Sempat Ganggu Warga, Sampah Menumpuk di Rumah Kosong di Surabaya Dibersihkan
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
–
Tumpukan sampah
yang mengotori
rumah kosong
di Jalan Raya Randu No 57,
Kenjeran
, Surabaya, telah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Sebelumnya, lokasi tersebut menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan, yang dikeluhkan oleh warga sekitar.
Kepala
DLH Surabaya
, Dedik Irianto, menyatakan bahwa petugas telah diterjunkan untuk membersihkan area tersebut.
“Sudah saya bersihkan, sama pohon-pohonnya sudah
tak
tebangi. Sama Pak RW akan pasang plakatnya, papan imbauan (dilarang buang sampah),” ungkap Dedik saat dikonfirmasi pada Kamis (9/1/2025).
Dedik juga menambahkan bahwa pihaknya telah meminta rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku pembuang sampah di bangunan kosong tersebut.
Video ini akan digunakan sebagai bukti untuk melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian.
“Saya minta beberapa sudah punya videonya, nanti saya laporkan (ke aparat kepolisian),” jelasnya.
Ketua RT 01 RW 12, Kelurahan Sidotopo Wetan, Jasman, membenarkan bahwa pembersihan sampah telah dilakukan setelah laporan kepada pihak Kecamatan Kenjeran.
“Pembersihan (sampah) sudah, ada konfirmasi dengan RW, Camat dan Kelurahan, dan warga sudah menunggu. Kita lapor ke Pak Camat langsung ditangani sama DLH,” ujar Jasman.
Meskipun sampah telah dibersihkan, Jasman menyayangkan sikap pihak pelelang rumah kosong tersebut yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, keberadaan sampah di halaman bangunan itu telah mengganggu kenyamanan warga.
“Pelelang tidak hadir (saat pembersihan). Saya telepon, minta untuk kerja sama, supaya ditutup seng 3 atau 4 seng begitu saja, tapi beliau ngotot-ngotot sampai sekarang belum hubungi saya,” ucapnya.
Sebelumnya, rumah kosong tersebut menjadi sorotan karena
tumpukan sampah
yang mengeluarkan bau tak sedap.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sampah terlihat memenuhi halaman rumah dan meluber hingga ke jalan raya.
Jasman menjelaskan bahwa rumah ini telah berganti-ganti penghuni dalam beberapa tahun terakhir, namun baru menjadi tempat pembuangan sampah dalam beberapa bulan ini.
“Sejak pertengahan tahun 2024 mulai ada yang buang sampah di sana. September kemarin warga mulai banyak yang mengeluh,” kata Jasman.
Ia menegaskan bahwa masyarakat setempat yakin sampah tersebut bukan berasal dari warga mereka.
Menurutnya, rekaman CCTV menunjukkan bahwa hanya mobil yang melintas yang membuang sampah.
“Macam-macam sampahnya, ada sayur, bekas bongkar rumah, limbah rumah tangga. Yang masalah itu kan dampaknya, kalau ada bangkai atau apa kan nyebarin penyakit,” ujarnya.
“Saya yakin yang buang sampah bukan warga sini. Saya lihat di CCTV punya penjual bensin, kelihatan mobilnya saja terus saya tanyakan ke yang rumahnya dekat sana, ternyata bukan,” tambahnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/01/09/677fcb9cb1cd3.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sempat Ganggu Warga, Sampah Menumpuk di Rumah Kosong di Surabaya Dibersihkan Surabaya 9 Januari 2025
-
/data/photo/2024/11/23/6741aabf796cc.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Melki Laka Lena dan Johni Asadoma Ditetapkan KPU Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih NTT Regional 9 Januari 2025
Melki Laka Lena dan Johni Asadoma Ditetapkan KPU Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih NTT
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menetapkan pasangan calon nomor urut 2,
Emanuel Melkiades Laka Lena
(Melki) dan
Johni Asadoma
, sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih NTT.
Penetapan ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di Hotel Aston Kupang pada Kamis (9/1/2025).
Melki dan Johni terpilih setelah meraih suara terbanyak dalam Pilkada serentak yang digelar pada 27 November 2024, dengan total 1.004.055 suara atau 37,33 persen dari total suara sah.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan
KPU NTT
Nomor 22 Tahun 2025 tentang Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk periode 2024-2029.
Ketua KPU NTT, Jemris Fointuna, menjelaskan bahwa penetapan ini dilakukan setelah pihaknya menerima surat dari KPU RI dengan nomor 24/PL.02.7-SD/06/2025 yang diterima pada tanggal 6 Januari 2025.
“Surat tersebut menginstruksikan penetapan pasangan calon terpilih untuk daerah yang tidak berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK),” ungkap Jemris.
Berita acara penetapan ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPU NTT dan diserahkan kepada pasangan calon terpilih, pemerintah daerah, DPRD NTT, serta partai politik pengusung.
Rapat pleno dihadiri oleh jajaran internal KPU NTT, partai politik pendukung, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, perwakilan TNI, perwakilan Polda NTT, dan undangan lainnya.
Namun, pasangan calon nomor urut 1, Ansy Lema-Jane Suryanto, dan pasangan calon nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu, tidak hadir dalam acara tersebut.
Keduanya hanya diwakili oleh partai politik pengusung masing-masing.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/09/677fc17f567e6.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengerjaan Pagar Misterius di Laut Tangerang Berhenti Setelah Viral dan Dilarang TNI Regional 9 Januari 2025
Pengerjaan Pagar Misterius di Laut Tangerang Berhenti Setelah Viral dan Dilarang TNI
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
–
Pagar bambu
sepanjang 30,16 kilometer di laut Kabupaten
Tangerang
, Banten, telah dibangun setahun yang lalu oleh sejumlah pekerja.
AN, warga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengatakan, penancapan bambu masih berlangsung hingga beberapa hari lalu dan berhenti beroperasi saat ada larangan dari TNI.
“Sekarang sudah dilarang, kan sudah ramai juga beritanya, sudah beberapa hari ini enggak ada lagi yang kerja,” kata AN saat ditemui Kompas.com di lokasi pagar laut di Kampung Kohod, Pakuhaji, Kamis (9/1/2025).
AN mengatakan, bambu yang digunakan berasal dari sebuah proyek di sebelah timur Kampung Kohod, dan dibawa ke lokasi dengan cara diapungkan di atas air.
“Dari sana (menunjuk ke lokasi proyek) katanya sih nanti bakal diuruk buat reklamasi,” kata AN.
Pekerja menancapkan bambu untuk pagar tersebut pada siang hari, dan proses pemasangannya berlangsung selama beberapa hari kerja.
Para pekerja menancapkan bambu dengan berjalan kaki ke tengah laut karena kedalaman air hanya sepinggang orang dewasa.
Sebelumnya diberitakan, kabar penemuan
pagar bambu
sepanjang 30,16 kilometer yang membentang di perairan Kabupaten Tangerang, dari Desa Muncung hingga Desa Pakuhaji, menghebohkan publik.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengungkapkan bahwa laporan pertama mengenai aktivitas pembangunan pagar laut di Tangerang diterima pada 14 Agustus 2024.
Selanjutnya, tim gabungan melakukan inspeksi lapangan pada 19 Agustus 2024 dan menemukan bahwa pagar tersebut telah mencapai panjang 7 kilometer.
“Pada 4-5 September 2024, kami bersama Polsus dari PSDKP dan tim gabungan dari DKP kembali datang ke lokasi untuk bertemu dan berdiskusi,” kata Eli.
Tim ini juga membagi tugas untuk memeriksa lokasi pagar serta berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya rekomendasi atau izin dari pihak kecamatan atau desa terkait pembangunan pagar laut di Tangerang itu.
Kini pagar laut tersebut disegel karena tak memiliki izin.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/09/677fdea8226d4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hujan Deras, Banjir Bandang Terjang Warga di Lereng Gunung Argopuro Bondowoso Surabaya 9 Januari 2025
Hujan Deras, Banjir Bandang Terjang Warga di Lereng Gunung Argopuro Bondowoso
Tim Redaksi
BONDOWOSO, KOMPAS.com
– Hujan deras yang mengguyur
Kecamatan Maesan
, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menyebabkan
banjir bandang
pada Kamis (9/1/2025).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Sigit Purnomo, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi di pemukiman warga RT 20 RW 6,
Dusun Peh
, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan.
Menurutnya, peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 16.45 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi di lereng Gunung Argopuro.
“Aliran air di Sungai Peh yang terus naik membawa material kayu dari gunung dan menyumbat di jembatan sehingga air meluap ke jalan,” kata Sigit Purnomo saat dihubungi Kompas.com melalui telepon.
Banjir bandang
tersebut merendam rumah-rumah warga di Dusun Peh. Meski demikian, tak laporan soal korban jiwa.
“Ada 12 rumah yang terdampak banjir bandang di Dusun Peh,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, empat rumah mengalami kerusakan berat, sementara delapan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain itu, banjir juga berdampak pada lahan pertanian seluas empat hektar.
Tak hanya itu, ternak sapi milik warga juga terkena dampak dari banjir bandang tersebut.
Beberapa sapi bahkan sempat terjebak di tengah arus banjir.
BPBD Bondowoso
bersama instansi lain dan para relawan telah melakukan asesmen di lokasi bencana serta mengevakuasi warga yang rumahnya terendam.
“Warga yang terdampak telah dibawa ke tempat yang aman,” tutup Sigit.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/07/31/64c719ac17ba1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kasus Konten Ponografi dan Pencabulan di Jayapura, Tiga Anak dan 1 Orang Dewasa Jadi Korban Regional 9 Januari 2025
Kasus Konten Ponografi dan Pencabulan di Jayapura, Tiga Anak dan 1 Orang Dewasa Jadi Korban
Tim Redaksi
JAYAPURA, KOMPAS.com
– Direktorat Reserse Cyber Polda Papua mengungkap kasus konten ponografi dan pencabulan anak yang terjadi di Kota Jayapura, Papua.
Direktur Reserse Cyber Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Syamsurijal mengatakan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku berinisial MH (23) telah melakukan konten ponografi dan pencabulan anak di Kota Jayapura.
“Dari hasil penyelidikan kami terdapat tiga orang anak yang menjadi korban kasus konten ponografi dan pencabulan anak ini,” ujarnya dalam keterangan pers yang disampaikan kepada wartawan, Kamis (9/1/2025).
Tak hanya tiga anak yang menjadi korban. Menurut Syamsurijal, ada juga satu orang dewasa jadi korban.
“Ada korban juga yang orang dewasa. Pelaku ambil foto atau gambar korban secara
candid
atau secara sembunyi maksudnya,” ucapnya.
Tak hanya itu, Syamsurijal menyampaikan bahwa pelaku dan korban saling kenal. Sebab mereka sama-sama tinggal di Perumnas 3 Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura.
“Korban dan pelaku ini sebenarnya tetangga dan saling kenal,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.
Pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 88 jo pasal 76i Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, pasal 32 jo pasal 6 jo pasal 4 ayat (1) huruf d, e dan huruf f Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis, karena pelaku diduga melanggar UU informasi dan transaksi elektronik, UU Perlindungan Anak dan UU Ponografi,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/09/677fceaf80e5f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPU Kabupaten Pasuruan Tetapkan Pasangan Rusdi-Shobih sebagai Bupati-Wakil Bupati Terpilih Surabaya 9 Januari 2025
KPU Kabupaten Pasuruan Tetapkan Pasangan Rusdi-Shobih sebagai Bupati-Wakil Bupati Terpilih
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan menetapkan pasangan calon (paslon) nomor urut 2,
Rusdi Sutejo
dan
Shobih Asrori
(Rubih), sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih dalam
Pilkada 2024
.
Penetapan ini dilakukan di Hotel Senyiur Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (09/01/2025).
Bupati terpilih, Rusdi, mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu dan tim kampanye atas dukungan yang diberikan.
Sementara itu, pasangan calon nomor urut 1, Abdul Mujib dan Wardah Nafisah (Mudah), tidak hadir dalam acara tersebut.
Ketua
KPU Kabupaten Pasuruan
, Ainul Yaqin, mengungkapkan bahwa penetapan ini dilakukan setelah memastikan tidak ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada 2024.
“Rusdi-Shobih telah dinyatakan memperoleh suara terbanyak dan tidak ada gugatan dari MK,” ujarnya.
Paslon Rusdi-Shobih meraih suara terbanyak dengan 548.876 suara atau 62,4 persen dari total suara sah.
Dalam rapat pleno, meskipun paslon Mudah tidak hadir, acara tetap dilanjutkan dengan kehadiran tim kampanye mereka.
Dalam sambutannya, Ainul juga menyampaikan terima kasih kepada semua peserta pemilihan, partai politik, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan Pilkada 2024.
“Terima kasih kepada semua masyarakat, partai politik, dan seluruh pendukung. Pilkada damai aman dan partisipasi mencapai 75,4 persen,” ujarnya.
Rusdi menyampaikan pesan singkat. Bupati terpilih ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat, penyelenggara, dan pengusung telah mensukseskan Pilbup Pasuruan,” paparnya.
Dalam surat keputusan KPU Kabupaten Pasuruan Nomor 2922/2024, tercatat bahwa paslon Rusdi-Shobih meraih 542.876 suara, sedangkan paslon Mujib-Wardah mendapatkan 327.126 suara.
Keunggulan paslon yang diusung oleh Partai Gerindra ini terlihat di semua kecamatan (24) yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/31/6773882759535.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengobatan Pasien BPJS di Jateng dan DIY Telan Rp 29,7 Triliun Sepanjang 2024 Regional 9 Januari 2025
Pengobatan Pasien BPJS di Jateng dan DIY Telan Rp 29,7 Triliun Sepanjang 2024
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Pengobatan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghabiskan biaya sebesar Rp 29,7 triliun sepanjang 2024.
Deputi Direksi Wilayah VI
BPJS Kesehatan
, Mulyo Wibowo, mengungkapkan bahwa klaim yang diajukan oleh fasilitas kesehatan di kedua provinsi tersebut telah disalurkan, dengan rincian Rp 24,9 triliun untuk Jawa Tengah dan Rp 4,7 triliun untuk DIY.
“Biaya yang sudah kami keluarkan sampai dengan akhir tahun itu Rp 29,7 triliun untuk Jateng dan DIY,” jelas Mulyo saat dikonfirmasi pada Kamis (9/1/2025).
Hingga 31 Desember 2024, tercatat sebanyak 41,5 juta pasien terdaftar sebagai peserta BPJS, yang setara dengan 98 persen dari total jumlah penduduk di Jateng dan DIY.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) masing-masing daerah, Mulyo merinci bahwa 37,8 juta peserta BPJS Kesehatan berasal dari Jawa Tengah, sementara 3,7 juta jiwa dari DIY.
“Yang punya data valid kependudukan di Dukcapil. Jadi yang jadi acuan kami Dukcapil,” lanjutnya.
Namun, dari total 41,5 juta jiwa yang terdaftar, hanya 76,5 persen atau sekitar 32,1 juta jiwa yang aktif melakukan pembayaran.
Sementara itu, sisanya tidak aktif karena masih menunggak atau tidak melakukan pembayaran sesuai prosedur.
Mulyo mengakui bahwa tingginya jumlah peserta BPJS yang menunggak atau tidak aktif masih menjadi tantangan bagi BPJS Kesehatan.
Dia menambahkan bahwa kondisi ekonomi setiap individu berbeda-beda, yang turut memengaruhi keaktifan peserta.
“Untuk itu, kami menargetkan pada tahun 2025, keaktifan peserta BPJS dapat mengalami peningkatan secara bertahap. Tahun ini (2025) kita menargetkan minimal naik menjadi 80 persen (keaktifan pesertanya),” tegasnya.
Mulyo menilai bahwa keaktifan peserta sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dengan demikian, ketika mereka membutuhkan pengobatan di rumah sakit, mereka dapat segera ditangani tanpa harus melalui proses yang rumit.
“Setiap penduduk harus terlindungi ketika sewaktu-waktu perlu biaya pelayanan kesehatan, tidak perlu melakukan proses yang lain, langsung aktif bisa datang,” tandasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/09/677fcd2151146.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pasangan Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Lumajang Surabaya 9 Januari 2025
Pasangan Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Lumajang
Tim Redaksi
LUMAJANG, KOMPAS.com
– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang secara resmi menetapkan pasangan
Indah Amperawati
dan
Yudha Adji Kusuma
sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Kamis (9/1/2025).
Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang pleno terbuka yang digelar di Gedung Soejono Lumajang.
Dalam pantauan Kompas.com, sidang pleno tersebut hanya dihadiri pasangan Indah-Yudha, sementara kompetitornya, Thoriqul Haq dan Lucita Izza Rafika, tidak hadir.
“Menetapkan pasangan nomor urut 2 Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Lumajang,” ujar Ketua
KPU Lumajang
, Henariza Febriaadmadja, dalam rapat pleno terbuka tersebut.
Pasangan Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma berhasil mengungguli pasangan Thoriqul Haq dan Lucita Izza Rafika dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Lumajang yang berlangsung pada 27 November 2024.
Keduanya memperoleh suara terbanyak dengan selisih 1,1 persen atau 14.204 suara dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 838.595 orang.
Rincian hasil suara menunjukkan bahwa pasangan calon nomor urut 1, Thoriq-Fika, meraih 306.738 suara, sedangkan pasangan calon nomor urut 2, Indah-Yudha, memperoleh 320.942 suara.
“Perolehan suara pasangan Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma sebanyak 320.942 suara,” tambah Febri.
Ia juga menekankan bahwa keputusan hasil rekapitulasi telah ditetapkan secara sah dan berlaku sejak putusan tersebut dibacakan.
“Keputusan ini berlaku ditetapkan di Lumajang tanggal 9 Januari 2025 tertanda tangan Ketua KPU Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/09/677fda361163e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengedar Narkoba Jaringan Fredy Pratama Divonis Mati PN Sidoarjo Surabaya 9 Januari 2025
Pengedar Narkoba Jaringan Fredy Pratama Divonis Mati PN Sidoarjo
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Apriana Bastian alias Apri dan Yoseph Daya Subakti alias Agus, dua
pengedar narkoba
yang terhubung dengan jaringan gembong internasional
Fredy Pratama
, dijatuhi
vonis mati
oleh majelis hakim Pengadilan Negeri
Sidoarjo
, Kamis (9/1/2025) sore.
Keduanya terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Mengadili, terdakwa Apriana Bastian alias Apri dan Yoseph Daya Subakti alias Agus terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menjadi perantara jual beli narkotika
jaringan internasional
dengan hukuman pidana mati,” ujar Ketua Majelis Hakim Irianto saat membacakan amar putusan.
Dalam pertimbangan hukuman, hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan narkotika.
Selain itu, Apriana pernah terjerat kasus serupa dan divonis sembilan tahun penjara di Tangerang.
“Kedua terdakwa juga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional yang dikendalikan Fredy Pratama yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” tambah Hakim Irianto.
Ia menambahkan, majelis hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat meringankan hukuman bagi kedua terdakwa.
Mendengar putusan tersebut, kedua terdakwa hanya tertunduk dan menyatakan akan memikirkan keputusan tersebut.
“Kami pikir-pikir yang mulia,” ujar terdakwa Agus.
Hakim Irianto memberikan waktu tujuh hari setelah putusan untuk kedua terdakwa memutuskan apakah akan mengajukan banding atau menerima vonis.
Vonis ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo yang disampaikan pada 19 Desember 2024.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Hafidi, membenarkan bahwa tuntutan hukuman mati terhadap kedua terdakwa telah memenuhi unsur yang didakwakan.
Ia juga menambahkan bahwa keduanya pun pernah terlibat dalam beberapa pengedaran narkotika.
“Mereka adalah bagian dari jaringan distribusi narkoba Fredy Pratama,” ujar Hafidi.
Dalam kasus ini, kedua terdakwa terbukti mengedarkan 88,5 kilogram narkotika jenis sabu, di mana Apriana menguasai 43 kilogram dan Yoseph seberat 45,5 kilogram.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/09/677fcead642f8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penampakan dari Dekat Pagar Laut Misterius di Perairan Tangerang Regional 9 Januari 2025
Penampakan dari Dekat Pagar Laut Misterius di Perairan Tangerang
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
–
Pagar laut
misterius membentang sepanjang 30,16 kilometer di perairan Kabupaten
Tangerang
, Banten.
Lokasi
pagar laut
tersebut bisa dilihat salah satunya berada di
Kampung Kohod
, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Kompas.com
berkunjung ke sana dengan diantar oleh salah satu warga Pakuhaji berinisial AN.
Pagar laut paling dekat berada di perairan Kohod, berjarak sekitar 50 meter dari daratan.
Pagar itu bisa dilihat dari dekat melalui dermaga pemancingan milik warga setempat.
Dilihat dari dekat, pagar tersebut terbuat dari
bambu
yang ditancapkan membentuk pagar.
Jarak masing-masing bambu sekitar satu meter.
Bambu
tampak ditancap sejajar membentuk garis lurus dari ujung ke ujung.
Namun, ada juga bambu yang ditancap sembarangan.
Tidak hanya satu baris, bambu ditancap berlapis hingga sekitar puluhan meter ke tengah laut.
Di beberapa bagian, ada area laut yang tidak ditancap bambu.
Menurut warga, hal tersebut disengaja untuk keluar masuk perahu nelayan.
AN mengatakan, pagar bambu tersebut ujungnya berada di sebuah proyek pengurukan tanah yang dia tidak ketahui untuk apa tujuannya.
Menurut dia, pagar bambu tersebut ditancap sejak satu tahun lalu dan luasnya semakin bertambah setiap hari.
“Saya kurang ingat tepatnya, tapi sekitar setahun yang lalu,” kata warga setempat saat ditemui
Kompas.com
di lokasi pagar laut di Kampung Kohod, Pakuhaji, Tangerang, Kamis (9/1/2024).
Dia bercerita, pagar yang diduga fondasi cerucuk bambu tersebut dibangun oleh sekelompok pekerja.
Pekerja itu bukan warga Kampung Kohod, namun setahu dia berasal dari Kalangserang dan Tanjung Kait, Tangerang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.