Category: Kompas.com Metropolitan

  • 1
                    
                        Polisi Minta Maaf Usai Aksi Arogan Petugas Patwal RI 36 Viral di Media Sosial
                        Nasional

    1 Polisi Minta Maaf Usai Aksi Arogan Petugas Patwal RI 36 Viral di Media Sosial Nasional

    Polisi Minta Maaf Usai Aksi Arogan Petugas Patwal RI 36 Viral di Media Sosial
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri
    Brigjen Pol Raden Slamet Santoso
    meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu dengan tindakan arogan patwal yang mengawal mobil
    RI 36
    , yang viral di media sosial.
    “Atas tindakan personel tersebut, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu,” kata Slamet, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/1/2025).
    Slamet mengatakan, petugas patwal yang arogan dalam mengawal
    mobil RI 36
    yang viral di media sosial adalah anggota
    Polda Metro Jaya
    (PMJ).
    Slamet menyebutkan, saat ini petugas patwal tersebut sudah dipanggil oleh Kasi Pamwal Polda Metro Jaya dan sedang ditindaklanjuti.
    “Yang bersangkutan sudah ditindaklanjuti oleh Kasi Pamwal Polda Metro Jaya (karena personel tersebut adalah anggota PMJ),” ujar dia.
    Saat ditanya apakah petugas patwal itu masih bertugas atau tidak, Slamet mengatakan masih menunggu hasil tindak lanjut dari Kasi Pamwal Polda Metro Jaya.
    “Kejadiannya kan Rabu sore, laporan lebih lanjut dari PMJ masih kita tunggu,” tegas dia.
    Sebagai informasi, dalam video yang beredar di Instagram @pmi_official, terlihat seorang polisi patwal menyalakan lampu strobo sembari membuka jalan untuk iring-iringan mobil pejabat berpelat RI 36 di tengah kemacetan.
    Berdasarkan video yang viral di media sosial, di depan iring-iringan tersebut, sebuah taksi Alphard tampak berusaha menyelinap di sela-sela kemacetan sehingga menghalangi laju rombongan pejabat.
    Polisi patwal yang mengawal rombongan itu saat berada di samping taksi lalu menunjuk-nunjuk sopir taksi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Basri Baco: Kalau Pusat Sudah Tentukan, Kita Ikuti
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Soal Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Basri Baco: Kalau Pusat Sudah Tentukan, Kita Ikuti Megapolitan 10 Januari 2025

    Soal Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Basri Baco: Kalau Pusat Sudah Tentukan, Kita Ikuti
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (
    DPRD
    ) Provinsi Jakarta
    Basri Baco
    mengatakan, pemerintah tengah mewacanakan perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada), di mana gubernur dan bupati/wali kota akan dipilih oleh DPRD, bukan melalui pemilihan langsung oleh masyarakat.
    Sementara itu, pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
    “Ada wacana di pusat sana terkait pilkada akan dipilih oleh DPRD. Khusus Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif yang akan dipilih langsung oleh warga dan masyarakat,” ucap Baco di Gedung DPRD Jakarta, Jumat (10/1/2025).
    Baco menjelaskan, gagasan ini mencuat dalam perayaan Hari Ulang Tahun Partai Golkar yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
    Ia mengungkapkan, sudah ada kesepakatan awal dari para petinggi partai mengenai wacana tersebut.
    Menurutnya, sistem Pilkada langsung memiliki sejumlah kelemahan, terutama terkait biaya politik yang tinggi dan praktik transaksional yang sering terjadi.
    “Pilkada yang kemarin itu
    cost
    politik itu terlalu tinggi dan situasi emosional di bawah itu sudah sangat transaksional sekali, yang menang pusing apalagi yang kalah,” kata dia.
    Ia juga menyoroti dampak beban psikologis yang dialami kepala daerah terpilih akibat mahalnya biaya politik.
    “Kita anggap aja ada niat baik dan positifnya. Tapi ini perlu kajian panjang, tidak cepat juga, tidak mudah juga, kalo dari pusat sudah ditentukan kan kita DKI cuman ngikut. Pasti ada Undang-undangnya dan diputuskan dari pusat, kita ikut-ikut saja,” kata dia.
    Secara pribadi, Baco mengaku setuju dengan wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD.
    “Kalo saya pribadi, kalo konstituen saya lebih setuju yang penting calegnya dipilih langsung, yang penting legislatif dipilih langsung, presidennya dipilih langsung, gubernur wali kota mah udah ada perwakilan, namanya DPRD provinsi dan DPRD kabupaten kota,” kata dia.
    Senada dengan Baco, Ketua DPRD Jakarta
    Khoirudin
    juga menyampaikan dukungannya. Ia menilai perubahan ini bertujuan untuk menekan biaya politik yang tinggi dalam sistem demokrasi.
    “Inikan baru pendapat institusi partai, untuk bisa dilaksanakan tentu menunggu regulasi pemerintah. Alasannya, tentu untuk meminimalisir
    cost
    yang terlalu besar,
    high cost
    demokrasi,” kata dia.
    Khoirudin, yang berasal dari fraksi PKS, mengungkapkan fraksinya sepakat terhadap wacana tersebut.
    “Kalau PKS, seperti yang disampaikan Pak Muzamil setuju untuk pemilihan gubernur di DPRD atau bupati di DPRD tingkat dua,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jalan Ciledug Raya yang Ambles Kini Diperbaiki Dinas SDA
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Jalan Ciledug Raya yang Ambles Kini Diperbaiki Dinas SDA Megapolitan 10 Januari 2025

    Jalan Ciledug Raya yang Ambles Kini Diperbaiki Dinas SDA
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com 
    – Jalan Ciledug Raya arah Jakarta, tepatnya di depan Masjid Assalam, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang ambles kini tengah diperbaiki.
    Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta memadatkan tanah di bawah aspal guna mencegah jalan kembali ambles. 
    “Kami akan
    repair
    ulang untuk perbaikan secara total agar tidak terjadi penurunan kembali ke depannya,” kata Subkelompok Drainase Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA Jakarta, Firmansyah Saputra saat dihubungi, Jumat (10/1/2025).
    Firmansyah mengatakan, pengerjaan proyek ini dilakukan dalam enam tahap. Tahap pertama berupa pembongkaran aspal yang baru dimulai pada hari ini. 
    Selanjutnya, pengurugan, pemadatan urugan, pemadatan kembali, pengecoran beton, dan pengaspalan ulang. 
    Firmansyah bilang, jalanan tersebut ambles akibat pekerjaan
    jacking
    saluran air yang dilakukan sejak tahun 2024. Oleh karenanya, Dinas SDA Jakarta bertanggung jawab melakukan perbaikan.
    “Kami upayakan secepatnya, semoga cuaca mendukung,” tambah Firman.
    Sebelumnya diberitakan, Jalan Ciledug Raya menuju Jakarta macet lagi imbas proyek pembongkaran jalan di depan Masjid Assalam, Jumat (10/1/2025).
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi pukul 15.56 WIB, jalan di depan Masjid Assalam ditutup sebagian menggunakan barrier jalan berwarna oranye.
    Sementara itu, satu buah ekskavator atau alat berat juga ditempatkan di dalam lingkaran barrier tersebut. Alat berat itu dipergunakan untuk membongkar aspal jalan.
    Di depan ekskavator tersebut, tampak bongkahan aspal jalanan berwarna abu-abu dan hitam berserakan. Tepat di belakang ekskavator itu, terdapat sebuah truk berwarna kuning yang kaca depannya tertempel stiker bertuliskan “Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta”.
    Sekira tujuh orang bekerja di sekitaran ekskavator. Satu orang mengoperasikan ekskavator dan beberapa orang lainnya membantu pengoperasian pembongkaran aspal jalan.
    Akibatnya, pengendara yang melintas melalui Jalan Ciledug Raya menuju Jakarta mesti mengalami perlambatan. Pasalnya, hampir lebih dari setengah jalan ditutup.
    Mobil hanya bisa mengantre satu per satu untuk dapat melintas. Sementara setidaknya dua motor dapat melintas berbarengan di sisa badan jalan.
    Beberapa pengendara yang melintas juga terlihat penasaran dengan menolehkan kepala mereka ke arah proyek yang sedang berjalan.
    Kemacetan akhirnya terjadi sepanjang sekira 280 meter di jalan tersebut. Selepas para pengendara melintasi proyek tersebut, jalan menjadi lancar kembali.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada 17.732 Member yang Tergabung Dalam Situs Pesta Seks “Swinger” Jakarta-Bali 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Ada 17.732 Member yang Tergabung Dalam Situs Pesta Seks “Swinger” Jakarta-Bali Megapolitan 10 Januari 2025

    Ada 17.732 Member yang Tergabung Dalam Situs Pesta Seks “Swinger” Jakarta-Bali
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sebanyak 17.732 orang tergabung dalam sebuah situs pesta seks dan pertukaran pasangan (
    swinger
    ) yang digagas oleh pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39).
    “Terhadap situs ini, di dalamnya terdapat 17.732 member yang sudah ikut serta di dalam komunitas pesta seks ini,” kata Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2025).
    Dalam perhelatan pesta
    swinger
    ini, diketahui IG dan KS telah menyelenggarakan sebanyak 10 kali di wilayah Jakarta dan Bali.
    “Itu dilakukan di villa ataupun hotel. Usia (
    member
    ) yang semuanya adalah usia dewasa, usia kategori dewasa,” ujar dia.
    Berdasarkan hasil pemeriksaan, IG dan KS merupakan pihak yang membuat situs pesta seks
    swinger
    ini.
    Situs itu mengumpulkan member yang ingin turut tergabung tanpa dipungut biaya.
    Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Roberto Pasaribu mengungkapkan, alasan pelaku membuat situs dan menggelar pesta seks “swinger” karena hasrat seksual.
    “Jadi, dari salah satu pasangannya yang selalu berfantasi, tidak bisa melakukan hubungan seksual layaknya seorang dewasa apabila tidak ada orang lain,” ujar Roberto dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2025).
    Dari kegiatan ini, pasutri ini merekam kegiatan pesta seks
    swinger
    lalu mengunggahnya ke sebuah situs yang mereka buat.
    Dari unggahan tersebut, kedua tersangka memperoleh pendapatan dari
    AdSense
    yang dihasilkan melalui jumlah klik pengguna yang mengunjungi situs dan menonton video pesta seks
    swinger
    .
    Uang tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya, termasuk menghidupi dua orang anak.
    Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) terkait kasus pesta seks
    swinger
    .
    Keduanya ditangkap di wilayah Badung, Bali.
    Mereka dikenakan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 4 juncto Pasal 29, Pasal 7 juncto Pasal 33, dan Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, polisi juga menjerat pasangan suami istri tersebut dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Megawati ke Prabowo: Mas, Kamu Lihat Anak Buah Dibegitukan, Apa Rasanya?
                        Nasional

    10 Megawati ke Prabowo: Mas, Kamu Lihat Anak Buah Dibegitukan, Apa Rasanya? Nasional

    Megawati ke Prabowo: Mas, Kamu Lihat Anak Buah Dibegitukan, Apa Rasanya?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum PDI-P,
    Megawati Soekarnoputri
    , mengungkapkan bahwa dirinya berbicara dengan Presiden
    Prabowo Subianto
    soal perasaan mereka sebagai pemimpin partai ketika anak buah diperlakukan tidak adil.
    Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025) saat pembukaan HUT ke-52 PDI-P.
    Adapun Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.
    Diketahui, belakangan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto terseret kasus Harun Masiku.
    Pihak PDI-P menganggap hal ini bukan murni penegakan hukum, melainkan upaya politisasi hukum.
    “Lha tapi saya bilang, ‘Mas, kita kan, saya ketua umum, kamu ketua umum, lihat anak buah kamu dibegitukan, apa rasanya sebagai ketua umum? Pasti perasaan kita sama,’” kata Megawati.
    Megawati mengaku tetap berkomunikasi dengan Prabowo hingga kini.
    Ia menepis kabar jika dirinya dan Presiden Prabowo Subianto bermusuhan.
    “Pak Prabowo nih, orang mikir saya sama dia itu, wah kayanya musuhan. Enggak! Enggak!” tegas Megawati, disambut tepuk tangan meriah dari kader-kader PDI-P.
    Presiden ke-5 RI ini kemudian menceritakan bahwa ia yang memasak nasi goreng untuk Prabowo dan Presiden RI itu pun mengaku menyukai masakan tersebut.
    Namun, untuk saat ini, Megawati belum bisa memasak nasi goreng lagi untuk Prabowo karena sedang pusing memikirkan anak buahnya di PDI-P yang dipolitisasi.
    “Lha iya lho, memangnya enggak boleh? Ya boleh. Tapi ini kan prinsip,” ungkap dia.
    Oleh karena itu, Megawati menegaskan bahwa dirinya dan Prabowo berjalan masing-masing.
    “Mas, ngene wae, aku neng kene wae (Aku di sini saja). Situ di sono rame-rame. Apa aku ngerusuhi situ kan enggak. Kalau aku perlu situ kan ya enggak perlu ketemu to, aku bisa kok ngirim orang dan sampai (orang yang diutus Megawati). Gitu lho. Itu apa namanya, strategi politik,” pungkas dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Spion Selamatkan Petugas Dishub Depok yang Tersangkut di Mobil Pikap
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Spion Selamatkan Petugas Dishub Depok yang Tersangkut di Mobil Pikap Megapolitan 10 Januari 2025

    Spion Selamatkan Petugas Dishub Depok yang Tersangkut di Mobil Pikap
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Fadillah (39), petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Depok yang menyangkut di kaca depan mobil pikap membeberkan taktiknya untuk bisa turun.
    Saat itu, dirinya reflek lompat dan menempel ke pikap lantaran sang sopir tiba-tiba menancap gas hendak kabur.
    Berdasarkan cerita Fadillah, dia kelimpungan mencari cara untuk turun sebab pegangannya hanya mengandalkan wiper kaca agar tidak terjatuh.
    Hal itu yang kemudian membuat Fadillah mencoba mengganggu sopir itu dengan menutup kedua spion mobilnya.
    “Saya kepikiran seperti itu, saya tekuk spionnya dan saya pegang yang spion kiri biar lebih erat pegangan,” kata Fadillah kepada Kompas.com, Jumat (10/1/2025).
    Cara itu tampaknya berhasil mengecoh sang sopir hingga membuatnya menghentikan kendaraan dan meluapkan emosi.
    “Terus kebetulan, pas saya pegang spion itu saya bengkokin, dia marah dan dia berhenti di situ,” ungkap Fadillah.
    Di momen ini, Fadillah berhasil turun dari mobil pikap setelah menyangkut sejauh 200-300 meter.
    Dirinya mengaku tidak mengalami luka-luka saat itu. Namun, saat sopir itu terlihat mencoba kembali menancapkan gas. Dia sempat berupaya mengambil kunci mobil agar tidak kabur.
    Upaya itu digagalkan ketika sopir reflek menyikut dan melukai bibir Fadillah hingga berdarah.
    “Pihak Dishub belum buat laporan polisi (LP) sampai sekarang,” kata Kapolsek Cimanggis Kompol Tatang Targana saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
    “Anggota piket Reskrim sudah cek TKP,” lanjutnya.
    Sebelumnya, insiden ini sempat viral di media sosial. Melalui rekaman video, seorang pria mengenakan seragam Dishub terlihat menyangkut di kaca depan mobil pikap hitam.
    Insiden terjadi pada Senin (6/1/2025) di simpangan Depok antara Tole Iskandar dan Jalan Raya Bogor, Cilodong, Kota Depok.
    Dalam video tersebut, petugas terlihat berpegangan pada wiper mobil sambil berusaha menjaga keseimbangan. Tangan petugas itu terlihat meraba area depan mobil.
    Sementara pengemudi pikap terus melaju menjauh hingga lebih dari 50 meter, meninggalkan jangkauan pandang video.
    Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban (Bimkestib) Dishub Depok, Ari Manggala mengkonfirmasi, pemeriksaan yang dilakukan Fadillah hanya sebatas pengaturan biasa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2012.
    “Jadi diminta informasi, (pengendara) diminta ke tepi jalan tapi tidak terima (dan tancap gas),” kata kepada wartawan, Kamis (9/1/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada 17.732 Member yang Tergabung Dalam Situs Pesta Seks “Swinger” Jakarta-Bali 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Soal Pesta Seks "Swinger," Polisi: Ada Dugaan Kelompok yang Lebih Besar Megapolitan 10 Januari 2025

    Soal Pesta Seks “Swinger,” Polisi: Ada Dugaan Kelompok yang Lebih Besar
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi membuka kemungkinan adanya kelompok kejahatan yang lebih besar terkait penyelenggaraan pesta seks dan pertukaran pasangan (swinger).
    “Tidak menutup kemungkinan akan pengembangan kepada kelompok yang lebih besar,” ujar Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roberto Pasaribu, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2024).
    Pernyataan tersebut disampaikan Roberto setelah jajarannya menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39).
    Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pesta seks dan pertukaran pasangan yang berlangsung di Jakarta dan Bali.
    “Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Roberto.
    Pasangan ini dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang ITE, serta Pasal 4 jo Pasal 29, Pasal 7 jo Pasal 33, dan Pasal 8 jo Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, mereka juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
    Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap IG dan KS di kawasan Badung, Bali, atas kasus tersebut.
    Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasangan ini telah menyelenggarakan pesta seks dan pertukaran pasangan 10 kali di wilayah Jakarta dan Bali.
    Sebelum ditangkap, mereka diketahui sedang merencanakan pesta seks di Bali dengan melibatkan warga negara asing (WNA).
    (Reporter: Baharudin Al Farisi | Editor: Akhdi Martin Pratama)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi yang Terlibat dalam Kasus Pemerasan Penonton DWP Kemungkinan Akan Bertambah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Polisi yang Terlibat dalam Kasus Pemerasan Penonton DWP Kemungkinan Akan Bertambah Megapolitan 10 Januari 2025

    Polisi yang Terlibat dalam Kasus Pemerasan Penonton DWP Kemungkinan Akan Bertambah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (
    Kompolnas
    ) Muhammad Choirul Anam mengungkapkan, kemungkinan besar akan ada penambahan jumlah polisi yang terlibat dalam kasus pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
    Untuk diketahui, sebelumnya telah ada 18 anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus ini.
    “Insya Allah ada penambahan dan cukup signifikan,” ujar Anam saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).
    Anam tidak menyebutkan secara rinci jumlah tambahan polisi yang terlibat dalam kasus
    pemerasan penonton DWP
    .
    Namun, ia menyampaikan bahwa sidang etik yang digelar oleh Majelis Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap anggota yang terlibat masih berlangsung di dua lokasi secara bersamaan.
    “Sidang pertama berlangsung di Mabes Polri untuk anggota berpangkat perwira menengah (pamen). Sementara itu, sidang kedua digelar di Polda Metro Jaya untuk anggota dengan pangkat yang lebih rendah,” jelasnya.
    Anam menambahkan, sidang di kedua lokasi memiliki fokus pemeriksaan yang berbeda, tergantung pada peran masing-masing terduga pelanggar.
    “Di Mabes Polri, pendalaman lebih berfokus pada aspek perencanaan karena melibatkan pelanggar di level yang lebih tinggi. Sementara itu, sidang di Polda Metro Jaya lebih banyak membahas pelaksanaan di lapangan,” ungkap Anam.
    Lebih lanjut, Anam menjelaskan bahwa proses penelusuran sudah dilakukan secara mendalam untuk mengurai latar belakang kejadian ini.
    “Hingga kemarin, sudah dilakukan penguraian yang cukup detail sehingga menjadi jelas apa latar belakang dan alasan terjadinya peristiwa ini,” pungkasnya.
    Adapun sebanyak 14 pelanggar telah menjalani sidang etik, dengan rincian tiga orang dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan 11 pelanggar lainnya dikenai sanksi demosi selama 5 hingga 8 tahun di luar fungsi penegakan hukum.
    Berikut daftar 14 polisi yang telah menjalani sidang etik:
    1. Mantan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak, dipecat dengan tidak hormat karena terbukti membiarkan bawahannya melakukan pemerasan terhadap korban.
    2. Mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Malvino Edward Yusticia, dipecat karena terbukti mengamankan dan memeras penonton DWP.
    3. Mantan Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Yudhy Triananta Syaeful, dipecat karena terbukti mengamankan dan memeras penonton DWP.
    4. Mantan Kanit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Dzul Fadlan, dijatuhi sanksi demosi selama 8 tahun karena terbukti memeras korban.
    5. Mantan Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Iptu Syaharuddin, dijatuhi sanksi demosi selama 8 tahun karena terbukti memeras korban.
    6. Mantan Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Iptu Sehatma Manik, dijatuhi sanksi demosi selama 8 tahun karena terbukti memeras korban.
    7. Mantan Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Brigadir Fahrudin Rizki Sucipto, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    8. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    9. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Bripka Wahyu Tri Haryanto, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    10. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Brigadir Dwi Wicaksono, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    11. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Bripka Ready Pratama, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    12. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Briptu Dodi, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    13. Mantan Ps Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Jamalinus Laba Pandapotan Nababan, dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun karena terbukti memeras korban.
    14. Mantan Kanit Reskrim Polsek Kemayoran, AKP Fauzan, dijatuhi sanksi demosi selama 8 tahun karena terbukti memeras korban.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada 17.732 Member yang Tergabung Dalam Situs Pesta Seks “Swinger” Jakarta-Bali 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Jadi Tersangka, Pasutri Penyelenggara Pesta Seks “Swinger” Dijebloskan ke Penjara Megapolitan 10 Januari 2025

    Jadi Tersangka, Pasutri Penyelenggara Pesta Seks “Swinger” Dijebloskan ke Penjara
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi menetapkan pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) sebagai tersangka karena menyelenggarakan pesta seks dan pertukaran pasangan (swinger).
    “Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Roberto Pasaribu dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2024).
    Keduanya dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang ITE dan atau Pasal 4 jo Pasal 29 dan atau Pasal 7 jo Pasal 33 dan atau Pasal 8 jo Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Polisi juga menjerat pasutri tersebut dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
    Setelah penetapan tersangka ini, keduanya langsung ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.
    Sejauh ini, polisi tengah mengembangkan kasus
    pesta seks swinger
    tersebut.
    “Tidak menutup kemungkinan akan pengembangan kepada kelompok yang lebih besar,” ujarnya.
    Pengamatan Kompas.com, polisi menghadirkan IG dalam jumpa pers pada hari ini. Dia tampak mengenakan kemeja tahanan berwarna oranye dan celana pendek.
    Dalam kesempatan ini, wajah IG ditutup dengan masker. Sedangkan, kedua tangannya diikat menggunakan kabel ties berwarna putih.
    Hanya saja, KS dalam jumpa pers kali ini tidak dihadirkan. Polisi beralasan karena KS tengah tidak sehat dan mempunyai anak kecil.
    Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap IG dan KS di kawasan Badung, Bali, atas kasus menyelenggarakan pesta seks dan pertukaran pasangan.
    Menurut hasil pemeriksaan, keduanya telah menyelenggarakan pesta seks dan pertukaran pasangan beberapa kali di wilayah Jakarta dan Bali.
    Sebelum ditangkap, keduanya akan kembali menggelar pesta seks di wilayah Bali dengan melibatkan warga negara asing (WNA).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno Akan Libatkan Anies dan Ahok dalam Proses Transisi Kepemimpinan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno Akan Libatkan Anies dan Ahok dalam Proses Transisi Kepemimpinan Megapolitan 10 Januari 2025

    Tim Transisi Pramono Anung-Rano Karno Akan Libatkan Anies dan Ahok dalam Proses Transisi Kepemimpinan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Tim Transisi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih,
    Pramono Anung
    dan
    Rano Karno
    , berencana melibatkan dua mantan pemimpin Jakarta,
    Anies
    Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (
    Ahok
    ) ke dalam proses transisi kepemimpinan.
    “Oh ya pasti. Pastikan kami dari tim transisi juga akan meminta masukan dari Pak Ahok dan Pak Anies,” ucap Ketua Tim Transisi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno,
    Ima Mahdiah
    kepada wartawan di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (9/1/2025).
    Menurut Ima, tim transisi tidak hanya akan menggali masukan dari Anies dan Ahok, tetapi juga dari berbagai pihak yang memiliki kompetensi untuk memajukan Jakarta.
    “Dari beberapa orang-orang yang memang punya kapasitas, ya pasti kita minta yang bagus-bagus kita ambil, yang memang belum sempurna kita sempurnakan,” kata dia.
    Ima menambahkan, tim transisi mulai bekerja dan tengah merencanakan pertemuan perdana pada hari ini, Jumat (10/1/2025).
    Namun, ia belum dapat memastikan apakah akan ada penambahan anggota tim transisi atau tidak karena semua kewenangan ada di Pramono-Rano.
    “Besok (Jumat) sudah. Rencananya sih saya mau mengatur pertemuan pertama besok,” kata Ima.
    Sebelumnya, Pramono Anung dan Rano Karno mengumumkan pembentukan tim transisi yang akan menjadi mitra mereka dalam mempersiapkan masa jabatan yang baru.
    Tujuan utama dari tim transisi ini adalah mempersiapkan transisi pemerintahan, bukan untuk membuat keputusan-keputusan penting.
    “Saya akan menyampaikan kepada saudara-saudara sekalian.Bahwa akan ada tim transisi pemerintahan yang sifatnya adalah menyiapkan bukan memutuskan. Menyiapkan peralihan atau transisi pemerintahan,” ujar Pramono kepada wartawan, Kamis (9/1/2025).
    Tim transisi yang telah dibentuk terdiri dari 16 orang yang dipilih dengan hati-hati berdasarkan profesionalisme dan pengalaman masing-masing.
    Dalam memilih nama-nama ini, Pramono memastikan bahwa mereka adalah individu yang telah banyak membantu dirinya dan Rano dalam perjalanan politik mereka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.