Category: Kompas.com Metropolitan

  • Dampak Normalisasi Sungai, 80 Hektar Lahan Pertanian Semarang Kehilangan Air
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2024

    Dampak Normalisasi Sungai, 80 Hektar Lahan Pertanian Semarang Kehilangan Air Regional 31 Desember 2024

    Dampak Normalisasi Sungai, 80 Hektar Lahan Pertanian Semarang Kehilangan Air
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Wakil Menteri Dalam Negeri (
    Wamendagri
    )
    Bima Arya Sugiarto
    mengunjungi
    lahan pertanian
    warga di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/12/2024).
    Kunjungan ini dilakukan karena banyak lahan pertanian yang tidak dapat ditanami akibat
    kekurangan air
    .
    “Di sini ada 40 hektar, di sana ada 40 hektar. Jadi bisa 80 hektar lahan pertanian yang kekurangan air,” kata Bima saat berada di lokasi.
    Bima menjelaskan, kekurangan air tersebut disebabkan oleh tidak mengalirnya air dari Sungai Beringin ke lahan pertanian warga.
    “Airnya berkurang bahkan mati,” ucapnya.
    Saluran irigasi menuju lahan pertanian tersebut mengalami kerusakan setelah normalisasi Sungai Beringin dilakukan untuk mengatasi masalah banjir.
    “Kalau di masa lalu itu paradigmanya berbeda, ada kebutuhan untuk mengatasi banjir. Tapi berdampak pada saluran irigasi yang airnya berkurang bahkan mati,” ungkap Bima.
    Akibat kondisi ini, para petani di Kelurahan Mangkang Wetan tidak dapat panen tiga tahun terakhir.
    “Saya minta tolong dicek, dipastikan usulan ini masuk di tahun depan untuk pembangunan irigasi,” tambahnya.
    Bima berharap lahan pertanian di Mangkang Wetan dapat tiga kali panen dalam satu tahun, sehingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
    “Selain bisa mencukupi kebutuhan, kemudian bisa dibeli oleh Bulog untuk dipasarkan,” kata Bima.
    Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong perhatian pemerintah untuk segera menangani masalah irigasi yang berdampak pada ketahanan pangan di daerah tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ayah Siram Air Keras kepada Keluarganya di Sukabumi Sudah Direncanakan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2024

    Ayah Siram Air Keras kepada Keluarganya di Sukabumi Sudah Direncanakan Bandung 31 Desember 2024

    Ayah Siram Air Keras kepada Keluarganya di Sukabumi Sudah Direncanakan
    Tim Redaksi
    SUKABUMI, KOMPAS.com

    Kepolisian Polres Sukabumi
    mengungkap bahwa
    penyiraman air keras
    yang menimpa seorang ibu rumah tangga beserta anak dan cucunya telah direncanakan oleh pelaku, Gagan (59).
    Hal ini disampaikan oleh Kepala Polres Sukabumi, AKBP Samian, dalam konferensi pers di RSUD Sekarwangi Cibadak, Minggu (30/12/2024).
    “Jauh-jauh hari, Gagan sudah merencanakan penyiraman ini dengan membeli air keras asam sulfat,” kata Samian.
    Penyiraman tersebut terjadi pada hari Minggu (29/12/2024) di rumah korban yang beralamat di Kampung Duku Nara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
    Dedeh Kurniasih (45 tahun), istri Gagan, menjadi korban pertama saat ia selesai menjemur pakaian.
    Tiba-tiba, Dedeh disiram dengan cairan asam sulfat oleh suaminya.
    Selain Dedeh, tiga anggota keluarga lainnya juga terkena siraman tersebut, yaitu anak dan cucu tirinya yang berinisial SA (18 tahun), AJ (11 tahun), dan D (4 tahun).
    Samian menjelaskan bahwa tindakan Gagan dipicu oleh
    cemburu buta
    terhadap Dedeh.
    “Motifnya adalah salah paham, pelaku cemburu (diduga) adanya pria lain,” lanjutnya.
    Saat ini, Gagan telah diamankan oleh pihak kepolisian Sukabumi.
    Keluarga korban meminta agar pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya yang sangat kejam ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tantangan Jabar 2025, Akademisi: Gubernur Harus Berani Tidak Populer
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2024

    Tantangan Jabar 2025, Akademisi: Gubernur Harus Berani Tidak Populer Bandung 31 Desember 2024

    Tantangan Jabar 2025, Akademisi: Gubernur Harus Berani Tidak Populer
    Editor
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Gubernur baru di Jawa Barat diminta membangun fondasi yang kuat. Berbagai keputusan atau pendekatan yang diambil sebisa mungkin menghindari proyek besar yang hanya bertujuan meningkatkan popularitas jangka pendek.
    Hal itu disampaikan Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran (
    Unpad
    ) sekaligus Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Profesor Arief Anshory Yusuf dalam diskusi “Outlook Ekonomi, Hukum, dan Politik Indonesia dan Jawa Barat 2025.
    “Fokus harus diarahkan pada kebijakan yang bersifat mendasar dan jangka panjang, meskipun hasilnya tidak langsung terlihat,” ucap Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Arief Anshory Yusuf dalam rilisnya, Selasa (31/12/2024).
    Arief mengingatkan, pemerintah yang sukses bukanlah yang mencari glorifikasi saat masa jabatannya, tetapi yang membangun dasar kokoh bagi masa depan.
    “Jadi harus berani untuk tidak populer, tetapi tetap berorientasi pada hasil yang substansial,” tegas Arief.
    Menurutnya, Jabar sangat dikenal sebagai hub-manufaktur di Indonesia. Di mana pemerintah, baik pusat maupun provinsi, masih sangat mengandalkan sektor manufaktur.
    “Ketergantungan dengan sektor manufaktur ini terlihat dari kebijakan hilirisasi yang menjadi langkah untuk menghidupkan kembali industrialisasi yang mengalami stagnasi,” tutur Arief.
    Langkah ini, dimotivasi fakta Indonesia, termasuk Jabar mengalami stagnasi industrialisasi. Namun, kontribusi sektor manufaktur Jabar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sudah tidak signifikan seperti dulu.
    “Manufaktur Jabar menghadapi tantangan berat, termasuk persaingan ketat dengan negara-negara seperti Vietnam dan Tiongkok. Bahkan upah minimum pekerja di Vietnam misalnya, itu hanya setengah dari Indonesia. Dan ini menjadikannya lebih kompetitif,” papar dia.
    Ini berakibat, manufaktur tidak lagi menjadi pendorong utama pertumbuhan di Jabar. Perubahan tersebut pun terkonfirmasi dari pertumbuhan ekonomi Jabar yang kini tak lagi di atas nasional.
    Stagnasi di sektor manufaktur mendorong terjadinya tersierisasi atau pergeseran ke sektor jasa yang lebih banyak. Namun, tersierisasi yang terjadi di Jabar cenderung ke arah jasa berkualitas rendah.
    “Selama ini kita seolah berasumsi re-industrialisasi akan berhasil atau hilirisasi akan sukses. Padahal ada rencana lain yang bisa dilakukan yakni memfasilitasi tersierlisasi. Misalnya mengembangkan sektor pariwisata dengan serius, atau pengembangan start-up agar kualitas pekerja meningkat,” ungkapnya.
    Untuk itu, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi tantangan besar bagi Jabar. Pendidikan rata-rata penduduk Jabar masih rendah, dengan angka lama sekolah yang berada di peringkat bawah secara nasional.
    Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif, terutama untuk mendukung sektor startup dan pariwisata yang potensial.
    Lalu dalam lanskap politik Indonesia, Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia, Profesor Karim Suryadi mengatakan, dinamika kekuasaan memperlihatkan pola yang relatif stabil dan harmonis.
    Koalisi Indonesia Maju, sebagai koalisi politik dominan, terus menguasai berbagai lini pemerintahan dengan dukungan mayoritas partai politik di parlemen. Hal ini menciptakan suasana “bulan madu” politik yang diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat.
    Menurutnya, keberhasilan KIM dalam membangun soliditas diantara partai-partai anggotanya, menjadi fondasi utama stabilitas tersebut.
    “Dengan menguasai mayoritas kursi di DPR, koalisi ini memiliki kemampuan yang kuat untuk mengendalikan arah legislasi dan kebijakan nasional. Kesepakatan bersama dalam koalisi ini juga meminimalkan potensi friksi,” ungkap Karim.
    Namun, stabilitas ini bukan tanpa tantangan. Risiko terbesar dalam periode bulan madu politik adalah terjadinya stagnasi akibat kurangnya dinamika oposisi yang sehat.
    “Demokrasi membutuhkan checks and balances untuk memastikan bahwa kekuasaan dijalankan secara transparan dan akuntabel,” ucapnya.
    Disisi lain, lanjutnya, salah satu efek dari dominasi politik ini adalah semakin minimnya partisipasi masyarakat dalam proses politik.
    Sementara itu, paparan pada bidang hukum,
    akademisi
    Unpad, Mei Sunanto menilai, reformasi hukum di Indonesia belum ada perubahan besar yang terasa.
    Langkah yang diambil cenderung setengah hati dan tidak menyentuh tiga elemen utama sistem hukum, yakni substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum.
    “Banyak undang-undang yang dibuat belum benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tidak sedikit langkah yang diambil tidak ada landasan hukumnya atau dengan kata lain hanya berbasis diskresi,” ungkap Mei.
    Selain itu, lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan peradilan masih menghadapi masalah besar, misalnya saat ini muncul tren penegakan hukum cenderung lebih cepat dilakukan jika kasusnya menjadi viral terlebih dahulu.
    “Kesadaran hukum masyarakat masih rendah. Banyak orang tidak memahami hak dan kewajiban mereka. Di sisi lain, aparat hukum sering kali masih bekerja dengan mentalitas transaksional, bukan pelayanan yang adil,” papar Mei.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kepadatan di Malioboro dan Rincian "Car Free Night" di Yogyakarta…
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        31 Desember 2024

    Kepadatan di Malioboro dan Rincian "Car Free Night" di Yogyakarta… Yogyakarta 31 Desember 2024

    Kepadatan di Malioboro dan Rincian “Car Free Night” di Yogyakarta…
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Situasi di
    Jalan Malioboro
    , ikon Kota
    Yogyakarta
    , mulai dipadati wisatawan pada Selasa (31/12/2024) sore.
    Lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan, diperparah dengan pengurangan volume jalan akibat pemasangan pagar pembatas di sisi timur.
    Pagar pembatas tersebut dipasang untuk memfasilitasi evakuasi wisatawan dan masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun di Jalan Malioboro.
    Kepadatan lalu lintas sudah terasa sejak Jalan Mataram, yang merupakan salah satu jalur penghubung menuju Malioboro.
    Kepadatan lalu lintas mencapai persimpangan Jalan Abu Bakar Ali, di mana pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa buka tutup jalur.
    Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Sat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Jayeng Hadi Harjasa, menginformasikan bahwa wisatawan yang menuju Jalan Malioboro harus memutar.
    Untuk wisatawan dari arah timur atau utara, diminta memutar melalui Stadion Kridosono, lalu masuk ke Jalan Abu Bakar Ali sebelum akhirnya menuju Malioboro.
    “Sementara yang datang dari selatan atau barat bisa melalui jalur tengah, dari Wirobrajan ke timur, atau Gedongkuning ke barat, kemudian bertemu di Gondomanan untuk menuju utara ke Jalan Mataram,” jelas Jayeng.


    KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Jalan Malioboro dipadati pengunjung saat libur Natal, Rabu (25/12/2024)
    Dia juga menambahkan bahwa kantong-kantong parkir telah disediakan di sekitar Jalan Malioboro, termasuk di Ngabean, Senopati, Beskalan, dan Ketandan.
    “Khusus untuk hari ini, area Abu Bakar Ali digunakan hanya untuk kendaraan pribadi, sementara bus wisata tidak diperkenankan parkir di area tersebut,” tambahnya.
    Sementara itu, menjelang malam pergantian tahun, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan menggelar acara
    car free night
    di dua lokasi.
    Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Zandaru Budi Purwanto, menjelaskan bahwa
    car free night
    akan dilaksanakan di kawasan Tugu Yogyakarta dan Titik Nol Yogyakarta.
    “Acara ini diadakan untuk mengakomodasi warga dan wisatawan yang ingin merayakan tahun baru di Kota Yogyakarta,” ungkap Zandaru.
    Penutupan jalan menuju kedua kawasan tersebut direncanakan mulai pukul 16.00 WIB, meskipun pihaknya memperkirakan penutupan akan lebih efektif dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB.
    Dengan adanya berbagai rekayasa lalu lintas dan acara yang digelar, diharapkan warga dan wisatawan dapat merayakan pergantian tahun dengan aman dan nyaman di Yogyakarta.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Juta Sapi Bakal Diimpor untuk Konsumsi dan Makan Siang Bergizi Gratis
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2024

    2 Juta Sapi Bakal Diimpor untuk Konsumsi dan Makan Siang Bergizi Gratis Regional 31 Desember 2024

    2 Juta Sapi Bakal Diimpor untuk Konsumsi dan Makan Siang Bergizi Gratis
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengungkapkan rencana impor 2 juta sapi hidup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging dan susu, termasuk program
    makan siang bergizi gratis
    di Indonesia.
    Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan susu di Indonesia masih bergantung pada impor.
    Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jateng, Sudaryono menegaskan, impor ini tidak akan mengganggu anggaran APBN.
    “Kementerian Pertanian dari tahun lalu telah menginisiasi untuk penyediaan susu dan daging sapi dengan cara mendatangkan indukan hidupnya. Tidak menggunakan APBN dengan membuka kesempatan bagi sektor swasta, apakah swasta, BUMN, koperasi baik di dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di peternakan sapi itu di Indonesia,” ujarnya pada Selasa (31/12/2024).
    Dia menambahkan, pada 2025 akan ada peningkatan jumlah sapi perah dan sapi pedaging yang didatangkan untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging.
    Dari total 2 juta sapi hidup yang direncanakan, 1,2 juta di antaranya adalah sapi perah, dengan 141 pelaku usaha yang telah berkomitmen.
    Untuk sapi pedaging, targetnya adalah 800.000 ekor, dengan 70 pelaku usaha yang sudah terlibat.
    Sudaryono menjelaskan pentingnya upaya ini mengingat Indonesia telah mencapai swasembada telur dan daging ayam, sehingga fokus saat ini adalah pada pemenuhan kebutuhan susu dan daging dari peternakan sapi domestik.
    “Di semua menu yang akan kita makan di (program) makan bergizi gratis, selain ikan dan garam menjadi domain kementerian pertanian. Hanya untuk kebutuhan daging dan susu memang kita masih cukup besar kebutuhan impornya,” tambahnya.
    Impor sapi hidup ini direncanakan berasal dari beberapa negara, termasuk Brasil, yang memiliki populasi sapi terbesar di dunia.
    Sapi dari Brasil dianggap cocok untuk diimpor karena dapat beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia.
    Sudaryono mengungkapkan, regulasi untuk mendatangkan sapi hidup telah diajukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan sudah ditandatangani, tinggal menunggu pengundangan.
    “Sudah kami ajukan ke presiden dan sudah ditandatangani, tinggal nunggu diundangkan sehingga kami bisa mendatangkan sapi hidup dari Brasil dengan total 5 tahun ini kita dapatkan 2 juta ekor,” jelasnya.
    Untuk mendukung rencana ini, dibutuhkan total 1,7 juta hektar lahan, dengan lahan terbesar berada di Kabupaten
    Blora
    , Jawa Tengah.
    “Totalnya sudah kita identifikasi ada 1,7 juta hektar di seluruh Indonesia. Kalau di Jawa Tengah ini ada di Blora, kemudian ada di beberapa kabupaten yang lain, nanti kami bisa berikan,” imbuh Sudaryono.
    Kebutuhan lahan seluas 1,7 juta hektar ini menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk menarik investasi di sektor peternakan sapi hidup.
    “Kebutuhan akan bahan pangan itu sudah ada jaminan pasarnya, sehingga ini yang membuat banyak pengusaha baik dalam maupun luar negeri mau dan berkeinginan untuk berinvestasi di Indonesia, untuk mendatangkan sapi hidup,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Setiap Bulan, 12 Orang Tewas di Magelang akibat Kecelakaan Lalu Lintas
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2024

    Setiap Bulan, 12 Orang Tewas di Magelang akibat Kecelakaan Lalu Lintas Regional 31 Desember 2024

    Setiap Bulan, 12 Orang Tewas di Magelang akibat Kecelakaan Lalu Lintas
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com
    – Sepanjang 2024, Polresta
    Magelang
    , Jawa Tengah, mencatat ada sebanyak 969 kasus
    kecelakaan lalu lintas
    .
    Dari jumlah tersebut, 145 orang dilaporkan meninggal dunia yang menunjukkan rata-rata 12 orang tewas setiap bulannya.
    Kepala Polresta Magelang Kombes Mustofa mengatakan, kecelakaan lalu lintas disebabkan berbagai faktor seperti
    human error
    , buruknya infrastruktur jalan, kondisi kendaraan, atau kontur jalanan.
    Di Kabupaten Magelang terdapat jalur-jalur yang kerap menjadi lokasi kecelakaan. Jalur Salaman, Magelang menuju Kabupaten Purworejo, misalnya, yang berkontur menanjak.
    “Di Salaman (menuju Purworejo), sering truk berguling karena tidak kuat menanjak dan kelebihan muatan,” ungkapnya dalam konferensi pers di Polresta Magelang, Selasa (31/12/2024).
    Kemudian, jalur Magelang-Daerah Istimewa Yogyakarta di sepanjang Kecamatan Mertoyudan sampai Kecamatan Salam juga acap menjadi lokasi kecelakaan, terutama, di titik-titik U turn.

    “Di Magelang-Yogyakarta rata-rata karena pengendara kurang hati-hati. Khususnya beberapa kali di U turn,” papar Mustofa.
    Selain itu, kecelakaan tidak jarang terjadi di jalur Magelang-Semarang di pertigaan Kecamatan Secang yang berkontur menurun.
    Menurut Mustofa, pengendara kerap mengantuk atau kendaraannya mengalami rem blong ketika melintas di sini.
    Catatan sebanyak 969 kecelakaan lalu lintas tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang sebanyak 1.017 kasus.
    Jumlah korban jiwa tahun ini sebanyak 145 orang juga lebih kecil ketimbang tahun lalu yang sejumlah 157 orang.
    Adapun korban luka ringan sebanyak 1.100 orang di tahun 2024 dan 1.195 orang di tahun 2023. Sedangkan, korban luka berat dicatat 0 baik pada 2024 maupun 2023.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pencarian Kasat Reskrim Teluk Bintuni Papua Barat Dihentikan Sementara
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2024

    Pencarian Kasat Reskrim Teluk Bintuni Papua Barat Dihentikan Sementara Regional 31 Desember 2024

    Pencarian Kasat Reskrim Teluk Bintuni Papua Barat Dihentikan Sementara
    Tim Redaksi
    MANOKWARI, KOMPAS.com

    Kapolda Papua Barat
    Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengumumkan bahwa pencarian Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni,
    AKP Tommy Samuel Marbun
    , dihentikan sementara.
    Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa (31/12/2024) di Manokwari.
    “Kami berduka atas hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni. Untuk pencarian, dihentikan sementara,” ungkap Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
    Kasat Reskrim, AKP Tommy Samuel Marbun, dilaporkan tergelincir saat melakukan pengejaran terhadap Marthen Aikingging, seorang DPO pelaku penyerangan pekerja jalan di Mayerga pada tahun 2022.
    Insiden tersebut terjadi ketika Marbun berusaha menyeberangi kali Rawara di Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, pada Rabu (18/12/2024).
    Menurut Kapolda, saat menyeberang kali Rawara, AKP Marbun tergelincir akibat derasnya arus sungai, sementara sebagian personel sudah berada di seberang.
    “Upaya pencarian telah dilakukan sejak dinyatakan hilang, namun belum ada hasil,” kata Kapolda.
    Pencarian dilakukan dengan menggunakan transportasi laut dan udara, termasuk helikopter milik Baharkam Polri.
    “Pencarian akan dilanjutkan setelah agenda Natal dan tahun baru selesai,” ujarnya.
    Kapolda juga meminta Kapolres Teluk Bintuni dan tim untuk mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi agar lebih cermat dan waspada.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6 Titik Puncak Bogor Disekat Selama "Car Free Night" Tahun Baru 2025
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2024

    6 Titik Puncak Bogor Disekat Selama "Car Free Night" Tahun Baru 2025 Bandung 31 Desember 2024

    6 Titik Puncak Bogor Disekat Selama “Car Free Night” Tahun Baru 2025
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com

    Sat Lantas Polres Bogor
    akan melakukan penyekatan di enam titik akses masuk ke
    jalur wisata Puncak
    , Bogor, Jawa Barat, selama kegiatan
    Car Free Night
    Tahun Baru 2025 yang berlangsung pada Selasa (31/12/2024) mulai pukul 18.00 WIB.
    Kepala Bagian Operasional (KBO) Sat Lantas Polres Bogor, Iptu Ardian, mengungkapkan bahwa penyekatan akan dilakukan di jalan-jalan arteri yang terintegrasi dengan Jalan Raya Puncak.
    “Kalau untuk di wilayah Puncak Bogor memang kami laksanakan penyekatan bagi kendaraan roda 2 maupun roda 4 itu di 6 titik,” kata Ardian saat ditemui di Pospol Simpang Gadog, Ciawi.
    Penyekatan ini bertujuan untuk mencegah arus kendaraan yang hendak menuju jalur wisata Puncak.
    Ardian merinci enam titik penyekatan yang akan diterapkan, yaitu Simpang Pasir Angin, Simpang Megamendung, Simpang Lokawiratama, Simpang Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, dan Rest Area Gunung Mas.
    Sebanyak 300 personel kepolisian akan dikerahkan untuk berjaga di enam titik penyekatan tersebut.
    “Sehingga dengan pola penyekatan ini, kami berharap dapat mengurangi potensi kepadatan atau penumpukan kendaraan roda 2 maupun roda 4 di sepanjang jalur Puncak,” ucapnya.
    Ardian menegaskan bahwa semua jenis kendaraan yang nekat memasuki jalur Puncak akan diputarbalikkan.
    “Mereka akan diputarbalik ke bawah atau ke arah Jakarta. Karena kita melaksanakan Car Free Night dan penyekatan ini juga dilakukan oleh jajaran Polres Cianjur. Setelah selesai malam Tahun Baru, baru kita buka jalur Puncak,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imbas Lahan Ambles di Perum Elite di Semarang, Kejari Periksa 3 Orang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2024

    Imbas Lahan Ambles di Perum Elite di Semarang, Kejari Periksa 3 Orang Regional 31 Desember 2024

    Imbas Lahan Ambles di Perum Elite di Semarang, Kejari Periksa 3 Orang
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang telah menerima laporan masyarakat terkait insiden lahan
    ambles
    di Perumahan Permata Puri, Semarang, Jawa Tengah.
    Kejari Kota Semarang memastikan bahwa kasus ini tengah ditindaklanjut oleh petugas.
    Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Semarang, Cakra Nur Budi Hartanto, dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Semarang, Agus Sunaryo, Selasa (31/12/2024)
    “Terkait laporan masyarakat mengenai kejadian di Permata Puri, kami pastikan laporan tersebut telah diterima dan ditindaklanjuti,” ujar Cakra saat berbicara kepada awak media, Selasa.
    Agus menambahkan, pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan awal.
    “Kami sudah meminta keterangan dari tiga orang, baik dari pelapor maupun pihak lain yang relevan,” ujar dia.
    Selain itu, Agus juga menegaskan bahwa proses pengumpulan data dan dokumen pendukung terkait kasus ini masih berlangsung.

    “Dalam permintaan keterangan tersebut, kami telah mengumpulkan beberapa dokumen dan data penting. Proses ini masih berjalan, dan kami terus melanjutkannya untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut,” tegas Agus.
    Sebelumnya, Kuasa hukum korban, Okky Nurindra Wicaksono, mengatakan bahwa mediasi antara para korban dan pihak perumahan sebenarnya sudah dijadwalkan.
    “Dari pihak pengembang, BUMN yakni PT PP, sampai saat ini tidak mengambil langkah tanggung jawab untuk mengganti kerugian dari klien kami,” kata Okky kepada awak media, Rabu (25/12/2024).
    Menurut dia, ada dugaan pelanggaran hukum terkait pembangunan perumahan di atas tanah yang ternyata memiliki aliran sungai di bawahnya.
    Kondisi tersebut menjadi akar permasalahan rumah yang ambles dan kini menimbulkan kerugian besar bagi korban.
    “Kita ajukan ganti rugi sebesar Rp 5 miliar, jumlah itu wajar karena didasarkan pada penilaian pihak independen,” ucap dia.
    Selain itu, Okky juga telah melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan PT PP ke Kejaksaan Negeri Semarang.
    “Dugaan kami, sungai yang merupakan aset negara justru disertifikatkan dan dijual oleh PT PP,” ungkap Okky.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemda Aceh Utara Minta Audit 4 BUMD karena Tidak Setor Laba
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2024

    Pemda Aceh Utara Minta Audit 4 BUMD karena Tidak Setor Laba Regional 31 Desember 2024

    Pemda Aceh Utara Minta Audit 4 BUMD karena Tidak Setor Laba
    Tim Redaksi
    ACEH UTARA, KOMPAS.com
    – Empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak menyetorkan laba mereka sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2024.
    Keempat BUMD tersebut adalah Perumda Air Minum Tirta Pase, PT Pase Energi Migas (Perseroda), PT Bina Usaha (Perseroda), dan PT Pase Energi NSB.
    Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, menyatakan dalam percakapan telepon pada Senin (30/12/2024) bahwa semua badan usaha tersebut tidak menyetorkan laba untuk dicatat sebagai pendapatan daerah.
    Ia mengakui bahwa kondisi keuangan badan usaha tersebut tidak sehat.
    “Ini lagi kita coba benahi. Mudah-mudahan cepat sehat,” kata Dayan.
    Dayan menjelaskan bahwa untuk dapat menyetor PAD, kondisi badan usaha harus dalam keadaan sehat dan disertai dengan hasil audit dari kantor akuntan publik (KAP).
    “Setoran PAD harus sehat dulu dan hasil
    audit KAP
    . Ada aturan mekanisme setor PAD. Sudah kita surati dan arahkan agar ada audit KAP. Termasuk menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tahunan dan RAKT (Rencana Anggaran Kerja Tahunan). Semua kita suruh persiapkan,” tambahnya.
    Ketika ditanya mengenai peran dewan pengawas dan komisaris di masing-masing badan usaha yang dinilai tidak memberikan kontribusi positif, Dayan enggan memberikan komentar lebih lanjut.
    Sebelumnya, juga dilaporkan bahwa keempat BUMD tersebut tidak menyetorkan laba ke kas daerah Kabupaten Aceh Utara.
    Bahkan, satu badan usaha, yaitu Bank Perkreditan Rakyat Aceh Utara, telah ditutup oleh otoritas jasa keuangan pada tahun 2024.
    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara merupakan pemegang saham dari seluruh badan usaha tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.