Category: Fajar.co.id Politik

  • Relawan Militan Jokowi Beri Peringatan Keras Jangan Sampai Prabowo-Gibran Bubar di Tengah Jalan, Ini yang Akan Terjadi

    Relawan Militan Jokowi Beri Peringatan Keras Jangan Sampai Prabowo-Gibran Bubar di Tengah Jalan, Ini yang Akan Terjadi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengklaim telah memerintahkan barisan relawannya, khususnya Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) solid mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode.

    David Pajung, Wakil Ketua Umum Bara JP, menegaskan, jika Prabowo-Gibran terpecah di tengah jalan maka dirinya memprediksi akan terjadi gejolak politik dahsyat yang berbuntut pada kekacauan yang sulit dikontrol.

    “Ketika (Prabowo-Gibran) dipecah di tengah jalan, itu akan menimbulkan gejolak-gejolak bom waktu politik yang membuat energi bangsa ini hilang, capek mengurusi dinamika politik yang lepas dari kontrol,” kata David dalam wawancara program Kompas Petang yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, dikutip pada Senin (22/9/2025).

    Untuk mencegah terjadi gejolak maka, Bara JP mengingatkan agar dua kubu ini tetap jalan beriringan. Relawan Jokowi pun siap mengawal seluruh program pemerintah.

    “Sehingga, maksud baik dari Pak Jokowi adalah tolong dibantu program-program pemerintah Prabowo Gibran sampai selesainya,” ungkap David.

    David menambahkan, dukungan dua periode yang diinstruksikan Jokowi tentu mempertimbangkan dinamika politik di Indonesia ke depannya.

    “Ya, kalau dua periode ini kan kita lihat dinamika ke depan. Bahwa kalau memungkinkan dua periode diterima oleh rakyat dan direspon positif oleh masyarakat, maka enggak ada pilihan lain selain mendukung dua periode Prabowo-Gibran,” tegas David.

    Sebelumnya, Jokowi mengaku telah memerintahkan relawan Bara JP mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Arahan itu bahkan telah disampaikan Jokowi sejak perhelatan Pilpres 2024.

  • Pengakuan Gus Romi Soal Kebobrokan di Parpol, Warganet: yang Begini Bikin Orang Bodoh Duduk di DPR

    Pengakuan Gus Romi Soal Kebobrokan di Parpol, Warganet: yang Begini Bikin Orang Bodoh Duduk di DPR

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aktivis Ruhul Maani ikut menanggapi cerita lama Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy atau Gus Romi, terkait mahalnya ongkos politik di Indonesia.

    Ia menyebut pengakuan tersebut sebagai kenyataan pahit yang terjadi dalam partai politik saat ini.

    “Ngeri! Tentang pengakuan Gus Romi akan kenyataan di partai politik saat ini,” ujar Ruhul dikutip pada Senin (22/9/2025).

    Ia menegaskan dirinya percaya dengan gambaran yang disampaikan Gus Romi.

    Dikatakan Ruhul, model partai politik seperti sekaranglah yang menyebabkan sejumlah figur publik bisa melenggang ke kursi DPR.

    “Gue sih percaya ya. Model parpol yang kayak gini yang bikin orang-orang bodoh model Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio bisa duduk di DPR,” tandasnya.

    Sebelumnya, praktik politik uang dalam penyelenggaraan Pemilu terus menjadi sorotan.

    Fenomena ini dinilai merusak demokrasi dan sering kali dianggap sebagai akar dari perilaku korupsi.

    Ironisnya, meski kerap dibicarakan publik, praktik semacam itu justru semakin marak hingga sebagian masyarakat maupun politisi menganggapnya sebagai hal biasa.

    Bentuk suap dukungan politik beragam, mulai dari pembangunan fasilitas publik hingga pemberian uang tunai.

    Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy, pernah mencontohkan kasus di Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara.

    Menurutnya, di daerah dengan jumlah pemilih sekitar 16 ribu itu, praktik politik uang bahkan bisa mencapai Rp1 juta per orang.

    Jika dikalkulasi, nilainya bisa mencapai Rp16 miliar, sebuah angka yang diyakini juga diketahui oleh berbagai lembaga survei.

  • Jelang Muktamar X, DPW PPP Jawa Timur Solid Mendukung Agus Suparmanto Jadi Ketua Umum

    Jelang Muktamar X, DPW PPP Jawa Timur Solid Mendukung Agus Suparmanto Jadi Ketua Umum

    FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Dukungan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap calon ketua umum di Muktamar X PPP, mulai terbaca kepada salah satu sosok yang diyakini mampu membesarkan partai.

    Dari Jawa Timur misalnya, kader di daerah ini cukup solid untuk mendukung mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP pada muktamar mendatang.

    Dukungan DPW PPP Jawa Timur itu disampaikan saat menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) di Surabaya, Sabtu (20/9).

    Pada forum itu disepakati dukungan kepada Agus Suparmanto untuk menjadi ketua umum di Muktamar X PPP.

    “Kami unsur pengurus harian, Pimpinan Majelis, badan otonom PPP Jawa Timur, serta Dewan Pimpinan Cabang seluruh Jawa Timur mendeklarasikan dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada H. Agus Suparmanto sebagai ketua umum DPP PPP masa bakti 2025 sampai 2030,” tegas Ketua DPW PPP, Mundjidah Wahab seraya diikuti peserta Mukerwil.

    Mundjidah menambahkan, pihaknya menyatakan kesiapan lahir dan batin untuk berjuang memenangkan Agus Suparmanto pada Muktamar X PPP.

    “Menyatakan sanggup mengkonsolidasi dan memimpin seluruh DPC di Bawah kepenguirusan kami untuk Bersatu dan sepakat memilih Agus uparmanto sebagai ketua umum DPP PPP masa bakti 2025 2030,” katanya.

    Mantan Bupati Jombang ini menegaskan dukungan ke Agus Suparmanto merupakan sikap resmi PPP Jatim.

    “Ini sudah sikap resmi. Dan insyaallah nanti kita tanggal 25 September seluruh kader PPP Jatim berangkat ke Jakarta Muktamar,” tandasnya.

    Waketum PPP, Musyaffa’ Noer yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan PPP Jatim all out mendukung Agus.

  • PDIP Dituding Dalangi Kerusuhan? Didi Lionric: Ngaco, Justru Anak Gajah yang Paling Berisik

    PDIP Dituding Dalangi Kerusuhan? Didi Lionric: Ngaco, Justru Anak Gajah yang Paling Berisik

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Konten kreator, Didi Lionric, angkat bicara soal tudingan yang menyeret PDIP sebagai pihak di balik kerusuhan demo pada akhir Agustus lalu.

    Dikatakan Didi, narasi tersebut janggal dan tidak masuk akal.

    “Kemarin itu gue sempat baca berita yang isinya Presiden Prabowo dapat kabar kalau PDIP terlibat dalam kerusuhan kemarin. Makanya kader PDIP ditendang dari kabinet. Narasinya lucu juga sih,” ujar Didi dikutip pada Minggu (21/9/2025).

    Didi menjelaskan, jika benar kabar itu sampai ke telinga Presiden, maka ada dua kemungkinan, informasinya keliru atau justru ada pembisik yang sengaja menyesatkan kepala negara.

    “Ini kalau bukan informasinya yang ngaco, berarti pembisik yang ngibulin Presiden,” katanya.

    Didi mengaku percaya terhadap pemberitaan media mainstream. Karena itu, ia menyimpulkan bahwa yang berani mengibuli Presiden adalah pihak di sekelilingnya.

    “Karena gua percaya Tempo, gue anggap pembisiknya Presiden lah yang udah berani ngibulin Presiden,” lanjutnya.

    Ia menambahkan, jika menengok kembali situasi di media sosial saat itu, pihak yang paling lantang justru bukan PDIP, melainkan kelompok yang ia sebut sebagai “anak gajah”.

    “Kalau kita ingat-ingat lagi, keadaan waktu itu di medsos siapa yang teriak paling kenceng untuk bubarin DPR dan turunin Presiden Prabowo,” Didi menuturkan.

    “Yang teriak paling kencang, berisik, waktu itu adalah akun-akun anak gajah, kader PSI, salah satunya Jati Erna Sahara,” sambung dia.

    Kata Didi, seruan itu berkaitan dengan wacana jika Prabowo lengser.

  • PAN Diserang Isu Hoaks, Heru Subagia: Ada Perang Asimetri di Baliknya

    PAN Diserang Isu Hoaks, Heru Subagia: Ada Perang Asimetri di Baliknya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia, merespons kisruh surat yang mencatut DPW PAN Jawa Barat (Jabar) soal penjaringan bakal calon pendamping desa.

    Heru mengungkapkan bahwa isu ini tak lepas dari kondisi politik nasional yang tengah panas.

    Dikatakan Heru, PAN memang sedang menjadi target serangan politik tertentu.

    “Viva Yoga menyampaikan ke saya bahwa PAN sedang menjadi target atau sasaran,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (21/9/2025).

    Ia menyebut, hingga kini belum ada penjelasan rinci apa yang dimaksud dengan target spesifik tersebut.

    Namun, Heru menilai maraknya isu dan hoaks yang menyeret nama PAN tak bisa dilepaskan dari persaingan politik yang keras.

    “Di antaranya DPW PAN Jabar (dituding) berkaitan pendampingan desa melakukan nepotisme. Kita sudah konfirmasi bahwa edaran yang keluar itu nyata tidak dikeluarkan oleh pihak resmi DPW PAN Jabar,” tegasnya.

    Kata Heru, klarifikasi resmi yang dikeluarkan PAN sudah cukup menjadi jawaban bahwa partai tersebut tidak pernah menerbitkan surat dimaksud.

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi politik sekarang tidak bisa serta-merta dituding ke satu pihak.

    “Saya melihat dalam konteks persaingan politik saat ini memang tidak bisa cepat untuk melakukan diagnosa, tidak bisa serta-merta menuduh pihak yang terlibat, karena saya mempunyai praduga bahwa saat itu betul-betul memang sedang terjadi perang asimetri,” terangnya.

    Heru menilai, perang politik yang terjadi saat ini tidak lagi mengarah pada tujuan mensejahterakan rakyat.

  • Jokowi Masih Pelihara Relawan untuk Kepentingan Politik, Said Didu: Orang Ini Mau Jadi Apa?

    Jokowi Masih Pelihara Relawan untuk Kepentingan Politik, Said Didu: Orang Ini Mau Jadi Apa?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membeberkan bahwa dirinya memerintahkan relawan Bara JP mendukung Prabowo-Gibran dua periode kini jadi sorotan.

    “Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode),” ujar Jokowi kepada awak media saat ditanya mengenai pernyataan relawan Bara JP mendapat arahan mendukung Prabowo-Gibran dua periode, Jumat (19/9/2025).

    Arahan tersebut dinilai sebagai bukti bahwa Jokowi masih memelihara relawan untuk kepentingan politiknya.

    Penilaian itu disampaikan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. Dia heran sekaligus mempertanyakan sikap Jokowi itu.

    “Mantan Presiden masih memelihara Relawan – orang ini mau jadi apa?” tanya Said Didu melalui cuitan di akun media sosialnya, dikutip Sabtu malam (20/9/2025).

    Cuitan Said Didu itu pun viral dan banyak dikomentari warganet.

    “Pak SBY dan Bu Mega di masa pensiun diundang jadi pembicara di forum2 dunia, Jokowi malah ngurus relawan terus🤣🤣🤣🤣🤣,” balas warganet di kolom komentar.

    “Ya beliau ini lah yg memulai usaha pecah belah bangsa dgn relawan2, sampai zaman SBY tdk ada itu relawan2 kalau mau dukung silahkan lewat jalur yg resmi dan legal yaitu partai politik. Kolompok2 relawan ini bisa dibilang partai politik ilegal yg harus dibubarkan,,” kritik lainnya. (sam/fajar)

  • Jelang Musda, Muhammad Rum Yakin di Tangan IAS Golkar Sulsel Kembali Juara

    Jelang Musda, Muhammad Rum Yakin di Tangan IAS Golkar Sulsel Kembali Juara

    FAJAR.CO.ID, BARRU — Kader senior Partai Golkar, H. Andi Muhammad Rum meyakini sosok seperti Ilham Arief Sirajuddin (IAS) paling pas untuk memimpin partai berlambang pohon beringin ini di Sulsel ke depan.

    Ketika menemukan pemimpin tepat, sosok yang akrab disapa Bau Rum itu yakin Golkar bisa mengembalikan kejayaan di Sulsel.

    Keyakinan itu dilontarkan Bupati Barru periode 2000-2010 kepada wartawan usai bertemu IAS di Warung Mie Cempae, Kab Barru, Sabtu petang, 20 September 2025.

    Pertemuan Andi Rum dan IAS tanpa terencana. IAS sedang bertolak bersama rombongan menuju Luwu Raya untuk agenda Radio Antar-Penduduk Indonesia. Kebetulan Andi Rum bersama keluarga juga singgah.

    Bagi mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Barru itu, IAS adalah politisi dengan magnet personal yang luar biasa.

    Daya tarik personal itu, jelas dia menjadi nilai tambah di antara kandidat lain yang mengemuka. Sekaligus sebagai modal tambahan mengembalikan Golkar sebagai pemenang di wilayah ini pada pemilu berikutnya.

    “Jika IAS dapat kesempatan memimpin Golkar, kader seperti saya Insya Allah yakin kita akan merebut kembali status juara di Sulsel. Itu karena IAS memiliki bekal magnet personal yang lebih dari cukup untuk membangkitkan optimisme kader,” kata HM Rum.

    Penilaian HM Rum jelas cukup beralasan. Sejumlah survei politik sebelumnya menunjukkan bagaimana populernya mantan wali kota dua periode Makassar tersebut.

    “IAS ke mana-mana pasti sudah dikenal orang. IAS itu, senang bersilaturahmi. Makanya kalau dia ke mana-mana pasti dikenal sama masyarakat Sulsel,” jelasnya.

  • Qodari Bandingkan Menkeu Purbaya dengan Menteri PKP Maruarar, Perlihatkan Proxy Siapa?

    Qodari Bandingkan Menkeu Purbaya dengan Menteri PKP Maruarar, Perlihatkan Proxy Siapa?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, membandingkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

    Hal tersebut menjadi sorotan. Pernyataan Qodari yang dianggap mengatrol Maruarar, dinilai menunjukkan siapa orang di belakangnya.

    “Qodari gak sabaran banget memperliatkan proxy siapanya?” ujar Pegiat Media Sosial bercentang biru Bos Purwa dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (20/9/2025).

    Ia mengatakan pernyataan Qodari mengerem popularitas Purbaya. Di saat yang sama menaikkan Maruarar.

    “Langsung ketebak donk. Nge-rem popularitas Purbaya sembari menaikkan, ngatrol nama Maruarar Sirait,” ujarnya.

    Pernyataan Qodari itu disampaikan saat acara “Penguatan Ekosistem Perumahan” di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9).

    “Pak Purbaya memang pintar, tetapi sebenarnya beliau keduluan oleh Pak Ara. Sebelum ada kebijakan memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia untuk menambah likuiditas bank, Pak Ara sudah lebih dulu memindahkan sekitar Rp150 triliun (red: sebenarnya Rp80 triliun) khusus untuk perumahan. Caranya, melalui penurunan Giro Wajib Minimum dari 5 persen menjadi 4 persen,” kata Qodari.

    Ia mencontohkan melalui dana yang dialokasikan Maruarar tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah kini bisa mendapatkan akses perumahan dengan bunga rendah atau dana murah.

    “Kalau Pak Purbaya gas ekonomi melalui berbagai program kredit usaha dan lainnya, Pak Ara gas ekonomi melalui dana perumahan. Hasilnya, masyarakat bisa lebih mudah memiliki rumah,” ujarnya.

  • Rocky Gerung Sebut Pemakzulan Gibran Batal, Tapi Jangan Senang Dulu!

    Rocky Gerung Sebut Pemakzulan Gibran Batal, Tapi Jangan Senang Dulu!

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik menohok kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Dikatakan Rocky, kapasitas Gibran sebagai pejabat publik masih jauh dari harapan.

    Rocky menyindir bahwa kemampuan Gibran hanya sebatas membagikan produk perawatan wajah.

    “Kemampuan Gibran adalah membagi-bagi skincare, itu soalnya. Kenapa dia gak pake sendiri? Tidak perlu. Yang dia butuh bukan skincare tapi brain care,” ujar Rocky dikutip pada Sabtu (20/9/2025).

    Ia menegaskan kritik ini bukan sekadar ejekan, melainkan peringatan moral.

    “Kan terbuka kita bicara itu kan. Sebagai Wapres brainnya kurang, mesti tambah carenya. Kita mencoba mendudukkan masalah ini sebagai moral call,” tukasnya.

    Lebih jauh, Rocky menyinggung wacana pemakzulan yang sempat menyeret nama Gibran.

    Ia mengatakan, meskipun nantinya upaya itu gagal, publik sudah menilai kapasitas Gibran tidak memadai.

    “Kalaupun batal dimakzulkan, memori publik sudah definitif bahwa kapasitas Gibran nggak cukup,” tegasnya.

    Melihat kinerja Gibran sejauh ini, Rocky juga menyinggung potensi kritik dari kalangan mahasiswa.

    “Nanti mahasiswa UI, UIN, Makassar, Unhas, Pakuan, akan diterangkan oleh seniornya bahwa yang namanya Fufufafa ini (Gibran). Yang gak mampu berpikir si itu tuh. Diwariskan soal-soal ini,” imbuhnya.

    Gibran bilang, polemik yang terjadi belakangan ini tidak lepas dari adanya dua matahari yang bersinar dalam pemerintahan.

    “Kita mesti selesaikan secara kebudayaan, secara moral, jadi itu akibatnya kalau ada dua matahari. Yang satu terbit dari Tidar dan belum tenggelam, yang satu terbit dari gorong-gorong dan tenggelam di IKN,” kuncinya.

  • Surat DPW PAN Jabar Bikin Resah Pendamping Desa, Heru Subagia: Bisa Jadi Hoaks

    Surat DPW PAN Jabar Bikin Resah Pendamping Desa, Heru Subagia: Bisa Jadi Hoaks

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Beredarnya surat berkop DPW PAN Jawa Barat bernomor PAN/10/A/K-S/070/VIII/2025 tertanggal 29 Agustus 2025 menimbulkan tanda tanya besar di kalangan kader hingga pendamping desa.

    Surat tersebut berisi tentang penjaringan bakal calon pendamping desa dan ditujukan kepada Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon serta Ketua DPD PAN Kabupaten Indramayu.

    Surat yang ditandatangani Ketua DPW PAN Jabar, Ahmad Najib Qodratullah dan Sekretaris Ivan Fadilla itu memuat instruksi agar pengurus daerah melakukan pendataan nama bakal calon.

    Juga meminta agar mengisi kelengkapan berkas ke dalam file MS Excel, melampirkannya ke Google Drive, dan melaporkan hasil penjaringan ke sekretariat DPW PAN Jawa Barat paling lambat 8 September 2025.

    Namun, isi surat ini langsung menimbulkan keresahan. Pasalnya, dokumen tersebut berkaitan langsung dengan posisi para pendamping desa yang masih aktif bertugas, sehingga memunculkan dugaan adanya kemungkinan pergeseran jabatan.

    Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia, yang juga mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon, mengaku turut menerima surat serupa.

    Ia menegaskan bahwa dokumen itu memang sampai ke tangannya, meski justru diterima dari pihak luar partai.

    “Kalau surat yang beredar untuk Kabupaten Cirebon dan Indramayu, berkaitan dengan pendamping desa memang saya terima,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Jumat (19/9/2025).

    Ia kemudian menambahkan bahwa penerimaan dokumen tersebut terasa janggal karena tidak bersumber dari internal PAN.

    “Tetapi karena di Cirebon pengganti saya, sudah meninggal, perkembangan lebih rinci mengenai surat ini justru saya terima dari pihak yang bukan kader PAN,” sebutnya.