uang ratusan ribu rupiah sebagai biaya pembuatan seragam kerja dan identitas.
    “Untungnya mereka tidak keluar dana,” ucap Rauuf.
    Dia menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tidak bekerja sama dengan individu atau kelompok manapun untuk MBG tanpa instruksi Badan Gizi Nasional.
    Masyarakat, lanjutnya, hanya bisa mengajukan kerja sama melalui satu pintu dengan mengakses situs web resmi BGN.
    Rauuf juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan untuk melapor ke polisi.
    “Nanti, kami bisa bantu sebagai bukti tambahan,” ujarnya.
    Namun, dia menambahkan bahwa pihaknya masih fokus pada program MBG dan belum mempertimbangkan untuk melapor ke polisi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Enam PMI Nonprosedural Dipulangkan dari Suriah ke NTB
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 Desember 2024

    Gagal Berangkat ke UEA, 4 Pekerja Migran Ilegal Sumbawa Dipulangkan Regional 29 Desember 2024

    Gagal Berangkat ke UEA, 4 Pekerja Migran Ilegal Sumbawa Dipulangkan
    Tim Redaksi
    SUMBAWA, KOMPAS.com
    – Empat
    Calon Pekerja Migran
    Indonesia (CPMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nonprosedural asal Kabupaten
    Sumbawa
    , Nusa Tenggara Barat (NTB), dipulangkan dari Jakarta menuju Lombok.
    Mereka dipulangkan usai keberangkatan ke
    Uni Emirat Arab
    (UEA) digagalkan petugas.
    Pemulangan tersebut dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) dan tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam) pada pukul 15.30 Wita, Minggu (29/12/2024).
    Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (
    BP2MI
    ) NTB, Noerman Adhiguna, mengonfirmasi pemulangan tersebut.
    “Iya benar. Sebanyak empat CPMI dari NTB, semuanya asal Kabupaten Sumbawa, digagalkan petugas dalam operasi pencegahan dan pengungkapan,” ujar Noerman.
    Keempat CPMI tersebut berencana bekerja sebagai asisten rumah tangga di Abu Dhabi dan memiliki rentang usia antara 37 hingga 50 tahun.
    Mereka dijanjikan gaji sebesar 1.200 Dirham atau sekitar Rp5 juta per bulan, namun belum menerima uang
    fee
    yang dijanjikan.
    “Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa untuk pemulangan CPMI ke rumah masing-masing. Jika mereka tiba di Lombok sore ini, kami akan inapkan dulu di shelter,” tambah Noerman.
    Sebelumnya, BP2MI juga menggagalkan upaya pengiriman delapan CPMI ke Uni Emirat Arab secara nonprosedural melalui pengungkapan di sebuah apartemen di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin (23/12/2024) pukul 20.30 WIB.
    Noerman mengimbau kepada masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran agar berangkat secara prosedural sesuai dengan aturan berlaku.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PMK Menghantam Sapi di Magetan, Warga Terpaksa Jual dengan Harga Murah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 Desember 2024

    PMK Menghantam Sapi di Magetan, Warga Terpaksa Jual dengan Harga Murah Regional 29 Desember 2024

    PMK Menghantam Sapi di Magetan, Warga Terpaksa Jual dengan Harga Murah
    Tim Redaksi
    MAGETAN, KOMPAS.com
    – Puluhan sapi milik warga Desa Kedung Guwo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten
    Magetan
    , Jawa Timur, dilaporkan mati setelah mengalami gejala lemas dan kuku terluka.
    Rohman, salah satu warga Desa Kedung Guwo, mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, dua sapi miliknya mati.
    “Kemarin induknya yang berusia 10 tahun, tadi pagi anaknya yang berusia 2 bulan juga mati. Akhirnya kami kubur,” ujarnya, Minggu (29/12/2024).
    Rohman menduga sapi-sapi miliknya terserang Penyakit Mulut dan Kuku (
    PMK
    ), karena beberapa hari terakhir, sapi-sapi tersebut lemas dan tidak mau makan.
    “Tidak mau makan karena mulutnya seperti sariawan, terus kakinya juga ada luka,” katanya.
    Meskipun sudah melakukan vaksinasi tiga kali pada dua sapi induk miliknya, salah satunya tetap mati. Satu induk sapi lainnya bersama anaknya yang berusia 7 bulan kini juga terlihat sakit.
    “Yang mati itu sudah disuntik 3 kali, kalau anaknya belum disuntik. Yang masih sakit, termasuk anaknya, sudah disuntik 3 kali, sekali suntik Rp 100.000, semoga bisa bertahan,” ujar Rohman.
    Sementara itu, Sugianto, pemilik sapi lainnya di Desa Kedung Guwo, mengaku memilih menjual sapi-sapinya dengan harga murah daripada menanggung kerugian lebih parah.
    “Daripada rugi, saya jual meski harganya murah sekali. Yang sehat hanya laku Rp 5 juta, padahal harga normalnya Rp 25 juta. Yang sakit hanya laku Rp 1 juta,” kata Sugianto.
    Dia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 70 sapi milik tetangganya mengalami sakit yang sama dan mati.
    “Populasi sapi di desa kami hampir habis karena banyak yang mati. Kalau tidak mati ya dijual murah daripada rugi,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bukan Pesta Kembang Api, Pemprov Jakarta Gelar Muhasabah Saat Malam Tahun Baru di Monas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 Desember 2024

    Bukan Pesta Kembang Api, Pemprov Jakarta Gelar Muhasabah Saat Malam Tahun Baru di Monas Megapolitan 29 Desember 2024

    Bukan Pesta Kembang Api, Pemprov Jakarta Gelar Muhasabah Saat Malam Tahun Baru di Monas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar malam muhasabah, dzikir, dan doa dalam rangka perayaan tahun baru 2025 di Silang Barat Monas, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2024) mendatang.
    “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mengetuk hati kita, membaca diri kita mengenai perjalanan selama satu tahun terakhir,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Setda Provinsi DKI Jakarta, Aceng Zaini dalam keterangannya, Minggu (29/12/2024). 
    Acara yang akan dimulai sejak pukul 19.30-22.00 WIB itu diisi oleh beberapa agenda termasuk doa bersama, muhasabah, tausiyah, hingga penampilan dari penyanyi gambus. 
    Sejumlah tokoh penting akan mengisi agenda tersebut, salah satunya doa bersama dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
    Sedangkan muhasabah akan dipimpin oleh Dr. KH Ali Sibromalisi.
    “Kemudian untuk tausiyah akan diisi oleh KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta dimeriahkan juga oleh penyanyi gambus Alma ESBEYE,” tutur Aceng.
    Kegiatan ini digelar agar para warga dapat merefleksikan diri, evaluasi diri terhadap tindakan, ucapan, dan pikiran yang sudah dilakukan selama setahun terakhir di 2024. 
    Nantinya, melalui kegiatan ini diharapkan akan timbul rasa percaya diri, mental yang kuat dan semangat hidup berdampingan dengan target pembangunan Jakarta sebagai Kota Global.
    “Kami mengajak seluruh warga Jakarta, mari berbondong-bondong menghadiri muhasabah ini. Mari kita memohon ampun kepada Allah SWT atas semua yang telah kita perbuat agar keberkahan dan perjalanan kita pada tahun 2025 dapat berjalan lancar dan kita raih dengan mudah,” jelas Aceng.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imbas PPN 12 Persen, Harga Petasan dan Kembang Api Diyakini Ikut Naik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 Desember 2024

    Untung atau Rugi, Pedagang di Pasar Gembrong Nyalakan Petasan dan Kembang Apinya di Malam Tahun Baru Megapolitan 29 Desember 2024

    Untung atau Rugi, Pedagang di Pasar Gembrong Nyalakan Petasan dan Kembang Apinya di Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Berbicara soal untung atau rugi bukanlah menjadi prioritas utama bagi pedagang petasan di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (29/12/2024).
    Salah satunya bagi Kartini (49), pedagang yang sudah empat tahun berjualan petasan di area dekat Pasar Gembrong Baru.
    “Ya (saya berdagang) buat meramaikan malam tahun baru saja, ikut meramaikan setahun sekali juga kan (momennya),” ucap Kartini di lokasi, Minggu.
    Bermodal sekitar Rp 10 juta, Kartini tidak bisa memastikan nominal keuntungan yang dia peroleh selama sekitar seminggu berjualan. 
    Menurutnya, uang sebesar Rp 3-5 juta bisa jadi pendapatan bersihnya jika minat pembeli sedang melambung tinggi.
    Namun, pemasukan yang ia dapat per hari biasanya hanya mencukupi kebutuhan makan dan sisanya untuk melengkapi keperluan di rumah.
    Selama empat tahun berjualan, barang petasan terus tersisa lalu kemudian dijual kembali di momen krusial selanjutnya, contohnya Lebaran.
    Hal itu tetap tidak membuat dirinya segan berjualan petasan kembali, terlebih ini termasuk usaha musiman.
    “Apalagi para pedagang juga pada dinyalain itu petasan milik mereka. Kalau mereka dagang untung besar, ya nyalain. Kalau enggak untung juga, itu jam 00.00 WIB tetap pada nyalain,” ungkap Kartini.
    Kartini menuturkan, menyalakan petasan saat malam tahun baru sudah menjadi rutinitas tahunan pedagang di Gembrong. 
    Ia menjelaskan, para pedagang petasan yang berderet di Gembrong ini akan menggunakan barang dagangannya untuk merayakan euforia tahun baru.
    “Di sini tuh salah satu wilayah Jakarta yang ramai kalau pas malam tahun baru,” tutur Kartini.
    Hal serupa juga diceritakan Maryam (54), yang sudah biasa merayakan tahun baru di pinggir jalan bersama lapak dagangannya.
    “Nanti tuh pas kita (pedagang) nyalain petasan, pasti pengendara mobil dan motor yang lewat juga jadi ikutan nontonin,” ujar Maryam.
    Meski niat awal pedagang juga untuk memikat para pengguna jalan yang melintas, hal ini sekaligus demi menyegarkan semangat mereka di awal tahun baru.
    “Pokoknya kalau mau lihat gimana ramainya, coba aja datang ke daerah sini pas tanggal 31 Desember nanti,” terang Maryam. 
    Sementara lapak dagangannya yang bermodalkan Rp 20 juta itu, Maryam mengharapkan agar modal bisa terkumpul di awal tahun.
    “Intinya, modal harus utuh lagi karena kan kita minjam ke orang. Sisanya ya mau Rp 1-3 juta, kita terima seadanya,” tutur Maryam.
    Bagi Maryam, malam tahun baru seolah menjadi penyatu para pedagang yang sudah berjualan bersama sekitar sepekan lebih.
    “Modal jualan kami beda-beda, target pembelinya juga beda, tapi kalau pas malam tahun baru, rayain dulu aja sebentar,” jelas dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.