Category: Kompas.com Metropolitan

  • 10
                    
                        Anggota TNI AL Pakai Senjata Negara untuk Tembak Bos Rental Mobil
                        Nasional

    10 Anggota TNI AL Pakai Senjata Negara untuk Tembak Bos Rental Mobil Nasional

    Anggota TNI AL Pakai Senjata Negara untuk Tembak Bos Rental Mobil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Panglima Komando Armada
    TNI
    Angkatan Laut Laksamana Madya (Laksdya) Denih Hendrata mengatakan, Sertu AA, pelaku penembakan terhadap bos rental mobil di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak, menggunakan senjata yang melekat padanya saat melancarkan aksinya.
    “Masalah status senjata, senjata itu, senjata inventaris yang melekat karena jabatan dari AA itu adalah ADC (
    aide de camp
    ). ADC ini ajudan,” kata Denih saat konferensi pers di Jakarta, Senin (6/1/2025).
    “Sehingga, ketika dia mendapat tugas itu, sudah SOP (
    standar operasional procedure
    ) senjata itu melekat,” ujarnya.
    Namun, Denih tidak mengungkap Sertu AA ajudan siapa.
    Ia juga memastikan bahwa senjata yang digunakan Sertu AA untuk melakukan aksinya bukanlah senjata rakitan.
    “Kemudian, tadi sudah dijawab ya bahwa ini sudah ada SOP-nya, ada surat perintahnya segala macam. Nah, kemudian tentu bukan senjata rakitan,” ujarnya.
    Sebagai informasi, ada tiga oknum
    TNI AL
    yang diduga terlibat dalam peristiwa
    penembakan bos rental mobil
    di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Dua yang lainnya yaitu Sertu RH dan KLK BA.
    Dari ketiga orang itu, dua di antaranya merupakan anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska), sementara satu lainnya merupakan anggota KRI Bontang.
    Ketiganya saat ini telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (
    Puspomal
    ).
    Puspomal memastikan akan melakukan penegakkan hukum terhadap ketiga pelaku bila terbukti melakukan tindak pidana.
    Selain itu, Puspomal akan berkoordinasi dengan Polda Banten dalam mengusut perkara ini.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Turun Rp 10 Juta dari Usulan, Biaya Haji 2025 Diusulkan Jadi Rp 55,5 Juta
                        Nasional

    9 Turun Rp 10 Juta dari Usulan, Biaya Haji 2025 Diusulkan Jadi Rp 55,5 Juta Nasional

    Turun Rp 10 Juta dari Usulan, Biaya Haji 2025 Diusulkan Jadi Rp 55,5 Juta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, mengungkapkan bahwa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibebankan kepada jemaah Haji 2025 kini turun menjadi Rp 55,5 juta.
    Adapun biaya haji yang diusulkan sebelumnya sebesar Rp 65 juta.
    Hal tersebut disampaikan Hilman dalam rapat antara Kemenag dan Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (6/1/2025).
    “Hadirin yang terhormat, komponen yang dibebankan langsung kepada jemaah haji, dengan menggunakan asumsi dasar di atas, pemerintah mengusulkan bahwa biaya untuk besaran Bipih 1446 Hijriah atau 2025 sebesar Rp 55.593.201,57,” ujar Hilman.
    Hilman menjelaskan bahwa untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 telah turun menjadi Rp 89.666.469,26, sementara nilai manfaat yang diberikan mencapai Rp 34.073.267,69.
    Dengan demikian, beban yang diberikan kepada jemaah Haji 2025 adalah 68 persennya, atau Rp 55.593.201,57.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Propam Pastikan Anggota Polsek Cinangka Bersalah, Abaikan Laporan Bos Rental Mobil
                        Megapolitan

    2 Propam Pastikan Anggota Polsek Cinangka Bersalah, Abaikan Laporan Bos Rental Mobil Megapolitan

    Propam Pastikan Anggota Polsek Cinangka Bersalah, Abaikan Laporan Bos Rental Mobil
    Penulis
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Propam Polri telah memastikan bahwa anggota Polsek Cinangka, Banten, terbukti bersalah dalam mengabaikan laporan yang berujung pada
    penembakan bos rental mobil
    , Ilyas Abdurrahman (48), di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
    Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam, ditemukan bahwa anggota Polsek Cinangka, Brigadir Deri Andriani, dan Bripka Dedi tidak melakukan tindakan yang semestinya ketika menerima laporan tersebut.
    “Seharusnya sebagai anggota Polri, dia melakukan pendampingan, tetapi ini tidak. Sehingga dalam pemeriksaan penyidik dari Propam, ini adalah dugaan pelanggaran,” ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers, Senin (6/1/2025), dikutip dari tayangan 
    Kompas TV
    .
    Laporan tersebut disampaikan oleh Agam, putra korban, yang melaporkan bahwa mobil rental milik ayahnya telah dibawa kabur oleh penyewa dan adanya dugaan penggelapan kendaraan.
    Awalnya, Agam dan tim yang tergabung dalam komunitas rental datang ke Polsek Cinangka pada Kamis (2/1/2025) pukul 02.30 WIB.
    Agam dan teman-temannya diterima oleh Brigadir Deri Andriani dan Bripka Dedi Irwanto. Namun, bukannya memberikan pendampingan, anggota polisi itu malah menyarankan Agam untuk membawa surat resmi dari pihak leasing. Padahal, dokumen yang diperlukan telah disediakan.
    “Nah, dokumennya ini pun sudah disampaikan sebenarnya oleh saudara Agam, baik itu BPKB, STNK, maupun kunci cadangan. Jadi, seharusnya memang anggota kita itu melakukan pendampingan, tetapi tidak dilakukan karena merasa kekuatannya sedikit, jadi tidak berimbang,” kata Suyudi.
    Menurut Suyudi, anggota polisi yang bertugas piket tersebut sebenarnya dapat meminta bantuan dari Polres atau anggota reserse di Polsek untuk melakukan pendampingan, namun hal itu tidak dilakukan.
    “Seharusnya anggota kita bisa meminta tambahan, ke Polres misalnya, atau anggota reserse di Polsek itu sendiri. Tetapi kenapa itu tidak dilakukan?” ujarnya.
    Sebagai akibat dari tindakan yang tidak profesional ini, Propam Polda Banten menemukan adanya pelanggaran terhadap ketidakprofesionalan Brigadir Deri Andriani dan satu anggota piket lainnya.
    “Tentu saja anggota ini akan kami tindak tegas, baik secara etika yang sanksinya dapat berupa demosi, bahkan yang terberat adalah PTDH,” tambah Suyudi.
    Suyudi juga menekankan bahwa Kapolsek Cinangka, sebagai pimpinan di Polsek tersebut, turut bertanggung jawab atas kelalaian ini.
    “Begitu juga Kapolsek, sebagai pimpinan di Polsek tersebut, dia tidak melakukan pengawasan dan pengendalian dengan baik. Tentunya juga akan kami kenakan sanksi, baik demosi, maupun yang terberat adalah PTDH,” ucapnya.
    Kasus ini bermula sehari sebelum insiden, saat Ajat menyewa mobil Honda Brio milik Ilyas. Pada 1 Januari 2025, perangkat GPS pada mobil tersebut ditemukan rusak.
    Menurut Agam, tim rental melacak mobil hingga ke Pandeglang. Saat berhasil menemukan kendaraan di pertigaan Saketi, pelaku mengacungkan senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI AL.
    “Kami tetap melanjutkan pengejaran menggunakan GPS hingga ke Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak,” ungkap Agam.
    Di lokasi tersebut, situasi memanas. Setelah pelaku terkepung, rekan pelaku datang dengan mobil lain dan membawa senjata api.
    “Terjadi tembakan sekitar empat sampai lima kali. Saya dan beberapa tim sempat kabur mencari perlindungan,” tambahnya.
    Insiden tersebut menyebabkan Ilyas terkena luka tembak di dada dan tangan, sementara anggota tim rental, Ramli, mengalami luka tembak yang menembus tangan hingga perut. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Balaraja.
    “Sayangnya, ayah saya tidak dapat diselamatkan,” ujar Agam.
    Ilyas meninggal dunia akibat luka tembak serius, sedangkan Ramli masih menjalani perawatan intensif.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Ini Menu Perdana Makan Bergizi Gratis di Banyumas, Nilainya Tak Sampai Rp 10.000
                        Regional

    5 Ini Menu Perdana Makan Bergizi Gratis di Banyumas, Nilainya Tak Sampai Rp 10.000 Regional

    Ini Menu Perdana Makan Bergizi Gratis di Banyumas, Nilainya Tak Sampai Rp 10.000
    Tim Redaksi
    BANYUMAS, KOMPAS.com –
    Kabupaten
    Banyumas
    , Jawa Tengah, resmi meluncurkan
    program makan bergizi
    gratis mulai Senin (6/1/2025).
    Pada tahap awal, program ini menyasar 2.740 siswa di beberapa sekolah, termasuk SD Negeri 1 Kranji
    Purwokerto
    , TK Pamardi Siwi Purwokerto, dan SMK Negeri 2 Purwokerto.
    Pj Bupati Banyumas, Iwanuddin Iskandar, menjelaskan bahwa menu yang disajikan dalam program ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, dengan perhitungan dari ahli gizi.
    “Karbohidratnya nasi, sayur pokcoy ada suwiran ayam dan tahu, ayam, buah semangka, dan susu,” kata Iwanuddin saat peluncuran program makan bergizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Umum Brobahan, Purwokerto.
    Iwanuddin menambahkan bahwa nilai dari menu yang disajikan tidak sampai Rp 10.000.
    “Nilainya tadi saya tanyakan ke pimpinan di sini tak sampai Rp 10.000,” ujarnya.
    Lebih lanjut, Iwanuddin memastikan bahwa semua menu yang disajikan telah melalui proses pemeriksaan untuk memastikan kelayakan konsumsi.
    “Kami mengambil sampel untuk mengetahui kualitas makanan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Dari dua sampel yang diambil, layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.
    Dengan peluncuran ini, diharapkan siswa di Banyumas dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik untuk mendukung kesehatan dan perkembangan mereka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Tak Penuhi Panggilan KPK, Hasto Kristiyanto Disebut Ada di Indonesia
                        Nasional

    7 Tak Penuhi Panggilan KPK, Hasto Kristiyanto Disebut Ada di Indonesia Nasional

    Tak Penuhi Panggilan KPK, Hasto Kristiyanto Disebut Ada di Indonesia
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli mengatakan, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto ada di Indonesia meski tidak dapa memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/1/2025).
    “Pastinya di Indonesia,” kata Guntur kepada
    Kompas.com
    , Senin.
    Guntur menjelaskan, Hasto tidak bisa memenuhi panggilan KPK karena menghadiri rangkaian kegiatan hari ulang tahun PDI-P.
    Ia mengeklaim, Hasto sudah dijadwalkan menghadiri acara tersebut sehingga meminta pemeriksaan KPK dijadwalkan ulang.
    “Kami minta dijadwal ulang,” ujar Guntur.
    Sedianya, Hasto diperiksa KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR dana perintangan penyidikan perkara Harun Masiku pada Senin hari ini.
    KPK telah mengumumkan Hasto sebagai tersangka kasus suap dan perintangan penyidikan pada Selasa (24/12/2024) lalu.
    Selain Hasto, KPK juga menetapkan staf Hasto, Donny Tri Istiqomah, sebagai tersangka kasus suap.
    Dalam kasus ini, Hasto diduga memberikan uang untuk menyuap Wahyu Setiawan agar Harun Masiku ditetapkan sebagai anggota DPR.
    Selain itu, Hasto juga diduga merintangi penyidikan dengan memerintahkan Harun Masiku melarikan diri saat hendak ditangkap dan menginstruksikan saksi untuk memberikan keterangan yang tidak benar.
    Sementara itu, Hasto menyatakan menghormati langkah KPK yang menetapkannya sebagai tersangka.
    Hasto mengeklaim, ia sudah menyadari berbagai risiko yang mungkin dihadapinya ketika mengkritik kekuasaan, termasuk dikriminalisasi.
    “Kami adalah warga negara yang taat hukum. PDI Perjuangan adalah partai yang menjunjung tinggi supremasi hukum,” kata Hasto.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sengketa Tanah Sirkuit Mandalika Belum Tuntas, Gubernur Terpilih NTB Akan Pelajari
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Sengketa Tanah Sirkuit Mandalika Belum Tuntas, Gubernur Terpilih NTB Akan Pelajari Regional 6 Januari 2025

    Sengketa Tanah Sirkuit Mandalika Belum Tuntas, Gubernur Terpilih NTB Akan Pelajari
    Tim Redaksi
    LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com 
    – Gubernur terpilih Nusa Tenggara Barat (
    NTB
    ) periode 2025-2029, Lalu Muhammad Iqbal, menyebut akan mempelajari persoalan sengketa tanah di
    Sirkuit Mandalika
    yang tak kunjung menemukan titik temu.
    “Nanti kita pelajari dulu, saya belum dilantik,” kata Iqbal kepada
    Kompas.com
    saat menghadiri acara tasyakuran kemenangannya di Gor Praya
    Lombok Tengah
    , Senin (6/1/2024).
    Iqbal mengatakan akan mengambil tindakan setelah dilantik menjadi gubernur. Menurut dia, persoalan tersebut harus dipelajari secara mendalam untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan.
    “Nanti kalau sudah dilantik, kita lihat dulu, kita pelajari dulu situasinya. Baru kita bisa mengambil keputusan,” ujarnya.
    Informasi sebelumnya, Amaq Bengkok menggugat Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Pengadilan Negeri Praya. Dia menggugat ITDC telah melakukan perbuatan melawan hukum atas tanah yang diklaim milik Amaq Bengkok.
    Dalam gugatannya, Amaq Bengkok meminta majelis hakim menyatakan bahwa sertifikat HPL tersebut cacat hukum. Amaq Bengkok juga meminta ganti rugi moril sebesar Rp 500 juta dan materil sebesar Rp 250 juta ditambah ganti pembayaran tanah seluas 15,25 hektare atau setara Rp 45,77 miliar dengan harga Rp 300 juta per are.
    Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari mengatakan, klaim atas tanah yang disampaikan Amaq Bengkok atas tanah HPL (Hak Pengelolaan Lahan) ITDC nomor 73 seluas 122,32 hektare sebagaimana dalam pemberitaan tersebut, faktanya tanah yang diklaim merupakan tanah Hak Pengelolaan ITDC sebagaimana sah diputuskan secara final dan mengikat atau inkrah pada 2021.
    Atas gugatan itu, setelah memeriksa bukti-bukti dari kedua pihak, yakni ITDC dan Amaq Bengkok, majelis hakim memutus dan menyatakan bahwa dokumen yang dimiliki Amaq Bengkok cacat hukum dan tidak sah.
    Majelis hakim pun menegaskan bahwa tanah yang digugat ataupun diklaim Amaq Bengkok tersebut dapat dibuktikan sah dan benar secara hukum merupakan hak atas tanah ITDC.
    Namun, keputusan hakim tersebut tidak merubah tekad Amaq Bengkok, dia masih tetap tinggal di tanah yang dianggap miliknya tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Makan Bergizi Gratis Belum Digelar Hari Ini di Gunungkidul
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Makan Bergizi Gratis Belum Digelar Hari Ini di Gunungkidul Regional 6 Januari 2025

    Makan Bergizi Gratis Belum Digelar Hari Ini di Gunungkidul
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA,KOMPAS.com –
    Pemerintah akan melaksanakan program
    Makan Bergizi Gratis
    (
    MBG
    ) mulai hari ini Senin (6/1/2025).
    Salah satu lokasi MBG dalam daftar ada di Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta. 
    Namun demikian, belum bisa dilaksanakan tepat waktu. Dinas Pendidikan Gunungkidul masih menunggu informasi resmi.
    “Belum ada informasi resmi mas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati saat dihubungi melalui telepon Senin. 
    Dikatakannya, pihaknya akan menginformasikan jika ada informasi resmi dari pemerintah pusat. 
    “Nanti kami informasikan lebih lanjut kalau sudah ada informasi resmi,” kata Nunuk. 
    Sebelumnya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPD DI Yogyakarta melakukan uji coba MBG yang menggunakan ikan dari produksi lokal Gunungkidul.
    Uji coba ini dilakukan bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fakultas Vokasi dilaksanakan di SD Negeri Nglindur, Girisubo. Kamis (12/12/2024). 
    “Kami menginisiasi uji coba makan siang bergizi gratis yang sudah akan menjadi program nasional dimulai tanggal 2 Januari 2025 karena sudah dekatnya waktu kami berusaha semaksimal mungkin bekerjasama dengan UNY fakultas Vokasi sehingga menyiapkan uji coba ini,” Kata Ketua HNSI DPD DIY KPH Wironegoro ditemui di SD Negeri Nglindur.
    Dekan Fakultas Vokasi UNY Prof Komarudin menilai anggaran MBG harus rasional. Anggaran Rp10.000 dengan kondisi saat ini cukup sulit mewujudkannya. 
    Dia mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan UNY di Gunungkidul apakah dapurnya mampu memasak untuk program ini, termasuk harganya. 
    “Mampu tidak tergantung berapa porsi ya, kita belum dapat kepastian berapa porsi yang harus disiapkan. Termasuk harga yang ditetapkan, kalau Rp10.000 mau gizi seperti apa yang diharapkan dari Rp10.000 untuk saat ini,” kata Komarudin.
    Dikatakannya dengan menu yang disajikan di SDN Nglindur, diperkirakan seharga Rp 28.000- Rp 30.000, dengan nilai gizi sekitar 846 kilo kalori ideal anak sekali makan. Adapun idealnya untuk anak 1800 kilo kalori perhari. 
    Dari pengamatan Kompas.com, uji coba
    makan bergizi gratis
    oleh HNSI berisi nasi putih, ikan cakalang sarden, tahu goreng, cap cay sayur, sambal Gunungkidul, dan pisang mas. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cabuli Siswa, Guru SMA di Kupang Jadi Tersangka
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Cabuli Siswa, Guru SMA di Kupang Jadi Tersangka Regional 6 Januari 2025

    Cabuli Siswa, Guru SMA di Kupang Jadi Tersangka
    Tim Redaksi
    KUPANG, KOMPAS.com
    – Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (
    NTT
    ), menetapkan status tersangka kepada guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota
    Kupang
    , berinisial PFKL(34).
    Guru honorer itu dijadikan tersangka karena diduga mencabuli dua siswa berinisial IG (16) dan DP (16).
    “Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua korban ini dicabuli sejak SMP (Sekolah Menengah Pertama),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Patar Silalahi, kepada
    Kompas.com
    , Minggu (5/1/2025).
    Kedua korban, lanjut Patar, dicabuli sejak SMP dan baru berakhir pada bulan Agustus 2024.
    “Korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku sejak korban masih duduk di bangku kelas II SMP atau sejak tahun 2021,” ujar dia.
    Kekerasan ini dialami korban hingga duduk di bangku kelas II SMA.
    Korban mengaku dicabuli di kamar mandi SMP dan saat di bangku SMA dialami di tempat tinggal pelaku, yang merupakan guru seni tari.
    Pencabulan sesama jenis itu terungkap setelah orangtua salah satu korban melihat percakapan dalam telepon genggam anaknya dengan pelaku PFKL.
    Isi percakapan itu membahas tentang seks yang mengarah ke hubungan sesama jenis.
    Orangtua lalu menanyakan kepada korban dan diakui korban. Korban pun mengaku ada temannya juga mengalami hal yang sama. Karena tak terima, orangtua lalu melaporkan kejadian itu ke Polda NTT.
    Usai menerima laporan, polisi pun mencari keberadaan pelaku yang juga merupakan pelatih sanggar tari.
    Polisi menuju tempat tinggal pelaku di Perumahan Oebufu Permai, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, namun tak ditemukan.
    Pelaku diketahui sedang berlibur di kampung halamannya di Kabupaten Flores Timur dan akan kembali ke Kota Kupang dengan menggunakan kapal Fery.
    Setelah tiba di Pelabuhan Bolok pada Sabtu (4/1/2025) subuh, pelaku akhirnya dibekuk.
    Pelaku digelandang ke Markas Polda NTT untuk diinterogasi dan langsung ditahan.
    “Saat ini, kasusnya sudah dalam proses sidik. Tersangka pun sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Patar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wisatawan Keluhkan Sampah Menumpuk di Pinggir Telaga Sarangan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        6 Januari 2025

    Wisatawan Keluhkan Sampah Menumpuk di Pinggir Telaga Sarangan Surabaya 6 Januari 2025

    Wisatawan Keluhkan Sampah Menumpuk di Pinggir Telaga Sarangan
    Tim Redaksi
    MAGETAN, KOMPAS.com
    – Pengunjung destinasi wisata
    Telaga Sarangan
    , Kabupaten
    Magetan
    , Jawa Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir telaga.
    Pada Minggu (5/1/2024) pagi, sampah terlihat menumpuk di tepi tanggul telaga. Hal itu mengganggu wisatawan yang sedang menikmati nasi pecel dan sate kelinci di bangku maupun tanggul telaga.
    “Mengganggu sebetulnya, tapi mau bagaimana. Adanya tempat untuk makan di pinggir telaga di samping sampah,” ujar Santi, pengunjung dari Kota Madiun, Minggu.
    Santi menyayangkan penanganan sampah yang kurang diperhatikan oleh pengelola destinasi wisata Telaga Sarangan. Dia mengaku, pemandangan telaga di kaki Gunung Lawu sangat indah, apalagi cuacanya sejuk.
    “Ke sini karena sejuk, terus pemandangan indah, makanan murah dan enak. Enggak masalah makan di samping sampah, tapi sebaiknya pagi sudah bersih karena banyak pengunjung yang memilih sarapan di pinggir telaga,” imbuhnya.
    Pengunjung dari Kabupaten Jombang yang dipanggil Gus Jek mengaku sudah tiga kali ke Sarangan bersama keluarga besarnya.
    Selain soal sampah, ia juga mengeluhkan tidak adanya ATM.
    “Ada bangunan ATM tapi belum berfungsi. Hotel maupun rumah makan juga belum menerapkan pembayaran digital jadi agak susah kalua butuh uang
    cash
    . Harusnya destinasi sebesar ini sudah ada ATM,” katanya.
    Penempatan tempat sampah yang berada di bibir telaga menurutnya juga kurang estetik dan mengurangi kenyamanan pengunjung telaga. Dia bersama keluarga besarnya yang terlihat makan nasi pecel di samping tumpukan sampah berharap pengelola memperhatikan kebersihan sampah.
    “Harusnya sudah dibersihkan malam hari sehingga pagi kita bsia nyaman sarapan di pinggir telaga,” katanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Warga Diimbau Waspada
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2025

    Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Warga Diimbau Waspada Regional 6 Januari 2025

    Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Warga Diimbau Waspada
    Tim Redaksi
    LEMBATA, KOMPAS.com
     – Aktivitas vulkanik
    Gunung Ile Lewotolok
    di Kabupaten
    Lembata
    , Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat. Warga sekitar maupun pengunjung diimbau waspada.
    Kepala
    Badan Geologi
    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid mencatat, pada 1-4 Januari 2025, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 10-100 meter dari puncak.
    Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur, tenggara, barat dan barat laut.
    Kemudian, pada 5 Januari 2025, teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang tinggi mencapai 20-100 meter dari puncak, angin lemah ke arah tenggara.
    Sementara hasil pengamatan kegempaan pada 1-4 Januari 2024, terekam 44 kali gempa embusan, 3 kali vulkanik dangkal, 8 kali vulkanik dalam, 6 kali tektonik lokal, dan 8 kali tektonik jauh.
    “Pada 5 Januari 2024 hingga pukul 12.00 Wita, terekam 9 kali gempa embusan, 1 kali vulkanik dangkal, 1 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali tektonik lokal dan 1 kali gempa tektonik jauh,” ujar Wafid dalam keterangannya, Senin (6/1/2025).
    Wafid mengungkapkan, secara umum, teramati adanya peningkatan aktivitas di kawah berupa embusan asap berwarna putih hingga kelabu dari sebelumnya hanya berwarna putih.
    Perubahan warna asap ini mengindikasikan adanya material dari dalam kawah atau dinding kawah yang terbawa saat embusan terjadi.
    Berdasarkan hasil pengamatan instrumental, hingga 5 Januari 2024, data seismik menunjukkan gempa embusan masih mendominasi aktivitas.
    Meski begitu, peningkatan signifikan terjadi untuk gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam.
    Selama periode Desember 2024, gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak 43 kali dan vulkanik dalam 183 kali.
    “Rata-rata harian untuk gempa vulkanik dangkal hanya satu kejadian per hari dan gempa vulkanik dalam berkisar 1-5 kejadian per hari,” ujarnya.
    Menurutnya, kemunculan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan yang signifikan pada tubuh Gunung Ile Lewotolok, yang berkaitan dengan suplai magmatik dangkal dan dalam.
    Peningkatan aktivitas seismik ini belum teramati secara signifikan dari data deformasi, seperti pada hasil pengamatan deformasi dengan metode iltmeter, yang menunjukkan perubahan tilt yang masih perlahan atau kecil.
    Demikian juga dari pengukuran jarak dengan EDM (Electronic Distance Measurement) menunjukkan adanya sedikit pemendekan nilai
    tilt
    atau kemiringan yang mengindikasikan perubahan deformasi inflasi atau penggembungan pada tubuh gunung itu.
    Wafid menambahkan, berdasarkan data pemantauan instrumental Gunung Ile Lewotolok terkini, menunjukkan aktivitas kegempaan serta visual yang masih tinggi. Tingkat aktivitas gunung itu masih di level II waspada.
    “Warga atau wisatawan diimbau tidak memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang sudah ditetapkan,” pintanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.