Category: Kompas.com Metropolitan

  • 8
                    
                        BMKG: Surabaya Siaga Bencana Hidrometeorologi Hingga Lima Hari
                        Surabaya

    8 BMKG: Surabaya Siaga Bencana Hidrometeorologi Hingga Lima Hari Surabaya

    BMKG: Surabaya Siaga Bencana Hidrometeorologi Hingga Lima Hari
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (
    BMKG
    ) memperingatkan bahwa wilayah
    Surabaya
    berpotensi mengalami
    bencana hidrometeorologi
    seiring dengan masuknya puncak
    musim hujan
    .
    Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, petir, puting beliung, hingga hujan es diperkirakan akan melanda Surabaya dalam lima hari ke depan.
    “Cuacanya seperti ini. Hujan tinggi, angin kencang, dan beberapa potensi bencana hidrometeorologi lainnya masih dimungkinkan,” kata Taufiq dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Minggu (5/12/2024).
    Menurut Taufiq, penyebab dari potensi bencana ini adalah karena Surabaya telah memasuki puncak musim hujan, yang ditandai dengan melintasnya gelombang atmosfer low frekuensi di langit Kota Pahlawan.
    Ia juga menambahkan bahwa fenomena La Nina, yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik lebih dingin, turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan.
    “Jadi bulan Desember (2024), Januari, dan Februari (2025) adalah puncaknya musim hujan. Desember sudah kita lewati, Januari akan kita jalani, dan nantinya hingga Februari,” ucap Taufiq.
    BMKG berkomitmen untuk terus memberikan perkembangan informasi mengenai potensi bencana hidrometeorologi ini agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.
    “Kami juga mengimbau agar instansi terkait melakukan langkah antisipasi sejak dini, guna meminimalisir kerugian, terutama korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi basah,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jambret di Pulo Mas Jakarta Timur, Acungkan Pistol dan Ancam Menembak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    Jambret di Pulo Mas Jakarta Timur, Acungkan Pistol dan Ancam Menembak Megapolitan 5 Januari 2025

    Jambret di Pulo Mas Jakarta Timur, Acungkan Pistol dan Ancam Menembak
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Aksi
    penjambretan
    terjadi di Jalan
    Pulo Mas
    , Pulogadung, Jakarta Timur.
    Pelaku diduga membawa pistol saat melancarkan aksinya.
    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary mengungkapkan bahwa korban adalah seorang wanita berinisial CIJ.
    Penjambretan
    terjadi pada Minggu (5/1/2025) dini hari.
    “Pelapor sedang duduk di atas motor menggunakan
    handphone
    untuk chatting WhatsApp dengan teman. Tiba-tiba, pelaku yang menggunakan sepeda motor menjambret
    handphone
    yang berada di genggaman tangan korban,” kata Ade Ary melalui keterangan resmi.
    Ade menjelaskan bahwa setelah berhasil mengambil
    handphone
    , pelaku langsung melarikan diri.
    Korban sempat mengejar pelaku dan meminta tolong kepada warga.
    “Pelapor berteriak ‘maling-maling’ dan terus mengejar pelaku,” ucap Ade.
    Ketika pelaku terdesak, ia mengacungkan benda mirip senjata api atau pistol ke arah korban.
    “Di pengujung jalan sudah ditutup portal. Pelaku berusaha putar balik dan mengancam korban, ‘Lo mau gue tembak!’. Saat itu, pelaku berusaha kabur,” katanya.
    Warga yang mendengar teriakan korban ikut mengejar dan mengepung pelaku.
    Berkat bantuan warga, pelaku berhasil ditangkap.

    Pelaku ditangkap
    bersama satu unit
    handphone
    dan satu unit sepeda motor. Barang bukti diamankan dan diserahkan ke Polsek Pulogadung,” ujar Ade.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kompolnas Sebut Polsek Cinangka Sudah Sesuai SOP Saat Tangani Laporan Bos Rental Mobil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    Kompolnas Sebut Polsek Cinangka Sudah Sesuai SOP Saat Tangani Laporan Bos Rental Mobil Megapolitan 5 Januari 2025

    Kompolnas Sebut Polsek Cinangka Sudah Sesuai SOP Saat Tangani Laporan Bos Rental Mobil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai Polsek Cinangka telah bertindak sesuai prosedur operasi standar (
    standard operating procedure
    /SOP) saat menangani laporan dari bos rental mobil IA (48) sebelum korban tewas ditembak di
    rest area
    KM 45 Tol Tangerang-
    Merak
    , Kamis (2/1/2025).
    “Polsek Cinangka sudah bertindak sesuai SOP yang tersedia mana kala orang ada yang melapor,” ungkap Ketua Harian Kompolnas, Arif Wicaksono Sudiutomo, saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (5/1/2025).
    Meski demikian, Arif menilai Polsek Cinangka seharusnya tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut meski laporan belum resmi.
    “Jadi, seharusnya polisi meski belum ada laporan (resmi), bisa melakukan penyelidikan terkait yang lapor ke polsek kami itu apakah sesuai dengan laporannya,” ujar Arif.
    Ia juga menyebut Polsek Cinangka seharusnya tidak menolak permintaan pendampingan dari IA dan timnya. Menurutnya, pimpinan Polsek bisa menugaskan anggotanya untuk mengikuti pelapor dari belakang atau dalam jarak jauh.
    “Kalau ternyata betul-betul yang dilaporkan itu sesuai apa yang disampaikan (korban) dan mau ada ancaman seperti yang disampaikan anak bos rental itu, baru polisi bisa mengambil tindakan,” jelasnya.
    Arif menegaskan bahwa polisi dapat langsung bertindak tanpa surat perintah apabila menemukan adanya tindak pidana.
    Bos rental mobil IA (48) tewas ditembak oleh oknum anggota TNI di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak saat mengejar mobil Honda Brio miliknya yang diduga dibawa kabur oleh penyewa.
    Sebelum insiden penembakan, dua dari tiga GPS yang terpasang di mobil tersebut dirusak oleh para pelaku, sedangkan satu GPS menunjukkan mobil berada di Pandeglang.
    IA bersama anaknya, Agam, dan tim mencoba mengejar mobil itu. Namun, di pertigaan Saketi, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengaku sebagai anggota TNI AU.
    Mobil rombongan IA sempat ditabrak oleh mobil Sigra Hitam milik teman pelaku. Para pelaku kemudian melarikan diri membawa Honda Brio dan Sigra Hitam tersebut.
    Dalam upaya pengejaran, IA dan tim sempat meminta pendampingan polisi di Polsek Cinangka.
    “Setelah sowan ke polsek, mereka tidak mau mendampingi meski kami tahu pelaku membawa senjata api,” ujar Agam.
    Agam mengaku telah menunjukkan bukti kepemilikan mobil, termasuk BPKB, STNK, dan kunci cadangan. Namun, polisi tetap enggan mendampingi.
    “Kami dikira pihak leasing, padahal kami sudah infokan bahwa itu mobil rental, mobil pribadi dan kami bawa bukti kepemilikan lengkap,” ungkap Agam.
    Karena ditolak, IA dan tim melanjutkan pengejaran secara mandiri hingga rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, tempat IA akhirnya ditembak hingga tewas oleh pelaku.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPUD Jakarta Undang Semua Kandidat dan Parpol untuk Penetapan Gubernur dan Wagub Terpilih
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    KPUD Jakarta Undang Semua Kandidat dan Parpol untuk Penetapan Gubernur dan Wagub Terpilih Megapolitan 5 Januari 2025

    KPUD Jakarta Undang Semua Kandidat dan Parpol untuk Penetapan Gubernur dan Wagub Terpilih
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta akan mengundang semua calon gubernur (
    cagub
    ) dan wakil gubernur (cawagub) dalam acara
    penetapan gubernur
    terpilih.
    Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Januari 2025.
    “Iya, jadi diundang pertama semua pasangan calon,” kata Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI, Dody Wijaya, saat diwawancarai di Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu, (5/1/2025).
    Selain pasangan calon,
    KPUD Jakarta
    juga akan mengundang partai politik pengusung dan tim pemenangan.
    Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta juga akan diundang untuk menerima keputusan KPU mengenai penetapan pasangan calon.
    “Juga kami undang DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk menerima keputusan KPU tentang penetapan pasangan calon,” ujar Dody.
    Dody belum mengungkapkan lokasi acara penetapan tersebut.
    Namun, ia menyebutkan kemungkinan acara akan diselenggarakan di luar kantor KPUD Jakarta.
    “Nanti tempatnya akan kami sampaikan. Kemungkinan di luar kantor ya karena perundangan cukup banyak,” ucap Dody.
    KPUD Jakarta sudah menyebar undangan kepada para pasangan calon.
    Salah satunya,
    Pramono Anung
    , yang dikunjungi hari ini.
    “Kenapa kami harus datang langsung, karena kami harus menjelaskan posisinya bahwa kami belum bisa mengkonfirmasi penetapan calon terpilih,” ujar Ketua KPUD Jakarta Wahyu Dinata.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sering Terjadi Tawuran di Basura, Kumsina Sakit Jantung akibat Trauma
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    Sering Terjadi Tawuran di Basura, Kumsina Sakit Jantung akibat Trauma Megapolitan 5 Januari 2025

    Sering Terjadi Tawuran di Basura, Kumsina Sakit Jantung akibat Trauma
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kumsina (50), seorang pedagang nasi di RT 06 Cipinang Besar Utara, mengaku mengalami sakit jantung akibat trauma yang dipicu oleh seringnya
    tawuran
    di lingkungan tempat tinggalnya.
    Warung makan milik Kumsina berada di dekat Jalan Jenderal Basuki Rahmat (
    Basura
    ), tepatnya di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Ia menyebutkan bahwa suara petasan, bom molotov, dan kerusuhan saat tawuran mengganggu kondisi kesehatannya.
    “Iya kata dokter kaget karena petasan, bom molotov, apa lagi kemarin bom molotov ada yang terbakar motor,” ujar Kumsina saat ditemui Kompas.com, Minggu (5/1/2025).
    Kumsina menjelaskan bahwa ia rutin menjalani pengobatan bulanan sejak didiagnosis sakit jantung setahun terakhir.
    “Saya tiap bulan berobat jantung. Saya bukan jantung koroner, jantung dadakan gitu. Kalau dengar petasan trauma sendiri, langsung deg-degan,” katanya.
    Menurutnya, rumah dan warung miliknya kerap menjadi sasaran lemparan batu hingga kembang api dari kelompok yang tawuran.
    Kumsina juga mengaku tidak mengetahui penyebab utama tawuran yang sering terjadi di lingkungannya.
    “Enggak ada, dulu aman. Semenjak kebakaran saja mulai sering. Saya enggak tahu yang diributin apa, duduk permasalahan enggak tahu,” ucapnya.
    Sebelumnya, aksi tawuran antarwarga kembali pecah di depan Apartemen Bassura, Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, hingga menyebabkan satu korban jiwa. Korban meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.
    “Menerima informasi tentang adanya orang meninggal karena tawuran di RS Premier Jatinegara sekira pukul 02.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1/2025).
    Ade menjelaskan, korban dibawa ke rumah sakit oleh temannya yang awalnya mengaku korban begal.
    “Korban masuk ke RS Premier Jatinegara pukul 00.55 WIB dengan diantar oleh saksi E yang menurut keterangannya orang tersebut adalah korban begal,” ujarnya.
    Namun, sekitar pukul 01.05 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga RS Premier Jatinegara. Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPU Jakarta Sebut Pelantikan Pramono-Rano Dijadwalkan 7 Februari
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    KPU Jakarta Sebut Pelantikan Pramono-Rano Dijadwalkan 7 Februari Megapolitan 5 Januari 2025

    KPU Jakarta Sebut Pelantikan Pramono-Rano Dijadwalkan 7 Februari
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Jakarta Dody Wijaya mengungkapkan bahwa pelantikan serentak gubernur dan wakil gubernur terpilih, termasuk
    Pramono Anung
    -Rano Karno, masih terjadwal pada Jumat, 7 Februari 2025.
    “Sejauh ini, Kepres (Keputusan Presiden) nomor 80 masih menyatakan untuk pelantikan serentak di tanggal 7 Februari,” ucap Dody saat ditemui di kediaman Pramono Anung di Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu, (5/1/2025).
    Dody menjelaskan bahwa wewenang untuk menentukan apakah jadwal pelantikan akan diundur atau tidak berada di tangan pemerintah pusat.
    KPU DKI
    menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah pusat.
    “Kalau nanti akan ada revisi atau perbaikan dari Kepres 80, tentu kami akan mengikuti. Jadi sepenuhnya kami serahkan ke pemerintah pusat,” tambah Dody.
    Meskipun demikian, Dody menegaskan bahwa Kepres saat ini masih menetapkan jadwal pelantikan serentak pada 7 Februari 2025.
    Sementara itu, penetapan yang dilakukan oleh KPUD Jakarta dikabarkan akan dilaksanakan pada Kamis, 9 Januari 2025.
    Undangan untuk penetapan tersebut sudah diantarkan langsung oleh Komisioner KPU DKI ke kediaman Pramono hari ini.
    Dalam momen penyerahan undangan itu, Komisioner KPU DKI juga menjelaskan posisi Pramono dan mengapa belum ada tanggal pasti untuk pelantikannya.
    “Kenapa kami harus datang langsung, karena kami harus menjelaskan posisinya bahwa kami belum bisa mengkonfirmasi penetapan calon terpilih,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta, Wahyu Dinata.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria di Muara Baru Tak Pulang 2 Hari Sebelum Ditemukan Tewas Mengambang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    Pria di Muara Baru Tak Pulang 2 Hari Sebelum Ditemukan Tewas Mengambang Megapolitan 5 Januari 2025

    Pria di Muara Baru Tak Pulang 2 Hari Sebelum Ditemukan Tewas Mengambang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pria berinisial P (29) dilaporkan tak pulang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan tewas mengambang di kawasan Jalan Tuna, Pelabuhan
    Muara Baru
    , Jakarta Utara, Jumat (3/1/2024).
    “Iya, benar (enggak pulang) dari tanggal 1 Januari 2025,” ujar Muhammad Ridho (19), tetangga depan rumah korban, saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2025).
    Ridho mengungkapkan, terakhir kali korban berpamitan kepada keluarganya untuk bekerja sebagai
    broker
    ikan. Awalnya, keluarga korban tidak terlalu khawatir meskipun P tak kunjung pulang.
    “Enggak terlalu panik, karena kan dia biasa bekerja,” ungkap Ridho.
    Namun, setelah dua hari tak ada kabar, pihak keluarga mulai mencari keberadaan P.

    Nyariin
    sampai
    mutar-mutar
    ,” tutur Ridho.
    Mayat P ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan sekitar pukul 09.42 WIB di sekitar pom bensin di Jalan Tuna.
    Korban ditemukan dalam kondisi utuh dengan pakaian lengkap, tetapi tubuhnya sudah membengkak.
    Awalnya, P diduga meninggal akibat kecelakaan, namun hasil otopsi menunjukkan dugaan adanya tindak kekerasan.
    “Ada luka seperti ditusuk di bagian rusuk,” terang Ridho.
    Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini untuk memastikan penyebab kematian korban.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPUD Jakarta Serahkan Undangan Penetapan Gubernur Terpilih ke Pramono
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    KPUD Jakarta Serahkan Undangan Penetapan Gubernur Terpilih ke Pramono Megapolitan 5 Januari 2025

    KPUD Jakarta Serahkan Undangan Penetapan Gubernur Terpilih ke Pramono
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta Wahyu Dinata bersama sejumlah komisioner KPUD Jakarta, mengunjungi kediaman Gubernur terpilih
    Pramono Anung
    pada Minggu (5/1/2025).
    Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengantarkan undangan
    penetapan gubernur
    terpilih yang akan digelar pada Kamis 9 Januari.
    “Jadi, Insya Allah hari Kamis (9/1) kami akan melakukan penetapan pasangan calon terpilih,” ujar Dody Wijaya, Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI, saat diwawancarai di kediaman Pramono di Jakarta Selatan.
    Wahyu menambahkan bahwa kedatangannya ke rumah Pramono untuk mengantarkan undangan penetapan gubernur terpilih dari KPUD Jakarta.
    Namun, ia menegaskan bahwa tanggal pelantikan belum dapat dipastikan.
    “Kenapa kami harus datang langsung, karena kami harus menjelaskan posisinya bahwa kami belum bisa mengkonfirmasi penetapan calon terpilih,” ucap Wahyu.
    Wahyu menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada para calon yang bersedia menerima kedatangan Komisioner KPU Jakarta.
    Selain itu, mereka juga telah menjadwalkan kunjungan ke Ridwan Kamil (RK) di Bandung.
    “Karena kebetulan hari ini sebenarnya janjian ke Bandung, tapi mungkin ada update lebih lanjut dari RK,” terang Wahyu.
    Wahyu berharap, dengan kedatangannya, para calon dapat memahami posisi dan alasan mengapa belum ada kepastian tanggal pelantikan.
    “Mudah-mudahan dengan kedatangan kami bisa menjelaskan posisinya kapan dan kenapa proses ini masih belum ada kepastian tanggalnya,” tegasnya.
    Ia juga berjanji bahwa setelah ada tanggal pasti untuk
    pelantikan gubernur
    dan wakil gubernur Jakarta, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada publik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Curhat Dosen UB: Banyak Lulusan Mahasiswa Menganggur dan Produk Riset Tak Tembus Pangsa Industri 
                        Surabaya

    3 Curhat Dosen UB: Banyak Lulusan Mahasiswa Menganggur dan Produk Riset Tak Tembus Pangsa Industri Surabaya

    Curhat Dosen UB: Banyak Lulusan Mahasiswa Menganggur dan Produk Riset Tak Tembus Pangsa Industri
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – Prof Drs Sutiman Bambang Sumitro SU DSc dosen Biologi Universitas Brawijaya (UB), mengungkapkan keprihatinannya terkait tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.
    Menurutnya, permasalahan ini lebih signifikan dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya seperti SD, SMP, atau SMA.
    “Permasalahan kita sekarang justru adalah pertama, banyaknya pengangguran di perguruan tinggi. Jadi pengangguran itu tidak di lulusan SD, SMP atau SMA, tapi malah banyak di perguruan tinggi,” kata Prof Sutiman dalam wawancara pada Minggu (5/1/2024).
    Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024 menunjukkan bahwa terdapat 842.378 lulusan pendidikan tinggi, mulai dari sarjana hingga doktor, yang menganggur.
    Prof Sutiman menilai bahwa kondisi ini disebabkan oleh Indonesia yang belum sepenuhnya bertransformasi menjadi negara industri.
    Ia menekankan bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan industri belum terjalin dengan baik.
    “Nah, industri sendiri karena kebanyakan adalah pemegang lisensi dari luar negeri. Sehingga, sebenarnya adalah kepanjangan tangan dari industri yang ada di luar negeri. Ini artinya iklim untuk suatu jalinan kerja ini belum bagus,” ujarnya.
    Prof Sutiman berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan solusi untuk masalah ini.
    Ia membandingkan dengan Tiongkok yang saat ini berusaha mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dalam penguasaan industri dan teknologi.
    “Kita lihat China itu mengejar Amerika, di dalam perkembangan teknologi, sains terapannya, hal-hal yang tidak terjadi di bagian dunia yang lain diadakan. Nah, ini hanya bisa dilakukan kalau ada sinergisme kerja yang bagus,” jelasnya.
    Selama lebih dari 40 tahun berkarir sebagai akademisi, Prof Sutiman juga menyampaikan bahwa tidak semua produk riset yang telah dipatenkannya dapat masuk ke industri.
    Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil riset yang tidak terimplementasi.
    “Dipaten saja gitu, bahkan rasanya kayak dipateni (dimatikan). Karena itu menjadi tumpukan ide yang tidak terimplementasikan,” keluhnya.
    Untuk mengatasi masalah tersebut, Prof Sutiman mengembangkan komunitas penelitian bernama
    Institut Molekul Indonesia
    yang bekerja sama dengan klub Reverse Edging and Homestasis.
    Klub ini terdiri dari anggota yang menghadapi masalah produktivitas individu atau kualitas hidup yang kurang baik.
    “Saya mengembangkan suatu teknik namanya
    nano bubbles
    yang berisi gas-gas yang sebetulnya normal ada di dalam tubuh manusia. Tetapi mengalami masalah ketika dia menjadi menua atau ada penyakit-penyakit degeneratif,” jelasnya.
    “Nah, di dalam klub itulah saya kemudian berusaha memperkenalkan itu. Dan mereka yang setuju member kita sekarang sudah di atas 15.000 untuk klub itu. Bagaimana kualitas hidup bisa kita tingkatkan dengan teknologi
    nano bubbles
    ,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area Tangerang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        5 Januari 2025

    Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area Tangerang Megapolitan 5 Januari 2025

    Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area Tangerang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus
    penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak
    terhadap bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (48).
    “Terkait kasus penembakan Polresta Tangerang telah menetapkan saudara AS (Ajat Sudrajat) dan I sebagai tersangka,” ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa saat dihubungi, Minggu (5/1/2025).
    Purbawa mengatakn, AS atau Ajat Sudrajat merupakan orang yang pertama kali menyewa mobil ke Ilyas. 
    Sementara I merupakan orang yang menerima mobil Honda Brio yang disewa Ajat dari Ilyas.
    “Jadi keduanya (AS dan I) sudah cukup bukti dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun kita juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku lain,” kaya Purbawa.
    Mengenai anggota TNI yang diduga menembak Ilyas, Purbawa belum bisa menjelaskan secara rinci. Dia hanya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Puspom TNI AL.
    “Terkait kasus penembakan di KM 45, kami sudah berkoordinasi dengan Puspom TNI AL, yang nantinya Puspom dan kami melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti bukti bila ada keterlibatan oknum dari TNI AL. Sementara itu dulu,” ucap dia.
    Diberitakan sebelumnya, terjadi peristiwa penembakan terhadap pemilik rental mobil di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/1/2025).
    Dalam tragedi itu, dua korban tertembak. Satu korban, pemilik rental yakni Ilyas Abdurrahman (48), tewas. Sementara korban lainnya, Ramli (59), mengalami luka tembak di bagian tangan.
    Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa mengatakan, pelaku diduga ada empat orang.
    “Ada beberapa yang sudah dikantongi, cuma belum bisa kami sampaikan. Yang pasti kasat lagi di lapangan lagi proses penangkapan,” ujar Purbawa saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.