Kafe di Bukti Balak Lampung Ambruk, Pengunjung: Awalnya Goyang-goyang
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Sebuah kafe di perbukitan di
Bandar Lampung
ambruk saat malam tahun baru. Diduga, pengunjung kafe melebihi kapasitas.
Peristiwa itu terjadi di salah satu kafe yang berada di Bukti Balak, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 00.10 WIB.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat lantai kafe itu ambruk dengan sejumlah pengunjung terjatuh.
Terlihat juga, para pengunjung mencoba menyelamatkan diri dari sisa runtuhan kafe dan menyeberang ke sisi lain yang tidak ambruk.
Kafe itu sendiri berada di puncak bukit yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian.
Diduga, saat malam pergantian tahun, konstruksi kayu dan bambu pada bagian kafe tidak kuat menahan beban akibat pengunjung yang membeludak.
Salah seorang korban bernama Pian mengatakan, kejadian itu berlangsung cepat dan tidak bisa diantisipasi para pengunjung.
“Saya datang nggak lama, sekitar 30 menit sudah goyang-goyang, terus ambruk,” kata Pian di lokasi, Rabu (1/1/2024).
Pian mengatakan, pengunjung yang berada di lantai 2 sekitar 20 orang yang ingin merayakan pergantian tahun seperti dirinya.
“Yang di lantai 1 itu joget-joget, sudah diperingatkan sebenarnya sama pihak kafe,” kata dia.
Hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan dari Polresta Bandar Lampung ataupun Polsek Sukarame atas peristiwa tersebut.
Begitu juga dengan pihak pengelola kafe yang belum bersedia memberikan komentar atas peristiwa itu.
Petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/06/25/667a8d7e6d25a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Selundupkan 2,9 Kg Sabu Dalam Koper, Calon Penumpang di Bandara Kualanamu Ditangkap Medan 1 Januari 2025
Selundupkan 2,9 Kg Sabu Dalam Koper, Calon Penumpang di Bandara Kualanamu Ditangkap
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Polisi dan petugas
Bandara Kualanamu
, Deli Serdang, Sumatera Utara (
Sumut
), menangkap penumpang asal Aceh berinisial JA (24), karena kepemilikan 2,9 kg sabu pada Sabtu (28/12/2024). Saat beraksi, JA menyeludupkan sabu di dalam koper.
Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Sebastian RS Saragih, mengatakan JA diringkus sekitar pukul 17.30 WIB.
“Awalnya, personel Satresnarkoba Polresta Deli Serdang mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman sabu melalui Bandara Internasional Kualanamu,” ujar Sebastian melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/1/2025).
Kemudian, polisi berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec). Mereka mencurigai koper yang dibawa JA, calon penumpang tujuan Lombok.
Polisi kemudian menangkap JA dan memeriksa koper yang dibawanya.
“Di dalam sebuah koper ditemukan 9 bungkus plastik bening ukuran sedang diduga berisi sabu dengan bruto 2.930 gram atau 2,9 kg,” ujar Sebastian.
Pihakny masih menyelidiki jaringan pelaku dan asal sabu itu. Sementara JA kini juga ditahan di Mapolresta Deli Serdang untuk proses hukum lebih lanjut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/01/6774da3f04496.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hari Pertama Tahun 2025, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Surabaya Surabaya 1 Januari 2025
Hari Pertama Tahun 2025, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Surabaya
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Ribuan pengunjung memadati
Kebun Binatang Surabaya
(KBS) pada
hari pertama
Tahun Baru, Rabu (1/1/2025).
Sejak pukul 10.00 WIB, antrean mengular di sejumlah loket pintu masuk Kebun Binatang Surabaya. Parkir kendaraan roda dua juga terlihat penuh.
Saat masuk ke area wisata, pengunjung sudah memadati beberapa spot, salah satunya zona primata.
Mereka terlihat asyik berfoto dengan satwa secara bergantian dengan pengunjung lainnya.
“Hari ini sampai pukul 10.30 WIB, pengunjung KBS sudah 14.500,” kata Direktur Keuangan dan SDM Kebun Binatang Surabaya, Moch Nahroni, pada Rabu (1/1/2024).
Meski terlihat padat, jumlah pengunjung tersebut mulai berkurang dibandingkan pada saat libur Natal.
Jumlah pengunjung terbanyak tercatat pada Kamis (26/12/2024) yakni sebanyak 38.000 orang.
“Harapan kami untuk tahun baru ini bisa lebih dari tahun kemarin. Tahun kemarin kita pencapainya 38.600, harapannya tahun baru ini kita bisa mencapai 41.000,” imbuhnya.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Kebun Binatang Surabaya juga menawarkan
bundling
atau tiket terusan ke sejumlah wahana.
Di antaranya, paket KBS, Aquarium, dan Kids Zoo dibanderol Rp 45.000. Lalu paket Kids Zoo dan Kids Park sebesar Rp35.000.
“Kita strateginya supaya pengunjung bisa memilih, ada banyak opsi, banyak wahana yang dituju tapi dari sisi harganya bisa terjangkau sesuai dengan yang diinginkan oleh pengunjung.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Kebun Binatang Surabaya menghadirkan sejumlah
wahana baru
untuk menarik minat pengunjung.
Dua di antaranya adalah terowongan bawah tanah di pintu masuk Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan Glow Interactive Zoo (GIZ), yang menjadi daya tarik utama.
“Kemarin, gajah Rocky yang baru lahir berhasil menjadi salah satu daya tarik baru yang membantu meningkatkan jumlah kunjungan,” ujarnya.
Dengan suasana hijau yang teduh di tengah panasnya Kota Surabaya, kebun binatang ini menjadi rumah bagi 2.200 satwa dari 220 spesies. Satwa-satwa tersebut tampak sehat dan aktif menyambut pengunjung.
Puluhan rusa, misalnya, mendekat ke pagar kandang untuk menerima makanan berupa wortel dan kacang panjang dari tangan pengunjung.
Untuk menjaga kesehatan mental satwa selama musim liburan, pihak pengelola menerapkan sistem rotasi.
“Kami memberikan waktu istirahat untuk satwa. Satwa yang ditampilkan di kandang bergantian, mengingat banyaknya jenis yang kami miliki,” jelasnya.
Salah satu pengunjung, Amanah (25), memilih berlibur ke Kebun Binatang Surabaya karena tempat wisata ini menunjang ruang terbuka hijau di Kota Pahlawan.
“Terus dekat dari rumah juga, bisa mengedukasi anak-anak tentang hewan,” ujarnya.
Selain itu, harga tiket yang terjangkau menjadi salah satu alasan Amanah dan suaminya memilih menghabiskan waktu libur tahun baru.
“Harganya lumayan terjangkau, habis ini juga masuk kerja, jadi mau ke sini hari ini,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/11/09/654c4ddf57266.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Remaja di Tangerang Dicabuli Guru Mengaji, Korban Diduga Capai Puluhan Megapolitan
Remaja di Tangerang Dicabuli Guru Mengaji, Korban Diduga Capai Puluhan
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
– Seorang remaja berinisial F (18) menjadi korban pencabulan seorang guru mengaji berinisial W (40) di Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang.
F mengatakan, pencabulan itu terjadi sekitar tujuh tahun lalu, saat dirinya masih berusia 11 tahun atau kelas 6 SD. F yang merupakan murid W dicabuli di kamar mandi rumah pelaku usai belajar mengaji.
“Saya diajak ke toilet. Terus saya dipegang-pegang sampai mengeluarkan cairan,” ujar F saat ditemui
Kompas.com
di Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (1/1/2025).
Usai tindakan pencabulan itu, F diberi uang oleh W sebesar Rp 50.000.
“Dia ngasih duit Rp 50.000, bilangnya buat jajan atau enggak buat beli rokok atau segala macam,” kata dia.
F yang ketika itu masih berusia 11 tahun tak bisa berbuat banyak. Dia tak berani menceritakan kejadian ini ke keluarganya karena takut dengan W.
“Saat itu saya masih kecil, takut sama dia karenakan dia ustaz,” jelas F.
Tak hanya sekali, tindakan pencabulan itu dilakukan W sebanyak tiga kali. F pun mengaku sempat mengalami trauma selama satu tahun.
“Sempat trauma sampai enggak mau ke sana lagi, tapi Alhamdulillah sekarang sudah hilang traumanya,” kata dia.
Tujuh tahun usai insiden itu, F akhirnya memberanikan diri untuk bercerita kepada orangtuanya. Kejadian ini diungkap F setelah mendengar kabar adanya korban pencabulan lain dengan pelaku W.
Bahkan, menurut F, korban dugaan pencabulan W mencapai 30 orang yang seluruhnya merupakan murid mengaji pelaku.
“Usianya (korban) sekitar SD sama SMP, mungkin kelas 1 atau 2,” ungkap dia.
Usai menceritakan kejadian ini, F dan orangtuanya langsung mendatangi rumah keluarga W pada Sabtu (7/12/2024).
Orangtua F menceritakan tindakan W terhadap anaknya. Namun, pihak keluarga W tidak percaya.
“Saya sempat cerita ke keluarga pelaku. Itu saya masih respons baik sama pihak keluarga pelaku, cuma dari pihak sana itu masih kurang percaya,” kata F.
Bahkan, kata F, setelah mengadukan insiden ini, keluarga W malah memutarbalikkan fakta.
“Karena memang dari keluarga itu enggak ada yang tahu sama sekali kalau pelaku kata gitu, cuma tiba-tiba, selang dua hari, saya dengar nama saya sudah jelek. Mereka memutarbalikkan fakta bahwa saya yang melakukan hal pelecehan itu,” tambah dia.
Merasa tak terima, F melaporkan tindakan W ke Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (16/12/2024). Ia melapor bersama korban dugaan pencabulan W yang lain.
Para korban pun telah menjalani visum. F menyebut, polisi saat ini sedang memburu pelaku yang kabarnya berada di Serang, Banten untuk kembali belajar di pondok pesantren.
“Terakhir saya lihat itu Jumat (29/11/2024). Dia pergi ke Serang katanya mau mondok lagi. Yang saya dengar sih katanya polisi sudah mulai bergerak buat cari pelaku,” kata dia.
Adapun
Kompas.com
telah menghubungi Polres Metro Tangerang Kota untuk mengonfirmasi kejadian ini. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons dari polisi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/31/6773d3ea40932.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Warga Malang Rusak Ikon Taman, Istri Tak Pulang Jadi Alasan Surabaya 1 Januari 2025
Warga Malang Rusak Ikon Taman, Istri Tak Pulang Jadi Alasan
Tim Redaksi
MALANG, KOMPAS.com
– Polisi menangkap seorang pelaku perusakan ikon tulisan (signage) di Taman Galunggung dan Taman Ijen,
Kota Malang
, Jawa Timur.
Pelaku berinisial DBS (40), warga Kecamatan Sukun. Ia mengaku melakukan perbuatannya karena kesal belum mendapatkan pekerjaan dan istrinya tidak pulang ke rumah selama tiga hari.
Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota pada Selasa (31/12/2024) sekitar pukul 21.00 WIB, di sekitar Jalan Wilis, Kecamatan Klojen.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melaporkan kejadian perusakan tersebut ke Mapolresta Malang Kota.
Pelaku dijerat dengan Pasal 406 KUHP yang mengatur tentang perusakan, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan.
“Pelaku tidak kami tahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, namun diminta wajib lapor selama pemeriksaan berlangsung hingga berkas diserahterimakan oleh kejaksaan,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Soleh, Rabu (1/1/2025).
Saat ini, keluarga pelaku masih mencari penjamin untuk memenuhi kewajiban lapor tersebut.
DBS menyatakan tidak mampu untuk mengganti kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan, mengingat kondisi ekonominya yang sulit.
“Melihat kondisi ekonominya yang tidak mampu, tidak ada pengaruh minum-minuman keras. Perkara tetap lanjut, namun tersangka tidak dilakukan penahanan dan wajib lapor seminggu dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis,” tambah Kompol M Soleh.
Perusakan fasilitas umum ini terjadi pada Senin (30/12/2024) malam dan viral di media sosial.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi.
Ia merusak tulisan yang terbuat dari material akrilik dan plastik dengan cara ditendang hingga pecah.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (Kabid RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Laode KB Alfitra, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa kerugian materi yang dialami DLH mencapai sekitar Rp 25 juta.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota. Semoga pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku, dan apabila sudah tertangkap, kami minta untuk ganti rugi,” kata Laode pada Selasa (31/12/2024).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/01/6774b512e3576.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
CS Bank Lampung Bikin Kartu ATM Nasabah Pasif, Gondol Uang Rp 2 Miliar Regional 1 Januari 2025
CS Bank Lampung Bikin Kartu ATM Nasabah Pasif, Gondol Uang Rp 2 Miliar
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Polisi menangkap seorang
customer service
(CS)
Bank Lampung
berinisial AS (39) yang diduga menggondol
uang nasabah
hingga mencapai Rp 2,1 miliar.
Tindak pidana
tersebut terjadi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Lampung Unit 2, Tulang Bawang, yang berlangsung sejak 2021 hingga 2023.
Kapolres Tulang Bawang, AKBP James Hutajulu menjelaskan, tersangka memanfaatkan akun nasabah pasif untuk menarik uang.
“Modus yang dilakukan tersangka adalah mengajukan pembuatan kartu
ATM
baru dari akun nasabah pasif. Kemudian setelah kartu ATM dibuat, tersangka menarik uang dari rekening nasabah itu lalu mentransfernya ke rekening tersangka atau menariknya secara tunai,” ungkap James dalam keterangannya, Selasa (31/12/2024) malam.
Dari hasil penyelidikan, total akun korban mencapai 175 nasabah dengan kerugian total Rp 2,1 miliar.
Kasus ini terungkap setelah salah satu pimpinan Bank Lampung di kabupaten lain merasa curiga dengan adanya pengajuan pembuatan kartu ATM baru dari nasabah yang pasif.
“Padahal, nasabah tersebut bukan berasal dari wilayah kerja KCP Bank Lampung Unit 2,” tambahnya.
Setelah dilakukan audit internal, terungkap bahwa tindakan tersebut dilakukan AS, yang merupakan CS di KCP Bank Lampung Unit 2.
Tersangka terancam dikenakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan
Tindak Pidana
Korupsi.
“Ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tutup James.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/01/6774ad553fa4b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Perahu Terbalik di Pulau Sebatik, Dua Nelayan Hilang Regional 1 Januari 2025
Perahu Terbalik di Pulau Sebatik, Dua Nelayan Hilang
Tim Redaksi
NUNUKAN, KOMPAS.com
– Kejadian menghebohkan terjadi di perairan
Tanjung Karang
,
Pulau Sebatik
, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Selasa (31/12/2024) dini hari, ketika sebuah perahu ditemukan terbalik dan nyaris sepenuhnya karam.
Para nelayan yang berangkat melaut di pagi hari menemukan perahu tersebut, namun tidak ada satupun anak buah kapal (ABK) yang ditemukan di lokasi.
Sejumlah video mengenai peristiwa ini telah beredar di media sosial, dan banyak nelayan yang turut serta dalam pencarian.
“Pencarian sedang berlangsung,” ujar Djemijan, anggota BPBD Nunukan di Pulau Sebatik saat dihubungi pada Rabu (1/1/2025).
Laporan mengenai peristiwa karamnya perahu nelayan ini diterima dari Ketua RT 03, Desa Setabu, Sebatik Barat, sekitar pukul 06.30 WITA pada Rabu (1/1/2025).
Djemijan menjelaskan, pada Selasa dini hari, kondisi ombak sedang pasang dan angin bertiup cukup kencang.
“Jadi perahu yang karam tersebut dinaiki tiga nelayan. Mereka memasang pukat dengan mengikat perahunya ke fondasi rumput laut. Tapi karena angin kencang dan ombak yang kuat,
perahu terbalik
,” jelasnya.
Dalam insiden tersebut, para nelayan tercebur ke laut. Satu nelayan berhasil berpegangan pada perahu, sementara dua ABK lainnya tergulung ombak.
“Info yang saya dapat dari pelapor, yang selamat ini memang pandai berenang. Sementara dua nelayan itu sama sekali tidak pandai berenang,” imbuhnya.
Seorang nelayan yang selamat sempat terombang-ambing semalaman sebelum akhirnya ditolong oleh nelayan lain yang melintas pada pagi harinya.
“Tim Basarnas sudah turun lapangan melakukan pencarian. Kita doakan bersama, semoga korban ditemukan dalam kondisi selamat semua,” tambah Djemijan.
Laporan resmi dari Basarnas mencatat bahwa lokasi perahu yang tenggelam berada di daerah perairan Tanjung Karang, Pulau Sebatik, dengan koordinat 3°55’50.2″ N, 117°52’41.8″ E.
Dua nelayan yang masih dalam pencarian adalah Kaharuddin (22) dan Ardi (27), keduanya merupakan warga Desa Setabu, Sebatik Barat.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/01/6774a6414b755.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen, Pemkab Semarang Beli Lahan Pengganti SD Regional 1 Januari 2025
Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen, Pemkab Semarang Beli Lahan Pengganti SD
Tim Redaksi
UNGARAN, KOMPAS.com
– Pemerintah Kabupaten Semarang resmi membeli lahan seluas 2.953 meter persegi untuk relokasi
SD Negeri 1 Bawen
, yang terdampak pembangunan
jalan tol Yogyakarta-Bawen
seksi 6.
Penandatanganan transaksi jual beli lahan relokasi dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, dan pemilik lahan, Setyoko, di hadapan notaris.
“Sesuai hasil koordinasi dengan BPKP DIY, maka pembangunan fasilitas umum mendapat prioritas utama. Hari ini kita menyelesaikan pembayaran lahan pengganti SD Negeri 1 Bawen karena di lokasi lama sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkap Djarot pada Selasa (31/12/2024) dalam keterangan tertulis.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem)
Pemkab Semarang
, Zaenal Arifin menjelaskan, lokasi sekolah yang lama sudah sangat dekat dengan beberapa tiang pancang jalan tol yang telah terpasang.
“Total lahan sekolah dan lingkungannya yang terdampak pembangunan jalan tol seluas 3.737 meter persegi,” ujarnya.
Lahan penggantian yang telah disepakati seluas 3.830 meter persegi, yang terbagi dalam enam bidang tanah.
Selain untuk sekolah dasar, lahan tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan gedung taman kanak-kanak (TK) dan jalan lingkungan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
, Moh Fajri Nukman menjelaskan, setelah transaksi pembayaran enam bidang lahan selesai, proses sertifikasi atas nama Pemkab Semarang akan segera dilanjutkan.
Pembangunan gedung SD akan menunggu persetujuan desain oleh Pemkab Semarang.
“Saat ini sudah dibuat beberapa desain oleh PT Jasa Marga Yogyakarta-Bawen. Pembangunan gedung diperkirakan selesai enam bulan setelah persetujuan diperoleh,” kata Fajri.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/01/01/6774e0c30dac4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/06/67527840768a0.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/01/6774b15957dc2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)