Category: Kompas.com Metropolitan

  • Ada Modus Baru Mafia Perdagangan Manusia di NTT, Penangkapan Dipamerkan tapi Kasus Dihentikan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Januari 2026

    Ada Modus Baru Mafia Perdagangan Manusia di NTT, Penangkapan Dipamerkan tapi Kasus Dihentikan Regional 10 Januari 2026

    Ada Modus Baru Mafia Perdagangan Manusia di NTT, Penangkapan Dipamerkan tapi Kasus Dihentikan
    Tim Redaksi
    KUPANG, KOMPAS.com
    – Dugaan praktik mafia Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengemuka.
    Penggiat anti-human trafficking Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang (JNAPO) sekaligus Tenaga Ahli Kementerian Hukum dan HAM Bidang Instrumen Internasional HAM, Gabriel Goa, mengungkap adanya modus baru mafia TPPO yang dinilai memanfaatkan
    penegakan hukum
    sebagai alat pencitraan.
    Gabriel menyoroti keras penanganan kasus TPPO di NTT yang kerap berhenti di tengah jalan.
    Ia menilai, sejumlah kasus yang sempat dipublikasikan secara masif justru berakhir dengan penghentian penyidikan (SP3), meski sebelumnya penyidik telah menetapkan tersangka dan bahkan mendapat penghargaan.
    “Ini aneh dan sangat mencurigakan. Menetapkan seseorang sebagai tersangka itu tidak mudah. Penyidik wajib memiliki minimal dua alat bukti yang sah dan kuat.”
    “Kalau sudah tersangka lalu dilepas begitu saja, publik patut bertanya: ada apa?” tegas Gabriel, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (10/1/2026) malam.
    Ia mencontohkan sejumlah kasus TPPO yang sempat menjadi sorotan media.
    Penangkapan dilakukan terbuka, konferensi pers digelar dan aparat dipuji. Namun, proses hukum tidak berlanjut ke tahap pelimpahan berkas ke kejaksaan.
    “Pola ini berulang. Tangkap, rilis ke media, dapat reward atau promosi, lalu kasusnya perlahan menghilang. Ujung-ujungnya SP3. Ini seperti sandiwara hukum,” ungkapnya.
    Gabriel menilai lemahnya penegakan hukum tersebut menunjukkan negara belum maksimal menjalankan mandat pencegahan dan pemberantasan TPPO sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2003.
    Aturan itu menempatkan Kapolri sebagai ketua harian gugus tugas nasional TPPO serta Kapolda sebagai ketua harian di daerah.
    “Regulasinya bagus, tetapi implementasinya lemah. Pencegahan dari tingkat desa hingga penyiapan sumber daya manusia agar tidak bermigrasi secara ilegal belum berjalan serius. Akibatnya, NTT terus menjadi daerah rawan TPPO,” kata Gabriel.
    Menurut dia, kondisi ekonomi masyarakat, iklim kering berkepanjangan, serta terbatasnya lapangan pekerjaan membuat warga NTT mudah tergiur tawaran kerja nonprosedural yang berujung pada eksploitasi dan perdagangan manusia.
    Sebagai contoh, Gabriel menyinggung kasus jaringan TPPO asal Kalimantan Barat yang ditangkap pada 2 Juli 2025, namun dilepaskan hanya enam hari kemudian, tepatnya pada 8 Juli 2025.
    Setelah publikasi awal yang masif, kasus tersebut nyaris tidak lagi terdengar.
    “Ini TPPO, kejahatan luar biasa dan
    pelanggaran HAM berat
    . Bagaimana mungkin tersangka dilepas hanya dalam hitungan hari? Proses hukum seperti ini harus dibuka secara transparan,” tegasnya.
    Gabriel mendesak kapolda baru NTT agar berani mengambil langkah tegas terhadap oknum aparat penegak hukum yang diduga melindungi jaringan mafia TPPO.
    “Zero TPPO itu bukan slogan. Harus dimulai dari integritas aparat. Jika ada penyidik yang diduga bermain mata, harus diganti dan diproses hukum. Kejahatan ini tidak boleh ditoleransi,” ujarnya.
    Ia menegaskan, TPPO merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang harus diproses hingga pengadilan, bahkan sampai Mahkamah Agung, guna memberikan efek jera dan memutus mata rantai perdagangan orang.
    “Kalau hukum ditegakkan setengah-setengah, mafia TPPO akan terus hidup. Ini bukan sekadar soal penegakan hukum, tetapi soal menyelamatkan martabat dan nyawa manusia,” pungkas Gabriel.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi Megapolitan 10 Januari 2026

    Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Seorang pria diduga membawa cairan pembersih masuk kamar kos di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kota Bekasi sebelum perempuan berinisial SM (23) ditemukan tewas.
    Dalam video
    rekaman CCTV
    diunggah akun Instagram @gobekasi.official, pria tersebut mengenakan baju hitam dan celana pendek terlihat berjalan di area kos.
    Pria itu sempat memperhatikan sekitar area kos sebelum membuka pintu kamar kos atau tempat korban ditemukan tewas, Rabu (7/1/2026) malam.
    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan rekaman CCTV tersebut.
    Namun ia belum menjelaskan identitas pria tersebut dan termasuk hubungan dengan korban.
    “Iya (benar seorang pria masuk ke dalam kos),” ujar Braiel saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Sabtu (10/1/2026).
    Namun, Braiel menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menyimpulkan keterkaitan langsung antara pria tersebut dengan kematian korban.
    “Masih kami dalami, ada perkembangan signifikan saya infokan,” kata Braiel.
    Diberitakan sebelumnya, SM (23) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (7/1/2026) malam.
    Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas ranjang setelah pihak keluarga dan pengelola kos membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.
    Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
    “Korban seorang wanita SM (23). Dari hasil pengecekan TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban,” ujar Braiel saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Kamis (8/1/2026).
    Jenazah SM kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani otopsi guna memastikan penyebab kematian.
    Polisi juga mengungkap bahwa korban merupakan perempuan asal Cianjur yang bekerja sebagai terapis spa.
    Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat tidak dapat dihubungi oleh orangtuanya sejak siang hari, sehingga keluarga meminta kerabat untuk mengecek kondisi korban di kos.
    Dalam olah TKP, penyidik menemukan muntahan berwarna hijau di bawah kasur korban serta botol cairan pembersih lantai.
    Temuan tersebut kini diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses penyelidikan.
    “Karena harus ada uji lab, cairannya masih kami dalami. Sudah kami amankan dan kami teliti,” ujar Braiel.
    Hingga kini, Polres Metro Bekasi Kota masih menunggu hasil otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta Megapolitan 10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
    JPO ini nantinya akan terhubung dengan layanan
    Transjakarta
    untuk memudahkan mobilitas warga.

    JPO Sarinah
    akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Sabtu (10/1/2026).
    Menurut Welfizon, pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan untuk memberikan pilihan penyeberangan yang aman dan nyaman, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
    Meskipun begitu, Welfizon memastikan pembangunan JPO tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada.
    Pelican crossing di kawasan Sarinah tetap beroperasi seperti biasa.
    Dengan begitu, masyarakat memiliki dua pilihan untuk menyeberang, yakni melalui JPO atau pelican crossing di permukaan jalan.
    “Pelican crossing tetap beroperasi normal. JPO Sarinah menjadi pilihan tambahan yang terhubung dengan transportasi publik,” ujarnya.
    Selain untuk meningkatkan keselamatan, pembangunan kembali JPO Sarinah juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO tersebut sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.
    Sebagai informasi, JPO Sarinah dibongkar pada 2022 saat Gubernur DKI Jakarta
    Anies Baswedan
    sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin-Sudirman.
    Saat itu, penyeberangan pejalan kaki dialihkan ke pelican crossing.
    Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membangun JPO Sarinah dengan konsep yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan dan terhubung dengan layanan Transjakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mobil Warga Nyaris Terseret Arus Saat Terobos Banjir Bandang di Landak Kalbar
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

    Mobil Warga Nyaris Terseret Arus Saat Terobos Banjir Bandang di Landak Kalbar Regional 9 Januari 2026

    Mobil Warga Nyaris Terseret Arus Saat Terobos Banjir Bandang di Landak Kalbar
    Tim Redaksi
    LANDAK, KOMPAS.com
    – Sebuah mobil milik warga nyaris terseret arus deras saat nekat menerobos banjir bandang di salah satu ruas jalan Kecamatan Karangan, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (9/1/2026) malam.
    Peristiwa tersebut terekam warga dan viral di media sosial.
    Dalam video yang beredar, terlihat sebuah mobil jenis minibus berusaha melintas di jalan yang tergenang air akibat banjir bandang.
    Arus air yang deras membuat kendaraan tersebut oleng dan hampir terbawa arus sebelum akhirnya berhasil ditahan dan dievakuasi dengan bantuan warga sekitar.
    Seorang warga setempat, Indrawan, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Landak sejak dini hari.
    “Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan menggenangi badan jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan,” kata Indrawan, Jumat malam.
    Hingga saat ini, banjir masih menggenangi jalan raya dan menyebabkan akses lalu lintas di Jalan Raya Karangan nyaris lumpuh total.
    Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di jalan yang biasanya ramai dilalui tersebut.

    Sebagian warga terpaksa memanfaatkan perahu rakit kayu sebagai alat transportasi darurat untuk beraktivitas.
    Rakit tersebut digunakan untuk mengangkut sepeda motor agar bisa melewati area banjir.
    “Kalau dipaksakan lewat, motor pasti mogok. Jadi kami pakai rakit kayu untuk menyeberangkan motor,” kata Iwan, warga Karangan, saat ditemui di lokasi banjir, Jumat sore.
    Iwan menambahkan banjir mulai naik sejak siang hari dan hingga sore belum menunjukkan tanda-tanda surut.
    Warga berharap air segera turun agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat bisa kembali normal.
    Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.
    Namun, warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
    Koordinator Harian UPT Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalbar, Daniel, menjelaskan sejumlah wilayah Kalbar dilanda banjir akibat curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari terakhir.
    Pemerintah Provinsi Kalbar mengingatkan potensi
    bencana hidrometeorologi
    masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
    “Untuk kejadian bencana alam yang terjadi hari ini dan beberapa hari terakhir, mayoritas dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” kata Daniel saat diwawancarai di kantornya, Jumat (9/1/2026).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Bandang Terjang Landak Kalbar, Akses Jalan Utama ke Perbatasan RI-Malaysia Lumpuh Total
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

    Banjir Bandang Terjang Landak Kalbar, Akses Jalan Utama ke Perbatasan RI-Malaysia Lumpuh Total Regional 9 Januari 2026

    Banjir Bandang Terjang Landak Kalbar, Akses Jalan Utama ke Perbatasan RI-Malaysia Lumpuh Total
    Tim Redaksi
    LANDAK, KOMPAS.com
    – Banjir bandang menerjang Kecamatan Karangan, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), sejak Jumat (9/1/2026) siang.
    Luapan air menggenangi ruas jalan utama penghubung
    Kabupaten Landak
    ke Kabupaten Bengkayang serta Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, nyaris melumpuhkan akses transportasi warga.
    Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di jalan yang kini berubah menjadi genangan air dengan arus cukup deras di beberapa titik.
    Sebagian warga terpaksa memanfaatkan perahu rakit kayu sebagai alat transportasi darurat untuk mengangkut sepeda motor melewati area banjir.
    “Kalau dipaksakan lewat, motor pasti mogok. Jadi kami pakai rakit kayu untuk menyeberangkan motor,” kata Iwan, warga Karangan, saat ditemui di lokasi banjir, Jumat sore.
    Iwan mengatakan banjir mulai naik sejak siang hari dan hingga sore belum menunjukkan tanda-tanda surut.
    Warga berharap air segera turun agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali normal.
    Belum ada laporan korban jiwa, namun warga diminta tetap waspada mengingat
    curah hujan
    di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
    Koordinator Harian UPT Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan sejumlah wilayah Kalbar dilanda banjir akibat curah hujan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari terakhir.
    Pemerintah Provinsi Kalbar mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
    “Untuk kejadian bencana alam yang terjadi hari ini dan beberapa hari terakhir, mayoritas dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” kata Daniel saat diwawancarai di kantornya, Jumat (9/1/2026).
    Daniel menjelaskan, banjir pertama terjadi di Kabupaten Sambas pada 2–5 Januari 2026, berdampak pada 406 kepala keluarga (KK) atau 1.724 jiwa di Desa Tempapan Hulu dan Desa Sajingan, Kecamatan Galing.
    Banjir kemudian melanda Kabupaten Sekadau pada 7–8 Januari 2026.
    Di Desa Melati, tercatat 246 KK atau 902 jiwa terdampak dengan 227 rumah terendam.
    Di Desa Mongko, Kecamatan Nanga Taman, banjir berdampak pada 537 KK atau 1.921 jiwa, dengan 227 rumah terendam.
    “Data ini merupakan laporan awal yang kami terima dari BPBD kabupaten,” jelas Daniel.
    Di Kabupaten Melawi, bencana berupa
    banjir bandang
    dan tanah longsor.
    Hingga Jumat pagi, BPBD Melawi masih melakukan kaji cepat.
    Laporan sementara menyebutkan banjir bandang di Kecamatan Pinoh menerjang empat desa: Desa Bata Luar (88 KK/245 jiwa), Maris Permai (55 KK/160 jiwa), Bina Jaya (45 KK/120 jiwa), dan Pelita Kenaya (51 KK/172 jiwa).
    Banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Tanah Pinoh Barat yang berdampak pada enam desa, yaitu Desa Keluas Hulu, Harapan Jaya, Laja, Lintah Taum, Ulak Muid, dan Pelita Jaya.
    “Untuk Desa Balai Agas dan Desa Upit di Kecamatan Belimbing, serta Desa Bemban Permai di Kecamatan Ella Hilir, data jumlah terdampak masih dalam proses pendataan,” kata Daniel.
    Banjir juga dilaporkan terjadi di Kota Singkawang akibat hujan dan banjir rob.
    Sementara di Kabupaten Sintang, tepatnya di Desa Nangapari, Kecamatan Tempunak, BPBD setempat masih melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak bencana.

    Daniel menegaskan, Pusdalops PB Kalbar mendorong seluruh BPBD kabupaten/kota segera memperbarui data dampak bencana guna mempercepat penanganan.
    “Data yang cepat dan akurat sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah,” ungkap Daniel.
    Daniel mengingatkan, berdasarkan prakiraan BMKG, Kalbar masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan.
    Pemerintah daerah diminta segera menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di wilayah pesisir dan bantaran sungai.
    Menurut Daniel, selain faktor hujan, kondisi sungai, parit, dan drainase yang tidak berfungsi optimal turut memperparah banjir.
    “Ini menjadi peringatan bagi kita semua, dari masyarakat hingga pemerintah daerah, untuk memastikan lingkungan siap menampung air hujan. Jika tidak, banjir akan sulit dihindari,” tutup Daniel.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        9 Januari 2026

    Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan Surabaya 9 Januari 2026

    Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan
    Tim Redaksi
    BLITAR, KOMPAS.com
    – Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, Romi Novitrion, membenarkan terjadinya penganiayaan terhadap seorang narapidana (napi) kasus narkotika hingga mengakibatkan warga binaan bernama Harianto alias Bagong (54) mengalami koma.
    Penganiayaan terhadap Harianto itu dilakukan oleh lebih dari satu penghuni Lapas.
    “Awalnya diketahuinya (Senin) tanggal 5 Januari (2026) sekitar pukul 05.30 WIB, teman satu sel napi H (Harianto) berteriak memberitahukan kepada petugas bahwa H mengalami kejang-kejang,” ujar Romi melalui keterangan tertulisnya yang diterima
    Kompas.com
    , Jumat (9/1/2026) sore.
    Merespons situasi itu, kata Romi, petugas jaga membawa Harianto ke klinik Lapas menggunakan kursi roda untuk diperiksa.
    Dalam pemeriksaan, Romi menyebut mata Harianto masih terbuka meskipun sudah tidak bisa merespons pertanyaan yang diajukan petugas klinik. Sehingga, diputuskan Harianto dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota
    Blitar
    .
    Kepada petugas Lapas, dokter jaga menyampaikan diagnosa berdasarkan pemeriksaan CT scan bahwa Harianto mengalami stroke batang otak.
    “Setelah itu, Rabu, 7 Januari 2026, dokter menyampaikan diagnosa lanjutan bahwa H mengalami pembengkakan paru-paru, pendarahan lambung, penyakit kulit dan kekurangan natrium,” ujarnya.
    Dalam catatan Lapas, kata Romi, tindakan intimidasi dan pengeroyokan terhadap Harianto telah terjadi sebanyak tiga kali yang diduga dilakukan oleh napi lain dengan nama inisial I, D, dan B.
    Intimidasi dan kekerasan itu dipicu oleh tanggungan utang Harianto sebesar Rp 40 juta kepada para terduga pelaku.
    Insiden pertama, adalah intimidasi terhadap Harianto yang dilakukan oleh I dan D pada 25 Oktober 2025.
    “Petugas memfasilitasi mediasi antara H, I, dan D dan disepakati bahwa H akan memberikan Rp 10 juta sebagai cicilan utang. Uang itu disediakan oleh keluarga H setelah kita bantu H berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon,” ujarnya.
    Disepakati juga dalam mediasi itu, H akan membayar cicilan berikutnya dua pekan setelah terjadinya kesepakatan. Ketika cicilan lanjutan tidak terealisasi, terjadi insiden kekerasan kedua.
    “Setelah itu terjadi lagi dugaan tindak kekerasan fisik berupa pemukulan terhadap H pada 7 Desember 2025 yang dilakukan oleh I dan D dengan keterlibatan B. B ini narapidana yang sudah kenal H dan mengaku pernah memberikan utang kepada H,” tuturnya.
    Insiden pengeroyokan terhadap Harianto tersebut telah ditindaklanjuti Lapas dengan memindahkan Harianto, I, dan D ke sel isolasi sementara.
    Romi mengklaim bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan kepada pihak keluarga Harianto tentang apa yang dialami Harianto di dalam Lapas.
    “Selanjutnya, kejadian ini kami serahkan ke Polres Blitar Kota untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, adik Harianto yang bernama Estu Broto mengungkapkan kepada awak media tentang kakaknya yang dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo karena mengalami koma.
    Pada awalnya, petugas Lapas menginformasikan kepada pihak keluarga bahwa Harianto koma karena mengalami stroke.
    Namun, pihak keluarga curiga Harianto menjadi korban penganiayaan setelah melihat adanya luka lebam kebiruan di sejumlah bagian tubuhnya.
    Pada Kamis (8/1/2026) malam, istri Harianto melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Blitar Kota.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

    BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun Regional 9 Januari 2026

    BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mencatat peredaran uang kartal di masyarakat mencapai Rp 1,04 triliun sepanjang Desember 2025.
    Jumlah tersebut mengalami penurunan 26,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), yang tercatat sebesar Rp 1,42 triliun pada Desember 2024.
    Deputi Kepala Perwakilan
    Bank Indonesia Solo
    , Pramudya Wicaksana, menjelaskan bahwa penarikan uang kartal dari bank ke Bank Indonesia (outflow) pada Desember 2025 sebesar Rp 1,04 triliun.
    “Penarikan uang kartal bank ke BI (outflow) pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar Rp 1,04 triliun, atau menurun 26,5 persen (yoy) dibandingkan Desember 2024 sebesar Rp 1,42 triliun,” kata Pramudya kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026).
    Pramudya juga mengungkapkan bahwa penyetoran uang dari masyarakat ke BI (inflow) mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
    “Penyetoran uang ke BI tercatat sebesar Rp 758 miliar, atau turun 17 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 913 miliar,” tambah dia.
    Pramudya menguraikan beberapa faktor yang menyebabkan
    peredaran uang kartal
    di masyarakat pada Desember 2025 mengalami penurunan.
    Salah satu faktor utamanya adalah perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja dan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika serta ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
    “Perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja, dengan kecenderungan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika dan ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan,” kata dia.
    Selain itu, beberapa perbankan kini telah memiliki pusat pengolahan uang secara mandiri.
    “Sehingga pemenuhan kebutuhan likuiditas kartal dapat dilakukan dengan memaksimalkan kapasitas internal, tanpa harus secara intensif melakukan setoran maupun penarikan ke Bank Indonesia,” ujar dia.
    Faktor lainnya adalah relatif terbatasnya aktivitas proyek pemerintah berskala besar di wilayah Kota Solo, yang berdampak pada moderasi aktivitas ekonomi dan perputaran uang kartal di masyarakat.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Percepat Pemulihan, 267 Tenda Huntara Dibangun untuk Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        9 Januari 2026

    Percepat Pemulihan, 267 Tenda Huntara Dibangun untuk Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan Medan 9 Januari 2026

    Percepat Pemulihan, 267 Tenda Huntara Dibangun untuk Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com 
    – Tenda hunian sementara (huntara) dibangun untuk warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor susulan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
    Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Asrul Harahap mengatakan, Satgas Kodim 0212/
    Tapanuli Selatan
    membantu pemasangan tenda
    huntara
    bagi warga terdampak bencana sejak Kamis (8/1/2026).
    “Tenda Huntara tersebut disiapkan untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi layak huni akibat bencana alam,” kata Asrul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com melalui saluran telepon pada Jumat (9/1/2026).
    Ia menjelaskan, tenda tersebut disalurkan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses pemasangan pun dilaksanakan secara terpadu bersama personel Marinir Cilandak, Brimob Polri, serta unsur terkait lainnya.
    “Tenda itu dibangun di atas lahan milik warga seluas 2,7 hektare. Saat ini, progres pembukaan dan penataan lahan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen,” ucapnya.
    “Sementara pemasangan tenda huntara yang terpasang mencapai 60 pasang dari total rencana 267 pasang dengan ukuran bervariasi,” tambahnya.
    Asrul menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi, termasuk dukungan Kementerian ESDM, sangat penting dalam percepatan pemulihan pascabencana.
    “Bantuan hunian sementara ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memberikan tempat tinggal yang aman dan layak selama masa pemulihan,” tutupnya.
    Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memicu banjir susulan di beberapa desa yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batangtoru, Jumat (2/1/2026).
    Sejumlah rumah dan ruas jalan kembali tergenang. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menjelaskan, kondisi curah hujan tinggi menyebabkan aliran Sungai Batangtoru mengalami sedimentasi akibat banjir bandang sebelumnya.
    Sehingga terbentuk aliran baru yang memasuki desa-desa di DAS Batangtoru.
    “Banjir terjadi di semua desa/dusun di DAS Batangtoru, Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur, termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Batangtoru,” ujar Gus Irawan melalui pesan singkat, Sabtu (3/1/2026).
    Daerah yang kembali dilanda banjir antara lain Dusun Benteng, Desa Hapesong Baru (Kecamatan Batangtoru), serta Desa Bandar Tarutung dan Dusun Sibarabara, Desa Simataniari (Kecamatan Angkola Sangkunur).
    Gus Irawan menambahkan, genangan air bahkan terjadi di Dusun Benteng meski hujan sempat berhenti, dan bertambah di Dusun Sibarabara saat hujan kembali mengguyur.
    Untuk mengatasi kondisi ini, Gus Irawan menekankan perlunya normalisasi sungai agar pengungsi yang sebelumnya kembali ke rumah tidak harus kembali mengungsi.
    Berdasarkan data BPBD Sumut yang dikutip Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut Porman Mahulae, total korban bencana 38 hari lalu mencapai 366 orang meninggal, 206 luka-luka, 59 hilang, dan 14.430 orang masih mengungsi.

    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hujan dan Angin Puting Beliung di Tapanuli Utara, 70 Rumah Rusak dan 69 Terendam Banjir
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        9 Januari 2026

    Hujan dan Angin Puting Beliung di Tapanuli Utara, 70 Rumah Rusak dan 69 Terendam Banjir Medan 9 Januari 2026

    Hujan dan Angin Puting Beliung di Tapanuli Utara, 70 Rumah Rusak dan 69 Terendam Banjir
    Tim Redaksi
    MEDAN,KOMPAS.com 
    – Hujan deras dan angin puting beliung secara bersamaan menerjang Kecamatan Sipoholon dan Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (8/1/2026).
    Akibat insiden itu, sebanyak 70 rumah rusak dan 69 lainnya terendam banjir.
    Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan bencana tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
    Akibat angin beliung, atap rumah warga banyak yang rusak bahkan ada juga yang ikut tersapu angin.
    Rincian rumah yang terdampak di Desa Hutauruk, Kecamatan Sipoholon jumlahnya 32 rumah. Selanjutnya di Desa Parbaju Julu, Kecamatan Tarutung 25 rusak.
    “Lalu Desa Partali Julu, Tarutung, 11 rumah rusak. Kemudian di Desa Hutauruk Siwalu Oppu dan Hutagalung 2 rumah rusak,” ujar Walpon saat dihubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Jumat (9/1/2026) malam.
    Walpon menjelaskan lebih lanjut baha
    hujan deras
    ini juga menyebabkan 69 rumah warga di Kecamatan Sipoholon dan Tarutung terendam air setinggi 50 cm.
    Namun dia memastikan dalam peristiwa ini tersebut tidak ada korban jiwa maupun terluka.
    “Namun jumlah kerugian material belum bisa dipastikan. Petugas gabungan dari Polri, TNI dan BPBD Kabupaten Taput juga telah bergerak ke lapangan untuk membantu warga yang menjadi korban,” tutupnya. 
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Diklaim Turun 0,12 Persen, Masih Ada 1 Juta Orang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

    Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Diklaim Turun 0,12 Persen, Masih Ada 1 Juta Orang Regional 9 Januari 2026

    Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Diklaim Turun 0,12 Persen, Masih Ada 1 Juta Orang
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah mengalami penurunan menjadi 4,66 persen pada Agustus 2025, turun dari 4,78 persen pada tahun sebelumnya, di tengah tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menyatakan penurunan TPT mencapai 0,12 persen atau sekitar 27.000 orang.
    “Untuk TPT di bulan Agustus ini tahun 2025 4,66 persen dari sebelumnya 4,78 di 2024. Ini 4,66 ekuivalen dengan 1.040.000,” ujar Aziz saat diwawancarai di kantornya, Jumat (9/1/2026).
    Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,85 persen, serta lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (6,77 persen), DKI Jakarta (6,05 persen), dan Banten (6,69 persen). DIY tercatat 3,46 persen dan Jawa Timur 3,88 persen.
    “Kalau secara nasional TPT 4,85, artinya Jawa Tengah ini di bawah nasional,” lanjutnya.
    Aziz menekankan bahwa perhitungan TPT diberlakukan bagi penduduk berusia 15 tahun ke atas, termasuk mereka yang masih usia sekolah.
    “Tapi perlu diingat ya TPT itu dihitung mulai usia 15 tahun. Sementara orang boleh bekerja itu usianya ada 18 tahun,” tuturnya.
    Akibatnya, penduduk Jawa Tengah berusia 15-17 tahun yang masih bersekolah turut terhitung dalam survei TPT, meskipun mereka bukan pengangguran aktif.
    “Kalau usia kurang dari 18 tahun itu diberikan pelatihan dan nyiapan untuk kompetensinya itu tidak masalah gitu. Tapi kalau konteksnya untuk bekerja, itu enggak boleh. Masih termasuk pekerja anak,” imbuhnya.

    Disnakertrans Jawa Tengah
    mengidentifikasi
    penyerapan tenaga kerja
    di sektor lain, program pelatihan kerja, dan migrasi tenaga kerja ke luar negeri sebagai faktor pendukung penurunan TPT.
    Hingga 30 November 2025, tercatat sebanyak 57.924 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah.
    “Artinya dari sini bahwa penyerapan industri investasi Jawa Tengah itu cukup masif dan penyerapan tenaga kerjanya cukup banyak,” kata Aziz.
    Selain itu, optimalisasi balai latihan kerja (BLK) oleh Disnakertrans berhasil menyerap sekitar 5.000 peserta pelatihan setiap tahun dengan tingkat penyerapan mencapai 78 persen.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.