Batu yang Ditemukan di Proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul Ternyata Dudukan Arca
Tim Redaksi
YOGYAKARTA,KOMPAS.com –
Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X memastikan batu yang ditemukan di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon
Prambanan
, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY) merupakan bagian dudukan
arca
.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Septi Indrawati mengatakan temuan tersebut dilaporkan pada 7 Desember 2024.
“Setelah ada temuan, dari pihak pelaksana proyek jalan menyampaikan ke kami. Dari kami setiap hari juga ada yang memantau di situ untuk melakukan pemantauan, karena memang area itu kan banyak temuan,” ujar Septi Indrawati saat dihubungi, Senin (6/01/2025).
Septi menyampaikan dari Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X sudah datang ke lokasi dan melakukan penggalian manual.
Diungkapkan Septi proses penggalian manual memakan waktu 10 hari dimulai pada 11 Desember 2024.
“Kami berkoordinasi dengan pihak proyek agar diberi waktu untuk melakukan penggalian secara manual. Kita tampakan dulu temuanya itu apa,” tuturnya.
Setelah dilakukan penggalian, Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X memastikan batu yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari arca.
“Batu dudukan arca. Panjangnya 2,9 meter, lebar 1,8 meter dan tebal 0,9 meter. Kondisi patah,” ucapnya.
Diungkapkan Septi batu dudukan arca tersebut besar kemungkinan dahulu tidak berada di lokasi penemuan. Batu dudukan arca tersebut kemungkinan runtuh akibat longsor.
Kemudian batu dudukan arca tersebut ikut terbawa material longsor dan tertimbun tanah. Perkiraan tersebut setelah melihat bekas patahan batu dan temuan-temuan sebelumnya di sekitar area tersebut.
Kemudian area penemuan tersebut berada di sekitar tebing.
“Kemungkinan runtuhan dari lokasi di atasnya tampaknya, karena dilihat dari bekas patahan batunya itu dari tempat lain. Faktor yang kemungkinan terjadi itu, dulu pernah ada bencana, salah satu informasi yang kami dapatkan tahun 54 (1954) itu ada tanah longsor,” tuturnya.
Menurut Septi, dilihat secara visual batu dudukan arca tersebut sudah jadi. Hanya saja pihaknya belum dapat memastikan apakah dahulu di atas dudukan tersebut terdapat arca.
“Kalau dilihat tampaknya sudah jadi, tapi apakah sudah jadi itu dulunya menempel di tebing atau mungkin itu barang jadi tapi kemudian tidak dipasang kan kita tidak bisa memastikan, karena bagian atas, kaki, tubuh sama kepala tidak kita temukan,” ungkapnya.
Septi belum dapat memastikan batu dudukan arca yang ditemukan tersebut dari abad berapa. Namun membandingkan dari temuan-temuan di sekitarnya dari akhir abad 9.
“Kalau usia kami enggak bisa langsung memastikan. Kami hanya membandingkan temuan-temuan lain yang ada di Candi Ijo dan sekitar Candi Ijo lainya itu kan temuanya akhir abad 9,” bebernya.
Di sekitar lokasi, lanjut Septi, juga ditemukan blok-blok batu. Besar kemungkinan blok batu tersebut bagian dari struktur bangunan candi atau bangunan lainya.
“Ada yang lain, yang kita perkirakan kemungkinan pondasi dari bangunan,” ucapnya. Dikatakan Septi, Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X terus berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek. Dari pihak pelaksana proyek jalan juga sadar jika lokasi tersebut kawasan cagar budaya.
“Sejak perencanaan jalan itu kita sudah ada pertemuan, jadi memang lokasi itu adalah kawasan cagar budaya, jadi memang harus hati-hati. Jadi kemungkinan kalau ada temuan ya harus seperti ini, koordinasi dan memberikan waktu kepada kami untuk melakukan penyelamatan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Batu berukuran besar yang diduga bagian dari arca ditemukan di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Batu tersebut ditemukan saat pengerjaan proyek Jalan Tembus Prambanan –
Gunungkidul
.
Carik (Sekretaris Desa) Kalurahan Sambirejo, Mujimin, mengatakan batu tersebut ditemukan saat pekerja melakukan pengerjaan proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul.
“Kemarin sewaktu pengerukan proyek jalan ini kebetulan ditemukan sepotong batu yang itu,” ujar Mujimin saat ditemui di lokasi penemuan, Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Senin (6/01/2025).
Mujimin menyampaikan batu yang ditemukan berukuran cukup besar. Selain itu di bagian atas batu juga terdapat pahatan berupa motif.
“Saya melihat ini bagian dari arca. Bentuknya batu utuh, ada seperti pola, ada beberapa pola tapi ini memang lama itu bukan pola yang baru,” ungkapnya.
Diungkapkan Mujimin, proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul yang di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan memang tidak jauh dari Cagar Budaya Situs
Arca
Gupolo.
Lokasi proyek jalan tersebut tepatnya berada di sisi selatan kawasan situs Gupolo. Sehingga menjadi hal yang wajar di lokasi tersebut lanjut Mujimin ditemukan benda peminggalan jaman dahulu.
“Kebetulan dekat sekali dengan Situs Gupolo sehingga ini sangat wajar,” ungkapnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/03/06/65e87792dd584.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Batu yang Ditemukan di Proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul Ternyata Dudukan Arca Regional
-
/data/photo/2025/01/07/677c2cd034f45.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengendara Motor Terluka Usai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Sidoarjo Surabaya 7 Januari 2025
Pengendara Motor Terluka Usai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Sidoarjo
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Seorang pria asal Surabaya, Jawa Timur, tertimpa sebuah pohon ketika melintas di
Sidoarjo
pada Senin (6/1/2025). Akibatnya, korban mengalami pendarahan di bagian hidung hingga sesak napas.
Kepala BPBD Sidoarjo Mustain Balasan mengatakan, pengendara motor yang tertimpa pohon tersebut adalah Fakhri Achmad Rinaldi (28), warga Jalan Rungkut Barata, Surabaya.
“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sekitar pukul 13.30 WIB, menyebabkan pohon sono tumbang di Jalan Raya Juanda,” kata Mustain saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2025).
Kemudian, Fakhri yang ketika itu tengah menaiki sepeda motornya, Yamaha N-Max dengan nomor L 2293 ACG, melintas di lokasi. Akhirnya, dia pun tertimpa pohon roboh tersebut.
“(Setelah tertimpa pohon) kondisi korban hanya menderita luka ringan, mengalami pendarahan di hidung, sesak napas, nyeri pada tubuh dan tidak ada indikasi patah tulang,” jelasnya.
“Korban tertimpa pohon dibawa ke Rumah Sakit Sheila Medika Sedati, Sidoarjo. Untuk sepeda motor korban mengalami kerusakan ringan,” tambahnya.
Selanjutnya, kata Mustain, sejumlah petugas gabungan langsung membersihkan sisa pohon yang roboh tersebut. Sebab, tangkainya mengganggu para pengguna jalan yang melintas.
“BPBD Sidoarjo telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim), TNI dan Polri. Kami melakukan pemotongan dan pembersihan pohon yang tumbang di Jalan Raya Juanda,” ujarnya.
Mustain mengungkapkan, sejumlah kendaraan sempat menumpuk di sepanjang Jalan Raya Juanda. Namun, arus lalu lintas kembali normal setelah bekas pohon tumbang tersebut dibersihkan.
Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diperoleh BPBD Sidoarjo, pihak keluarga korban memindahkannya agar mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Universitas Surabaya (Ubaya).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/06/677ba9b1d4381.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wabah PMK Kembali Merebak di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Peternak? Yogyakarta 7 Januari 2025
Wabah PMK Kembali Merebak di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Peternak?
Tim Redaksi
YOGYAKARTA,KOMPAS.com
– Wabah
Penyakit Mulut dan Kuku
(PMK) kembali merebak di Indonesia.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (
UGM
) Prof Aris Haryanto membeberkan terkait mitigasi yang perlu dilakukan sesuai dengan gejala PMK yang muncul.
Penyakit PMK atau bernama lain
apthae epizootica
(AE),
aphthous fever
, dan
foot and mouth disease
(FMD) ini disebabkan oleh virus RNA, genus
Apthovirus
yang termasuk dalam keluarga
Picornaviridae
.
“Virus ini bisa menyebar secara langsung melalui udara. Jika hewan itu ditempatkan berdampingan, kemungkinan tertularnya besar. Bahkan ada kasus di mana penularannya bisa sampai 200 km jaraknya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/01/2025).
Prof Aris menyampaikan mitigasi PMK perlu dilakukan secara bertahap sesuai gejala yang muncul.
Pada tahap pertama
, hewan yang terkena PMK akan mengalami demam tinggi.
Peternak diharapkan bisa bersikap tanggap dengan memberi analgesik dan antibiotik untuk meredakan nyeri dan demam.
Guna mencegah penularan, hewan yang mengalami gejala harus dipisahkan dengan hewan lainnya agar.
Kompas.com/MOH.ANAS Petugas dari Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mengambil tindakan dalam rangka menyikapi merebaknya kasus PMK, Senin (06/01/2025).
Tahap selanjutnya
, akan muncul lepuh atau lesi atau sariawan pada rongga mulut, serta luka pada kuku.
“Hewan yang terinfeksi harus diberi antibiotik dan vitamin secara berkala, ini untuk mencegah munculnya infeksi sekunder akibat luka yang terbuka,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan mitigasi, peternak diharapkan menerapkan biosekuriti yang baik pada area kandang dengan mengawasi secara ketat akses keluar masuk pada hewan yang terinfeksi.
Adapun masa inkubasi virus PMK bisa dalam jangka panjang selama 2 hingga 5 hari. Sedangkan jangka pendek, terjadi dalam masa waktu 10 hingga 14 hari.
“Tidak perlu panik, utamanya segera lapor dan lakukan mitigasi. Pemerintah saat ini sudah menutup beberapa pasar hewan di
Yogyakarta
dan Jawa Tengah. Harapannya masyarakat bisa menaati karena ini bersifat sementara,” tuturnya.
Prof Aris mengatakan, kemungkinan lonjakan kasus PMK dikarenakan proses vaksinasi yang belum menyeluruh dan dilakukan secara berkala.
“Kasus PMK kali ini merupakan gelombang kedua, sebelumnya sudah pernah (vaksinasi) dan peternak sekarang sudah terinformasi. Namun karena kasusnya mereda, jumlah vaksinasinya juga menurun,” ungkapnya.
Pengembangan vaksin PMK terus digalakkan oleh pemerintah dengan mengembangkan jenis vaksin sesuai dengan tipe virus yang muncul dalam kasus nasional.
Hanya saja, produksi vaksin dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan vaksinasi untuk hewan-hewan ruminansia ternak yang rentan terkena PMK.
“Vaksinasi itu harus dilakukan dua kali minimal. Jarak antara vaksin pertama dan kedua itu sebulan. Tapi setelah itu tetap harus divaksin setiap enam bulan sekali,” ucapnya.
Prof Aris berpendapat, perlu upaya kerja sama antar pihak sangat diperlukan untuk mengatasi
wabah PMK
.
Pemerintah bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan sejumlah pakar terus menjalin kerja sama agar jumlah kasus terinformasi dan tertangani dengan baik.
Khusus wilayah DIY dan Jawa Tengah, Fakultas Kedokteran Hewan UGM juga turut berkontribusi menangani kasus PMK melalui PDHI maupun penerjunan mahasiswa secara langsung.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/06/677b59f4a96a8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Senangnya Murid di Kendal Nikmati Makan Bergizi Gratis, "Ada Dagingnya…" Regional 7 Januari 2025
Senangnya Murid di Kendal Nikmati Makan Bergizi Gratis, “Ada Dagingnya…”
Tim Redaksi
KENDAL, KOMPAS.com
– Yusuf, siswa
SDN Langenharjo 2 Kendal
, Jawa Tengah, tersenyum bahagia ketika menerima
makanan bergizi gratis
, Senin (06/01/2025).
Wajah bocah berambut cepak itu terlihat berseri-seri.
Apalagi, ketika gurunya memberikan aba-aba agar makanan bergizi gratis yang sudah diterima siswa dibuka dan dimakan, setelah sebelumnya berdoa.
“Enak. Saya suka,” kata Yusuf.
Sama dengan Yusuf, Riana juga mengaku suka dengan makanan bergizi gratis dari pemerintah.
Apalagi, menu yang disajikan saat ini, lauknya adalah daging kesukaannya.
“Saya senang, ada dagingnya,” ucap Riana sambil tersenyum lebar.
SDN Langenharjo 2 Kendal adalah salah satu sekolah dari 11 sekolah yang siswanya mendapat makanan bergizi gratis dari pemerintah.
Menurut Kepala SDN Langenharjo 2 Kendal, Subarokah, jumlah siswa di sekolah yang ia pimpin, dari kelas 1 sampai kelas VI, ada 90 siswa.
Rata-rata mereka berasal dari kalangan keluarga ekonomi menengah.
“Alhamdulillah. Sekolah kami menjadi salah satu sekolah yang mendapat program makan bergizi gratis,” kata Subarokah.
Ia mengaku, semua siswanya merasa senang mendapat makanan bergizi gratis.
Hal itu terlihat dari dialog antara siswa dengan Bupati, Kajari, Dandim 0715, ketua DPRD Kendal, dan kepala Dinas Pendidikan.
“Anak-anak senang. Sebab menunya ada daging, sayuran, buah jeruk, dan susu kotak,” ujar Subarokah.
Dia berharap, program makan bergizi gratis bisa berjalan dengan lancar, sehingga dapat menambah kecerdasan dan semangat belajar anak di sekolah.
“Terima kasih, semoga semuanya bisa berjalan lancar,” harapnya.
Terkait dengan makanan bergizi gratis, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Boney, menjelaskan ada 11 sekolah yang mendapat makanan bergizi gratis.
Rinciannya, 2 Sekolah Taman Kanak-kanak, 1 Kelompok Bermain, 6 Sekolah Dasar, 1 SMP, dan 1 SMA.
Totalnya ada 2.906 siswa.
Semua sekolah tersebut berada di Kecamatan Kendal.
“Kalau jumlah siswa di Kabupaten Kendal totalnya ada 137.918 siswa. Itu di luar SMA dan SMK, karena data sekolah dan siswanya di provinsi Jawa Tengah,” kata Feri.
Feri mengaku, 2.906 siswa tersebut akan mendapat makanan bergizi gratis, mulai Senin sampai Jumat.
Pembagian mulai dilakukan pada pagi hari untuk siswa TK, KB, dan SD, serta pada siang hari untuk SMP, SMA, dan SMK.
“Kami harap semuanya lancar,” ujar Feri.
Sementara itu, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto, yang meluncurkan program makanan bergizi gratis, mengatakan program ini sudah ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan, dirinya melihat anak-anak memakan makanan bergizi dari pemerintah dengan senang hati.
“Tadi saya melihat sendiri. Anak-anak sangat senang mendapat makanan bergizi gratis,” kata Dico.
Suami artis cantik Chaca Frederica tersebut menjelaskan menu makanan bergizi hari ini terdiri dari nasi, daging, sayur, buah jeruk, dan susu kotak.
Makanan itu, menurutnya, sudah memenuhi gizi karena sudah ada ahli gizi yang bertugas di dapur umum.
“Makanan itu, kalau dinilai dengan rupiah, harganya lebih dari Rp 10.000,” ucap Dico.
Meskipun demikian, tambah Dico, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan menu makanan. Ia berharap, program makanan bergizi gratis bisa berjalan lancar.
“Nanti selanjutnya, minimal kita akan mendirikan 1 dapur umum di setiap kecamatan,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/01/06/677bc78037866.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/03/6777c4f6986e0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/06/677becbe2fc16.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/06/677ba5acbd1c2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/10/07/6703acfbb0d30.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/01/06/677b503342107.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)