Category: Kompas.com Metropolitan

  • 4
                    
                        Pelaku Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak Sudah Ditangkap
                        Nasional

    4 Pelaku Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak Sudah Ditangkap Nasional

    Pelaku Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak Sudah Ditangkap
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa prajurit TNI yang diduga terlibat dalam kasus
    penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak
    sudah ditangkap.
    Yusri menyebutkan, pelaku tersebut kini diamankan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).
    “Pelaku sudah diamankan di Puspomal,” kata Yusri kepada wartawan, Jumat (3/1/2025).
    Yusri tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai berapa pelaku yang diamankan, begitu juga asal satuannya.
    Diberitakan sebelumnya, terjadi peristiwa penembakan terhadap pemilik rental mobil di di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/1/2025).
    Dalam tragedi itu, dua korban tertembak. Satu korban, Ilyas Abdurrahman (48), tewas, sementara korban lainnya, R (59), mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa mengatakan, pelaku diduga ada empat orang.
    “Ada beberapa yang sudah dikantongi, cuma belum bisa kami sampaikan. Yang pasti kasat lagi di lapangan lagi proses penangkapan,” ujar Purbawa saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).
    Keempat pelaku ini mengendarai dua mobil saat terjadinya peristiwa penembakan tersebut yang menyebabkan IA (48) tewas dan RM (60) luka berat.
    Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, yakni empat orang yang berada di TKP dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut saat kejadian.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Saking Banyaknya, Uang Korupsi Hasil Sitaan Tak Muat Dipamerkan di Ruang Kejaksaan
                        Nasional

    8 Saking Banyaknya, Uang Korupsi Hasil Sitaan Tak Muat Dipamerkan di Ruang Kejaksaan Nasional

    Saking Banyaknya, Uang Korupsi Hasil Sitaan Tak Muat Dipamerkan di Ruang Kejaksaan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
    Budi Gunawan
    dan Jaksa Agung RI
    ST Burhanuddin
    kompak menyebut bahwa uang hasil pencegahan
    korupsi
    tidak dapat dipamerkan di ruangan
    Kejaksaan Agung
    lantaran jumlahnya yang sangat banyak.
    Budi menegaskan, sejauh ini desk pencegahan korupsi selama tiga bulan terakhir berhasil menyelamatkan Rp 6,7 triliun uang hasil korupsi.
    “Tadinya mau diletakkan di ruangan ini, tapi setelah diukur, ruangannya tidak cukup. Tapi uangnya ada begitu,” kata Budi di Kejagung, Kamis (2/1/2025).
    Senada, Jaksa Agung juga mengatakan bahwa barang bukti cukup banyak dan butuh waktu jika harus ditampilkan di ruangan.
    Namun, dia memastikan bahwa dananya ada di Ekstrakom BRI.
    “Hampir 1 hari harus menghitungnya, dan mengembalikannya harus menghitung lagi. Dana ini ada di Ekstrakom BRI,” katanya. 
    Jaksa Agung mengatakan, pihaknya diberikan tanggung jawab sebagai
    leading sector
    terhadap desk korupsi, pencegahan korupsi, dan perbaikan tata kelola serta desk koordinasi peningkatan penerimaan devisa.
    “Jadi ada dua yang menjadi
    leading sector
    kami, kemudian memang secara teknis desk-desk ini dibentuk dalam langkah kami men-
    trigger
    dan mempercepat pelaksanaan program-program prioritas pemerintah serta peningkatan koordinasi antara lembaga itu,” ujarnya.
    Pada hari itu, Jaksa Agung, Menko Polkam, dan jajaran menteri lain menggelar rapat koordinasi Desk Koordinasi Pencegahan
    Korupsi
    dan Perbaikan Tata Kelola di Kejaksaan Agung Jakarta, Kamis (2/1/2024).
    Rakor turut dihadiri oleh Kakortas Tipikor Polri, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala PPATK, Pimpinan 1 BPK, Menteri Komdigi, Kepala Staf Kepresidenan, Wakil Ketua KPK, Wakil Menteri ESDM, Plt Kepala BPKP, dan Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Saling Tuding Polisi dan Korban dalam Tragedi Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak
                        Megapolitan

    4 Saling Tuding Polisi dan Korban dalam Tragedi Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak Megapolitan

    Saling Tuding Polisi dan Korban dalam Tragedi Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Penolakan pendampingan korban oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Cinangka, Banten, disorot dalam penembakan di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
    Anak korban tewas dalam penembakan itu, Rizky Agam S, mengungkapkan kekecewaannya terhadap polisi yang menolak mendampinginya saat melacak kendaraan sang ayah.
    “Ini sangat berat ya buat diomongin. Jadi kami itu minta pertolongan ke Polsek Cinangka untuk mendampingi saya, padahal mobil tersebut hanya berjarak 200 meter kurang lebih dari Polsek itu,” ujar Rizky di Taman Pemakaman Umum (TPU) Mekarsari Dalam, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/1/2025) malam.
    Dia menjelaskan, pihaknya sengaja meminta pendampingan ke Polsek Cinangka karena mengetahui bahwa pelaku membawa senjata api.
    “Jadi petugas yang piket pada malam hari itu sudah telepon juga ke Kapolsek Cinangka, tapi tetap dari kapolseknya tidak bersedia untuk menemani kami mengambil mobil tersebut,” kata Rizky.
    Akibatnya, dua korban tertembak. Satu korban, Ilyas Abdurrahman (48), tewas, sementara korban lainnya, R (59), mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Polisi membantah menolak pendampingan korban dalam insiden penembakan di rest area yang menyebabkan dua orang menjadi korban.
    Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan mengatakan, polisi tidak gegabah demi keselamatan anggota dan korban.
    “Narasi menolak pendampingan itu tidak benar. Kami tidak mau gegabah untuk mendampingi,” kata Asep kepada Kompas.com melalui telepon.
    Asep menjelaskan, tiga orang datang ke Polsek Cinangka sekitar pukul 01.00 dini hari. Mereka mengaku sebagai pihak leasing yang mengejar mobil dan meminta pendampingan.
    Petugas meminta dokumen kendaraan yang dikejar, tetapi mereka tidak dapat menunjukkannya.
    “Dia minta didampingi, tapi kami punya kewajiban menanyakan dokumen kendaraan dan hal ihwalnya,” kata Asep.
    Ia menegaskan akan merespons cepat jika situasi darurat atau ada ancaman. Namun, laporan semacam itu tidak diterima.
    “Karena mengaku dari leasing, kami tidak mau gegabah. Anggota mempersilakan mereka membuat laporan di sini,” ujar Asep.
    Asep menekankan pentingnya melindungi keselamatan anggota. Dengan begitu, ia tidak bisa asal memerintahkan pendampingan tanpa dasar yang jelas.
    “Kami harus lindungi keselamatan anggota dan yang bersangkutan,” kata dia.
    Asep menegaskan, pihaknya hanya bekerja sesuai SOP dengan meminta dokumen kendaraan yang tidak dapat ditunjukkan korban.
    Saat itu, korban mengatakan akan mengambil surat kendaraan, tetapi tidak kembali. Tak lama kemudian, terjadi penembakan di rest area Balaraja.
    “Saya turut prihatin dengan peristiwa tersebut,” ujar Asep.
    Adapun Rizky mengaku sudah menunjukkan bukti kepemilikan mobil yang dicuri oleh penyewa, saat meminta pendampingan ke Polsek Cinangka.
    Namun, laporan mereka tetap ditolak hingga membuat ayah Rizky, Ilyas Abdurrahman (43), tewas ditembak saat berusaha merebut mobil dari pencuri.
    “Kami dikira pihak leasing, padahal kami sudah infokan bahwa itu mobil rental, mobil pribadi dan kami bawa bukti kepemilikan lengkap, BPKB, STNK, dan kunci satu,” ujar Rizky.
    Rizky mengaku sangat kecewa penolakan pendampingan yang disampaikan Polsek Cinangka itu. Padahal pihkanya sudah menunjukan bukti bahwa bukan dari leasing.
    Rizky menjelaskan bahwa pendampingan itu diminta karena ia mengetahui bahwa pelaku membawa senjata api.
    Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa mengungkapkan, saat itu polisi tengah fokus pada penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).
    “Kami sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku,” ucap Purbawa.
    Pelaku diduga menggunakan mobil jenis SUV untuk melarikan diri setelah insiden. Kini, polisi tengah menyelidiki lebih lanjut mengenai jumlah pelaku, identitas, dan kronologi kejadian.
    “Kami belum bisa pastikan berapa orangnya. Yang jelas, diduga pelaku ini yang melakukan penembakan menggunakan kendaraan mobil, mobil jenis SUV,” kata Purbawa.
    Adapun peristiwa bermula ketika seorang pria bernama Ajat menyewa mobil Honda Brio pada 31 Desember 2024. Namun, pada 1 Januari 2025, dua dari tiga perangkat GPS yang terpasan di mobil sewaan itu dipotong.
    Agam bersama ayahnya dan tim rental mobil mulai melacak keberadaan mobil itu hingga ke daerah Pandeglang. Setelah memergoki mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku sempat menodongkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota TNI AU.
    Situasi semakin kacau ketika sebuah mobil Sigra hitam yang diduga rekan pelaku menabrakkan kendaraannya ke tim rental. Kedua mobil, Brio dan Sigra, kemudian kabur.
    “Setelah itu kami melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke daerah Anyer. Di sana, kami meminta pendampingan dari Polsek terdekat, tetapi mereka tetap menolak meski kami menjelaskan situasinya,” ujar Rizky.
    Pengejaran terus dilakukan hingga rest area di KM 45 Tol Tangerang-Merak, tempat mobil Brio akhirnya berhenti.
    Saat itu, tim rental berhasil menangkap salah satu pelaku. Namun, situasi kembali memanas ketika rekan pelaku dari mobil Sigra kembali muncul dengan senjata api.
    (Penulis: Intan Afrida Rafni | Editor: Akhdi Martin Pratama, Icha Rastika, Ambaranie Nadia Kemala Movanita, Irfan Maullana, Teuku Muhammad Valdy Arief)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Saling Tuding Polisi dan Korban dalam Tragedi Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak
                        Megapolitan

    6 Polisi Militer Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI dalam Penembakan Pemilik Rental Mobil Megapolitan

    Polisi Militer Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI dalam Penembakan Pemilik Rental Mobil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pusat Polisi Militer (Pom) TNI tengah menyelidiki dugaan keterlibatan prajurit dalam penembakan terjadi di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta pada Kamis (2/1/2025).
    Penyelidikan dilakukan setelah beredar kabar bahwa salah satu pelaku berlatar belakang prajurit TNI Angkatan Udara.
    “Benar ada kejadian tersebut (penembakan), namun kepastian anggota TNI yang terlibat masih diselidiki Pom TNI,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma Ardi Syahri saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).
    Ardi mengatakan, penyelidikan sejauh ini belum menemukan keterlibatan prajurit TNI Angkatan Udara dalam kasus ini.
    “Untuk TNI AU sejauh ini belum terlibat,” ujar dia.
    Diberitakan sebelumnya, penembakan terjadi di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta pada Kamis (2/1/2025).
    Satu orang yang merupakan pemilik rental mobil, IA (59), tewas dalam peristiwa tersebut.
    Perkara itu terkait usai mobil rental diduga hendak dibawa kabur oleh pelaku. Dugaan itu muncul karena adanya pelepasan perangkat GPS yang dipasang di mobil rental tersebut.
    Salah satu pelaku penembakan sempat mengaku sebagai anggota TNI saat dikejar oleh korban di wilayah Saketi, Kabupaten Pandeglang.
    Agam Muhammad Nasrudin, anak korban tewas ikut mengejar pelaku ke Saketi, sesuai dengan titik terdeteksinya GPS yang diduga hendak dibawa kabur pelaku.
    Agam menuturkan, rombongan pengejaran yang terdiri dari dia dan ayahnya IA serta tim dari rental, memergoki mobil Honda Brio miliknya melaju dari arah Pandeglang menuju Labuan.
    Untuk menghentikan laju mobil, pihaknya melakukan pengadangan di depan mobil yang dikendarai pelaku. Saat itulah, pelaku mengaku sebagai anggota TNI sembari mengacungkan senjata api.
    “Dia bilang, ‘siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak loh’, sambil nodong senjata,” kata Agam.
    Saat aksi penodongan senjata tersebut, kata Agam, tiba-tiba muncul mobil lain berwarna hitam yang mundur dan menabrak mobil korban.
    Karena hal itu, kedua pelaku kemudian kabur dengan mengendarai dua mobil ke arah Labuan lalu belok ke Carita, Anyer dan Cilegon.
    “Kita ikutin tuh dari belakang arah ke Cilegon. Ternyata pas sampai Cilegon dia ke arah Tangerang,” kata dia.
    Karena pelaku memiliki senjata api, pihaknya berinisiatif untuk meminta bantuan pendampingan ke Polsek Cinangka, namun ditolak.
    Sambil mengejar, Agam juga sempat menghubungi rekan sesama pemilik rental untuk melakukan pengejaran. Hingga kemudian, mobil terdeteksi berhenti di Rest Area Balaraja dan terjadi insiden penembakan.
    Menurut Agam, sebelum aksi penembakan terjadi, sempat dilakukan penangkapan pelaku oleh korban IA dan rekan-rekan pemilik rental lain yang sudah datang ke rest area.
    “Dipegang tangannya supaya enggak bisa bergerak, ternyata kawan yang di seberangnya itu yang pakai Sigra ada senpi juga,” kata dia
    “Bapak saya sama tim menangkap itu orang karena kan awalnya kan dia itu megang senjata api. Jadi dipegang tangannya supaya enggak bisa bergerak, ternyata kawan yang di seberangnya itu yang pakai Sigra ada senpi juga,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Pemilik Rental Sudah Tunjukkan Bukti Kepemilikan Mobil, tapi Tetap Ditolak Polisi
                        Megapolitan

    8 Pemilik Rental Sudah Tunjukkan Bukti Kepemilikan Mobil, tapi Tetap Ditolak Polisi Megapolitan

    Pemilik Rental Sudah Tunjukkan Bukti Kepemilikan Mobil, tapi Tetap Ditolak Polisi
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Anak kedua korban penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Rizky Agam S (24), mengaku sudah menunjukkan bukti kepemilikan mobil yang dicuri oleh penyewa, saat meminta pendampingan ke Polsek Cinangka. 
    Namun, laporan mereka tetap ditolak hingga membuat ayah Agam, Ilyas Abdurrahman (43), tewas ditembak saat berusaha merebut mobil dari pencuri. 
    “Kami dikira pihak leasing, padahal kami sudah infokan bahwa itu mobil rental, mobil pribadi dan kami bawa bukti kepemilikan lengkap, BPKB, STNK, dan kunci satu,” ujar Rizky di Taman Pemakaman Umum (TPU) Mekarsari Dalam, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/1/2025).
    Rizky menjelaskan bahwa pendampingan itu diminta lantaran pihaknya mengetahui bahwa pelaku membawa senjata api.
    “Jadi kami itu minta pertolongan ke Polsek Cinangka itu untuk mendampingi saya karena mereka bawa senjata api. Padahal mobil tersebut hanya berjarak 200 meter kurang lebih,” kata dia.
    Selain itu, permintaan pendampingan juga ditolak Polsek Cinangka dengan alasan pihak korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait masalah yang sedang dialaminya itu.
    Di sisi lain, polisi membantah menolak pendampingan korban dalam insiden penembakan di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta.
    Kapolsek Cinangka, AKP Asep Iwan Kurniawan, mengatakan tidak gegabah demi keselamatan anggota dan korban.
    “Narasi menolak pendampingan itu tidak benar. Kami tidak mau gegabah untuk mendampingi,” kata Asep kepada Kompas.com melalui telepon, Kamis.
    Menurut Asep, petugas meminta dokumen kendaraan yang dikejar, tetapi mereka tidak dapat menunjukkannya.
    “Dia minta didampingi, tapi kami punya kewajiban menanyakan dokumen kendaraan dan hal ihwalnya,” kata Asep.

    Kronologi kejadian
    Agam menjelaskan, peristiwa pencurian berujung penembakan itu bermula ketika pelaku menyewa mobil Honda Brio pada 31 Desember 2024.
    Namun, pada 1 Januari 2025, dua dari tiga perangkat GPS mobil tersebut ditemukan dipotong.
    Agam bersama ayahnya dan tim rental mobil mulai melacak keberadaan mobil tersebut hingga ke daerah Pandeglang.
    Setelah memergoki mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku sempat menodongkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota TNI AU.
    Situasi semakin kacau ketika sebuah mobil Sigra hitam yang diduga rekan pelaku menabrakkan kendaraannya ke tim rental. Kedua mobil, Brio dan Sigra, kemudian kabur.
    “Setelah itu kami melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke daerah Anyer. Di sana, kami meminta pendampingan dari Polsek terdekat, tetapi mereka tetap menolak meski kami menjelaskan situasinya,” ujar Agam.
    Pengejaran terus dilakukan hingga rest area di KM 45 Tol Tangerang-Merak, tempat mobil Brio akhirnya berhenti. Saat itu, tim rental berhasil menangkap salah satu pelaku. Namun, situasi kembali memanas ketika rekan pelaku dari mobil Sigra kembali muncul dengan senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” kata Agam.
    Dalam insiden itu, Ilyas Abdurrahman dan seorang anggota tim rental, Ramli, terkena tembakan. Ilyas mengalami luka di dada dan tangan, sementara Ramli terluka di tangan hingga tembus ke perut.
    Keduanya dilarikan ke RSUD Balaraja, namun nyawa Ilyas tidak tertolong. “Ayah saya masih kuat saat awal dibawa ke IGD, tetapi kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Agam.
    Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut, termasuk peran para pelaku yang diduga membawa senjata api.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Pelaku Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak Sudah Ditangkap
                        Nasional

    9 Kapolsek Cinangka Diperiksa Propam soal Tolak Dampingi Korban Penembakan Rest Area Regional

    Kapolsek Cinangka Diperiksa Propam soal Tolak Dampingi Korban Penembakan Rest Area
    Tim Redaksi
    CILEGON, KOMPAS.com

    Kapolsek Cinangka
    , AKP Asep Iwan Kurniwan, bersama sejumlah anggotanya saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Cilegon, Polda Banten.
    Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari
    dugaan penolakan
    pendampingan terhadap
    korban penembakan
    yang terjadi di rest area 45
    Tol Tangerang-Merak
    , arah Jakarta, Kamis (2/1/2025).
    “Iya, (Kapolsek dan Anggota Polsek Cinangka) lagi dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan,” ungkap Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/1/2025).
    Kemas menambahkan, ada empat anggota Polsek Cinangka yang juga diperiksa pada hari itu.
    Kemas menjelaskan kronologis kejadian yang menjadi latar belakang pemeriksaan ini.
    Pada Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 03.10 WIB, sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah tujuh pria dewasa tiba di Mapolsek Cinangka menggunakan satu unit mobil minibus jenis Expander berwarna putih.
    Mereka mengaku berasal dari
    leasing
    dan meminta bantuan untuk melakukan penarikan mobil terkait masalah
    leasing
    /rental.
    Brigadir Deri, anggota piket yang menerima kedatangan mereka, menanyakan legalitas kendaraan yang akan ditarik.
    Namun, mereka tidak dapat menunjukkan bukti yang diperlukan.
    Brigadir Deri kemudian menghubungi Kapolsek Cinangka, AKP Asep Iwan, melalui telepon untuk meminta petunjuk lebih lanjut.
    Kapolsek memberikan arahan agar anggotanya memberikan pemahaman kepada kelompok tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman dan agar tidak melanggar hukum dalam proses penarikan kendaraan.
    Setelah komunikasi dengan Kapolsek, salah satu orang yang datang mengaku sebagai pemilik mobil tersebut (pemilik rental mobil).
    Brigadir Deri menyarankan agar mereka membuat laporan resmi sebagai dasar bagi pihak kepolisian, mengingat kedatangan mereka tidak dilengkapi dengan bukti surat apapun.
    “Setelah diberi pemahaman, yang bersangkutan langsung pergi ke arah Cilegon,” ujar Kemas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kemacetan Parah di Perbatasan Riau-Sumbar, Antrean Panjang akibat Betonisasi Jalan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Kemacetan Parah di Perbatasan Riau-Sumbar, Antrean Panjang akibat Betonisasi Jalan Regional 3 Januari 2025

    Kemacetan Parah di Perbatasan Riau-Sumbar, Antrean Panjang akibat Betonisasi Jalan
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Kemacetan parah terjadi di perbatasan Provinsi
    Riau
    dengan Sumatera Barat (
    Sumbar
    ), Jumat (2/1/2025).
    Kemacetan ini disebabkan betonisasi jalan di antara Kabupaten Kampar, Riau, dan Kabupaten 50 Kota, Sumbar. Kendaraan harus bergantian lewat karena diberlakukan sistem buka tutup.
    Panjang antrean semakin parah akibat peningkatan volume kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru.
    Arus lalu lintas hampir serupa, padat baik dari Riau ke Sumbar maupun sebaliknya.
    Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kampar, AKP Vino Lestari, mengatakan, perbaikan jalan terjadi di wilayah Sumbar.
    “Kemacetan disebabkan betonisasi jalan dekat tugu batas Riau-Sumbar, yang merupakan wilayah hukum Polres 50 Kota,” ujar Vino kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp.
    Vino menyebut sudah berkoordinasi dengan Polres 50 Kota untuk mengatur lalu lintas di titik
    macet
    tersebut.
    “Anggota Satlantas Polres Kampar ikut mengatur lalu lintas di wilayah 50 Kota,” kata Vino.
    Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas di lokasi macet berlangsung hingga pukul 02.00 WIB.
    Sementara itu, Polres Kampar juga fokus mengatur lalu lintas di lokasi perbaikan jalan di KM 106/107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
    Polres 50 Kota diharapkan dapat fokus mengatur lalu lintas di titik betonisasi jalan.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Ronny Sompie Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap yang Jerat Hasto Kristiyanto
                        Nasional

    10 Ronny Sompie Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap yang Jerat Hasto Kristiyanto Nasional

    Ronny Sompie Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap yang Jerat Hasto Kristiyanto
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Mantan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Franky Sompie, tiba di Gedung Merah Putih
    KPK
    , Kuningan, Jakarta, pada Jumat (3/1/2025).
    Ronny mengenakan kemeja putih dan membawa tas pouch berwarna abu-abu.
    Ia datang bersama beberapa orang.
    Ronny menyatakan bahwa kehadirannya di KPK untuk memenuhi jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan penyidik.
    “Saksi, saksi. Nantilah, sabar,” kata Ronny.
    Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika mengonfirmasi bahwa
    Ronny Sompie
    diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap Pergantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI 2019-2024.
    Kasus ini juga melibatkan perintangan penyidikan untuk tersangka Sekjen PDIP
    Hasto Kristiyanto
    dan eks kader PDIP Harun Masiku.
    “Informasinya seperti itu,” ujar Tessa kepada wartawan.
    Ronny Franky Sompie sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi oleh mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada 28 Januari 2020.
    Pencopotan ini terjadi karena dugaan pemberian data imigrasi yang keliru terkait pergerakan eks kader PDIP Harun Masiku yang terlibat dalam
    kasus suap PAW
    .
    KPK telah menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus suap terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, pada 24 Desember 2024.
    Penetapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 yang dikeluarkan pada 23 Desember 2024.
    Uang suap ini ditujukan untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR
    Hasto juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merintangi penyidikan atau
    obstruction of justice
    (OOJ) dalam kasus Harun Masiku.
    “Penyidik menemukan adanya bukti keterlibatan saudara HK yang bersangkutan selaku Sekjen PDI Perjuangan dan saudara DTI (Donny Tri Istiqomah) selaku orang kepercayaan saudara HK (Harun Masiku) dalam perkara dimaksud,” kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
    Penetapan Hasto sebagai tersangka mengonfirmasi kabar yang beredar di media sosial.
    Meskipun telah berstatus tersangka, ada pertanyaan mengenai lamanya KPK menangani kasus ini yang sudah dimulai sejak tahun 2019.
    Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa KPK memerlukan waktu untuk melakukan penyitaan barang dan memeriksa saksi.
    Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan petunjuk yang cukup sebelum menetapkan Hasto sebagai tersangka.
    “Di situlah kemudian kita mendapatkan banyak bukti dan petunjuk yang menguatkan keyakinan penyidik,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tanggapi Pemberitaan Indonesia, Polisi Singapura Sebut Nelayan Batam Langgar Batas Wilayah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Tanggapi Pemberitaan Indonesia, Polisi Singapura Sebut Nelayan Batam Langgar Batas Wilayah Regional 3 Januari 2025

    Tanggapi Pemberitaan Indonesia, Polisi Singapura Sebut Nelayan Batam Langgar Batas Wilayah
    Tim Redaksi
    BATAM, KOMPAS.com
    – Police Coast Guard (PCG) menegaskan, lima kapal
    nelayan
    asal
    Batam
    , Kepulauan Riau, melanggar batas wilayah perairan Indonesia-
    Singapura
    .
    Penegasan ini merespons pemberitaan dan video terkait peristiwa yang terjadi pada 24 Desember 2024.
    Konsulat Jenderal Singapura di Batam, melalui keterangan tertulis yang diterima
    Kompas.com
    pada Jumat (3/1/2025), menyebut para nelayan masuk ke perairan Tuas View Extension.
    Pernyataan Departemen Urusan Publik Polisi Singapura (SPF) di laman Singapore Police Force (SPF) membantah insiden ini terjadi di perairan Pulau Nipah, Batam.
    Dalam kronologi yang dilampirkan, PCG mengamati pergerakan nelayan sekitar pukul 08.45 waktu Singapura, Selasa (24/12/2024). Beberapa kapal nelayan terlihat berulang kali memasuki perairan Tuas View Extension.
    Sekitar pukul 13.20 waktu setempat, dua dari lima kapal nelayan Indonesia bergerak lebih dalam menuju barat laut Tuas View Extension.
    Satu unit kapal patroli PCG mencegat kedua kapal tersebut. Petugas PCG berkomunikasi dengan nelayan dan mengarahkan mereka meninggalkan area STW karena kapal tanpa izin dilarang masuk.
    Para nelayan akhirnya meninggalkan STW pada pukul 13.40 waktu setempat. SPF mengingatkan kapal asing untuk mematuhi instruksi otoritas Singapura saat berada di STW.
    Konsulat Jenderal Singapura di Batam juga telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia terkait insiden ini.
    Sebelumnya, sejumlah nelayan Belakangpadang, Batam, mengalami intimidasi dari kapal patroli Singapura saat mencari ikan di perairan Pulau Nipah pada 24 Desember 2024.
    Intimidasi dilakukan dengan manuver kapal patroli yang membuat ombak besar di sekitar kapal nelayan. Satu nelayan terjatuh ke laut namun berhasil diselamatkan. Insiden ini membuat para nelayan trauma melaut.
    Danil Mahadir (18), nelayan Belakangpadang, yang terlempar dari perahu, menceritakan, saat kejadian, dirinya bersama ayahnya sedang memancing menggunakan perahu kecil.
    “Kejadian sekitar pukul 13.30 WIB. Kami sedang memancing ketika kapal patroli Singapura datang dan memaksa kami keluar. Padahal, kami merasa masih berada di perairan Indonesia,” ujarnya.
    Danil beruntung bisa kembali ke perahu kecil setelah terlempar akibat ombak buatan dengan bantuan nelayan lain.
    Terkait insiden ini, Himpunan
    Nelayan
    Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau mendatangi Konsulat Jenderal Singapura di Batam pada 27 Desember 2024. Mereka menyampaikan somasi atas tindakan intimidasi terhadap nelayan.
    Ketua HNSI
    Kepri
    , Distrawandi, menilai tindakan itu mencederai hati para nelayan Kepri dan meminta agar nelayan yang melanggar diberi peringatan persuasif, bukan intimidasi.
    “Kapal patroli mereka mengintimidasi dengan membuat ombak agar kapal nelayan terbalik. Salah satu nelayan bahkan hampir tenggelam,” tegas Distrawandi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Speedboat Tenggelam di Laut Maluku, 8 Penumpang Tewas
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Speedboat Tenggelam di Laut Maluku, 8 Penumpang Tewas Regional 3 Januari 2025

    Speedboat Tenggelam di Laut Maluku, 8 Penumpang Tewas
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com
    – Sebuah
    speedboat
    yang mengangkut puluhan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan laut Tanjung Samala, Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat,
    Maluku
    , pada Jumat (3/1/2025) pagi.
    Speedboat
    bernama 2 Nona tenggelam saat berlayar dari Manipa menuju Kota Ambon sekitar pukul 10.00 WIT.
    Akibat kecelakaan ini, delapan orang penumpang tewas.
    “Betul, speedboat 2 Nona tenggelam. Kami sedang bantu angkat korban ke pantai,” kata Wardi, warga Manipa, saat dihubungi
    Kompas.com
    .
    Ia menyebutkan sejumlah penumpang ditemukan meninggal, sementara sebagian lainnya belum sadarkan diri. Beberapa korban adalah anak-anak.
    “Tidak hanya orang dewasa, ada juga anak-anak yang menjadi korban,” ujarnya.
    Saat kejadian, laut dalam keadaan tenang dan tidak bergelombang.
    “Cuaca laut sangat tenang. Tadi ada penumpang selamat yang bilang speedboat menabrak batang kayu lalu tenggelam,” katanya.
    Kapolsek Pulau Manipa, Ipda Edwin Ricardo Mangare, menyatakan, dari sekitar 30 penumpang, 8 orang tewas.
    “Penumpang yang meninggal 8 orang,” ujarnya.
    Edwin tidak merinci identitas kedelapan korban, tetapi ia memastikan mereka berasal dari beberapa dusun.
    “Yang meninggal dua orang dari Dusun Lubu Tuban, dua dari Pilar, dua dari Dusun Pasir Putih, dan dua dari Desa Tahalupu,” katanya.
    Edwin juga menambahkan banyak korban terjebak di dalam speedboat saat tenggelam.
    Penumpang lainnya selamat berkat pertolongan warga sekitar yang menggunakan longboat.
    “Saat kejadian, warga langsung berusaha menyelamatkan korban dengan longboat,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.