Category: Kompas.com Metropolitan

  • 2
                    
                        Batu yang Ditemukan di Proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul Ternyata Dudukan Arca
                        Regional

    2 Batu yang Ditemukan di Proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul Ternyata Dudukan Arca Regional

    Batu yang Ditemukan di Proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul Ternyata Dudukan Arca
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA,KOMPAS.com –
    Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X memastikan batu yang ditemukan di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon
    Prambanan
    , Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY) merupakan bagian dudukan
    arca
    .
    Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Septi Indrawati mengatakan temuan tersebut dilaporkan pada 7 Desember 2024.
    “Setelah ada temuan, dari pihak pelaksana proyek jalan menyampaikan ke kami. Dari kami setiap hari juga ada yang memantau di situ untuk melakukan pemantauan, karena memang area itu kan banyak temuan,” ujar Septi Indrawati saat dihubungi, Senin (6/01/2025).
    Septi menyampaikan dari Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X sudah datang ke lokasi dan melakukan penggalian manual.
    Diungkapkan Septi proses penggalian manual memakan waktu 10 hari dimulai pada 11 Desember 2024.
    “Kami berkoordinasi dengan pihak proyek agar diberi waktu untuk melakukan penggalian secara manual. Kita tampakan dulu temuanya itu apa,” tuturnya.
    Setelah dilakukan penggalian, Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X memastikan batu yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari arca.
    “Batu dudukan arca. Panjangnya 2,9 meter, lebar 1,8 meter dan tebal 0,9 meter. Kondisi patah,” ucapnya.
    Diungkapkan Septi batu dudukan arca tersebut besar kemungkinan dahulu tidak berada di lokasi penemuan. Batu dudukan arca tersebut kemungkinan runtuh akibat longsor. 
    Kemudian batu dudukan arca tersebut ikut terbawa material longsor dan tertimbun tanah. Perkiraan tersebut setelah melihat bekas patahan batu dan temuan-temuan sebelumnya di sekitar area tersebut.
    Kemudian area penemuan tersebut berada di sekitar tebing.
    “Kemungkinan runtuhan dari lokasi di atasnya tampaknya, karena dilihat dari bekas patahan batunya itu dari tempat lain. Faktor yang kemungkinan terjadi itu, dulu pernah ada bencana, salah satu informasi yang kami dapatkan tahun 54 (1954) itu ada tanah longsor,” tuturnya.
    Menurut Septi, dilihat secara visual batu dudukan arca tersebut sudah jadi. Hanya saja pihaknya belum dapat memastikan apakah dahulu di atas dudukan tersebut terdapat arca.
    “Kalau dilihat tampaknya sudah jadi, tapi apakah sudah jadi itu dulunya menempel di tebing atau mungkin itu barang jadi tapi kemudian tidak dipasang kan kita tidak bisa memastikan, karena bagian atas, kaki, tubuh sama kepala tidak kita temukan,” ungkapnya.
    Septi belum dapat memastikan batu dudukan arca yang ditemukan tersebut dari abad berapa. Namun membandingkan dari temuan-temuan di sekitarnya dari akhir abad 9.
    “Kalau usia kami enggak bisa langsung memastikan. Kami hanya membandingkan temuan-temuan lain yang ada di Candi Ijo dan sekitar Candi Ijo lainya itu kan temuanya akhir abad 9,” bebernya.
    Di sekitar lokasi, lanjut Septi, juga ditemukan blok-blok batu. Besar kemungkinan blok batu tersebut bagian dari struktur bangunan candi atau bangunan lainya.
    “Ada yang lain, yang kita perkirakan kemungkinan pondasi dari bangunan,” ucapnya. Dikatakan Septi, Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah X terus berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek. Dari pihak pelaksana proyek jalan juga sadar jika lokasi tersebut kawasan cagar budaya.
    “Sejak perencanaan jalan itu kita sudah ada pertemuan, jadi memang lokasi itu adalah kawasan cagar budaya, jadi memang harus hati-hati. Jadi kemungkinan kalau ada temuan ya harus seperti ini, koordinasi dan memberikan waktu kepada kami untuk melakukan penyelamatan,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, Batu berukuran besar yang diduga bagian dari arca ditemukan di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Batu tersebut ditemukan saat pengerjaan proyek Jalan Tembus Prambanan –
    Gunungkidul
    .
    Carik (Sekretaris Desa) Kalurahan Sambirejo, Mujimin, mengatakan batu tersebut ditemukan saat pekerja melakukan pengerjaan proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul.
    “Kemarin sewaktu pengerukan proyek jalan ini kebetulan ditemukan sepotong batu yang itu,” ujar Mujimin saat ditemui di lokasi penemuan, Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Senin (6/01/2025).
    Mujimin menyampaikan batu yang ditemukan berukuran cukup besar. Selain itu di bagian atas batu juga terdapat pahatan berupa motif.
    “Saya melihat ini bagian dari arca. Bentuknya batu utuh, ada seperti pola, ada beberapa pola tapi ini memang lama itu bukan pola yang baru,” ungkapnya.
    Diungkapkan Mujimin, proyek Jalan Tembus Prambanan – Gunungkidul yang di Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan memang tidak jauh dari Cagar Budaya Situs
    Arca
    Gupolo.
    Lokasi proyek jalan tersebut tepatnya berada di sisi selatan kawasan situs Gupolo. Sehingga menjadi hal yang wajar di lokasi tersebut lanjut Mujimin ditemukan benda peminggalan jaman dahulu.
    “Kebetulan dekat sekali dengan Situs Gupolo sehingga ini sangat wajar,” ungkapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Kasus Pengeroyokan Oknum Polisi terhadap Mahasiswa di Sulbar
                
                    
                        
                            Makassar
                        
                        7 Januari 2025

    Kronologi Kasus Pengeroyokan Oknum Polisi terhadap Mahasiswa di Sulbar Makassar 7 Januari 2025

    Kronologi Kasus Pengeroyokan Oknum Polisi terhadap Mahasiswa di Sulbar
    Tim Redaksi
    MAMUJU, KOMPAS.com
    – Direktur Kriminal Umum Polda
    Sulawesi Barat
    (Sulbar) Kombes Pol Agus Nugraha menjelaskan kronologi dan latar belakang pengeroyokan terhadap mahasiswa bernama Ramli.
    Kejadian tersebut berlangsung di Kabupaten
    Mamuju
    , Sulawesi Barat, pada Rabu (1/1/2025) malam.
    Agus menyatakan bahwa insiden ini bermula ketika Bripda S mengantar pulang pacarnya, yang berinisial E, ke asrama putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM Mateng) di Kecamatan Mamuju sekitar pukul 18.00 Wita.
    Sekitar 30 menit kemudian, Bripda S ditegur oleh mahasiswa berinisial M dan I karena keberadaannya di asrama putri yang melarang kedatangan laki-laki.
    “Saudara S meminta maaf, namun saat itu saudara S akan kembali pulang. Namun, oleh saudara M dan I, dia disuruh menunggu rekannya atau temannya yang akan datang ke lokasi,” ungkap Agus dalam konferensi pers di Mapolda Sulbar, Senin (6/1/2025).
    Sekitar pukul 18.40 Wita, mahasiswa lain berinisial M kembali menegur Bripda S terkait kedatangannya di asrama putri.


    Cekcok dan perkelahian pun terjadi sebelum akhirnya dilerai oleh masyarakat setempat.
    Setelah kejadian tersebut, Bripda S meninggalkan lokasi, namun kembali sekitar pukul 20.00 Wita bersama rekan-rekannya dari Polda Sulbar untuk mencari M.
    Pada pukul 22.30 Wita, M datang bersama Ramli dan bertemu dengan Bripda S dan rekannya yang sudah menunggu.
    Di sinilah, rekan-rekan Bripda S, termasuk Bripda AER dan Bripda AMA, menyerang Ramli setelah terlibat cekcok.
    Agus menjelaskan bahwa penganiayaan tersebut dilakukan dengan tangan kosong, yang dapat dilihat dari rekaman CCTV di sekitar lokasi.
    “Kemudian saudara R melarikan diri ke lorong, dikejar dan terjadi penganiayaan di lorong tersebut sampai akhirnya dipisahkan oleh masyarakat,” tambah Agus.
    Agus menuturkan bahwa tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda AER dan AMA didorong oleh rasa solidaritas terhadap Bripda S.
    Namun, ia menegaskan bahwa sikap tersebut adalah salah.
    “Motif adanya rasa solidaritas antara teman satu angkatan. Karena tahu temannya ada masalah dengan orang lain, sehingga muncul jiwa korsa yang salah,” jelas Agus.
    Sebelumnya, Ramli dilaporkan mengalami luka di sekujur tubuhnya setelah diduga dikeroyok oleh puluhan anggota polisi.
    Pengacara korban, Busman Rasyid, menyatakan bahwa aksi pengeroyokan ini terjadi di asrama putri IPM Mateng di Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, setelah salah satu anggota polisi tidak terima ditegur oleh pengurus IPM Mateng dan pemilik kontrakan karena sering mengunjungi salah satu penghuni asrama putri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Terkuaknya Ketidakprofesionalan Polisi dan Keterlibatan Ajudan TNI dari Kasus Bos Rental Mobil
                        Nasional

    4 Terkuaknya Ketidakprofesionalan Polisi dan Keterlibatan Ajudan TNI dari Kasus Bos Rental Mobil Nasional

    Terkuaknya Ketidakprofesionalan Polisi dan Keterlibatan Ajudan TNI dari Kasus Bos Rental Mobil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah fakta terkini mengenai kasus
    penembakan bos rental mobil
    CV Makmur Raya, bernama Ilyas Abdurrahman (48), terungkap dalam konferensi pers antara Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan TNI Angkatan Laut (AL), Senin (6/1/2025).
    Dalam konferensi pers, polisi dan TNI AL senada bahwa kasus ini bermula dari upaya penggelapan mobil yang berujung keterlibatan anggota TNI AL yang menembak Ilyas hingga tewas.
    Upaya penggelapan mobil terkuak ketika pihak pemilik rental melapor ke Polsek Cinangka untuk meminta pendampingan polisi.
    Saat pelaporan itu, terjadi diskusi antara pihak rental dan polisi berujung salah informasi anggota Polsek Cinangka kepada Kapolsek.
    Perkembangan terbaru, status tiga anggota TNI AL yang terlibat penembakan Ilyas di Rest Area Tol Tangerang-Merak, kini naik menjadi tersangka.
    Seperti apa lengkapnya fakta-fakta terkini mengenai kasus ini? Berikut rangkuman Kompas.com:
    Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan anggota Polsek Cinangka bernama Bripka Deri Andriyani memberikan informasi yang tidak utuh kepada Kapolsek Cinangka terkait laporan bos rental mobil CV Makmur Raya yang ditembak di rest area Tol Tangerang-Merak.
    Adapun keluarga pemilik rental, yakni Agam, sebelumnya sudah melaporkan terkait dugaan penggelapan mobil yang disewa.
    Namun Bripka Deri melapor pada Kapolsek bahwa aduan ini terkait
    leasing
    .
    “Pada saat melaporkan kepada Kapolseknya, Bripka Deri ini tidak utuh melaporkannya. Seharusnya ini adalah terkait dengan rental, penyewaan kendaraan yang diduga akan digelapkan, tapi dilaporkannya leasing kepada Kapolseknya,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Markas Koarmada RI, Jakarta Pusat, Senin.
    Padahal pemilik rental juga telah menyampaikan dokumen kepemilikan mobil seperti surat tanda kendaraan bermotor orisinil.
    Akan tetapi, anggota Polsek Cinangka mengabaikan laporan keluarga pemilik rental.
    Kapolda Banten pun mengakui kelalaian ini. Menurut Suyudi, pelanggaran semacam ini dapat berujung pada demosi hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) bagi anggota yang terlibat.
    “Telah ditemukan adanya pelanggaran ketidakprofesionalan terhadap anggota Brigadir Deri Andriyani karena tidak respons terhadap laporan masyarakat yang seharusnya melakukan pendampingan untuk mengamankan kendaraan Honda Brio yang diduga digelapkan ini,” ujar Suyudi.
    “Ini akan kita tindak tegas anggota ini baik secara etika yang sanksinya dapat kita demosi bahkan yang terberat bisa PTDH,” tambah Suyudi.
    Dalam peristiwa penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak, terungkap fakta melibatkan tiga anggota TNI AL.
    Panglima Komando Armada TNI Angkatan Laut Laksamana Madya (Laksdya) Denih Hendrata mengatakan, dua dari tiga anggota TNI AL yang terlibat merupakan anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska).
    “Tiga orang itu, dua dari Kopaska Koarmada I, satu dari KRI Bontang,” kata Denih dalam konferensi pers, Senin.
    Adapun tiga orang anggota TNI AL itu yakni Sertu AA, Sertu RH, dan Kelasi Kepala BA.
    Denih mengaku bahwa insiden tersebut berawal dari persoalan pembelian mobil. Dalam insiden tersebut, disebutkan hanya satu anggota TNI AL yang melakukan penembakan kepada korban.
    “Jadi yang melakukan penembakan itu adalah satu orang. Nembak dua (korban),” ungkap Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksamana Muda TNI Samista dalam konferensi pers, Senin.
    Meski demikian, TNI AL mulanya menerima informasi bukan terkait penembakan bos rental, melainkan ada anggotanya yang dikeroyok belasan orang.
    “Saya pertama kali menerima laporan terkait insiden tanggal 2 Januari 2025 malam sekitar pukul 20.00 WIB dari Asintel Pangkoarmada RI,” kata Pangkoarmada dalam konferensi pers.
    “Bahwa tiga anggota yang pada saat itu berada di Pangkalan Pondok Dayung, yaitu Sertu AA, Sertu RH, dan KLK BA, di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak,” tambah dia.
    Pada kesempatan tersebut, TNI AL juga mengonfirmasi bahwa ketiga anggotanya yang terlibat penembakan bos rental telah ditetapkan sebagai tersangka.
    “Sekarang setelah ada tanda-tanda dengan beberapa bukti, maka yang bersangkutan masuk proses penyidikan dan sudah kami tetapkan (tersangka),” kata Danpuspomal.
    Mereka juga telah ditahan di Puspomal selama 20 hari untuk sementara waktu, terhitung sejak Sabtu lalu.
    Danpuspomal menyebutkan bahwa penyelidikan mengungkap tiga orang pelaku adalah rekan. Terkait pembagian peran, jelas Samista, tiga orang itu tidak memiliki pembagian secara jelas.
    Fakta berikutnya yaitu seorang anggota TNI AL yang terlibat penembakan diketahui merupakan ajudan.
    Hal ini lantaran diketahui bahwa senjata api (senpi) yang dibawa anggota TNI AL adalah senjata organik dan bukan rakitan.
    Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata mengonfirmasi senpi itu melekat atau dibawa oknum prajurit TNI AL tersebut karena berstatus sebagai Aide de Camp (ADC) alias ajudan.
    “Senjata itu senjata inventaris yang melekat karena jabatan dari A (Sertu AA) itu adalah ADC, ajudan, sehingga ketika dia dapat tugas itu sudah SOP senjata itu melekat,” kata Denih dalam konferensi pers.
    Namun hingga kini tidak disebutkan siapa pejabat TNI AL yang dikawal tersebut dan apakah status Sertu AA masih aktif sebagai ajudan.
    Kisah penggelapan mobil
    Dalam konferensi pers ini juga terungkap bahwa seorang tersangka penggelapan mobil, Ajat Sudrajat, menggunakan dokumen palsu saat menyewa mobil Honda Brio dari Ilyas Abdurrahman.
    “KTP dan KK palsu atas nama AS (Ajat Sudrajat). Tentunya ini sebagai syarat dokumen penyewaan kendaraan,” ujar Kapolda Banten.
    Suyudi mengatakan, Ajat menggunakan dokumen palsu berupa KTP dan KK yang disiapkan oleh seorang tersangka lain berinisial IH. Saat ini, IH telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
    Setelah itu, mobil Honda Brio tersebut diserahkan IH kepada RH seharga Rp 23 juta.
    Kendaraan itu terus berpindah tangan hingga dijual kepada seorang oknum TNI AL berinisial AA melalui perantara SY dengan harga Rp 40 juta.
    Dalam prosesnya, Agam Nasrudin dan ayahnya menyadari bahwa dua dari tiga GPS atau alat pelacak di mobil sudah tidak aktif. Hal itu yang membuat mereka memutuskan untuk melacak mobil mengandalkan satu GPS yang tersisa. 
    “Sehingga menemukan informasi kalau mobil ini ada di sekitar Pandeglang,” tambah dia.
    Dalam pengejaran ke Pandeglang, bos rental mobil itu sempat ditodong pistol oleh anggota TNI di jalan.
    Keterangan Kapolda Banten dalam konferensi pers dianggap tidak utuh oleh keluarga bos rental.
    Agam, salah seorang putra Ilyas, mengaku ada kejadian yang tidak disebutkan oleh Kapolda pada saat pelaporan ke Polsek Cinangka.
    Agam bersama keluarganya mengaku ada todongan pistol saat hendak mengejar mobil yang diduga akan digelapkan. Atas kejadian ini, pihaknya pun meminta pendampingan polisi.
    “Sangat disayangkan sekali, tadi pernyataan dari Bapak Kapolda ya, adanya pengurangan kata. Jadi awal mulanya itu kita sudah ditodongkan pistol terlebih dahulu pada saat di Pandeglang,” kata Agam saat ditemui di Markas Koarmada RI, usai konferensi pers, Senin.
    Namun, Agam tak menyebut siapa orang yang menodongkan pistol kepadanya dan beberapa rekannya yang merupakan pihak pemilik rental mobil.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengendara Motor Terluka Usai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Sidoarjo
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 Januari 2025

    Pengendara Motor Terluka Usai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Sidoarjo Surabaya 7 Januari 2025

    Pengendara Motor Terluka Usai Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Sidoarjo
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Seorang pria asal Surabaya, Jawa Timur, tertimpa sebuah pohon ketika melintas di
    Sidoarjo
    pada Senin (6/1/2025). Akibatnya, korban mengalami pendarahan di bagian hidung hingga sesak napas.
    Kepala BPBD Sidoarjo Mustain Balasan mengatakan, pengendara motor yang tertimpa pohon tersebut adalah Fakhri Achmad Rinaldi (28), warga Jalan Rungkut Barata, Surabaya.
    “Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sekitar pukul 13.30 WIB, menyebabkan pohon sono tumbang di Jalan Raya Juanda,” kata Mustain saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2025).
    Kemudian, Fakhri yang ketika itu tengah menaiki sepeda motornya, Yamaha N-Max dengan nomor L 2293 ACG, melintas di lokasi. Akhirnya, dia pun tertimpa pohon roboh tersebut.
    “(Setelah tertimpa pohon) kondisi korban hanya menderita luka ringan, mengalami pendarahan di hidung, sesak napas, nyeri pada tubuh dan tidak ada indikasi patah tulang,” jelasnya.
    “Korban tertimpa pohon dibawa ke Rumah Sakit Sheila Medika Sedati, Sidoarjo. Untuk sepeda motor korban mengalami kerusakan ringan,” tambahnya.
    Selanjutnya, kata Mustain, sejumlah petugas gabungan langsung membersihkan sisa pohon yang roboh tersebut. Sebab, tangkainya mengganggu para pengguna jalan yang melintas.
    “BPBD Sidoarjo telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim), TNI dan Polri. Kami melakukan pemotongan dan pembersihan pohon yang tumbang di Jalan Raya Juanda,” ujarnya.
    Mustain mengungkapkan, sejumlah kendaraan sempat menumpuk di sepanjang Jalan Raya Juanda. Namun, arus lalu lintas kembali normal setelah bekas pohon tumbang tersebut dibersihkan.
    Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diperoleh BPBD Sidoarjo, pihak keluarga korban memindahkannya agar mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Universitas Surabaya (Ubaya).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Pesisir Selatan Sumbar, Warga Ketakutan dan Pilih Bertahan di Rumah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Banjir Pesisir Selatan Sumbar, Warga Ketakutan dan Pilih Bertahan di Rumah Regional 7 Januari 2025

    Banjir Pesisir Selatan Sumbar, Warga Ketakutan dan Pilih Bertahan di Rumah
    Tim Redaksi
    PADANG, KOMPAS.com 

    Banjir
    melanda Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (6/1/2025) malam akibat tingginya curah hujan sejak sore hari.
    Dampaknya akses jalan nasional Sumbar-Bengkulu putus total di daerah tersebut.
    Hingga pukul 24.00 WIB hujan masih mengguyur daerah itu dan membuat warga ketakutan.
    Sebelumnya pada 7 Maret 2024 lalu daerah itu juga diterjang
    banjir
    yang meluluh lantakan kecamatan yang berbatasan dengan Kota Padang tersebut.
    Saat itu dilaporkan ribuan rumah terendam banjir, akses jalan Sumbar-Bengkulu putus total akibat jalan terban dan longsor. 
    Akibat banjir saat itu, sebanyak 25 warga meninggal dunia terseret banjir dan tertimpa longsor.
    Salah seorang warga, Andi (49) hanya bisa pasrah dan berdoa agar hujan segera berhenti supaya air susut.
    Andi dan tetangganya yang tinggal di Nagari Duku Utara tidak bisa kemana-mana akibat dikepung banjir.
    “Mau pergi menuju Padang. Di Barung Belantai dan Siguntur air sudah tinggi. Kendaraan tidak bisa lewat,” kata Andi kepada
    Kompas.com
    di Duku Utara, Senin (6/1/2025) malam.
    Kemudian kalau pergi menuju ke arah Bengkulu, kata Andi, di Nagari Duku juga sudah banjir dengan ketinggian hampir 2 meter.
    “Saya hanya bisa pasrah dan berdoa agar hujan segera reda,” kata Andi.
    Warga Nagari Duku Utara semakin ketakutan karena hingga pukul 24.00 WIB hujan belum reda.
    Sebagian daerah Duku Utara sudah terendam banjir.
    Yeli (47) sudah mulai bersiap-siap menghadapi banjir dengan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
    Hampir seluruh warga sibuk di rumahnya bekerja memindahkan barang-barang ke tempat yang aman.
    “Kita siap-siap. Selamatkan barang-barang ke atas loteng. Kalau mau pergi tidak bisa juga sudah terkepung dan hujan lebat,” kata Yeli.

    Warga seperti sudah pasrah menerima kejadian apa yang akan menimpanya dan bertahan di rumah.
    Menurut Yeli ada ratusan warga yang terkepung dan memilih bertahan di rumahnya masing-masing.
    “Ya mereka bertahan di rumah karena sudah terkepung itu. Ada banyak, mungkin ratusan,” kataYeli.
    Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab membenarkan banjir melanda Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan.
    Menurut Ilham tim sudah turun ke lapangan, namun terkendala hujan lebat dan akses jalan yang putus.
    “Tim sudah turun. Tapi kondisinya sekarang masih hujan lebat,” kata Ilham.
    Ilham menyebutkan hingga sekarang pihaknya belum bisa mendata dampak dari banjir tersebut.
    “Soal dampak belum kita data. Korban jiwa belum ada laporan,” jelas Ilham.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Penyitaan Hotel Aruss Semarang dan Kaitannya dengan Judi Online…
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Penyitaan Hotel Aruss Semarang dan Kaitannya dengan Judi Online… Regional 7 Januari 2025

    Penyitaan Hotel Aruss Semarang dan Kaitannya dengan Judi Online…
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com

    Hotel Aruss

    Semarang
    menjadi sorotan publik setelah Bareskrim Polri menyita bangunan tersebut karena diduga menggunakan dana hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari bandar
    judi online
    .
    Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, menjelaskan bahwa penyitaan ini merupakan bagian dari upaya penindakan hukum terhadap judi online.
    “Kami melakukan rilis terkait dengan penyitaan salah satu aset yang menjadi ujung dari pada hasil pencucian uang judi online,” ungkap Helfi pada Senin (6/1/2025).
    Penyitaan aset Hotel Aruss, yang dikelola oleh PT Arta Jaya Putra, merupakan tindak lanjut dari pengusutan kasus platform judi online seperti Dafabet, Agen 138, dan Judi Bola.
    “Dari penelusuran transaksi keuangan yang dilakukan oleh para pemain sampai dengan bandar, kami melakukan penyelidikan selama beberapa waktu,” lanjutnya.
    Dana pembangunan hotel tersebut diduga ditransfer dari rekening seseorang berinisial FH, yang saat ini berstatus sebagai saksi, melalui lima rekening berbeda.
    Dok. Hotel Aruss Hotel Aruss di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
    Selain itu, terdapat penarikan dan penyetoran tunai yang dilakukan oleh individu berinisial GP dan AS dengan total mencapai Rp 40,5 miliar.
    Meski dalam proses penyitaan, operasional Hotel Aruss tetap berjalan seperti biasa.
    Pantauan
    Kompas.com
    pada Senin (7/1/2025) menunjukkan tanda penyitaan masih terpasang di kedua pilar depan lobi hotel, meskipun ditutupi dengan plastik hitam.
    Kuasa Hukum Hotel Aruss, Ahmad Maulana, menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
    “Kami hargai proses itu. Dengan adanya sita itu, silakan,” kata Ahmad.
    Dia menegaskan bahwa meskipun hotel dalam pengawasan pihak berwajib, operasional hotel tidak terganggu.
    “Sebagian orang memahami sita itu dirampas, diambil. Penyitaan itu dalam pengawasan dan penjagaan dan tidak mengurangi operasional yang berjalan,” tambahnya.
    Public Relation Hotel Aruss, Lala Nikmah, juga menegaskan bahwa tidak ada tamu yang membatalkan
    booking
    setelah insiden penyitaan.
    “Operasional hotel berjalan dengan baik. Ini juga tidak ada kaitannya dengan tamu,” tuturnya.
    Diketahui, Hotel Aruss Semarang, yang beroperasi sejak Juni 2022, berdiri di atas lahan seluas 3.575 meter persegi dengan 11 lantai.
    Hotel ini memiliki 147 kamar dan berbagai fasilitas, termasuk ruang pertemuan, restoran, kolam renang, dan pusat kebugaran.
    Dua fasilitas di Hotel Aruss juga menyabet dua Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 26 Juni 2022, yakni lintasan joging Juwana di lantai 7 dan Mahakam Rooftop Hall di lantai 11.
    Dikutip dari laman resmi MURI, lintasan joging Juwana yang berada di ketinggian 23 meter dari permukaan tanah didapuk sebagai lintasan joging atau lari tertinggi di Indonesia.
    Sementara untuk Mahakam Rooftop Hall yang berada di ketinggian 38,40 meter dari permukaan tanah atau 159 meter di atas permukaan laut, didapuk sebagai fasilitas ruang rapat tertinggi di Indonesia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wabah PMK Kembali Merebak di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Peternak?
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        7 Januari 2025

    Wabah PMK Kembali Merebak di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Peternak? Yogyakarta 7 Januari 2025

    Wabah PMK Kembali Merebak di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Peternak?
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA,KOMPAS.com
    – Wabah
    Penyakit Mulut dan Kuku
    (PMK) kembali merebak di Indonesia. 
    Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (
    UGM
    ) Prof Aris Haryanto membeberkan terkait mitigasi yang perlu dilakukan sesuai dengan gejala PMK yang muncul. 
    Penyakit PMK atau bernama lain
    apthae epizootica
    (AE),
    aphthous fever
    , dan
    foot and mouth disease
    (FMD) ini disebabkan oleh virus RNA, genus
    Apthovirus
    yang termasuk dalam keluarga
    Picornaviridae

    “Virus ini bisa menyebar secara langsung melalui udara. Jika hewan itu ditempatkan berdampingan, kemungkinan tertularnya besar. Bahkan ada kasus di mana penularannya bisa sampai 200 km jaraknya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/01/2025). 
    Prof Aris menyampaikan mitigasi PMK perlu dilakukan secara bertahap sesuai gejala yang muncul. 
    Pada tahap pertama
    , hewan yang terkena PMK akan mengalami demam tinggi.
    Peternak diharapkan bisa bersikap tanggap dengan memberi analgesik dan antibiotik untuk meredakan nyeri dan demam. 
    Guna mencegah penularan, hewan yang mengalami gejala harus dipisahkan dengan hewan lainnya agar. 


    Kompas.com/MOH.ANAS Petugas dari Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mengambil tindakan dalam rangka menyikapi merebaknya kasus PMK, Senin (06/01/2025).
    Tahap selanjutnya
    , akan muncul lepuh atau lesi atau sariawan pada rongga mulut, serta luka pada kuku. 
    “Hewan yang terinfeksi harus diberi antibiotik dan vitamin secara berkala, ini untuk mencegah munculnya infeksi sekunder akibat luka yang terbuka,” ungkapnya. 
    Selama pelaksanaan mitigasi, peternak diharapkan menerapkan biosekuriti yang baik pada area kandang dengan mengawasi secara ketat akses keluar masuk pada hewan yang terinfeksi. 
    Adapun masa inkubasi virus PMK bisa dalam jangka panjang selama 2 hingga 5 hari. Sedangkan jangka pendek, terjadi dalam masa waktu 10 hingga 14 hari. 
    “Tidak perlu panik, utamanya segera lapor dan lakukan mitigasi. Pemerintah saat ini sudah menutup beberapa pasar hewan di
    Yogyakarta
    dan Jawa Tengah. Harapannya masyarakat bisa menaati karena ini bersifat sementara,” tuturnya. 
    Prof Aris mengatakan, kemungkinan lonjakan kasus PMK dikarenakan proses vaksinasi yang belum menyeluruh dan dilakukan secara berkala. 
    “Kasus PMK kali ini merupakan gelombang kedua, sebelumnya sudah pernah (vaksinasi) dan peternak sekarang sudah terinformasi. Namun karena kasusnya mereda, jumlah vaksinasinya juga menurun,” ungkapnya. 
    Pengembangan vaksin PMK terus digalakkan oleh pemerintah dengan mengembangkan jenis vaksin sesuai dengan tipe virus yang muncul dalam kasus nasional. 
    Hanya saja, produksi vaksin dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan vaksinasi untuk hewan-hewan ruminansia ternak yang rentan terkena PMK. 
    “Vaksinasi itu harus dilakukan dua kali minimal. Jarak antara vaksin pertama dan kedua itu sebulan. Tapi setelah itu tetap harus divaksin setiap enam bulan sekali,” ucapnya. 
    Prof Aris berpendapat, perlu upaya kerja sama antar pihak sangat diperlukan untuk mengatasi
    wabah PMK

    Pemerintah bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan sejumlah pakar terus menjalin kerja sama agar jumlah kasus terinformasi dan tertangani dengan baik. 
    Khusus wilayah DIY dan Jawa Tengah, Fakultas Kedokteran Hewan UGM juga turut berkontribusi menangani kasus PMK melalui PDHI maupun penerjunan mahasiswa secara langsung. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Senangnya Murid di Kendal Nikmati Makan Bergizi Gratis, "Ada Dagingnya…"
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Senangnya Murid di Kendal Nikmati Makan Bergizi Gratis, "Ada Dagingnya…" Regional 7 Januari 2025

    Senangnya Murid di Kendal Nikmati Makan Bergizi Gratis, “Ada Dagingnya…”
    Tim Redaksi
    KENDAL, KOMPAS.com
    – Yusuf, siswa
    SDN Langenharjo 2 Kendal
    , Jawa Tengah, tersenyum bahagia ketika menerima
    makanan bergizi gratis
    , Senin (06/01/2025).
    Wajah bocah berambut cepak itu terlihat berseri-seri.
    Apalagi, ketika gurunya memberikan aba-aba agar makanan bergizi gratis yang sudah diterima siswa dibuka dan dimakan, setelah sebelumnya berdoa.
    “Enak. Saya suka,” kata Yusuf.
    Sama dengan Yusuf, Riana juga mengaku suka dengan makanan bergizi gratis dari pemerintah.
    Apalagi, menu yang disajikan saat ini, lauknya adalah daging kesukaannya.
    “Saya senang, ada dagingnya,” ucap Riana sambil tersenyum lebar.
    SDN Langenharjo 2 Kendal adalah salah satu sekolah dari 11 sekolah yang siswanya mendapat makanan bergizi gratis dari pemerintah.
    Menurut Kepala SDN Langenharjo 2 Kendal, Subarokah, jumlah siswa di sekolah yang ia pimpin, dari kelas 1 sampai kelas VI, ada 90 siswa.
    Rata-rata mereka berasal dari kalangan keluarga ekonomi menengah.
    “Alhamdulillah. Sekolah kami menjadi salah satu sekolah yang mendapat program makan bergizi gratis,” kata Subarokah.
    Ia mengaku, semua siswanya merasa senang mendapat makanan bergizi gratis.
    Hal itu terlihat dari dialog antara siswa dengan Bupati, Kajari, Dandim 0715, ketua DPRD Kendal, dan kepala Dinas Pendidikan.
    “Anak-anak senang. Sebab menunya ada daging, sayuran, buah jeruk, dan susu kotak,” ujar Subarokah.
    Dia berharap, program makan bergizi gratis bisa berjalan dengan lancar, sehingga dapat menambah kecerdasan dan semangat belajar anak di sekolah.
    “Terima kasih, semoga semuanya bisa berjalan lancar,” harapnya.
    Terkait dengan makanan bergizi gratis, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Boney, menjelaskan ada 11 sekolah yang mendapat makanan bergizi gratis.
    Rinciannya, 2 Sekolah Taman Kanak-kanak, 1 Kelompok Bermain, 6 Sekolah Dasar, 1 SMP, dan 1 SMA.
    Totalnya ada 2.906 siswa.
    Semua sekolah tersebut berada di Kecamatan Kendal.
    “Kalau jumlah siswa di Kabupaten Kendal totalnya ada 137.918 siswa. Itu di luar SMA dan SMK, karena data sekolah dan siswanya di provinsi Jawa Tengah,” kata Feri.
    Feri mengaku, 2.906 siswa tersebut akan mendapat makanan bergizi gratis, mulai Senin sampai Jumat.
    Pembagian mulai dilakukan pada pagi hari untuk siswa TK, KB, dan SD, serta pada siang hari untuk SMP, SMA, dan SMK.
    “Kami harap semuanya lancar,” ujar Feri.
    Sementara itu, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto, yang meluncurkan program makanan bergizi gratis, mengatakan program ini sudah ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kendal.
    Ia mengatakan, dirinya melihat anak-anak memakan makanan bergizi dari pemerintah dengan senang hati.
    “Tadi saya melihat sendiri. Anak-anak sangat senang mendapat makanan bergizi gratis,” kata Dico.
    Suami artis cantik Chaca Frederica tersebut menjelaskan menu makanan bergizi hari ini terdiri dari nasi, daging, sayur, buah jeruk, dan susu kotak.
    Makanan itu, menurutnya, sudah memenuhi gizi karena sudah ada ahli gizi yang bertugas di dapur umum.
    “Makanan itu, kalau dinilai dengan rupiah, harganya lebih dari Rp 10.000,” ucap Dico.
    Meskipun demikian, tambah Dico, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan menu makanan. Ia berharap, program makanan bergizi gratis bisa berjalan lancar.
    “Nanti selanjutnya, minimal kita akan mendirikan 1 dapur umum di setiap kecamatan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kecelakaan di Tol Jagorawi, Tiga Kendaraan Ringsek
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Januari 2025

    Kecelakaan di Tol Jagorawi, Tiga Kendaraan Ringsek Bandung 6 Januari 2025

    Kecelakaan di Tol Jagorawi, Tiga Kendaraan Ringsek
    Editor
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Ruas Jalan Tol Jagorawi, tepatnya di Km 42.700 Jalur A, pada Senin (6/1/2025).
    Peristiwa ini melibatkan tiga unit kendaraan dan terjadi di wilayah
    Desa Cibanon
    , Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
    Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Mitsubishi Light Truck Box dengan nomor polisi B 9007 WCC, Isuzu Traktor Head B 9115 PEA, dan Mitsubishi Traktor Head Tangki berpelat nomor B 9478 SEI.
    Dalam gambar yang beredar, Mitsubishi Light Truck Box terlihat ringsek di tengah ruas jalan tol.
    Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor,
    Ipda Ferdhyan Mulya
    , menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 12.20 WIB.
    Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
    “Untuk korban jiwa nihil,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
    Sebelum kecelakaan terjadi, kendaraan Mitsubishi Light Truck Box bernomor polisi B 9007 WCC bergerak dari arah Jakarta menuju Ciawi di lajur 2.
    Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bergerak ke kiri dan hilang kendali.
    “Menabrak bagian samping belakang kanan kendaraan Isuzu Traktor Head yang sedang bergerak di lajur 1, kemudian kendaraan Mitsubishi Light Truck Box oleng ke kanan menabrak Kendaraan Mitsubishi Traktor Head Tangki,” ungkap Ipda Ferdhyan Mulya.
    Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi, 3 Kendaraan Besar Sampai Ringsek
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wacana Libur Ramadhan: Didukung Sekolah, Dikhawatirkan Orangtua
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Januari 2025

    Wacana Libur Ramadhan: Didukung Sekolah, Dikhawatirkan Orangtua Bandung 6 Januari 2025

    Wacana Libur Ramadhan: Didukung Sekolah, Dikhawatirkan Orangtua
    Tim Redaksi
    CIAMIS, KOMPAS.com
    – Pemerintah berencana meliburkan sekolah selama bulan Ramadhan, rencana ini mendapatkan respons beragam dari pihak sekolah dan orang tua siswa.
    Kepala SD 4 Kertasari, Yani Haryani, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut.
    “Kalau saya mendukung (libur selama Ramadhan),” ujar Yani saat ditemui di sekolahnya yang berada di Kertasari, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, pada Senin (6/1/2025).
    Yani menjelaskan bahwa meskipun siswa tidak bersekolah di kelas, mereka tetap belajar dengan cara yang berbeda.
    “Hanya saja, tempat belajar siswa berpindah menjadi di madrasah atau pesantren,” tambahnya.
    Ia menekankan bahwa selama Ramadhan, tidak ada materi pembelajaran umum, tetapi siswa akan fokus pada pembelajaran agama.
    Pengalaman Yani di Ramadhan tahun lalu menunjukkan bahwa siswa di sekolahnya dititipkan ke
    madrasah diniyah
    untuk belajar agama selama dua minggu.
    “Hari efektif sekolah di bulan Ramadhan (tahun lalu) ada dua minggu. Program di diniyah atau pesantren, mengikuti hari efektif sekolah,” jelasnya.
    Selama siswa belajar agama, pihak sekolah tetap memantau kehadiran mereka.
    “Disiasati absensi tetap berlaku. Jadi anak hadir tiap hari,” kata Yani, menambahkan bahwa hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar tidak libur belajar.
    Pembelajaran agama selama bulan Ramadhan telah dilaksanakan beberapa tahun di Ciamis, dan Yani berharap siswa tetap melanjutkan
    pendidikan agama
    di madrasah diniyah setelah Ramadhan.
    “Harapannya tetap sekolah agama, tidak hanya saat bulan Ramadhan,” tuturnya.
    Namun, tanggapan berbeda disampaikan oleh orang tua siswa.
    Resi, salah satu orangtua siswa SD 4 Kertasari, berpendapat bahwa lebih baik siswa tetap bersekolah selama Ramadhan.
    “Mending sekolah saja, namun materinya diisi soal keagamaan,” ujarnya.
    Resi mengkhawatirkan bahwa jika anaknya tidak bersekolah, mereka akan menghabiskan waktu di rumah dengan bermain gadget.
    “Kalau ada di rumah
    ngoprek
    hp terus, lebih baik sekolah saja,” ungkapnya.
    Dengan berbagai pandangan ini, rencana pemerintah untuk meliburkan sekolah selama bulan Ramadhan masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.