Category: Kompas.com Metropolitan

  • Aksi Teror Pemotor Bonceng 3 di Bekasi, Pepet hingga Pukul Kaca Mobil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    Aksi Teror Pemotor Bonceng 3 di Bekasi, Pepet hingga Pukul Kaca Mobil Megapolitan 2 Januari 2025

    Aksi Teror Pemotor Bonceng 3 di Bekasi, Pepet hingga Pukul Kaca Mobil
    Tim Redaksi
     
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Video aksi teror sekelompok pria yang memepet hingga memukul kaca pengendara mobil di Jalan Hankam, Jatiwarna, Pondok Gede, Kota
    Bekasi
    , viral di media sosial.
    Pengendara mobil, FA (25), menjelaskan, aksi teror itu terjadi ketika dia tengah mengendarai mobil bersama pasangannya, R (25), Minggu (29/12/2024).
    Saat dalam perjalanan, keduanya disalip oleh sepeda motor yang membawa tiga pria dari sisi kanan mobil.
    “Pada saat itu pelaku melewati mobil saya, yang bertiga itu. Mereka memang tidak di tengah-tengah. Mereka di pinggir,” kata FA saat dihubungi, Kamis (2/1/2025).
    Karena laju kendaraan mereka yang cukup pelan, FA menyalip tiga pria tersebut. Tak lama kemudian, tiga pria itu kembali menyalip korban bersama sepeda motor lain yang membawa tiga perempuan.
    Setelah berhasil menyalip, para pengendara sepeda motor itu diduga sengaja melaju pelan di tengah jalan sembari mengobrol. Karena mengganggu laju kendaraannya, korban membunyikan klakson.
    “Saya klakson sekali, mereka minggir. Saya lewatilah,” ujar FA.
    Tak lama berselang, tiga pria yang sebelumnya disalip langsung mengejar dan memepet kendaraan korban sembari melempar kata-kata makian. Bahkan, kaca mobil korban berulang kali dipukul oleh pelaku.
    “Yang digebrak bagian kaca sopir, belakang saya, dan kaca penumpang depan. Mobil saya sempat ditabrak belakangnya. Memang enggak sampai hancur, tapi ada bekasnya,” ungkap dia.
    Selanjutnya, FA membuka kaca mobilnya dan mengajak para pelaku untuk menyelesaikan persoalan ini ke kantor polisi terdekat. Namun, ketiga pelaku memilih memutar balik dan menjauh dari posisi kendaraan korban.
    Setelah kejadian ini, korban langsung melapor ke Pos Polisi di kolong Tol Jatiwarna. Korban juga sempat menceritakan detik-detik teror yang menimpanya tersebut.
    Kemudian, petugas menyarankan korban agar melaporkan kejadian ini ke bagian reserse Polsek Pondok Gede. Korban kemudian langsung berangkat menuju Kantor Polsek Pondok Gede.
    Setibanya di Kantor Polsek Pondok Gede, korban dibuat bingung lantaran unit reserse menyarankan agar membuat laporan di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT).
    “Di bagian SPKT, saya dilempar lagi ke bagian Laka. Kenapa harus Laka? Di situ saya bingung, kenapa harus Laka? Saya kan enggak kecelakaan,” ucap dia.
    Karena terus dilempar ke beberapa unit, korban akhirnya urung melapor dan memilih membagikan video kejadian ini ke media sosial.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Penjelasan Diskon Listrik 50 Persen pada Januari-Februari 2025
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    Penjelasan Diskon Listrik 50 Persen pada Januari-Februari 2025 Megapolitan 2 Januari 2025

    Penjelasan Diskon Listrik 50 Persen pada Januari-Februari 2025
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Indonesia memberikan
    diskon listrik
    sebesar 50 persen kepada pelanggan PLN prabayar dan pascabayar.
    Namun,
    diskon listrik 50 persen
    yang diberikan tidak berlaku untuk seluruh pelanggan rumah tangga.
    Untuk lebih jelasnya, berikut ini segala hal yang perlu diketahui mengenai diskon listrik 50 persen:
    Diskon listrik
    50 persen berlaku pada 1 Januari sampai 28 Februari 2025. Diskon ini bisa didapat tanpa registrasi sehingga masyarakat tidak perlu terburu-buru.
    • Pelanggan dengan daya listrik 450 VA (ada sebanyak 24,7 juta orang)
    • Pelanggan dengan daya listrik 900 VA (ada sebanyak 38 juta orang)
    • Pelanggan dengan daya listrik 1.300 VA (ada sebanyak 14,1 juta orang)
    • Pelanggan dengan daya listrik 2.200 VA (ada sebanyak 4,6 juta orang)
    Pelanggan pascabayar
    • Diskon otomatis mengurangi tagihan pemakaian Januari (periode pembayaran 1-20 Februari 2025) dan tagihan pemakaian Februari (periode pembayaran 1-20 Maret 2025).
    Pelanggan prabayar
    • Diskon langsung pada pembelian token Januari-Februari.
    • Untuk mendapatkan energi (kWh) sesuai kebutuhan, cukup membeli dengan setengah (50 persen) harga.
    Daya 450 VA
    • Maksimal pembelian: 324 kWh
    • Harga per kWh: Rp 415
    • Total maksimal pembelian: Rp 134.460
    • Diskon maksimal: Rp 67.230.
    Daya 900 VA
    • Maksimal pembelian: 648 kWh
    • Harga per kWh: Rp 1.352
    • Total maksimal pembelian: Rp 876.096
    • Diskon maksimal: Rp 438.048.
    Daya 1.300 VA
    • Maksimal pembelian: 936 kWh
    • Harga per kWh: Rp 1.444,70
    • Total maksimal pembelian: Rp 1,35 juta
    • Diskon maksimal: Rp 676.119.
    Daya 2.200 VA
    • Maksimal pembelian: 1.584 kWh
    • Harga per kWh: Rp 1.444,70
    • Total maksimal pembelian: Rp 2,28 juta
    • Diskon maksimal: Rp 1,14 juta.
    Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan diskon 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya terpasang hingga 2.200 VA.
    Kebijakan ini diterapkan sebagai stimulus ekonomi atas pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen untuk kategori barang dan jasa mewah mulai awal tahun ini.
    “Untuk menjaga daya beli serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah memberikan stimulus biaya listrik berupa diskon 50 persen kepada pelanggan rumah tangga PT PLN dengan daya terpasang hingga 2.200 VA. Kebijakan ini menyasar 81,42 juta pelanggan,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu di Jakarta, Selasa (31/12/2024) dikutip dari
    Antara
    .
    Diskon tarif listrik 50 persen ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024. Pelanggan dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA akan mendapatkan potongan tarif listrik secara otomatis melalui sistem PLN.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BPBD Jakut Bantu Pencarian 2 Pria Tenggelam di Kali Ancol
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    BPBD Jakut Bantu Pencarian 2 Pria Tenggelam di Kali Ancol Megapolitan 2 Januari 2025

    BPBD Jakut Bantu Pencarian 2 Pria Tenggelam di Kali Ancol
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (
    BPBD
    ) Jakarta Utara ikut membantu mencari dua pria yang tenggelam di
    Kali Ancol
    , Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (1/1/2025).
    Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kebencanaan BPBD Provinsi Jakarta, Mohamad Yohan menuturkan, kedua korban belum ditemukan hingga Kamis (2/1/2025) pagi.
    “BPBD Jakarta Utara 6 personel, selain BPBD dari pos Jakut, sudah banyak penolong lainnya di TKP,” ujar Yohan saat dihubungi
    Kompas.com
    , Kamis.
    Pihak kepolisian dari Polsek Pademangan juga menerjunkan 10 personel, Pemadam Kebakaran 7 personel, Kansar Jakarta 10 personel, Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) 7 personel.
    “Masih berlangsung proses pencarian (2 korban),” jelasnya.
    Sebelumnya diberitakan, dua pria warga Pademangan Barat berinisial D (25) dan A (23) tenggelam di Kali Ancol, Jalan RE Martadinata, Pademangan Jakarta Utara, Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 17.25 WIB.
    Usai mendapat laporan, petugas damkar berjumlah tujuh orang langsung melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet.
    Namun, sampai pukul 22.00 WIB, kedua korban belum juga ditemukan. Proses pencarian korban akan dilanjutkan hari ini.
    “Belum ketemu, (pencarian) akan dilanjutkan pagi ini,” kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat, Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, saat dihubungi Kompas.com.
    Pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Para petugas pemadam kebakaran akan mencari korban dari titik awal kejadian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Warga: Percuma Potongannya Hanya 2 Bulan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    Soal Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Warga: Percuma Potongannya Hanya 2 Bulan Megapolitan 2 Januari 2025

    Soal Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Warga: Percuma Potongannya Hanya 2 Bulan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com 
    – Pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga mulai Rabu (1/1/2025).
    Meski disambut baik, sejumlah masyarakat menyayangkan
    diskon tarif listrik 50 persen
    ini hanya berlaku dua bulan saja.
    “Percuma lagian diskonnya cuma dua bulan saja,” ujar Rahmat warga Manggarai, Jakarta Selatan, Rahmat (32), saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (2/1/2025).
    Rahmat mengungkapkan, masyarakat kelas menengah tidak terlalu banyak menggunakan listrik. Dalam sebulan dia hanya membeli token listrik sekitar Rp 300.000.
    “Masyarakat menengah enggak terlalu banyak menggunakan listrik, paling sebulan Rp 300.000, berarti kita hanya save uang Rp 150.000. Enggak sebanding dengan PPN 12 persen,” kata Rahmat.
    Sementara warga Cilincing, Jakarta Utara, bernama Apri (25) menilai, diskon tarif listrik 50 persen cukup membantu masyarakat.
    “Terkait kebijakan diskon listrik 50 persen sangat membantu kalangan bawah dan menengah, efeknya secara langsung masyarakat terbantu selama dua bulan ini,” ucap dia.
    Senada dengan Apri, warga Bekasi, Jawa Barat, Apri (29) juga menyambut baik diskon tarif listrik 50 persen ini.
    “Kalau aku pribadi sih menyambut baik diskon-diskon kayak gini, karena lumayan banget,” ujar Tyas.
    Namun, dia menduga diskon tarif listrik ini hanya untuk meredam kegelisahan warga karena kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen untuk barang-barang mewah.
    “Kayaknya pemerintah cuma meredam kemarahan masyarakat saja sementara,” kata Tyas.
    Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan diskon 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya terpasang hingga 2.200 VA.
    Kebijakan ini berlaku selama dua bulan, yakni pada Januari dan Februari 2025, sebagai bagian dari paket insentif ekonomi.
    “Untuk menjaga daya beli serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah memberikan stimulus biaya listrik berupa diskon 50 persen kepada pelanggan rumah tangga PT PLN dengan daya terpasang hingga 2.200 VA. Kebijakan ini menyasar 81,42 juta pelanggan,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu di Jakarta, Selasa (31/12/2024) dikutip dari Antara.
    Diskon tarif listrik 50 persen
    ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024. Pelanggan dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA akan mendapatkan potongan tarif listrik secara otomatis melalui sistem PLN.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Pria Tenggelam di Kali Ancol, Pencarian Berlanjut Hari Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    2 Pria Tenggelam di Kali Ancol, Pencarian Berlanjut Hari Ini Megapolitan 2 Januari 2025

    2 Pria Tenggelam di Kali Ancol, Pencarian Berlanjut Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Proses pencarian dua pria berinisial D (25) dan A (23) yang tenggelam di
    Kali Ancol
    ,
    Jakarta Utara
    , dilanjutkan pada pagi ini, Kamis (2/1/2025).
    “Belum ketemu, (pencarian) akan dilanjutkan pagi ini,” kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat, Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, saat dihubungi
    Kompas.com
    .
    Gatot menjelaskan bahwa pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB.
    Para petugas pemadam kebakaran akan mencari korban dari titik awal kejadian.
    “Dari titik awal disisir kembali,” terangnya.
    D dan A dilaporkan tenggelam sekitar pukul 17.25 WIB, Rabu (1/1/2025).
    Setelah menerima laporan, petugas damkar langsung melakukan pencarian menggunakan perahu karet.
    Namun, hingga pukul 22.00 WIB, kedua korban belum ditemukan.
    Petugas damkar memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian malam itu dan melanjutkannya pagi ini.
    Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung.
    Sampai saat ini, belum diketahui penyebab tenggelamnya kedua korban.
    Petugas damkar juga belum bisa memastikan kronologi kejadian tersebut.
    Mereka kini fokus pada
    pencarian korban
    yang belum ditemukan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rumah di Bogor Terbakar akibat Pemiliknya Bakar Sampah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    Rumah di Bogor Terbakar akibat Pemiliknya Bakar Sampah Megapolitan 2 Januari 2025

    Rumah di Bogor Terbakar akibat Pemiliknya Bakar Sampah
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Sebuah rumah di Jalan Abesin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor terbakar setelah pemiliknya, R (40), membakar sampah di dalam rumah, Kamis (2/1/2025).
    R yang melakukan aksi tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.
    “Pemilik rumah R diduga dalam gangguan jiwa. Di dalam rumah R terdapat bangak sampah dan sengaja dibakar oleh R dan ditinggalkan,” ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam
    Kebakaran
    Kota Bogor Muhammad Ade Nugaraha saat dikonfirmasi, Kamis.
    Kebakaran ini bermula saat warga melihat ada cahaya terang dari ruang tengah rumah R.
    Setelah diperiksa, api sudah membesar dan menyebar ke seluruh bagian rumah.
    “Menurut saksi di dalam rumah terdapat banyak sampah dan sengaja dibakar sama si R dan ditinggalkan,” kata Ade.
    Ade menuturkan, pihaknya mendapat laporan soal
    kebakaran
    ini pada pukul 01.40 WIB. Saat itu juga, petugas langsung berangkat menuju lokasi.
    “Petugas tiba di pukul 01.51 WIB dan awal pemadaman di pukul 01.52 WIB. Selesai pemadaman di pukul 02.42 WIB atau selama 40 menit penanganan,” kata dia.
    Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, terdiri dari lima unit milik Damkar Kota Bogor dan satu unit milik Damkar Kabupaten Bogor.
    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Dua rumah tetangga, yakni bagian belakang rumah milik Ane dan bagian depan rumah milik Iwan, turut terdampak. Satu unit sepeda motor juga hangus terbakar.
    “Kerugian mencapai Rp 250 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Ade.
    Polisi saat ini masih menyelidiki lebih lanjut terkait kondisi kejiwaan pemilik rumah dan penyebab pasti kebakaran.
    “R sudah diamankan di Polsek Bogor Tengah untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap Ade.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sedang Berenang, Remaja di Bogor Injak Kaki Mayat di Sungai Cisadane
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    Sedang Berenang, Remaja di Bogor Injak Kaki Mayat di Sungai Cisadane Megapolitan 2 Januari 2025

    Sedang Berenang, Remaja di Bogor Injak Kaki Mayat di Sungai Cisadane
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Mayat pria berinisial W (34) ditemukan tewas di Sungai Cisadane, Bogor Selatan, Selasa (31/12/2024) sekitar pukul 15.00 WIB.
    Jasad pria itu ditemukan oleh salah seorang remaja yang sedang berenang di kali tersebut. Saat sedang berenang, remaja itu tak sengaja menginjak kaki mayat pria itu.
    “Pada saat anak-anak remaja yang sedang berenang menginjak kaki diduga manusia, lalu diangkat dan ternyata benar bahwa adanya mayat manusia,” kata Kapolsek Bogor Selatan AKP Maman Firmansyah saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (1/1/2025) malam.
    Selanjutnya, remaja itu langsung melaporkan
    penemuan mayat
    itu ke salah satu warga sekitar berinisial IH (42).
    “Saksi IH langsung mengecek dan benar saja bahwa adanya mayat tersebut. Lalu IH memindahkan mayat tersebut yang tadinya berada di tengah sungai ke pinggir sungai,” terang Firmansyah.
    Usai mengevakuasi, IH melaporkan penemuan mayat itu ke pihak RT untuk segera memanggil Bhabinkamtibmas dan melaporkan ke tim piket Polsek Bogor Selatan.
    Setelah polisi datang, jasad itu langsung dibawa tim Inafis untuk diidentifikasi. Hasilnya, jasad pria itu diketahui berinisial W (34) warga Pamoyanan, Bogor Selatan.
    “Kemudian dihubungi Bhabinkamtibmas ke keluarganya, yang bersangkutan (W) saat itu keluar rumah engggak pakai baju (dan bilang) mau mancing, setelah itu ditemukan kondisi seperti itu (tewas),” ujar Firmansyah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Pria Tenggelam di Kali Ancol Belum Ditemukan hingga Pagi Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Januari 2025

    2 Pria Tenggelam di Kali Ancol Belum Ditemukan hingga Pagi Ini Megapolitan 2 Januari 2025

    2 Pria Tenggelam di Kali Ancol Belum Ditemukan hingga Pagi Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dua pria berinisial D (25) dan A (23) yang tenggelam di kali depan
    Hotel Alexsis
    belum ditemukan hingga pagi ini, Rabu (1/1/2025).
    “Belum ditemukan,” kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat
    Jakarta Utara
    , Gatot Sulaeman, saat dihubungi
    Kompas.com,
    Kamis (2/1/2025)
    D dan A dikabarkan tenggelam sejak pukul 17.25 WIB pada Rabu.
    Petugas pemadam kebakaran menerima laporan dari seorang warga bernama Marca melalui telepon.
    Setelah menerima laporan, Gatot segera mengirim dua unit mobil damkar dengan tujuh personel.
    Setibanya di lokasi kejadian, petugas damkar langsung mencari korban menggunakan perahu karet.
    Namun demikian, hingga pukul 22.00 WIB, kedua korban belum berhasil ditemukan.
    Akhirnya, petugas damkar memutuskan untuk menghentikan proses pencarian pada malam itu.
    Hari ini, pencarian dilanjutkan kembali sekitar pukul 08.00 WIB.
    “Akan dilanjut (pencariannya) pagi ini, pukul 08.00 WIB,” kata Gatot.
    Sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai penyebab dan kronologi tenggelamnya kedua pria tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5 Jokowi Tak Ikut Perkumpulan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota Megapolitan

    5

    Jokowi Tak Ikut Perkumpulan Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota
    Megapolitan

  • 7
                    
                        Duka Alda di Awal Tahun, Kedua Orangtua dan Adiknya Tewas Ditabrak Calya Pulang Dugem
                        Regional

    7 Duka Alda di Awal Tahun, Kedua Orangtua dan Adiknya Tewas Ditabrak Calya Pulang Dugem Regional

    Duka Alda di Awal Tahun, Kedua Orangtua dan Adiknya Tewas Ditabrak Calya Pulang Dugem
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com–
    Suasana duka menyelimuti rumah Anton Sujarwo (30), yang tewas bersama istri, Afrianti (42), dan anaknya, Aditia Aprilio Anjani (10), akibat ditabrak mobil di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (1/1/2025).
    Rumah korban di Jalan Uka, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, ramai dipenuhi pelayat. Insiden yang menewaskan satu keluarga ini membuat keluarga, kerabat, teman, dan tetangga terpukul.
    Kesedihan mendalam dirasakan oleh Alda Fitria Anjani, anak pertama Anton dan Afrianti.
    Gadis SMP itu menangis tanpa henti melihat ayah, ibu, dan adiknya terbujur kaku. Tahun baru menjadi momen duka mendalam bagi Alda, yang kehilangan kedua orangtua dan adiknya sekaligus.
    Setelah dimandikan, dikafani, dan dishalatkan, jenazah ketiga korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tampan, Jalan Uka. Makam mereka dibuat berdampingan.
    Marsono, salah satu keluarga korban, mengatakan keluarga tersebut rencananya hendak berangkat ke Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, untuk menengok keluarga suaminya.
    “Mereka mau ke Lirik, tempat keluarga suaminya,” kata Marsono, Rabu.
    Alda tidak ikut dalam perjalanan tersebut karena tinggal bersama saudaranya.
    Dalam perjalanan, sepeda motor matik yang dikendarai Anton ditabrak mobil Calya. Pengemudinya, Antoni Romansyah (44), diketahui sedang mabuk narkoba.
    Kecelakaan ini merenggut nyawa Anton bersama istri dan anaknya. Afrianti dan anaknya tewas di lokasi kejadian, sedangkan Anton meninggal di rumah sakit.
    Anton bekerja sebagai sekuriti, sementara Afrianti adalah ibu rumah tangga.
    Marsono berharap pelaku dihukum seadil-adilnya.
     
    Kecelakaan terjadi di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, sekitar pukul 06.30 WIB.
    Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru, Kompol Alvin Agung Wibawa, mengatakan Anton mengendarai motor matik membonceng istri dan anaknya.
    “Ketiga korban ditabrak mobil Calya F 1817 VI yang pengemudinya di bawah pengaruh narkoba,” ungkap Alvin.
    Anton mengalami luka berat di kepala, kaki kanan patah, dan leher patah. Ia meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
    Afrianti dan Aditia meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat.
    Pengemudi mobil, Antoni Romansyah, bersama dua penumpangnya, Lidia Rustiawati (25) dan Deni (30), diamankan polisi.
    Ketiganya positif menggunakan amphetamine dan methamphetamine setelah berpesta di malam tahun baru.
    “Ketiganya kita amankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, mereka positif amphetamine dan methamphetamine,” ujar Alvin.
    Antoni Romansyah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.