Warga Ramai-ramai Ambil Minyak Tumpah di Jalan Jayapura, Cilincing
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
Warga mengambil minyak
yang tumpah di
Jalan Jayapura
,
Cilincing
, Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2024).
Berdasarkan pantauan, pukul 14.53 WIB, lokasi ketumpahan minyak dipadati oleh warga yang hendak mengambil minyak yang tumpah.
Padahal, lokasi itu sudah diberi garis polisi.
Namun, warga keluar masuk lokasi yang minyaknya masih banyak.
Salah satu warga Cilincing, Lana (28) mengaku sudah bolak-balik mengambil minyak yang diduga minyak sayur mentah ini.
Dia dan beberapa temannya sudah berada di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat itu, Lana tidak melihat apakah minyak ini berasal dari mobil tangki yang tumpah atau sumber lainnya.
Namun, bersama warga lain yang sudah memadati lokasi, Lana segera mengambil
minyak tumpah
ini dari sebuah selokan yang ada di seberang pabrik.
“Ini minyak sayur tapi mentah, nanti kalau mau dipakai, dipanasin lagi nanti dia bening,” kata Lana di lokasi, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu sore.
Warga terlihat mengambil minyak ini menggunakan toples bekas biskuit atau ember kecil.
Kemudian, minyak yang diambil ditampung ke ember yang lebih besar.
Ketika sudah terkumpul agak banyak, minyak ini dimasukkan ke dalam ember cat atau jeriken minyak.
Jeriken atau drum minyak ini kemudian dibawa pergi. Tak lama, warga kembali lagi dengan jeriken yang telah kosong.
Minyak yang tumpah tampak memutih karena telah dingin. Lokasi kejadian sudah diberi garis polisi dan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.
Beberapa petugas terlihat melapisi jalan yang ketumpahan minyak dengan tanah agar bisa kembali dilintasi oleh truk kontainer atau motor.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/01/04/6778f15f3385c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Warga Ramai-ramai Ambil Minyak Tumpah di Jalan Jayapura, Cilincing Megapolitan 4 Januari 2025
-
/data/photo/2024/07/08/668ba3932c217.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Diduga Cabuli Polwan, Polantas di Babel Ditahan Regional
Diduga Cabuli Polwan, Polantas di Babel Ditahan
Tim Redaksi
BANGKA, KOMPAS.com
– Seorang personel Polda Bangka Belitung berinisial S, yang berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), ditahan terkait dugaan kasus asusila.
Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Fauzan Sukmawansyah, mengungkapkan, S ditahan oleh Propam sejak 28 Desember 2024 dan kini masih menjalani proses internal.
“Sudah ditahan Propam sejak 28 Desember 2024, sekarang masih menjalani proses internal,” kata Fauzan saat dihubungi, Sabtu (4/1/2025).
Kasus ini terungkap setelah suami sang
Polwan
melaporkan kejadian tersebut ke bagian Reserse dan Kriminal Polda. Selain itu, ada laporan juga ke bagian Etik dan Profesi Kepolisian.
Fauzan menjelaskan, terduga pelaku yang bertugas di bagian lalu lintas melakukan percobaan asusila di rumah sang Polwan dengan alasan meminjam modul kerja.
“Kejadian tanggal 27 Desember, tanggal 28 langsung proses dan ditahan,” ujar Fauzan.
Fauzan menegaskan, kejadian ini bukan berupa pemerkosaan atau tindakan kekerasan lainnya.
Tim Propam juga tengah mendalami dugaan kasus asusila lain yang diduga pernah dilakukan oleh pelaku.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/04/6778cdd107782.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok, Pengemudi Mobil yang Terjebak Macet Jadi Korban Megapolitan
Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok, Pengemudi Mobil yang Terjebak Macet Jadi Korban
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Peristiwa
perampokan
bersenjata tajam di Tol Akses Tanjung Priok KM 13+500, Sungai Bambu, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @Jakut_Update pada Jumat (3/1/2026) memperlihatkan tiga pelaku yang menargetkan seorang pengemudi mobil yang terjebak macet.
Dalam video tersebut, para pelaku terlihat mengenakan topi dan berbagai jenis pakaian, seperti kemeja lengan panjang dan jaket biru dongker.
Salah satu pelaku membawa senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban dari kaca kanan mobil.
“Terjadi perampasan di pintu tol Plumpang, Walikota Tanjung Priok, setelah magrib. Posisi lagi macet, pelaku membawa sajam, mengambil dompet beserta isinya,”
tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Sementara itu, Kepada Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan kejadian itu. Korban, berinisial AF (24), mengalami luka robek di punggung akibat serangan salah satu pelaku.
“Korban mengalami luka robek di punggung sebelah kanan,” Ade Ary, Sabtu (4/1/2025).
AF dihadang oleh empat orang ketika keluar dari jalan tol. Para pelaku langsung mengancam korban dengan senjata tajam sebelum merampas barang-barangnya.
“Pelaku membawa senjata tajam dan mengambil paksa satu buah tas milik korban yang berisi data diri dan data kendaraan,” ungkap Ade Ary.
Kini, polisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku dan menangkap mereka.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/06/21/6674f3e8bf3b1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 14 Anggota Polda Lampung Dipecat, Ini Alasannya Regional
14 Anggota Polda Lampung Dipecat, Ini Alasannya
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Sebanyak 14 anggota Polda
Lampung
dan jajarannya diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) akibat pelanggaran berat yang dilakukan selama 2024.
Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika mengungkapkan, pemecatan ini dilakukan setelah Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) menyatakan mereka terbukti melakukan pelanggaran.
“PTDH ini adalah langkah yang diambil sebagai tindak lanjut pelanggaran kode etik yang mereka lakukan,” kata Helmy dalam keterangan persnya pada Sabtu (4/1/2025).
Helmy menegaskan bahwa keputusan pemecatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Lampung dalam menegakkan disiplin dan menjaga profesionalisme anggota Polri.
Berdasarkan data rekapitulasi, selama 2024, Bidpropam Polda Lampung telah menerima 194 perkara pengaduan masyarakat.
Dari jumlah tersebut, 14 anggota yang terbukti melakukan pelanggaran berat diberhentikan secara tidak hormat.
“Empat di antaranya mengajukan banding dan saat ini masih dalam proses,” tambah Helmy.
Pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tersebut meliputi ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas, penyalahgunaan wewenang, serta tindakan lain yang mencoreng nama baik institusi.
Selain itu, Bidpropam Polda Lampung juga menangani 172 perkara pelanggaran disiplin dan 65 perkara pelanggaran kode etik profesi Polri (KEPP) sepanjang 2024.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri. Setiap laporan pengaduan masyarakat kami tangani secara cepat dengan prinsip keadilan, empati, dan profesionalisme,” tegas Helmy.
Ia juga menambahkan bahwa setiap pelanggaran yang terjadi akan ditindak secara tegas dan proporsional sesuai dengan kadar dan jenis pelanggarannya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2020/07/07/5f046122f16df.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Wanita Tewas Saat Rayakan Tahun Baru, Tergeletak di Trotoar Margonda Depok Megapolitan
Wanita Tewas Saat Rayakan Tahun Baru, Tergeletak di Trotoar Margonda Depok
Editor
DEPOK, KOMPAS.com
– Seorang wanita berinisial I (39)
meninggal dunia
saat merayakan
malam tahun baru
di Jalan
Margonda
Raya, Kota
Depok
, pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 00.05 WIB.
Insiden tersebut terjadi saat korban berada di tengah kerumunan perayaan malam tahun baru, yang dipantau oleh petugas kepolisian yang bertugas mengawasi situasi dan mengantisipasi tindak kejahatan.
“Tim kemudian melihat ada satu warga yang rebahan di trotoar di tengah keluarganya,” ujar Wakasat Samapta Polres Metro Depok AKP Winam Agus, Jumat (3/1/2025).
Polisi yang berada di lokasi segera mendekati korban yang dalam keadaan pingsan di tengah kerumunan.
“Tim melakukan pertolongan pertama dan langsung menghubungi pihak ambulans untuk diantar ke RS Mitra Keluarga untuk penanganan lebih lanjut,” kata Winam.
Namun, meskipun korban segera dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
“Setelah dilakukan penanganan lebih lanjut oleh dokter, korban dinyatakan MD (meninggal dunia),” kata Winam.
Menurut Winam, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, korban diduga memiliki riwayat penyakit jantung.
“Mungkin diduga punya riwayat penyakit jantung,” ujar Winam.
(Reporter: Dinda Aulia Ramadhanty | Editor: Icha Rastika)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/01/02/677689a81cd74.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/04/6778b737377b2.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/03/6777ca6ff2d3f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/03/6777c4f6986e0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/04/67788aeada00e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)