Category: Kompas.com Metropolitan

  • Pengacara Pelaku "Bullying" Bocah SD Garut Klaim Kasus Sudah Selesai, Kenapa Dibuka Lagi?
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        10 Januari 2025

    Pengacara Pelaku "Bullying" Bocah SD Garut Klaim Kasus Sudah Selesai, Kenapa Dibuka Lagi? Bandung 10 Januari 2025

    Pengacara Pelaku “Bullying” Bocah SD Garut Klaim Kasus Sudah Selesai, Kenapa Dibuka Lagi?
    Tim Redaksi
    GARUT, KOMPAS.com –
     D, seorang bocah sekolah dasar (SD) asal Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, trauma usai mengalami pelecehan seksual dan perundungan selama bertahun-tahun.
    Supriyadi,
    pendamping hukum

    terduga pelaku
    dari kantor hukum Gerakan Advokasi Masyarakat Pribumi (Gerai Mas Pri), mengungkapkan bahwa dugaan bullying tersebut sebenarnya telah terjadi cukup lama.
    Kasus ini sebelumnya telah dimediasi dua kali oleh pengurus lingkungan tempat tinggal korban dan terduga pelaku, serta dinyatakan selesai.
    Namun, beberapa hari yang lalu, aparat kepolisian mendatangi rumah orangtua para pelaku untuk meminta kartu keluarga. Kini, kasus tersebut telah dinaikkan ke tingkat penyidikan.
    “Hari ini anak-anak menjalani pemeriksaan di polres setelah korban kemarin diperiksa,” katanya saat ditemui pada Jumat (10/1/2025).
    Supriyadi mengatakan, waktu kejadian kasus ini juga sebenarnya belum jelas kapan, karena kesaksian korban dan orangtuanya berbeda dengan yang saat ini ramai diberitakan, termasuk jumlah anak yang diduga jadi pelaku bullying.
    “BAP di kepolisian, kejadiannya Agustus 2022, tapi saat mediasi bilangnya empat tahun lalu. Semua pernyataan orangtua korban saat mediasi ada rekamannya,” jelasnya.
    Terkait jumlah pelaku, awalnya disebutkan ada lima orang, namun dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian, jumlahnya menjadi tiga orang.
    Supriyadi juga menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan para pelaku tidak sedramatis yang diberitakan di media berdasarkan pernyataan orang tua korban.
    Ia menjelaskan bahwa situasi dan kondisi saat kejadian tidak memungkinkan bentuk bullying seperti yang ramai diberitakan.
    Kejadian tersebut berlangsung di rumah salah satu warga yang terletak di pinggir jalan besar yang ramai dilalui orang, dengan banyak warga di sekitarnya.
    “Jadi celana korban sama sekali tidak dibuka, tidak mungkin dampaknya sampai seperti yang disampaikan di media. Terus benda tumpulnya juga hanya terong, tidak ada yang lain-lain seperti yang diberitakan,” katanya.
    Karena kejadiannya sudah lama, Supriyadi mengaku saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekam medik saat korban diperiksa di puskesmas dekat lingkungan rumah para pelaku dan korban.
    Karenanya, dia berharap media juga tidak membesar-besarkan masalah ini, apalagi tanpa keterangan dari kedua belah pihak.
    “Sekarang kan cerita kasus ini beritanya dari orangtua korban. Versi para terduga pelaku juga harus didengar, karena keterangan orangtua korban dan korban saja sudah banyak yang berbeda,” katanya.
    Supriyadi berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan pendekatan restorative justice.
    Apalagi korban dan para pelaku juga masih di bawah umur dan orangtua korban juga ingin bisa kembali tinggal di kampung halamannya.
     
    Sebelumnya diberitakan, D diduga dilecehkan dan dirundung oleh temannya sejak dari Taman Kanak-kanak hingga kelas 4 Sekolah Dasar (SD).
    Korban dilecehkan oleh pelaku dengan menggunakan terong dan jagung. Akibatnya D mengalami trauma berat serta organ intimnya rusak sampai infeksi.
    Kasatreskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo menyampaikan bahwa tindakan dugaan bullying terhadap korban memang terjadi saat acara perayaan HUT RI di kampung tersebut.
    Ari membenarkan bahwa dugaan kekerasan kepada korban dengan terong.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 45 Tahun Wak Dul Penjual "Rambut Nenek" Bertahan di Tengah Banjirnya Makanan Siap Saji
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        10 Januari 2025

    45 Tahun Wak Dul Penjual "Rambut Nenek" Bertahan di Tengah Banjirnya Makanan Siap Saji Surabaya 10 Januari 2025

    45 Tahun Wak Dul Penjual “Rambut Nenek” Bertahan di Tengah Banjirnya Makanan Siap Saji
    Tim Redaksi
    PASURUAN, KOMPAS.com
    – Suara biola
    arbanat
    Abdul Sakrip, yang akrab disapa
    Wak Dul
    , selalu menggema di antara keramaian siswa SD Negeri Pekuncen,
    Pasuruan
    .
    Suara “Ngik.. Ngok.. Ngok.. Ngik… Ngok…” itu berhasil menarik perhatian anak-anak yang ingin menikmati
    jajanan tradisional
    berbahan gula pasir yang telah dikenal sejak lama.
    Abdul Sakrip (73) adalah penjual arbanat keliling asal Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
    Dengan penuh kesabaran, ia melayani permintaan siswa-siswa yang ingin menikmati “rambut nenek” kesukaan mereka.
    “Beli berapa nak, sabar ya,” ujarnya sambil membuka kaleng berisi potongan arbanat.
    Dengan telaten, Wak Dul memasukkan arbanat ke dalam kantong plastik, yang dihargainya antara Rp 3.000 hingga Rp 10.000, tergantung ukuran.
    “Lima ribu ya nak, ini hati-hati di jalan,” pesan Wak Dul, memberikan nasihat kepada salah satu pembelinya setelah menerima uang.
    Menjadi penjual arbanat adalah panggilan hidup bagi Wak Dul. Ia telah menjalani profesi ini sejak tahun 1980, ketika masih lajang.
    Ia mengaku menikmati pekerjaan ini meskipun harus berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya.
    “Saya sudah hafal sekolah mana saja yang kira-kira ramai pembelinya. Saya menunggu jam istirahat atau jam pulang sekolah,” kata Wak Dul sembari menutup kalengnya rapat.
    Setiap pagi, Wak Dul mengendarai motornya menuju Kota Pasuruan dengan arbanat yang sudah disiapkan di rumahnya.
    Selain menjajakan arbanat di sekolah, Wak Dul juga menjualnya di tempat-tempat keramaian seperti alun-alun Kota Pasuruan atau sekitar GOR di Jalan Sultan Agung.
    “Motor saya parkir, terus saya keliling alun-alun atau nunggu jadwal pulang sekolah,” ujarnya.
    Setiap hari, meski jualan tidak selalu habis, Wak Dul tetap bersyukur karena diberikan kesehatan.
    Dalam satu kali berkeliling, ia membawa tiga kaleng arbanat seberat tiga kilogram yang digantung di badannya.
    Ia juga tak lupa membawa alat musik mirip biola sebagai penanda kehadiran penjual arbanat.
    “Saya yakin arbanat tetap disukai di tengah banjirnya makanan ringan siap saji,” tuturnya dengan senyuman.
    Arif, salah satu penikmat arbanat Wak Dul, mengungkapkan kecintaannya pada jajanan ini yang mengingatkannya pada masa kecil.
    “Saya sering beli, biasanya di alun-alun atau di depan sekolah SD Bangilan. Rasanya masih original, gula asli,” ujarnya.
    Meski kedua anaknya telah bekerja dan berkeluarga, Wak Dul menegaskan bahwa ia tidak ingin menjadi beban bagi mereka.
    Wak Dul menjaga fisiknya agar tetap sehat, dia mengatur waktu agar tidak terlalu lelah.
    Sebelum berangkat berjualan, ia selalu menyempatkan diri untuk sarapan dan membawa air mineral sebagai bekal.
    “Kalau pulang ya jam 1 siang. Jangan lupa juga sholatnya dijaga,” pungkasnya.
    Dengan sikap dan pandangan hidup yang positif, Wak Dul tetap melanjutkan tradisi menjajakan arbanat, menjaga keaslian jajanan ini di tengah arus modernisasi.
    Dia adalah contoh nyata bahwa pilihan hidup yang sederhana namun penuh makna dapat memberikan kebahagiaan tersendiri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pernah Jadi Korban, Usmanto Kini Rutin Bersihkan Ranjau Paku di Jalan Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Pernah Jadi Korban, Usmanto Kini Rutin Bersihkan Ranjau Paku di Jalan Jakarta Megapolitan 10 Januari 2025

    Pernah Jadi Korban, Usmanto Kini Rutin Bersihkan Ranjau Paku di Jalan Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Usmanto (36), warga Cijantung, Jakarta Timur tergerak menjadi
    relawan ranjau paku
    karena kerap menjadi korban pecah ban kendaraan akibat melindas paku di jalan. 
    Dengan menjadi relawan ranjau paku, Usmanto tidak ingin pengendara lain, terutama ojek
    online, 
    mengalami hal yang sama dengannya.
    “Awalnya saya ngojek, sering kena ranjau. Kesal kalau enggak pegang duit terkena ranjau, repot harus dorong-dorong motor,” kata Usmanto di Jalan DI Panjaitan Jakarta Timur, Jumat (10/1/2025). 
    Berangkat dari hal itu, Usmanto berinisiatif membuat suatu alat untuk menyisir paku-paku yang tersebar di jalan. 
    Setiap hari, sembari menjalankan pekerjaannya sebagai pengemudi ojek 
    online, 
    Usmanto menyisir sejumlah titik jalan Jakarta menggunakan alat pendeteksi paku yang ia ciptakan.
    Kegiatan sebagai relawan ranjau paku itu sudah ditekuni Usmanto selama lima tahun terakhir.
    “Pas saya ke rumah terus ada alat magnet bekas
    sound
    itu, saya copot magnetnya, saya pakai (membersihkan ranjau) sudah hampir lima tahun ini. Saya ngojek nemuin ranjau di jalan raya,” kata Usmanto.
    Usmanto menjelaskan, dia membersihkan ranjau pada jam-jam yang ramai lalu lalang kendaraan. 
    “Penyisiran di jam-jam rawan, pagi sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, terus sore jam pulang kantor, pukul 16.00-17.00, terus malamnya lagi tuh jam 22.00 dari Slipi, Semanggi,
    flyover
    Kuningan, hingga Jalan DI Panjaitan,” ungkapnya.
    Menurut Usmanto, ia mendapat banyak dukungan dari pengikutnya di Instagram. Salah satu pengikut memberi Usmanto alat pendeteksi paku dari magnet yang hingga kini digunakan untuk menyisir ranjau paku. 
    “Tadinya kan pakai bekas
    sound
    itu manual, itu ada yang bilang di Instagram ‘Kelamaan pakai itu’. Terus ada yang donatur memberi alat-alat magnet yang menggunakan dorongan,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Detik-detik Seniman Jaran Kencak di Lumajang Meninggal saat Pertunjukan
                        Surabaya

    5 Detik-detik Seniman Jaran Kencak di Lumajang Meninggal saat Pertunjukan Surabaya

    Detik-detik Seniman Jaran Kencak di Lumajang Meninggal saat Pertunjukan
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com

    Mistar
    (53), seorang
    seniman jaran kencak
    asal Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten
    Lumajang
    , Jawa Timur, meninggal dunia secara mendadak saat melaksanakan pertunjukan.
    Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (8/1/2025) malam, saat Mistar tampil dalam acara hajatan di rumah Abdullah di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian.
    Detik-detik terakhir Mistar terekam dalam beberapa video yang diabadikan oleh penonton.
    Salah satunya adalah video berdurasi 1 menit 30 detik yang direkam oleh putrinya, Ervina Eka Sari.
    Dalam rekaman tersebut, Mistar terlihat menari bersama kuda kencak miliknya sebelum tiba-tiba tersungkur ke samping, tepat di bawah kuda tersebut.
    Abdullah, tuan rumah hajatan, mengungkapkan bahwa Mistar menari seperti biasa dan menunjukkan kebolehan kuda kencaknya.
    “Pertunjukan baru berjalan 5 menit, korban tiba-tiba terjatuh di bawah kudanya dan tidak bergerak sama sekali,” ujarnya.
    Awalnya, semua orang mengira bahwa itu adalah bagian dari pertunjukan.
    Namun, ketika Mistar tidak kunjung bergerak, putrinya mencoba membangunkan, tetapi tidak mendapatkan respons.
    “Tangis histeris Ervina langsung pecah saat mengetahui ayahnya tidak sadarkan diri,” kata Abdullah.
    Ia juga menambahkan bahwa sebelum pertunjukan, Mistar tidak menunjukkan tanda-tanda kurang sehat.
    “Gak ada tanda-tanda sakit, orangnya sehat sekali. Saya juga kenal baik dengan orangnya,” ungkap Abdullah.
    Kemudian, Mistar yang sudah tidak sadarkan diri dilarikan ke Puskesmas Pasirian, tetapi petugas menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia setibanya di sana.
    Ervina menjelaskan bahwa sebelum tersungkur, ayahnya berencana mengambil mikrofon untuk menyanyikan syair.
    “Pas mau ambil mik itu langsung jatuh, waktu itu kan mau mengidung,” katanya.
    Bahkan, Mistar sempat meminta Ervina merekam aksinya agar bisa diunggah di media sosial.
    “Bapak itu bilang suruh rekam suruh masukkan ke hp, kan juragan jaran supaya laris lah gitu,” tambahnya.
    Ervina juga menegaskan bahwa kondisi kesehatan ayahnya saat itu tidak bermasalah.
    Sebelum pertunjukan, Mistar masih meneleponnya agar menyaksikan pertunjukan tersebut.
    “Tiga tahun yang lalu, memang bapak pernah menderita penyakit paru-paru, tapi sudah dinyatakan sembuh total oleh dokter,” pungkasnya.
    Ia juga menyebutkan bahwa ayahnya mungkin merasa tertekan setelah ditinggal ibunya yang baru saja meninggal dunia, beberapa hari sebelum kejadian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Motif Pasutri Gelar Pesta Seks “Swinger”: Fantasi dan Ekonomi 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Motif Pasutri Gelar Pesta Seks “Swinger”: Fantasi dan Ekonomi Megapolitan 10 Januari 2025

    Motif Pasutri Gelar Pesta Seks “Swinger”: Fantasi dan Ekonomi
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) menggelar pesta seks dan pertukaran pasangan (
    swinger
    ) untuk memenuhi hasrat seksualnya.
    Kendati demikian, Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Roberto Pasaribu tidak menjelaskan lebih lanjut siapa diantara keduanya yang mempunyai hasrat seksual tersebut.
    “Motif yang pertama adalah motif hasrat seksual. Jadi, dari salah pasangannya yang selalu berfantasi tidak bisa melakukan hubungan seksual layaknya seorang dewasa apabila tidak ada orang lain,” ujar Roberto dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2025).
    Karena hal ini ini, IG membuat sebuah situs untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Situs itu untuk menampung member dan merencanakan kegiatan pesta seks
    swinger
    .
    Dari kegiatan ini, pasutri tersebut merekam kegiatan pesta seks
    swinger
    lalu mengunggahnya ke sebuah situs yang mereka buat.
    Dari unggahan tersebut, kedua tersangka memperoleh pendapatan dari
    AdSense
    yang dihasilkan melalui jumlah klik pengguna yang mengunjungi situs dan menonton video pesta seks
    swinger
    .
    “Nah dari sini mereka berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan motif ekonomi,” ujar dia.
    Uang tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya, termasuk menghidupi dua orang anak.
    Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) terkait kasus pesta seks
    swinger
    .
    Keduanya ditangkap di wilayah Badung, Bali.
    Mereka dikenakan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 4 juncto Pasal 29, Pasal 7 juncto Pasal 33, dan Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, polisi juga menjerat pasangan suami istri tersebut dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPUD Jakarta Serahkan Berkas Pengesahan Pramono Anung-Rano Karno ke DPRD
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    KPUD Jakarta Serahkan Berkas Pengesahan Pramono Anung-Rano Karno ke DPRD Megapolitan 10 Januari 2025

    KPUD Jakarta Serahkan Berkas Pengesahan Pramono Anung-Rano Karno ke DPRD
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta menyerahkan berkas pengusulan, pengesahan, dan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta,
    Pramono Anung

    Rano Karno
    , ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta hari ini, Jumat (10/1/2025).
    Penyerahan berkas ini dilakukan setelah
    KPUD Jakarta
    secara resmi menetapkan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih pada Kamis (9/1/2025).
    “Agenda kita hari ini adalah penyampaian usulan pengesahan dan pengangkatan pasangan calon terpilih. Ini diterima karena proses kami sudah selesai sampai di sini,” ucap Ketua KPUD Jakarta, Wahyu Dinata, di Gedung
    DPRD Jakarta
    , Jumat.
    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPUD Jakarta, Dody Wijaya, menjelaskan, pengesahan dan pengangkatan pasangan calon terpilih akan dilakukan oleh presiden maksimal 20 hari setelah berkas diterima secara lengkap.
    “Kalau nanti belum ditindaklanjuti ada jalur kami sampaikan melalui KPU RI mengusulkan kepada Presiden,” kata Dody.
    Sementara itu, Ketua DPRD Jakarta Khoirudin mengatakan pihaknya akan bersurat kepada Menteri Dalam Negeri untuk disampaikan kepada presiden agar segera dilakukan pengesahan.
    Jika merujuk peraturan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2024 mengenai Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali kota dan Wakil Wali kota, pelantikan Pramono-Rano akan dilakukan pada 7 Februari 2025.
    “Kita secepatnya untuk segera memproses, sementara kita gunakan regulasi yang sudah ada tanggal 7 Februari dilantik, artinya sebelum tanggal 7 sudah selesai seluruhnya, secepatnya,” kata Khoirudin.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tersangka Wanita Kasus Pesta Seks “Swinger” Tak Dihadirkan Saat Konferensi Pers
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2025

    Tersangka Wanita Kasus Pesta Seks “Swinger” Tak Dihadirkan Saat Konferensi Pers Megapolitan 10 Januari 2025

    Tersangka Wanita Kasus Pesta Seks “Swinger” Tak Dihadirkan Saat Konferensi Pers
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – KS (39), salah satu tersangka perempuan terkait kasus pesta seks dan pertukaran pasangan (
    swinger
    ), tak dihadirkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2025).
    Pengamatan Kompas.com di lokasi, polisi hanya menghadirkan IG (39), suami dari KS. Keduanya adalah pembuat situs sekaligus penyelenggara pesta seks
    swinger
    .
    IG keluar dari Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya bersama RYS (29), tersangka kasus jual beli konten pornografi yang turut dihadirkan dalam jumpa pers.
    Dalam kesempatan ini, IG mengenakan kemeja tahanan berwarna oranye dan celana pendek berwenang krem.
    Wajah IG tertutup dengan masker, sedangkan kedua tangannya terikat oleh sebuah kabel ties berwarna putih.
    Saat keluar hingga akhirnya dihadapkan ke awak media, IG hanya menunduk. Tak sekalipun dia mendongakkan kepalanya.
    Setelah awak media memfoto tersangka dengan ponsel dan kamera, IG bersama RYS langsung kembali masuk ke dalam Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya.
    Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol Roberto Pasaribu mengungkapkan, alasan KS tidak dihadirkan dalam jumpa pers karena tengah kurang sehat.
    “Karena lagi dalam keadaan kurang sehat, kebetulan yang bersangkutan juga memiliki anak bayi,” ujar Roberto dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/1/2025).
    “Jadi kami kemarin memang melakukan upaya paksa (saat penangkapan). Tapi, (tetap) memperhatikan kepentingan ibu dan anaknya juga,” lanjutnya.
    Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) terkait kasus pesta seks dan pertukaran pasangan (swinger).
    Keduanya ditangkap di wilayah Badung, Bali.
    Mereka dikenakan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 4 juncto Pasal 29, Pasal 7 juncto Pasal 33, dan Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, polisi juga menjerat pasangan suami istri tersebut dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Demi Cari Koin Jagat, Warga Rusak Paving Blok di Tegalega Bandung
                        Bandung

    7 Demi Cari Koin Jagat, Warga Rusak Paving Blok di Tegalega Bandung Bandung

    Demi Cari Koin Jagat, Warga Rusak Paving Blok di Tegalega Bandung
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Fenomena
    pencarian koin

    aplikasi Jagat
    yang konon bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah di sejumlah lokasi taman Kota Bandung, Jawa Barat, menuai pro dan kontra di masyarakat.
    Pasalnya, fasilitas di taman-taman tersebut rusak karena perilaku pencari koin yang tak bertanggung jawab, seperti yang terjadi di
    Taman Tegalega
    .
    Berdasarkan keterangan petugas keamanan taman, Rio Rivaldi (21), para pencari koin tersebut tak segan mengangkat paving blok hingga rumput sintetis yang ada di area Taman Tegalega.
    “Ada yang sampai dibukain paving bloknya terus nggak dibenerin lagi malah dihancurin sama yang nyari koin,” ujarnya saat ditemui
    Kompas.com
    di lokasi, Jumat (10/1/2025).
    Menurut dia, para pencari koin ini juga terkadang tidak tahu waktu, bahkan ada yang mencari pada pagi hari sampai malam hari.
    Hal tersebut mengganggu para pengunjung taman yang ingin berolahraga maupun bermain.
    Karena itu, pengelola Taman Tegalega pun sampai membatasi area pencarian koin.
    Saat ini, hanya area depan saja yang masih diperbolehkan untuk mencari koin.
    Sedangkan area Taman Dino dan Taman Lampion yang berada di area tengah Taman Tegalega ditutup sementara waktu.
    Selain itu, sejumlah petugas juga ditempatkan di area depan taman untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
    “Sangat mengganggu aktivitas sehari-hari yang jogging, main, nongkrong, dan lain-lain. Pembatasan ini mulai Senin pekan ini,” tutur Rio.
    Selain itu, kata Rio, pihak pengelola taman sudah mengirim pesan kepada pengembang aplikasi Jagat terkait perizinan penyebaran koin tersebut.
    “Nyebar koin di sini nggak ada izin, kami juga nggak tahu siapa yang naruhnya, tiba-tiba ada yang nyari koin sejak Sabtu pekan lalu,” ucapnya.
    Sementara itu, salah seorang pencari koin bernama Owen (17) mengaku prihatin ada sejumlah taman yang rusak demi mencari koin tersebut.
    Ia tidak setuju dengan tindakan para pencari koin yang tidak bertanggung jawab tersebut.
    Menurutnya, kegiatan ini cukup dijadikan ajang untuk melepas penat saja.
    “Disayangkan juga jangan sampai dirusak (fasilitas) taman. Nyari sih nyari, tapi nggak segitunya,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Dipolisikan karena Kasus Harvey Moeis, Guru Besar IPB Bambang Hero: Jangan Saya Terus yang Dikejar
                        Bandung

    4 Dipolisikan karena Kasus Harvey Moeis, Guru Besar IPB Bambang Hero: Jangan Saya Terus yang Dikejar Bandung

    Dipolisikan karena Kasus Harvey Moeis, Guru Besar IPB Bambang Hero: Jangan Saya Terus yang Dikejar
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB),
    Bambang Hero Saharjo
    , meminta pihak yang melaporkannya untuk mencari bukti sendiri mengenai perhitungan nilai
    kerugian lingkungan
    dalam
    kasus korupsi timah
    yang melibatkan Harvey Moeis dan Helena Lim dkk.
    Seperti diketahui,
    Guru Besar IPB
    Bambang Hero Saharjo dilaporkan ke
    Polda Bangka Belitung
    oleh Andi Kusuma, seorang pengacara sekaligus Ketua DPD Putra Putri Tempatan (Perpat), organisasi masyarakat di Bangka Belitung.
    “Dia (pelapor) harus bikin dong perhitungan sendiri. Buktikan, sampaikan di persidangan. Jangan saya terus yang dikejar. Saya kan hanya diminta penyidik,” kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/1/2025).
    Bambang menerangkan penyidik Pidsus Kejaksaan Agung-lah yang meminta dirinya untuk menghitung kerugian lingkungan dari kasus korupsi timah tersebut.
    Prosedur dan metode penghitungan yang ia gunakan pun mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 7 Tahun 2014.
    Adapun Permen LH tersebut masih berlaku hingga saat ini.
    Mengenai hasil perhitungan senilai Rp 271 triliun itu, kata dia, adalah keputusan dari majelis hakim.
    Bambang mengaku hanya sebagai saksi ahli yang diminta penyidik Kejaksaan Agung untuk menghitung kerugian lingkungan itu.
    “Kan sudah lengkap semua, detail itu. Sudah kami sampaikan di persidangan, majelis punya bahan dan sebagainya dan itu memang tidak diberikan kepada pihak sebelah,” ujarnya.
    “Jadi, semua itu ya haknya penyidik. Kan gitu. Kok saya yang disuruh bongkar segala macam. Enak benar,” tuturnya.
    Diberitakan sebelumnya, Guru Besar IPB yang juga saksi ahli, Bambang Hero Saharjo, dilaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait kasus Harvey Moeis.
    Bambang dinilai tidak berkompeten dalam melakukan penghitungan kerugian lingkungan sebesar Rp 271 triliun dalam kasus tata niaga timah yang berujung vonis sejumlah terdakwa, salah satunya Harvey Moeis.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Korlantas: Patwal Mobil RI 36 Anggota Polda Metro Jaya
                        Nasional

    2 Korlantas: Patwal Mobil RI 36 Anggota Polda Metro Jaya Nasional

    Korlantas: Patwal Mobil RI 36 Anggota Polda Metro Jaya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengonfirmasi bahwa petugas patwal yang mengawal
    mobil RI 36
    yang viral di media sosial adalah anggota Polda Metro Jaya (PMJ).
    Saat ini, petugas patwal tersebut sudah dipanggil oleh Kasi Pamwal Polda Metro Jaya.
    “Yang bersangkutan sudah ditindaklanjuti oleh Kasi Pamwal Polda Metro Jaya (karena personel tersebut adalah anggota PMJ),” ujar Slamet kepada wartawan, Jumat (10/1/2025).
    Terkait hal tersebut, Korlantas meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu dengan tindakan arogan itu.
    “Atas tindakan personel tersebut, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu,” lanjut dia.
    Saat ditanya apakah petugas patwal itu masih bertugas atau tidak, Slamet mengatakan masih menunggu hasil tindak lanjut Kasi Pamwal Polda Metro Jaya.
    “Kejadiannya kan Rabu sore, laporan lebih lanjut dari PMJ masih kita tunggu,” tegas dia.
    Sebagai informasi, dalam video yang beredar di Instagram @pmi_official, terlihat seorang polisi patwal menyalakan lampu strobo sembari membuka jalan untuk iring-iringan mobil pejabat berpelat RI 36 di tengah kemacetan.
    Berdasarkan video yang viral di media sosial, di depan iring-iringan tersebut, sebuah taksi Alphard tampak berusaha menyelinap di sela-sela kemacetan sehingga menghalangi laju rombongan pejabat.
    Polisi patwal yang mengawal rombongan itu segera menghentikan motornya di samping mobil taksi tersebut, lalu menunjuk sopir dengan gestur tegas sambil memberikan peringatan yang terlihat penuh amarah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.