Gasak Uang Tunai Ratusan Juta, 2 Pencuri di Sumedang Buang Brankas Berisi Perhiasan Emas
Tim Redaksi
SUMEDANG, KOMPAS.com
– Dua kawanan
pencuri
berinisial BS dan FLG berhasil membobol rumah milik M Nurmansyah di Desa Jatimulya, Kecamatan
Sumedang
Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.
Rumah tersebut dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.
Dalam aksi pencurian tersebut, kedua pelaku membobol brangkas yang terdapat di dalam kamar korban.
Brangkas itu berisi uang tunai senilai Rp 294 juta dan perhiasan emas seberat 60 gram.
Kepala Kepolisian Resor Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, mengungkapkan bahwa kedua pelaku berhasil ditangkap dua jam setelah kejadian, tepatnya pukul 18.30 WIB.
Polisi menerima laporan dari korban yang melaporkan rumahnya dalam keadaan berantakan dan kaca kamar pecah setelah pulang dari Kabupaten Majalengka.
“Setelah menerima laporan ini, kami bergerak melakukan pengecekan ke rumah korban. Berkat petunjuk yang kami temukan di TKP, kedua pelaku bisa kami ringkus dua jam pasca-kejadian,” jelas Dwi saat jumpa pers di Mapolres Sumedang, Kamis malam.
Dwi menjelaskan, usai merampok rumah korban, kedua pelaku membawa uang tunai Rp 294 juta yang ada dalam brankas tersebut.
Setelah itu, mereka membuang brankas yang masih berisi perhiasan emas di sekitar Terminal Ciakar.
Setelah memperoleh uang hasil curian, kedua pelaku sempat membeli smartphone merek iPhone 14 Pro di wilayah Sumedang kota.
Polisi mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti berupa uang tunai, perhiasan emas, brankas, smartphone, obeng, kunci inggris, dan sepeda motor yang digunakan para pelaku. Kedua pelaku kini berada di rumah tahanan Mapolres Sumedang.
Dwi menambahkan, kedua pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke-3e, 4e, dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.
Korban, M Nurmansyah, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Sumedang atas respons cepatnya dalam menangani kasus pencurian tersebut.
Ia merasa sangat terbantu karena pelaku dan barang bukti hasil pencurian dapat diamankan dalam waktu singkat.
“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Polres Sumedang atas kesigapannya merespons laporan saya. Kedua pelaku beserta barang bukti hasil pencuriannya bisa segera diamankan,” ujar Nurmansyah.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/01/03/67772b7582f39.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hujan Deras di Gunung Lewotobi Laki-laki, Warga Diminta Waspada Banjir Lahar Regional 3 Januari 2025
Hujan Deras di Gunung Lewotobi Laki-laki, Warga Diminta Waspada Banjir Lahar
Tim Redaksi
FLORES TIMUR, KOMPAS.com –
Puncak
Gunung Lewotobi
Laki-laki di
Flores Timur
dilanda hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (3/1/2025).
Warga di sekitar daerah yang berpotensi terpengaruh diminta untuk waspada terhadap kemungkinan
banjir lahar
.
Pos Pengamat Gunung Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa hujan sedang berlangsung di puncak gunung dan sekitarnya.
Warga yang tinggal di daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote diimbau untuk selalu waspada.
“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada akan potensi terjadinya banjir lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung,” ujar Petugas PGA Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, dalam keterangannya pada Jumat pagi.
Rofinus mencatat bahwa sejak pukul 00.00 hingga 06.00 Wita, cuaca di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami perubahan dari cerah, berawan, mendung, hingga hujan.
Angin bertiup lemah ke arah utara dan timur laut dengan suhu udara berkisar antara 22,3 hingga 23,1 derajat Celcius. Volume curah hujan tercatat 0,4 mm per hari.
Secara visual, gunung tampak jelas dengan kabut teramati pada level 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan mencapai ketinggian 500-800 meter di atas puncak kawah.
Letusan dan Aktivitas Vulkanik
Letusan dengan tinggi 600 meter juga teramati, mengeluarkan asap kelabu. Sinar api juga terlihat diam di kawah puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.
Suara gemuruh terdengar lemah di Pos PGA Lewotobi Laki-laki.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki tetap berada pada level III (siaga).
Warga dan pihak terkait diimbau untuk tetap mengikuti perkembangan informasi dari Pos Pengamat Gunung Lewotobi Laki-laki dan menjaga kewaspadaan terhadap potensi bahaya alam.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/19/67639c8b7475e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Komisi E DPRD Soroti Kekosongan Jabatan Kadisbud Jakarta Pasca-Kasus Korupsi Megapolitan 3 Januari 2025
Komisi E DPRD Soroti Kekosongan Jabatan Kadisbud Jakarta Pasca-Kasus Korupsi
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Dina Masyusin menyoroti kekosongan jabatan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) setelah kasus korupsi yang melibatkan pejabat tersebut mencuat.
Untuk diketahui, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Jakarta, Iwan Henry Wardhana, dinonaktifkan setelah disebut-sebut terlibat dalam dugaan korupsi kegiatan fiktif.
“Sejak kasus ini terungkap, Kadis telah diberhentikan dan sementara jabatannya diisi oleh Sekdis sebagai Plh. Kami berharap Pemprov DKI segera menunjuk Plt untuk mengisi posisi tersebut hingga proses lelang jabatan dilakukan,” ujar Dina kepada
Kompas.com
, Kamis (2/1/2025).
Iwan Henry Wardhana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta, bersama dua tersangka lainnya, yaitu Kabid Pemanfaatan Disbud Jakarta berinisial MFM dan GAR, pemilik event organizer (EO) GR-Pro.
Komisi E DPRD yang membidangi kesejahteraan rakyat meliputi Dinas Kebudayaan itu menyesalkan keterlibatan mitranya dalam dugaan kegiatan fiktif senilai Rp 150 miliar pada anggaran 2023.
“Sebagai mitra kerja, kami sangat menyesalkan dan merasa miris karena masih ada pejabat yang menyalahgunakan kewenangannya untuk kegiatan fiktif,” ucap Dina.
Dina juga mengkritik Pemprov DKI Jakarta yang masih belum mengisi jabatan Kadisbud dengan pejabat definitif setelah Iwan diberhentikan. Ia meminta agar posisi tersebut segera diisi dengan pejabat sementara (Plt), sambil menunggu proses lelang jabatan yang lebih transparan.
“Sejak kasus ini mencuat, Kadis diberhentikan dan jabatannya diisi oleh Sekdis sebagai Plh. Kami harap agar Pemprov DKI minimal menempatkan Plt, sambil menunggu lelang jabatan yang baru,” tambah Dina.
Sebagai Wakil Ketua Fraksi Demokrat-Perindo DPRD Jakarta, Dina juga mengingatkan Pemprov agar meningkatkan pengawasan terhadap kinerja para pejabat eselon II, termasuk pada Kadisbud.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pejabat di lingkungan pemerintah provinsi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN).
“Saya juga meminta kepada Pemprov DKI agar betul-betul menskrining para pejabat dengan baik dan membuat komitmen agar yang bersangkutan tidak melakukan perbuatan tercela,” ujar Dina.
Diberitakan sebelumnya, Kejati Jakarta telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Disbud Jakarta.
Penetapan ini diumumkan dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, kemarin.
Kepala Kejati Jakarta Patris Yusrian Jaya mengungkapkan bahwa di antara tiga tersangka terdapat nama Kepala Dinas Kebudayaan nonaktif Iwan Henry Wardhana (IHW).
Bersama dua tersangka lainnya, Iwan diduga terlibat dalam penyalahgunaan pencairan dana anggaran dinas tahun 2023 dengan cara menciptakan acara-acara fiktif.
Selain Iwan, dua tersangka lainnya adalah Kabid Pemanfaatan Disbud Jakarta berinisial MFM dan GAR, pemilik event organizer (EO) GR-Pro.
“Kami menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan kegiatan-kegiatan pada Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang bersumber dari APBD,” ujar Patris.
Setiap tersangka memiliki surat penetapan yang terpisah, dengan Iwan mendapatkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-01/M.1/Fd.1/01/2025, MFM dengan TAP-02M.1/Fd.1/01/2025, dan GAR dengan TAP-03M.1/Fd.1/01/2025, semuanya tertanggal 2 Januari 2025.
Patris menjelaskan modus yang digunakan oleh Iwan dan MFM melibatkan kerja sama dengan GAR untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang seolah-olah dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan.
Mereka menciptakan beberapa perusahaan dan mengajak vendor untuk menggambarkan seolah kegiatan tersebut benar-benar diadakan.
“Dalam pelaksanaannya, ada beberapa variasi kegiatan, ada yang dilaksanakan secara fiktif, ada yang sebagian benar dilakukan,” kata Patris.
Pencairan dana dilakukan dengan menggunakan surat pertanggungjawaban (SPJ) yang dibuat oleh MFM dan GAR, yang dilengkapi dengan cap-cap palsu.
“Semua dilengkapi dengan surat pertanggungjawaban penggunaan anggaran atau SPJ dengan menggunakan stampel-
stempel palsu
,” imbuh dia.
Salah satu kegiatan fiktif yang berhasil diidentifikasi adalah pagelaran seni yang menghabiskan dana sebesar Rp 15 miliar.
Para tersangka memanipulasi acara sehingga tampak nyata dengan melibatkan sejumlah pihak untuk mengenakan kostum penari.
Pihak-pihak ini kemudian diminta untuk berfoto di panggung dengan harapan menciptakan kesan bahwa kegiatan tersebut benar-benar dilaksanakan.
“Pihak tersebut diberi seragam sebagai penari dan selanjutnya foto-foto di panggung dan diberi judul seolah-olah foto ini setelah melaksanakan kegiatan tarian tertentu, tapi tariannya tidak pernah ada,” jelas Patris.
Hingga kini, Iwan Henry Wardhana belum memenuhi pemanggilan dari Kejati terkait kasus ini.
Oleh karena itu, Kejati berencana untuk memanggilnya kembali setelah penetapan sebagai tersangka.
“Yang dua (Iwan dan MFM) belum diperiksa sebagai tersangka, baru dipanggil sebagai tersangka,” ungkap Patris.
Sementara itu, GAR, selaku pemilik EO yang diduga terlibat dalam kasus ini, sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara Cipinang selama 20 hari ke depan.
Penyidik berencana untuk memanggil Iwan dan MFM pekan depan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Nanti diinformasikan oleh penyidiknya, tapi kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka,” pungkas Patris.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan Kejati akan terus mendalami lebih dalam terkait dugaan korupsi di lingkungan Dinas Kebudayaan Jakarta.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/07/12/64ae78a4d5999.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemuda di Makassar Nyaris Buta Terkena Panah, Korban Salah Sasaran Makassar 3 Januari 2025
Pemuda di Makassar Nyaris Buta Terkena Panah, Korban Salah Sasaran
Tim Redaksi
MAKASSAR, KOMPAS.com –
Aksi teror
busur panah
kembali terjadi di Kota
Makassar
, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan seorang korban yang harus dirawat di rumah sakit karena luka tertancap panah di wajah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/1/2025), di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Korban diketahui berinisial HK (20), yang saat itu sedang berkendara dan tiba-tiba dicegat oleh pelaku yang langsung melepaskan busur panah ke arahnya.
Luka di Wajah
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, menjelaskan korban mengalami luka pada bagian pipi kiri akibat anak panah yang tertancap.
“Korban mengalami luka anak panah busur di bagian wajah, tepatnya di pipih kiri,” jelas Devi saat dihubungi pada Jumat (3/1/2025).
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara pihak keluarga segera melaporkan insiden tersebut ke kepolisian.
Pelaku Diamankan
Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku, yang diketahui bernama Erlangga Saputra (22), di tempat persembunyiannya di Jalan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Makassar, pada Kamis (2/1/2025).
“Pelaku sudah diamankan, barang bukti berupa satu buah pelontar busur panah beserta anak panahnya, serta sebilah badik senjata tajam juga ditemukan,” ungkap Devi.
Motif Salah Sasaran
Devi mengungkapkan bahwa penyerangan yang dilakukan pelaku ternyata salah sasaran. Pelaku mengira korban adalah musuh yang telah lama dicari.
“Motifnya salah sasaran, pelaku ini kira korban musuhnya,” ujar Devi.
Pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/06/22/6676a6ada1a7d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tawuran di Bassura Bak Penyakit Kronis yang Tak Kunjung Sembuh Bertahun-tahun Megapolitan 3 Januari 2025
Tawuran di Bassura Bak Penyakit Kronis yang Tak Kunjung Sembuh Bertahun-tahun
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Aksi tawuran kembali terjadi di Jalan Basuki Rachmat (Bassura), Jatinegara, Kamis (2/1/2025) dini hari. Akibat tawuran ini satu orang tewas terkena sabetan senjata tajam
Aksi perkelahian antarwarga ini seakan menggambarkan fenomena yang terus berulang dan tak juga bisa terselesaikan.
Tawuran di Bassura
ini juga seperti penyakit kronis yang tak kunjung sembuh selama bertahun-tahun.
Pada Januari 2024 lalu saja tercatat ada enam kali
tawuran di Bassura
. Tawuran di wilayah ini juga pernah terjadi pada Juli dan Agustus 2024.
Bahkan, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly sempat mengatakan, tawuran di wilayah ini sudah terjadi sejak sembilan tahun lalu.
Pemicu tawurannya pun terkadang sepele. Biasanya tawuran di Bassura dipicu aksi saling provokasi dan dendam yang sudah menahun.
Bahkan wilayah itu merupakan salah satu “zona merah” rawan tawuran di Jakarta Timur.
Penyebab tawuran di Bassura
yang terjadi kemarin dipicu oleh aksi provokasi dari salah satu warga yang menembakan kembang api ke rumah warga lainnya.
Tembakan kembang api itu menyulut emosi warga lainnya hingga akhirnya tawuran kembali pecah.
Yuyun (30), seorang pedagang mainan di Pasar Gembrong, mengungkapkan bahwa suara kembang api tersebut memicu balasan dari warga hingga pukul 01.00 WIB.
“Tiba-tiba ada suara kembang api, lalu saling balaslah hingga pukul 01.00 WIB,” ujar salah satu pedagang bernama Yuyun (30), saat ditemui di lokasi.
Tawuran di Bassura ini sempat berhenti. Namun kembali terjadi setelah sebuah motor dibakar.
“Pukul 01.30 berhenti, saat itu orang-orang lagi pada nongkrong tiba-tiba ada yang bakar motor warga. Yang dari sana (warga samping Bassura), mungkin enggak terima, akhirnya diserang lagi,” kata Yuyun.
Satu orang tewas usai terkena sabetan senjata tajam saat terjadi
tawuran di depan Mall Bassura
.
“Menerima informasi tentang adanya orang meninggal karena tawuran di RS Premier Jatinegara sekira pukul 02.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Mendapat informasi itu, petugas dari Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Jatinegara langsung mengecek korban yang berada di IGD.
Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban diantar temannya yang mengaku menjadi korban pembegalan.
“Korban masuk ke RS Premier Jatinegara pukul 00.55 WIB dengan diantar oleh saksi E yang menurut keterangannya orang tersebut adalah korban begal. Kemudian diterima oleh saksi US untuk selanjutnya dibawa ke ruang IGD RS Premier Jatinegara,” ungkap dia.
Namun, pukul 01.05 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter R Premier Jatinegara.
“Dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga pukul 01.05 WIB. Sekitar pukul 04.00 WIB jenazah korban dibawa Ke RS Polri guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Ade Ary.
Tak hanya warga, tawuran di depan Mall Bassura ini juga merugikan pedagang di sekitar lokasi.
Salah satu pedagang burung di dekat tempat kejadian perkara (TKP) harus rela kehilangan dagangannya usai terjadi tawuran.
Sebab, ketika terjadi aksi tawuran burung yang berada di depan ruko menjadi saasaran kemarahan para pelaku tawuran.
Kandang-kandang burung sempat di acak-acak oleh kelompok warga yang melakukan tawuran di Bassura.
Salah satu pedagang burung, Alfin (30), harus merugi karena aksi tak terpuji itu.
Saat tawuran pecah, Alfin sedang berada di dalam toko burungnya.
“Di dalam toko nungguin dagangan, sampai kena gas air mata, perih banget. Enggak sempat ngeliat (tawuran), dagangan saya ada yang balikin, burung-burung pada terbang,” ucap Alfin.
Alfin baru berani keluar toko usai polisi membubarkan tawuran. Dia langsung merapikan dagangannya yang berantakan usai terjadinya tawuran di Bassura.
“Tadi pagi banyak batu-batu berserakan di jalan. Saya keluar hanya merapikan dagangan yang kebalik,” ungkap dia.
Polisi mengungkapkan, tawuran yang berulang kali terjadi di Jalan Basuki Rahmat (Bassura), Jakarta Timur, dipicu oleh dendam antara dua kelompok warga di Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur.
“Yang pasti penyebab utamanya (tawuran) itu saling dendam. Jadi para warga RW 01 dan RW 02 itu tidak ada yang mau mengalah,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/7/2024).
Dua kelompok warga tersebut kerap saling menantang. Bahkan, hal itu sudah terjadi selama bertahun-tahun.
“Mereka ini saling menantang, saling menghina satu dengan yang lain, itu penyebab utamanya. Ini juga sudah turun-temurun diturunkan,” tutur dia.
Nicolas mengeklaim, pihaknya telah berusaha meredam dan mengantisipasi tawuran dengan membangun pos pantau hingga memfasilitasi perjanjian damai. Namun, tawuran masih terjadi.
“Sudah dilakukan berbagai upaya, kami sudah membuat pos pantau, kami juga sudah membuat perjanjian damai antara mereka, tapi ya tetap saja,” ungkap dia.
Aksi keributan kelompok warga tersebut kerap kali dilakukan ketika polisi sedang lengah.
“Mereka memantau gerak-gerik kami juga. Saat polisi lengah contohnya, dalam arti polisinya pergi shalat ataupun terlambat datang. Nah, dia selalu memanfaatkan itu,” ucap Nicolas.
“Lalu, mereka juga kucing-kucingan. Misal kami perketat penjagaan pas sore, tapi mereka mainnya malam,” sambung dia.
Polisi menggelar deklarasi damai untuk mencegah tawuran antara warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terjadi.
Deklarasi damai digelar usai tawuran di depan Mal Bassura pecah pada Minggu (28/1/2024) pagi.
“Kami melakukan langkah ini berdasarkan peristiwa tawuran yang terjadi antara warga RW 01 dengan RW 02,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly di lokasi kejadian.
“Agar kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak mengulangi perbuatan mereka dalam bentuk tawuran atau apa pun,” tambah dia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur dan aparat keamanan akan memasang pagar pembatas untuk mencegah tawuran.
“Dari pihak pemerintah akan memfasilitasi untuk membangun pagar pembatas jalan di antara kedua RW,” ungkap dia.
“Tempat kejadian perkara (TKP) yang sering terjadi di sini, yaitu taman, akan dibuat pagar mengelilingi taman itu,” tambah Nicolas.
Selain itu, Pemkot Jakarta Timur juga akan memasang kamera closed circuit television (CCTV) dan menambah lampu penerangan di sekitar lokasi.
“Selanjutnya juga akan dipasang CCTV untuk memantau kedua warga dan juga penerangan,” papar dia.
Terakhir, polisi akan membuat posko bersama dua RW untuk memantau aktivitas warga lebih dekat. Ia berharap, warga kedua RW memahami upaya itu dan tidak lagi tawuran.
“Kami berharap kedua warga memahami apa yang telah diambil ini dan melaksanakan,” ungkap Nicolas.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/02/6776825da0726.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Opsen Pajak Berlaku, Pemprov Jateng Beri Keringanan PKB dan BBNKB Regional 3 Januari 2025
Opsen Pajak Berlaku, Pemprov Jateng Beri Keringanan PKB dan BBNKB
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com –
Opsen
pajak
atau pungutan tambahan pajak yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 akan mulai diberlakukan pada 5 Januari 2025.
Sebagai kompensasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan keringanan berupa pengurangan pokok
Pajak
Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 13,94 persen dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 24,70 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Nadi Santoso, menjelaskan kebijakan ini bertujuan meringankan masyarakat.
“Dengan dikeluarkannya kebijakan Bapak Gubernur, masyarakat tidak akan merasa terbebani. Pajak yang dibayarkan tetap ekuivalen dengan tahun sebelumnya,” ujarnya di Semarang, Kamis (2/1/2025).
Keringanan Berlaku hingga Maret
Kebijakan keringanan pajak ini berlaku hingga 31 Maret 2025. Namun, menurut Nadi, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, dapat memperpanjang kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Keringanan berlaku sejak 5 Januari hingga 31 Maret 2025. Kalau masih diperlukan, Bapak Gubernur akan mengkaji ulang untuk memperpanjangnya, melihat daya beli masyarakat,” kata Nadi.
Manfaat Opsen Pajak untuk Daerah
Nadi juga menjelaskan bahwa pemberlakuan opsen pajak akan memperkuat kondisi fiskal kabupaten/kota.
Dalam kebijakan sebelumnya, bagi hasil pajak dari Pemerintah Provinsi kepada kabupaten/kota memerlukan waktu satu bulan. Namun, dengan opsen pajak, dana pajak langsung masuk ke kas daerah masing-masing.
“Dengan opsen pajak, uang tidak perlu mampir ke kas provinsi seperti sebelumnya. Ini akan memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota, sehingga lebih menguntungkan,” jelasnya.
Distribusi Pendapatan Pajak
Opsen pajak juga akan meningkatkan penerimaan kabupaten/kota. Dalam skema sebelumnya, kabupaten/kota menerima 30 persen, sementara provinsi mendapatkan 70 persen.
Dengan opsen pajak, porsi kabupaten/kota meningkat menjadi sekitar 40 persen, sedangkan provinsi mendapat 60 persen.
“Distribusi opsen pajak lebih adil, memperkuat fiskal daerah, dan mendukung pembangunan,” tandas Nadi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2020/03/09/5e66437bedfcb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengamat Setuju Stasiun Karet Ditutup untuk Realisasikan Konsep TOD Megapolitan 3 Januari 2025
Pengamat Setuju Stasiun Karet Ditutup untuk Realisasikan Konsep TOD
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN)
Deddy Herlambang
mendukung penutupan
Stasiun Karet
untuk mewujudkan konsep
Transit Oriented Development
(TOD).
“Setuju (ditutup). Kita mikirnya ke depan, jangan hari ini saja. Jarak dari ketiga stasiun itu dekat dan masuk dalam jangkauan TOD, enggak masalah,” ujar Deddy saat diwawancarai
Kompas.com
pada Kamis malam (2/1/2024).
TOD adalah pengembangan yang mengintegrasikan ruang kota.
Konsep ini bertujuan menyatukan orang, kegiatan bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas yang mudah.
Hal ini termasuk kemudahan berjalan kaki atau bersepeda, serta akses dekat ke angkutan umum.
Deddy mengungkapkan bahwa kawasan Dukuh Atas telah dipersiapkan menjadi kawasan TOD.
Di kawasan ini, hanya ada satu titik simpul, yaitu Stasiun Sudirman, yang akan menjadi pusat transit.
Untuk mencegah overload penumpang di Stasiun Sudirman, pemberhentian KRL akan dibagi ke stasiun berikutnya, seperti BNI City dan Karet.
Akan tetapi, jarak antara Stasiun Sudirman, BNI City, dan Karet sangat dekat.
“Untuk RITJ, konsep maksimal jalan kakinya 500 meter. Sebenarnya, jarak antara Stasiun Sudirman lama dan Stasiun Karet sudah 500 meter. Itu sudah masuk kawasan TOD,” jelas Deddy.
Jika Stasiun Karet ditutup, Deddy menilai hal itu tidak masalah.
Penumpang dari Stasiun Karet masih bisa berjalan kaki menuju Stasiun BNI City atau Sudirman karena jaraknya aman.
Namun, dia mencatat bahwa masalah utama adalah masyarakat Indonesia cenderung malas berjalan kaki.
“Masyarakat kita kan malas berjalan kaki. Jalan 200 meter saja terasa jauh. 500 meter juga dianggap jauh, sehingga mereka memilih naik ojol. Itu kan lucu,” kata Deddy.
Deddy berharap ada perubahan ke depan agar masyarakat Indonesia lebih memanfaatkan angkutan umum.
“Ada perubahan ke depan untuk mengedepankan angkutan umum, angkutan massal, dan non-motoris transportasi dengan berjalan kaki,” tegasnya.
Dia juga mencontohkan negara tetangga, seperti Hongkong dan Jepang, di mana masyarakatnya terbiasa berjalan kaki.
“Di Hongkong dan Tokyo, orang-orang berjalan kaki. Mereka turun di stasiun bawah tanah dan naik ke atas dengan berjalan kaki. Itu tidak masalah,” ujar Deddy.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/02/677608e78d24e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Perebutan Lahan Parkir Diduga Jadi Pemicu Dua Pria Tewas Tenggelam di Kali Ancol Megapolitan 3 Januari 2025
Perebutan Lahan Parkir Diduga Jadi Pemicu Dua Pria Tewas Tenggelam di Kali Ancol
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– D (25) dan A (23), nekat melompat ke Kali Ancol, Jakarta Utara usai diserang orang tak dikenal. Diduga kakak beradik itu nekat melompat ke kali usai terlibat perkelahian akibat perebutan lahan parkir.
Hal itu disampaikan oleh saksi sekaligus Satgas SDA bernama Aftian Kharis (35).
“Jadi- kalau menurut saya, itu untuk dugaannya (perebutan lahan parkir). Ada penyerangan, lalu dia (korban menghindar)” ujar saksi mata, Haris (35) saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (2/1/2025).
Haris menceritakan, sebelum tewas tenggelam, D, A, dan satu rekannya, tengah bekerja sebagai juru parkir di jalan arah masuk Tol Ancol.
Kemudian, tiba-tiba ada sekelompok orang bersenjata tajam (sajam) menyerang salah satu juru parkir.
“Korbannya lagi parkir, tiba-tiba ada datang 6 atau 5 orang lagi bawa sajam jenis parang,” ucap Haris.
Saat diserang, para korban sempat melakukan perlawanan. Namun, karena kalah jumlah D dan A memutuskan melarikan diri hinga akhirnya dikejar para pelaku.
Akhirnya, diantara salah satu diantara mereka melompat ke Kali Ancol untuk menyelamatkan diri.
“Datang lah temen anak-anak parkiran niat untuk menolong. Dia loncat, ternyata tenggelam juga,” ungkap Haris.
Usai melompat D dan A dikabarkan hilang tenggelam di Kali Ancol. Keduanya tenggelam sekitar pukul 17.20 WIB.
Mendapat laporan itu, petugas pemadam kebakaran (damkar) langsung melakukan pencarian dengan perahu karet. Namun, hingga pukul 22.00 WIB, D dan A juga tidak ditemukan.
Ke esokan harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas damkar kembali melakukan pencarian dan kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Kedua korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia,” kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat, Jakarta Utara Gatot Sulaeman, saat diwawancarai, Kamis.
Gatot mengatakan, kedua korban ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
A ditemukan sekitar pukul 08.59 WIB. Dia ditemukan sekitar lima meter dari tempat pertama kali dia melompat.
Sedangkan D ditemukan tewas sekitar pukul 09.13 WIB. D ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan jasad A.
Jasad keduanya dievakuasi petugas pemadam kebakaran menggunakan perahu karet. Usai ditemukan, jasad D dan A langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/01/03/67772aaa40d2f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/02/677684010e11a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/02/6776245e62d0a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)