Category: Kompas.com Metropolitan

  • Ratusan Sapi di Ponogoro Diduga Terserang PMK, Pemkab Sebut Kasus Naik Usai Banjir
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Ratusan Sapi di Ponogoro Diduga Terserang PMK, Pemkab Sebut Kasus Naik Usai Banjir Regional 3 Januari 2025

    Ratusan Sapi di Ponogoro Diduga Terserang PMK, Pemkab Sebut Kasus Naik Usai Banjir
    Tim Redaksi
    PONOROGO, KOMPAS.com
    – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten
    Ponorogo
    , Jawa Timur, melaporkan sebanyak 157 sapi terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) selama bulan Desember 2024.
    Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Ponorogo, Siti Barokah, menyatakan bahwa peningkatan kasus PMK disebabkan
    banjir
    yang melanda wilayah tersebut. Kondisi tersebut menciptakan kondisi lembap yang mendukung perkembangan virus PMK.
    “Selama Desember 2024, dari data terakhir ada 157 sapi. Kasus masih landai awalnya, tetapi begitu banjir menerjang Ponorogo, langsung kasus meningkat,” ujar Siti Barokah di ruang kerjanya, Jumat (3/1/2025).
    Siti menambahkan, meskipun terjadi lonjakan kasus PMK, jumlah sapi yang mati baru mencapai satu ekor, sementara dua ekor sapi terpaksa disembelih.
    Sebaran kasus PMK terjadi di 15 kecamatan dan 41 desa, dengan jumlah sapi yang diduga terjangkit terbanyak berada di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, sebanyak 16 ekor.
    Di sisi lain, di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, pemilik sapi memilih untuk menjual ternak mereka dengan harga murah karena khawatir tertular PMK.

    Kepala Desa Plalangan, Ipin Herdianto, menjelaskan bahwa warga takut ternak mereka mati akibat PMK sehingga memilih menjualnya dengan harga yang lebih rendah.
    “Banyak sapi yang terpaksa dijual murah, baik yang terjangkit maupun yang masih sehat. Warga takut jika dibiarkan malah mati dan merugi banyak,” katanya.
    Ipin Herdianto juga menambahkan bahwa laporan dari warga menunjukkan sekitar 30 ekor sapi diduga terjangkit PMK.
    Kondisi sapi yang dilaporkan tidak mau makan, dan kebanyakan dari mereka adalah sapi yang baru dibeli beberapa bulan lalu.
    Warga secara mandiri melakukan disinfeksi di kandang ternak mereka untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.
    “Kurang lebih ada 30-an sapi yang sakit diduga PMK. Kami mengantisipasi sendiri dengan melakukan penyemprotan disinfektan,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wartawan Diintimidasi Saat Liput Kecelakaan di Jakut, Ponselnya Dibanting Pelaku
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Januari 2025

    Wartawan Diintimidasi Saat Liput Kecelakaan di Jakut, Ponselnya Dibanting Pelaku Megapolitan 3 Januari 2025

    Wartawan Diintimidasi Saat Liput Kecelakaan di Jakut, Ponselnya Dibanting Pelaku
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Wartawan Nusantara TV, Khairul Insan, mengalami intimidasi saat meliput kecelakaan lalu lintas di Jalan Pelabuhan Ratu Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/1/2025).
    Khairul mengungkapkan, pelaku intimidasi itu merebut 
    handphone 
    miliknya lalu membantingnya ke aspal japlan.
    “Pada saat meliput merekam insiden itu, tiba-tiba
    handphone
    saya direbut paksa oleh penabrak, terus dibanting ke aspal hingga casingnya terlepas,” kata Khairul saat diwawancarai, Jumat (3/1/2025).
    Khairul mengatakan, peristiwa intimidasi itu berawal ketika ia melintas di Jalan Pelabuhan Ratu.
    Saat melintas, ia melihat ada peristiwa kecelakaan yang melibatkan mobil mewah dengan sepeda motor.
    Khairul langsung menghentikan kendaraan dan meliput peristiwa tersebut.
    “Jadi pada Kamis sore, saat saya melintas di lokasi, terjadilah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua buah mobil mewah dan sebuah sepeda motor,” ujar Khairul.
    Ia menjelaskan, dalam kecelakaan itu, seorang pengendara motor menjadi korban hingga mengalami luka di bagian lutut kaki akibat tertabrak mobil.
    Motor korban juga rusak parah hingga kemudinya bengkok.
    Khairul pun menjalankan tugasnya dengan mengambil gambar dan mewawancarai korban.
    Namun, ia tida-tiba didatangi oleh pengemudi mobil yang kemudian mebanting 
    handphone-
    nya.
    “Alat berupa handphone yang digunakan untuk bekerja merekam pemberitaan itu direbut paksa dan dibanting oleh salah seorang pengendara mobil yang terlibat kecelakaan itu,” kata Khairul.
    Pengendara tersebut juga berteriak bahwa ia kenal dengan petinggi Polri.
    “Dia sempat mengintimidasi saya, katanya dia kenal dengan para petinggi Polri. Meskipun begitu, perlakuan pengendara mobil tersebut tidak dibenarkan, bersikap arogan, melakukan kekerasan verbal dan fisik,” kata Khairul.
    Atas peristiwa ini, Khairul merasa tak terima dan melaporkan pelaku ke Polsek Pademangan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kasus Penembakan Bos Rental, Penyewa Awal Mobil Pakai KTP Palsu
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Kasus Penembakan Bos Rental, Penyewa Awal Mobil Pakai KTP Palsu Regional 3 Januari 2025

    Kasus Penembakan Bos Rental, Penyewa Awal Mobil Pakai KTP Palsu
    Tim Redaksi
    PANDEGLANG, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap AS (32) penyewa awal mobil rental milik IA (48), korban penembakan di tol Tangerang-Merak kilometer 45.
    AS merupakan penyewa pertama Honda Brio dari IA (48) yang tewas dalam insiden penembakan tersebut.
    Kasat Reskrim Polrea Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, mengungkap AS menggunakan KTP palsu sebagai jaminan.
    “Betul (menggunakan KTP palsu),” kata Alfian saat dikonfirmasi di Mapolres Pandeglang, Jumat (3/1/2025).
    Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Alfian, AS memiliki dua kartu identitas.
    Adapun yang didapakai sebagai jaminan adalah identitas palsu yang beralamat di Jatiuwung, Kota Tangerang.
    Sementara identitas lainnya, sambung Alfian, AS merupakan warga dengan alamat asal di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.
    AS menggunakan identitas palsu diduga untuk kepentingan penggelapan mobil rental.
    AS sendiri ditangkap dalam persembunyiannya di sebuah kontrakan di Kecamatan Picung, Pandeglang, Banten, Jumat siang.

    AS ditangkap karena menjadi pelaku sewa mobil rental yang mana pemiliknya menjadi korban penembakan oleh pelaku yang membawa kabur mobil sewa tersebut.
    Alfian tidak menjelaskan lebih rinci alasan mobil berpindah tangan dari AS ke pelaku penembakan yang membawa kabur mobil.
    Alfian menambahkan, saat ini, AS akan dibawa ke Mapolresta Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
    Insiden penembakan terjadi di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta pada Kamis (2/1/2025).
    IA tewas dan korban lainnya R (59) mengalami luka serius.
    Kasus ini bermula dari sewa mobil yang diuga hendak dibawa kabur oleh pelaku.
    Pemilik mobil sekaligus korban menduga mobil hendak dibawa kabur karena GPS yang terpasang di unit kendaraan dicopot pelaku.
    Korban kemudian mengejar mobil yang terdeteksi berada di Pandeglang hingga terjadi aksi kejar-kejaran dan insiden penembakan di rest area 45 tol Jakarta-Merak arah Jakarta.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Natal dan Tahun Baru, 1,1 Juta Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Libur Natal dan Tahun Baru, 1,1 Juta Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor Regional 3 Januari 2025

    Libur Natal dan Tahun Baru, 1,1 Juta Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Selama pelaksanaan
    Operasi Lilin Lodaya
    2024, sebanyak
    1,1 juta kendaraan
    tercatat melintasi ruas
    Jalan Raya Puncak
    , Bogor, Jawa Barat.
    Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, menyampaikan bahwa angka tersebut terhitung sejak 20 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, yang mencakup periode libur Natal dan Tahun Baru.
    “Data kendaraan di jalur Puncak Bogor Ops Lilin Lodaya 2024 sebanyak 1.110.634 kendaraan,” ungkap Rizky melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/1/2025).
    Jumlah kendaraan tersebut mencakup arus lalu lintas dari kedua arah, baik untuk tujuan wisata maupun mudik ke arah Cianjur, Bandung, dan sekitarnya.
    Rizky menjelaskan bahwa volume kendaraan tersebut terdiri dari berbagai jenis, termasuk kendaraan roda dua, roda empat, bus, dan truk.
    Dari total kendaraan yang melintas, sepeda motor mendominasi dengan jumlah mencapai 763.734 unit.
    “Kendaraan masuk ke jalur wisata Puncak sebanyak 574.949, sedangkan kendaraan yang keluar dari arah Puncak menuju Jakarta sebanyak 535.685,” jelasnya.
    Rizky juga mencatat bahwa puncak volume kendaraan terjadi pada Sabtu (28/12/2024), dengan kendaraan masuk mencapai 65.603 unit dan kendaraan keluar sebesar 103.560 unit.
    “Jumlah kendaraan masuk dan keluar dari jalur wisata Puncak tertinggi terjadi pada akhir pekan tanggal 28 Desember,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sopir Taksi Mengaku Dipukul Oknum Penyidik Usai Bongkar Kasus Penembakan oleh Polisi, Bagaimana Ceritanya?
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Sopir Taksi Mengaku Dipukul Oknum Penyidik Usai Bongkar Kasus Penembakan oleh Polisi, Bagaimana Ceritanya? Regional 3 Januari 2025

    Sopir Taksi Mengaku Dipukul Oknum Penyidik Usai Bongkar Kasus Penembakan oleh Polisi, Bagaimana Ceritanya?
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Sopir taksi berinisal MH yang turut terseret dalam kasus
    polisi tembak mati
    warga di
    Kalimantan Tengah
    (Kalteng) mengaku mendapat intimidasi oleh oknum penyidik selama diperiksa sebelum akhirnya ikut ditetapkan menjadi tersangka.
    Pengacara MH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Genta Keadilan pun meminta kejelasan dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalteng terhadap sejumlah oknum yang diduga melakukan kekerasan kepada MH itu.
    Tim LBH Genta Keadilan mendatangi Bidpropam Polda Kalteng pada Jumat (3/1/2025) siang. Sembari meminta kejelasan, pihaknya juga menyayangkan sikap dari oknum kepolisian yang berbuat arogan kepada pengungkap tindak kejahatan seperti MH.
    Parlin Bayu Hutabarat selaku pengacara MH mengungkapkan, pihaknya meminta penjelasan dari Bidpropam Polda Kalteng soal pemeriksaan terhadap beberapa oknum penyidik kepolisian yang mengintimidasi MH selama dalam proses pemeriksaan.
    “Klien kami menyampaikan masalah ini kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), bahwa selama dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Kalteng, klien kami mengalami kekerasan, pukulan, itu disampaikan secara langsung kepada LPSK,” beber Parlin kepada awak media usai bertemu petugas Bidpropam.
    Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, Parlin menyebutkan bahwa oknum yang mengintimidasi atau melakukan pemukulan kepada MH sudah diperiksa oleh Pengamanan Internal (Paminal) Polda Kalteng.
    “Informasinya (oknum polisi yang diduga mengintimidasi) sudah pernah diperiksa oleh Paminal. Pada saat tanggal 10-14 Desember, MH diperiksa tanpa status, lalu dia ditetapkan jadi tersangka pada tanggal 14 Desember,” beber Parlin.


    Selama dalam rentang waktu 10-14 Desember itu, kata Parlin, MH banyak mengalami tindakan-tindakan arogan dari penyidik kepolisian.
    MH mengaku mendapat pukulan dari penyidik saat dilakukan pemeriksaan.
    “Setelah itu MH bertemu anggota Paminal, karena ada yang janggal, tubuhnya ada lebam-lebam seperti bekas pukulan, makanya sempat diperiksa (Paminal), dia diperiksa itu saat sudah dipindahkan menjadi ruang tahanan Polresta Palangka Raya tanggal 16 Desember,” beber Parlin.
    Parlin menjelaskan, tindakan arogan itu terjadi berkesinambungan dari 10-14 Desember sepanjang pemeriksaan terkait tindak pidana yang MH bongkar.
    Selama empat hari itu, MH tidak bisa pulang ke rumah karena sedang dalam penguasaan penyidik dari Subdit Jatanras Polda Kalteng.
    “Jatanras Polda, dia (mendapat intimidasi) waktu diperiksa di Polda,” kata Parlin.
    Parlin mengaku menyayangkan sikap arogan dari penyidik.
    Kliennya, MH, sudah berkata jujur terkait peristiwa tindak pidana itu demi membongkar tindakan kejahatan penembakan yang dilakukan oleh
    Brigadir Anton
    .
    “Dia berusaha jujur mengungkapkan peristiwa tindak pidana itu, tapi selalu dipojokkan, dituduh macam-macam, padahal dia berusaha jujur kepada penyidik,” bebernya.
    Pada hari di mana MH ditetapkan menjadi tersangka, yakni 14 Desember, MH sempat pulang saat petang hari dan bertemu dengan istrinya di rumah.
    “MH pada tanggal 14 sempat pulang ke rumah maghrib, dan ini juga dilihat oleh istrinya, yang mana kondisi wajah suaminya ada bekas pukulan, lebam-lebam di bagian wajah,” tutur Parlin.
    Pada Jumat (27/12/2024) lalu, MH bertemu dengan tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang berupaya menindaklanjuti permohonannya untuk menjadi
    justice collaborator
    (JC).
    Kepada LPSK, MH juga menyampaikan intimidasi yang dialaminya tersebut.
    “Di tanggal 27, apa yang dialami MH sudah disampaikan kepada petugas LPSK, pandangan kami tindakan begitu tidak dibenarkan, seyogyanya karena MH ini orang yang mengungkap tindak pidana, membongkarnya, harusnya diberikan perlindungan khusus,” ucap Parlin.
    Kepada Bidpropam Polda Kalteng, LBH Genta Keadilan mempertanyakan sudah sejauh mana proses pemeriksaan terhadap oknum yang melakukan intimidasi berupa pemukulan kepada MH tadi.
     
    Oknum penyidik tadi diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi karena telah mengintimidasi saksi kunci yang menjadi tersangka.
    “Kami mendesak Polda melalui Propam untuk menegakkan etik, kalau itu melanggar etik ya mohon diproses, karena yang namanya pemeriksaan perkara pidana, sekalipun dia tersangka, tidak dibenarkan untuk disiksa, dipukuli, dianiaya, apalagi kalau kita bicara penghargaan terhadap hak asasi manusia,” tegasnya.
    Parlin menyatakan, pihaknya juga akan mengirimkan surat ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Markas Besar (Mabes) Polri atas dugaan intimidasi yang dilakukan oleh anggota polisi ini.
    “Kami akan mengirimkan surat ke Kompolnas, Mabes Polri, dan LPSK untuk menyampaikan perkembangan-perkembangan terkait hal-hal yang dialami oleh klien kami,” pungkasnya.
    Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menegaskan bahwa penyidik profesional dalam menangani kasus ini.
    Dia pun mempertanyakan siapa dan dari mana oknum polisi yang melakukan intimidasi terhadap MH.
    “Yang melakukan intimidasi siapa, saya yakin penyidik profesional dalam tangani kasus tersebut,” ujar Erlan saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan, Jumat (3/1/2025).
    Erlan menegaskan, pihaknya masih akan memastikan terlebih dulu informasi tersebut. Dia juga meminta awak media agar jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas.
    “Kalau itu info dari pengacaranya yang menyampaikan, silakan saja, bisa dilaporkan ke propam, itu pun kalau benar adanya,” pungkasnya.
    Diketahui, MH menjadi sopir dari Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto (AKS), mantan anggota polisi dari Satuan Samapta Bhayangkara Polresta Palangka Raya yang menembak warga hingga tewas di dalam mobilnya.
    MH melihat langsung detik-detik sadis ketika Brigadir Anton menembak mati Budiman Arisandi, sopir ekspedisi asal Banjarmasin tersebut. Tak hanya Brigadir Anton, polisi juga menetapkan MH sebagai tersangka dalam kasus itu.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sempat Nihil Kasus, Puluhan Sapi di Kota Kediri Terjangkit PMK
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        3 Januari 2025

    Sempat Nihil Kasus, Puluhan Sapi di Kota Kediri Terjangkit PMK Surabaya 3 Januari 2025

    Sempat Nihil Kasus, Puluhan Sapi di Kota Kediri Terjangkit PMK
    Tim Redaksi
    KEDIRI, KOMPAS.com
    – Puluhan ekor sapi di
    Kota Kediri
    , Jawa Timur, mengalami serangan penyakit mulut dan kaki (PMK).
    Padahal, sejak 2023 yang lalu, Kota Kediri sempat menyandang gelar zero kasus.
    Penyakit tersebut menyebabkan hewan ternak berkaki empat mengalami sejumlah gejala, mulai dari mulut berbusa dengan keluarnya liur berlebih, hingga susah berdiri karena kuku dan sendi kaki sakit.
    Selain itu, juga diikuti dengan hilangnya nafsu makan sehingga harus digelonggong agar tetap mendapatkan asupan makanan.
    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, M Ridwan, mengatakan sejauh ini di wilayahnya ada 20 ternak yang terdata mengalami serangan PMK tersebut.
    “Mulanya, pada pertengahan Desember 2024 yang lalu, ada laporan dari salah satu warga. Lalu, kita turun untuk pengecekan ke sejumlah peternak dan hasilnya kita temukan sejumlah kasus itu,” ujar Ridwan pada Kompas.com, Jumat (3/1/2025).
    Ridwan menambahkan, pihaknya langsung mengadakan sosialisasi lagi kepada peternak tentang kewaspadaan terhadap PMK, yakni dengan mengurangi aktivitas jual beli kecuali terhadap sapi yang telah divaksinasi, menjaga kebersihan kandang, dan melapor jika ada gejala PMK.

    “Selain itu, kami terus berkoordinasi dengan provinsi dan pusat agar vaksinasi bisa dilanjutkan,” lanjutnya.
    Kota Kediri sudah pernah mengatasi serangan kasus tersebut dan menyandang status sebagai kota zero kasus usai serangan PMK besar-besaran pada kisaran 2022 hingga 2023 silam.
    Kembali terjadinya kasus, menurut Ridwan, dimungkinkan karena adanya individu sapi baru yang belum mendapatkan vaksin.
    “Kebetulan pada akhir Desember 2024 yang lalu, kita tidak mendapatkan vaksin dari pusat karena keterbatasan,” lanjutnya.
    Selain itu, juga ditambah dengan banyaknya serangan PMK yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, sehingga turut menyebar ke wilayah Kediri.
    Kini, pihaknya tengah meningkatkan sosialisasi kepada peternak agar serangan kasus PMK itu tidak semakin menyebar.
    Selain itu, juga mengajukan vaksin dari pemerintah pusat.
    “Meski saat ini zero kematian, kita galakkan penanggulangannya,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Speedboat Tenggelam di Laut Maluku, Polisi Tahan Nakhoda dan Pemilik
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Januari 2025

    Speedboat Tenggelam di Laut Maluku, Polisi Tahan Nakhoda dan Pemilik Regional 3 Januari 2025

    Speedboat Tenggelam di Laut Maluku, Polisi Tahan Nakhoda dan Pemilik
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com
    – Polres Seram Bagian Barat,
    Maluku
    mengusut insiden kecelakaan speedboat di perairan Tanjung Samala, Kecamatan Manipa yang menewaskan 8 orang penumpang.
    Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Dennie Andreas Dharmawan mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap motif dan penyebab kecelakaan tersebut.
    “Kami kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap motif dibalik peristiwa tenggelamnya speedboat Dua Nona di perairan Manipa, tepatnya di Dusun Samala,” kata Dennie kepada Kompas.com, Jumat malam.
    Ia mengungkapkan untuk kepentingan penyelidikan insiden tersebut, saat ini polisi telah menahan nakhoda, ABK dan juga pemilik speedboat tersebut.
    “Untuk sementara pemilik speedboat atas nama IM alias Ikbal dan pengemudi termasuk ABK sudah kita amankan,” katanya.
    Ia mengaku selain pemilik dan ABK, pihaknya juga akan meminta keterangan dari para penumpang yang selamat dalam insiden itu.

    “Termasuk para korban yang selamat juga akan kita mintai keterangan terkait musibah ini,” ujarnya.
    Menurutnya, insiden kecelakaan speedboat Dua Nona di perairan Manipa, menjadi perhatian serius semua pihak termasuk kepolisian.
    Atas insiden itu, Dennie ikut menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban.
    “Polres SBB menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa atas wafatnya para korban meninggal dunia akibat tenggelamnya speedboat Dua Nona,” katanya.
    Ia pun berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk memperbaiki sarana transportasi di wilayah kepulauan di kabupaten tersebut.
    “Dalam kesempatan ini pula saya Kapolres SBB, berharap agar masyarakat maupun pemilik speedboat lebih memperhatikan keselamatan ketika hendak berlayar. Utamakan keselamatan ketika berlayar,”pesannya.
    Diberitakan sebelumnya, sebuah speedboat yang mengangkut 28 orang penumpang termasuk ABK tenggelam di peraiaran Tanjung Samala, Kecamatan Manipa, Seram Bagian Barat, Maluku Jumat lagi (3/1/2025) Pukul 09.30 WIT.
    Insiden itu menyebabkan delapan orang penumpang tewas termasuk tiga orang anak, sedangkan 20 orang lainnya selamat. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ibu di Simalungun Tewas Tertimpa Pohon Saat Mengendarai Sepeda Motor
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        3 Januari 2025

    Ibu di Simalungun Tewas Tertimpa Pohon Saat Mengendarai Sepeda Motor Medan 3 Januari 2025

    Ibu di Simalungun Tewas Tertimpa Pohon Saat Mengendarai Sepeda Motor
    Tim Redaksi
    SIMALUNGUN, KOMPAS.com
    – Seorang ibu bernama Diah Ekawati (45) tewas setelah tertimpa pohon saat mengendarai sepeda motor di jalur Pematangsiantar-
    Simalungun
    , Provinsi Sumatera Utara.
    Kapolsek Bangun, Pematangsiantar, AKP R Simarmata, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (1/1/2024) sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Asahan Km 12, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.
    “Piket SPKT mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi bencana
    pohon tumbang
    yang menimpa pengendara sepeda motor yang melintas,” ungkap R Simarmata dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (3/1/2024).
    Ia menambahkan bahwa korban adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang tinggal di Huta Pasar Lama, Nagori Sahkuda Bayu, Gunung Malela, Simalungun.
    Diah diketahui mengendarai sepeda motor matic BK 3705 MAL dengan putrinya, RAQ (9), menuju arah Kota Pematangsiantar.
    Setibanya di lokasi, pohon yang berada di pinggir jalan tiba-tiba tumbang dan menimpa keduanya.
    Putrinya RAQ mengalami luka di bagian kepala namun tidak fatal.
    Simarmata melanjutkan, warga setempat segera membawa Diah ke rumah sakit, namun sayangnya, kondisinya tidak tertolong.
    Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka.
    “Sempat membawa korban ke rumah sakit dan sesampainya di rumah sakit, petugas medis menjelaskan bahwa korban telah meninggal dunia,” tutup Simarmata.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dinas Koperasi dan UMKM DI Yogyakarta Targetkan Pemindahan Teras Malioboro 2 Januari Ini
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        3 Januari 2025

    Dinas Koperasi dan UMKM DI Yogyakarta Targetkan Pemindahan Teras Malioboro 2 Januari Ini Yogyakarta 3 Januari 2025

    Dinas Koperasi dan UMKM DI Yogyakarta Targetkan Pemindahan Teras Malioboro 2 Januari Ini
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DI
    Yogyakarta
    , Siwi Nurkyatsiwi, memastikan bahwa
    relokasi pedagang

    Teras Malioboro 2
    akan dilaksanakan pada Januari 2025.
    Menurut Siwi, teknis pengundian untuk pemindahan pedagang ke lokasi baru di Beskalan dan Ketandan sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta.
    “Yang mengikuti undian adalah para pedagang yang menyetujui kebijakan dari Pemerintah DIY maupun Pemerintah Kota Yogyakarta. Nah, disitulah dilakukan undian. Fair enggak itu kan, ini kan versi masing-masing,” ucapnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, pada Jumat (3/1/2025).
    Siwi menargetkan pemindahan pedagang dari Teras Malioboro 2 ke dua area baru tersebut harus selesai pada Januari ini.
    “Pemindahannya Januari. Kami punya target awal Januari, pokoknya Januari ini sudah harus pindah,” katanya.
    Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan lokasi Teras Malioboro di Ketandan saat ini baru mencapai dua lantai, sementara pembangunan lantai ketiga mengalami keterlambatan.
    “Lantai 3 ini proses pembangunannya kan mereka ada keterlambatan sedikit lah begitu, tapi mereka sudah, yang mau ditempati sudah oke, tinggal pembersihan saja,” ungkapnya.
    Mengenai luas lapak yang akan didapatkan para pedagang, Siwi menyatakan bahwa ada variasi ukuran, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
    “Ada yang sama pertama begitu, tapi kalau yang kuliner atau apa itu kan sudah komunikasikan dengan teman-teman PKL kalau pastinya mereka akan bisa menyesuaikan ya kalau yang lainnya itu sama,” jelasnya.

    “Karena ini sama persis apa yang sudah didapatkan oleh teman-teman Teras Malioboro 1 dulu,” tambahnya.
    Proses relokasi ini menuai polemik. Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Tri Dharma mengkritik pelaksanaan relokasi yang dianggap tidak transparan, terutama terkait mekanisme pengundian lapak.
    Ketua Koperasi Tri Dharma, Arif Usman, mengungkapkan bahwa mereka diundang untuk mengikuti pengundian yang diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta pada 31 Desember 2024 di Jalan Parangtritis.
    “Sosialisasi relokasi awalnya dilakukan secara masif, di mana satu pedagang bisa diundang hingga lima kali,” ujarnya pada Kamis (2/1/2025).
    Meski sosialisasi telah dilakukan, Arif menilai pengundian tersebut tidak memenuhi prinsip transparansi.
    Banyak pedagang merasa kecewa karena tidak mendapatkan lantai 1 dan lapak strategis seperti yang dijanjikan.
    “Pengundiannya pertama tidak transparan. Yang kedua, mereka dijanjikan untuk dapat lantai 1 dan juga lapak strategis, ternyata mereka dapat di lantai 2,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Terkait Penembakan di Tol Tangerang-Merak, Penyewa Awal Mobil Ditangkap di Kontrakan Saudaranya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Januari 2025

    Terkait Penembakan di Tol Tangerang-Merak, Penyewa Awal Mobil Ditangkap di Kontrakan Saudaranya Megapolitan 3 Januari 2025

    Terkait Penembakan di Tol Tangerang-Merak, Penyewa Awal Mobil Ditangkap di Kontrakan Saudaranya
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap penyewa awal mobil Brio bernama Ajat Sudrajat (AS) di kontrakan saudaranya, Bitung, Kabupaten Pandeglang, Jumat (3/1/2025).
    “Kami berhasil mengamankan saudara AS ini dikontrakan saudaranya yang beralamat di daerah Bitung, Kabupaten Pandeglang,” ujar Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf saat dikonfirmasi, Jumat.
    Setelah penangkapan, Polres Pandeglang akan menyerahkan Ajat ke Polresta Tangerang untuk diperiksa terkait keterlibatannya dalam kasus ini.
    “Langkah selanjutnya, kami akan menyerahkan saudara AS kepada pihak Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.
    Ajat adalah pihak pertama yang menyewa mobil rental tersebut sebelum penembakan terjadi.
    Dia meminjam mobil Brio selama tiga hari dari Selasa (31/12/2024) sampai dengan Kamis (2/1/2025).
    Namun, pada 1 Januari 2025, dua dari tiga perangkat GPS mobil tersebut dipotong.
    Anak pertama korban
    penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak
    , Agam Muhammad (26) bersama ayahnya dan tim rental mobil, akhirnya melacak keberadaan mobil tersebut hingga ke daerah Pandeglang.
    Setelah memergoki mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku sempat menodongkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota TNI.
    Situasi semakin kacau ketika sebuah mobil Sigra hitam yang diduga rekan pelaku menabrakkan kendaraannya ke tim rental. Kedua mobil, Brio dan Sigra, kemudian kabur.
    “Setelah itu kami melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke daerah Anyer. Di sana, kami meminta pendampingan dari Polsek terdekat, tetapi mereka tetap menolak meski kami menjelaskan situasinya,” ujar Agam.
    Pengejaran terus dilakukan hingga rest area di KM 45 Tol Tangerang-Merak, tempat mobil Brio akhirnya berhenti.
    Saat itu, tim rental berhasil menangkap salah satu pelaku.
    Namun, situasi kembali memanas ketika rekan pelaku dari mobil Sigra kembali muncul dengan senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” kata Agam.
    Dalam insiden itu, Ilyas Abdurrahman dan seorang anggota tim rental, Ramli, terkena tembakan.
    Ilyas mengalami luka di dada dan tangan, sementara Ramli terluka di tangan hingga tembus ke perut.
    Keduanya dilarikan ke RSUD Balaraja, namun nyawa Ilyas tidak tertolong.
    “Ayah saya masih kuat saat awal dibawa ke IGD, tetapi kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Agam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.