Category: Kompas.com Metropolitan

  • Kejati NTB Jemput Paksa Tersangka Kasus Pembangunan NCC
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Kejati NTB Jemput Paksa Tersangka Kasus Pembangunan NCC Regional 7 Januari 2025

    Kejati NTB Jemput Paksa Tersangka Kasus Pembangunan NCC
    Tim Redaksi
    MATARAM, KOMPAS.com
    – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap paksa mantan Direktur
    PT Lombok Plaza
    berinisial DS pada Selasa (7/1/2025) malam.
    Penangkapan ini berkaitan dengan kasus
    NTB Convention Centre
    (NCC).
    Elly Rahmawati, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus)
    Kejati NTB
    , mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil tersangka sebanyak tiga kali. Namun DS tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.
    “Sudah kami panggil tiga kali, tapi tidak pernah hadir sehingga kami jemput paksa dari Bali ke Kota Mataram,” ujarnya.
    Setelah menjalani pemeriksaan, DS terlihat keluar dari ruang kejaksaan sekitar pukul 21.50 Wita.
    Ia mengenakan rompi jingga bertuliskan “Tahanan Kejaksaan” dan berusaha menutupi wajahnya dengan tas untuk menghindari sorotan kamera wartawan.
    “Tadi langsung kami lakukan pemeriksaan, didampingi dengan penasihat hukum,” tambah Elly.
    Selama proses penyidikan, Kejati NTB telah memeriksa 26 orang, baik sebagai tersangka maupun saksi, termasuk DS, dalam kasus pembangunan NCC.
    “Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan,” ujarnya.
    Elly juga menyebutkan bahwa
    kerugian negara
    dalam kasus ini telah dihitung oleh pihak auditor. Total kerugian mencapai Rp 15,2 miliar.
    Kasus ini bermula dari pemanfaatan lahan NCC, di mana Pemerintah Provinsi NTB bekerja sama dengan PT Lombok Plaza dalam bentuk bangun guna serah (BGS).
    Pada tahun 2012, Pemprov NTB memiliki tanah seluas sekitar 31.963 meter persegi yang terletak di Jalan Bung Karno, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
    Namun, proses kegiatan pembangunan tidak sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS).
    Hingga saat ini, pembangunan NCC tersebut belum pernah terwujud, dan Pemprov NTB tidak menerima pembayaran kompensasi dari PT Lombok Plaza.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mobil Pajero Tabrak Toko Percetakan di Surabaya, Kerugian Capai Rp 3 Miliar
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 Januari 2025

    Mobil Pajero Tabrak Toko Percetakan di Surabaya, Kerugian Capai Rp 3 Miliar Surabaya 7 Januari 2025

    Mobil Pajero Tabrak Toko Percetakan di Surabaya, Kerugian Capai Rp 3 Miliar
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Seorang pengemudi mobil Pajero berusia 66 tahun, Oei Kie Lay, menabrak sebuah bangunan percetakan di Jalan Klampis Jaya, Sukolilo, Surabaya, Selasa (7/1/2024) sekitar pukul 12.30 WIB.
    Beruntung, insiden ini tidak mengakibatkan korban jiwa.
    Kapolsek Sukolilo, Kompol I Made Patera Negara, menjelaskan kronologi kejadian.
    “Pelaku mengendarai mobil Mitsubishi Pajero bernomor polisi L 1939 ACR, yang berjalan dari arah selatan menuju ke utara,” ungkap Made saat dikonfirmasi.
    Menurut Made, Oei berniat memarkirkan mobilnya di deretan rumah toko (ruko) di lokasi tersebut.
    Namun, ia kehilangan kendali dan menabrak pintu percetakan.
    “Karena kurang hati-hati saat parkir, kendaraan yang dikemudikannya melaju ke depan, menabrak pintu ruko nomor 15D. Setelah menabrak, pengemudi berusaha berjalan mundur,” ujarnya.
    Setelah itu, Oei kembali menabrak sebuah mobil Toyota Innova dengan nomor polisi L 1409 AAE yang terparkir di sekitar lokasi.
    Dalam keadaan panik, ia menginjak gas kendaraannya, yang menyebabkan mobil Pajero melaju lagi ke depan dan menabrak ruko beserta barang-barang di dalamnya.
    “Jadi penyebab kecelakaan ini adalah faktor manusia yang kurang hati-hati,” tambah Made.
    Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah barang di dalam
    toko percetakan
    mengalami kerusakan parah. Total kerugian yang diderita mencapai hingga Rp 3 miliar.
    “Kerusakan mencakup 1 set mesin trotect, 2 mesin skycutt, 6 set komputer, 1 set mesin cetak, 1 kulkas, 1 mesin laminasi, 8 meja, 10 kursi, 2 stavolt, 1 stabilizer dan 2 bagian kaca ruko,” perinci Made.
    Saat ini, pihak kepolisian telah membawa Oei dan mobil Pajero yang dikendarainya ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kecelakaan yang terjadi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pendaftaran Mahasiswa Jalur Prestasi di Unej Dibuka, Kampus Minta Sekolah Bikin Akun
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 Januari 2025

    Pendaftaran Mahasiswa Jalur Prestasi di Unej Dibuka, Kampus Minta Sekolah Bikin Akun Surabaya 7 Januari 2025

    Pendaftaran Mahasiswa Jalur Prestasi di Unej Dibuka, Kampus Minta Sekolah Bikin Akun
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB) tahun 2025 melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (
    SNBP
    ) resmi dimulai pada Selasa (7/1/2025).
    Seleksi ini mengandalkan prestasi sekolah dan prestasi siswa sebagai dasar penentuan kelulusan, sehingga peran aktif sekolah sangat penting.
    Sekolah diharapkan segera membuat akun sekolah untuk pendaftaran jalur SNBP, yang merupakan tahap pertama dari rangkaian pendaftaran.
    Rektor
    Universitas Jember
    (Unej)
    Iwan Taruna
    menyampaikan bahwa tahapan pembuatan akun sekolah dibuka mulai tanggal 6 hingga 31 Januari 2025.
    “Jika sekolah tidak membuat akun SNBP, maka dipastikan siswanya tidak bisa mendaftarkan diri di jalur tanpa tes ini,” ujarnya.
    Iwan juga menambahkan, sekolah yang sudah memiliki akun SNBP pada tahun sebelumnya tidak perlu membuat akun baru.
    “Tentu sangat disayangkan jika siswa yang masuk kategori eligible gagal ikut SNBP gara-gara sekolah tidak membuat akun SNBP,” kata Iwan.
    Ia berharap semua sekolah bersedia memfasilitasi siswa-siswinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
    Berdasarkan data panitia pusat SNPMB, tercatat ada 20.696 sekolah yang memiliki akun, sehingga anak didiknya bisa mendaftarkan diri di jalur SNBP pada tahun 2024.
    Tahun ini, panitia pusat SNPMB menargetkan semakin banyak sekolah yang membuat akun SNBP sehingga lebih banyak siswa memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
    Selain itu, panitia pusat SNPMB juga memberikan kebijakan baru dengan penambahan kuota siswa eligible sebanyak 5 persen bagi sekolah yang menggunakan e-Rapor.
    Wakil Ketua Tim Kerja Humas Unej Iim Fahmi Ilman mengingatkan agar siswa yang mengikuti SNBP mempertimbangkan secara matang pilihan program studi dan perguruan tinggi negeri (PTN) yang akan dipilih.
    “Bagi siswa yang diterima di PTN melalui jalur SNBP, maka tidak bisa mendaftarkan diri di jalur penerimaan mahasiswa baru lainnya seperti jalur seleksi nasional berdasarkan tes maupun jalur mandiri,” ujarnya.
    Oleh karena itu, siswa disarankan berkonsultasi dengan pihak sekolah dan orang tua, mengingat sekolah lebih memahami rekam jejak akademis siswa.
    “Peran orang tua sangat penting mengingat mereka yang akan membiayai kuliah,” tutup Iim.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jalan Raya Penghubung Buleleng dan Karangasem Ambles Sepanjang 20 Meter akibat Rembesan Air PDAM
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        7 Januari 2025

    Jalan Raya Penghubung Buleleng dan Karangasem Ambles Sepanjang 20 Meter akibat Rembesan Air PDAM Denpasar 7 Januari 2025

    Jalan Raya Penghubung Buleleng dan Karangasem Ambles Sepanjang 20 Meter akibat Rembesan Air PDAM
    Tim Redaksi
    BULELENG, KOMPAS.com
    – Ruas jalan raya Singaraja-Amlapura yang terletak di Banjar Dinas Antasari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten
    Buleleng
    , Provinsi Bali, mengalami ambles pada Senin (6/1/2025) dini hari.
    Kejadian ini menyebabkan
    jalan ambles
    sepanjang 20 meter dengan lebar 3 meter, serta senderan jalan yang berbatasan dengan pantai setinggi 8 meter juga jebol.
    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (
    BPBD
    ) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menjelaskan bahwa amblesnya jalan tersebut disebabkan oleh rembesan air dari pipa PDAM yang mengalami kebocoran.
    “Bocornya pipa induk galvanis milik PDAM dengan diameter 10 inchi sejak tanggal 1 Januari 2025 lalu. Airnya menggerus senderan dan badan jalan sehingga jebol,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Selasa (7/1/2025).
    BPBD telah melakukan asesmen terhadap dampak bencana ini.
    Amblesnya jalan juga merusak dua buah perahu dan satu mesin perahu milik warga setempat yang berada di bawahnya.
    “Kami menyerahkan tiga lembar terpal kepada desa untuk menutupi jalan jebol,” tambah Putu Ariadi.
    Kepala Desa Pacung, Gede Kardiana, menyatakan bahwa amblesnya jalan tersebut cukup membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan besar seperti truk.
    “Cukup membahayakan terutama kendaraan besar seperti truk dengan muatan pasir yang biasanya melintas di jalan itu,” kata Gede Kardiana.
    Saat ini, jalan tersebut diberlakukan sistem buka tutup, dengan separuh badan jalan yang masih dapat digunakan.
    Pengaturan arus lalu lintas ini dibantu oleh warga setempat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Saat Pemkot Yogyakarta Targetkan Pengelolaan Sampah Kelar pada April 2025…
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        7 Januari 2025

    Saat Pemkot Yogyakarta Targetkan Pengelolaan Sampah Kelar pada April 2025… Yogyakarta 7 Januari 2025

    Saat Pemkot Yogyakarta Targetkan Pengelolaan Sampah Kelar pada April 2025…
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kota (Pemkot)
    Yogyakarta
    menargetkan
    pengelolaan sampah
    di wilayahnya dapat diselesaikan pada
    April 2025
    .
    Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, pada Selasa (7/1/2025).
    “April seluruhnya bisa terkelola,” ujar Ahmad.
    Ia menjelaskan bahwa Kota Yogyakarta menghasilkan sampah harian sebanyak 245 ton.
    Selama ini, pengelolaan sampah di kota yang dikenal dengan julukan Kota Gudeg ini mengandalkan empat lokasi Tempat
    Pengelolaan Sampah
    Terpadu (TPST) 3R, yaitu di Nitikan, Kranon, Karangmiri, dan lahan pinjaman di Sitimulyo Piyungan.
    Selain itu,
    Pemkot Yogyakarta
    juga memanfaatkan
    insenerator
    untuk mengelola sampah.


    Rinciannya, insinerator yang berada di Giwangan mampu mengolah 30 ton sampah per hari, sementara insinerator di Sitimulyo juga dapat mengolah 30 ton per hari dan memproduksi
    refuse derived fuel
    (RDF) sebanyak 25 ton per hari.
    “TPST 3R Nitikan dapat mengolah 55 ton per hari, Kranon 25 ton per hari, dan Karangmiri 15 ton per hari,” jelasnya.
    Pemkot Yogyakarta juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk mengolah 45 ton sampah per hari.
    Meskipun demikian, masih terdapat 20 ton sampah per hari yang belum terkelola, yang saat ini menumpuk di depo-depo sampah di Kota Yogyakarta.
    Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Pemkot telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tiga insenerator tambahan.
    Ketiga insenerator tersebut direncanakan akan ditempatkan di Sitimulyo Piyungan.
    “Tiga alat itu sudah dalam proses pengadaan. Rencananya sudah bisa diuji cobakan pada Maret, sehingga April target sampah dapat tertangani,” pungkas Ahmad.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Upaya Yayasan Selesaikan Persoalan Universitas Bandung: Jual Gedung hingga Kerjasama Investasi
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        7 Januari 2025

    Upaya Yayasan Selesaikan Persoalan Universitas Bandung: Jual Gedung hingga Kerjasama Investasi Bandung 7 Januari 2025

    Upaya Yayasan Selesaikan Persoalan Universitas Bandung: Jual Gedung hingga Kerjasama Investasi
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com

    Yayasan Bina Administrasi
    (YBA) yang menaungi
    Universitas Bandung
    tengah berupaya mencari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan keuangan yang dihadapinya.
    Berbagai langkah diambil, mulai dari memasarkan salah satu gedung kampus hingga menjajaki kerjasama dengan investor untuk membantu menutupi beban operasional.
    Ketua Yayasan Bina Administrasi, Uce Karna Suganda, mengungkapkan bahwa pendapatan yayasan saat ini sangat minim, hanya mengandalkan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) dari ratusan mahasiswa di fakultas yang masih aktif.
    “Berbagai upaya dilakukan guna mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi, bahkan ada rencana menjual aset gedung salah satu kampus di wilayah Ciwastra, Kota Bandung, Jawa Barat, seharga Rp 25 miliar,” ujarnya di kantor LLDIKTI Kaar, Selasa (7/1/2025).
    “Tapi ya kita berusaha. Kalau mengandalkan ini paling jual mobil, jual aset. Kita juga menawarkan untuk satu solusi itu menjual gedung kampus,” lanjutnya.
    Ia menjelaskan bahwa meskipun sudah ada tawaran untuk gedung tersebut, hingga saat ini belum ada transaksi yang terwujud.
    Hasil dari
    penjualan gedung
    diharapkan dapat digunakan untuk membayar tunggakan gaji staf dan dosen, serta untuk pengembangan universitas ke depan.
    Jika penjualan berhasil, Yayasan Bina Administrasi berencana memusatkan perkuliahan di kampus Universitas Bandung yang berlokasi di Jalan Muararajeun, Kota Bandung.
    “Tapi sekarang kita sudah tawarkan ke beberapa investor. Biar dicicil juga yang penting gaji terbayar. Itu aja. buat gaji aja,” tambahnya.
    Uce optimistis bahwa penjualan gedung kampus di wilayah Ciwastra dapat memenuhi seluruh kebutuhan operasional, termasuk gaji dan pesangon karyawan di tiga program studi yang saat ini dibekukan.
    “Rencana kalau kampus terjual kita beresin (gaji karyawan di prodi yang dibekukan), mereka dipensiunkan terus dikasih pesangon,” jelasnya.
    Selain menjual gedung, kerjasama penggabungan dengan yayasan lain juga menjadi opsi yang dipertimbangkan.
    Uce menyebutkan bahwa ada satu yayasan yang memiliki konsep menarik untuk mengembangkan Universitas Bandung menjadi lebih internasional.
    Yayasan tersebut beroperasi di Bali, Cirebon, dan Bandung.
    “Jadi dua yayasan bergabung. Ini nanti akan mengoperasikan Universitas Bandung internasional,” katanya.
    Saat ini, Uce juga menyampaikan bahwa beberapa investor dari Korea dan Malaysia menunjukkan ketertarikan untuk melakukan investasi.
    Uce menegaskan bahwa meskipun menghadapi kritik dan hujatan, ia tetap berkomitmen untuk memperjuangkan nasib Universitas Bandung.
    “Saya baru awal 2003 sebetulnya. ‘katempuhan buntut maung’ (mendapat kesulitan akibat kesalahan yang dilakukan orang lain). Tapi ya gak apa-apa saya dihujat, gak apa-apa. Yang penting saya tetap berjuang. Kalau bangunan kampus terjual cepat udah selesai (persoalannya),” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Oknum Dosen di Mataram Diperiksa Polisi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Oknum Dosen di Mataram Diperiksa Polisi Regional 7 Januari 2025

    Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Oknum Dosen di Mataram Diperiksa Polisi
    Tim Redaksi
    MATARAM, KOMPAS.com
    – Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), memerika LR, oknum dosen di Kota Mataram.
    LR dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual pada sejumlah mahasiswa. Ia diperiksa sebagai saksi di ruangan Dirreskrimum Polda NTB selama sekitar satu jam, Selasa (7/1/2025). 
    “Ya, masih proses penyelidikan,” kata Kasubdit IV Dirreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati saat dikonfirmasi, Selasa. 
    Kasus dugaan
    pelecehan seksual sesama jenis
    ini terungkap setelah korban melaporkan kasus ini ke polisi akhir Desember 2024. 
    Polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, untuk melengkapi bukti-bukti yang mengarah ke dugaan pelecehan seksual. 
    Pelaku diduga menjalankan aksinya di sebuah tempat perkumpulan komunitas anak-anak muda di Lombok Barat.
    Perwakilan Koalisi Stop Kekerasan Seksual, Joko Jumadi mengatakan, hingga saat ini jumlah korban pelecehan seksual yang teridentifikasi berjumlah 12 orang. 
    Rata-rata korban adalah mahasiswa di sejumlah kampus di Kota Mataram. 
    “Total yang teridentifikasi di kami ada 12 orang tapi di kampus ada yang menyampaikan ada 10 (korban) di salah satu kampus,” kata Joko dikonfirmasi, Selasa (7/1/2025). 
    Saat ini tim pendamping masih fokus pada korban yang telah teridentifikasi. 
    Joko mengatakan, modus yang digunakan pelaku untuk membujuk korbannya diduga dengan ritual pembersihan diri. 
    Joko menyampaikan, oknum dosen tersebut sudah diberhentikan dari kampus tempatnya mengajar. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi di Lampung Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Polisi di Lampung Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri Regional 7 Januari 2025

    Polisi di Lampung Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Seorang anggota polisi berinisial Brigadir Satu (Briptu) EA yang bertugas di Polres
    Way Kanan
    ditemukan tewas di rumahnya.
    Penyelidikan awal oleh pihak kepolisian menduga bahwa korban melakukan
    bunuh diri
    .
    Kepala Bidang Humas
    Polda Lampung
    , Komisaris Besar (Kombes) Umi Fadillah, mengonfirmasi peristiwa tersebut.
    Menurut Umi,
    Briptu EA
    ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rumahnya yang terletak di Kampung Banjar Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, pada Selasa (7/1/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
    “Benar, anggota tersebut ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Umi saat dikonfirmasi pada Selasa malam.
    Umi menjelaskan bahwa Tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kesimpulan awal menunjukkan bahwa Briptu EA diduga melakukan bunuh diri.
    “Pada tubuhnya ditemukan luka di leher yang disebabkan oleh senjata tajam,” tambahnya.
    Meski demikian, Umi menekankan bahwa pihaknya belum dapat memberikan kepastian bahwa Briptu EA melakukan tindakan bunuh diri.
    “Motifnya masih dalam penyelidikan, karena kami belum bisa berspekulasi mengenai penyebab pasti tindakan tersebut. Yang jelas, kami tidak bisa menduga-duga,” kata Umi.
    Saat ini, jenazah Briptu EA telah dibawa ke rumah sakit untuk proses otopsi.
    Bunuh diri
    dapat terjadi ketika seseorang mengalami depresi dan merasa tidak ada dukungan.
    Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menghadapi masalah serupa, penting untuk mencari bantuan.
    Layanan konseling dapat menjadi pilihan untuk meringankan beban yang ada.
    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau alternatif layanan konseling, Anda dapat mengunjungi website Into the Light Indonesia di:
    Into the Light Indonesia
    .
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Siswa SMA Jadi Korban Hubungan Seks Sejenis, Sempat Digilir 2 Pria Tak Dikenal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2025

    Siswa SMA Jadi Korban Hubungan Seks Sejenis, Sempat Digilir 2 Pria Tak Dikenal Regional 7 Januari 2025

    Siswa SMA Jadi Korban Hubungan Seks Sejenis, Sempat Digilir 2 Pria Tak Dikenal
    Tim Redaksi
    KUPANG, KOMPAS.com
    – Ada sejumlah fakta menarik dalam kasus sejumlah siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi korban hubungan seksual sejenis oleh PFKS alias Kung (34).
    Kung adalah seorang pria yang bekerja sebagai guru honorer di salah satu SMA di Kota Kupang. Dia juga adalah guru seni, yang mengajari tarian untuk anak-anak SMP dan SMA.
    Salah satu korban berinisial IG (16), dicabuli atau disodomi oleh Kung, sejak masih duduk di bangku SMP.
    Saat mencabuli IG, Kung memvideokan aksinya. Video tak senonoh itu digunakan Kung sebagai senjata untuk menakuti IG, jika tidak menuruti kemauannya berhubungan badan sesama jenis.
    “Kepada orangtuanya, korban menceritakan sudah menjadi korban sejak tahun 2021 saat tergabung dalam ekskul tari di salah satu SMP swasta di Kupang.”
    “Kejadian berlanjut 2022, 2023 korban SMA dan tahun 2024 bulan Juli dan bulan Agustus 2024,” kata Direktur Reskrimum Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Patar Silalahi, kepada Kompas.com, Selasa (7/1/2025).
    Kepada orang tua dan polisi, lanjut Patar, korban mengaku dicabuli di kamar mandi SMP, kamar kos tersangka di wali kota, kos di Kayu Putih dan di kos di Bakunase.
    “Ada beberapa perbuatan cabul dividiokan oleh tersangka dan saat bulan Juli 2024 ada nomor Hp yang tidak dikenal mengancam korban akan menyebarkan video dan dijawab korban untuk tidak menyebarkan video tersebut.”
    “Nomor Hp tersebut meminta bertemu di kamar kos tersangka di daerah Bakunase,” ungkap dia.
    Saat korban tiba di kamar kos, korban diminta berhubungan dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal.
    Karena takut dengan ancaman, korban menuruti keinginan tersangka untuk berhubungan dengan pria tak dikenal.
    Ancaman yang sama terkait video seks akan disebar kembali diterima korban, melalui pesan singkat yang dikirim pelaku.
    Korban kembali bertemu di kamar kos pelaku. Ketika bertemu sudah ada pelaku Kung dan seorang pria yang tidak dikenal di dalam kamar.
    “Mereka kembali melakukan hubungan badan bergiliran,” kata dia.
    Pencabulan sesama jenis itu terungkap setelah orang tua salah satu korban melihat percakapan dalam telepon genggam anaknya dengan pelaku PFKL.
    Isi percakapan itu membahas tentang seks yang mengarah ke hubungan sesama jenis.
    Lalu, orang tua menanyakan kepada korban dan diakui korban. Korban pun mengaku ada temannya juga mengalami hal yang sama.
    Karena tak terima, orang tua melaporkan kejadian itu ke Polda NTT.
    Usai menerima laporan, polisi mencari keberadaan pelaku yang juga merupakan pelatih sanggar tari.
    Polisi menuju tempat tinggal pelaku di Perumahan Oebufu Permai, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, namun tak ditemukan.
    Pelaku diketahui sedang berlibur di kampung halamannya di Kabupaten Flores Timur dan akan kembali ke Kota Kupang menggunakan kapal fery.
    Setelah tiba di Pelabuhan Bolok pada Sabtu (4/1/2025) subuh, pelaku dibekuk.
    Pelaku digelandang ke Markas Polda NTT untuk diinterogasi dan langsung ditahan.
    “Saat ini, pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Patar.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Psikolog: Kasus Kematian Satu Keluarga di Ciputat adalah Fenomena Homicide-Suicide
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2025

    Psikolog: Kasus Kematian Satu Keluarga di Ciputat adalah Fenomena Homicide-Suicide Megapolitan 7 Januari 2025

    Psikolog: Kasus Kematian Satu Keluarga di Ciputat adalah Fenomena Homicide-Suicide
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Ahli psikologi forensik, Maria Yulinda Ayu Natalia menilai, kasus kematian satu keluarga di Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, masuk dalam kategori
    homicide-suicide.
    Artinya, kasus ini melibatkan peristiwa pembunuhan yang diikuti dengan tindakan bunuh diri pelaku.
    “Dari fakta yang ditemukan oleh pihak kepolisian, kasus ini dikenal sebagai fenomena
    homicide-suicide
    , yang tidak hanya melibatkan pembunuhan, tetapi juga diikuti bunuh diri,” ujar Maria saat konferensi pers di Kantor Polsek Ciputat Timur, Pisangan, Ciputat, Selasa (7/1/2025).
    Maria menjelaskan, peristiwa semacam ini biasanya tidak terjadi secara spontan, melainkan melalui perencanaan yang matang.
    Hal ini sejalan dengan temuan polisi bahwa AF (31), suami sekaligus ayah dari keluarga tersebut, mencari informasi terkait pembunuhan dan bunuh diri sebelum menghabisi nyawa istri dan anaknya lalu bunuh diri. 
    “Ada perilaku perencanaan sebelumnya, seperti pencarian informasi tentang cara membunuh dengan mudah,” kata dia.
    Menurutnya, pola ini mengindikasikan adanya tekanan psikologis berat pada pelaku yang memengaruhi tindakannya.
    “Pembunuhan dan bunuh diri dalam fenomena ini saling terkait, tidak berdiri sendiri,” jelas dia.
    Sebelumnya diberitakan, AF (31), suami dari YL (28) sekaligus ayah dari AA (3) nekat menghabisi nyawa istri dan buah hatinya lalu bunuh diri karena terjerat judi
    online
    (judol) dan pinjaman
    online
    (pinjol).
    Adapun AF, YL, dan AA merupakan sekeluarga yang ditemukan tewas mengenaskan di rumah mereka di Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (15/12/2024).
    “Didapatkan hasil di
    handphone
    milik korban AF ditemukan beberapa bukti akses terhadap 15 aplikasi pinjaman
    online
    dan kredit
    online
    , serta empat situs judi
    online
    ,” ujar Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas Arifin saat konferensi pers di Kantor Polsek Ciputat Timur, Pisangan, Ciputat, Selasa (7/1/2025).
    Tak hanya itu, dari hasil analisis digital forensik, di ponsel AF ditemukan aktivitas pencarian di internet terkait metode pembunuhan, sehari sebelum pelaku menghabisi nyawa istri dan anaknya.
    Polisi pun menetapkan AF sebagai tersangka atas pembunuhan istri dan anaknya sendiri. Namun, karena AF tewas gantung diri, kasus ini tak dapat dilanjutkan.
    “AF kami tetapkan sebagai tersangka karena telah menjerat istri dan anaknya tapi menjadi korban karena melakukan gantung diri,” ucap Kemas.
    Kontak bantuan
    Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
    Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
    https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.