Antisipasi Macet Tahun Baru, Penumpang Kereta Gambir Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan rekayasa operasional terhadap 18 kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berangkat dari
Stasiun Gambir
, Selasa (31/12/2024).
Rekayasa operasional dilakukan sebagai antisipasi kemacetan di sekitar Gambir menjelang acara perayaan malam Tahun Baru 2025.
Kereta-kereta ini sejatinya tetap berangkat dari Stasiun Gambir. Tapi, kereta ini berhenti sejenak di Stasiun Jatinegara untuk memberikan waktu bagi penumpang yang akan naik.
“Pengaturan rekayasa operasi kereta api yaitu dengan memberhentikan 18 KA Jarak Jauh keberangkatan Stasiun Gambir di Stasiun Jatinegara di mana dalam kondisi normal KA-KA tersebut tidak berhenti,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko dalam keterangan resminya, Selasa.
Ixfan mengatakan, rekayasa operasi kereta ini dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan para pengguna kereta api menuju Stasiun Gambir. Pasalnya, hari ini dilakukan sejumlah pengalihan arus di sekitaran Jakarta Pusat.
“Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kepadatan lalu lintas di beberapa titik akses menuju dan dari Stasiun Gambir saat malam pergantian Tahun 2024/2025,” jelas Ixfan.
Ixfan menjelaskan, biasanya kereta-kereta ini tidak berhenti di Stasiun Jatinegara. Tapi, terkhusus hari ini, kereta akan berhenti sejenak agar penumpang yang kesulitan sampai ke Stasiun Gambir bisa naik dari Stasiun Jatinegara sebagai alternatif keberangkatan.
Berikut daftar 18 KA terdampak:
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2023/05/22/646b614c87900.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Antisipasi Macet Tahun Baru, Penumpang Kereta Gambir Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara Megapolitan 31 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/24/676a0a58dcd09.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025 Megapolitan 31 Desember 2024
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah telah mengumumkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 14 Oktober 2024.
Total ada 27 hari libur yang ditetapkan, terdiri dari 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama.
Tanggal-tanggal tersebut akan menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, yang dapat memanfaatkannya untuk beristirahat atau merayakan hari-hari besar keagamaan.
Libur nasional di awal tahun 2025 dimulai dengan liburan panjang pada Januari, yang diwarnai oleh tiga hari libur nasional.
Selanjutnya, libur nasional akan tersebar sepanjang tahun, termasuk pada bulan Maret, April, Mei, Juni, Agustus, September, dan Desember.
Namun, ada beberapa bulan seperti pada Februari, Juli, Oktober, dan November tidak akan memiliki libur nasional, sehingga masyarakat hanya dapat menikmati akhir pekan.
Berikut adalah daftar libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2025 berdasarkan
SKB 3 Menteri
:
Libur Nasional 2025
:
Cuti bersama 2025
:
Dengan adanya daftar ini, masyarakat bisa merencanakan waktu liburan atau cuti lebih awal dan memanfaatkan momen tersebut untuk bersantai atau berkumpul bersama keluarga.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/31/67737d675ba9b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Persiapan Malam Tahun Baru, Sejumlah Penyanyi Dangdut "Check Sound" di Panggung Depan Monas Megapolitan 31 Desember 2024
Persiapan Malam Tahun Baru, Sejumlah Penyanyi Dangdut “Check Sound” di Panggung Depan Monas
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Panggung musik di depan pintu Barat Daya Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat tengah melakukan
check sound
dan persiapan untuk acara perayaan malam tahun baru 2025 hari ini, Selasa (31/12/2024).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada pukul 11.49 WIB, seorang penyanyi dangdut dan band pengiringnya tengah melakukan
check sound
di atas panggung yang berada di samping Patung Arjuna Wijaya ini.
Ketika itu, sejumlah pengendara ojek online (ojol) dan penjual di sekitar Monas tampak berada di depan separator berwarna orange untuk menunggu penumpang sembari menikmati alunan lagu yang diputar.
Panggung di sisi Barat Monas ini menghadap langsung ke Jalan MH Thamrin. Nanti malam, jalan di sekitar panggung akan ditutup sebagai lokasi acara. Jadi, masyarakat bisa menonton langsung di jalan yang siang ini masih dipadati oleh kendaraan bermotor.
Di belakang panggung terdapat sejumlah tenda putih sebagai ruang tunggu para musisi dan pengisi acara.
Berdasarkan papan nama yang ada di depan tenda, diketahui kalau panggung ini akan diisi oleh Angel Vie dan Fire Amanda; Cici Marissa; Wulan Alora KDI; Staff Koplo; Band Dude; Tine and Tone Band; dan Susi Ngapak.
Sementara, di dalam Monas sendiri akan berlangsung konser musik dengan rentetan acara lainnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyelenggarakan Car Free Night atau malam bebas kendaraan bermotor untuk merayakan malam Tahun Baru 2025 bertajuk “Semarak Jakarta Mendunia” di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan arah sebaliknya pada Selasa (31/12/2024) malam ini.
Dalam acara tersebut, akan tersaji sebanyak 15 panggung hiburan yang tersebar di sejumlah titik dimulai pukul 18.30 WIB (Selasa, 31 Desember 2024) – 00.30 WIB (Rabu, 1 Januari 2025).
Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, berikut ini adalah daftar lokasi panggung hiburan pada malam Tahun Baru 2025 di sekitar Sudirman-Thamrin:
Jalan MH Thamrin
Jalan Jenderal Sudirman
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/31/67737533d3707.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pedagang Terompet di Pasar Gembrong Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang Malam Tahun Baru Megapolitan 31 Desember 2024
Pedagang Terompet di Pasar Gembrong Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang Malam Tahun Baru
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
Pedagang terompet
dan kembang api di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, mengeluhkan soal sepinya pembeli jelang malam pergantian
Tahun Baru 2025
.
Salah satu pedagang, Hartati (40) mengatakan, penjualan terompet tradisional di tahun ini sangat menurun jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sepi sih (penjualan terompet), enggak seperti tahun kemarin biasanya sudah banyak yang borong (terompet) buat di kafe, terus kantor-kantor, ini enggak ada,” kata Hartati saat ditemui kompas.com, Selasa (31/12/2024).
Hartati mengaku baru sekitar puluhan terompetnya yang laku dibeli. Rata-rata pembelinya hanya perorangan saja.
“Baru 50 terompet, biasanya sudah ratusan, kalau satu hari jelang tahun baru pembelinya dari kafe hingga kantor. Kalau sekarang perorangan doang, seperti satu keluarga beli lima,” kata dia.
Hartati sudah berjualan terompet dan kembang api sejak 2019. Bagi dia, salah satu faktor penurunan penjualan karena masyarakat lebih memilih membeli terompet gas.
“Berpengaruh banget itu terompet gas (dengan penurunan penjualan terompet tradisional,” ucap dia.
Hal senada juga dirasakan oleh
pedagang terompet
dan kembang api lainnya di Pasar Gembrong bernama Fariz (29).
Dia mengatakan, penjualan terompet tradisional turun hampir 50 persen jika dibandingkan tahun lalu.
“Penurunan ada lah sekitar 40-50 persen,” kata Fariz.
Namun Fariz meyakini akan terjadi peningkatan pembelian pada malam hari menjelang Tahun Baru 2025.
“Biasanya malam sih baru ramai membeli terompet atau kembang api,” ujar dia.
Sedangkan Arif (43) mengungkapkan, biasanya penjualan terompet dan kembang api meningkat H-3 tahun baru.
Namun, kali ini kondisinya berbeda. Sudah H-1 pergantian tahun baru penjualan terompet dan kembang apinya masih lesu.
“Biasanya tiga hari menjelang tahun baru itu sudah pada laku, sekarang agak susah,” kata pedagang terompet dan kembang api yang sudah berjualan selama lima tahun terakhir ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2017/07/14/641871851.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPAI Soroti Penyebab Terjatuhnya Bocah di Apartemen Tangsel, Minta Jangan Ada yang Ditutup-tutupi Megapolitan 31 Desember 2024
KPAI Soroti Penyebab Terjatuhnya Bocah di Apartemen Tangsel, Minta Jangan Ada yang Ditutup-tutupi
Penulis
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (
KPAI
) menyoroti belum terungkapnya penyebab jatuhnya bocah berusia 6 tahun, berinisial A, dari lantai 18 apartemen di
Pondok Aren
,
Tangerang Selatan
pada Senin (23/12/2024).
Komisioner KPAI Jasra Putra meminta, pihak pengelola hingga kepolisian untuk tidak menutup-nutupi penyebab terjatuhnya korban hingga menyebabkan meninggal dunia.
“Ya (jangan ada yang ditutupi) karena kan ini ada yang meninggal, itu harus diungkap kenapa korban jatuh gitu ya. Saya kira ini penting ya karena setiap nyawa anak itu penting ya,” kata Jasra saat dihubungi
Kompas.com
, Selasa (31/12/2024).
Dengan demikian, Jasra mendesak kepolisian harus segera mengungkap penyebab pasti insiden tersebut agar tidak ada spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Semua yang mengetahui dalam kejadian ini, termasuk saksi dan pengasuh korban, harus diminta keterangan untuk membantu proses penyelidikan.
“Hak hidup itu kan bagian dari hak asasi, termasuk si anak. Dan tak boleh satu orang pun, termasuk juga negara, menghalangi hak hidup gitu ya. Saya kira itu harus diungkap gitu ya,” kata Jasra.
KPAI juga menekankan pentingnya mengungkap kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi insiden ini.
Selain itu, pengelola apartemen diminta untuk meningkatkan standar keselamatan demi mencegah kejadian serupa di masa depan.
Jasra mengingatkan selain faktor jatuh, ada kemungkinan penyebab lain yang perlu diselidiki secara tuntas.
“Kita berharap kepolisian bisa mengungkapkan ya, apakah ada dugaan ditutupi atau ada dugaan kelalaian lalu diupayakan tidak tercium oleh aparat hukum gitu ya,” kata Jasra.
Diberitakan sebelumnya, polisi belum mengungkap penyebab terjatuhnya A dari lantai 18 apartemen di Tangerang Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang ditangani Polres Tangerang Selatan (
Tangsel
).
“Ke Polres Tangsel, ya. Sampaikan dari saya,” kata Ade Ary kepada
Kompas.com
, Jumat (27/12/2024).
Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Kapolsek Pondok Aren Kompol Muhibbur menuturkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
“Kami masih dalami, sementara proses lidik,” ujar Muhibbur saat dikonfirmasi.
Adapun peristiwa tragis ini terjadi di apartemen di Jalan Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, pukul 15.55 WIB.
Insiden bermula ketika seorang diduga asisten rumah tangga (ART) menanyakan keberadaan seorang anak kepada sekuriti apartemen, Saiful Anwar, dan pengelola apartemen, Windani.
“Perempuan diduga pembantu yang bertanya mencari anak hilang. Saksi kemudian membantu mencari keberadaan anak itu,” kata Ade Ary.
Setelah pencarian, Saiful menemukan tubuh korban di area rumput dekat Tower B apartemen.
Korban ditemukan dalam kondisi telungkup. Saksi segera menghubungi koordinator sekuriti dan ambulans untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro.
“Namun, nyawa korban tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.35 WIB,” ungkap Ade Ary.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dikafani dan dibawa ke kampung halamannya di Palembang.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/04/26/662b72c71a0d6.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
DKJ Punya Tantangan Besar pada 2025, Fahira Idris Paparkan Strategi Menghadapinya Megapolitan 31 Desember 2024
DKJ Punya Tantangan Besar pada 2025, Fahira Idris Paparkan Strategi Menghadapinya
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil)
Daerah Khusus Jakarta
(DKJ)
Fahira Idris
mengatakan, Jakarta memiliki empat tantangan besar pada 2025.
Sebagai pusat ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia serta punya visi menjadi kota global dunia, Jakarta menghadapi berbagai tantangan signifikan pada 2025.
“Empat tantangan yang penting menjadi perhatian pada 2025, yaitu pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan warga, infrastruktur dan lingkungan hidup yang saling mendukung dan berkelanjutan, serta mewujudkan pemerintahan yang modern,” katanya dalam siaran pers, Selasa (31/12/2024).
Tantangan itu memerlukan strategi yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan warga dan keberlanjutan pertumbuhan kota.
“Empat tantangan ini bisa dilalui dengan baik dengan kebijakan yang berpihak kepada warga, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
Dia berharap, dengan pendekatan itu, Jakarta tidak hanya dapat mengatasi tantangannya, tetapi juga menjadi contoh nyata dari kota global yang modern dan berdaya saing tinggi.
Oleh karena itu, Fahira memaparkan beberapa strategi untuk menghadapi tantan tersebut. Untuk strategi pemerataan ekonomi, salah satunya adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.
Menurutnya, hal itu dilakukan melalui optimalisasi sektor unggulan, seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM), ekonomi kreatif, industri makanan-minuman, retail, dan sektor jasa menjadi prioritas.
Kemudian, dilakukan juga melalui bursa kerja yang terintegrasi, lapangan kerja baru dapat dicapai. Selain itu, pengembangan sektor
meetings, incentives, conferences, exhibitions, dan events
(MICEE) yang akan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat bisnis regional.
Senator Jakarta tersebut mengatakan, optimalisasi itu bisa dilakukan lewat penyediaan insentif dan penyederhanaan proses perizinan.
Selain itu, peningkatan kesejahteraan warga bisa diungkit melalui dua bidang utamanya, yaitu pendidikan dan kesehatan.
Kemudian, keberlanjutan program wajib belajar 12 tahun dan program, seperti Satu Keluarga, Satu Sarjana, serta Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul ( KJMU) menjadi landasan penting dalam mencetak generasi unggul.
Fahira juga berharap, pelatihan vokasi dan literasi digital di Jakarta semakin intensif untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompetitif pada 2025.
Untuk bidang kesehatan, Fahira menilai peningkatan kesehatan bisa dilakukan dengan memperkuat KJS plus dan perluasan program lain, salah satunya medical check-up gratis bagi seluruh warga Jakarta.
Selain itu, program
zero stunting dan
layanan khusus lanjut usia (lansia) serta perluasan akses air bersih menjadi langkah konkret menuju Jakarta sehat.
Di sisi lain, infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan juga menjadi tantangan tersendiri.
“Oleh karena itu, ke depan harus dipastikan pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan publik dan lingkungan hidup mulai dari sistem drainase yang modern hingga transportasi umum yang efisien untuk mengurangi emisi karbon,” ujarnya.
Fahira menambahkan, Jakarta yang bercita-cita menjadi kota global juga harus didukung pemerintahan yang modern.
Untuk itu, reformasi birokrasi berbasis meritokrasi dan inovasi layanan digital harus menjadi pilar dalam menciptakan pemerintahan yang responsif, bersih, dan modern.
“Tantangan Jakarta pada 2025 memerlukan pendekatan yang holistik, melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan warga,” katanya.
Fahira menegaskan, dengan strategi yang tepat, Jakarta dapat menjadi kota yang inklusif, berkelanjutan, dan terus berkembang sebagai pusat kebanggaan nasional dan internasional.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/24/676a7317e5b21.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPAI Turun Tangan Usut Penyebab Terjatuhnya Bocah dari Lantai 18 Apartemen di Tangsel Megapolitan 31 Desember 2024
KPAI Turun Tangan Usut Penyebab Terjatuhnya Bocah dari Lantai 18 Apartemen di Tangsel
Penulis
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turun tangan mengusut penyebab terjatuhnya seorang bocah perempuan berinisial A (6) dari lantai 18 sebuah apartemen di
Pondok Aren
,
Tangerang Selatan
pada Senin (23/12/2024).
Langkah ini diambil karena hingga kini pihak kepolisian, baik Polsek Pondok Aren maupun Polres Tangerang Selatan, belum berhasil mengungkap penyebab insiden yang menewaskan korban.
“Oleh sebab itu, KPAI akan koordinasi dengan Polres untuk mendalami informasi ini sehingga kita mengetahui apa penyebab kematian ananda (korban) ini,” kata Komisioner KPAI, Jasra Putra saat dihubungi
Kompas.com
, Selasa (31/12/2024).
KPAI mengimbau agar polisi transparan dalam menyampaikan penyebab terjatuhnya korban agar tidak menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.
Jika penyebab terjatuhnya korban belum juga terungkap, KPAI meminta pengelola apartemen yang mengetahui peristiwa tersebut untuk memberikan informasi kepada polisi.
“Sehingga nanti tentu kepolisian bisa mengambil kesimpulan, apakah ini jatuhnya dalam tanda petik ada yang mendorong, atau mungkin ada hal lain. Ini pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di publik,” kata Jasra.
Selain itu, Jasra menyoroti pentingnya langkah jangka panjang dari pengelola apartemen untuk meningkatkan standar keselamatan, terutama bagi anak-anak.
“Ketiga, nanti kita berharap dalam jangka panjang pengelola hunian modern seperti apartemen ini tentu harus meningkatkan standar prosedur terkait keselamatan, terutama bagi anak-anak. Hal ini perlu kita antisipasi dari kasus-kasus yang ada,” ujar Jasra.
Diberitakan sebelumnya, polisi belum mengungkap penyebab terjatuhnya A dari lantai 18 apartemen di Tangerang Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang ditangani Polres Tangerang Selatan (
Tangsel
).
“Ke Polres Tangsel, ya. Sampaikan dari saya,” kata Ade Ary kepada Kompas.com, Jumat (27/12/2024).
Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Kapolsek Pondok Aren Kompol Muhibbur menuturkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
“Kami masih dalami, sementara proses lidik,” ujar Muhibbur saat dikonfirmasi.
Adapun peristiwa tragis ini terjadi di sebuah apartemen di Jalan Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, sekitar pukul 15.55 WIB.
Insiden bermula ketika seorang diduga asisten rumah tangga (ART) menanyakan keberadaan seorang anak kepada sekuriti apartemen, Saiful Anwar, dan pengelola apartemen, Windani.
“Perempuan diduga pembantu bertanya mencari anak hilang. Saksi kemudian membantu mencari keberadaan anak itu,” kata Ade Ary.
Setelah pencarian, Saiful menemukan tubuh korban di area rumput dekat Tower B apartemen.
Korban ditemukan dalam kondisi telungkup. Saksi segera menghubungi koordinator sekuriti dan ambulans untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro.
“Namun, nyawa korban tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.35 WIB,” ungkap Ade Ary.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dikafani dan dibawa ke kampung halamannya di Palembang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/05/03/663477d1436d0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/12/31/65915235be90f.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2021/04/10/6071b7b2a5b5e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)