Category: Kompas.com Metropolitan

  • 5
                    
                        Tri Adhianto Buka Sayembara Rp 10 Juta untuk Tangkap Pelaku Vandalisme Karya Seni di Kalimalang
                        Megapolitan

    5 Tri Adhianto Buka Sayembara Rp 10 Juta untuk Tangkap Pelaku Vandalisme Karya Seni di Kalimalang Megapolitan

    Tri Adhianto Buka Sayembara Rp 10 Juta untuk Tangkap Pelaku Vandalisme Karya Seni di Kalimalang
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Calon Walikota
    Bekasi
    nomor urut 3, Tri Adhianto membuka sayembara dengan imbalan hadiah uang Rp 10 juta bagi siapa pun yang dapat mengungkap pelaku
    vandalisme
    di Kalimalang, Kota Bekasi.
    “Sayembara Rp 10 juta untuk ungkap pelaku vandalisme. Saya menyediakan hadiah tersebut bagi siapa saja yang berhasil membantu,” ujar Tri dalam akun Instagram resminya, dikutip Sabtu (4/1/2025).
    Tri mempersilahkan warga Bekasi untuk mengirim pesan (direct message) ke akun Instagram-nya bagi yang mengetahui siapa dalang di balik pengerusakan fasilitas publik tersebut.
    “Jika warga memiliki informasi, segera laporkan melalui DM saya,” tutur Tri.
    Tri memastikan, proses hukum dan sanksi sosial akan diberlakukan kepada para pelaku untuk memberikan efek jera.
    “Pelaku akan kita proses hukum dan sanksi sosial,” tegasnya.
    Tri menuturkan, pada saat ia menjabat sebagai Penjabat (Pj) Walikota Bekasi, ia telah memberikan ruang kepada seniman untuk berkarya.
    “Seperti komunitas
    mural
    yang menghiasi tiang tol Becakayu dan lokasi-lokasi strategis lainnya.
    Mural
    -mural ini bukan hanya sekadar seni, tetapi juga simbol kreativitas dan kebanggaan kota kita,” kata dia.
    Mirisnya, aksi vandalisme bukan hanya merusak keindahan karya seni, tetapi juga semangat kebersamaan yang dibangun.
    “Ayo kita jaga keindahan Kota Bekasi bersama-sama. Kota ini milik kita semua, bersama-sama kita jaga dan bangun bersama,” ucapnya.
    Sebagai informasi, karya seni mural yang berlokasi di seberang Grand Metropolitan Mall, Jalan K.H Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi, menjadi sasaran aksi vandalisme.
    Dari pengamatan Kompas.com di lokasi, mural berwarna-warni yang menghiasi dinding penyangga tol kini telah dirusak oleh tangan-tangan jahil orang tak bertanggung jawab.
    Karya yang semula indah dan memberikan kesan penuh warna bagi Kota Bekasi tersebut telah hilang. Coretan dari aksi vandalisme menutupi keindahannya.
    Bukan hanya karya seni di penyangga tol yang menjadi sasaran vandalisme, pot tanaman beton yang berada di sekitar taman juga tak luput dari aksi tak terpuji tersebut.
    Alhasil, keindahan karya seni di tengah hiruk pikuk di Kota Bekasi itu menjadi sia-sia. Kesan terbengkalai semakin diperkuat karena kurangnya penempatan petugas keamanan di lokasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Satu Pelaku Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok Ditangkap, 5 Lainnya Diburu Polisi 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Satu Pelaku Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok Ditangkap, 5 Lainnya Diburu Polisi Megapolitan 4 Januari 2025

    Satu Pelaku Perampokan Brutal di Tol Tanjung Priok Ditangkap, 5 Lainnya Diburu Polisi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang pelaku perampokan dengan
    senjata tajam
    di tol akses
    Tanjung Priok
    km +500,
    Jakarta Utara
    ditangkap pada Jumat (3/1/2025).
    “Kita amankan baru satu orang inisial MAS yang berperan mengancam korban dengan cara menodongkan celurit pada korban,” ujar Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara AKP Fauzan Yonnadi, di Jakarta, Sabtu (4/1/2025).
    Saat ini, polisi melakukan pengejaran terhadap lima orang terduga pelaku lainnya.
    Fauzan menyampaikan, peristiwa ini terjadi kurang lebih pukul 19.00 WIB.
    Saat itu, enam terduga pelaku ini memanfaatkan kondisi menuju Tol Plumpang yang padat alias macet.
    “Di jam tersebut kebetulan jalanan mengarah masuk ke Tol Plumpang mengalami kepadatan. Sehingga, ini dijadikan momentum bagi para pelaku untuk melakukan penyisiran dengan sasaran mobil-mobil yang kacanya terbuka,” kata Fauzan.
    Keenam orang ini mendatangi mobil-mobil dengan kaca terbuka dan melakukan pengancaman.
    Kemudian, mereka merampas barang-barang milik korban.
    Fauzan mengatakan, tidak lama setelah kejadian perampasan ini terjadi, dua korban melaporkan peristiwa yang mereka alami di Polres Metro Jakarta Utara.
    “Tidak berjeda lama terdapat dua korban yang membuat LP di Polres Jakarta Utara,” ucap dia.
    Korban pertama, pengendara mobil Grandmax melaporkan sebuah tas berisi dokumen pribadi diambil oleh para terduga pelaku.
    Sementara itu, korban kedua yang menggunakan mobil pikap melaporkan perampasan satu buah
    handphone.
    “Masing-masing korban mengalami luka; mobil Grandmax mengalami luka di punggung, sedangkan mobil pikap mengalami luka di bagian jari tangan,” kata Fauzan lagi.
    Atas tindakannya, MAS diancam dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian yang dilakukan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
    Perampokan bersenjata tajam di Tol Akses Tanjung Priok KM 13+500, Sungai Bambu, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
    Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @Jakut_Update pada Jumat (3/1/2026) memperlihatkan tiga pelaku yang menargetkan seorang pengemudi mobil yang terjebak macet.
    Dalam video tersebut, para pelaku terlihat mengenakan topi dan berbagai jenis pakaian, seperti kemeja lengan panjang dan jaket biru dongker.
    Salah satu pelaku membawa senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban dari kaca kanan mobil.
    “Terjadi perampasan di pintu tol Plumpang, Walikota Tanjung Priok, setelah maghrib. Posisi lagi macet, pelaku membawa sajam, mengambil dompet beserta isinya,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemilik EO Bodong Punya Ruangan Sendiri di Kantor Disbud DKI, Benarkah Orang Dekat Kepala Dinas?
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Pemilik EO Bodong Punya Ruangan Sendiri di Kantor Disbud DKI, Benarkah Orang Dekat Kepala Dinas? Megapolitan 4 Januari 2025

    Pemilik EO Bodong Punya Ruangan Sendiri di Kantor Disbud DKI, Benarkah Orang Dekat Kepala Dinas?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemilik event organizer (EO) bodong, Gatot Arif Rahmadi (GAR) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi anggaran Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Jakarta, diisukan memiliki kedekatan dengan Kadisbud Iwan Henry Wardhana (IHW).
    Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta masih mendalami kasus ini.
    Sejauh pemeriksaan, Iwan yang memperkenalkan Gatot kepada tersangka Mohamad Fairza Maulana (MFM) selaku Kepala Bidang Pemanfaatan Disbud Jakarta.
    “Kami belum (mendalami) sampai ke situ, tapi yang jelas, yang memperkenalkan vendor, EO, kepada Kabid adalah Kepala Dinas,” ujar Kepala Kejati Jakarta, Patris Yusrian Jaya, kepada wartawan di Kantornya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2025).
    Karena itu, Gatot memiliki ruangan tersendiri di kantor Dinas Kebudayaan. Ruangan Gatot disediakan oleh Iwan.
    “EO ini dibuatkan ruangan di Dinas Kebudayaan serta mempunyai beberapa orang staf yang ikut berkantor di situ,” tuturnya.
    Menurut Patris, Gatot menempati ruangan di Disbud Jakarta selama kurang lebih dua tahun. Kejati kini tengah mendalami, apakah Gatot membayar uang sewa ruangan atau tidak.
    Dalam kasus ini, Gatot yang berperan memonopoli kegiatan di Dinas Kebudayaan.
    “EO ini adalah EO yang memonopoli kegiatan di dinas tersebut. Kami masih dalami apakah EO ini juga dipakai di dinas lain,” tuturnya.
    Gatot kini sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara Cipinang selama 20 hari ke depan usai ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (2/1/2025).
    Sebagai informasi, setiap tersangka memiliki surat penetapan yang terpisah. Iwan mendapatkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-01/M.1/Fd.1/01/2025, Fairza dengan TAP-02M.1/Fd.1/01/2025, dan Gatot dengan TAP-03M.1/Fd.1/01/2025, semuanya tertanggal 2 Januari 2025.
    Pemprov Jakarta menonaktifkan Iwan dan Fairza dari jabatan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2020 (perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS).
    Pekan depan, Kejati akan memanggil dua tersangka lainnya, Iwan Henry Wardhana dan Mohamad Fairza Maulana.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kisah Ramli Ikut Tertembak saat Bantu Bos Rental Tangkap Pencuri Mobil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Kisah Ramli Ikut Tertembak saat Bantu Bos Rental Tangkap Pencuri Mobil Megapolitan 4 Januari 2025

    Kisah Ramli Ikut Tertembak saat Bantu Bos Rental Tangkap Pencuri Mobil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ramli (59), turut menjadi korban penembakan di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak setelah dia membantu temannya, Ilyas (48), mengejar mobil rental yang dicuri. 
    Ilyas tewas dalam peristiwa itu, sementara Ramli hingga kini masih dirawat di rumah sakit.
    Hal itu diungkap oleh istri Ramli, Anita. Dia mengatakan, sang suami semula pergi tanpa berpamitan dengan dirinya.
    “Itu kan temennya organisasi rental, jadi salah satu temannya butuh bantuan dia pokoknya ditelepon temennya langsung jalan. Saya enggak sempet nanya kemana-mana,” kata Anita saat dihubungi, Sabtu (4/1/2025).
    Baru pada Kamis (2/1/2025), Anita dihubungi kembali dengan nomor sang suami.
    Ketika diangkat, suara tersebut berasal dari teman sang suami yang mengabarkan bahwa Ramli tertembak.
    Pada saat itu, Anita mengaku sempat kebingungan. Dia tidak tahu mesti pergi ke mana setelah mendengar berita mengejutkan itu.
    “Hari Kamis pagi sekitar hampir 04.30 WIB, ditelepon melalui bapaknya (Ramli), saya tanya kenapa yang angkat HP temannya? ‘Bapak ketembak Bu’ cuma gitu aja, terus ditanya di mana, Balaraja. ‘Terus kami kemana?’ ‘ke rumah sakit Balaraja’. Nah kata yang telefon, langsung kesana fokus ngurusin bapaknya (Ramli),” ujar Anita.
    Bahkan, Anita mengaku tidak mengenal Ilyas yang tewas tertembak dan meminta pertolongan Ramli.
    Sang suami, katanya, datang membantu Ilyas sebab tergabung dalam satu komunitas.
    Hingga akhirnya, Ramli dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
    “Karena dari Rumah Sakit Balaraja tak sanggupi punya alat lebih lengkap, kami nyari rumah sakit di manapun lebih cepat, ketemunya di sini yaudah ke sini. Rumah sakit Polri penuh, rumah sakit yang lain penuh,” tambah Anita.
    Kini, Ramli masih dirawat di RSCM, Jakarta Pusat. Kondisinya masih belum sadarkan diri dan mesti dioperasi untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di tubuhnya.
    Diberitakan sebelumnya, terjadi peristiwa penembakan terhadap
    pemilik rental mobil
    di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/1/2025).
    Dalam tragedi itu, dua korban tertembak. Satu korban, Ilyas Abdurrahman (48), tewas, sementara korban lainnya, R (59), mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa mengatakan, pelaku diduga ada empat orang.
    “Ada beberapa yang sudah dikantongi, cuma belum bisa kami sampaikan. Yang pasti kasat lagi di lapangan lagi proses penangkapan,” ujar Purbawa saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).
    Keempat pelaku ini mengendarai dua mobil saat terjadinya peristiwa penembakan tersebut yang menyebabkan IA (48) tewas dan RM (60) luka berat.
    Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, yakni empat orang yang berada di TKP dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut saat kejadian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bayi yang Tewas Ditinggalkan Orangtuanya Kejang-kejang Saat Tiba di RS Grogol Petamburan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Bayi yang Tewas Ditinggalkan Orangtuanya Kejang-kejang Saat Tiba di RS Grogol Petamburan Megapolitan 4 Januari 2025

    Bayi yang Tewas Ditinggalkan Orangtuanya Kejang-kejang Saat Tiba di RS Grogol Petamburan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – MS (5 bulan), bayi yang tewas di salah satu rumah sakit (RS) kawasan Grogol Petamburan sudah kejang-kejang saat dibawa oleh orangtuanya ke RS tersebut.
    Fakta itu terungkap setelah pihak kepolisian meminta keterangan dari dokter yang sempat memeriksa MS.
    “Jadi kalau sakitnya kemarin, penyampaian dokter bahwa ketika datang itu kondisinya sudah panas tinggi, kejang-kejang, dan sudah pucat,” kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Aprino Tamara saat dihubungi, Sabtu (4/1/2025).
    Aprino mengatakan, MS dibawa ke rumah sakit tersebut sekitar jam 02.00 WIB oleh ayahnya.
    Di sana, MS mendapatkan penanganan medis. Baru sekitar pukul 04.00 WIB, MS tewas.
    Sementara itu, ibu MS baru datang ke rumah sakit pukul 05.00 WIB.
    Pasangan suami istri tersebut kemudian pergi dari rumah sakit dengan dalih meminjam uang kepada kawan-kawannya.
    Dia diharuskan membayar
    biaya pengobatan
    sebesar Rp 3,6 juta.
    “Jadi kan yang datang pertama itu kan suami, tetangga, sama anak gitu. Bertiga mereka. Nah tidak begitu lama kemudian, kan jam 04.00 WIB bayinya meninggal. Nah baru istrinya tuh baru datang sekitar pukul 05.00 WIB. Datang ke sana, habis itu bertemu dengan suaminya, habis itu terlihat langsung meninggalkan rumah sakit, jalan kaki,” ujar Aprino.
    Bayi laki-laki berinisial MS (5 bulan) meninggal dunia setelah ditinggalkan oleh orangtuanya di ruang IGD salah satu rumah sakit di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (28/12/2024).
    Awalnya, orangtua bayi berinisial H membawa anaknya ke rumah sakit sekitar pukul 02.59 WIB dalam kondisi sakit.
    “Pihak rumah sakit segera melakukan tindakan medis. Namun, sekitar pukul 04.20 WIB, bayi laki-laki tersebut dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Senin (30/12/2024).
    Setelah kejadian tersebut, pihak rumah sakit mencari keberadaan orangtua bayi. Namun, mereka tidak ditemukan di lokasi kejadian.
    “Diduga, jenazah bayi laki-laki tersebut ditinggalkan begitu saja oleh orangtuanya,” ucap Ade Ary.
    Sebelum meninggalkan anaknya, orangtua bayi berdalih akan mencari uang untuk membayar biaya rumah sakit sebesar Rp 3,6 juta.
    Karena orangtua bayi tidak ada di tempat, pihak rumah sakit mencoba menghubungi nomor telepon yang didaftarkan oleh H saat membawa anaknya.
    “Ternyata, nomor telepon tersebut adalah milik tetangga yang ikut mengantar ke rumah sakit. Orangtua korban diketahui tidak memiliki ponsel,” ucap Ade Ary.
    Saat polisi mendatangi kontrakan orangtua bayi, tempat tersebut sudah kosong.
    Akibatnya, pihak rumah sakit melaporkan kejadian ini ke Polsek Grogol Petamburan.
    Secara terpisah, Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Reza Hafiz Gumilang mengatakan bahwa orangtua bayi kemungkinan pergi karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit.
    “Diduga, mereka meninggalkan anaknya karena tidak sanggup membayar biaya pengobatan dan pengurusan jenazah,” kata Reza.
    Saat ini, pihak kepolisian masih berupaya mencari keberadaan orangtua bayi tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Cilincing Ambil Minyak Tumpah dari Jalan dan Selokan untuk Dijual Lagi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Warga Cilincing Ambil Minyak Tumpah dari Jalan dan Selokan untuk Dijual Lagi Megapolitan 4 Januari 2025

    Warga Cilincing Ambil Minyak Tumpah dari Jalan dan Selokan untuk Dijual Lagi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Warga menyeroki selokan untuk mengambil minyak tumpah di sepanjang jalan yang berada kawasan depo kontainer pinggir laut di Jalan Jayapura, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2025).
    Berdasarkan pantauan, lokasi tumpahan minyak dari truk ini masih dipadati oleh warga sekitar Cilincing. Padahal, minyak di jalan itu sudah mendingin dan menjadi putih serta mengental.
    Warga yang terus berdatangan ini langsung menghampiri selokan di sepanjang jalan yang ketumpahan minyak. Mereka menyeroki sisa-sisa minyak yang ada di dalam selokan.
    Padahal, selokan atau got ini terlihat penuh dengan daun dan juga sampah styrofoam. Tapi, warga tetap mengambil minyak menggunakan stoples kecil yang mereka bawa.
    Kemudian, minyak yang telah diambil ditampung dahulu di ember. Setelah jumlahnya banyak, minyak dari ember dipindahkan ke drum dan dirigen.
    Salah satu warga Cilincing, Lana (28) mengaku sudah mengambil minyak ini hingga satu drum. Dia mengaku sudah berada di lokasi sejak tiga jam untuk menyeroki tumpahan minyak.
    Saat ditemui, Lana dan seorang temannya tengah memindahkan minyak yang telah memutih ke dalam beberapa dirigen.
    “Ini minyak sayur tapi mentah, nanti kalau mau dipakai, dipanasin lagi nanti dia bening,” kata salah satu warga, Lana, di lokasi, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu sore.
    Lana mengaku hendak menjual minyak yang telah dikumpulkannya ini.
    Salah satu teman Lana yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mempermasalahkan minyak ini diambilnya dari selokan.
    “Ambil dari got ini. Jatuh di got. Ini kan kering. Kalau di sana masih basah. Ini ada putih-putih nih (minyak mulai beku). Enggak (khawatir sakit),” kata warga ini.
    Selain Lana dan temannya, warga lain tampak masih memadati lokasi tumpahan minyak untuk mengambil apa yang tersisa.
    Beberapa dari mereka bahkan menyeroki minyak yang telah kental dan memutih di atas jalan raya untuk dikumpulkan dan dibawa pulang.
    Saat ini, jalan di kawasan depo kontainer KBN Marunda, Cilincing ini sementara tidak bisa dilewati oleh kendaraan maupun truk kontainer.
    Jalan masih terasa licin meski minyak sudah dingin dan memadat. Sementara, beberapa petugas mulai terlihat melapisi jalan dengan tanah agar minyak yang tumpah cepat terserap.
    Lalu lintas di sekitar lokasi minyak tumpah tampak sepi, kecuali oleh warga dan motor yang mereka bawa.
    Jalan di lokasi tersebut biasanya dilewati oleh truk kontainer. Tapi, karena jalan sudah digarispolisi dan masih dalam tahap pembersihan, sejumlah truk yang terlanjur masuk ke lokasi diarahkan untuk mundur atau putar balik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kisah Ramli Ikut Tertembak saat Bantu Bos Rental Tangkap Pencuri Mobil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Rekan Bos Rental Mobil yang Ditembak di Tol Tangerang-Merak Alami Pendarahan Paru Megapolitan 4 Januari 2025

    Rekan Bos Rental Mobil yang Ditembak di Tol Tangerang-Merak Alami Pendarahan Paru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ramli (59), rekan bos rental mobil yang jadi salah satu korban penembakan di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, mengalami pendarahan pada bagian paru-parunya, setelah mengalami tragedi berdarah pada Kamis (2/1/2025).
    Hal itu diungkap oleh istri Ramli, Anita. Anita mengatakan, sang suami sempat dioperasi kemarin, Jumat (3/1/2025).
    “Kemarin cuma ada pendarahan di paru. Pokoknya kemarin ada pendarahan. Masih pendarahan kemarin. Dioperasi itu untuk membenarkan dulu bekas jalan pelurunya,” kata Anita saat dihubungi, Sabtu (4/1/2025).
    Hingga saat ini, di tubuh Ramli masih bersarang peluru bekas penembakan tersebut. Anita mengatakan, ada satu peluru di tubuh sang suami.
    Akan tetapi, dokter belum bisa mengambil tindakan untuk mengeluarkan peluru dari tubuh Ramli, sebab Ramli belum sadarkan diri.
    “Cuma belum dikeluarin langsung karena kan nunggu kondisi pasien dulu gimana keadaannya, baru bisa tindakan kedua,” kata Anita.
    Akan tetapi, hingga saat ini, Anita belum mengetahui dengan pasti kondisi terbaru sang suami. Yang dia ketahui hanyalah Ramli belum sadarkan diri.
    “Untuk hari ini kami belum ada kabar apa pun dari ruang ICU, karena apa pun kan harus denger dari keterangan dokter. Cuma semalam habis CT Scan aja karena harus ada operasi kedua untuk pengambilan peluru karena masih bersarang di dalam. Cuma untuk hari ini belum ada konfirmasi apa pun dari dokter. Kami dari semalem belum ada berita apa pun,” tambah Anita.
    Diberitakan sebelumnya, terjadi peristiwa penembakan terhadap pemilik rental mobil di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/1/2025).
    Dalam tragedi itu, dua korban tertembak. Satu korban, pemilik rental yakni Ilyas Abdurrahman (48), tewas. Sementara korban lainnya, R (59), mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa mengatakan, pelaku diduga ada empat orang.
    “Ada beberapa yang sudah dikantongi, cuma belum bisa kami sampaikan. Yang pasti kasat lagi di lapangan lagi proses penangkapan,” ujar Purbawa saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).
    Keempat pelaku ini mengendarai dua mobil saat terjadinya peristiwa penembakan tersebut yang menyebabkan IA (48) tewas dan RM (60) luka berat.
    Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, yakni empat orang yang berada di TKP dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut saat kejadian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update: Peluru di Tubuh Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Belum Dikeluarkan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Update: Peluru di Tubuh Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Belum Dikeluarkan Megapolitan 4 Januari 2025

    Update: Peluru di Tubuh Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Belum Dikeluarkan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Peluru yang menyasar korban penembakan di “rest area” Tol Tangerang-Merak, Ramli (59) masih bersarang di tubuhnya, Sabtu (4/1/2025).
    Dokter belum dapat melakukan operasi pengambilan peluru karena Ramli belum sadarkan diri. 
    “Satu, kalau enggak salah peluru satu. Cuma belum dikeluarin langsung karena kan nunggu kondisi pasien dulu bagaimana keadaannya, baru bisa tindakan kedua,” kata istri Ramli, Anita, saat dihubungi, Sabtu (4/1/2025).
    Anita mengatakan, kemarin Ramli menjalani
    CT scan
    di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk melihat posisi peluru di tubuh Ramli.
    Anita bilang, sang suami masih mengalami pendarahan akibat penembakan tersebut, sehingga dokter mesti menunggu keadaannya membaik.
    “Pendarahan dari tempat kena peluru itu, kondisi bapak juga harus fit, harus bagus dulu baru bisa,” kata Anita.
    Terjadi penembakan terhadap pemilik rental mobil di
    rest area
     km 45 Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/1/2025).
    Dalam tragedi itu, dua korban tertembak.
    Satu korban, Ilyas Abdurrahman (48) tewas, sedangkan korban lainnya, Ramli (59) mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, mengatakan, pelaku diduga ada empat orang.
    “Ada beberapa yang sudah dikantongi, cuma belum bisa kami sampaikan. Yang pasti, kasat lagi di lapangan lagi proses penangkapan,” ujar Purbawa saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).
    Keempat pelaku ini mengendarai dua mobil saat terjadinya peristiwa penembakan tersebut yang menyebabkan IA (48) tewas dan RM (60) luka berat.
    Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, yakni empat orang yang berada di TKP dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut saat kejadian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kadisbud dan 2 Tersangka Korupsi di Dinas Kebudayaan Jakarta Musnahkan Barang Bukti Stempel Palsu
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Kadisbud dan 2 Tersangka Korupsi di Dinas Kebudayaan Jakarta Musnahkan Barang Bukti Stempel Palsu Megapolitan 4 Januari 2025

    Kadisbud dan 2 Tersangka Korupsi di Dinas Kebudayaan Jakarta Musnahkan Barang Bukti Stempel Palsu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Dinas Kebudayaan Jakarta
    Iwan Henry Wardhana
    (IHW), Kepala Bidang Pemanfaatan Disbud DKI Mohamad Fairza Maulana (MFM), serta Gatot Arif Rahmadi (GAR) selaku pemilik EO bodong, GR-Pro diduga memusnahkan sebagian
    stempel palsu
    sebelum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta melakukan penggeledahan.
    Ketiganya merupakan tersangka dugaan korupsi di Dinas Kebudayaan Jakarta. 
    “Sebagian sudah berhasil dimusnahkan sebelum penggeledahan. Untung waktu penggeledahan belum semuanya (dimusnahkan),” ucap Kepala
    Kejati Jakarta
    Patris Yusrian Jaya, kepada wartawan di kantornya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2025).
    Selain stempel, ketiga tersangka memusnahkan dokumen lainnya yang dapat menjadi barang bukti tambahan atas kasus korupsi dana anggaran APBD 2023 itu.
    “(Dimusnahkan stempel) untuk menghilangkan barang bukti,” kata Patris.
    Ia menuturkan, ketiga tersangka mengakui bahwa mereka telah menyiapkan stempel-stempel palsu itu untuk mencairkan dana lewat surat pertanggungjawaban (SPJ).
    “Yang jelas para pihak ini memang sudah mengaku bahwa mereka yang menyiapkan stempel-stempel palsu tersebut dan telah mereka gunakan,” katanya.
    Kejati akan terus mendalami terkait kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini.
    “Mengenai kerugian negara masih dihitung, kami membidik beberapa kegiatan yang potensial untuk dimanipulasi pada tahun 2023 dan 2024,” ucap Patris.
    Adapun ketiga tersangka ditetapkan berdasarkan surat penetapan masing-masing.
    Penetapan tersangka Iwan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-01/M.1/Fd.1/01/2025, Fairza dengan TAP-02/M.1/Fd.1/01/2025, dan Gatot dengan TAP-03/M.1/Fd.1/01/2025, semuanya tertanggal 2 Januari 2025.
    Pemprov Jakarta menonaktifkan Iwan dan Fairza dari jabatan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 (perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS).
    Pekan depan, Kejati akan memanggil dua tersangka, Iwan Henry Wardhana (IHW) dan Mohamad Fairza Maulana (MFM).
    Sementara itu, Gatot ditahan di Rumah Tahanan Negara Cipinang selama 20 hari ke depan usai ditetapkan sebagai tersangka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update: Peluru di Tubuh Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Belum Dikeluarkan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Januari 2025

    Polisi Siap Beberkan Peran Prajurit TNI AL soal Penembakan di Tol Tangerang-Merak Megapolitan 4 Januari 2025

    Polisi Siap Beberkan Peran Prajurit TNI AL soal Penembakan di Tol Tangerang-Merak
    Penulis
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polresta Tangerang berencana mengungkap perkembangan kasus penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (48), yang terjadi di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Banten.
    Informasi lengkap mengenai kasus tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers pada Senin (6/1/2025), salah satunya mengungkap keterlibatan seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dalam insiden itu.
    “Hari Senin akan dirilis secara lengkap, termasuk terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI,” ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono saat dihubungi
    Kompas.com
    pada Sabtu (4/1/2025).
    Dalam kasus ini, polisi telah menangkap empat orang tersangka, salah satunya adalah Ajat Sudrajat. Ajat diketahui sebagai penyewa mobil milik Ilyas yang diduga memiliki peran signifikan dalam kejadian tersebut.
    “Selain Ajat, ada tiga orang lainnya yang sudah diamankan,” kata Baktiar.
    Namun, ia belum memberikan detail mengenai peran masing-masing tersangka dan kronologi keterlibatan mereka.
    Kejadian ini bermula sehari sebelumnya, ketika pelaku menyewa mobil Honda Brio milik korban.
    Menurut Agam Muhammad (26), putra korban, perangkat GPS pada mobil tersebut ditemukan dalam kondisi rusak pada 1 Januari 2025.
    Hal ini membuat Agam bersama tim rental melacak keberadaan mobil hingga ke Pandeglang.
    Saat berhasil menemukan mobil Brio di pertigaan Saketi, pelaku mengacungkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AL.
    “Kami tetap melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak,” ungkap Agam.
    Di lokasi rest area, situasi memanas. Tim rental berhasil mengepung pelaku, namun rekan pelaku datang dengan mobil lain dan membawa senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tambah Agam.
    Insiden itu menyebabkan Ilyas mengalami luka tembak di dada dan tangan.
    Selain itu, anggota tim rental, Ramli juga terkena tembakan yang menembus tangan hingga perut.
    “Keduanya segera kami larikan ke RSUD Balaraja. Tapi sayangnya, ayah saya tidak dapat diselamatkan,” ujar Agam.
    Ilyas dinyatakan meninggal dunia setelah kondisinya terus menurun di ruang gawat darurat. Sementara itu, Ramli kini masih menjalani perawatan intensif.
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membenarkan, pelaku merupakan anggota aktif TNI AL.
    Pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.
    “Apabila terbukti bersalah, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jenderal Agus.
    Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam insiden ini.
    Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait penyalahgunaan senjata oleh aparat.
    Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa Ilyas, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan saksi-saksi yang terlibat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.