Category: Kompas.com Metropolitan

  • Kafe di Bukti Balak Lampung Ambruk, Pengunjung: Awalnya Goyang-goyang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Januari 2025

    Kafe di Bukti Balak Lampung Ambruk, Pengunjung: Awalnya Goyang-goyang Regional 1 Januari 2025

    Kafe di Bukti Balak Lampung Ambruk, Pengunjung: Awalnya Goyang-goyang
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Sebuah kafe di perbukitan di
    Bandar Lampung
    ambruk saat malam tahun baru. Diduga, pengunjung kafe melebihi kapasitas.
    Peristiwa itu terjadi di salah satu kafe yang berada di Bukti Balak, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 00.10 WIB.
    Dari video yang beredar di media sosial, terlihat lantai kafe itu ambruk dengan sejumlah pengunjung terjatuh.
    Terlihat juga, para pengunjung mencoba menyelamatkan diri dari sisa runtuhan kafe dan menyeberang ke sisi lain yang tidak ambruk.
    Kafe itu sendiri berada di puncak bukit yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian.
    Diduga, saat malam pergantian tahun, konstruksi kayu dan bambu pada bagian kafe tidak kuat menahan beban akibat pengunjung yang membeludak.
    Salah seorang korban bernama Pian mengatakan, kejadian itu berlangsung cepat dan tidak bisa diantisipasi para pengunjung.
    “Saya datang nggak lama, sekitar 30 menit sudah goyang-goyang, terus ambruk,” kata Pian di lokasi, Rabu (1/1/2024).
    Pian mengatakan, pengunjung yang berada di lantai 2 sekitar 20 orang yang ingin merayakan pergantian tahun seperti dirinya.
    “Yang di lantai 1 itu joget-joget, sudah diperingatkan sebenarnya sama pihak kafe,” kata dia.
    Hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan dari Polresta Bandar Lampung ataupun Polsek Sukarame atas peristiwa tersebut.
    Begitu juga dengan pihak pengelola kafe yang belum bersedia memberikan komentar atas peristiwa itu.
    Petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Selundupkan 2,9 Kg Sabu Dalam Koper, Calon Penumpang di Bandara Kualanamu Ditangkap
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        1 Januari 2025

    Selundupkan 2,9 Kg Sabu Dalam Koper, Calon Penumpang di Bandara Kualanamu Ditangkap Medan 1 Januari 2025

    Selundupkan 2,9 Kg Sabu Dalam Koper, Calon Penumpang di Bandara Kualanamu Ditangkap
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Polisi dan petugas
    Bandara Kualanamu
    , Deli Serdang, Sumatera Utara (
    Sumut
    ), menangkap penumpang asal Aceh berinisial JA (24), karena kepemilikan 2,9 kg sabu pada Sabtu (28/12/2024). Saat beraksi, JA menyeludupkan sabu di dalam koper.
    Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Sebastian RS Saragih, mengatakan JA diringkus sekitar pukul 17.30 WIB.
    “Awalnya, personel Satresnarkoba Polresta Deli Serdang mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman sabu melalui Bandara Internasional Kualanamu,” ujar Sebastian melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/1/2025).
    Kemudian, polisi berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec). Mereka mencurigai koper yang dibawa JA, calon penumpang tujuan Lombok.
    Polisi kemudian menangkap JA dan memeriksa koper yang dibawanya.
    “Di dalam sebuah koper ditemukan 9 bungkus plastik bening ukuran sedang diduga berisi sabu dengan bruto 2.930 gram atau 2,9 kg,” ujar Sebastian.
    Pihakny masih menyelidiki jaringan pelaku dan asal sabu itu. Sementara JA kini juga ditahan di Mapolresta Deli Serdang untuk proses hukum lebih lanjut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hari Pertama Tahun 2025, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Surabaya
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        1 Januari 2025

    Hari Pertama Tahun 2025, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Surabaya Surabaya 1 Januari 2025

    Hari Pertama Tahun 2025, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Surabaya
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Ribuan pengunjung memadati
    Kebun Binatang Surabaya
    (KBS) pada
    hari pertama
    Tahun Baru, Rabu (1/1/2025).
    Sejak pukul 10.00 WIB, antrean mengular di sejumlah loket pintu masuk Kebun Binatang Surabaya. Parkir kendaraan roda dua juga terlihat penuh.
    Saat masuk ke area wisata, pengunjung sudah memadati beberapa spot, salah satunya zona primata.
    Mereka terlihat asyik berfoto dengan satwa secara bergantian dengan pengunjung lainnya.
    “Hari ini sampai pukul 10.30 WIB, pengunjung KBS sudah 14.500,” kata Direktur Keuangan dan SDM Kebun Binatang Surabaya, Moch Nahroni, pada Rabu (1/1/2024).
    Meski terlihat padat, jumlah pengunjung tersebut mulai berkurang dibandingkan pada saat  libur Natal.
    Jumlah pengunjung terbanyak tercatat pada Kamis (26/12/2024) yakni sebanyak 38.000 orang.
    “Harapan kami untuk tahun baru ini bisa lebih dari tahun kemarin. Tahun kemarin kita pencapainya 38.600, harapannya tahun baru ini kita bisa mencapai 41.000,” imbuhnya.
    Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Kebun Binatang Surabaya juga menawarkan
    bundling
    atau tiket terusan ke sejumlah wahana.
    Di antaranya, paket KBS, Aquarium, dan Kids Zoo dibanderol Rp 45.000. Lalu paket Kids Zoo dan Kids Park sebesar Rp35.000.
    “Kita strateginya supaya pengunjung bisa memilih, ada banyak opsi, banyak wahana yang dituju tapi dari sisi harganya bisa terjangkau sesuai dengan yang diinginkan oleh pengunjung.
    Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Kebun Binatang Surabaya menghadirkan sejumlah
    wahana baru
    untuk menarik minat pengunjung.
    Dua di antaranya adalah terowongan bawah tanah di pintu masuk Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan Glow Interactive Zoo (GIZ), yang menjadi daya tarik utama.
    “Kemarin, gajah Rocky yang baru lahir berhasil menjadi salah satu daya tarik baru yang membantu meningkatkan jumlah kunjungan,” ujarnya.
    Dengan suasana hijau yang teduh di tengah panasnya Kota Surabaya, kebun binatang ini menjadi rumah bagi 2.200 satwa dari 220 spesies. Satwa-satwa tersebut tampak sehat dan aktif menyambut pengunjung.
    Puluhan rusa, misalnya, mendekat ke pagar kandang untuk menerima makanan berupa wortel dan kacang panjang dari tangan pengunjung.
    Untuk menjaga kesehatan mental satwa selama musim liburan, pihak pengelola menerapkan sistem rotasi.
    “Kami memberikan waktu istirahat untuk satwa. Satwa yang ditampilkan di kandang bergantian, mengingat banyaknya jenis yang kami miliki,” jelasnya.
    Salah satu pengunjung, Amanah (25), memilih berlibur ke Kebun Binatang Surabaya karena tempat wisata ini menunjang ruang terbuka hijau di Kota Pahlawan.
    “Terus dekat dari rumah juga, bisa mengedukasi anak-anak tentang hewan,” ujarnya.
    Selain itu, harga tiket yang terjangkau menjadi salah satu alasan Amanah dan suaminya memilih menghabiskan waktu libur tahun baru.
    “Harganya lumayan terjangkau, habis ini juga masuk kerja, jadi mau ke sini hari ini,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 31 Gempa Merusak di Indonesia pada 2024, Tertinggi dalam 24 Tahun
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        1 Januari 2025

    31 Gempa Merusak di Indonesia pada 2024, Tertinggi dalam 24 Tahun Bandung 1 Januari 2025

    31 Gempa Merusak di Indonesia pada 2024, Tertinggi dalam 24 Tahun
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com

    Badan Geologi
    melaporkan, sepanjang 2024, Indonesia mengalami 31 kejadian
    gempa bumi merusak
    .
    Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam 24 tahun terakhir atau sejak tahun 2000.
    Siaran pers yang diterima menyebutkan, gempa bumi merusak ini dimulai dengan gempa di Lebak, Provinsi Banten pada 3 Januari 2024 dan diakhiri dengan gempa di Garut, Provinsi Jawa Barat pada 8 Desember 2024.
    “Kejadian gempa bumi merusak tahun 2024 tidak ada korban jiwa meninggal, namun tercatat 50 orang luka-luka,” ujar Supartoyo, Penyelidik Bumi Utama di Pusat Vulkanologi dan
    Mitigasi Bencana
    Geologi (PVMBG), dalam siaran pers pada Rabu (1/1/2025).
    Menurut Supartoyo, meskipun tidak ada gempa bumi yang berdampak besar, beberapa peristiwa gempa menyebabkan kepanikan di berbagai daerah, termasuk Banjar-Tapin, Pulau Bawean, Batang, Berau, Sanggau, Lumajang, dan Cianjur.
    Ia juga menambahkan, tidak ada tsunami yang dipicu gempa bumi merusak selama 2024.
    “Demikian juga tidak terjadi bahaya gempa bumi berupa sesar permukaan, namun terdapat bahaya ikutan berupa likuefaksi tipe siklik pada kejadian gempa bumi di Pulau Bawean,” tuturnya.
    Kejadian gempa bumi merusak tahun 2024 sebagian besar bersumber dari sesar aktif, dengan beberapa di antaranya berasal dari zona penunjaman, terutama zona intraslab.
    Sumber gempa bumi merusak dari zona intraslab terjadi pada beberapa tanggal, antara lain 3 Januari 2024 di Lebak Banten, 23 Maret 2024 di Bengkulu Selatan, 27 April 2024 di Jawa Barat, 15 September 2024 di Jawa Barat, dan 24 September 2024 di Gorontalo.
    “Magnitudonya berkisar antara M 5,3 hingga M 6,2. Seperti halnya kejadian gempa bumi merusak tahun 2023, Provinsi Jawa Barat mencatatkan jumlah kejadian terbanyak, yaitu 8 dari 31 kejadian, dan sebagian besar bersumber dari sesar aktif di darat,” jelas Supartoyo.
    Hal menarik lainnya, Supartoyo mencatat, kejadian gempa bumi merusak di Pulau Bawean pada 22 Maret 2024 dengan magnitudo 6,5, yang bersumber dari sesar Pola Meratus, yang selama ini dianggap tidak aktif.
    Selain itu, terdapat tiga kejadian gempa bumi merusak di Pulau Kalimantan, yaitu pada 13 Februari 2024 di Banjar-Tapin, 15 September 2024 di Berau, dan 22 September 2024 di Sanggau, semuanya bersumber dari sesar aktif di darat dengan magnitudo berkisar antara M 4,2 hingga M 5,6.
    Supartoyo juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kejadian gempa bumi merusak yang tidak bersumber dari zona sesar utama, tetapi dari
    tear fault
    atau sesar antitetik.
    “Hal ini tentunya harus menjadi perhatian berkaitan dengan keberadaan tear fault atau sesar antitetik ini,” ucapnya.
    Ia menekankan, kegiatan penyelidikan gempa bumi harus terus ditingkatkan, terutama dalam mengidentifikasi karakteristik sumber-sumber gempa bumi yang belum terpetakan.
    Data katalog kejadian gempa bumi merusak dari Badan Geologi akan membantu dalam identifikasi tersebut.
    Karakteristik sumber gempa bumi perlu diidentifikasi sebagai masukan untuk melakukan pemutakhiran dalam menyusun Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi dan karakteristik sesar aktif.
    Kedua peta tematik ini diamanatkan kepada Badan Geologi sebagai wali data.
    Peta KRB Gempa Bumi dan sesar aktif berguna untuk mendukung kegiatan mitigasi gempa bumi dan sebagai masukan pada revisi penataan ruang.
    “Upaya mitigasi dan penataan ruang sangat penting untuk meminimalkan risiko kejadian gempa bumi di masa mendatang. Selain itu, penguatan regulasi kebencanaan di daerah juga akan mendukung upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi,” tutup Supartoyo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Remaja di Tangerang Dicabuli Guru Mengaji, Korban Diduga Capai Puluhan
                        Megapolitan

    7 Remaja di Tangerang Dicabuli Guru Mengaji, Korban Diduga Capai Puluhan Megapolitan

    Remaja di Tangerang Dicabuli Guru Mengaji, Korban Diduga Capai Puluhan
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Seorang remaja berinisial F (18) menjadi korban pencabulan seorang guru mengaji berinisial W (40) di Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang.
    F mengatakan, pencabulan itu terjadi sekitar tujuh tahun lalu, saat dirinya masih berusia 11 tahun atau kelas 6 SD. F yang merupakan murid W dicabuli di kamar mandi rumah pelaku usai belajar mengaji.
    “Saya diajak ke toilet. Terus saya dipegang-pegang sampai mengeluarkan cairan,” ujar F saat ditemui
    Kompas.com
    di Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (1/1/2025).
    Usai tindakan pencabulan itu, F diberi uang oleh W sebesar Rp 50.000.
    “Dia ngasih duit Rp 50.000, bilangnya buat jajan atau enggak buat beli rokok atau segala macam,” kata dia.
    F yang ketika itu masih berusia 11 tahun tak bisa berbuat banyak. Dia tak berani menceritakan kejadian ini ke keluarganya karena takut dengan W.
    “Saat itu saya masih kecil, takut sama dia karenakan dia ustaz,” jelas F.
    Tak hanya sekali, tindakan pencabulan itu dilakukan W sebanyak tiga kali. F pun mengaku sempat mengalami trauma selama satu tahun.
    “Sempat trauma sampai enggak mau ke sana lagi, tapi Alhamdulillah sekarang sudah hilang traumanya,” kata dia.
    Tujuh tahun usai insiden itu, F akhirnya memberanikan diri untuk bercerita kepada orangtuanya. Kejadian ini diungkap F setelah mendengar kabar adanya korban pencabulan lain dengan pelaku W.
    Bahkan, menurut F, korban dugaan pencabulan W mencapai 30 orang yang seluruhnya merupakan murid mengaji pelaku.
    “Usianya (korban) sekitar SD sama SMP, mungkin kelas 1 atau 2,” ungkap dia.
    Usai menceritakan kejadian ini, F dan orangtuanya langsung mendatangi rumah keluarga W pada Sabtu (7/12/2024).
    Orangtua F menceritakan tindakan W terhadap anaknya. Namun, pihak keluarga W tidak percaya.
    “Saya sempat cerita ke keluarga pelaku. Itu saya masih respons baik sama pihak keluarga pelaku, cuma dari pihak sana itu masih kurang percaya,” kata F.
    Bahkan, kata F, setelah mengadukan insiden ini, keluarga W malah memutarbalikkan fakta. 
    “Karena memang dari keluarga itu enggak ada yang tahu sama sekali kalau pelaku kata gitu, cuma tiba-tiba, selang dua hari, saya dengar nama saya sudah jelek. Mereka memutarbalikkan fakta bahwa saya yang melakukan hal pelecehan itu,” tambah dia.
    Merasa tak terima, F melaporkan tindakan W ke Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (16/12/2024). Ia melapor bersama korban dugaan pencabulan W yang lain.
    Para korban pun telah menjalani visum. F menyebut, polisi saat ini sedang memburu pelaku yang kabarnya berada di Serang, Banten untuk kembali belajar di pondok pesantren.
    “Terakhir saya lihat itu Jumat (29/11/2024). Dia pergi ke Serang katanya mau mondok lagi. Yang saya dengar sih katanya polisi sudah mulai bergerak buat cari pelaku,” kata dia.
    Adapun
    Kompas.com
     telah menghubungi Polres Metro Tangerang Kota untuk mengonfirmasi kejadian ini. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons dari polisi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Malang Rusak Ikon Taman, Istri Tak Pulang Jadi Alasan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        1 Januari 2025

    Warga Malang Rusak Ikon Taman, Istri Tak Pulang Jadi Alasan Surabaya 1 Januari 2025

    Warga Malang Rusak Ikon Taman, Istri Tak Pulang Jadi Alasan
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap seorang pelaku perusakan ikon tulisan (signage) di Taman Galunggung dan Taman Ijen,
    Kota Malang
    , Jawa Timur.
    Pelaku berinisial DBS (40), warga Kecamatan Sukun. Ia mengaku melakukan perbuatannya karena kesal belum mendapatkan pekerjaan dan istrinya tidak pulang ke rumah selama tiga hari.
    Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota pada Selasa (31/12/2024) sekitar pukul 21.00 WIB, di sekitar Jalan Wilis, Kecamatan Klojen.
    Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melaporkan kejadian perusakan tersebut ke Mapolresta Malang Kota.
    Pelaku dijerat dengan Pasal 406 KUHP yang mengatur tentang perusakan, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan.
    “Pelaku tidak kami tahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, namun diminta wajib lapor selama pemeriksaan berlangsung hingga berkas diserahterimakan oleh kejaksaan,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Soleh, Rabu (1/1/2025).
    Saat ini, keluarga pelaku masih mencari penjamin untuk memenuhi kewajiban lapor tersebut.
    DBS menyatakan tidak mampu untuk mengganti kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan, mengingat kondisi ekonominya yang sulit.
    “Melihat kondisi ekonominya yang tidak mampu, tidak ada pengaruh minum-minuman keras. Perkara tetap lanjut, namun tersangka tidak dilakukan penahanan dan wajib lapor seminggu dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis,” tambah Kompol M Soleh.
    Perusakan fasilitas umum ini terjadi pada Senin (30/12/2024) malam dan viral di media sosial.
    Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi.
    Ia merusak tulisan yang terbuat dari material akrilik dan plastik dengan cara ditendang hingga pecah.
    Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (Kabid RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Laode KB Alfitra, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa kerugian materi yang dialami DLH mencapai sekitar Rp 25 juta.
    “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota. Semoga pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku, dan apabila sudah tertangkap, kami minta untuk ganti rugi,” kata Laode pada Selasa (31/12/2024).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3 Nelayan Hilang di Perairan Cilacap
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Januari 2025

    3 Nelayan Hilang di Perairan Cilacap Regional 1 Januari 2025

    3 Nelayan Hilang di Perairan Cilacap
    Tim Redaksi
    CILACAP, KOMPAS.com
    – Tiga orang anak buah kapal (ABK) dari
    kapal Kennedy
    dilaporkan hilang di perairan
    Cilacap
    , Jawa Tengah, pada Selasa (31/12/2024) petang. 
    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, Muhamad Abdullah menjelaskan, kapal Kennedy yang dijadwalkan tiba pukul 12.00 WIB belum juga kembali hingga sore hari.

    Kapal Kennedy
    yang seharusnya sudah sampai Cilacap pukul 12.00 WIB, namun sampai sore harinya belum juga kembali,” kata Abdullah melalui keterangan tertulis, Rabu (1/1/2025).
    Mengetahui adanya kejanggalan, rekan sesama nelayan melaporkan situasi tersebut kepada Basarnas pada pukul 18.10 WIB.
    Basarnas kemudian berkoordinasi dengan keluarga dan himpunan nelayan setempat.
    Identitas ketiga ABK yang hilang adalah Misrun (56), Sarno (38), dan Sainu Catur Prayogo (19), yang semuanya berasal dari Desa Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.
    “Pagi ini tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan rencana operasi membagi menjadi tiga SRU,” jelas Abdullah.
    SRU 1 akan melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan RIB 05 dengan jangkauan seluas 2 NM di sekitar lokasi kejadian.
    SRU 2 akan melakukan penyisiran menggunakan rescue trail sejauh 10 kilometer dari Pantai Ketapang Indah menuju Pantai Jetis.
    Sementara itu, SRU 3 akan melakukan pemantauan menggunakan drone thermal UAV dari Bukit Menganti dan menyebarkan informasi kepada nelayan di sekitar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • CS Bank Lampung Bikin Kartu ATM Nasabah Pasif, Gondol Uang Rp 2 Miliar
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Januari 2025

    CS Bank Lampung Bikin Kartu ATM Nasabah Pasif, Gondol Uang Rp 2 Miliar Regional 1 Januari 2025

    CS Bank Lampung Bikin Kartu ATM Nasabah Pasif, Gondol Uang Rp 2 Miliar
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap seorang
    customer service
    (CS)
    Bank Lampung
    berinisial AS (39) yang diduga menggondol
    uang nasabah
    hingga mencapai Rp 2,1 miliar.
    Tindak pidana
    tersebut terjadi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Lampung Unit 2, Tulang Bawang, yang berlangsung sejak 2021 hingga 2023.
    Kapolres Tulang Bawang, AKBP James Hutajulu menjelaskan, tersangka memanfaatkan akun nasabah pasif untuk menarik uang.
    “Modus yang dilakukan tersangka adalah mengajukan pembuatan kartu
    ATM
    baru dari akun nasabah pasif. Kemudian setelah kartu ATM dibuat, tersangka menarik uang dari rekening nasabah itu lalu mentransfernya ke rekening tersangka atau menariknya secara tunai,” ungkap James dalam keterangannya, Selasa (31/12/2024) malam.
    Dari hasil penyelidikan, total akun korban mencapai 175 nasabah dengan kerugian total Rp 2,1 miliar.
    Kasus ini terungkap setelah salah satu pimpinan Bank Lampung di kabupaten lain merasa curiga dengan adanya pengajuan pembuatan kartu ATM baru dari nasabah yang pasif.
    “Padahal, nasabah tersebut bukan berasal dari wilayah kerja KCP Bank Lampung Unit 2,” tambahnya.
    Setelah dilakukan audit internal, terungkap bahwa tindakan tersebut dilakukan AS, yang merupakan CS di KCP Bank Lampung Unit 2.
    Tersangka terancam dikenakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan
    Tindak Pidana
    Korupsi.
    “Ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tutup James.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perahu Terbalik di Pulau Sebatik, Dua Nelayan Hilang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Januari 2025

    Perahu Terbalik di Pulau Sebatik, Dua Nelayan Hilang Regional 1 Januari 2025

    Perahu Terbalik di Pulau Sebatik, Dua Nelayan Hilang
    Tim Redaksi
    NUNUKAN, KOMPAS.com
    – Kejadian menghebohkan terjadi di perairan
    Tanjung Karang
    ,
    Pulau Sebatik
    , Nunukan, Kalimantan Utara, pada Selasa (31/12/2024) dini hari, ketika sebuah perahu ditemukan terbalik dan nyaris sepenuhnya karam.
    Para nelayan yang berangkat melaut di pagi hari menemukan perahu tersebut, namun tidak ada satupun anak buah kapal (ABK) yang ditemukan di lokasi.
    Sejumlah video mengenai peristiwa ini telah beredar di media sosial, dan banyak nelayan yang turut serta dalam pencarian.
    “Pencarian sedang berlangsung,” ujar Djemijan, anggota BPBD Nunukan di Pulau Sebatik saat dihubungi pada Rabu (1/1/2025).
    Laporan mengenai peristiwa karamnya perahu nelayan ini diterima dari Ketua RT 03, Desa Setabu, Sebatik Barat, sekitar pukul 06.30 WITA pada Rabu (1/1/2025).
    Djemijan menjelaskan, pada Selasa dini hari, kondisi ombak sedang pasang dan angin bertiup cukup kencang.
    “Jadi perahu yang karam tersebut dinaiki tiga nelayan. Mereka memasang pukat dengan mengikat perahunya ke fondasi rumput laut. Tapi karena angin kencang dan ombak yang kuat,
    perahu terbalik
    ,” jelasnya.
    Dalam insiden tersebut, para nelayan tercebur ke laut. Satu nelayan berhasil berpegangan pada perahu, sementara dua ABK lainnya tergulung ombak.
    “Info yang saya dapat dari pelapor, yang selamat ini memang pandai berenang. Sementara dua nelayan itu sama sekali tidak pandai berenang,” imbuhnya.
    Seorang nelayan yang selamat sempat terombang-ambing semalaman sebelum akhirnya ditolong oleh nelayan lain yang melintas pada pagi harinya.
    “Tim Basarnas sudah turun lapangan melakukan pencarian. Kita doakan bersama, semoga korban ditemukan dalam kondisi selamat semua,” tambah Djemijan.
    Laporan resmi dari Basarnas mencatat bahwa lokasi perahu yang tenggelam berada di daerah perairan Tanjung Karang, Pulau Sebatik, dengan koordinat 3°55’50.2″ N, 117°52’41.8″ E.
    Dua nelayan yang masih dalam pencarian adalah Kaharuddin (22) dan Ardi (27), keduanya merupakan warga Desa Setabu, Sebatik Barat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen, Pemkab Semarang Beli Lahan Pengganti SD
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Januari 2025

    Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen, Pemkab Semarang Beli Lahan Pengganti SD Regional 1 Januari 2025

    Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen, Pemkab Semarang Beli Lahan Pengganti SD
    Tim Redaksi
    UNGARAN, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten Semarang resmi membeli lahan seluas 2.953 meter persegi untuk relokasi
    SD Negeri 1 Bawen
    , yang terdampak pembangunan
    jalan tol Yogyakarta-Bawen
    seksi 6.
    Penandatanganan transaksi jual beli lahan relokasi dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, dan pemilik lahan, Setyoko, di hadapan notaris.
    “Sesuai hasil koordinasi dengan BPKP DIY, maka pembangunan fasilitas umum mendapat prioritas utama. Hari ini kita menyelesaikan pembayaran lahan pengganti SD Negeri 1 Bawen karena di lokasi lama sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkap Djarot pada Selasa (31/12/2024) dalam keterangan tertulis.
    Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem)
    Pemkab Semarang
    , Zaenal Arifin menjelaskan, lokasi sekolah yang lama sudah sangat dekat dengan beberapa tiang pancang jalan tol yang telah terpasang.
    “Total lahan sekolah dan lingkungannya yang terdampak pembangunan jalan tol seluas 3.737 meter persegi,” ujarnya.
    Lahan penggantian yang telah disepakati seluas 3.830 meter persegi, yang terbagi dalam enam bidang tanah.
    Selain untuk sekolah dasar, lahan tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan gedung taman kanak-kanak (TK) dan jalan lingkungan.
    Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah
    Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
    , Moh Fajri Nukman menjelaskan, setelah transaksi pembayaran enam bidang lahan selesai, proses sertifikasi atas nama Pemkab Semarang akan segera dilanjutkan.
    Pembangunan gedung SD akan menunggu persetujuan desain oleh Pemkab Semarang.
    “Saat ini sudah dibuat beberapa desain oleh PT Jasa Marga Yogyakarta-Bawen. Pembangunan gedung diperkirakan selesai enam bulan setelah persetujuan diperoleh,” kata Fajri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.