Category: Kompas.com Metropolitan

  • Banyak Proyek Mandek di Nunukan Diduga karena Monopoli, Satu Pengusaha Garap Puluhan Proyek
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Januari 2025

    Banyak Proyek Mandek di Nunukan Diduga karena Monopoli, Satu Pengusaha Garap Puluhan Proyek Regional 8 Januari 2025

    Banyak Proyek Mandek di Nunukan Diduga karena Monopoli, Satu Pengusaha Garap Puluhan Proyek
    Tim Redaksi
    NUNUKAN, KOMPAS.com
    – DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, menemukan indikasi dugaan monopoli dalam proyek-proyek APBD Nunukan 2024 yang belum selesai atau memerlukan addendum.
    Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama dan Saddam Husein melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek mandek itu pada Rabu (8/1/2024), 
    Terungkap bahwa satu pengusaha mendominasi puluhan proyek, mulai dari pengaspalan jalan bernilai miliaran hingga proyek kecil senilai ratusan juta.
    “Waktu rapat dengan Kepala Dinas PU Nunukan kemarin di DPRD Nunukan, saya sampaikan, ada pengusaha yang sampai muntah proyek. Akibatnya, banyak proyek tidak selesai dikerjakan dan harus lanjut dikerjakan 2025,” ujar Andre Pratama.
    Andre mengibaratkan kondisi ini seperti mengisi gelas yang sudah penuh, sehingga airnya tumpah.
    Ia juga meminta Inspektorat agar tidak menyetujui perpanjangan waktu bagi kontraktor yang gagal menyelesaikan proyek dalam batas waktu 50 hari.
    “Jika tidak bisa selesaikan proyek mereka, putus saja kontraknya, dan blacklist perusahaannya,” tegasnya.
    Ia menambahkan bahwa proyek-proyek yang didominasi oleh satu kontraktor berdampak pada keadilan bagi kontraktor lain yang juga mampu dan kredibel.
    “Pantas saja kalau banyak sekali proyek yang tidak selesai. Bagaimana mungkin satu kontraktor menyapu bersih semua proyek. Bahkan yang nilainya kecil sekalipun, tidak dia lepas. Apa namanya kalau bukan monopoli,” katanya lagi.
    DPRD juga mengidentifikasi proyek yang berpotensi tidak selesai meskipun diberikan perpanjangan waktu, seperti pembangunan tambahan prasarana Paras Perbatasan senilai Rp 9,7 miliar, yang progresnya baru mencapai 51 persen.
    Proyek ini bahkan menunjukkan kualitas pengerjaan yang terburu-buru.
    Andre menyebutkan bahwa total nilai proyek yang belum selesai dikerjakan pengusaha tersebut mencapai Rp 39 miliar.
    Selain itu, ada pengusaha lain yang mengerjakan tiga proyek dengan total anggaran Rp 9,9 miliar, termasuk pembangunan depot arsip, laboratorium lingkungan, dan poliklinik RSUD.
    “Saat kita masuk Kota, biasanya disambut dengan tulisan selamat datang dan lambang kota. Di Nunukan, hal seperti itu belum ada,” imbuhnya.
    Saddam Husein, menilai keterlambatan proyek APBD 2024 sebagai masalah sistemik yang melibatkan perencanaan, pengusulan anggaran, dan pelaksanaan.
    “Dari beberapa proyek yang kita monitoring, ada yang sudah finishing tapi kondisinya belum layak. Jadi ada risiko tentunya, tegakkan aturan saja. Yang bisa dibayar silahkan dibayar, yang tidak bisa, ya jangan dibayar. Apalagi yang progresnya masih jauh, hentikan saja,” tegasnya.
    Saddam juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dalam proses pelelangan dan pelaksanaan proyek. Ia meminta Dinas Teknis, khususnya Dinas PU, lebih selektif dalam memilih kontraktor agar tidak terjadi monopoli.
    “Bayangkan ada satu pengusaha mengerjakan puluhan proyek, tentu potensi keterlambatan terjadi. Yang rugi bukan hanya Pemerintah, masyarakat juga dirugikan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 92 Desa Wisata di Tasik Dorong Kemandirian Daerah, MBG Dongkrak Ekonomi
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        8 Januari 2025

    92 Desa Wisata di Tasik Dorong Kemandirian Daerah, MBG Dongkrak Ekonomi Bandung 8 Januari 2025

    92 Desa Wisata di Tasik Dorong Kemandirian Daerah, MBG Dongkrak Ekonomi
    Tim Redaksi
    TASIKMALAYA, KOMPAS.com
    – Sebanyak 92 desa dari total 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, telah menjelma menjadi desa wisata.
    Salah satunya adalah Desa Taraju yang telah mendapatkan penghargaan desa wisata nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2023.
    Pemerintahan desa di Tasikmalaya pun terus didorong untuk mandiri memanfaatkan
    dana desa
    guna mendapatkan sumber pendapatan yang menunjang pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya.
    Kemudian, salah satu upaya mewadahi semua potensi itu sedang diproses dalam pembentukan
    Geopark Galunggung
    skala nasional.

    Dana desa
    sebesar Rp 1 miliar per desa merupakan peluang besar untuk membangun desa sesuai dengan potensi lokal masing-masing. Pemerintah desa adalah ujung tombak pembangunan. Dana desa yang kita terima harus dimanfaatkan secara optimal,” kata Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, Rabu (8/1/2025).
    Ade mengaku telah meminta seluruh pemerintahan desa di bawah kepemimpinannya untuk menyelaraskan pemanfaatan anggaran desa sesuai dengan visi pemerintah pusat dan daerah.
    Apalagi, Presiden RI Prabowo Subianto tengah fokus melaksanakan program makan gizi gratis.
    Program itu dinilai akan menciptakan perputaran uang Rp 8 miliar di tiap desa seluruh Indonesia mulai tahun 2025.
    “Pemkab Tasikmalaya telah memberikan waktu tambahan dua tahun kepada para kepala desa untuk menyusun rencana pembangunan yang terintegrasi,” kata Ade.
    Dukungan lewat Peraturan Bupati Tasikmalaya menjadikan
    desa mandiri
    diharapkan mampu menggali berbagai potensi di setiap desa.
    Ke depannya, Kabupaten Tasikmalaya akan menjadi kumpulan desa mandiri dengan potensi yang beragam.
    “Nanti kan sesuai dengan potensinya, ada desa berbasis jasa, pertanian, perikanan, hutan, dan laut. Maka perencanaan yang matang sangat diperlukan agar dana desa dapat memberikan manfaat maksimal,” ujar dia.
    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Aep Syaripudin, mengaku legislatif selama ini mendukung penuh percepatan Geopark Galunggung menjadi wisata baru Indonesia yang penuh edukasi sejarah.
    Nantinya, berbagai potensi di tiap desa Kabupaten Tasikmalaya akan semakin dikenal di Indonesia dan dunia.
    Kemudian, Geopark di Tasikmalaya ini akan menjadi lokasi wisata alam bersejarah kebanggaan warga Tasikmalaya.
    “Kami berharap Geopark Galunggung akan menjadi destinasi wisata terkenal sampai ke mancanegara dan menarik turis asing ke Tasikmalaya. Tentunya, ini bisa meningkatkan
    kesejahteraan masyarakat
    ,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rencana Apple Bangun Pabrik di Indonesia, BP Batam: Masih Komunikasi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Januari 2025

    Rencana Apple Bangun Pabrik di Indonesia, BP Batam: Masih Komunikasi Regional 8 Januari 2025

    Rencana Apple Bangun Pabrik di Indonesia, BP Batam: Masih Komunikasi
    Tim Redaksi
    BATAM, KOMPAS.com
    – Badan Pengusahaan (BP)
    Batam
    menunggu
    direct inquiry
    dari
    Apple
    ataupun perusahaan subkon terkait rencana
    investasi
    Apple yang akan membangun pabrik
    AirTag
    di Batam, Kepulauan Riau.
    Apple sendiri berencana menanamkan investasi sebesar Rp 16 triliun, hasil pertemuan Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman, dan Menteri
    Investasi
    dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
    “Kami sudah mendengar beberapa isu negosiasi terkait rencana investasi ini di Batam, namun sampai saat ini BP Batam belum ada direct inquiry dari Apple ataupun subkonnya. BP Batam telah berkomunikasi dengan kementerian yang menangani hal tersebut,” jelas Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (8/1/2025) malam.
    BP Batam sendiri menyambut baik dan akan menindaklanjuti proses investasi apabila telah menerima informasi dari kementerian pusat.
    Kesepakatan rencana investasi tersebut dimungkinkan saat ini masih ada pembahasan lebih lanjut yang dilakukan antara pihak perusahaan dengan kementerian terkait.
    “Hal ini mungkin masih terjadi diskusi antara perusahaan dengan kementerian terkait di pusat,” ujarnya.
    Pembangunan pabrik AirTag di Batam akan memberikan dampak perekonomian positif bagi Indonesia.
    Jika terlaksana, maka dipastikan akan terdapat penyerapan tenaga kerja tambahan di Kota Batam.
    Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P.
    Roeslani, mengumumkan kesepakatan investasi dengan Vice President of Global Policy Apple Inc, Nick Amman.
    Hasil negosiasi di Jakarta pada Selasa (8/1/2024) malam memastikan pembangunan pabrik AirTag di Batam senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun (kurs Rp 16.222).
    Rosan menjelaskan, pabrik tersebut diharapkan dapat memenuhi 65 persen kebutuhan AirTag secara global.
    “Mereka berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama vendor AirTag itu senilai 1 miliar dollar AS. Nantinya, 65 persen kebutuhan AirTag global akan dipenuhi dari pabrik di Batam,” ujar Rosan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menteri Kebudayaan Dorong Revitalisasi Museum NTB Buat Pameran Harta Karun
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Januari 2025

    Menteri Kebudayaan Dorong Revitalisasi Museum NTB Buat Pameran Harta Karun Regional 8 Januari 2025

    Menteri Kebudayaan Dorong Revitalisasi Museum NTB Buat Pameran Harta Karun
    Tim Redaksi
    MATARAM, KOMPAS.com
    – Menteri Kebudayaan,
    Fadli Zon
    , menyebutkan diperlukan adanya
    revitalisasi gedung
    museum Nusa Tenggara Barat (NTB) agar memenuhi standar keamanan untuk menggelar pameran ”
    Harta Karun Lombok
    “.
    Hal tersebut disampaikan Fadli Zon usai meninjau ruangan gudang penyimpanan koleksi
    museum NTB
    , Selasa (7/1/2025).
    “Kalau sudah bagus dan memenuhi standar, termasuk standar keamanannya, benda-benda repatriasi yang sudah dikembalikan dari Belanda yang sekarang ada di museum Nasional mungkin bisa ikut dipamerkan di sini,” kata Fadli Zon.
    Kepala
    Museum NTB
    , Ahmad Nuralam, mengatakan masih menunggu jawaban museum Nasional agar bisa mengadakan pameran “Harta Karun Lombok”.
    Terkait hal ini, Nuralam mengaku museum NTB perlu berbenah diri, yaitu dengan peningkatan kapasitas gedung dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
    “Kalau permasalahan kita mau diserahkan, ini kita terima andai kata itu betul, tapi kan perlu ada peningkatan, ya, peningkatan gedung, peningkatan SDM,” kata Nuralam, dikonfirmasi Rabu (8/1/2025).
    Menurut Nuralam, museum NTB membutuhkan renovasi atau gedung baru serta penambahan petugas pengamanan.
    Nuralam mengatakan jika infrastruktur sudah ada, maka museum NTB bisa memiliki tingkat pengamanan maksimum.
    “Nanti saya sampaikan ke pimpinan, andai kata benda tersebut akan dipamerkan atau akan disimpan, ya, memang perlu peningkatan sarana-prasarana, dan kita siap melakukan peningkatan sarana dan prasarana,” ujar Nuralam.
    Nuralam mengatakan, dalam undang-undang tentang cagar budaya dijelaskan
    harta karun Lombok
    yang dikembalikan adalah milik negara.
    Saat ini, “Harta Karun Lombok” disimpan dan dipamerkan di museum Nasional.
    “Harta Karun Lombok” dipamerkan di Museum Nasional di antaranya berupa perhiasan bros dengan batu berlian yang ditaksir bernilai miliaran, sejumlah cincin, keris, ukiran jendela, hingga selop sandal anak-anak berwarna merah.
    Terbaru, benda lain yang dikembalikan oleh Belanda adalah berupa patung singa bersayap yang dirampas saat perang Lombok pada 1894.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DPRD Depok: Kritik Sandi ke Dinas Damkar Depok Dibutuhkan dalam Sebuah Lembaga
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Januari 2025

    DPRD Depok: Kritik Sandi ke Dinas Damkar Depok Dibutuhkan dalam Sebuah Lembaga Megapolitan 8 Januari 2025

    DPRD Depok: Kritik Sandi ke Dinas Damkar Depok Dibutuhkan dalam Sebuah Lembaga
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Sekretaris Komisi A DPRD Depok, Babai Suhaimi, mengaku akan fokus memerhatikan intensi sikap kritis
    Sandi Butar Butar
    , petugas pemadam kebakaran (Damkar) Depok, yang selama ini ditujukan kepada Dinas Damkar Kota Depok.
    Babai mengatakan, hal tersebut akan dilakukannya dalam rapat yang bakal digelar bersama Dinas Damkar Kota Depok pada pekan depan. Langkah ini penting untuk memastikan sikap kritis Sandi tidak berkaitan dengan kontrak kerjanya yang tak diperpanjang.
    “Tentu sikap kritis Sandi itu dibutuhkan ya dalam sebuah lembaga, sepanjang kritisnya itu adalah kritis yang membangkitkan kinerja,” ucap Babai saat dihubungi
    Kompas.com
    , Rabu (8/1/2025).
    Menurut Babai, sikap kritis yang kerap dipertunjukkan Sandi untuk memperjuangkan perbaikan Dinas Damkar patut dipertahankan.
    Namun, Babai menilai sikap kritis itu harus tetap berlandaskan etika dan mekanisme yang telah diatur.
    “(Salah satu faktornya) Ya kritis yang membangkitkan kinerja. Nah untuk itu, Sandi harus tahu di mana letaknya hal itu harus dia lakukan dalam status dia sebagai pegawai,” ungkap Babai.
    Babai berujar, dugaan korupsi yang dilaporkan Sandi dirasa tidak beretika, semisal protes perbaikan alat pemadam yang menjadi keluhan utama Sandi.
    “Sampai ada tuduhan misalnya tuduhan pelanggaran, tuduhan tindak pidana korupsi, dan lain sebagainya kan kayak gitu tidak bisa juga (kurang beretika),” sambungnya.
    Babai menambahkan, sikap kritis yang seperti demikian dikhawatirkan dapat mengganggu tatanan pemerintah.
    “Menyampaikan kritik saran dan masukan Sandi juga perlu tahu caranya, ada mekanismenya, ada aturannya sehingga lebih beretika dan jangan sampai dilanggar,” lanjutnya.
    Seperti diketahui, Dinas Damkar Depok tidak memperpanjang kontrak kerja Sandi yang tertuang dalam Surat Keterangan Kerja, Kamis (2/1/2025) dengan nomor 800/140/PKTT/PO.DAMKAR/I/2024.
    Dalam surat tersebut, petugas atas nama Sandi Butar Butar tidak diperpanjang kontraknya setelah sembilan tahun lebih bekerja.
    “Masa kerja sejak 10 November 2015 sampai dengan 31 Desember 2024. Alasan berhenti (yaitu) tidak diperpanjang kontrak,” mengutip isi surat, Senin.
    Surat itu ditandatangani langsung oleh Plt Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Tesy Haryanti.
    Tesy menerangkan, salah satu indikator atas keputusan ini dilihat dari hasil evaluasi kinerja Sandi selama setahun terakhir.
    “Kalau kerja setahun ternyata tidak menarget atau tidak ada alasan-alasan tertentu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya mohon maaf,” ungkap Tesy.
    “Dan ini memang surat pemberitahuan, bukan pemecatan,” tambah Tesy.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mahasiswa di Pondok Cabe Dibegal, Motor Raib Dibawa Pelaku
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Januari 2025

    Mahasiswa di Pondok Cabe Dibegal, Motor Raib Dibawa Pelaku Megapolitan 8 Januari 2025

    Mahasiswa di Pondok Cabe Dibegal, Motor Raib Dibawa Pelaku
    Editor
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Seorang mahasiswa bernama Jexsen Rivaldo Finandra (18) menjadi korban pembegalan di Jalan Talas 2, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan.
    Kapolsek Pamulang Kompol Suhardono menjelaskan bahwa meskipun korban sempat melawan dengan memukul salah satu pelaku, kendaraannya tetap berhasil dirampas.
    “Korban tidak bisa mempertahankan sepeda motornya yang dibawa oleh pelaku untuk melarikan diri,” ujar Suhardono saat dikonfirmasi, Rabu (8/1/2024).
    Suhardono menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari. Saat itu, korban sedang keluar rumah untuk mencari makan.
    Namun, saat berhenti, korban melihat tiga orang datang dari arah berlawanan. Salah satu pelaku langsung memiting korban dan mengancam dengan senjata tajam.
    “Pelaku menghadang korban, kemudian salah satu pelaku memiting korban dan menodongkan pisau ke lehernya,” jelas Suhardono.
    Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, berupa STNK motor Honda Vario milik korban dan sebuah sweter hitam bertuliskan “Looney Tunes” yang diduga milik pelaku.
    Saat ini, Polsek Pamulang sedang memburu ketiga pelaku dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi mereka.
    “Barang bukti yang ditemukan berupa STNK milik korban dan sweter hitam yang diduga milik pelaku. Penyelidikan terus dilakukan,” ungkap Suhardono.
    Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka di tubuh yang diduga disebabkan oleh senjata tajam yang dibawa pelaku.
    Korban yang mengalami luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati untuk mendapatkan perawatan.
    Sementara itu, keluarga korban telah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Pamulang.
    (Reporter: Intan Afrida Rafni | Editor: Abdul Haris Maulana)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Surabaya Keluhkan Rumah Kosong Jadi Tempat Buang Sampah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Januari 2025

    Warga Surabaya Keluhkan Rumah Kosong Jadi Tempat Buang Sampah Regional 8 Januari 2025

    Warga Surabaya Keluhkan Rumah Kosong Jadi Tempat Buang Sampah
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Sebuah
    rumah kosong
    di Jalan Raya Randu Nomor 57, Kenjeran,
    Surabaya
    , menjadi tempat
    pembuangan sampah
    sembarangan.
    Masyarakat setempat mengeluh karena bau tak sedap menyeruak dari timbunan sampah di rumah itu.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , tampak tumpukan sampah hingga memenuhi area halaman rumah tersebut. Bahkan, beberapa karung dan kresek terlihat meluber sampai ke jalan raya.
    Ketua RT setempat, Jasman, mengatakan rumah itu berganti-ganti penghuni dalam beberapa tahun terakhir. Namun, rumah itu kosong dan baru menjadi tempat pembuangan sampah dalam beberapa bulan terakhir.
    “Sejak pertengahan tahun 2024, mulai ada yang buang sampah di sana. September kemarin, warga mulai banyak yang mengeluh,” kata Jasman ketika ditemui di rumahnya, Rabu (8/1/2025).
    Jasman menyebut masyarakat setempat mengeluhkan bau tidak sedap akibat tumpukan sampah sampai dekat rumah itu. Selain itu, sampah di bangunan kosong tersebut juga terbawa air ke jalan ketika hujan turun.
    Terkait itu, Jasman meyakini sampah di rumah tak berpenghuni tersebut bukan disebabkan warganya. Sebab, dari rekaman CCTV hanya terlihat mobil melintas yang membuang.
    “Macam-macam sampahnya, ada sayur, bekas bongkar rumah, limbah rumah tangga. Yang masalah itu kan dampaknya, kalau ada bangkai atau apa kan nyebarin penyakit,” ujar Jasman.
    “Saya yakin yang buang sampah bukan warga sini. Saya lihat di CCTV punya penjual bensin, kelihatan mobilnya saja, terus saya tanyakan ke yang rumahnya dekat sana, ternyata bukan,” sambung Jasman.
    Jasman menyatakan telah menghubungi pihak penjual rumah tersebut mengenai sampah yang menumpuk. Akan tetapi, dia tidak mendapatkan respons positif dari perusahaan tersebut.
    “Warga itu kepikiran, bagaimana kalau kita bersihkan sampahnya terus sementara dibuat warung atau pos, biar enggak kosong. Tapi saya telepon, perusahaannya enggak respons,” ucap Jasman.
    Oleh karena itu, Jasman berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantunya menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebab, sampahnya sudah terlalu banyak dan mengganggu warga.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Modus Korupsi Berjamaah di Dinas Pendidikan Kalteng, Pejabat Diduga Tilap Sisa Dana Kegiatan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Januari 2025

    Modus Korupsi Berjamaah di Dinas Pendidikan Kalteng, Pejabat Diduga Tilap Sisa Dana Kegiatan Regional 8 Januari 2025

    Modus Korupsi Berjamaah di Dinas Pendidikan Kalteng, Pejabat Diduga Tilap Sisa Dana Kegiatan
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Modus
    korupsi berjamaah
    yang terjadi di
    Dinas Pendidikan

    Kalimantan Tengah
    (Kalteng) diduga berasal dari ulah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang menilap sisa dana dari setiap kegiatan.
    Diketahui, kasus yang sudah bergulir sejak 2014 ini dikembangkan oleh Polda Kalteng dan baru-baru ini menyeret tersangka baru dengan total 21 orang.
    Dalam konferensi pers pengungkapan kasus yang digelar di Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Rabu (8/1/2025), turut dijelaskan modus operandi para tersangka dalam melakukan korupsi berjemaah tersebut.
    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalteng, Komisaris Besar Erlan Munaji menjelaskan, kasus ini terkait dengan pekerjaan pelaksanaan kegiatan pertemuan dan sosialisasi program yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kalteng dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2014 untuk sejumlah kegiatan.
    “Dugaan korupsi ini terendus dalam sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh instansi tersebut, seperti pertemuan dan sosialisasi program pada bidang-bidang di Disdik Kalteng dengan menggunakan fasilitas di luar kantor (hotel), yang uangnya tidak dikembalikan ke kas negara,” jelas Erlan dalam konferensi pers.
    Atas setiap kegiatan yang diselenggarakan itu, lanjut Erlan, dibuatlah dua kontrak, yaitu kontrak akomodasi dan kontrak konsumsi. Namun, tidak menggunakan paket
    fullboard
    yang ditawarkan oleh pihak hotel, akan tetapi masing-masing PPTK pada setiap kegiatan mengambil kembali sebagian dana yang telah dibayarkan ke pihak hotel sesuai Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
    “Kemudian, pengambilan dana dari pihak hotel tersebut tidak disetorkan ke kas negara dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebagaimana perhitungan kerugian negara oleh BPK RI senilai Rp 5.398.566.189,23 atau Rp 5,3 miliar,” jelasnya.
    Dana sebanyak itu kemudian sudah dimintakan pertanggung jawabannya terhadap 21 tersangka yang dibagi menjadi beberapa tahap penyelesaian.
    21 tersangka ini berasal dari berbagai bidang di kantor
    dinas pendidikan
    setempat. Proses hukum terhadap para tersangka juga masing-masing berproses.
    Tujuh tersangka sudah dilakukan tahap II ke JPU pada tanggal 22 Desember 2021, yakni B selaku KPA Bidang Dikmen-LB, H, S, S, RK, M, dan Y selaku PPTK Bidang Dikmen-LB.
    “Kemudian lima tersangka sudah dilakukan tahap II ke JPU pada tanggal 22 Februari 2024 dengan rincian nama AQ selaku KPA Bidang PSNP, LC dan RR selaku PPTK Bidang PSNP, AK selaku Sekretaris, dan AI selaku Ketua Panitia,” tuturnya.
    Lalu, terdapat satu tersangka berinisial S selaku PPTK yang meninggal dunia karena sakit jantung dan sebelumnya mengalami stroke dan perkaranya dihentikan (SP3) di Rowassidik Bareskrim Polri pada tanggal 12 Desember 2023.
    “Kemudian delapan tersangka pada tanggal 20 Desember 2024, sudah dinyatakan P21 dan segera dilakukan Tahap II ke JPU, yakni EL selaku KPA Bidang Dikdas, R, YB, E, K, dan S selaku PPTK Bidang Dikdas, SAY selaku penerima aliran, dan DL selaku Kepala Dinas Pendidikan,” tuturnya.
    Erlan mengatakan, para tersangka disangkakan sejumlah pasal, yakni Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31/1999 sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 20/2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana.
    “Pasal 2 ayat (1) yaitu ancaman pidana, dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp 1 miliar,” ujarnya.
    Kemudian, tersangka juga bisa terkena Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31/1999 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cekcok Kakak Adik di Jaktim Terjadi 2 Kali, Sempat Lapor Polisi tapi Didamaikan Ketua RT
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Januari 2025

    Cekcok Kakak Adik di Jaktim Terjadi 2 Kali, Sempat Lapor Polisi tapi Didamaikan Ketua RT Megapolitan 8 Januari 2025

    Cekcok Kakak Adik di Jaktim Terjadi 2 Kali, Sempat Lapor Polisi tapi Didamaikan Ketua RT
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Cekcok disertai ancaman pembunuhan antara MR dan AF (21), kakak beradik di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah terjadi dua kali.
    Pertengkaran pertama terjadi pada Agustus 2024. Saat itu, sang adik, AF, hendak melaporkan ancaman yang dilayangkan kakaknya ke Polres Jakarta Timur. 
    Namun, laporan itu diurungkan karena keduanya didamaikan Ketua RT setempat.
    “Kejadian pertama mau dilaporkan oleh adiknya ke polisi, tetapi sesampai di kantor polisi, adiknya itu ditelepon oleh Ketua RT, disuruh pulang oleh Ketua RT karena mau didamaikan, mengingat masih hubungan kakak adik,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat dikonfirmasi, Rabu (8/1/2025).
    Ternyata, keduanya kembali cekcok pada Senin (6/1/2025). Pada cekcok yang kedua itu, MR diduga mengancam akan membunuh AF dan ibunya.
    “Kasus selanjutnya di-
    upload
    video oleh adiknya karena sudah jengkel sekali dengan kelakuan kakaknya,” ujar Nicolas.
    Pada keributan kedua, sang adik tak melapor polisi. Namun, AF meminta bantuan polisi untuk membawa kakaknya ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.
    “Adiknya dan ibunya tidak mau membuat laporan polisi, tapi meminta bantuan pihak kepolisian untuk membawa kakaknya ke RSKD Duren Sawit untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan,” kata Nicolas.
    Polisi pun kini tengah melakukan asesmen terhadap MR dan AF di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jaktim.
    Diketahui sebelumnya, sebuah video menampilkan seorang pria diduga mengancam hendak membunuh ibu kandung dan adiknya viral di media sosial.
    Video berdurasi 1 menit 26 detik itu direkam oleh adik perempuan pria tersebut. Sebaliknya, pria itu juga mengacungkan ponsel, seperti merekam balik.
    Dalam video tersebut, kakak beradik itu terlihat sedang cekcok. Sang adik menyatakan bahwa kakaknya hendak membunuh dirinya.
    “Orang gila ngamuk-ngamuk, gue pengin dibunuh,” ujar sang adik yang merekam video tersebut.
    Sang kakak tak mau kalah. Pria itu melontarkan kata-kata kasar ke adiknya.
    Peristiwa tersebut disebut terjadi di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.
    “Seorang pria di Jaktim ancam bunuh ibu kandung dan pukul saudaranya, korban pernah lapor polisi tapi malah disuruh damai, kini korban merasa terancam karena pelaku sering ngamuk,” tulis keterangan dalam video yang diunggah akun Twitter @Heraloebss.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Taman Margasatwa Ragunan Resmi Meluncurkan Logo Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Januari 2025

    Taman Margasatwa Ragunan Resmi Meluncurkan Logo Baru Megapolitan 8 Januari 2025

    Taman Margasatwa Ragunan Resmi Meluncurkan Logo Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi meresmikan logo baru
    Taman Margasatwa Ragunan
    (TMR), Jakarta Selatan, pada Rabu (8/1/2025).
    Pergantian logo ini merupakan yang pertama sejak logo terdahulu diluncurkan tahun 1981.
    “Peluncuran logo ini juga merupakan langkah yang strategis untuk menampilkan wajah baru Taman Margasatwa
    Ragunan
    yang lebih segar dan inspiratif. Apalagi sekarang, kita sedang menyambut transformasi Jakarta menjadi kota global,” ucap Teguh kepada wartawan di TMR, Rabu.
    Pada logo yang baru diperkenalkan secara perdana ini mengandung sebuah filosofi.
    Logo baru tersebut didominasi warna hijau dengan gambar Elang Bondol di bagian tengah. Elang Bondol, yang merupakan maskot resmi Jakarta, melambangkan kegigihan, ketangguhan, dan dinamika masyarakat ibu kota.
    “Elang Bondol itu merupakan salah satu spesies langka yang banyak ditemukan di Kepulauan Seribu dan menjadi maskot resmi kota Jakarta dengan ciri khasnya yang kuat,” kata Teguh.
    “Ini diharapkan menjadi simbol suatu kegigihan, ketangguhan dan juga
    leadership
    serta kedinamisan serta karakteristik dari masyarakat kota Jakarta. Sekali lagi ini juga dinamika yang lebih dinamis diharapkan juga bisa menunjang kota Jakarta sebagai kota global,” lanjut Teguh.
    Latar belakang putih membentuk sebuah pohon melambangkan sumber kehidupan, sekaligus menegaskan peran TMR sebagai paru-paru Jakarta bagi manusia dan satwa.
    Logo juga menampilkan jejak kaki orangutan yang mewakili fasilitas Pusat Primata Schmutzer di TMR, simbol keanekaragaman satwa.
    Elemen tambahan berupa taring harimau dan gading gajah mencerminkan kekuatan dan status, sementara ekor singa melambangkan keberanian.
    Warna cokelat pada tulisan “Taman Margasatwa Ragunan” dipilih untuk melambangkan kestabilan dan kehangatan.
    Dalam kesempatan tersebut, Teguh berharap TMR dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Konservasi, Taman Safari, dan organisasi konservasi tingkat nasional maupun internasional.
    “Pastinya kita juga berharap kedepannya unit pengelola TMR dapat terus bersinergi dan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Bisa berperan aktif dalam suatu organisasi lembaga konservasi di tingkat nasional, regional, bahkan juga internasional. Ini yang sungguh-sungguh kita harapkan,” ungkap Teguh.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.