Penetapan Wali Kota Yogyakarta Terpilih, KPU Tunggu Surat MK
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta masih menunggu Surat Pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi (MK) untuk penetapan pasangan
wali kota terpilih
.
Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryo Samudro, mengatakan bahwa untuk tahapan penetapan calon terpilih, pihaknya masih menunggu surat pemberitahuan dari MK.
“KPU Kota Yogyakarta masih menunggu Surat Pemberitahuan dari MK melalui KPU RI,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/1/2025).
Harsya menambahkan, informasi terakhir yang ia terima, surat dari MK yang dikirim ke KPU RI dan lalu diteruskan ke KPU Kota Yogyakarta, akan diterima dalam rentang tanggal 3-6 Januari.
“Rentang 3-6 (Januari) info awal, semoga segera dapat surat tersebut,” kata dia.
Dia mengatakan bahwa surat itu sebagai bukti bahwa di Kota Yogyakarta sudah tidak ada lagi sengketa di MK.
“Sesuai Peraturan MK No. 4 Tahun 2024, yang memiliki kewenangan menyelesaikan sengketa,” kata dia.
Setelah surat diterima, nantinya proses selanjutnya adalah melakukan pleno terbuka penetapan pasangan calon pemenang Pilkada Kota Yogyakarta 2024.
“Sehari berikutnya kami sampaikan permohonan pelantikan kepada DPRD Kota Yogyakarta,” pungkasnya.
Untuk diketahui, KPU Kota Yogyakarta telah menggelar rapat pleno rekapitulasi suara
Pilkada 2024
di tingkat Kota Yogyakarta.
Hasil dari rapat pleno tersebut adalah pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Heroe Poerwadi – Sri Widya Supena, mendapatkan 45.518 suara.
Paslon nomor urut 2, Hasto Wardoyo – Wawan Harmawan, mendapatkan 87.485 suara.
Paslon nomor urut 3, Afnan Hadikusumo – Singgih Raharjo, mendapatkan 63.876 suara.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/10/16/670f22ec842fb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penetapan Wali Kota Yogyakarta Terpilih, KPU Tunggu Surat MK Yogyakarta 3 Januari 2025
-
/data/photo/2025/01/03/67774871ca020.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tahun Baru 2025, Ribuan Warga Padati Destinasi Wisata di Lapas Nunukan Regional 3 Januari 2025
Tahun Baru 2025, Ribuan Warga Padati Destinasi Wisata di Lapas Nunukan
Tim Redaksi
NUNUKAN, KOMPAS.com
– Memasuki
Tahun Baru 2025
, ribuan pengunjung memadati Sarana Asimilasi Edukasi (SAE)
Lapas Nunukan
atau
SAE Lanuka
, Kalimantan Utara.
SAE Lanuka yang dijaga oleh para narapidana yang dipekerjakan sebagai tamping, menjadi salah satu daya tarik wisata bagi warga perbatasan RI-Malaysia.
SAE Lanuka menyediakan taman edukasi, dengan menuliskan sejarah penjara yang akan dibaca pengunjung sembari mendaki ke atas bukit, hingga miniatur hukuman gantung.
SAE Lanuka juga menghadirkan area permainan anak, kolam pemandian, patung-patung binatang, kebun sayur mayur, peternakan unggas, serta galeri kerajinan tangan yang dibuat oleh warga binaan.
Saat mencapai puncak bukit, pengunjung akan disambut ikon utama SAE Lanuka, berupa Tugu Mandau raksasa, sebagai perlambang keragaman etnis dan budaya Nunukan.
Gambaran sebagian kota Nunukan dan perbatasan Malaysia bisa terlihat jelas dari atas bukit.
Puncaknya, pengunjung akan menikmati sunset yang terlihat berkilau keemasan, menutup hari rekreasi mereka di kala senja.
Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham, mengatakan, Lapas mencatat sebanyak 4.891 pengunjung datang di momen Tahun Baru 2025.
“Dari kunjungan tersebut, kami menerima pemasukan sebesar Rp 36.077.000,” ujar Puang Dirham, dikonfirmasi pada Kamis (2/1/2024).
Pendapatan tersebut, kata Puang, terdiri dari uang tiket masuk, pendapatan kafe, galeri kerajinan tangan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), serta kolam renang yang baru diluncurkan per 1 Januari 2025.
Puang menegaskan, pendapatan tersebut akan disetorkan kepada negara melalui PNBP sebesar Rp 4.509.000.
“Kami juga membagikan upah atau premi kepada 42 warga yang bekerja mengelola SAE Lanuka di bidang pertanian, peternakan, dan sebagainya, sebesar Rp 5.411.000,” ujar Puang lagi.
Ia menegaskan, SAE Lanuka juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi WBP untuk berinteraksi dengan publik dalam suasana yang positif dan mendidik.
WBP yang dilibatkan dalam pengelolaan memperoleh bekal ekonomi karena mendapatkan upah premi.
“Selain mendapatkan bekal kemandirian, masing-masing WBP yang bekerja dan mengikuti program pembinaan kemandirian akan mendapatkan upah atau premi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Upah tersebut akan masuk secara otomatis ke rekening yang bersangkutan,” jelas Puang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/03/6777335b8d8bf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10.000 Dosis Vaksin PMK di Ngawi Kedaluwarsa, Ini Penyebabnya Surabaya 3 Januari 2025
10.000 Dosis Vaksin PMK di Ngawi Kedaluwarsa, Ini Penyebabnya
Tim Redaksi
NGAWI, KOMPAS.com
– Sebanyak 10.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (
PMK
) bantuan pemerintah pusat untuk Pemkab
Ngawi
kedaluwarsa sejak Oktober 2024. Penyebabnya, banyak peternak yang menolak sapinya disuntik
vaksin PMK
.
“Kebetulan banyak peternak yang menolak divaksin (sapinya). Bahkan ada yang membuat surat pernyataan tertulis menolak divaksin. Makanya ada vaksin yang masih dan
kadaluarsa
,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, yang dikonfirmasi Kompas.com pada Kamis (2/1/2025).
Dia menyebut peternak menolak vaksin PMK lantaran sapinya tidak mau makan usai disuntik vaksin. Padahal, agar sapi terlindung dari PMK, kata Yudo, setiap enam bulan sekali sapi harus disuntik vaksin tersebut.
“Jadi memang harus booster terus dan rutin enam bulan sekali disuntik vaksin. Apalagi virus PMK masih ada dan Indonesia belum zero PMK,” kata Yudo.
Yudo mengungkapkan bahwa awal tahun lalu Pemkab Ngawi mendapatkan bantuan vaksin dari pemerintah pusat sebanyak 463.747 dosis.
Ratusan ribu dosis vaksin tersebut disuntikkan ke berbagai hewan ternak yang berpotensi terkena PMK secara rutin setiap enam bulan sekali.
Rinciannya, sapi 130.248 dosis, kerbau 1.914 dosis, kambing 307.910 dosis, dan domba 13.675 dosis.
Rencananya, ribuan vaksin kadaluarsa tersebut akan dimusnahkan. Hanya saja, pihaknya menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait mekanisme dan syarat pemusnahan vaksin tersebut.
Terkait pencegahan PMK, Yudo mengatakan Pemkab Ngawi akan mengadakan 10.000 dosis vaksin PMK pada pertengahan bulan ini dengan total anggaran sebesar Rp 255 juta.
“Kami menganggarkan sepuluh ribu dosis vaksin. Akhir Januari sudah bisa terealisasi,” jelas Yudo.
Pengadaan vaksin PMK perlu segera dilakukan lantaran sampai saat ini belum ada informasi dari pemerintah pusat maupun provinsi mengenai pengadaan vaksin tersebut.
Rencananya, vaksin tersebut akan disuntikkan pada hewan sapi yang belum terjangkit.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/03/6777160f92f62.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ulat Bulu "Serbu" Sekolah di Madiun, 10 Siswa Dipulangkan Regional 3 Januari 2025
Ulat Bulu “Serbu” Sekolah di Madiun, 10 Siswa Dipulangkan
Tim Redaksi
MADIUN, KOMPAS.com
– Sepuluh siswa
SDN Mruwak 3
, Kecamatan Dagangan, Kabupaten
Madiun
, Jawa Timur, terpaksa dipulangkan setelah sekujur badan gatal-gatal terkena serbuan ulat bulu dari sebuah pohon mangga yang berada di depan sekolah, Kamis (2/1/2025).
Kepala SDN Mruwak 3, Analisdyowati, yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (2/1/2025), menyatakan bahwa kumpulan ulat bulu mulai bersarang di pohon mangga sekolah usai libur panjang.
Akibat
serangan ulat bulu
tersebut, sepuluh siswa terpaksa dipulangkan lantaran badan mereka gatal hingga bentol-bentol.
“Jadi ada sekitar 10 anak yang terkena ulat bulu, kami pulangkan awal. Mereka kami pulangkan karena hampir sekujur tubuhnya bentol-bentol gatal,” kata Analisdyowati.
Menurut Analisdyowati, keberadaan ulat bulu sudah dirasakan sebelum libur panjang semester ganjil.
Saat itu, siswa acapkali mengalami gatal-gatal saat berada di dalam ruang kelas. Namun, saat dicari, keberadaan ulat bulu tidak ditemukan.
Pihak sekolah baru mengetahui keberadaan ribuan ulat bulu setelah banyak siswa yang merasakan gatal pada badannya.
“Tadi ada laporan kalau anak-anak gatal-gatal lagi, dan baru diketahui di pohon mangga ternyata ulatnya sudah membentuk koloni besar,” kata Analisdyowati.
Terkait persoalan itu, Analisdyowati langsung melaporkan ke
pemadam kebakaran
Pemkab Madiun.
Ia mengkhawatirkan bila tidak segera dibasmi, akan mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa.
Hadrian Reksa, anggota Damkar Pemkab Madiun, menyatakan bahwa timnya langsung turun bersama empat personel dengan satu unit mobil damkar.
Pembasmian ulat bulu di sejumlah pohon mangga itu dilakukan dengan penyemprotan insektisida.
“Ulat bulu itu kami basmi dengan disemprot insektisida. Setelah semua mati, kami bersihkan lalu dibakar agar tidak menyebar kembali,” kata Hadrian.
Hadrian mengatakan serangan ulat bulu berbahaya untuk warga karena berdampak gatal-gatal di sekujur tubuh.
Dalam sebulan terakhir, Damkar Pemkab Madiun sudah mendapatkan dua kali laporan kasus serangan ulat bulu. Warga dihimbau untuk waspada bila menemukan ulat bulu.
Tak hanya itu, warga diminta segera melapor ke Damkar Pemkab Madiun bila menemukan ribuan ulat bulu yang berkoloni agar tidak menyerbu masyarakat.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/24/6742b9ec97cb3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wacana Libur Ramadhan., Disdikbud Magelang Soroti Alternatif Kegiatan Siswa Regional 3 Januari 2025
Wacana Libur Ramadhan., Disdikbud Magelang Soroti Alternatif Kegiatan Siswa
Tim Redaksi
MAGELANG, KOMPAS.com
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah, memberikan tanggapan perihal wacana libur sekolah selama Ramadhan yang dicetuskan Kementerian Agama.
Kepala Disdikbud Kota Magelang,
Imam Baihaqi
, mempertanyakan apa alternatif kegiatan siswa selama satu bulan penuh tidak bersekolah.
Pasalnya, menurut dia, ada konsekuensi dari kebijakan yang pernah berlaku pada era Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Dia mencontohkan, ketika siswa tidak bersekolah, terutama tanpa pantauan orangtua atau wali yang mungkin bekerja seharian, kegiatannya cenderung hanya bermain ponsel.
“Saya lebih suka anak tetap pembelajaran, tapi waktunya tidak sampai sore,” cetusnya kepada
Kompas.com
di kantornya, Kamis (2/1/2025).
Baihaqi menilai, kegiatan pembelajaran di sekolah tidak mengganggu siswa berpuasa. Terlebih selama Ramadhan, jam pulang sekolah selalu lebih awal.
“Mungkin, istilahnya bukan libur di rumah. Misalnya, sekolah mengadakan kegiatan-
kegiatan keagamaan
sebagai pengganti pelajaran, seperti pesantren kilat. Itu nggak masalah,” bebernya.
Seperti diberitakan, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyusun wacana mengenai kemungkinan libur sekolah selama Ramadhan.
Ia meminta agar masyarakat menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Agama.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, seperti madrasah dan pondok pesantren, akan libur selama bulan suci tersebut.
“Ya, sebetulnya, sudah warga Kementerian Agama, khususnya di Pondok Pesantren itu libur. Tetapi, sekolah-sekolah yang lain juga masih sedang kita wacanakan, tetapi ya nanti tunggulah penyampaian-penyampaian,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Senin (30/12/2024).
Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i juga mengakui adanya wacana untuk menerapkan kebijakan libur sekolah selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan.
Hal ini disampaikan Syafi’i ketika ditanya mengenai kabar bahwa pemerintah akan menerapkan kembali kebijakan yang pernah berlaku pada era Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
“
He-eh
(iya) sudah ada wacana,” singkat Romo pada hari yang sama.
Namun, ia memastikan bahwa belum ada pembahasan lebih lanjut terkait wacana tersebut, khususnya di lingkungan Kementerian Agama RI.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/11/16/65556b0b2b59c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Korban Pelecehan Seksual di Angkot Sempat Mengira Pelaku Bawa Senjata Megapolitan 3 Januari 2025
Korban Pelecehan Seksual di Angkot Sempat Mengira Pelaku Bawa Senjata
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– MH (28), korban
pelecehan seksual
di angkot D01 Ciputat-Gandaria City, sempat mengira pelaku membawa senjata.
Pasalnya, pelaku pelecehan yang tidak diketahui identitasnya itu menyembunyikan tangan kanannya di balik tas hitam yang digunakan.
“Aku kira dia akan melakukan tindak kekerasan karena nyembunyiin tangan di tas, aku kira dia pegang senjata atau apa,” kata MH saat dihubungi, Kamis (2/1/2025).
Oleh sebab itu, wanita ini hanya bisa merekam aksi pelaku yang tetap menyembunyikan tangan kanannya di belakang tas hitam.
Hingga akhirnya, hanya pelaku dan MH yang tersisa di angkot tersebut.
Saat itu MH melihat pelaku mengeluarkan alat kelaminnya dari balik celana menggunakan tangan kanan yang disembunyikan di balik tasnya.
“Dia jadi ngeluarin kemaluannya gitu. Nah karena dia pegang-pegang celananya terus kan, akhirnya aku teriakin lah ‘eh ngapain lo?’ terus habis itu dia gagu mulutnya, enggak ngomong bahkan,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria di dalam angkot, tanpa identitas, terekam video sedang memegang alat kelaminnya yang tertutupi celana, Selasa (30/12/2024).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @infotangselpride, tampak seorang berkacamata tertangkap kamera menempatkan tangan di atas kemaluannya.
Sementara itu, untuk memuluskan aksinya, dia menutupi bagian kemaluannya dengan tas hitam sambil melakukan tindakan yang tidak senonoh.
Menurut MH, kejadian bermula sekitar pukul 18.00 WIB saat dia menumpang angkot menuju Mal Gandaria City dari Ciputat. Di dalam angkot, terdapat dua perempuan lain, satu pria, serta pelaku pelecehan.
“Dari awal tuh udah beda gerak geriknya. Nah (angkot) mulai maju, perempuan yang duduk di seberang aku posisi duduknya semakin ke pojok. Si cewe berdua ini tuh ngasih isyarat ke bapak-bapak samping aku untuk pindah ke samping dia,” kata dia saat dihubungi, Kamis (2/1/2024).
MH yang merasa curiga segera mengeluarkan ponselnya untuk merekam. Ketika penumpang lain turun, hanya tersisa MH dan pelaku di dalam angkot. Saat itulah pelaku mulai berani memperlihatkan alat kelaminnya.
“Dia jadi ngeluarin kemaluannya, gitu. Nah karena dia pegang-pegang celananya terus kan, akhirnya aku teriakin lah, ‘eh ngapain lo?’. Terus habis itu dia gagu mulutnya, enggak ngomong bahkan,” tutur MH.
Usai melakukan aksi tak terpuji itu, pelaku turun dari angkot dan melarikan diri.
MH mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Hingga saat ini, identitas pelaku belum diketahui.
Polisi mengimbau korban untuk segera membuat laporan agar pelaku dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/03/67772f5606b97.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin Masih Lengang Pagi Ini Megapolitan 3 Januari 2025
Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin Masih Lengang Pagi Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat masih terpantau lengang dua hari setelah libur Tahun Baru 2025.
Pengamatan Kompas.com, Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 07.05 WIB, Jalan MH Thamrin terlihat lebih kosong dari biasanya. Biasanya, ruas jalan ini sering terjadi kemacetan.
Namun, pagi ini tidak adanya kemacetan yang berarti. Suasana jalan juga tampak sunyi tanpa bunyi klakson yang sering terdengar saat kemacetan terjadi.
Pagi ini, dari perbatasan Jalan Medan Merdeka Barat, menyusuri Jalan MH Thamrin menuju Bundaran Hotel Indonesia bisa ditempuh dalam waktu kurang dari lima menit menggunakan motor.
Selain di jalan, suasana di Halte Transjakarta Monumen Nasional (Monas) juga masih tampak sepi. Antrean penumpang terjadi hanya di beberapa pintu menuju bus, tapi kondisi di dalam halte tidak sepadat hari biasanya.
Tak hanya itu, lalu lintas di sekitar kawasan Stasiun Karet juga tampak tidak seramai biasanya. Kepadatan mulai terlihat ketika kendaraan sudah melewati lampu merah Jalan Penjernihan 1 dan memasuki arah Jalan Jenderal Sudirman.
Sementara, lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman dari arah Gedung DPR RI masih tampak sepi, tidak menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan.
Begitu juga dengan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman dari arah Dukuh Atas, jumlah kendaraan yang melintas terpantau tidak menyebabkan antrean.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/01/03/677733efa2bc1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/02/6776534215643.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/02/6776ba9d4ab77.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)