Category: Kompas.com Metropolitan

  • 2
                    
                        Bertemu Prajurit TNI yang Tembak Bos Rental di Rest Area, Pegawai Minimarket: Pelaku Sempat Tanyakan Toilet
                        Megapolitan

    2 Bertemu Prajurit TNI yang Tembak Bos Rental di Rest Area, Pegawai Minimarket: Pelaku Sempat Tanyakan Toilet Megapolitan

    Bertemu Prajurit TNI yang Tembak Bos Rental di Rest Area, Pegawai Minimarket: Pelaku Sempat Tanyakan Toilet
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com –
    Sebuah insiden penembakan yang mengerikan terjadi di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak, membuat seorang pegawai minimarket, Ahmad, merasakan ketakutan dan trauma yang mendalam.
    Dalam sebuah wawancara, Ahmad menceritakan bagaimana awal mula kejadian tragis ini berlangsung.
    “Pelaku masuk ke sini buat nanya toilet, langsung begitu dijawab toiletnya enggak ada. Karena ini kan
    rest area
    , jadi saya tunjukan (toiletnya di luar),” ungkap Ahmad ketika ditemui di lokasi kejadian, Jumat (3/1/2025).
    Setelah memberikan arahan tentang lokasi toilet, pelaku pergi meninggalkan minimarket.
    Namun, tak lama setelah itu, Ahmad mendengar suara keributan yang membuatnya merasa cemas.
    Meskipun situasi semakin tegang di luar, Ahmad memutuskan untuk tetap berada di dalam minimarket, tidak ingin terlibat lebih jauh.
    “Nah enggak lama dari itu terjadilah keributan, setelah itu terjadilah penembakan,” jelas Ahmad, saat menceritakan kembali peristiwa yang menakutkan itu.
    Ia mengaku sangat trauma menyaksikan penembakan yang terjadi di depan matanya.
    Apalagi, tak lama setelah insiden tersebut, korban bernama Ilyas Abdurrahman (48) berusaha mencari perlindungan dengan masuk ke dalam minimarket.
    “Jadi ada satu yang ketembak itu dibawa ke dalam sini. Saat itu darah banyak berceceran banyak banget,” tuturnya dengan raut wajah ketakutan yang masih terbayang.
    Peristiwa tragis ini juga diungkap oleh Agam Muhammad (26), anak pertama dari korban.
    Ia menjelaskan bahwa kejadian berawal pada 31 Desember 2024, ketika pelaku menyewa mobil Honda Brio.
    Namun, pada 1 Januari 2025, dua dari tiga perangkat GPS mobil tersebut ditemukan dipotong.
    Agam bersama ayahnya dan tim rental mobil berusaha melacak keberadaan mobil tersebut hingga ke Pandeglang.
    Ketika berhasil menemukan mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku mengacungkan senjata api dan mengeklaim sebagai anggota TNI AU.
    Situasi semakin memburuk ketika sebuah mobil Sigra hitam yang diduga rekan pelaku menabrakkan kendaraannya ke tim rental.
    Kedua mobil, Brio dan Sigra, kemudian melarikan diri.
    “Setelah itu kami melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke daerah Anyer. Di sana, kami meminta pendampingan dari Polsek terdekat, tetapi mereka tetap menolak meski kami menjelaskan situasinya,” kata Agam.
    Pengejaran berlanjut hingga ke Rest Area di KM 45 Tol Tangerang-Merak, tempat mobil Brio akhirnya berhenti.
    Saat tim rental berhasil menangkap salah satu pelaku, situasi kembali memanas ketika rekan pelaku muncul dengan senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tambah Agam dengan nada serius.
    Insiden tersebut menyebabkan luka serius pada Ilyas dan seorang anggota tim rental, Ramli.
    Ilyas terkena tembakan di dada dan tangan, sedangkan Ramli terluka di tangan hingga menembus perut.
    Keduanya segera dilarikan ke RSUD Balaraja, namun sayangnya, nyawa Ilyas tidak dapat diselamatkan.
    “Ayah saya masih kuat saat awal dibawa ke IGD, tetapi kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap Agam dengan kesedihan yang mendalam.
    Insiden tragis ini bukan hanya meninggalkan luka fisik bagi para korban, tetapi juga jejak trauma mendalam bagi saksi-saksi dan keluarga yang ditinggalkan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Bertemu Prajurit TNI yang Tembak Bos Rental di Rest Area, Pegawai Minimarket: Pelaku Sempat Tanyakan Toilet
                        Megapolitan

    5 Ternyata Penembak Bos Rental Mobil di Rest Area Tol Tangerang Itu Prajurit TNI… Megapolitan

    Ternyata Penembak Bos Rental Mobil di Rest Area Tol Tangerang Itu Prajurit TNI…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dalam sebuah insiden tragis, seorang warga bernama
    Ilyas Abdurrahman
    (48), kehilangan nyawanya setelah ditembak seseorang di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Kamis (2/1/2025). 
    Belakangan diketahuhi Ilyas ditembak oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
    Ilyas tewas akibat menagih hak atas mobil yang disewakannya, yang dibawa kabur oleh si penyewa.
    Namun, prajurit TNI yang menembak Ilyas sesungguhnya bukan penyewa pertama. Bagaimana rincian kejadiannya? Bagaimana bisa tentara terlibat dalam penembakan ini?
    Menurut keterangan anak Ilyas, Agam Muhammad Nasrudin, insiden ini dimulai saat Ilyas dan timnya melacak keberadaan mobil hingga ke daerah Pandeglang.
    Setelah menemukan mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku menodongkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota TNI AU.
     
    Pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Udara bahkan mengacungkan senjata api saat pertemuan terjadi.
    “Dia bilang, ‘Siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak loh,’ sambil nodong senjata,” ungkap Agam.
    Setelah penembakan tersebut, Polisi Militer TNI segera melakukan penyelidikan.
    Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengonfirmasi bahwa satu prajurit telah ditangkap dan diamankan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).
    Namun, informasi mengenai jumlah pelaku dan asal satuan mereka masih belum jelas.
    Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjanjikan tindakan tegas jika prajurit tersebut terbukti bersalah.
    “Apabila terbukti bersalah, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
    Penangkapan terhadap prajurit TNI bukan berarti penyewa mobil Ilyas, Ajat Sudrajat (32), tidak terlibat.
    Ajat ternyata adalah pihak pertama yang menyewa mobil Brio milik Ilyas, dan kini telah ditangkap oleh polisi.
    “Jadi benar, kami dari Polres Pandeglang telah mengamankan seseorang dengan inisial AS yang merupakan terduga penyewa mobil rental terkait peristiwa penembakan,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf.
    Ajat menyewa mobil tersebut selama tiga hari, dari Selasa (31/12/2024) hingga Kamis (2/1/2025).
    Namun, pada tanggal 1 Januari 2025, dua dari tiga perangkat pelacak lokasi (GPS) di mobil tersebut dipotong.
    Alfian menyatakan bahwa setelah penangkapan, pihaknya akan menyerahkan Ajat kepada Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
    Polisi juga menyelidiki bagaimana mobil berpindah tangan dari Ajat ke prajurit TNI. 
    Kronologi kejadian ini bermula ketika Ilyas, bersama Agam dan timnya, melacak keberadaan mobil yang disewakan kepada Ajat.
    Setelah kehilangan kontak sejak 1 Januari 2025 dan dengan GPS yang tidak berfungsi, mereka mencoba menghentikan mobil di pertigaan Saketi.
    Namun, pelaku mengeluarkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AU.
    Ketegangan meningkat saat sebuah mobil lain menabrakkan diri ke kendaraan mereka, memicu pengejaran yang berujung di rest area Balaraja.
    Di sana, Ilyas berusaha mengadang pelaku, tetapi pelaku malah melepaskan tembakan.
    “Ada sekitar empat hingga lima kali tembakan, dan saya mencari perlindungan,” ujar Agam.
    Ketika Agam kembali, dia mendapati ayahnya terluka parah akibat tembakan di dada dan tangan.
    Meskipun segera dilarikan ke RSUD Balaraja, nyawa Ilyas tidak dapat diselamatkan, dan seorang anggota tim juga mengalami luka tembak serius.
    Agam mencatat bahwa mereka sempat meminta pendampingan polisi, tetapi permintaan tersebut ditolak setelah konfirmasi dengan kapolsek.
    Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai prosedur dan perlindungan hukum bagi warga sipil dalam situasi berbahaya seperti ini.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Ini Tampang Ajat Sudrajat, Penyewa Mobil dari Bos Rental yang Tewas Ditembak
                        Megapolitan

    3 Ini Tampang Ajat Sudrajat, Penyewa Mobil dari Bos Rental yang Tewas Ditembak Megapolitan

    Ini Tampang Ajat Sudrajat, Penyewa Mobil dari Bos Rental yang Tewas Ditembak
    Editor
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polisi akhirnya menangkap Ajat Sudrajat (AS), penyewa mobil Brio yang diduga terkait dengan kasus penembakan yang terjadi di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
    Ajat ditangkap di salah satu kontrakan di kawasan Bitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (3/1/2025).
    “Jadi benar, kami dari Polres Pandeglang telah mengamankan seseorang dengan inisial AS yang merupakan terduga penyewa mobil rental terkait peristiwa penembakan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, Jumat (3/1/2025).
    Saat penangkapan, Ajat terlihat mengenakan kemeja lengan panjang dan jeans biru.
    Kedua tangannya diborgol di belakang tubuhnya, dan ia digandeng oleh sejumlah polisi yang mengenakan kaos dan jeans.
    Rambutnya belah samping kanan, dengan kumis tipis, sementara wajahnya cenderung menunduk.
    Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Reskrim Polres Pandeglang, yang memastikan bahwa Ajat adalah penyewa mobil rental yang digunakan dalam peristiwa tragis tersebut.
    Alfian menambahkan, penangkapan terjadi di kontrakan saudara Ajat di Bitung, Kabupaten Pandeglang.
    “Kami berhasil mengamankan saudara AS ini di kontrakan saudaranya yang beralamat di daerah Bitung, Kabupaten Pandeglang,” ujar Alfian.
    Ajat diketahui menyewa mobil rental milik Ilyas Abdurrahman (48), yang menjadi korban penembakan.
    “Betul, AS adalah orang atas nama si penyewa mobil rental tersebut,” kata Alfian.
    Setelah penangkapan, pihak Polres Pandeglang akan menyerahkan Ajat ke Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
    “Kami akan menyerahkan saudara AS kepada pihak Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Alfian.
    Sementara itu, pelaku penembakan yang diduga terlibat dalam kejadian itu juga sudah diamankan di Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Laut.
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan adalah anggota TNI, dan pihaknya berjanji akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
    “Apabila terbukti bersalah, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jenderal Agus.
    Peristiwa penembakan yang menggemparkan ini terjadi pada Kamis (2/1/2025) di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.
    Dalam insiden tersebut, dua orang menjadi korban. Ilyas Abdurrahman, bos rental mobil, tewas akibat tembakan, sementara korban lainnya, R (59), mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait keterlibatan beberapa orang dalam kasus ini.
    “Ada beberapa yang sudah dikantongi, cuma belum bisa kami sampaikan. Yang pasti, kasat lagi di lapangan lagi proses penangkapan,” ujar Purbawa saat dikonfirmasi.
    Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, termasuk empat orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut serta saat kejadian terjadi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari 2025, Ini Rinciannya
                        Nasional

    6 Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari 2025, Ini Rinciannya Nasional

    Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari 2025, Ini Rinciannya
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com –
    Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengumumkan bahwa pemerintah akan melaksanakan
    program makan bergizi gratis
    mulai 6 Januari 2025.
    Pengumuman ini disampaikan usai rapat terbatas dengan Presiden
    Prabowo Subianto
    di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat (3/1/2025).
    “Pelaksanaan (
    makan bergizi gratis
    ) 6 Januari. Kementerian kita memang bertugas untuk membantu,” kata Budi Arie.
    Program ini akan melibatkan peran desa, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
    Budi Arie menyatakan bahwa sebanyak 1.923 koperasi telah siap berpartisipasi dalam program tersebut.
    Beragam jenis koperasi akan terlibat, termasuk koperasi telur, koperasi sayur, dan koperasi lainnya.
    Masing-masing koperasi akan menyuplai bahan makanan yang diperlukan, seperti koperasi telur yang akan memasok telur.
    “Termasuk koperasi telur berapa, koperasi sayur, beras, koperasi ikan, dan sebagainya. Ya ada 1.923 koperasi yang siap ikut terlibat dalam bagian dari
    supporting
    untuk makan bergizi gratis,” ungkapnya.
    Budi Arie juga menjelaskan bahwa pemerintah belum menghitung total perputaran uang di desa terkait program makan bergizi gratis ini.
    Namun, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari total Rp 71 triliun anggaran untuk program tersebut sepanjang tahun 2025.
    “Ini kan gini, ini kan baru jalan. Bagaimana kamu mau putar transaksinya, orang jalan juga belum,” seloroh Budi.
    Sebagai informasi tambahan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk program unggulan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
    Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta pada akhir November 2024, Prabowo menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk para buruh.
    Pemerintah sebelumnya menetapkan anggaran untuk program ini sebesar Rp 15.000 per porsi, namun setelah perhitungan, anggaran tersebut diturunkan menjadi Rp 10.000 per porsi.
    “Kita ingin Rp 15.000 (per porsi), tapi kondisi anggaran mungkin Rp 10.000 kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi,” tandas Prabowo dalam konferensi pers pada 29 November 2024.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Persoalan Sampah, Solusi, dan Overload-nya TPA di Magelang…
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 Januari 2025

    Persoalan Sampah, Solusi, dan Overload-nya TPA di Magelang… Regional 4 Januari 2025

    Persoalan Sampah, Solusi, dan Overload-nya TPA di Magelang…
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di
    Magelang
    , Jawa Tengah sudah melebihi kapasitas atau
    overload
    .
    Mengatasi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah menyiapkan pembangunan Tempat
    Pengolahan Sampah
    Terpadu (TPST) untuk mengolah timbulan sampah sebanyak 200 ton setiap hari.
    Kepala DLHK Jateng, Widi Hartanto, telah melakukan pengadaan lahan seluas 15 hektar pada 2024.
    “Kami sudah lakukan 12 hektar pengadaan tanah, memakan dana Rp 24 miliar untuk pembebasan lahan,” ujar Widi saat ditemui di kantornya, Jumat (3/1/2025).


    Dia berharap pada 2025, pemerintah pusat dapat menggelontorkan dana untuk
    pembangunan TPST
    tersebut, sehingga TPST dapat beroperasi pada 2026 di Magelang.
    TPST itu diharapkan mampu mengolah sampah organik dan anorganik, salah satunya dengan teknologi
    refuse derived fuel
    (RDF) yang merupakan bahan bakar alternatif.
    “Pengolahan tergantung kapasitas, kalau TPST Magelang kurang lebih 200 ton per hari karena besar. Teknologi sebagian dalam negeri, sebagian luar, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” imbuh dia.
    Widi mengungkapkan bahwa kawasan perkotaan cenderung memiliki lahan terbatas untuk TPA.
    Sehingga harus ada upaya penanganan lainnya tanpa penambahan lahan TPA.
    “Prioritas (penanganan) di kota, di sana enggak punya lahan karena memang di kota tidak seperti kabupaten. Karena TPST minimal jarak 500 meter dari pemukiman, kalau TPA minimal 1 kilometer, jadi di kota agak susah. Makanya Kota Magelang selama ini buang sampah ke TPA di kabupaten,” lanjut dia.
    Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah kota segera menangani sampah lebih serius melalui TPST untuk mengatasi TPA yang
    overload
    di sejumlah daerah.
    “Makanya kota yang tidak punya lahan, solusinya TPST, bukan ditaruh begitu saja
    open dumping
    atau
    sanitary landfill
    karena lama-lama juga kan penuh,” tutur dia.
    Di samping itu, dia meminta seluruh kabupaten/kota segera menghentikan pembuangan terbuka atau
    open dumping
    di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
    Bahkan, dia mengeluarkan Surat Edaran untuk mengimbau 35 kabupaten/kota untuk segera memperbaiki TPA menjadi sistem
    control landfill
    atau
    sanitary landfill
    .
    “Kita sekarang mendorong untuk meningkatkan penganggaran di kabupaten/kota, diprioritaskan agar TPA-nya bisa
    control landfill
    . Memang harus menambah biaya, minimal pengadaan tanah dan perataan,” tandas dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rencana Penutupan Stasiun Karet Dikritik Warga, Kenapa Harus Ditutup?
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Rencana Penutupan Stasiun Karet Dikritik Warga, Kenapa Harus Ditutup? Megapolitan 4 Januari 2025

    Rencana Penutupan Stasiun Karet Dikritik Warga, Kenapa Harus Ditutup?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Wacana penutupan
    Stasiun Karet
    oleh PT KAI Commuter telah memicu gejolak dan penolakan dari masyarakat, terutama mereka yang sehari-harinya bergantung pada stasiun ini.
    Penutupan yang direncanakan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, namun penolakan dari masyarakat dirasa semakin menguat.
    Namun, kenapa Stasiun Karet harus ditutup?
    Salah satu alasan penutupan adalah karena Stasiun Karet dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan penumpangnya.
    Joni Martinus, VP Corporate Secretary KAI Commuter, menyatakan bahwa berdasarkan data KCI, dalam satu jam, pengguna KRL yang masuk ke Stasiun Karet dapat mencapai hampir 2.000 orang, sedangkan waktu tunggu pemberangkatan sekitar 10 menit.
    Oleh karena itu, kapasitas ruang tunggu yang ideal adalah 330 orang.
    Namun, saat ini, hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, yang menyebabkan risiko keselamatan bagi pengguna.
    “Padahal, saat ini hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, yang membuatnya lebih berisiko terhadap keselamatan pengguna,” ujar Joni.
    Selain itu, akses keluar masuk Stasiun Karet yang berdekatan dengan perlintasan sebidang dianggap rentan terhadap kemacetan.
    Kedua stasiun ini terpisah sekitar 350 meter dan dianggap mampu saling mendukung aktivitas.
    Stasiun BNI City memiliki kapasitas yang lebih besar, dapat menampung hingga 2.000 penumpang setiap jamnya.
    Saat ini, Stasiun BNI City hanya melayani rata-rata 2.408 orang per hari, yang berarti kurang lebih 100 penumpang per jam.
    “Jika digabung ke Stasiun BNI City, maka penumpang dapat menikmati fasilitas dan layanan yang optimal, dan tentunya lebih aman,” kata Joni lagi.
    Diharapkan, dengan adanya integrasi ini, perjalanan Commuter Line Basoetta menuju Bandara Soekarno-Hatta dapat dipangkas dari 56 menit menjadi 40 menit.
    Deddy Herlambang, Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN), menyatakan dukungannya terhadap penutupan Stasiun Karet dalam rangka mewujudkan konsep Transit Oriented Development (TOD).
    “Setuju (ditutup). Kita mikirnya ke depan, jangan hari ini saja. Jarak dari ketiga stasiun itu dekat dan masuk dalam jangkauan TOD, enggak masalah,” ungkap Deddy.
    Konsep TOD bertujuan untuk mengintegrasikan ruang kota agar orang, kegiatan, dan ruang publik dapat saling terhubung dengan mudah.
    Deddy juga menyoroti bahwa saat ini kawasan Dukuh Atas telah dipersiapkan menjadi kawasan TOD dengan Stasiun Sudirman sebagai pusat transit.
    Dengan ditutupnya Stasiun Karet, dia berpendapat bahwa masih ada Stasiun BNI City yang dapat menangani lonjakan penumpang di Stasiun Sudirman.
    Meskipun demikian, Deddy mencatat bahwa tantangan utama adalah kebiasaan masyarakat yang cenderung enggan berjalan kaki.
    “Masyarakat kita kan malas berjalan kaki. Jalan 200 meter saja terasa jauh. 500 meter juga dianggap jauh, sehingga mereka memilih naik ojol. Itu kan lucu,” tambahnya.
    Penolakan datang dari sejumlah masyarakat, terutama karyawan yang bekerja di kawasan Sudirman, Karet, dan Kuningan.
    Mereka merasa nyaman dengan keberadaan Stasiun Karet yang jaraknya lebih dekat dengan tempat kerja mereka.
    Contohnya, Devi, seorang karyawan berusia 23 tahun, menolak penutupan tersebut.
    Meskipun kantornya dekat dengan Stasiun Sudirman, Devi lebih memilih menggunakan Stasiun Karet.
    “Sudirman itu padat banget. Aku sudah berapa kali turun di Sudirman. Itu terlalu
    full
    sama penumpang,” ujar Devi.
    Hal serupa juga disampaikan Panji, seorang karyawan berusia 36 tahun.
    Dia lebih memilih Stasiun Karet karena akses ke kantornya yang lebih mudah dibandingkan jika harus turun di Stasiun Tanah Abang.
    Menurut Panji, perjalanan dari Tanah Abang ke tempat kerjanya lebih sulit dan harus melewati banyak antrean.
    Stasiun Karet terletak di samping perempatan yang sibuk.
    Palang pintu perlintasan kereta sering ditutup setiap beberapa menit sekali, memicu kemacetan di Jalan KH Mas Mansyur.
    Ditambah dengan penyempitan jalan akibat pedagang dan ojek yang menunggu orderan, situasi ini semakin rumit.
    Ruang gerak penumpang di Stasiun Karet juga terbatas, dengan hanya satu pintu keluar-masuk yang seringkali membuat antrean mengular.
    Belum ada renovasi signifikan di Stasiun Karet dalam waktu lama.
    Beberapa fasilitas, seperti pelintasan antar peron, masih melalui rel dan belum seaman stasiun-stasiun lain yang sudah menggunakan jalur pelintasan bawah tanah.
    Keberadaan satu pintu keluar masuk membuat proses masuk dan keluar stasiun menjadi tidak efisien, terutama saat volume penumpang tinggi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Terungkapnya Kasus Petinggi Polisi Peras Penonton DWP, Berawal dari Curhatan di Medsos
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Terungkapnya Kasus Petinggi Polisi Peras Penonton DWP, Berawal dari Curhatan di Medsos Megapolitan 4 Januari 2025

    Terungkapnya Kasus Petinggi Polisi Peras Penonton DWP, Berawal dari Curhatan di Medsos
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan sejumlah anggota kepolisian di acara
    Djakarta Warehouse Project
    (DWP) 2024 telah menarik perhatian publik.
    Insiden ini terjadi pada 13-15 Desember 2024 dan melibatkan laporan dari beberapa penonton yang mengaku diperas oleh oknum polisi.
    Kini sejumlah polisi dipecat karena terlibat dalam pemerasan itu. Ini menjadi efek domino setelah sejumlah penonton mengeluh di media sosial. 
    Kasus pemerasan ini mulai terungkap ketika banyak penonton DWP membagikan pengalaman buruk mereka di media sosial, terutama Instagram.
    Para penonton melaporkan tindakan pemerasan dan intimidasi yang mereka alami.
    Pihak penyelenggara, Ismaya Live, menanggapi keluhan ini dengan mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan mendorong para korban untuk melapor kepada pihak berwajib.
    Salah satu korban, Ilham (bukan nama sebenarnya), seorang penonton asal Malaysia, menceritakan pengalaman menyedihkannya.
    Ia mengaku ditarik oleh oknum polisi di tengah konser dan diminta untuk menyerahkan paspor serta uang.
    Raka (27), seorang warga negara Indonesia yang menemani Ilham, menjelaskan situasi tersebut.
    “Polisi, ayo ikut ke belakang,” kata terduga polisi tersebut kepada Ilham.
    Saat Ilham menjelaskan statusnya sebagai WNA, oknum polisi meminta paspornya untuk pemeriksaan administrasi.
    Namun, paspor tersebut tidak segera dikembalikan setelah pemeriksaan.
    “Teman aku dites kesadaran doang. Tapi, kata dia ada yang dites urine juga. Tapi ya gitu, dipersulit pas balikin paspornya, pas habis bayar, ‘ya sudah sana’,” ujar Raka.
    Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah menangkap 18 anggota kepolisian dari berbagai satuan terkait dugaan pemerasan tersebut.
    Irjen Abdul Karim, Kepala Divisi Propam Polri, menjelaskan bahwa semua anggota yang ditangkap telah ditempatkan dalam penempatan khusus di Mabes Polri.
    “Jadi ada terdapat 18 orang, masih tetap jumlahnya sama yang sudah kita amankan,” ungkap Abdul.
    Sebagai tindak lanjut, Polda Metro Jaya juga melakukan mutasi terhadap 34 anggotanya, dan surat telegram mengenai mutasi tersebut telah ditandatangani oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya, Kombes Muh. Dwita Kumu Wardana.
    Tiga dari 18 polisi yang terlibat dipecat secara tidak hormat akibat keterlibatan mereka dalam kasus pemerasan ini.
    Mereka adalah Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak yang menjabat sebagai direktur reserse narkoba Polda Metro Jaya, AKP Yudhy Triananta Syaeful sebagai Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba, dan AKBP Malvino Edward Yusticia sebagai Eks Kasubdit III Ditresnarkoba.
    Mereka telah menjalani sidang kode etik profesi Polri (KEPP) yang menghasilkan keputusan pemecatan.
    Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divisi Humas Polri, menjelaskan bahwa Donald dinyatakan bersalah karena membiarkan anggotanya memeras penonton.
    “Donald dinyatakan melanggar berbagai pasal dalam kode etik dan mendapatkan sanksi etika,” jelasnya.
    Yudhy, yang juga terlibat dalam pemeriksaan, diminta uang sebagai imbalan untuk pembebasan penonton, sementara Malvino diduga meminta uang dari penonton untuk menghindari pemeriksaan.
    Dua anggota polisi lainnya, berinisial S dan DF, diberhentikan tidak dengan hormat dan didemosi selama 8 tahun.
    Ketiga polisi yang dipecat tersebut telah mengajukan banding atas putusan tersebut.
    Brigjen Trunoyudo menyampaikan bahwa mereka memiliki hak untuk banding hingga tingkat kasasi.
    Proses banding ini tidak dihadiri oleh pelanggar, hanya oleh komisi banding berdasarkan keputusan Kapolri.
    “Untuk banding ini sifatnya nanti mempelajari memori dari pelanggar yang diajukan dan nanti akan diputus oleh komisi banding tanpa dihadiri oleh terduga pelanggar,” tambah Agus Wijayanto, Karo Wabprof Divpropam Polri.
    Kasus ini menciptakan keprihatinan di masyarakat dan memicu diskusi tentang integritas kepolisian dalam menjaga keamanan publik.
    Di tengah sorotan media, banyak yang berharap agar keadilan dapat ditegakkan bagi para korban pemerasan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Bertemu Prajurit TNI yang Tembak Bos Rental di Rest Area, Pegawai Minimarket: Pelaku Sempat Tanyakan Toilet
                        Megapolitan

    Rentetan Fakta di Tol Tangerang-Merak yang Kini Terungkap… Megapolitan 4 Januari 2025

    Rentetan Fakta di Tol Tangerang-Merak yang Kini Terungkap…
    Editor
    TANGERANG, KOMPAS.com
    — Tragedi yang mengguncang rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak kini mulai tersingkap.
    Penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (59), menjadi babak kelam yang akhirnya mengungkap keterlibatan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dan penyewa mobil dalam skema yang tragis.
    Pada Kamis (2/1/2025), peristiwa ini memuncak menjadi aksi yang mengejutkan dan mengundang perhatian publik.
    Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom) Mayor Jenderal Yusri Nuryanto memastikan pihaknya telah mengamankan pelaku.
    “Pelaku sudah diamankan (ditangkap) di Puspomal,” ujar Yusri saat dikonfirmasi pada Jumat (3/1/2025).
    Meski demikian, identitas pelaku belum diungkapkan seiring penyelidikan yang terus berjalan.
    Tak hanya pelaku utama, polisi juga berhasil menangkap Ajat Sudrajat (AS), penyewa mobil yang diduga terkait erat dengan kejadian ini.
    Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf mengatakan, penangkapan dilakukan di kontrakan saudaranya di Bitung, Kabupaten Pandeglang.
    “Jadi benar, kami dari Polres Pandeglang telah mengamankan seseorang dengan inisial AS yang merupakan terduga penyewa mobil rental terkait peristiwa penembakan,” kata Alfian.
    Ajat diketahui meminjam mobil Brio selama tiga hari, mulai Selasa (31/12/2024) hingga Kamis (2/1/2025).
    Namun, kejanggalan mulai muncul pada Rabu (1/1/2025), saat perangkat GPS mobil dipotong.
    Ilyas Abdurrahman dan putranya, Agam Muhammad (26), kemudian melacak mobil tersebut hingga ke wilayah Pandeglang.
    Pengejaran oleh tim rental mobil membawa mereka ke pertigaan Saketi. Di sana, mereka mendapati mobil Brio yang dicari.
    Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria di dalam mobil menodongkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Udara.
    “Tiba-tiba orang di dalam mobil mengeluarkan senjata api dan dia bilang, ‘Siapa lo? Saya dari anggota TNI AU nih, awas (minggir) enggak lo!’,” kata Agam.
    Ketegangan memuncak ketika sebuah mobil Sigra hitam, yang diduga rekan pelaku, muncul dan menabrakkan diri ke kendaraan tim rental.
    Kedua mobil tersebut kemudian melarikan diri. Pengejaran berlangsung hingga ke rest area Km 45, tempat tim rental akhirnya berhasil menghentikan mobil Brio.
    Namun, di titik ini, drama berujung tragis. Rekan pelaku dari mobil Sigra kembali muncul, kali ini menembakkan senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tutur Agam.
    Dalam kejadian itu, Ilyas Abdurrahman dan seorang anggota timnya, Ramli, menjadi korban tembakan.
    Lokasi
    penembakan di rest area
    Km 45 Tol Tangerang-Merak, tepatnya di depan sebuah minimarket, tidak menampilkan tanda-tanda tragedi. Garis polisi tidak dipasang, dan aktivitas minimarket berjalan seperti biasa.
    Orang-orang yang keluar masuk tak menyadari bahwa tempat itu menjadi saksi bisu penembakan berdarah.
    Namun, pada Jumat (3/1/2025), komunitas Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) berkumpul untuk melakukan aksi tabur bunga di lokasi kejadian.
    Mengenakan seragam hijau tua bertuliskan “We Take Our Right”, mereka membawa kembang tujuh rupa sebagai simbol belasungkawa.
    “Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini untuk turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” kata Ketua Umum ARMI, Anton Junaidi.
    Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas rental mobil.
    Fakta-fakta yang terungkap memberikan secercah keadilan, tetapi rasa kehilangan tetap tak tergantikan.
    Penangkapan pelaku dan penyewa adalah awal dari pengusutan kasus yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak kebenaran di balik tragedi di Tol Tangerang-Merak ini.
    (Reporter: Intan Afrida Rafni, Achmad Nasrudin Yahya | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita, Ardito Ramadhan, Larissa Huda)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rumah 2 Lantai di Banjarmasin Ambruk, Diduga Kesalahan Konstruksi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 Januari 2025

    Rumah 2 Lantai di Banjarmasin Ambruk, Diduga Kesalahan Konstruksi Regional 4 Januari 2025

    Rumah 2 Lantai di Banjarmasin Ambruk, Diduga Kesalahan Konstruksi
    Tim Redaksi
    BANJARMASIN, KOMPAS.com
    – Sebuah rumah berlantai dua yang terletak di Jalan Mahat Kasan, Kecamatan
    Banjarmasin
    Timur, Banjarmasin,
    Kalimantan Selatan
    , tiba-tiba ambruk pada Jumat (3/1/2025).
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan bahwa ambruknya rumah tersebut diduga disebabkan oleh
    kesalahan konstruksi
    pada fondasi.
    “Pondasi tidak sesuai dengan bangunan sehingga menyebabkan patah pada fondasi,” ungkap Husni kepada wartawan pada Jumat malam.
    Sebelum ambruk, rumah tersebut terlihat miring di bagian belakang.
    Ketika ambruk, rumah tersebut juga menimpa rumah warga di belakangnya, yang mengalami kerusakan akibat reruntuhan beton.
    Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

    Rumah ambruk
    juga menimpa rumah warga di belakangnya. Situasinya sekarang sudah aman dan tak ada korban jiwa,” tambah Husni.


    Ketua Rukun Tetangga (RT) Jalan Mahat Kasan, Anang Fadli, mengungkapkan bahwa rumah yang ambruk sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya.
    “Sekitar 2 tahun rumah itu sudah kosong,” kata Anang.
    Sebelum kejadian, beberapa warga sempat mendengar suara retakan yang berasal dari fondasi dan dinding.
    “Tak lama setelah itu, terdengar patahan dan langsung ambruk,” pungkas Anang.
    Meskipun tidak ada korban dalam kejadian ini, kerugian yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Komunitas Rental Mobil Tabur Bunga di Lokasi Penembakan Rest Area Tol Tangerang-Merak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Komunitas Rental Mobil Tabur Bunga di Lokasi Penembakan Rest Area Tol Tangerang-Merak Megapolitan 4 Januari 2025

    Komunitas Rental Mobil Tabur Bunga di Lokasi Penembakan Rest Area Tol Tangerang-Merak
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com –
    Komunitas Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) menggelar aksi tabur bunga di lokasi penembakan bos rental mobil,
    Ilyas Abdurrahman
    (48), di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak.
    Aksi tersebut dihadiri sekitar 20 orang yang merupakan perwakilan dari ARMI se-Indonesia, dan berlangsung pada Jumat (3/1/2025).
    Ketua Umum ARMI, Anton Junaidi, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenang almarhum dan mendoakan agar Ilyas mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.
    “Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini untuk turut berbelasungkawa atas kejadian ini,” ungkap Anton di lokasi kejadian.
    Aksi tabur bunga diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu rekan korban, Arbi (30), di depan Indomaret.
    Arbi juga menyampaikan kenangannya bersama Ilyas, termasuk saat peristiwa penembakan terjadi.
    “Almarhum adalah orang baik, orang yang tidak pernah sombong dan pelit kepada teman-temannya. Semoga Almarhum diterima di sisi Allah SWT,” kata Arbi.
    Setelah doa bersama, anggota ARMI menaburkan kembang tujuh rupa di halaman depan Indomaret Rest Area Km 45.
    Mereka kemudian melanjutkan dengan pertemuan tertutup di restoran yang bersebelahan dengan Indomaret.
    Sebelumnya, anak pertama Ilyas, Agam Muhammad (26), menjelaskan kronologi peristiwa yang menimpa ayahnya.
    Menurut Agam, penembakan bermula ketika pelaku menyewa mobil Honda Brio pada 31 Desember 2024.
    Pada 1 Januari 2025, dua dari tiga perangkat GPS mobil tersebut ditemukan dipotong.
    Agam bersama ayahnya dan tim rental mobil kemudian melacak keberadaan mobil hingga ke daerah Pandeglang.
    Setelah menemukan mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku menodongkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota TNI AU.
    Situasi semakin memanas ketika sebuah mobil Sigra hitam, yang diduga rekan pelaku, menabrakkan kendaraannya ke tim rental.
    Kedua mobil tersebut kemudian melarikan diri.
    “Setelah itu kami melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke daerah Anyer. Di sana, kami meminta pendampingan dari Polsek terdekat, tetapi mereka tetap menolak meski kami menjelaskan situasinya,” ujar Agam.
    Pengejaran berlanjut hingga Rest Area di KM 45, tempat mobil Brio akhirnya berhenti.
    Tim rental berhasil menangkap salah satu pelaku, namun situasi kembali memanas ketika rekan pelaku dari mobil Sigra muncul dengan senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” kata Agam.
    Dalam insiden tersebut, Ilyas Abdurrahman dan seorang anggota tim rental, Ramli, terkena tembakan.
    Ilyas mengalami luka di dada dan tangan, sedangkan Ramli terluka di tangan hingga tembus ke perut.
    Keduanya dilarikan ke RSUD Balaraja, namun nyawa Ilyas tidak tertolong.
    “Ayah saya masih kuat saat awal dibawa ke IGD, tetapi kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap Agam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.