Category: Kompas.com Metropolitan

  • 5
                    
                        Adu Banteng Xenia Vs Sugeng Rahayu di Kulon Progo, 1 Orang Terluka, Polisi: Sama-sama Melanggar
                        Yogyakarta

    5 Adu Banteng Xenia Vs Sugeng Rahayu di Kulon Progo, 1 Orang Terluka, Polisi: Sama-sama Melanggar Yogyakarta

    Adu Banteng Xenia Vs Sugeng Rahayu di Kulon Progo, 1 Orang Terluka, Polisi: Sama-sama Melanggar
    Tim Redaksi
    KULON PROGO, KOMPAS.com
    – Satu orang terluka dalam kecelakaan antara bus lintas provinsi Sugeng Rahayu dan mobil
    Daihatsu Xenia
    di simpang tiga Toyan, Jalan Wates-Purworejo, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (10/1/2025).
    Menurut keterangan polisi, tabrakan terjadi akibat kedua kendaraan melanggar rambu lalu lintas.
    Kecelakaan bermula ketika bus Hino dengan nomor polisi W 7546 UP menerjang lampu merah dan bertemu dengan Xenia yang juga melanggar dari arah sebaliknya.
    Tabrakan tersebut mengakibatkan sopir Xenia mengalami luka ringan.
    “Korban sudah dibawa ke RSUD Wates. Luka ringan,” ujar Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Kulon Progo, Ipda Tanto Kurniawan di lokasi kejadian, Jumat (10/1/2025).
    Diketahui, simpang tiga Toyan merupakan pertemuan jalan provinsi yang lebar dan halus, dilengkapi dengan
    traffic light
    untuk mengatur lalu lintas.


    Menurutnya,
    bus Sugeng Rahayu
    , yang bertuliskan jurusan Purwokerto-Surabaya, melaju dengan cepat dari arah Purworejo sekitar pukul 18.30 WIB.
    Sesampainya di Toyan, bus tersebut menyalip antrean kendaraan yang sedang menunggu lampu merah.
    Namun, saat bus menerobos lampu merah, Xenia muncul dari arah timur, dan kedua kendaraan tidak dapat menghindar, sehingga terjadi tabrakan.
    Akibatnya, bagian kap mesin dan kabin sopir Xenia ringsek, sedangkan bus mengalami kerusakan pada bumper kanan bawah.
    “Sama-sama melanggar karena Xenia datang dari timur ketika lampu menyala merah, sedangkan bus melaju dari barat melebihi marka ketika lampu menyala merah,” jelas Tanto.
    Sopir Xenia yang mengalami luka ringan tetap dilarikan ke RSUD Wates, sedangkan sopir bus tidak mengalami luka.
    Tanto mengimbau pengendara untuk lebih mengutamakan kesabaran saat berkendara, mengingat keselamatan adalah hal yang utama.
    “Jangan mengutamakan kecepatan, tapi utamakan keselamatan. Konsentrasi di jalan dan patuhi rambu,” tegasnya.
    Polisi melanjutkan dengan evakuasi bus dan mobil dari tengah jalan untuk menghindari kecelakaan berikutnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menilik Pasar Sehati Semarang, Konsisten Ajak Masyarakat untuk Menerapkan Gaya Hidup Sehat
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Januari 2025

    Menilik Pasar Sehati Semarang, Konsisten Ajak Masyarakat untuk Menerapkan Gaya Hidup Sehat Regional 10 Januari 2025

    Menilik Pasar Sehati Semarang, Konsisten Ajak Masyarakat untuk Menerapkan Gaya Hidup Sehat
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Gelaran
    Pasar Sehati

    Semarang
    menjadi salah satu event yang dinanti masyarakat Kota Lumpia.
    Pasalnya, Pasar Sehati ini hanya digelar satu kali dalam satu bulan, tepatnya di Urban Farming Corner (UFC) yang terletak di Jalan Menteri Supeno, Mugassari, Kota Semarang.
    Uniknya, Pasar Sehati menaungi berbagai macam pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan produk ramah lingkungan, seperti
    kombucha
    ,
    red ginger sparkling
    , dawet pelangi, jamu rempah, dan masih banyak lainnya.
    Tidak hanya itu, Pasar Sehati juga menghadirkan
    crafting
    ,
    passion
    , maupun pelatihan yang memiliki misi keberlanjutan dan
    gaya hidup sehat
    . Di antaranya seperti berkain, yoga, meditasi, dan lain-lain.
    Ketua
    Pasar Sehati Semarang
    , Aria Masita, mengatakan bahwa Pasar Sehati Semarang sudah ada sejak tujuh tahun lalu, tepatnya 2017.
    Dulunya, mereka hanya berfokus untuk menjual produk-produk alami dan sehat.
    “Tapi sekarang kita sudah berkembang, kita datangkan komunitas-komunitas yang selaras. Misal ada komunitas yang bikin gelang dan kalung dari bahan bekas, lalu ada kelas yoga, meditasi,
    self-love
    ,” ucap Aria kepada Kompas.com, Minggu (5/1/2025).


    Sehingga, imbuh Aria, Pasar Sehati diharapkan bisa membangun semangat masyarakat Semarang dalam menerapkan gaya hidup sehat.
    Lebih jelas, Aria mengatakan bahwa biasanya Pasar Sehati dikunjungi oleh anak-anak muda maupun orang dewasa yang sudah berkeluarga.
    “Misal ada kelas mendongeng. Anak-anak bisa ikut di kelas itu, lalu ibunya belanja sayur atau makanan di sini, dan bapaknya yang menemani anaknya di kelas. Jadi ada kesalingan,” tuturnya.
    Aria menyebukant bahwa UMKM yang dihadirkan di Pasar Sehati merupakan pelaku yang mengedepankan prinsip sehat dan alami.
    Sehingga, dirinya dapat memastikan bahwa produk yang ditawarkan sangat aman untuk kesehatan tubuh.
    “Misalnya, di sini ada sayur-sayur organik, lalu ada dawet tela ungu yang bahannya benar-benar alami, tidak ada pengawet. Lalu ada gorengan, tapi memakai minyak kelapa, ada es yang manisnya dari gula aren,” tutur Aria.
    Dengan demikian, Aria berharap, ke depannya Pasar Sehati Semarang bisa terus konsisten menebarkan semangat untuk menerapkan pola hidup sehat di kalangan masyarakat Semarang.
    “Mereka jadi lebih tahu, dan tidak merasa sendirian untuk belajar sehat. Ada kita di sini, jadi tidak usah takut sendiri. Kita sama-sama menata pola hidup sehat dari nol,” pungkas Aria.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Melihat Rencana 100 Hari Kerja Ayep Zaki sebagai Wali Kota Sukabumi…
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        10 Januari 2025

    Melihat Rencana 100 Hari Kerja Ayep Zaki sebagai Wali Kota Sukabumi… Bandung 10 Januari 2025

    Melihat Rencana 100 Hari Kerja Ayep Zaki sebagai Wali Kota Sukabumi…
    Tim Redaksi
    SUKABUMI, KOMPAS.com

    Wali Kota Sukabumi
    terpilih,
    Ayep Zaki
    , mengungkapkan
    program kerja
    yang akan dilakukan dalam 100 hari pertama menjalankan tugas sebagai wali kota.
    Ayep Zaki ingin menunaikan janji politik saat masa kampanye dan mengukur kemampuan keuangan daerah untuk menghasilkan uang dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).
    Ayep Zaki memaparkan program kerja yang akan dieksekusi pada 100 hari pertama itu ialah peningkatan insentif guru, gaji RT/RW, posyandu, linmas, hingga marbot masjid beserta koordinatornya.
    “Begitu dilantik, dari 19 janji ada 11 yang bisa direalisasikan, 8 menggunakan APBD, seperti peningkatan gaji RT/RW, guru ngaji, koordinator guru ngaji, marbot masjid, koordinator marbot, posyandu, dan linmas,” ujar Ayep Zaki.
    “Kemudian tiga program lainnya tidak pakai APBD, seperti dana abadi wakaf, penyaluran tenaga kerja luar negeri, dan beasiswa,” tuturnya.
    “Kalaupun harus pakai APBD, itu paling pada biaya operasionalnya saja. (Tiga program itu) saya akan menggunakan dana perbankan dan pihak ketiga,” kata Ayep Zaki kepada Kompas.com saat ditemui di kediamannya di Jalan Pelabuhan II Kota Sukabumi, Kamis (10/1/2025) sore.
    Ayep Zaki kemudian sempat memberikan gambaran besaran insentif untuk 8 program yang bakal digulirkan menggunakan APBD itu.
    Namun, dalam satu tahun anggaran, ia belum merinci berapa biaya yang diperlukan untuk menyukseskan program tersebut.
    “Untuk insentif RT, asalnya Rp 250.000, jadi Rp 500.000. RW dari Rp 350.000 jadi Rp 700.000. Kemudian guru ngaji bakal mendapat Rp 150.000, koordinator guru ngaji dapat Rp 200.000, marbot masjid Rp 150.000, koordinatornya Rp 200.000, Kemudian satu posyandu yang sebelumnya cuma dapat Rp 200.000 jadi Rp 500.000 per bulan, linmas Rp 100.000 dan itu per bulan,” kata Ayep Zaki.
    Lanjut Ayep Zaki, dalam 100 hari kerja pertama itu, ia juga akan menghitung kemampuan daerah dalam menghasilkan PAD, termasuk mendata kembali aset-aset daerah.
    Sebab, menurut Ayep Zaki, asesmen kekuatan daerah tersebut bakal menopang program kerja yang dilakukan.
    “Kami akan mengasesmen PAD, berikutnya mengasesmen aset-aset dari Pemkot dan berapa nilai tambah yang bisa diberikan oleh aset-aset Pemkot untuk jadi PAD,” ucapnya.
    “Kemudian membenahi masalah-masalah di BUMD, itu saya akan konsen karena kerja ke depan sangat ditentukan oleh berapa jumlah kemampuan finansial yang kami miliki,” kata Ayep Zaki.
    Untuk informasi tambahan, pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Sukabumi itu akan dilaksanakan pada 10 Februari mendatang.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polda Jatim Ungkap Peluang Tersangka Baru dalam Kasus Kecelakaan Bus di Batu
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        10 Januari 2025

    Polda Jatim Ungkap Peluang Tersangka Baru dalam Kasus Kecelakaan Bus di Batu Surabaya 10 Januari 2025

    Polda Jatim Ungkap Peluang Tersangka Baru dalam Kasus Kecelakaan Bus di Batu
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com

    Polda Jatim
    menyebut terbuka peluang terdapat
    tersangka baru
    dalam kasus
    kecelakaan beruntun bus
    di Kota Batu yang terjadi pada Rabu (8/1/2025) lalu.
    Hal itu disampaikan usai dilakukan pendalaman oleh Polda Jatim. Sebelumnya, Polda Jatim telah menetapkan sopir bus, Muhammad Arief Subhan (MAS) (30), sebagai tersangka.
    MAS dijerat Pasal 311 ayat 3, 4, dan 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman 12 tahun penjara.
    Setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut, ditemukan sejumlah fakta baru, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain. Sebab operator bus, PO Shakindra Trans, diduga melakukan pelanggaran administratif.

    “Kami melihat bahwa ada potensi (tersangka) baru, mengingat fakta kendaraan yang terjadi kendaraan itu rata-rata suratnya mati,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin pada Jumat (10/1/2025).
    Usai terjadi kecelakaan, polisi menemukan fakta bus disewa SMK TI Global Badung, Bali, tidak hanya satu armada, tetapi empat.
    Seluruh bus kemudian diperiksa oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat dan dinyatakan semua tidak laik jalan. Bahkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan KIR bus dinyatakan kedaluwarsa.
    “Oleh karenanya, langsung kami putuskan dan ambil tindakan bahwa kendaraan tersebut tidak diizinkan untuk operasi,” ujar Komarudin.
    Polda Jatim akan memeriksa saksi lain, termasuk pemilik PO bus yang berinisial RB dan guru SMK TI Global Badung, Bali.
    “Inisial RB sudah datang (di Polres Batu) dan akan kita panggil. Tentunya kita berharap dari hasil penyelidikan yang saat ini sedang kita lakukan,” ucap Komarudin.
    Kecelakaan beruntun bus
    pariwisata di Kota Batu terjadi pada Rabu (8/1/2025) pukul 19.20 WIB.
    Kecelakaan bus di Batu
    tersebut mengakibatkan 14 korban, di antaranya empat meninggal dunia, dua korban lain mengalami luka berat, dan delapan luka ringan.
    Kerugian materil berupa enam buah kendaraan roda empat dan enam buah kendaraan roda dua.
    Bus bernopol DK 7942 GB tersebut membawa rombongan pelajar asal Bali yang sedang melaksanakan
    study tour
    di Batu, Jawa Timur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cerita Siswa Makan Bergizi Gratis di Semarang, Lebih Hemat dan Bisa Nabung
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Januari 2025

    Cerita Siswa Makan Bergizi Gratis di Semarang, Lebih Hemat dan Bisa Nabung Regional 10 Januari 2025

    Cerita Siswa Makan Bergizi Gratis di Semarang, Lebih Hemat dan Bisa Nabung
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Program
    Makan Bergizi Gratis
    (
    MBG
    ) yang digagas Presiden Prabowo Subianto membawa dampak positif bagi siswa SMP Negeri 12 Semarang, Jawa Tengah.
    Para siswa mengaku lebih hemat dan dapat menyisihkan uang saku mereka untuk ditabung atau memenuhi hobi.
    Salah satu siswa kelas 9C, Diva Mahendra, menyatakan bahwa program ini membuatnya lebih hemat karena uang sakunya tidak perlu digunakan untuk membeli makan.
    “Karena orang tua saya baik, jadi uang saku tidak dipotong. Tapi jadi lebih hemat,” ujar Diva, Jumat (10/1/2025).
    Diva mengaku, setiap hari ia bisa menyisihkan seluruh uang sakunya sebesar Rp15 ribu untuk menabung, yang kemudian digunakan untuk membeli album K-Pop, hobinya.
    Hal serupa diungkapkan oleh Adli Fisam, siswa kelas 9D. Ia merasa program MBG membantu menghemat pengeluarannya, sehingga dapat menabung atau menggunakan uang saku untuk kegiatan di akhir pekan.
    “Uang sakunya tetap sama, dikasih sepenuhnya. Terus saya bisa menghemat, buat nabung, atau buat main pas hari libur,” kata Adli.
    Dalam seminggu, Adli menerima uang saku Rp50 ribu dari orang tuanya. Sebagian besar uang itu ia alokasikan untuk kebutuhan di akhir pekan, seperti jajan atau makan di luar.
    Siswa lain, Vicky Derrik, berharap program MBG bisa terus berjalan. Ia mengaku bisa belajar mengelola uang dengan lebih baik berkat program ini.
    “Uang saku yang biasanya tetap sama, sisanya saya simpan. Satu harinya Rp10 ribu bisa sisa, buat nabung atau jajan lagi,” tutup Vicky.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3 Begal yang Serang Warga Pulang Kerja di Medan Ditangkap 
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        10 Januari 2025

    3 Begal yang Serang Warga Pulang Kerja di Medan Ditangkap Medan 10 Januari 2025

    3 Begal yang Serang Warga Pulang Kerja di Medan Ditangkap
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap tiga pria yang membegal warga bernama
    Ismail Pulungan
    di Jalan Brigjen Hamid, Kota Medan, pada Jumat (3/1/2025).
    Kepala Polrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, ketiga pelaku berinisial B (23), GR (18), dan R (18).
    B dan GR ditangkap di Jalan Besar Delitua pada Selasa (7/1/2025), sementara R ditangkap di kos-kosan di Jalan Sei Muara pada Kamis (9/1/2025).
    “Hasil interogasi pelaku, mereka beraksi enam orang. Jadi, ada tiga pelaku lainnya yang diburu,” kata Gidion saat menggelar konferensi pers di Jalan Brigjen Hamid pada Jumat (10/1/2025).
    “Sepeda motor korban berhasil diamankan dan nanti akan dikembalikan,” katanya.
    Dia menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan komplotan
    begal
    ini sudah beraksi sebanyak lima kali sebelumnya.
    Modusnya adalah dengan menyerang korban menggunakan
    senjata tajam
    .
    Adapun pihaknya masih melakukan pengembangan terkait ke mana saja sepeda motor hasil curian itu dijual.
    Selain itu, mereka juga menyelidiki untuk apa uang hasil curian tersebut digunakan.
    “Jadi, mereka ini sudah sering beraksi. Tentunya kami akan dalami lagi jaringan ini,” tuturnya.
    Sebelumnya diberitakan, Kepala Unit Reskrim Polsek Delitua AKP Maruli Tua Siregar mengatakan, korban dibegal sekitar pukul 02.30 WIB.
    “Saat itu, korban baru pulang kerja dan hendak ke rumahnya. Setibanya di lokasi, dia diserang enam orang yang mengendarai tiga sepeda motor,” kata Maruli kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Selasa (7/1/2025).
    Korban mengaku diancam menggunakan senjata tajam sehingga korban ketakutan dan para pelaku berhasil merampas sepeda motornya.
    Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Setelah kejadian itu, korban membuat laporan ke Polsek Delitua. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
    Sejumlah saksi dan kamera CCTV sedang diperiksa untuk mengidentifikasi para pelaku.
    “Korban tak menderita luka apa pun, tetapi motornya dirampas,” ujar Maruli.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Formula Pencegahan DBD di Kebumen, 292 Kasus, 1 Meninggal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Januari 2025

    Formula Pencegahan DBD di Kebumen, 292 Kasus, 1 Meninggal Regional 10 Januari 2025

    Formula Pencegahan DBD di Kebumen, 292 Kasus, 1 Meninggal
    Tim Redaksi
    KEBUMEN, KOMPAS.com
    – Sebanyak 292
    kasus demam berdarah
    dengue (DBD) terjadi di Kabupaten
    Kebumen
    , Jawa Tengah sepanjang 2024.
    Upaya pencegahan pun terus dilakukan, hingga dari jumlah tersebut hanya satu pasien yang meninggal dunia.
    Kendati demikian, pada awal 2025 sudah tercatat sebanyak 14 kasus DBD.
    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kebumen, Aris Ekosulistiyono, menyatakan rasa syukurnya karena jumlah
    kasus DBD di Kebumen
    tergolong sedikit, terutama jika dilihat dari angka kematiannya yang hanya satu kasus.
    “Pola hidup masyarakat untuk menjaga kesehatannya sudah semakin baik, kemudian penanganan dokter dan rumah sakit juga semakin baik. Ini yang kemudian perlu ditingkatkan, agar harapannya di Kebumen zero kasus kematian akibat DBD,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/1/2025).
    Aris menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya pencegahan agar kasus DBD tidak bertambah.


    Pemkab Kebumen Jumlah kasus Demam Berdarah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah sejak tahun 2024 mencapai 292 kasus. Untuk itu, Pemkab Kebumen terus melakukan upaya pencegahan penyakit tersebut agar tidak meluas.
    Meskipun penyakit DBD tidak dapat dihilangkan sepenuhnya karena berkaitan dengan kehidupan alam, pencegahan dapat dilakukan melalui berbagai cara.
    Pertama, edukasi tentang DBD kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial
    Kedua, penyelidikan epidemiologi setiap ada kasus positif DBD.
    Ketiga, fogging fokus jika memenuhi kriteria
    fogging
    .
    “Dan, keempat, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang sudah dilakukan dan akan dilakukan secara serentak pada 10 dan 17 Januari 2025,” tuturnya.
    Menurut Aris, cara yang paling efektif dalam mencegah DBD adalah dengan menerapkan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) secara mandiri.
    Langkah ini bertujuan untuk memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk
    Aedes aegypti
    .
    Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko sarang nyamuk.
    “Warga bisa rutin memeriksa tempat penampungan air, meletakkan baju bekas pakai dalam wadah tertutup, dan menggunakan obat nyamuk,” tambahnya.
    Aris juga mengingatkan bahwa
    fogging
    bukanlah upaya pencegahan yang paling efektif dalam memberantas nyamuk
    Aedes aegypti
    .
    Ia meminta masyarakat untuk tidak selalu mengandalkan pemerintah dalam melakukan
    fogging
    , karena ada syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.
    Syarat dilakukannya
    fogging
    antara lain:
    “Jadi tidak bisa masyarakat meminta adanya
    fogging
    jika tidak memenuhi syarat-syarat di atas. Yang terpenting adalah kesungguhan kita menjaga lingkungan masing-masing,” jelasnya.
    Aris juga mengingatkan masyarakat bahwa tidak semua kasus demam berarti DBD. Ada juga kemungkinan terjadinya Demam Dengue (DD), demam Chikungunya, atau demam Tipes.
    “Saya harap masyarakat bisa lebih memahami bahwa jenis nyamuk
    Aedes aegypt
    i hanya hidup di tempat genangan air yang bersih, menggigit pada waktu pagi dan sore hari, dengan radius terbang hanya 200 meter, dan hanya nyamuk betina yang menyebabkan DBD,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Legenda Timnas Berharap Kluivert Bisa Bawa Indonesia Ambil Poin dalam Sisa Kualifikasi Piala Dunia
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        10 Januari 2025

    Legenda Timnas Berharap Kluivert Bisa Bawa Indonesia Ambil Poin dalam Sisa Kualifikasi Piala Dunia Surabaya 10 Januari 2025

    Legenda Timnas Alexander Saununu Berharap Kluivert Bisa Bawa Indonesia Ambil Poin dalam Sisa Kualifikasi Piala Dunia
    Tim Redaksi
    BANYUWANGI, KOMPAS.com
    – Legenda Timnas Indonesia,
    Alexander Saununu
    yang saat ini menjadi pelatih Persewangi Banyuwangi berharap pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick
    Kluivert
    mampu membawa Indonesia ambil poin dalam sisa laga kualifikasi
    Piala Dunia 2026

    “Pelatih baru kita lihat kerjanya. Kita harapkan lebih bagus. Dengan sisa waktu kualifikasi harapannya Indonesia bisa ambil poin,” kata mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah melatih beberapa klub nasional itu, Jumat (10/1/2025). 
    Menurutnya, dengan waktu kualifikasi yang tersisa 2 bulan, Indonesia harus siap melawan dan merebut poin dari lawan yang cukup tangguh yaitu Australia dan China untuk memuluskan jalan ke Piala Dunia. 
    Di sisi lain, dia berharap pergantian pelatih Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert tak perlu dipermasalahkan. 
    “Saya rasa bagus. Pergantian pelatih adalah hal yang biasa di timnas,” kata Saununu. 
    “Untuk komunikasi saya rasa bagus bagi pemain-pemain dari Belanda. Saya dengar asistennya juga bisa bahasa Indonesia, tidak perlu dipermasalahkan,” tambah pria kelahiran 27 September 1970 tersebut. 
    Terkait perkembangan Timnas Indonesia sejauh ini, Saununu mengatakan bahwa tim sepak bola kebanggaan rakyat Indonesia itu telah berkembang dengan pesat dari waktu ke waktu. 
    “Timnas sekarang lebih bagus daripada zaman saya. Pemain sudah bisa bermain di luar negeri untuk menambah pengalaman,” pujinya. 
    Saununu juga menekankan bahwa sebagai pecinta bola, dia meyakini Kluivert telah memiliki rencana dan target yang terbaik untuk Indonesia. 
    “Mudah-mudahan hasil terbaik,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Panda Nababan: Yang Bikin Kacau PDI-P Itu Jokowi
                        Nasional

    8 Panda Nababan: Yang Bikin Kacau PDI-P Itu Jokowi Nasional

    Panda Nababan: Yang Bikin Kacau PDI-P Itu Jokowi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Politikus senior PDI-P
    Panda Nababan
    menyebutkan bahwa kekacauan yang terjadi di partainya merupakan ulah eks kadernya sekaligus Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (
    Jokowi
    ).
    Panda menyampaikan itu usai mengungkap bahwa hubungan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto baik-baik saja.
    “Hubungan pribadi mereka itu baik. Yang bikin kacau ini kan Jokowi,” kata Panda ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).
    Panda menjelaskan bahwa Jokowi sudah tidak jujur kepada Mega karena mendukung Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.
    Ketidakjujuran itu kemudian dianggap telah menciptakan salah paham di mata publik.
    “Seakan-akan kemudian sentimen tidak mau Prabowo biar maju, gitu lho. Tapi kuncinya, Jokowi tidak terbuka, tidak jujur, mengatakan bahwa dia beralih dari Ganjar ke Prabowo. Itu cikal bakalnya,” terang Panda.
    Sementara itu, Panda memilih tak menjawab gamblang ketika ditanya kemungkinan PDIP merapat ke pemerintahan Prabowo.
    Ia hanya menyampaikan bahwa ke depan PDI-P akan lebih kuat dan solid.
    “Bakal lebih kuat lah, makin solid lah kita. Karena kita terus terang hampir tidak ada perpecahan atau klik-klik di dalam,” katanya.
    Meski begitu, ia kemudian mengungkit pengalaman PDIP berada di luar pemerintahan selama dua periode, yakni pada saat Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat.
    “Iya lho. Dulu dua periode zaman SBY kita di luar, malah kita jadi tambah besar. Dua periode lho SBY. Kita total di luar. Ini pun kalau kita total di luar, tidak punya pengaruh,” katanya.
    “Bukan ceroboh, bukan gegabah ya. Ini berdasarkan empirik apa yang kita alami. Gitu lho. Waktu SBY berkuasa, kita dua periode. Kita enggak di dalam,” tandas dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sehari Usai Ditetapkan KPU, Mitha-Wurja Gelar Rapat dengan Jajaran Pemkab Brebes
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Januari 2025

    Sehari Usai Ditetapkan KPU, Mitha-Wurja Gelar Rapat dengan Jajaran Pemkab Brebes Regional 10 Januari 2025

    Sehari Usai Ditetapkan KPU, Mitha-Wurja Gelar Rapat dengan Jajaran Pemkab Brebes
    Tim Redaksi

    BREBES, KOMPAS.com
    – Sehari usai ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih, pasangan Paramitha Widya Kusuma-Wurja langsung menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
    Brebes
    , Jawa Tengah, Jumat (10/1/2025).
    Pertemuan di Kantor Pemerintahan Terpadu Pemkab Brebes dihadiri Penjabat Bupati Brebes, Djoko Gunawan, dan para Aparatur Sipil Negara Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
    Pertemuan
    Mitha-Wurja
    bersama tim transisi dan jajaran Pemkab tersebut untuk membahas sejumlah program unggulan Mitha-Wurja 100 hari pertama kerja. 
    Pj Bupati Brebes, Djoko Gunawan menyebut pentingnya sinkronisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan visi dan misi pasangan Mitha-Wurja.
    Dalam rapat koordinasi itu, Djoko meminta agar draf RPJMD yang ada disesuaikan dengan janji kampanye dan program kerja Mitha-Wurja agar tercipta keselarasan program.
    “Harapannya, apa yang telah disampaikan oleh pasangan Mitha-Wurja pada saat kampanye lalu dapat diwujudkan dan dikolaborasikan dalam RPJMD,” kata Djoko usai pertemuan di lantai 5 gedung KPT Pemkab. Brebes, Jumat.
    Ketua tim pemenangan Mitha-Wurja, Heri Fitriansyah, yang juga masuk tim transisi pemerintahan, menyebut fokus utama 100 hari kerja pertama pasangan Mitha-Wurja akan menjadi sorotan publik.
    Untuk itu, diperlukan penyesuaian program dengan APBD 2025 yang telah ditetapkan.
    “Harus ada penyesuaian karena APBD 2025 sudah ditetapkan. Beberapa poin di dalamnya bisa menjadi program 100 hari kerja. Selanjutnya, akan dilakukan inventarisasi dan penentuan prioritas program yang langsung menyentuh masyarakat,” kata Heri.
    Menurut Heri, ada empat poin prioritas yang akan dipertimbangkan, berdasarkan visi-misi dan hasil survei tim transisi.
    Keempatnya yakni perbaikan infrastruktur jalan, program nakes (tenaga kesehatan) door to door, penyempurnaan administrasi kependudukan, dan pencapaian target pendapatan daerah sebagaimana tertuang dalam APBD 2025.
    Berdasarkan Milestone Program 100 Hari Kerja, program Pembangunan Jalan Beres dimulai Maret 2025. Kemudian Program Sembako (Wardoyo) di Maret pekan pertama.
    Selanjutnya Insentif Guru Ngaji dan Nakes door to door (penjemputan pasien gratis RSUD Ketanggungan) mulai minggu kedua Februari 2025.
    Kemudian, Perbaikan Layanan Dasar dimulai pekan ketiga Februari 2025 yang meliputi Kepengurusan Adminduk 1 Hari Jadi dan Perubahan Status KK (Updating) 200-400 KK/Desa/tahun.
    Selanjutnya, apel siaga Nakes door to door pada pekan kedua Februari 2025, dan penyerahan Insentif Ketua RT/RW dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan.
    “Tim transisi dan tim Pemerintah Daerah (Pemda) Brebes akan berkoordinasi untuk memastikan sinkronisasi program dan penyesuaian yang diperlukan,” pungkasnya.
    Dalam Pilkada 2024, asangan Mitha-Wurja bertanding melawan kotak kosong karena tak ada calon lain yang mendaftar. 
    Mitha-Wurja diusung oleh 11 partai politik, di mana sembilan di antaranya memiliki total 50 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Brebes.
    Partai-partai tersebut meliputi PDI-P, PKB, Gerindra, Nasdem, Golkar, PPP, PKS, PAN, dan Partai Demokrat.
    Selain itu, terdapat dua partai nonparlemen yang juga mendukung, yaitu Perindo dan Partai Buruh.
    Dalam surat suara,
    Paramitha-Wurja
    menempati posisi sebelah kiri, sedangkan nomor urut 02 berada di sebelah kanan dengan kotak kosong atau kolom kosong tanpa gambar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.