Category: Fajar.co.id Politik

  • BM PAN se-Sulawesi Selatan Solid Dorong Chaidir Syam Jadi Ketua PAN Sulsel

    BM PAN se-Sulawesi Selatan Solid Dorong Chaidir Syam Jadi Ketua PAN Sulsel

    FAJAR.CO.ID, SULSEL — Perhelatan Musyawarah Wilayah DPW PAN Sulawesi Selatan segera dilaksanakan. Sesuai Surat Instruksi DPP PAN Nomor : PAN/A/KU-SJ/012/II/2025 Pengurus di tingkat DPW dan DPD diminta segera mempersiapkan pelaksanaan MUSWIL dan MUSDA.

    DPW PAN Sulsel telah melakukan Rapat Pembentukan Kepanitian sejak Minggu (09/03/2025) lalu dan menyepakati Andi Muhammad Irfan AB sebagai Ketua Panitia Muswil.

    Pada Rapat tersebut juga telah disepakati tahapan pendaftaran Bakal Calon Ketua DPW PAN dibuka mulai tanggal 9-17 Maret 2025. Merespon tahapan pendaftaran yang telah dibuka serta melihat dukungan dan support yang terus mengalir, Kader BM PAN Se-Sulawesi Selatan sepakat menyatakan solid mendorong dan mengawal pemenangan Chaidir Syam untuk maju sebagai calon ketua DPW PAN Sulawesi Selatan.

    Bukan tanpa alasan, para kader BM PAN melihat Chaidir Syam merupakan salah satu Kader Paripurna yang dimiliki PAN Sulawesi Selatan saat ini, loyalitas kepartaiannya tidak usah diragukan apa lagi soal prestasi dan kepemimpinannya.

    Seorang kader yang tulus membesarkan PAN sejak tahun 1999 hingga saat ini. “Bismillah, kami para kader BM PAN Solid mendorong saudaraku Chaidir Syam untuk bertarung di Muswil PAN Sul Sel, tidak ada alasan untuk kami tidak mendorong beliau apa lagi kalau sudah mendapat restu dari DPW dan DPP kami pastikan untuk mengawal sampai akhir pemenangan Saudara kami Bapak Chaidir Syam.” Ungkap Karca Ketua Bakor DPW BM PAN Sulsel

    Seperti diketahui Chaidir Syam punya rekam jejak panjang bersama Partai berlambang Matahari ini. Bisa dilihat dari pengalaman Chaidir memulai karir kepartaiaannya di PAN sejak tahun 1999.

  • Faizal Assegaf Semprot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni: Tertangkap Basah Lakukan Kolusi Berjemaah

    Faizal Assegaf Semprot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni: Tertangkap Basah Lakukan Kolusi Berjemaah

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kritikus politik Faizal Assegaf kembali melontarkan kritik tajam, kali ini menyasar Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni.

    Faizal menuding Raja Juli terlibat dalam praktik kolusi dengan politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    “Raja Juli selaku Menhut tertangkap basah melakukan kolusi berjamaah dengan politisi kardusan PSI,” ujar Faizal di X @faizalassegaf (10/3/2025).

    Ia bahkan menyebut kelompok yang ia tuding sebagai “kawanan hena lapar” yang rakus menguras uang rakyat dengan modus pembagian jatah jabatan.

    “Kawanan hena lapar hasil ternakan Mulyono, tampil rakus menguras uang rakyat dengan modus bagi-bagi jatah jabatan,” tukasnya.

    Tak hanya itu, Faizal juga menyatakan bahwa para pejabat yang ia kritik layak mendapat hukuman sosial dari masyarakat.

    “Kalian layak diangkut oleh rakyat dan dibuang ke kebun binatang,” Faizal menuturkan.

    Faizal bilang, apa yang dipertontonkan para pejabat seperti Raja Juli sangat memalukan di hadapan rakyat yang setiap tahun diwajibkan membayar pajak.

    “Watak tipu menipu yang kalian lakoni sangat busuk, biadab dan memalukan,” kuncinya.

    Terpisah, Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti dugaan bagi-bagi jabatan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kementerian Kehutanan.

    Ia mempertanyakan urgensi merekrut begitu banyak kader partai ke dalam satu kementerian dan menilai hal tersebut sebagai praktik nepotisme politik yang berbahaya.

    “Kan harus kita lihat, kebutuhannya apa merekrut partai ke dalam satu kementerian dan banyak sekali,” ujar Rocky dikutip pada Jumat (7/3/2025).

  • Hadiri Acara Bedah Buku di Tokyo, SBY Soroti Kemunduran Demokrasi dan Serukan Perlawanan terhadap Pelanggaran Konstitusi

    Hadiri Acara Bedah Buku di Tokyo, SBY Soroti Kemunduran Demokrasi dan Serukan Perlawanan terhadap Pelanggaran Konstitusi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan pentingnya mempertahankan demokrasi dan menolak segala bentuk pelanggaran konstitusi.

    Hal ini ia sampaikan dalam acara bedah buku Standing Firm for Indonesia’s Democracy yang digelar di KBRI Tokyo, Jepang, pada Jumat (7/3).
    Dalam kesempatan tersebut, SBY menyoroti kemunduran demokrasi yang terjadi secara global. Ia menekankan bahwa bahkan negara-negara yang sering mengklaim diri sebagai “pejuang demokrasi” juga tidak luput dari tantangan dalam menjaga sistem mereka.

    “Negara-negara besar yang konon dianggap sebagai champions of democracy, negara-negara yang lecturing us, menguliahi kita, dalam kenyataannya negara-negara itu tidak imun dari kemunduran-kemunduran dalam demokrasi mereka,” ujar SBY saat menghadiri acara bedah buku Standing Firm for Indonesia’s Democracy yang digelar di KBRI Tokyo, Jepang, dikutip Senin (10/3/2025).

    SBY menegaskan bahwa menjaga demokrasi dan konstitusi adalah tanggung jawab semua pihak.

    “Kalau kita bicara demokrasi kita, mari kita jaga, fight for democracy, fight against segala sesuatu yang merusak demokrasi, yang merusak konstitusi, yang merusak kerangka bernegara, yang merusak adanya checks and balances,” tegasnya.

    Ia juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai prajurit TNI yang selalu menghargai kebebasan berbicara sebagai bagian dari demokrasi. Menurutnya, kritik dan kebebasan berekspresi seharusnya tidak membuat penguasa merasa terganggu.

    “Waktu saya masih sangat muda, we love democracy. Kalau yang disampaikan mahasiswa itu ekspresi dari freedom of speech, mengapa kita menjadi gusar?” ujarnya.

  • Adi Prayitno: Anies Baswedan Bukan Siapa-siapa Lagi

    Adi Prayitno: Anies Baswedan Bukan Siapa-siapa Lagi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Adi Prayitno menilai bahwa pasca-Pilpres 2024, posisi Anies Baswedan dalam dinamika politik nasional telah berubah secara besar.

    “Per hari ini tentu, terlepas dari apapun, Anies itu bukan siapa-siapa. Bukan lagi Gubernur, sudah kalah Pilpres, tidak dapat tiket maju Pilkada Jakarta,” ujar Adi dalam sebuah video yang dikutip pada Senin (10/3/2025).

    Namun, meski Anies tidak lagi memegang jabatan politik, Adi menilai kehadirannya di ruang publik tetap menarik perhatian.

    “Bagi saya, secara prinsip, orang-orang seperti Anies Baswedan harus sering-sering tampil ke permukaan,” ucapnya.

    Alasannya, setiap apapun yang dibicarakan Anies akan menjadi pergunjingan publik.

    “Selalu menjadi amunisi bagaimana untuk memberikan opini pembanding,” lanjutnya.

    Adi juga menambahkan bahwa, terlepas dari statusnya saat ini, Anies masih dianggap sebagai sosok yang mampu menyuarakan wacana-wacana kritis terhadap berbagai kebijakan.

    “Ya, suka tidak suka, sekalipun Anies bukan siapa-siapa lagi, Anies dinilai sebagai orang yang mampu memberikan wacana-wacana kritis terkait kebijakan apapun,” tandasnya.

    Sebelumnya, Anies Baswedan, merespons komentar Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli Antoni beberapa waktu lalu.

    Seperti diketahui, Raja Juli melalui cuitannya di X, menyinggung Anies kala berceramah di Masjid Universitas Gajah Mada (UGM).

    Kali ini, Anies juga hadir di Masjid Salman, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Sabtu (8/3/2025).

    Ceramah yang berlangsung setelah salat tarawih ini menarik perhatian ratusan jamaah, termasuk mahasiswa ITB, yang antusias menyimak gagasan yang disampaikannya.

  • PSI, Partai Jokowi? Pengamat: Pernyataan Jokowi Jadi Kode Keras

    PSI, Partai Jokowi? Pengamat: Pernyataan Jokowi Jadi Kode Keras

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Adi Prayitno berpandangan, pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) soal gagasan partai super Tbk diadopsi PSI untuk membesarkan partai PSI di masa yang akan datang. 

    “Ketika Jokowi mengatakan partai perorangan itu diserobot atau diadopsi oleh PSI itu semacam kode keras sebenarnya bahwa Jokowi kelihatan ingin membesarkan PSI untuk di masa-masa yang akan datang,” kata Adi, saat dikonfirmasi, Minggu (9/3). 

    Adi menilai, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang juga anak bungsu Jokowi akan menerapkan kemampuan Jokowi untuk partainya. 

    Sehingga, partai yang dipimpinnya akan tumbuh berkembang di masa yang akan datang. 

    “Karena apapun ketum PSI adalah Kaesang kemudian mengadopsi pikiran Jokowi soal partai perseorangan dan research kemampuan Jokowi di masa-masa yang akan datang untuk mensupport bagaimana PSI tumbuh berkembang menjadi partai yang besar,” ujarnya. 

    Namun, Adi juga memprediksi bahwa pernyataan tersebut menunjukan bahwa PSI merupakan partai Jokowi. 

    “Apalagi partai perseorangan dinilai identik dengan memiliki irisan dengan partai super tbk itu jelas kode keras sebenarnya partai nya Jokowi perhari ini secara tidak formal ya PSI sebenarnya,” imbuh Adi. 

  • Sindiran Menohok ke PSI, Pengamat: Masih Muda Sudah Kehilangan Idealisme

    Sindiran Menohok ke PSI, Pengamat: Masih Muda Sudah Kehilangan Idealisme

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto memberikan sindiran keras ke Kader-kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Melalui cuitan di akun X pribadinya, Gigin Praginanto menyebut Kader PSI sebagai mata duitan dan kekuasaan.

    Lanjut, ia bahkan menyebut hal ini sebagai salah satu contoh yang sangat buruk untuk kaulah muda.

    “PSI itu partai anak muda mata duitan dan kekuasaan,” tulisnya dikutip Senin (10/3/2025).

    “Mereka adalah contoh sangat buruk bagi anak muda,” lanjutnya.

    Namun, Gigin menyoroti lebih jauh justru-justru kader-kader PSI ini berhasil mendapatkan jabatan.

    “Sialnya mereka justeru diberi kekuasaan oleh yang tua. Mereka dibimbing agar nanti bisa menjadi koruptor besar,” sebutnya.

    Ia menyindir dengan mengatakan kader PSI sebagai kaulah muda yang sudah kehilangan idealisme.

    “Masih muda sudah kehilangan idealisme. Di otaknya hanya ada uang dan kekuasaan. Mereka berkumpul di PSI,” terangnya.

    Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) sekaligus Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni banyak disorot.

    Sorotan-sorotan tersebut datang karena belasan kader PSI masuk dalam kepengurusan Organisasi Operation Management Office Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 Kemenhut.

    Diketahui, dalam struktur FOLU Net Sink 2030 yang bergaji Rp8-50 juta itu, terselip beberapa pejabat teras DPP PSI.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Geram dengan PSI, Stefan Antonio: Berisik Cuma Buat Cari Muka dan Jabatan, Bukan Bela Kepentingan Bangsa dan Rakyat

    Geram dengan PSI, Stefan Antonio: Berisik Cuma Buat Cari Muka dan Jabatan, Bukan Bela Kepentingan Bangsa dan Rakyat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Stefan Antonio memberi peringatan keras ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Melalui cuitan di akun X pribadinya, Stefan Antonio menyindir terkait sikap dari PSI yang saat ini memilih bungkam terkait RUU Perampasan aset.

    Padahal menurutnya, PSI dulu merupakan salah satu Partai yang paling sering membahas terkait RUU ini.

    Mereka bahkan sampai menyerang PDIP dan Puan Maharani karena belum mengesahkan RUU ini.

    “Sampai detik ini Partai (katanya) anak muda @psi_id mingkem soal RUU perampasan aset,” tulisnya dikutip Senin (10/3/2025).

    “Padahal waktu dulu berisik banget
    Nyerang PDIP dan Puan Maharani. Kenapa DPR katanya enggak sahkan RUU tersebut,” ujarnya.

    Lanjut, ia menyebut Koalisi dari PSI yakni Indonesia Maju saat ini menguasai 80 persen di parlemen hal inilah yang membuat mereka bungkam.

    “Skarang saat koalisi mereka menguasai 80% Parlemen. Mereka bungkam,” ujarnya.

    “Bahkan saat @RajaJuliAntoni melakukan bagi-bagi jabatan buat Kader PSI di Kementriannya mereka juga bungkam !!!,” tuturnya.

    Stefan Antonio juga memberi sindiran menohok dengan menyebut PSI dengan sok bersih dan sok progresif.

    Padahal sifat asli para kadernya menurutnya cuma berisik, cari muka dan cari jabatan.

    “Beginilah mental asli dari PSI
    yang sok bersih dan sok progresif,” ungkapnya.

    “Tai kucing integritas. Berisik cuma buat cari muka dan jabatan doang! Bukan bela kepentingan bangsa dan rakyat,” pungkasnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Ali Ghiffar Bantah Ditunjuk Sebagai Wakil Ketua Umum DPP AMPI

    Ali Ghiffar Bantah Ditunjuk Sebagai Wakil Ketua Umum DPP AMPI

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Fokusmaker, Ali Ghiffar, membantah klaim yang menyebut dirinya telah ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dalam Rapat Pleno ke-V. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang menetapkannya dalam posisi tersebut.

    “Saya ingin meluruskan informasi yang beredar. Hingga saat ini, saya belum menerima SK atau keputusan resmi yang menetapkan saya sebagai Wakil Ketua Umum DPP AMPI. Sesuai dengan aturan organisasi, setiap pengangkatan pengurus, khususnya di posisi strategis, harus melalui mekanisme yang jelas dan disahkan melalui SK,” ujar Ali Ghiffar dalam keterangannya di Jakarta.

    Ali menekankan bahwa setiap perubahan dalam struktur kepengurusan harus dilakukan secara sah sesuai mekanisme organisasi. Ia mengingatkan bahwa tata kelola yang baik harus selalu berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AMPI agar tidak terjadi kesalahpahaman atau keputusan yang bertentangan dengan aturan.

    “Saya menghormati setiap keputusan organisasi yang dijalankan dengan benar dan sesuai prosedur. Oleh karena itu, saya meminta semua pihak untuk tetap berpegang pada aturan yang berlaku dan tidak menyebarkan informasi yang belum memiliki dasar hukum yang sah,” tambahnya.

    Selain itu, Ali Ghiffar mengajak seluruh kader AMPI untuk tetap menjaga kekompakan dan fokus pada tujuan besar organisasi. Ia menekankan bahwa yang lebih penting saat ini adalah menjalankan program kerja secara progresif demi kepentingan generasi muda di Golkar. (zak/fajar)

  • Didukung 13 DPD, Husniah Talenrang: Bismillah, Saya Maju di Muswil PAN Sulsel

    Didukung 13 DPD, Husniah Talenrang: Bismillah, Saya Maju di Muswil PAN Sulsel

    FAJAR.CO.ID, GOWA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perempuan Amanat Nasional (DPW PUAN) Sulawesi Selatan, yang juga Bupati Kabupaten Gowa, Hj. Sitti Husniah Talenrang, Menyatakan kesiapannya maju bertarung di Musyawarah Wilayah (Muswil DPW PAN) Sulsel.

    Kesiapan Husniah Talenrang maju bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Sulawesi Selatan, dinyatakan usai bertemu para pimpinan DPD PAN.

    Sedikitnya ada 13 DPD PAN memberikan rekomendasi dukungan ke Husniah Talenrang untuk maju di Muswil.

    Diwakili oleh Sekertaris DPD dan pengurus PAN Kabupaten Gowa, dijadwalkan Senin 10 Maret 2025, Husniah Talenrang akan mengambil formulir dan mendaftar sebagai calon Ketua DPW SulSel.

    “Alhamdulillah, teman-teman DPD menginginkan dan memberikan rekomendasi kepada saya untuk maju. Ini tentunya adalah amanah yang patut saya jalankan,” ujar Husniah Talenrang

    Berdasarkan agenda, Musywil PAN Sulsel memasuki tahap pendaftaran calon yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 9 hingga 17 Maret 2025. (Uchenk Husain/fajar)

  • Kader PSI Berbondong-bondong Masuk Pemerintahan Prabowo, Pengamat: Ini untuk Mengumpulkan Dana Politik

    Kader PSI Berbondong-bondong Masuk Pemerintahan Prabowo, Pengamat: Ini untuk Mengumpulkan Dana Politik

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto, memberikan sindiran keras ke kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

    Melalui cuitan di akun X pribadinya, Gigin Praginanto menyindir terkait kader PSI yang disebut berbondong-bondong masuk ke Istana.

    Dia juga menyebut kader PSI juga masuk ke Kementerian Kehutanan yang dipimpin oleh Raja Juli Antoni yang juga berasal dari PSI. 

    Gigin menyampaikan bahwa kader PSI berbondong-bondong bergabung pemerintahan untuk mengumpulkan dana politik. 

    Nantinya, menurut dia, hasil dari dana yang dikumpul untuk membantu ketua umumnya, Kaesang Pangarep.

    “Kader PSI berbondong-bondong masuk ke istana dan Kementerian Kehutanan untuk mengumpulkan dana politik,” tulisnya dikutip Minggu (9/3/2025).

    “Dan membantu Ketumnya yang sedang bermuram durja karena bisnisnya bertumbangan,” ujarnya.

    Gigin pun menyebut ini semua sudah diatur oleh mantan Presiden Jokowi Widodo.

    “Semua ini tentu diatur presiden Solo. Asistennya yang suka mengeong hanya bisa, Siap Laksanakan!,” tuturnya. (Erfyansyah/Fajar)