Firli Bahuri Selalu Mangkir, Polda Metro Pertimbangkan Jemput Paksa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak membuka opsi menjemput paksa Firli Bahuri.
Diketahui, eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mangkir dari dua kali pemeriksaan oleh penyelidik sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).
“Maka peluangnya ada dua, sesuai dengan KUHAP menghadirkan paksa atau dilakukan upaya paksa terhadap yang bersangkutan,” ucap Ade kepada wartawan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Rabu (1/1/2025).
Pertimbangan itu disebut memungkinkan, sebab jika tersangka tak memenuhi panggilan tanpa alasan yang jelas, penyidik berhak “jemput bola”.
Oleh sebab itu, polisi akan terus memberikan informasi terkini terkait kasus Firli yang sudah setahun lebih tidak kunjung tuntas.
“Nanti akan kita
update
(kapan Firli dipanggil lagi). Yang jelas bahwa koordinasi efektif terus kita lakukan dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menuntaskan penanganan perkara yang dimaksud,” terang Ade.
Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo pada 22 November 2023. Sejak itu, sebanyak 160 saksi telah diperiksa. Namun, Firli belum juga ditahan meski sudah setahun berlalu.
Selain dugaan pemerasan, Firli terlibat kasus lain, yaitu pertemuan dengan SYL di lapangan badminton.
Dalam kasus ini, ia berstatus saksi meski perkara telah naik ke tahap penyidikan.
Penyidik menerapkan Pasal 12e dan/atau Pasal 12B atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP, serta Pasal 36 juncto Pasal 65 UU KPK dalam kedua kasus tersebut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2023/12/22/65851688f08d2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Firli Bahuri Selalu Mangkir, Polda Metro Pertimbangkan Jemput Paksa Megapolitan 1 Januari 2025
-
/data/photo/2024/12/22/67676edea418f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kapolda Metro Bakal Tindak Tegas Polisi yang Terlibat Pemerasan Penonton DWP Megapolitan 1 Januari 2025
Kapolda Metro Bakal Tindak Tegas Polisi yang Terlibat Pemerasan Penonton DWP
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menegaskan akan menindak seluruh oknum polisi yang terlibat dalam pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) di JIExpo, Kemayoran.
“Bagaimana dengan kegiatan yang dikatakan ada upaya pemerasan oleh anggota narkoba, yang sebagian ditangani oleh Mabes Polri dan sebagian ditangani oleh Polda Metro dan ini sedang berproses,” kata Karyoto dalam rilis akhir tahun di Balai Pertenuan Polda Metro Jaya, Selasa (31/12/2024).
Sidang pelanggaran kode etik di Mabes Polri masih berlangsung. Hasilnya akan menentukan sanksi paling tepat untuk diberikan kepada para polisi terduga pelanggar.
“Di sini tetap ada asas praduga tidak bersalah, dia dinyatakan bersalah apabila ada suatu proses persidangan yang mengkait dengan oknum-oknum Polri,” kata Karyoto.
Pekan depan, kemungkinan Mabes Polri akan menggelar sidang etik terhadap beberapa perwira menengah yang diduga terlibat kasus ini.
Ia menjamin pengusutan akan terbuka dan berhak disampaikan kepada publik.
“Intinya, nanti akan kelihatan dalam sidang yang akan dilakukan, di dalam sidang baik itu etik, ataupun kalau memungkinkan terbuka untuk pidana ya nanti kita lihat Mabes Polri bagaimana,” kata Karyoto.
“Sama-sama kita melihat dan tidak mungkin Mabes Polri akan menutup-nutupi, kerja kami sudah terang benderang bisa dilihat sebagai bentuk transparansi,” imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan, 18 anggota polisi menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait kasus dugaan pemerasan terhadap 45 warga negara asing (WNA) asal Malaysia.
Pemalakan itu terjadi saat WNA asal Malaysia itu tengah menyaksikan DWP di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 13-15 Desember 2024.
Ke-18 anggota polisi berbagai macam pangkat itu berasal dari Polsek Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polda Metro Jaya.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, jumlah barang bukti yang sudah dikumpulkan dari hasil pemerasan itu senilai Rp 2,5 miliar.
Kini, 18 anggota polisi itu telah menjalani penempatan khusus (patsus) dan akan menghadapi sidang kode etik pada pekan depan.
Selepas pengumuman penanganan perkara oleh Div Propam Polri, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengeluarkan surat telegram dengan nomor ST/429/XII/KEP./2024.
Surat telegram tersebut ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwita Kumu Wardana.
Sebanyak 34 anggota dari Polsek Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polda Metro Jaya dimutasi ke Pelayanan Marksa (Yanma) Polri.
Mutasi dilakukan dalam rangka pemeriksaan kasus dugaan
pemerasan penonton DWP
asal Malaysia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/01/67748dd9809cd.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Situasi Bundaran HI Usai Perayaan Malam Tahun Baru… Megapolitan 1 Januari 2025
Situasi Bundaran HI Usai Perayaan Malam Tahun Baru…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Perayaan malam tahun baru 2025 di
Bundaran HI
, Thamrin, Jakarta Pusat, telah berakhir.
Usai berlangsung rangkaian acara di panggung utama dan 12 panggung yang tersebar di berbagai titik, pagi ini, Rabu (1/1/2025), hanya tersisa sisa euforia dari kemeriahan semalam.
Pengamatan
Kompas.com,
videotron besar yang mengelilingi Bundaran HI mulai dibongkar oleh beberapa petugas berpakaian warna hitam.
Diperkirakan hampir 50 persen videotron yang ada di
bundaran HI
sudah dilepas.
Di beberapa sudut masih terlihat dicopot.
Di salah satu sisi jalan dekat bundaran, sebanyak empat truk bermuatan videotron sudah ditutup rapi menggunakan terpal.
Namun, panggung yang berlokasi di depan gedung Wisma Nugra Santana masih belum dibongkar dan hanya berupa rangka.
Memasuki Jalan MH Thamrin, sampah juga sudah disapu bersih oleh para petugas oranye. Beberapa petugas masih terlihat sibuk menyapu dan mengambil sampah di tengah jalan.
Tumpukan kantong sampah sisa perayaan tahun baru yang hendak dibawa truk sampah juga terlihat di Jalan Timor.
Lalu lintas kendaraan di area Thamrin sejak pukul 07.10-07.40 WIB juga terpantau sepi dan lancar.
Hal ini yang kemudian membuat suasana di Thamrin terasa sunyi, hanya terdengar deru kendaraan.
Di sisi lain, banyak warga tang berdatangan untuk lari pagi, beriringan dengan mobil dan motor yang melintas.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/01/26/61f16f3dd01c1.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 1 Januari 2025: Seharian Berawan Megapolitan 1 Januari 2025
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 1 Januari 2025: Seharian Berawan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Halaman ini memuat informasi
prakiraan cuaca
Jakarta untuk hari ini, Rabu (1/1/2025) dan besok, Kamis (2/1/2025).
Silakan simpan halaman ini untuk mengetahui prakiraan cuaca Jakarta. Jangan ke luar rumah sebelum Anda baca artikel ini. Data prakiraan cuaca diambil dari BMKG.go.id
Rabu 1 Januari 2025
Kamis, 2 Januari 2025
Di Indonesia, informasi prakiraan cuaca setiap daerah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Setiap pagi, kita bisa melihat informasi perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
Prakiraan cuaca
dilakukan oleh seorang
forecaster
(prakirawan cuaca)
Pembuatan prakiraan cuaca juga dibantu dengan teknologi pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer yakni model
Numerical Weather Prediction
(NWP).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/31/6773b9c941c16.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hangatnya Pertemuan Anies dan Ahok, Bisik-bisik dan Lempar Kode Megapolitan 1 Januari 2025
Hangatnya Pertemuan Anies dan Ahok, Bisik-bisik dan Lempar Kode
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pertemuan antara mantan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Anies Baswedan nampak begitu cair dan menyita perhatian publik.
Momen itu terjadi saat Ahok dan Anies sama-sama menghadiri acara perayaan tahun baru yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa sore, (31/12/2024).
Bukan hanya Anies dan Ahok, mantan gubernur Jakarta lain, yakni Fauzi Bowo, Sutiyoso, dan Djarot Syaiful juga hadir dalam acara ini.
Bahkan, gubernur dan wakil gubernur terpilih Pramono Anung dan Rano Karno juga ikut memeriahkan acara ini.
Momen kebersamaan Ahok dan Anies semakin terlihat saat keduanya berfoto bersama Pramono dan Rano, serta Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi.
Saat momen foto bersama itu, Rano memanggil Ahok yang tengah berdiri agak jauh ke belakang.
Kemudian, Ahok pun bergegas bergabung untuk foto bersama.
Saat itu, Ahok memilih berdiri di barisan belakang tepat di depan Pramono dan Sutiyoso.
Di momen itu, Anies nampak memperhatikan gerak-gerik Ahok.
Bahkan, ia pun melemparkan senyuman kecil saat melihat Ahok ikut berfoto bersama.
Bukan hanya berfoto bersama, Ahok dan Anies juga duduk bersebelahan saat acara bertajuk “Bentang Harapan JakASA” akan dimulai.
Ahok dan Anies terlihat asik berbincang sekitar lima menit sebelum acara dimulai.
Di momen itu, Ahok nampak lebih banyak bicara. Sementara Anies terlihat mendengarkan.
Perbincangan Anies dan Ahok nampak begitu seru. Padahal, di samping Ahok ada Djarot yang merupakan mantan wakil gubernurnya.
Namun, Ahok tetap lebih fokus berbincang dengan Anies saat itu.
Usai acara, keduanya kompak melayani awak media yang ingin
doorstop.
Dalam sesi wawancara itu, awak media bertanya isi percakapan Ahok dan Anies di sela-sela acara.
Saat mendapat pertanyaan itu, Ahok lebih memilih menyerahkan ke Anies untuk menjawab.
“Ngobrol sama semua lah,” jawab Anies.
Kemudian, Anies kembali melempar ke Ahok saat mendapat pertanyaan dari awak media soal momen keduanya saling berbisik.
“Pak Ahok ditanyain, bisikin apa?” tanya Anies.
“Bulan depan, tunggu aja,” balas Ahok sembari merangkul Anies.
Tawa keduanya pun pecah seolah menghangatkan suasana di Balai Kota saat itu tempat yang menjadi saksi di mana keduanya pernah bersaing ketat di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Saat digali lebih dalam oleh wartawan, keduanya seolah saling menutupi.
Anies dan Ahok juga nampaknya ingin melakukan sesuatu yang membuat banyak masyarakat terkejut.
“Tunggu, tunggu tanggal mainnya. Nanti dong, kan sudah dibilang tunggu. Kalau tunggu, ya, harus tunggu dong kita,” ucap Anies sambil tersenyum.
Ahok juga enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Kejutan apa? Oh iya, nanti kita lihat aja. Biasalah, nanti kita kan cari waktu ngobrol-ngobrol sama beliau,” ucap Ahok.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/31/6773b13c46e86.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kenapa Jokowi Tak Ikut Kumpul dengan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota? Megapolitan 1 Januari 2025
Kenapa Jokowi Tak Ikut Kumpul dengan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota?
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Sejumlah mantan gubernur Jakarta dari berbagai periode, yakni Sutiyoso (Bang Yos), Fauzi Bowo (Foke), Basuki Tjahaja Purnama (
Ahok
), Djarot Saiful Hidayat, dan
Anies Baswedan
berkumpul bersama di
Balai Kota Jakarta
, Jakarta Pusat, menjelang perayaan
malam tahun baru 2025
, pada Selasa (31/12/2024) sore.
Namun, sosok Presiden RI ke-7 yang juga pernah menjabat sebagai gubernur Jakarta periode 2012-2014, Joko Widodo (
Jokowi
), tidak terlihat hadir dalam perkumpulan tersebut.
Ketidakhadiran Jokowi dalam perkumpulan mantan gubernur Jakarta di Balai Kota pun sempat mengundang tanda tanya.
Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, Jokowi tidak ikut berkumpul dengan para mantan gubernur Jakarta karena memilih merayakan tahun baru bersama keluarga di Solo, Jawa Tengah.
“Semua gubernur dan wakil gubernur yang insya Allah sehat diundang. Kebetulan Bapak Jokowi merayakan tahun baru bersama keluarga di Solo, jadi beliau titip salam untuk para gubernur dan wakil gubernur lainnya,” ujar Teguh kepada wartawan, Selasa.
Adapun Jokowi terlihat menghabiskan malam pergantian tahun dengan mengunjungi Pasar Malam atau Night Market Ngarsopuro, Kota Solo.
Pantuan
Kompas.com
, Jokowi tiba pada Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung menyusuri Jalan Diponegoro.
Mengenakan jaket warna biru dongker, Jokowi menyapa warga dan pedagang. Di tengah jalan-jalan malam, Jokowi terlihat menikmati pertunjukan musik kawasan Ngarsopuro.
Sekitar 10 menit, ia menikmati cover lagu Pelangi dari Band Bumerang. Selama menikmati suasana malam di Ngarsopuro, Jokowi nampak meladeni ajakan swafoto para warga. Dan dilanjutkan, menyusuri pasar malam di tengah Kota Bengawan itu.
Sesampainya di Perempatan Ngarsopuro – Gatot Subroto, Jokowi bersama ribuan masyarakat menikmati pesta kembang api sekitar 10 menitan.
Para mantan gubernur Jakarta berkumpul di bekas tempat kerja mereka karena diundang oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta.
Mereka datang untuk mengikuti acara Bentang Harapan JakAsa, salah satu bagian dari rangkaian kegiatan yang digagas Pemprov Jakarta untuk menyambut Tahun Baru 2025.
Salah satu program utama dari acara itu adalah pemasangan kain putih sepanjang 500 meter yang terbentang di Balai Kota dan Monumen Nasional (Monas).
Kain putih tersebut akan diisi dengan pesan-pesan harapan dari masyarakat Jakarta sebagai simbol optimisme menyongsong tahun baru.
Dalam acara ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung-Rano Karno turut hadir. Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga ikut hadir.
(Penulis: Ruby Rachmadina, Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ardito Ramadhan, Andi Hartik)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/01/67747f1fd1b57.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kejatuhan Petasan, 6 Rumah Semipermanen di Cilincing Terbakar Megapolitan 1 Januari 2025
Kejatuhan Petasan, 6 Rumah Semipermanen di Cilincing Terbakar
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sebanyak enam rumah semi permanen di Jalan Cakung Drain, RT 11, RW 06, Cilincing, Jakarta Utara, terbakar akibat kejatuhan petasan sekira pukul 00.20 WIB, Rabu (1/1/2025).
“Tiga rumah semipermanen dan tiga rumah bedeng (terbakar) sebab petasan,” ujar Kasi Ops Sudin Gulkarmat, Jakarta Utara Gatot Sulaeman saat dikonfirmasi
Kompas.com,
Rabu.
Kebakaran terjadi saat petasan mengenai salah satu rumah gubuk.
Karena bangunan itu rumah semipermanen, api merambat dengan cepat.
“Informasi dari petasan mengenai rumah gubuk dan terjadi perambatan,” ucap Gatot.
Warga pun langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Setelah menerima laporan, delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan 40 personel meluncur ke TKP.
Sekitar pukul 00.31 WIB, proses pemadaman mulai dilakukan.
Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 00.45 WIB.
Proses pemadaman berakhir di jam 02.06 WIB.
Akibat kebakaran ini, seorang pemilik rumah bernama Zulkipli (70) menjadi korban karena mengalami luka bakar.
“Korban luka bakar satu orang yakni pemilik rumah,” ucap Gatot.
Saat ini, Zulkipli tengah menjalani pengobatan di RSUD Cilincing.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/31/6773e0f5a9850.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/01/6774265055b2f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/01/67747cc3bbb31.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)