Category: Kompas.com Metropolitan

  • Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengacara Tewas Ditembak 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengacara Tewas Ditembak Regional 6 Januari 2025

    Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengacara Tewas Ditembak
    Tim Redaksi
    BONE, KOMPAS.com –
    Kasus pengacara Rudy S Gany (49) yang tewas ditembak pada malam tahun baru belum terungkap hingga hari ke-6.
    Polisi mengaku telah membentuk tim khusus dan berjanji mengungkap kasus ini. Senin, (6/1/2025).
    Aparat gabungan Polda Sulawesi Selatan, Polres
    Bone
    dan Polsek Lappariaja terus melakukan pendalaman guna mengungkap tewasnya pengacara Rudy S Gany (49) akibat ditembak pada malam pergantian tahun baru.
    “Kami telah membentuk tim khusus gabungan Resmob Polda Sulsel, Resmob Polres Bone dan Polsek yang bekerja selama 24 jam dan saat ini tim masih terus melakukan pendalaman atas kasus ini dan kami berjanji akan mengungkap kasus ini sampai tuntas” kata AKBP Erwin Syah, Kapolres Bone yang dikonfirmasi pada Senin, (6/1/2025) melalui sambungan telepon.
    Pengacara
    Rudy S Gany
    tewas ditembak pada Selasa, (31/1/2024) pukul 22.30 WITA, saat bersantap bersama sejumlah kerabat sambil menunggu pergantian tahun.
    Hasil otopsi mengungkap bahwa korban ditembak menggunakan senapan angin pada bagian bawah mata kanan dan peluru bersarang di tulang leher.
    Korban telah dimakamkan di samping pusara isterinya pertamamya di pemakaman umum Dusun Galung Boko, Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Beras Bapan di Lombok Tengah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Beras Bapan di Lombok Tengah Regional 6 Januari 2025

    Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Beras Bapan di Lombok Tengah
    Tim Redaksi
    LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com
    – Kepolisian Resor
    Lombok Tengah
    , Nusa Tenggara Barat (
    NTB
    ), menetapkan tujuh tersangka kasus korupsi
    beras bantuan pangan
    (Bapan) di Desa Barabali dan Desa Pandan Indah.
    Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Luk Luk il Maqnun menyebut, dua di antara tujuh tersangka tersebut adalah Kepala Desa Barabali dan Pandan Indah.
    “Ketujuh tersangka tersebut tiga di antaranya dari Desa Barebali dan empat dari Desa Pandan Indah,” kata Luk Luk pada Senin (6/1/2025).
    Desa Barebali, sambung Luk Luk, tersangka lainnya yaitu Staf Keuangan dan Kordinator Desa. Sedangkan di Desa Panda Indah, selain kepala desa juga ada koordinator desa, dan dua penjual beras yang turut membantu dalam kasus korupsi tersebut yang dijadikan tersangka.
    “Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan untuk ketiga tersangka dari Desa Barebali. Sedangkan untuk Desa Pandan Indah dijadwalkan pemeriksaan besok pagi,” ungkapnya.
    Para tersangka melakukan korupsi beras Bapan dengan menyalurkan beras itu kepada penerima yang tidak sesuai dengan data BNBA (By Name By Adress).
    Polres Lombok Tengah menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB untuk memastikan angka pasti kerugian dari kasus korupsi ini. Desa Barebali mengalami kerugian sekitar Rp 126.937.920, sedangkan Desa Pandan Indah mengalami kerugian sekitar Rp 100.722.480.
    Dalam hal ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Januari 2025

    Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan Bandung 6 Januari 2025

    Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan
    Tim Redaksi
    Bandung, KOMPAS.com
    – Halaman ini memuat informasi
    prakiraan cuaca
    Bandung, Jawa Barat, untuk hari ini Senin 6 Januari 2025 dan besok Selasa 7 Januari 2025.
    Silakan simpan halaman ini untuk mengetahui prakiraan cuaca Bandung. Jangan ke luar rumah sebelum Anda baca artikel ini. Data prakiraan cuaca diambil dari BMKG.go.id
    Prakiraan Cuaca
    Bandung Hari Ini Per Jam
    Senin 6 Januari 2025
    Prakiraan Cuaca Bandung Besok
    Selasa 7 Januari 2025
    Di Indonesia, informasi prakiraan cuaca setiap daerah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
    Setiap pagi, kita bisa melihat informasi perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
    Prakiraan cuaca
    dilakukan oleh seorang
    forecaster
    (prakirawan cuaca)
    Pembuatan prakiraan cuaca juga dibantu dengan teknologi pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer yakni model
    Numerical Weather Prediction
    (NWP).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Januari 2025

    Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan Makassar 6 Januari 2025

    Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan
    Tim Redaksi
    Manado, KOMPAS.com
    – Halaman ini memuat informasi
    prakiraan cuaca
    Manado, Sulawesi Utara, untuk hari ini Senin 6 Januari 2025 dan besok Selasa 7 Januari 2025.
    Silakan simpan halaman ini untuk mengetahui prakiraan cuaca Manado. Jangan ke luar rumah sebelum Anda baca artikel ini. Data prakiraan cuaca diambil dari BMKG.go.id
    Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini
    Per Jam
    Senin 6 Januari 2025
    Prakiraan Cuaca
    Manado Besok
    Selasa 7 Januari 2025
    Di Indonesia, informasi prakiraan cuaca setiap daerah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
    Setiap pagi, kita bisa melihat informasi perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
    Prakiraan cuaca
    dilakukan oleh seorang
    forecaster
    (prakirawan cuaca)
    Pembuatan prakiraan cuaca juga dibantu dengan teknologi pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer yakni model
    Numerical Weather Prediction
    (NWP).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kisah di Balik 2 Wanita Kakak Adik di Kediri yang Ditemukan Tewas di Rumahnya
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        6 Januari 2025

    Kisah di Balik 2 Wanita Kakak Adik di Kediri yang Ditemukan Tewas di Rumahnya Surabaya 6 Januari 2025

    Kisah di Balik 2 Wanita Kakak Adik di Kediri yang Ditemukan Tewas di Rumahnya
    Tim Redaksi
    KEDIRI, KOMPAS.com 
    – Temuan jenazah dua perempuan kakak adik di Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten
    Kediri
    , Jawa Timur, masih menjadi perbincangan hangat masyarakat.
    Jenazah Femala Purwiko Sari (45) dan adiknya, Yuyen Febriana Sari (44), ditemukan di dalam kamar rumah oleh seorang pencari rumput yang curiga dengan bau yang cukup menyengat pada Minggu (6/1/2025).
    Bau itu berasal dari proses pembusukan dari jasad yang diduga meninggal sejak lima hari sebelumnya.
    Kedua korban selama ini hidup di rumah peninggalan orangtuanya itu. Mereka diduga mengalami depresi yang dipicu oleh permasalahan keluarga maupun meninggalnya kedua orangtuanya beberapa tahun lalu.
    Yuyun, sepupu korban mengatakan, kedua korban selama ini tidak bekerja dan tidak berumah tangga. Semua kebutuhannya bergantung pada uluran tangan keluarga lainnya.
    “(Karena kondisinya itu) kebutuhan uang disuplai oleh Pak Lek (paman) dan keluarga dekat lainnya,” ujar Yuyun saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu.
    Pihak keluarga yang lain, menurutnya, juga kerap mengunjungi kediaman korban. Baik untuk sekadar mengantar makanan maupun mengirim peralatan rumah tangga yang dibutuhkan.
    Bahkan, pihak keluarga juga sudah berupaya mengatasi depresi itu dengan mengobatkannya, agar gangguan mental tersebut tidak semakin parah.
    Salah satu pengobatan itu dengan mengirim keduanya ke sebuah panti rehabilitasi milik seorang kreator konten yang cukup terkenal di Lamongan, Jawa Timur.
    “Sepulang dari Lamongan itu, kondisinya membaik. Bahkan sempat datang takziah ke rumah kami,” ujar kerabat lain yang enggan disebut namanya.
    Namun, kondisi yang membaik itu tak berlangsung lama diduga karena kurangnya bersosialisasi saat berada di rumah.
    Kerabat tersebut juga mengungkap kehidupan korban sebelum depresi. Keduanya menjalani hidup normal dan mengenyam bangku pendidikan.
    Kedua korban cukup terpelajar bahkan bisa menyelesaikan pendidikan yang cukup tinggi, yaitu bergelar sarjana.
    “Mereka lulusan ITS dan Unair,” ujar kerabat tersebut.
    Bahkan, salah satu korban, menurut kerabat perempuan itu, pernah juga mendapatkan panggilan pekerjaan di bidang pajak di Jakarta.
    “Tapi panggilan itu tidak diambilnya. Orangnya (kedua korban) pintar-pintar,” ucapnya.
    Polisi memastikan tidak menemukan tanda bekas penganiayaan pada jasad perempuan kakak adik yang ditemukan tewas membusuk di rumahnya di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
    Temuan oleh tim Inafis saat pemeriksaan di tempat lokasi kejadian itu nantinya akan dipadukan dengan hasil visum luar dari rumah sakit.
    Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ngadiluwih Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Saefudin mengatakan, visum luar itu berlangsung di RS Bhayangkara Kota Kediri.
    “Visum sudah selesai. Tapi saya belum dapat laporan hasilnya,” ujar AKP Agung Saefudin pada
    Kompas.com
    , Minggu (6/1/2025) malam.
    Sebelumnya diberitakan, warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dikejutkan dengan penemuan dua jenazah perempuan, Minggu (5/1/2025).
    Penemuan bermula dari kecurigaan seorang pencari rumput yang mencium aroma busuk dari dalam rumah korban.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Besuk Anak Korban Kekerasan Orangtua Angkat, Pj Wali Kota Jayapura: Di Luar Rasa Kemanusiaan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Besuk Anak Korban Kekerasan Orangtua Angkat, Pj Wali Kota Jayapura: Di Luar Rasa Kemanusiaan Regional 6 Januari 2025

    Besuk Anak Korban Kekerasan Orangtua Angkat, Pj Wali Kota Jayapura: Di Luar Rasa Kemanusiaan
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Penjabat (Pj) Wali Kota
    Jayapura
    Christian Sohilait membesuk AS (5), anak korban kekerasan oleh orangtua angkatnya, di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua, Minggu (5/1/2025).
    Pada kesempatan itu, Christian menegaskan tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak.
    “Saya ingatkan tidak boleh ada kekerasan terhadap anak lagi. Apalagi penganiayaan yang dilakukan seperti yang terjadi pada korban, di luar rasa kemanusiaan,” tegasnya.
     
    Christian menyampaikan, dalam beberapa hari ini, kasus kekerasan yang dialami oleh korban menjadi perbincangan publik. Sebab, ia dianiaya oleh orangtua angkatnya.
    “Dari hasil penglihatan saya langsung dengan teman-teman dan perawatan yang diberikan, anak ini menjelaskan banyak hal tentang perlakuan orangtua kepada saya,” ungkapnya.
    Christian menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Jayapura.
    Kata Christian, pemerintah daerah akan mengambil alih bagian-bagian yang perlu ditangani, terutama kasus kekerasan terhadap korban.
    “Kami sudah berbicara dengan perawat dan paramedis di sini, serta dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan. Kami akan melihat proses ini dengan baik dan memberikan dukungan yang diperlukan,” katanya.
    Christian berharap, kasus kekerasan terhadap anak seperti yang dialami oleh korban tidak terjadi lagi.
    “Anak-anak adalah masa depan kita. Kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran berat. Pelaku harus dihukum secara berat dan ini harus menjadi contoh bagi yang lain,” ujarnya.
    Christian mengapresiasi masyarakat yang telah melaporkan kasus kekerasan terhadap anak AS di Kota Jayapura.
    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi dan dukungan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga gereja, keluarga, dan masyarakat,” ucapnya.
    Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota, Komisaris Besar Polisi Victor Mackbon mengatakan bahwa kedua pelaku yang merupakan orangtua angkat dari korban telah ditetapkan sebagai tersangka.
    “Kedua pelaku berinisial NS (36) dan JS (36), merupakan suami istri sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.
    Kedua orangtua angkat itu dijerat dengan Pasal 76c jo Pasal 80 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
    “Pelaku diancam penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” ungkapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Januari 2025

    Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan Makassar 6 Januari 2025

    Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 6 Januari 2025, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan
    Tim Redaksi
    Pekanbaru, KOMPAS.com
    – Halaman ini memuat informasi
    prakiraan cuaca
    Pekanbaru, Riau, untuk hari ini Senin 6 Januari 2025 dan besok Selasa 7 Januari 2025.
    Silakan simpan halaman ini untuk mengetahui prakiraan cuaca Pekanbaru. Jangan ke luar rumah sebelum Anda baca artikel ini. Data prakiraan cuaca diambil dari BMKG.go.id
    Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini
    Per Jam
    Senin 6 Januari 2025
    Prakiraan Cuaca
    Pekanbaru Besok
    Selasa 7 Januari 2025
    Di Indonesia, informasi prakiraan cuaca setiap daerah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
    Setiap pagi, kita bisa melihat informasi perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
    Prakiraan cuaca
    dilakukan oleh seorang
    forecaster
    (prakirawan cuaca)
    Pembuatan prakiraan cuaca juga dibantu dengan teknologi pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer yakni model
    Numerical Weather Prediction
    (NWP).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Babak Baru Kasus Penembakan Bos Rental Mobil, Penyewa dan Penadah Jadi Tersangka
                        Megapolitan

    1 Babak Baru Kasus Penembakan Bos Rental Mobil, Penyewa dan Penadah Jadi Tersangka Megapolitan

    Babak Baru Kasus Penembakan Bos Rental Mobil, Penyewa dan Penadah Jadi Tersangka
    Editor
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polisi resmi menetapkan dua tersangka dalam kasus penembakan di rest area Tol
    Tangerang
    -Merak yang menewaskan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (48).
    “Terkait kasus penembakan, Polresta Tangerang telah menetapkan saudara AS (Ajat Sudrajat) dan I sebagai tersangka,” ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Purbawa, Minggu (5/1/2025).
    AS diketahui sebagai orang yang pertama kali menyewa mobil Honda Brio milik Ilyas, sementara I adalah pihak yang menerima mobil tersebut.
    “Keduanya sudah cukup bukti dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku lain,” kata Purbawa.
    Mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang diduga menjadi pelaku penembakan, Purbawa menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Puspom TNI AL.
    “Terkait kasus penembakan di KM 45, kami sudah berkoordinasi dengan Puspom TNI AL. Nantinya, Puspom dan kami akan melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti bila ada keterlibatan oknum dari TNI AL,” kata Purbawa.
    Kasus ini bermula sehari sebelum insiden, Ajat menyewa mobil Honda Brio milik Ilyas. Pada 1 Januari 2025, perangkat GPS pada mobil ditemukan rusak.
    Menurut Agam Muhammad (26), putra korban, tim rental melacak mobil hingga ke Pandeglang.
    Saat berhasil menemukan kendaraan di pertigaan Saketi, pelaku mengacungkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AL.
    “Kami tetap melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke Rest Area KM 45
    Tol Tangerang-Merak
    ,” ungkap Agam.
    Di lokasi tersebut, situasi memanas. Setelah pelaku terkepung, rekan pelaku datang dengan mobil lain dan membawa senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tambah Agam.
    Insiden itu menyebabkan Ilyas terkena luka tembak di dada dan tangan, sementara anggota tim rental, Ramli, mengalami luka tembak yang menembus tangan hingga perut. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Balaraja.
    “Sayangnya, ayah saya tidak dapat diselamatkan,” ujar Agam.
    Ilyas meninggal dunia akibat luka tembak serius, sedangkan Ramli masih menjalani perawatan intensif.
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku adalah anggota aktif TNI AL.
    “Apabila terbukti bersalah, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jenderal Agus.
    Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa Ilyas tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan saksi-saksi yang terlibat.
    Polisi bersama Puspom TNI AL terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian kejahatan dalam insiden ini.
    (Reporter: Shinta Dwi Ayu, Intan Afrida Rafni | Editor: Akhdi Martin Pratama, Jessi Carina)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Kritik Polisi yang Diduga Abaikan Laporan Bos Rental Mobil, Kompolnas: Harusnya Punya Insting
                        Megapolitan

    3 Kritik Polisi yang Diduga Abaikan Laporan Bos Rental Mobil, Kompolnas: Harusnya Punya Insting Megapolitan

    Kritik Polisi yang Diduga Abaikan Laporan Bos Rental Mobil, Kompolnas: Harusnya Punya Insting
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Komisi Kepolisian Nasional (
    Kompolnas
    ) mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kepolisian Sektor (Polsek)
    Polsek Cinangka
    .
    Pasalnya, Polsek Cinangka diduga diduga lepas tangan saat menerima laporan dari
    bos rental mobil
    yang tewas ditembak di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada Kamis (2/1/2025).
    Ketua Harian Kompolnas Arif Wicaksono Sudiutomo menyatakan, seharusnya kepolisian tak begitu saja mengabaikan laporan korban.
    “Minimal mereka kan ambil data awal, siapa yang melapor, namanya siapa, dia melapor masalah mobil, mobilnya rental dari mana misalkan seperti itu,” ungkap Arif kepada
    Kompas.com
    , Minggu (5/1/2025).
    Arif menegaskan bahwa polisi seharusnya memiliki insting yang kuat dalam menangani laporan.
    Menurut Arif, Kapolsek Cinangka seharusnya menugaskan anggotanya untuk mengikuti pelapor guna memastikan kebenaran laporan yang diberikan.
    “Seharusnya, Kapolsek Cinangka bisa menugaskan anak buahnya untuk mengikuti pelapor benar tidak dia, satu atau dua orang,” jelasnya.
    Meskipun bukan dalam bentuk pendampingan, lanjut Arif, Kapolsek tetap dapat membuntuti korban karena memiliki kewenangan dalam tugas penyelidikan atau surveilans.
    “Jadi, bukan pendampingan. Namun, mengikuti karena polisi memiliki kewenangan tugas lidik atau surveilans,” ucapnya.
    Akibatnya, bos rental mobil bernama Ilyas Abdurrahman (48) tewas tertembak anggota TNI di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
    Kejadian itu bermula saat Ilyas dan timnya mengejar mobil Honda Brio miliknya yang diduga dibawa kabur oleh penyewa.
    Dua dari tiga GPS yang terpasang di mobil tersebut dirusak oleh pelaku, sementara satu GPS yang masih aktif menunjukkan bahwa mobil berada di Pandeglang.
    Sebelum berangkat ke Pandeglang, Agam, anak Ilyas, sempat menghubungi penyewa mobil, Ajat Sudrajat. Namun, Ajat memblokir nomor WhatsApp IA.
    Tanpa berpikir panjang, Ilyas bersama Agam Muhammad (26) dan timnya mencegat mobil Honda Brio di pertigaan Saketi.
    Namun saat dicegat, berdasarkan pengakuan korban, para pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengaku sebagai anggota TNI AU.
    Setelah itu, mobil rombongan Ilyas ditabrak oleh mobil Sigra Hitam milik teman para pelaku. Mereka melarikan diri dengan membawa mobil Honda Brio dan Sigra Hitam.
    Saat dilacak kembali, mobil Honda Brio itu diketahui dibawa ke kawasan Pucung dan Carita.
    Di tengah perjalanan mengejar mobilnya, Ilyas dan tim sempat meminta pendampingan polisi di polsek terdekat.
    “Setelah sowan ke Polsek, mereka tidak mau mendampingi meski kami tahu pelaku membawa senjata api,” ujar Agam.
    Agam juga menambahkan bahwa dirinya telah menunjukkan bukti kepemilikan mobil yang dicuri, namun polisi tetap enggan untuk melakukan pendampingan.
    “Kami dikira pihak leasing, padahal kami sudah infokan bahwa itu mobil rental, mobil pribadi dan kami bawa bukti kepemilikan lengkap, BPKB, STNK, dan kunci satu,” ungkapnya.
    Karena ditolak, Agam dan tim kembali mengejar pelaku hingga ke rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak secara mandiri, di mana IA akhirnya ditembak oleh para pelaku hingga tewas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Shin Tae-Yong Dipecat? Kolom Komentar Instagram Erick Thohir Dipenuhi Pertanyaan Netizen
                        Nasional

    7 Shin Tae-Yong Dipecat? Kolom Komentar Instagram Erick Thohir Dipenuhi Pertanyaan Netizen Nasional

    Shin Tae-Yong Dipecat? Kolom Komentar Instagram Erick Thohir Dipenuhi Pertanyaan Netizen
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kolom komentar di akun Instagram resmi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (
    PSSI
    )
    Erick Thohir
    dipenuhi pertanyaan dari warganet setelah kabar pemecatan
    Shin Tae-yong
    (STY) dari kursi pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
    Kritik tersebut muncul di tengah postingan Erick yang mengumumkan bahwa pemain keturunan Indonesia, Ole Romeny, resmi bergabung dengan klub Oxford United.
    “Tahun baru, klub baru, dan semangat baru untuk memberikan yang terbaik. Selamat datang dan selamat bergabung di Oxford United. Welcome, Ole!”
    tulis Erick di akun @erickthohir pada Minggu (5/1/2025).
    “Thank you Erick ??,” tulis akun @oleromeny di kolom komentar unggahan Erick itu.
    A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)
    Namun, postingan tersebut bukannya mengomentari soal Ole, warganet malah mempertanyakan keputusan PSSI terkait status STY sebagai pelatih Timnas Indonesia.
    “Pak tolong kasih jawaban yang jelas tentang coach STY,”
    tulis akun @iq************ di kolom komentar.
    Banyak netizen menunjukkan kekhawatiran mengenai nasib Timnas Indonesia setelah ditinggal pelatih asal Korea Selatan itu.
    “STY stay atau reputasi Pak Erick dan PSSI turun lagi?”
    tulis akun @el********.
    Dari ribuan komentar yang masuk, mayoritas netizen mengekspresikan keberatan atas kabar pemecatan STY.
    Bahkan, sejumlah komentar menyertakan hastag #STYStay dan #SaveSTY.
    “Kami tidak rela kalau sampai STY dipecat cuma gara-gara Piala AFF. Komitmen dan target sebenarnya adalah round 3. Kita ada di posisi 3 meskipun poin kita sama dengan peringkat terakhir, tetapi rasa optimisme kita sedang naik dan mimpi ke Piala Dunia itu semakin dekat. Pliss sudahi kegaduhan ini, tunggu STY selesaikan tugas sampai round 3 selesai,”
    tulis akun @an*********.
    Hingga berita ini ditulis, postingan tersebut telah mendapatkan 87.800 like dan dikomentari oleh 3.506 netizen.
    Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir dijadwalkan akan memberikan keterangan pers terkait kabar pemecatan pelatih tim nasional (Timnas) Indonesia, Shin Tae-yong (STY), Senin (6/1/2025).
    Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali. Ia menyatakan bahwa konferensi pers akan dilaksanakan pukul 12.00 WIB di Menara Danareksa, Jakarta.
    “Besok jam 12 Ketum (Erick Thohir) akan Konpers di Menara Danareksa,” ujar Zainudin saat dihubungi
    Kompas.com
    , Minggu (5/1/2025).
    Kompas.com
    juga telah menerima undangan resmi untuk menghadiri konferensi pers tersebut, yang akan berlangsung di Aryanusa Ballroom 1, lantai 2 Menara Danareksa. Kabar mengenai status STY mencuat setelah pelatih asal Korea Selatan itu gagal membawa Timnas Indonesia melaju ke semifinal ASEAN Cup 2024.
    Terkait kabar tersebut, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, menekankan pentingnya fokus pada target besar PSSI, yaitu membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
    “PSSI jelas punya target besar menuju ke Piala Dunia, perlu dukungan semua pihak untuk bertransformasi menuju ke yang lebih baik dari segala sisi,” ujar Vivin, Minggu.
    Konferensi pers besok diharapkan memberikan kejelasan mengenai masa depan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.