Category: Kompas.com Metropolitan

  • Warga Ramai-ramai Ambil Minyak Tumpah di Jalan Jayapura, Cilincing
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Warga Ramai-ramai Ambil Minyak Tumpah di Jalan Jayapura, Cilincing Megapolitan 4 Januari 2025

    Warga Ramai-ramai Ambil Minyak Tumpah di Jalan Jayapura, Cilincing
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Warga mengambil minyak
    yang tumpah di
    Jalan Jayapura
    ,
    Cilincing
    , Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2024).
    Berdasarkan pantauan, pukul 14.53 WIB, lokasi ketumpahan minyak dipadati oleh warga yang hendak mengambil minyak yang tumpah.
    Padahal, lokasi itu sudah diberi garis polisi.
    Namun, warga keluar masuk lokasi yang minyaknya masih banyak.
    Salah satu warga Cilincing, Lana (28) mengaku sudah bolak-balik mengambil minyak yang diduga minyak sayur mentah ini.
    Dia dan beberapa temannya sudah berada di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.
    Saat itu, Lana tidak melihat apakah minyak ini berasal dari mobil tangki yang tumpah atau sumber lainnya.
    Namun, bersama warga lain yang sudah memadati lokasi, Lana segera mengambil
    minyak tumpah
    ini dari sebuah selokan yang ada di seberang pabrik.
    “Ini minyak sayur tapi mentah, nanti kalau mau dipakai, dipanasin lagi nanti dia bening,” kata Lana di lokasi, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu sore.
    Warga terlihat mengambil minyak ini menggunakan toples bekas biskuit atau ember kecil.
    Kemudian, minyak yang diambil ditampung ke ember yang lebih besar.
    Ketika sudah terkumpul agak banyak, minyak ini dimasukkan ke dalam ember cat atau jeriken minyak.
    Jeriken atau drum minyak ini kemudian dibawa pergi. Tak lama, warga kembali lagi dengan jeriken yang telah kosong.
    Minyak yang tumpah tampak memutih karena telah dingin. Lokasi kejadian sudah diberi  garis polisi dan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.
    Beberapa petugas terlihat melapisi jalan yang ketumpahan minyak dengan tanah agar bisa kembali dilintasi oleh truk kontainer atau motor.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tangkap 4 Pelaku Terkait Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Polisi Tangkap 4 Pelaku Terkait Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak Megapolitan 4 Januari 2025

    Polisi Tangkap 4 Pelaku Terkait Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak
    Penulis
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polisi telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (48), di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Banten.
    Dari empat tersangka, salah satunya adalah Ajat Sudrajat, penyewa mobil milik korban. Ketiga tersangka lainnya saat ini juga ditahan di Polresta Tangerang.
    “Selain Ajat, ada tiga orang lainnya yang kami amankan,” ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, saat dihubungi
    Kompas.com
    , Sabtu (4/1/2025).
    Baktiar menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memaparkan secara rinci peran masing-masing tersangka. Informasi lengkap terkait penangkapan ini akan disampaikan dalam konferensi pers.
    “Kami akan merilis detailnya, termasuk dugaan keterlibatan oknum anggota TNI, pada konferensi pers hari Senin (12/1/2025),” ujar Baktiar.
    Polisi terus mendalami kasus ini untuk mengungkap lebih jauh motif dan peran para pelaku dalam insiden penembakan yang mengakibatkan kematian korban.
    Kejadian ini bermula sehari sebelumnya, ketika pelaku menyewa mobil Honda Brio milik korban.
    Menurut Agam Muhammad (26), putra korban, perangkat GPS pada mobil tersebut ditemukan dalam kondisi rusak pada 1 Januari 2025.
    Hal ini membuat Agam bersama tim rental melacak keberadaan mobil hingga ke Pandeglang.
    Saat berhasil menemukan mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku mengacungkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AL.
    “Kami tetap melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak,” ungkap Agam.
    Di lokasi rest area, situasi memanas. Tim rental berhasil mengepung pelaku, namun rekan pelaku datang dengan mobil lain dan membawa senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tambah Agam.
    Insiden itu menyebabkan Ilyas mengalami luka tembak di dada dan tangan.
    Selain itu, anggota tim rental, Ramli juga terkena tembakan yang menembus tangan hingga perut.
    “Keduanya segera kami larikan ke RSUD Balaraja. Tapi sayangnya, ayah saya tidak dapat diselamatkan,” ujar Agam.
    Ilyas dinyatakan meninggal dunia setelah kondisinya terus menurun di ruang gawat darurat. Sementara itu, Ramli kini masih menjalani perawatan intensif.
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membenarkan, pelaku merupakan anggota aktif TNI AL.
    Pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.
    “Apabila terbukti bersalah, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jenderal Agus.
    Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam insiden ini.
    Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait penyalahgunaan senjata oleh aparat.
    Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa Ilyas, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan saksi-saksi yang terlibat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mural di Kalimalang Bekasi Jadi Sasaran Vandalisme, Warga: Karena SDM Rendah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Mural di Kalimalang Bekasi Jadi Sasaran Vandalisme, Warga: Karena SDM Rendah Megapolitan 4 Januari 2025

    Mural di Kalimalang Bekasi Jadi Sasaran Vandalisme, Warga: Karena SDM Rendah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Warga menyebut aksi
    vandalisme
    yang merusak karya seni mural di tiang penyangga tol, Kalimalang, Kota Bekasi, merupakan salah satu bukti rendahnya kualitas SDM.
    Salah seorang warga bernama Gita (28) menyayangkan adanya coretan di karya seni yang berlokasi di taman seberang Grand Metropolitan Mall, Jalan K.H Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi tersebut.
    “Sayang banget, namanya tangan-tangan orang (jahil). Ini terjadi juga karena (kualitas) SDM-nya rendah,” kata Gita kepada Kompas.com, Sabtu (4/1/2025).
    Sementara di sisi lain, Gita juga menilai bahwa aksi vandalisme tersebut terjadi karena kurangnya ruang bagi para seniman untuk berkarya.
    “Tapi enggak bisa nyalahin karena SDM juga sih, kenapa enggak kolaborasi saja antara Pemkot dengan masyarakat, jadi masyarakat pun bisa ikut berkarya,” tuturnya.
    Warga lainnya, Nur (30), mengaku geram melihat coretan itu. Dia berpendapat bahwa aksi vandalisme tersebut membuat hilangnya nilai estetika.
    “Saya juga sebenarnya greget sih ngeliat coret coretan di tembok gitu, yang bermasalah ini, yang cuma asal-asal nyoret dan jadi enggak estetik,” kata Nur.
    Pendapat serupa juga diutarakan Nadia (37). Menurutnya, vandalisme bukan suatu hal yang tabu di Kota Bekasi.
    “Sebagai orang yang lahir dan besar di Bekasi, permasalahan vandalisme ini sudah dari dulu ada dan enggak pernah teratasi,” kata Nadia.
    Nadia mengatakan, banyaknya aksi vandalisme di wilayah tempat tinggalnya menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Bekasi kurang proaktif mencegah terulangnya kembali aksi tersebut.
    “Menurut saya ini jadi bukti bahwa Pemkot kurang proaktif untuk mencegah hal tersebut sekaligus bukti bahwa SDM memang rendah,” tuturnya.
    Pengamatan Kompas.com di lokasi, mural berwarna-warni yang menghiasi dinding penyangga tol kini telah dirusak oleh tangan-tangan jahil orang tak bertanggung jawab.
    Karya yang semula indah dan memberikan kesan penuh warna bagi Kota Bekasi tersebut telah hilang. Coretan dari aksi vandalisme menutupi keindahannya.
    Bukan hanya karya seni di penyangga tol yang menjadi sasaran vandalisme, pot tanaman beton yang berada di sekitar taman juga tak luput dari aksi tak terpuji tersebut.
    Alhasil, keindahan karya seni di tengah hiruk pikuk di Kota Bekasi itu menjadi sia-sia. Kesan terbengkalai semakin diperkuat karena kurangnya penempatan petugas keamanan di lokasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Diduga Cabuli Polwan, Polantas di Babel Ditahan
                        Regional

    3 Diduga Cabuli Polwan, Polantas di Babel Ditahan Regional

    Diduga Cabuli Polwan, Polantas di Babel Ditahan
    Tim Redaksi
    BANGKA, KOMPAS.com
    – Seorang personel Polda Bangka Belitung berinisial S, yang berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), ditahan terkait dugaan kasus asusila.
    Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Fauzan Sukmawansyah, mengungkapkan, S ditahan oleh Propam sejak 28 Desember 2024 dan kini masih menjalani proses internal.
    “Sudah ditahan Propam sejak 28 Desember 2024, sekarang masih menjalani proses internal,” kata Fauzan saat dihubungi, Sabtu (4/1/2025).
    Kasus ini terungkap setelah suami sang
    Polwan
    melaporkan kejadian tersebut ke bagian Reserse dan Kriminal Polda. Selain itu, ada laporan juga ke bagian Etik dan Profesi Kepolisian.
    Fauzan menjelaskan, terduga pelaku yang bertugas di bagian lalu lintas melakukan percobaan asusila di rumah sang Polwan dengan alasan meminjam modul kerja.
    “Kejadian tanggal 27 Desember, tanggal 28 langsung proses dan ditahan,” ujar Fauzan.
    Fauzan menegaskan, kejadian ini bukan berupa pemerkosaan atau tindakan kekerasan lainnya.
    Tim Propam juga tengah mendalami dugaan kasus asusila lain yang diduga pernah dilakukan oleh pelaku.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok, Pengemudi Mobil yang Terjebak Macet Jadi Korban
                        Megapolitan

    2 Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok, Pengemudi Mobil yang Terjebak Macet Jadi Korban Megapolitan

    Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok, Pengemudi Mobil yang Terjebak Macet Jadi Korban
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Peristiwa
    perampokan
    bersenjata tajam di Tol Akses Tanjung Priok KM 13+500, Sungai Bambu, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
    Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @Jakut_Update pada Jumat (3/1/2026) memperlihatkan tiga pelaku yang menargetkan seorang pengemudi mobil yang terjebak macet.
    Dalam video tersebut, para pelaku terlihat mengenakan topi dan berbagai jenis pakaian, seperti kemeja lengan panjang dan jaket biru dongker.
    Salah satu pelaku membawa senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban dari kaca kanan mobil.
    “Terjadi perampasan di pintu tol Plumpang, Walikota Tanjung Priok, setelah magrib. Posisi lagi macet, pelaku membawa sajam, mengambil dompet beserta isinya,”
    tulis akun tersebut dalam keterangannya.
    Sementara itu, Kepada Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan kejadian itu. Korban, berinisial AF (24), mengalami luka robek di punggung akibat serangan salah satu pelaku.
    “Korban mengalami luka robek di punggung sebelah kanan,” Ade Ary, Sabtu (4/1/2025).
    AF dihadang oleh empat orang ketika keluar dari jalan tol. Para pelaku langsung mengancam korban dengan senjata tajam sebelum merampas barang-barangnya.
    “Pelaku membawa senjata tajam dan mengambil paksa satu buah tas milik korban yang berisi data diri dan data kendaraan,” ungkap Ade Ary.
    Kini, polisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku dan menangkap mereka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Menguak Peran Ajat Sudrajat dalam Penembakan Bos Rental di Tol Tangerang-Merak
                        Megapolitan

    7 Menguak Peran Ajat Sudrajat dalam Penembakan Bos Rental di Tol Tangerang-Merak Megapolitan

    Menguak Peran Ajat Sudrajat dalam Penembakan Bos Rental di Tol Tangerang-Merak
    Editor
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Penyidikan kasus
    penembakan tragis
    di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak semakin mengungkap peran Ajat Sudrajat, penyewa mobil yang diduga terkait dengan korban, Ilyas Abdurrahman (48).
    Korban, seorang bos rental mobil, tewas ditembak oleh prajurit TNI Angkatan Laut (AL) setelah mobil yang disewa Ajat diduga berpindah tangan kepada aparat tersebut.
    Rizky Agam S (24), anak kedua korban, mengungkapkan, Ajat awalnya menyewa mobil Honda Brio dari rental keluarganya, Makmur Jaya Rental Motor, pada Selasa (31/12/2024). Mobil tersebut rencananya dipinjam selama tiga hari hingga Kamis (2/1/2025).
    Namun, komunikasi dengan Ajat tiba-tiba terputus pada Rabu (1/1/2025), sehari sebelum batas waktu sewa berakhir.
    “Pas kejadian itu, kami tidak melihat Ajat. Yang jelas, mobil itu sudah pindah tangan ke orang lain,” ujar Rizky saat ditemui di Taman Pemakaman Umum (TPU) Mekarsari Dalam, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/1/2025) malam.
    Sebelum berangkat melacak mobil yang hilang, Rizky sempat mencoba menghubungi Ajat melalui WhatsApp, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif.
    “Kami sudah coba konfirmasi, tapi nomor Ajat sudah tidak aktif. Kemungkinan dia ngeblokir nomor saya,” tutur Rizky.
    Kini, pasca penembakan tragis yang menewaskan Ilyas Abdurrahman dan melukai rekan komunitas rentalnya, Rendi, Ajat Sudrajat akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
    Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, membenarkan bahwa Ajat Sudrajat telah ditangkap di kontrakan saudaranya di wilayah Bitung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
    “Jadi benar, kami dari Polres Pandeglang telah mengamankan seseorang dengan inisial AS yang merupakan terduga penyewa mobil rental terkait peristiwa penembakan,” ungkap Alfian pada Jumat (3/1/2025).
    Alfian menjelaskan, Ajat adalah penyewa pertama mobil Brio yang disalahgunakan sebelum akhirnya menjadi bagian dari insiden penembakan.
    “Betul, AS adalah orang atas nama si penyewa mobil rental tersebut,” katanya.
    Ajat ditangkap dalam kondisi tangan terborgol di belakang tubuhnya. Saat itu, Ajat mengenakan kemeja lengan panjang dan celana jeans biru.
    Rambutnya tersisir rapi dengan belahan di samping, sementara kumis tipis menghiasi wajahnya yang terus menunduk.
    Polres Pandeglang telah memutuskan untuk menyerahkan Ajat ke Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut terkait keterlibatannya dalam kasus ini.
    “Langkah selanjutnya, kami akan menyerahkan saudara AS kepada pihak Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegas Alfian.
    Kasus ini menjadi perhatian publik karena adanya penyalahgunaan kepercayaan yang berujung pada insiden tragis.
    Kini, Ajat harus mempertanggungjawabkan perannya dalam rangkaian peristiwa yang merenggut nyawa Ilyas Abdurrahman.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Penembakan Bos Rental di Rest Area Dimulai Setelah Pelaku Tanyakan Toilet
                        Megapolitan

    1 Penembakan Bos Rental di Rest Area Dimulai Setelah Pelaku Tanyakan Toilet Megapolitan

    Penembakan Bos Rental di Rest Area Dimulai Setelah Pelaku Tanyakan Toilet
    Editor
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Insiden tragis terjadi di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada Rabu (1/1/2025). Penembakan yang menewaskan Ilyas Abdurrahman (48), seorang bos rental mobil, berawal dari percakapan pelaku yang menanyakan lokasi toilet di dalam minimarket.
    “Pelaku masuk ke sini buat nanya toilet, langsung saya jawab toiletnya enggak ada. Karena ini kan rest area, jadi saya tunjukan (toiletnya di luar),” ujar Ahmad, pegawai minimarket yang menjadi saksi mata pada Jumat (3/1/2025).
    Setelah mendapatkan informasi tersebut, pelaku meninggalkan minimarket dan situasi tampak tenang untuk sementara.
    Namun, beberapa saat setelah itu, Ahmad mendengar keributan yang berasal dari luar minimarket.
    “Nah enggak lama dari itu terjadilah keributan, setelah itu terjadilah penembakan,” ucap Ahmad.
    Penembakan tersebut mengejutkan dan mengguncang banyak orang yang berada di lokasi.
    Ahmad menceritakan dengan jelas bagaimana korban, Ilyas Abdurrahman, yang terluka parah akibat tembakan, berlari masuk ke dalam minimarket untuk mencari perlindungan.
    “Jadi ada satu yang ketembak itu dibawa ke dalam sini. Saat itu darah banyak berceceran, banyak banget,” tutur Ahmad.
    Kejadian ini bermula sehari sebelumnya, ketika pelaku menyewa mobil Honda Brio milik korban.
    Menurut Agam Muhammad (26), putra korban, perangkat GPS pada mobil tersebut ditemukan dalam kondisi rusak pada 1 Januari 2025.
    Hal ini membuat Agam bersama tim rental melacak keberadaan mobil hingga ke Pandeglang.
    Saat berhasil menemukan mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku mengacungkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AL.
    “Kami tetap melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak,” ungkap Agam.
    Di lokasi rest area, situasi memanas. Tim rental berhasil mengepung pelaku, namun rekan pelaku datang dengan mobil lain dan membawa senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tambah Agam.
    Insiden itu menyebabkan Ilyas mengalami luka tembak di dada dan tangan. Selain itu, anggota tim rental, Ramli juga terkena tembakan yang menembus tangan hingga perut.
    “Keduanya segera kami larikan ke RSUD Balaraja. Tapi sayangnya, ayah saya tidak dapat diselamatkan,” ujar Agam.
    Ilyas dinyatakan meninggal dunia setelah kondisinya terus menurun di ruang gawat darurat. Sementara itu, Ramli kini masih menjalani perawatan intensif.
    Pernyataan TNI dan langkah hukum
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membenarkan, pelaku merupakan anggota aktif TNI AL. Pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.
    “Apabila terbukti bersalah, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jenderal Agus.
    Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam insiden ini.
    Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait penyalahgunaan senjata oleh aparat.
    Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa Ilyas, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan saksi-saksi yang terlibat.
    (Reporter: Intan Afrida Rafni | Editor: Jessi Carina)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Isak Tangis Anak Bos Rental Mobil Kenang Rencana Haji Sang Ayah Sebelum Tewas di Tangan Prajurit TNI
                        Megapolitan

    10 Isak Tangis Anak Bos Rental Mobil Kenang Rencana Haji Sang Ayah Sebelum Tewas di Tangan Prajurit TNI Megapolitan

    Isak Tangis Anak Bos Rental Mobil Kenang Rencana Haji Sang Ayah Sebelum Tewas di Tangan Prajurit TNI
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com –

    Ilyas Abdurrahman
    (48), korban
    penembakan di Rest Area
    KM 45 Tol Tangerang-Merak, sebelumnya telah berbicara dengan anaknya tentang rencananya untuk menunaikan ibadah haji.
    Percakapan tersebut terjadi beberapa jam sebelum insiden tragis yang merenggut nyawanya.
    Agam Muhammad (26), anak Ilyas, mengenang momen tersebut ketika ayahnya menghampirinya di ruang tamu.
    “Sorenya, sebelum kejadian, Ayah dari kamar nyamperin saya yang lagi duduk di ruang tamu. Dia bilang, ‘Abang, Ayah mau pergi haji. Doain bisa tahun depan atau tahun depannya lagi,’” ungkap Agam saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (3/1/2025).
    Ilyas, dengan kesadaran akan panjangnya proses antrean haji, juga meminta Agam untuk mempersiapkan keberangkatannya.
    “Kan haji lama bisa sampai 20 tahun. Kamu persiapkan ya, Bang,” ujar Ilyas, seperti ditirukan Agam.
    Agam pun memberikan dukungan kepada ayahnya.
    “Saya bilang, ‘Iya, Ayah. Nanti Agam persiapkan. Kalau gitu, Ayah duluan aja yang berangkat, Agam mah nanti,’” kenang Agam sambil menahan air mata.
    Namun, rencana mulia tersebut harus terhenti akibat insiden penembakan yang terjadi hanya beberapa jam setelah percakapan itu.
    Dalam momen penuh kepedihan, Agam menceritakan detik-detik saat ayahnya terluka akibat tembakan di dada.
    Meski dalam kondisi lemah, Ilyas masih sempat menenangkan anaknya.
    “Ayah bilang, ‘Ayah enggak apa-apa,’ sambil memegang luka tembak di dadanya. Ayah itu orang yang kuat, enggak pernah minta tolong,” kenang Agam dengan penuh emosi.
    Setelah insiden tersebut, Ilyas dilarikan ke RSUD Balaraja bersama Ramli, anggota tim rental yang juga terkena tembakan.
    Namun, sayangnya, nyawa Ilyas tidak dapat diselamatkan.
    Bagi Agam, sosok ayahnya adalah kepala keluarga yang tegar dan pekerja keras.
    Kehilangan ini terasa sangat menyakitkan karena kedekatan yang mereka miliki.
    “Saya sangat dekat sekali dengan ayah saya. Apa-apa selalu sama Ayah. Teman ngobrol saya, teman bisnis saya, semuanya bareng Ayah,” kata dia.
    Kini, impian Ilyas untuk pergi haji hanya menjadi kenangan yang menyakitkan.
    Agam berharap agar almarhum ayahnya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
    “Selagi Ayah masih ada, saya enggak pernah terpikir akan kehilangan beliau. Tapi sekarang, semuanya sudah berlalu. Ini sangat menyakitkan untuk saya,” tutup Agam dengan suara bergetar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        14 Anggota Polda Lampung Dipecat, Ini Alasannya
                        Regional

    8 14 Anggota Polda Lampung Dipecat, Ini Alasannya Regional

    14 Anggota Polda Lampung Dipecat, Ini Alasannya
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 14 anggota Polda
    Lampung
    dan jajarannya diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) akibat pelanggaran berat yang dilakukan selama 2024.
    Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika mengungkapkan, pemecatan ini dilakukan setelah Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) menyatakan mereka terbukti melakukan pelanggaran.
    “PTDH ini adalah langkah yang diambil sebagai tindak lanjut pelanggaran kode etik yang mereka lakukan,” kata Helmy dalam keterangan persnya pada Sabtu (4/1/2025).


    Helmy menegaskan bahwa keputusan pemecatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Lampung dalam menegakkan disiplin dan menjaga profesionalisme anggota Polri.
    Berdasarkan data rekapitulasi, selama 2024, Bidpropam Polda Lampung telah menerima 194 perkara pengaduan masyarakat.
    Dari jumlah tersebut, 14 anggota yang terbukti melakukan pelanggaran berat diberhentikan secara tidak hormat.
    “Empat di antaranya mengajukan banding dan saat ini masih dalam proses,” tambah Helmy.
    Pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tersebut meliputi ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas, penyalahgunaan wewenang, serta tindakan lain yang mencoreng nama baik institusi.
    Selain itu, Bidpropam Polda Lampung juga menangani 172 perkara pelanggaran disiplin dan 65 perkara pelanggaran kode etik profesi Polri (KEPP) sepanjang 2024.
    “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri. Setiap laporan pengaduan masyarakat kami tangani secara cepat dengan prinsip keadilan, empati, dan profesionalisme,” tegas Helmy.
    Ia juga menambahkan bahwa setiap pelanggaran yang terjadi akan ditindak secara tegas dan proporsional sesuai dengan kadar dan jenis pelanggarannya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Wanita Tewas Saat Rayakan Tahun Baru, Tergeletak di Trotoar Margonda Depok
                        Megapolitan

    6 Wanita Tewas Saat Rayakan Tahun Baru, Tergeletak di Trotoar Margonda Depok Megapolitan

    Wanita Tewas Saat Rayakan Tahun Baru, Tergeletak di Trotoar Margonda Depok
    Editor
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Seorang wanita berinisial I (39)
    meninggal dunia
    saat merayakan
    malam tahun baru
    di Jalan
    Margonda
    Raya, Kota
    Depok
    , pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 00.05 WIB.
    Insiden tersebut terjadi saat korban berada di tengah kerumunan perayaan malam tahun baru, yang dipantau oleh petugas kepolisian yang bertugas mengawasi situasi dan mengantisipasi tindak kejahatan.
    “Tim kemudian melihat ada satu warga yang rebahan di trotoar di tengah keluarganya,” ujar Wakasat Samapta Polres Metro Depok AKP Winam Agus, Jumat (3/1/2025).
    Polisi yang berada di lokasi segera mendekati korban yang dalam keadaan pingsan di tengah kerumunan.
    “Tim melakukan pertolongan pertama dan langsung menghubungi pihak ambulans untuk diantar ke RS Mitra Keluarga untuk penanganan lebih lanjut,” kata Winam.
    Namun, meskipun korban segera dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
    “Setelah dilakukan penanganan lebih lanjut oleh dokter, korban dinyatakan MD (meninggal dunia),” kata Winam.
    Menurut Winam, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, korban diduga memiliki riwayat penyakit jantung.
    “Mungkin diduga punya riwayat penyakit jantung,” ujar Winam.
    (Reporter: Dinda Aulia Ramadhanty | Editor: Icha Rastika)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.