Category: Kompas.com Metropolitan

  • 2
                    
                        Jokowi Tak Ikut Perkumpulan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota, Isyarat Politik atau Kebetulan?
                        Megapolitan

    2 Jokowi Tak Ikut Perkumpulan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota, Isyarat Politik atau Kebetulan? Megapolitan

    Jokowi Tak Ikut Perkumpulan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota, Isyarat Politik atau Kebetulan?
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah mantan gubernur Jakarta dari berbagai periode, yakni Sutiyoso (Bang Yos), Fauzi Bowo (Foke), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan berkumpul bersama di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, menjelang perayaan malam tahun baru 2025, pada Selasa (31/12/2024) sore.
    Namun, sosok Presiden ke-7 RI yang juga pernah menjabat sebagai gubernur Jakarta periode 2012-2014, Joko Widodo (
    Jokowi
    ), tidak terlihat hadir dalam perkumpulan tersebut.
    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno juga turut menyoroti ketidakhadiran Jokowi dalam acara perayaan malam tahun baru yang digelar di Balai Kota Jakarta itu.
    Menurut Adi, ketidakhadiran Jokowi menjadi sebuah pertanda penting mengenai hubungan politiknya dengan Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
    “Ketidakhadiran Jokowi ini menjadi penegas bahwa Jokowi sangat berbeda dengan Anies, Ahok, dan PDIP. Itu artinya hubungan Jokowi dengan mereka sudah tak ada lagi,” ujar Adi kepada
    Kompas.com,
    Rabu (1/1/2025).
    Adi menilai bahwa ketidakhadiran tersebut mencerminkan bahwa tidak ada lagi kemistri atau kecocokan antara Jokowi dengan Anies maupun Ahok, yang menjadi pemenang dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
    “Jokowi tak lagi merasa perlu hadir dalam forum yang sebenarnya dihadiri oleh pemenang Jakarta yang mengalahkan jagoannya, Ridwan Kamil dan Suswono,” tambahnya.
    Bagi Adi, momen ini semakin memperjelas bahwa hubungan politik Jokowi dengan Anies, Ahok, serta partai politik terkait tidak lagi harmonis, bahkan terkesan telah berakhir.
    Hal ini juga menjadi sebuah sinyal bahwa Jokowi mungkin mulai mengalihkan perhatian politiknya jauh dari peran-peran yang pernah dikaitkan dengan Anies dan Ahok.
    Dalam konteks ini, ketidakhadiran Presiden Jokowi di acara yang digelar di Balai Kota Jakarta tersebut semakin menguatkan gambaran bahwa hubungan politik pasca-pilkada 2017 kini memasuki babak yang baru.
    Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, Jokowi tidak ikut berkumpul dengan para mantan gubernur Jakarta karena memilih merayakan tahun baru bersama keluarga di Solo, Jawa Tengah.
    “Semua gubernur dan wakil gubernur yang insya Allah sehat diundang. Kebetulan Bapak Jokowi merayakan tahun baru bersama keluarga di Solo, jadi beliau titip salam untuk para gubernur dan wakil gubernur lainnya,” ujar Teguh kepada wartawan, Selasa.
    Adapun Jokowi terlihat menghabiskan malam pergantian tahun dengan mengunjungi Pasar Malam atau Night Market Ngarsopuro, Kota Solo.
    Pantuan
    Kompas.com,
    Jokowi tiba pada Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung menyusuri Jalan Diponegoro.
    Mengenakan jaket warna biru dongker, Jokowi menyapa warga dan pedagang. Di tengah jalan-jalan malam, Jokowi terlihat menikmati pertunjukan musik kawasan Ngarsopuro.
    Sekitar 10 menit, ia menikmati cover lagu Pelangi dari Band Bumerang. Selama menikmati suasana malam di Ngarsopuro, Jokowi nampak meladeni ajakan swafoto para warga. Dan dilanjutkan, menyusuri pasar malam di tengah Kota Bengawan itu.
    Sesampainya di Perempatan Ngarsopuro – Gatot Subroto, Jokowi bersama ribuan masyarakat menikmati pesta kembang api sekitar 10 menitan.
    Para mantan gubernur Jakarta berkumpul di bekas tempat kerja mereka karena diundang oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta.
    Mereka datang untuk mengikuti acara Bentang Harapan JakAsa, salah satu bagian dari rangkaian kegiatan yang digagas Pemprov Jakarta untuk menyambut Tahun Baru 2025.
    Salah satu program utama dari acara itu adalah pemasangan kain putih sepanjang 500 meter yang terbentang di Balai Kota dan Monumen Nasional (Monas).
    Kain putih tersebut akan diisi dengan pesan-pesan harapan dari masyarakat Jakarta sebagai simbol optimisme menyongsong tahun baru.
    Dalam acara ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung-Rano Karno turut hadir. Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga ikut hadir.
    (Penulis: Ruby Rachmadina, Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ardito Ramadhan, Andi Hartik, Abdul Haris Maulana)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Calya Terancam 12 Tahun Penjara
                        Regional

    1 Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Calya Terancam 12 Tahun Penjara Regional

    Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Calya Terancam 12 Tahun Penjara
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Antoni Romansyah (44), pengemudi mobil Calya yang menabrak satu keluarga hingga tewas di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota
    Pekanbaru
    , Riau, ditetapkan sebagai
    tersangka
    , Rabu (1/1/2025).
    Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Pekanbaru, Kompol Alvin Agung Wibawa, membenarkan bahwa status Antoni sudah jadi tersangka dan ditahan.
    “Pengemudi sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Alvin saat diwawancarai wartawan di Satlantas Polresta Pekanbaru, Rabu.
    “Sedangkan dua penumpang lainnya kita sudah berkoordinasi dengan Satresnarkoba untuk melakukan pengembangan (terkait penggunaan narkotika),” lanjutnya. 
    Tersangka
    Antoni Romansyah, tambah Alvin, dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 312 UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.
    Dari pasal tersebut, tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.
    Tersangka Antoni tampak berbeda di ruang pemeriksaan Satlantas Polresta Pekanbaru. Kedua tangannya tampak diborgol.
    Diberitakan sebelumnya, satu keluarga tewas setelah ditabrak mobil Calya saat mengendarai sepeda motor di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (1/1/2025), sekitar pukul 06.30 WIB.
    Korban adalah Anton Sujarwo (30), Afrianti (42), dan anak mereka, Aditia Aprilio Anjani (10). Anton meninggal di rumah sakit setelah mengalami luka berat. Sementara istri dan anaknya meninggal di lokasi kejadian.
    Pengemudi mobil, Antoni Romansyah (44), diduga dalam pengaruh
    narkoba
    . Ia baru saja pulang dari dugem malam tahun baru.
    Bersamanya, ada dua penumpang, Lidia Rustiawati (25) dan Deni (30), yang juga positif menggunakan narkoba.
    Kecelakaan berawal saat mobil yang dikemudikan Antoni bergerak dari timur ke barat di Jalan Hangtuah.
    Di depan Klinik Siaga Medika, mobil melebar ke kanan dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Anton. Sepeda motor tersebut terseret dan terpental ke pinggir jalan.
    Mobil itu kemudian menyenggol sepeda motor lainnya yang dikendarai Dwi Irwanto (22) dan Nur Liani (25), yang keduanya mengalami luka-luka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Calya Pulang dari Dugem
                        Regional

    9 Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Calya Pulang dari Dugem Regional

    Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Calya Pulang dari Dugem
    Editor
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota
    Pekanbaru
    , Riau, Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
    Satu keluarga tewas
    setelah ditabrak mobil Calya saat mengendarai sepeda motor.
    Korban adalah Anton Sujarwo (30), Afrianti (42), dan anak mereka, Aditia Aprilio Anjani (10). Anton meninggal di rumah sakit setelah mengalami luka berat, sementara istri dan anaknya meninggal di lokasi kejadian.
    Pengemudi mobil, Antoni Romansyah (44), diduga dalam pengaruh
    narkoba
    . Ia baru saja pulang dari dugem malam tahun baru.
    Ada dua penumpang mobil Calya, Lidia Rustiawati (25) dan Deni (30), yang juga positif menggunakan narkoba.
    Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Alvin Agung Wibawa, mengatakan, pengemudi dan penumpangnya diamankan setelah tes urine menunjukkan hasil positif amphetamine dan methamphetamine.
    “Mereka habis dugem,” ujar Alvin.
    Kecelakaan berawal saat mobil yang dikemudikan Antoni bergerak dari timur ke barat di Jalan Hangtuah.
    Di depan Klinik Siaga Medika, mobil melebar ke kanan dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Anton. Sepeda motor tersebut terseret dan terpental ke pinggir jalan.
    Mobil juga menyenggol sepeda motor lainnya yang dikendarai Dwi Irwanto (22) dan Nur Liani (25), yang keduanya mengalami luka-luka.
    Polisi segera datang ke lokasi dan mengevakuasi korban serta kendaraan. Video yang beredar menunjukkan kondisi mobil dan dua sepeda motor yang rusak parah, serta seorang pria yang tergeletak tak sadarkan diri di dekat motor.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Calya Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Positif Narkoba
                        Regional

    10 Calya Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Positif Narkoba Regional

    Calya Tabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Pekanbaru, Pengemudi Positif Narkoba
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com

    Satu keluarga tewas
    dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota
    Pekanbaru
    , Riau, Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
    Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak itu ditabrak mobil Calya saat mengendarai sepeda motor.
    Ketiga korban yakni Anton Sujarwo (30), Afrianti (42), dan seorang anaknya, Aditia Aprilio Anjani (10).
     
    Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Alvin Agung Wibawa, saat dikonfirmasi mengatakan, pengemudi Calya yang menabrak satu keluarga tersebut diduga dalam pengaruh
    narkoba

    “Ketiga korban menunggangi sepeda motor, ditabrak mobil Calya F 1817 VI yang mana pengemudinya sedang di bawah pengaruh narkoba,” kata Alvin saat diwawancarai Kompas.com di Pekanbaru, Rabu.
    Alvin menyebut, Anton Sujarwo mengalami luka berat di kepala, kaki kanan patah, dan leher patah. Korban meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau di Pekanbaru.
    Sedangkan istri dan anaknya meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka berat.
    Sementara pengemudi Calya, Antoni Romansyah (44), warga asal Palembang, saat ini telah diamankan di Satlantas Polresta Pekanbaru.
    Selain pengemudi, satu orang penumpang wanita, Lidia Rustiawati (25), asal Jawa Barat, serta seorang penumpang laki-laki, Deni (30), asal Palembang, juga turut diamankan polisi.
    Mereka bertiga dalam kondisi di bawah pengaruh narkotika usai dugem pada malam tahun baru.
    “Ketiganya kita amankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, ketiganya positif amphetamine dan methamphetamine. Mereka habis dugem,” ungkap Alvin.
    Alvin memastikan, pengemudi mobil akan ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan yang menewaskan satu keluarga tersebut.
    Sementara dua penumpang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Reserse
    Narkoba
    Polresta Pekanbaru untuk dilakukan pengembangan.
    “Sudah pasti tersangka untuk pengemudi. Untuk penumpang, kita sudah berkoordinasi dengan Satresnarkoba untuk melaksanakan pengembangan,” ucap Alvin.
    Alvin menjelaskan, awalnya mobil yang dikemudikan Antoni Romansyah bergerak di Jalan Hangtuah, datang dari arah timur menuju barat.
    Sesampainya di depan Klinik Siaga Medika, mobil melebar ke kanan jalan dan bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Anton Sujarwo, yang datang dari arah berlawanan.
    Sepeda motor korban terseret dan terpental ke pinggir jalan.
    Setelah itu, mobil menyenggol sepeda motor lainnya yang dikendarai mahasiswa, Dwi Irwanto (22), yang memboncengi mahasiswi, Nur Liani (25). Kedua warga asal Kabupaten Rokan Hulu ini mengalami luka-luka.
    Tak lama kemudian, anggota Satlantas Polresta Pekanbaru tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban dan kendaraan.
    Dari video yang beredar di media sosial, tampak mobil yang menabrak dua sepeda motor tumbang dan keluar dari badan jalan. Kondisi mobil dan dua sepeda motor rusak parah.
    Di samping mobil, terlihat seorang lelaki sedang jongkok dan seorang wanita berdiri dalam kondisi panik atas kejadian itu.
    Tak jauh dari mobil, tampak seorang pria pengendara motor memakai helm dengan posisi telungkup dan tidak sadarkan diri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Kronologi Pengacara Tewas Ditembak di Bone, Pelaku Kabur dengan Minibus
                        Regional

    6 Kronologi Pengacara Tewas Ditembak di Bone, Pelaku Kabur dengan Minibus Regional

    Kronologi Pengacara Tewas Ditembak di Bone, Pelaku Kabur dengan Minibus
    Tim Redaksi
    BONE, KOMPAS.com
    – Kasus tewasnya seorang pengacara di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai terungkap.
    Terduga pelaku diketahui tiba di lokasi menggunakan satu unit minibus dan langsung melarikan diri setelah menembak korban.
    Kepolisian setempat mengonfirmasi adanya mobil misterius yang berhenti di depan rumah korban saat peristiwa terjadi pada malam pergantian tahun, Rabu (1/1/2025).
    Korban,
    Rusdy S Gany
    , tewas tertembak di Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, saat sedang bersantap malam bersama istrinya, Maryam (45), dan sejumlah kerabatnya.
    Maryam menceritakan, saat kejadian, mereka sedang menikmati hidangan malam ketika tiba-tiba terdengar suara letusan.
    “Saya sementara makan dan ada suara letusan, kemudian suamiku jatuh, ada darah di keningnya, jadi kami langsung larikan ke Puskesmas,” ungkap Maryam saat dikonfirmasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Makassar.
    Maryam juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, sebuah minibus berhenti di depan rumahnya tanpa mematikan mesin.
    Seorang pria tampak mendekati korban sebelum suara tembakan terdengar.
    “Agak gelap di sekitar rumah karena ada mobil parkir dan lampu depannya tetap menyala, jadi agak gelap di bagian belakang mobil. Saya sempat lihat ada pria masuk, tapi agak samar dan saya tidak terlalu perhatikan wajahnya,” jelasnya.
    Sementara itu, Iptu Rayendra Muhtar, Kasi Humas Polres Bone, membenarkan informasi mengenai mobil yang berhenti di depan rumah korban.
    “Ada satu unit mobil yang parkir di depan rumah korban dan langsung tancap gas saat terdengar suara letusan,” kata Rayendra saat dihubungi melalui telepon.
    Sebelumnya, diberitakan bahwa Rusdy S Gany tewas ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) pada pukul 22.30 WITA, Selasa (31/12/2024), saat sedang merayakan malam pergantian tahun.
    Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kafe di Lampung Ambruk, Polisi: Pengunjung Lompat-lompat Saat Pesta Kembang Api
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Januari 2025

    Kafe di Lampung Ambruk, Polisi: Pengunjung Lompat-lompat Saat Pesta Kembang Api Regional 1 Januari 2025

    Kafe di Lampung Ambruk, Polisi: Pengunjung Lompat-lompat Saat Pesta Kembang Api
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kafe di Bandar
    Lampung
    yang ambruk saat malam pergantian tahun.
    Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Sukarame Inspektur Dua (Ipda) Muazam mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut.
    “Benar, peristiwa terjadi di salah satu kafe di Bukit Balak tadi malam sebelum tahun baru,” katanya di lokasi, Rabu (1/1/2024).
    Muazam mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mendapatkan sejumlah fakta atas peristiwa itu.
    Menurutnya, sebelum lantai dua kafe di perbukitan itu ambruk, terdapat sekitar 50 pengunjung di area tersebut.
    Bencana terjadi saat pesta kembang api ketika waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB.
    “Setelah menonton pesta kembang api, pengunjung di lantai 2 lompat-lompat,” katanya.
    Diduga karena beban berlebih, salah satu tiang penyangga tidak kuat dan patah.
    Akibatnya, para pengunjung di lantai dua itu terjatuh bersamaan dengan lantai yang ambruk.
    Diberitakan sebelumnya, lantai kafe di perbukitan di Bandar Lampung ambruk saat malam pergantian tahun akibat kelebihan kapasitas.
    Peristiwa itu terjadi di salah satu kafe yang berada di Bukit Balak, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 00.10 WIB.
    Dari video yang beredar di media sosial, terlihat lantai kafe itu ambruk dengan sejumlah
    pengunjung terjatuh
    .
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal  di Depok, Tabrak Gedung Perusahaan Kimia
                        Megapolitan

    6 Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Depok, Tabrak Gedung Perusahaan Kimia Megapolitan

    Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Depok, Tabrak Gedung Perusahaan Kimia
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Seorang pria berinisial AN (30) tewas dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Rabu (1/1/2025).
    Insiden yang terjadi pada pukul 04.40 WIB ini berawal ketika AN melaju seorang diri dari arah utara ke selatan atau dari Depok menuju Bogor.
    “Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, sepeda motor Yamaha Xeon NRKB (nomor registrasi kendaraan bermotor) B 5633 TMO melaju dari arah utara ke selatan,” ucap Kanit Laka Lantas Polres Depok AKP Burhan saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Rabu.
    Saat melintas di depan gedung PT BASF Care Chemicals Indonesia, AN tiba-tiba kehilangan kendali. Ia pun menabrak gedung perusahaan kimia tersebut. 
    “Pengemudinya tidak dapat menguasai laju kendaraannya, lalu menabrak tembok perusahaan tersebut,” tutur Burhan.
    AN sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tak tertolong akibat luka parah di kepala. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3 Wisatawan Asal Kediri Terseret Ombak di Pantai Parangtritis
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        1 Januari 2025

    3 Wisatawan Asal Kediri Terseret Ombak di Pantai Parangtritis Yogyakarta 1 Januari 2025

    3 Wisatawan Asal Kediri Terseret Ombak di Pantai Parangtritis
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    -Tiga wisatawan asal Kediri, Jawa Timur (Jatim) terseret ombak di Kawasan
    Pantai Parangtritis
    , Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (1/1/2025). Para korban terseret ombak saat bermain air di area
    rip current.
    Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi III Pantai Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha, mengatakan tiga orang yang terseret ombak yakni MS (22), AGA (20), dan AM (22).
    Peristiwa itu bermula saat korban datang bersama rombongan ke Pantai Parangtritis sekitar pukul 05.30 WIB.
    “Kurang lebih pukul 07.35 WIB korban bermain air mengarah ke lokasi
    rip current
    ,” kata Arif saat dihubungi wartawan melalui telepon pada Rabu.
    Perlu diketahui, arus balik atau
    rip current
    di Pantai Bantul disebut ekor Palung, atau masyarakat sekitar menyebutnya ‘lebeng’. Arus ini menyebar di kawasan pantai selatan wilayah Bantul.
    Sebutan ekor palung, karena palung sebenarnya muncul agak di tengah.
    “Petugas sudah memperingatkan tetapi kurang diindahkan, dan tidak berselang lama tiga korban terbawa arus balik ke tengah dan tenggelam,” kata Arif.
    Dikatakannya, petugas dari Satlinmas, Ditpolair Polda DIY, dan Basarnas Yogyakarta, yang melihat kejadian tersebut segera menolong korban dengan berenang ke tengah laut.
    Ketiganya berhasil diselamatkan dan dibawa ke Pos Satlinmas Parangtritis untuk dilakukan observasi dan pendataan.
    “Setelah dirasa kondisi korban membaik, korban dikembalikan kepada rombongan,” kata dia.
    Arif berharap wisatawan mematuhi peringatan dari petugas di lapangan. Sebab, sebagian besar kecelakaan laut terjadi karena wisatawan nekat bermain di area berbahaya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Diduga akibat Petasan , 7 Ruko di Makassar Terbakar Saat Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Makassar
                        
                        1 Januari 2025

    Diduga akibat Petasan , 7 Ruko di Makassar Terbakar Saat Malam Tahun Baru Makassar 1 Januari 2025

    Diduga akibat Petasan , 7 Ruko di Makassar Terbakar Saat Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi
    MAKASSAR, KOMPAS.com
    – Sebanyak tujuh rumah toko (ruko) di dua lokasi, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), habis terbakar pada Selasa (31/12/2024) malam.
    Lima ruko yang terbakar berada di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo.  Pemicu kebakaran diduga akibat percikan api dari
    petasan
    saat malam pergantian tahun. 
    Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiddudin, mengatakan bahwa untuk menjinakkan api, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar mengerahkan total 17 armada.
    “Ada 17 armada rekan-rekan dari Damkar Makassar untuk memadamkan api. Pukul 01:00 Wita, api baru padam,” kata Wahiddudin kepada Kompas.com, Rabu (1/1/2025).
    Percikan api dari petasan diduga mengenai material yang mudah terbakar. Akibatnya, api dengan cepat menjalar ke beberapa ruko lainnya.
    “Penyebabnya diduga akibat terkena percikan api dari petasan yang mengenai gabus material. Tidak terdapat korban jiwa,” ucap Wahiddudin.
    Akibat kebakaran itu, kerugian mencapai total sekitar Rp 4 miliar. Saat ini, pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
    “Saat ini masih dilakukan penyelidikan, di lokasi juga sementara dilakukan pemeriksaan termasuk saksi-saksi dimintai keterangan,” ungkap Wahiddudin.
    Sementara itu, dua ruko lainnya yang terbakar berada di kawasan Jalan Kapasa Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
    Kebakaran di lokasi tersebut juga terbakar diduga akibat percikan api petasan.
    Bahkan, dua unit mobil ikut hangus terbakar karena terparkir di dalam ruko tersebut.
    Api cepat merambat lantaran material isi ruko merupakan barang yang mudah terbakar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Jalan Kaki Jakarta-Boyolali, Penuhi Nazar Jadi Legislator
                        Nasional

    3 Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Jalan Kaki Jakarta-Boyolali, Penuhi Nazar Jadi Legislator Nasional

    Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Jalan Kaki Jakarta-Boyolali, Penuhi Nazar Jadi Legislator
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Didik Haryadi memenuhi nazar berjalan kaki dari Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ke daerah pemilihannya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (1/1/2025).
    Sejak lama Didik bernazar bakal berjalan kaki dari Jakarta ke kampung halamannya jika memenangi Pemilu 2024 dan menjadi anggota DPR RI.
    “Ini adalah janji pribadi saya kepada Allah SWT. Setiap orang pernah berjanji di hadapan Tuhan, dan saya ingin menepati janji itu selama saya masih diberi kesempatan hidup,” ujar Didik dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/1/2025).
    Didik mengeklaim, janji ini ia penuhi untuk menunjukkan komitmennya memperjuangkan aspirasi masyarakat Boyolali.
    Diketahui, Didik mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Surakarta.
    “Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa saya siap berkorban dan bekerja keras untuk memperjuangkan aspirasi mereka, meski prosesnya tidak mudah dan penuh tantangan,” kata Didik.
    Didik menerangkan, perjalanan dari Senayan ke Boyolali diperkirakan menghabiskan waktu 11 hari dengan 11 titik pemberhentian.
    Perjalanan Didik rencananya akan berakhir di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Boyolali.
    “Insya Allah nanti kita akan berakhir (
    finish
    ) di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali. Dan sekali lagi perjalanan ini juga saya berikan sebagai kado terindah di ulang tahun PDI Perjuangan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.