Category: Fajar.co.id Politik

  • Dari Birokrat ke Panggung Politik! Abdul Hayat Gani Resmi Nahkodai Partai Perindo Sulsel, Siapkan Pondasi dan Target Politik Jangka Panjang

    Dari Birokrat ke Panggung Politik! Abdul Hayat Gani Resmi Nahkodai Partai Perindo Sulsel, Siapkan Pondasi dan Target Politik Jangka Panjang

    “Saya menganggap birokrat itu satu hal, belum sempurna lah pengabdian saya, karena saya masih bisa berkegiatan bernuansa kemasyarakatan, kesempatan itu belum saya lakukan. Ada beberapa hal pertimbangan, ada krisis kepemimpinan, untuk memperbaiki itu satu-satunya jalan adalah masuk ke partai politik, tidak ada pilihan. Sepintar-pintarnya orang, secerdas-cerdasnya orang kalau tidak ada partai hanya akan jadi pengikut saja. Kalau kita masuk di partai, kita memperbaiki itu dari dalam,” pungkasnya.

    Diketahui, Abdul Hayat Gani memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi. Ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sejak 23 Mei 2019 hingga 14 Desember 2022. Bahkan, ia sempat dipercaya menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulsel sebanyak dua kali, yakni pada periode 7–19 April 2022 dan 26 Juni–22 Juli 2022.

    Namun, masa jabatannya sebagai Sekda berakhir lebih cepat setelah dicopot oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Meski demikian, kiprahnya di pemerintahan tidak berhenti di situ. Ia kembali dipercaya menjadi pejabat tinggi pratama usai menyurati Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sekretariat Negara pada 29 Juli 2024. Tak lama kemudian, ia didapuk menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Parepare, menggantikan Akbar Ali, pada 9 September 2024.

    Kini, memasuki babak baru di dunia politik, Abdul Hayat Gani membawa semangat birokrasi yang berorientasi pada hasil. Ia berkomitmen menjadikan Partai Perindo sebagai wadah perjuangan yang berpihak kepada masyarakat dan menjadi kekuatan politik baru di Sulawesi Selatan.

  • Banyak Orang Menjatuhkan Bahlil, Gus Iqdam: Setelah Saya Ketemu Ternyata Orangnya baik, Hawanya Senyum Terus

    Banyak Orang Menjatuhkan Bahlil, Gus Iqdam: Setelah Saya Ketemu Ternyata Orangnya baik, Hawanya Senyum Terus

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, Gus Iqdam secara khusus memuji Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan.

    Ia pun bertanya-tanya tentang banyak publik yang mencemooh bahkan berusaha menjatuhkan Menteri ESDM itu.

    “Banyak orang menjatuhkan pak Bahlil. Setelah saya ketemu ternyata orangnya baik, bahagia, dan hawanya senyum terus,” kata Gus Iqdam pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh ormas Satkar Ulama Indonesia dalam rangkaian HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta Velodrome International, Sabtu (25/10/2025).

    Selain bernuansa relijius, Gus Iqdam mengapresiasi acara yang dihadiri hampir 10 ribu massa dari seluruh Indonesia yang memadati Jakarta Velodrome International itu juga menanamkan rasa kecintaan kepada Rasulullah.

    “Bagi saya, acara Maulid yang diselenggarakan Partai Golkar ini sangat luar biasa. Partai besar seperti Golkar mengadakan kegiatan relijius seperti ini. Selain itu, secara tidak langsung acara ini selain menanamkan rasa cinta kita kepada Rasullullah, kegiatan seperti ini juga menguatkan keimanan kita,” kata Gus Iqdam.

    Gus Iqdam juga mendoakan Partai Golkar yang di usianya ke-61, makin dicintai dan dipercaya oleh rakyat Indonesia. “Semoga Partai Golkar menjadi partai yang diridhoi Allah SWT,” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW bersamaan dengan penyelenggaraan HUT Ke-61 Partai Golkar.

    Menurut Bahlil, keluarga besar Partai Golkar ingin meneladani sifat Rasulullah terutama dalam menjalankan roda organisasi yakni, shiddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (komunikatif) dan fathonah (cerdas).

  • Prabowo Ngeluh Ada Orang Pemerintahan Akali Rakyat tapi Tak Direshuffle, Pengamat Ungkap Faktor Jokowi

    Prabowo Ngeluh Ada Orang Pemerintahan Akali Rakyat tapi Tak Direshuffle, Pengamat Ungkap Faktor Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengeluhkan adanya orang pemerintahan yang mengakali rakyat. Tapi ironisnya, Prabowo tak mengganti orang pemerintahan tersebut.

    Pengamat Politik Nurmal Idrus mengatakan hal tersebut menarik. Apalagi dengan adanya spekulasi bahwa ada faktor Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

    “Ini adalah isu yang menarik untuk dicermati,” kata Nurmal keapda fajar.co.id, Selasa (4/11/2025).

    Menurutnya, sudah gaya Prabowo memberi peringatan keras. Baik di tingkat kementerian hingga jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    “Presiden Prabowo memang kerap memberikan peringatan keras kepada pejabat di berbagai tingkatan, termasuk menteri, kepala daerah, hingga direksi BUMN,” ujarnya.

    “Menegaskan bahwa tidak ada posisi yang tidak bisa diganti, termasuk dirinya sendiri,” tambahnya.

    Menurutnya, memang tak bisa ditampik bahwa tidak langsungnya Prabowo mengganti orang dimaksud. Karena menjaga stabilitas politik.

    “Faktor menjaga hubungan baik dan stabilitas politik dengan Presiden Jokowi serta koalisi pendukung menjadi salah satu pertimbangan mengapa Presiden Prabowo tidak langsung melakukan penggantian secara besar-besaran, meskipun telah menyampaikan keluhan,” jelasnya.

    “Hal ini demi memastikan transisi kekuasaan dan pelaksanaan program berjalan harmonis,” tambahnya.

    Di sisi lain, dia mengatakan keluhan tersebut, menunjukkan Prabowo tak ragu menindak diapapun yang bekerja tak benar.

    “Namun, Prabowo tetap menunjukkan ketegasan bahwa ia tidak akan ragu mengganti siapa pun yang kinerjanya tidak benar, termasuk menteri, jika peringatan tidak diindahkan,” pungkasnya.
    (Arya/Fajar)

  • Sahroni: Orang-orang yang Teriak di Rumah Saya Boro-boro Bayar Pajak, Pasti Nunggu Sembako Juga

    Sahroni: Orang-orang yang Teriak di Rumah Saya Boro-boro Bayar Pajak, Pasti Nunggu Sembako Juga

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni kembali muncul ke publik. Dia curhat soal dirinya yang dibenci orang-orang.

    Sahroni mengaku heran dengan sikap orang-orang. Padahal, dia bilang dirinya tidak korupsi.

    “Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya. Bapak ibu, saya alhamdulillah tidak korupsi,” kata Sahroni dikutip Selasa (3/11/2025).

    Bendahara Umum Partai Nasdem itu juga mengungkit penjarahan yang menyasar rumahnya saat demonstrasi Agustus 2025. Menurutnya, rumah tersebut dibangun bukan dari hasil pajak rakyat.

    “Tapi dianggap rumah ini adalah duit rakyat dari hasil pajak. Saya yakin tuh orang-orang yang teriak itu boro-boro bayar pajak. Pasti nunggu sembako juga, sayang bapak ibu, konteks politik di dalam ruang publik ini di frame orang yang nggak ngerti kondisinya,” ujarnya.

    Lebih jauh ia turut menyoroti berbagai tulisan kotor yang mencoret-coret rumahnya. Ia merasa miris atas sikap masyarakat yang melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab tersebut.

    “Ini kalau nggak ditutup sama terpal omongannya ya Allah ya Tuhan,” cetusnya.

    Sahroni juga menyesalkan bahwa foto keluarganya ikut dijarah masyarakat. Ia mempertanyakan mengapa foto keluarga yang tidak bernilai ikut diambil.

    “Kebayang bapak ibu, foto keluarga pun dicuri, pertanyaannya buat apa coba, oke lah barang lain ambil silakan, buat apa foto keluarga diambil, buat apa gitu. Buat kenangan? Iya,” pungkasnya. (Arya/Fajar)

  • Tiga Calon Rektor Unhas: Prof JJ, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda, Siapa Jago?

    Tiga Calon Rektor Unhas: Prof JJ, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda, Siapa Jago?

    Hal senada juga diungkapkan Calon rektor petahana, Prof Jamaluddin Jompa yang menang dominan meraih 80% suara Senat Akademik.

    “Ini di luar dugaan saya, karena saya begitu sibuk menjadi Rektor, tapi senator rupanya telah menentukan sikap,” tutur Prof JJ.

    Ia menegaskan ini bukan akhir perjalanan, tetapi menganggapnya sebagai aspirasi kuat keluarga besar Unhas.

    Sementara itu Prof. Sukardi Weda yang hanya meraup satu suara mengaku akan menyasar pemilih rasional di tahap selanjutnya.

    Salah satu visi konkretnya, pembangunan jalan layang untuk mengatasi kemacetan di Pintu 1 dan Pintu 2 Unhas.

    “Itu kan masuk akal. Itu rasional,” tegas calon dari luar Unhas ini.

    Pertarungan sesungguhnya kini memperebutkan suara MWA yang akan berlangsung pada Januari 2026. Di babak ini, peta kekuatan berubah drastis. Suara tidak lagi terdistribusi di 93 senator, melainkan hanya pada 17 anggota MWA.

    Yang paling menentukan, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Mendikti ristek) memegang 9 suara atau setara dengan 35% dari total kekuatan suara. Ini berarti dukungan Menteri akan menjadi faktor penentu yang hampir mutlak. (*)

  • Budi Arie Disebut Gagal ‘Perkosa’ Prabowo, Projo Kini Jadi Gelandangan Politik

    Budi Arie Disebut Gagal ‘Perkosa’ Prabowo, Projo Kini Jadi Gelandangan Politik

    Namun demikian, ia menilai Prabowo menunjukkan kecerdasan dan ketegasan politiknya dengan tidak memberikan ruang yang terlalu besar bagi Projo.

    “Saya melihat Prabowo juga pintar, cerdas, dan saya yakin banyak masyarakat masukan-masukan yang memberikan nilai dan juga prioritas beserta urgensi memberikan perhatian lebih dan panggung terhadap Projo,” Heru menuturkan.

    “Dan saya yakin dengan tidak hadirnya Prabowo ke penutupan rakernas Projo yang ketiga tersebut menunjukkan bahwa hegemoni atau pengaruh dan juga upaya-upaya pemerkosaan terhadap Prabowo yang dilakukan Budi Arie gagal total,” tambahnya.

    Heru menegaskan, kegagalan itu terjadi meski Projo sudah berusaha keras mengubah identitasnya agar terlihat mendukung Prabowo secara penuh.

    “Projo gagal total, kendati Projo sudah melakukan maksimal bergening posisi dengan memberikan peluang, mungkin memberikan peluang logo Projo akan diganti dengan gambarnya Prabowo. Bahkan mungkin juga singkatan dari Projo akan diganti sedemikian rupa hingga dukungannya kelihatan mendukung Prabowo,” kata Heru.

    Ia juga mengungkap adanya rencana politik yang lebih ekstrem dalam tubuh relawan tersebut.

    “Yang lebih penting lagi bahwa sepertinya dalam rekomendasi politik disebutkan Projo akan mendukung Prabowo dua periode tanpa Gibran,” terangnya.

    Heru menuturkan, langkah tersebut justru memperlihatkan bahwa Budi Arie dan kelompoknya kini kehilangan arah dan kekuatan politik.

    “Ini sudah jelas bagaimana upaya-upaya maksimal dan saya sebutkan sebagai pemerkosaan politik yang dilakukan Projo terhadap Prabowo gagal total dan bahkan juga sepertinya Projo dan Budi Arie betul-betul akan menjadi gelandangan relawan. Pada akhirnya sudah disingkirkan dari lingkungan Jokowi dan bahkan tidak diberi kesempatan di internal Prabowo,” imbuhnya.

  • Bursa Calon Ketua PDI Perjuangan Kota Makassar, William-Suhada Bersaing Ketat

    Bursa Calon Ketua PDI Perjuangan Kota Makassar, William-Suhada Bersaing Ketat

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Persaingan bursa calon ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar cukup ketat. Delapan nama sudah dipanggil DPP dan mengikuti proses penjaringan.

    Masing-masing Ketua DPC PDIP Makassar Andi Suhada Sappaile, Anggota DPRD Makassar William Laurin, Mesakh Raymond Rantepadang, Andi Tenri Uji, juga bendahara DPC PDIP Makassar Andi Nabila.

    Kemudian ada juga Ketua Bappilu DPD PDIP Sulsel Risfayanti Muin, Anggota DPRD Sulsel Fadli Ananda, juga Sekretaris sayap partai, Taruna Merah Putih, Hidayat Nur Wahid.

    “Ada delapan nama yang sudah ikut penjaringan di DPP. Itu usulan dari PAC. Kalau urutannya, saya tidak bisa sampaikan siapa yang paling banyak sampai sedikit, yang jelas satu PAC itu bisa mengusulkan tiga nama,” kata informan FAJAR.

    Lebih lanjut dia menyampaikan, dalam proses keputusannya nanti, DPP memiliki kewenangan penuh. Sehingga, pemilik usungan terbanyak tidak serta merta terpilih menjadi ketua.

    “Pemilik dukungan terbanyak tidak otomatis terpilih menjadi ketua. Semua akan tetap dikembalikan ke DPP yang menentukan, tapi tidak keluar dari nama-nama yang ikut penjaringan,” jelasnya.

    Dia juga menyampaikan, pemilihan akan dilakukan langsung di lokasi Konferda dan Konfercab. DPP akan menunjuk ketua formatur bersama dua pendamping yang akan menjadi pengurus.

    “Nanti di konferda dan Konfercab ada pemilihan, pembentukan struktur, dan langsung pelantikan. Ini pimpinan DPP yang memimpin dan melantik pengurus baru. Ketua terpilih didampingi masing-masing dua nama yang ikut penjaringan. Dua ini pasti jadi pengurus tapi posisinya tergantung ketua formatur ditempatkan di mana,” terangnya.

  • Budi Arie Klaim Projo Bukan Akronim Pro Jokowi: Artinya Negeri dalam Bahasa Sansekerta

    Budi Arie Klaim Projo Bukan Akronim Pro Jokowi: Artinya Negeri dalam Bahasa Sansekerta

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengklaim Projo bukan akronim dari Pro Jokowi. Seperti selama ini disebut sejumlah media.

    Menurutnya, Projo berasal dari bahasa Sansakerta. Berarti negeri.

    “Projo itu sendiri artinya adalah artinya negeri dalam bahasa sansakerta,” kata Budi Arie dalam pembukaan Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11).

    Selama ini, dia mengtakan arti Projo disalah artikan.

    Di dalam bahasa lain, Budi Arie mengatakan Projo artinya rakyat. Jika merujuk pada bahasa Jawa Kawi.

    “Dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat,” terangnya.

    Sehingga secara harfiah, kaum Projo diartika sebagai kaum yang mencintai rakyat.

    “Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai rakyat,” beber eks Menteri Koperasi itu.

    Di sisi lain, Budi Arie mengaku pihaknya akan mengganti logo.

    Logo Projo saat ini diketahui siluet wajah Presiden ke-7 Jokowi. Jika Budi Arie berlabuh ke Gerindra, apakah akan menjadikan logo Projo jadi wajah Presiden Prabowo?

    Budi Arie mengungkapkan keinginannya mengganti logo usai pembukaan Kongres Projo ke-III. Dia menyebutnya sebagai transformasi.

    Projo akan melakukan transformasi organisasi, yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (bukan logo Jokowi lagi),“ kata Budi.

    Sampai saat ini, belum pasti logo Projo akan digantikan menjadi apa. Namun tersiar kabar, logonya akan berlatar merah.

    Serta simbol seekor semut dengan mata kuning. Kemudian sayapnya berwarna putih.

  • Kans Besar Andi Ridwan Wittiri Tiga Periode Pimpin PDIP Sulsel, Danny Pomanto Ketua Bappilu

    Kans Besar Andi Ridwan Wittiri Tiga Periode Pimpin PDIP Sulsel, Danny Pomanto Ketua Bappilu

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Peluang Andi Ridwan Wittiri (ARW) untuk kembali memimpin DPD PDIP Sulsel terbuka lebar.

    Anggota DPR RI Dapil Sulsel 1 itu punya kans besar untuk memimpin PDIP Sulsel untuk kali ketiga. Bahkan informan FAJAR dari internal PDIP menyampaikan, peluang itu sudah hampir pasti dan tinggal menunggu penetapan saja.

    ”Sepertinya begitu. Malah sudah ada media juga yang membahas ini. Pak ARW ketua lagi, Pak Mesakh Raymond Rantepadang naik menjadi sekretaris, dan Ibu Risfayanti Muin sepertinya akan menjadi bendahara. Kita tunggu saja nanti,” ujarnya.

    Sementara mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, kabarnya bakal mendapat tugas sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu). ”Pak Danny sepertinya akan menjadi Ketua Bappilu. Itu kemungkinan komposisi pengurus ke depan,” imbuhnya.

    Untuk Rudi Pieter Goni (RPG) yang saat ini menjabat sebagai sekretaris, kemungkinan akan menjadi wakil ketua bidang kaderisasi. Alimuddin yang kini menjadi bendahara diperkirakan akan menjadi wakil ketua bidang organisasi.

    Sedangkan Ansyari Mangkona diprediksi tidak akan bergeser dari posisinya sebagai wakil ketua bidang pertimbangan partai. Kemudian Ketua DPC PDIP Luwu, Andi Admiral Kaddiraja masih berkeinginan melanjutkan kepemimpinannya di Luwu.

    ”Mungkin akan ada beberapa pengurus dari DPC yang akan naik. Kalau dokter Fadli Ananda sepertinya masih akan tetap di DPD, meski pun namanya masuk dalam usulan sebagai bakal calon ketua DPC PDIP Makassar,” terangnya.

    Andi Ridwan Wittiri sebelumnya sudah menyampaikan, dirinya hanya akan mengikuti apa saja yang menjadi perintah dari DPP. “Saya ini kan biasa-biasa saja. Jadi saya menunggu perintah DPP, ikut saja,” kata dia.

  • Projo Merapat ke Gerindra, Rocky Gerung Ungkap Strategi Politik

    Projo Merapat ke Gerindra, Rocky Gerung Ungkap Strategi Politik

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik, Rocky Gerung memberikan respon atau tanggapan soal merapatnya Projo (Pro Jokowi) ke Gerindra.

    Lewat unggahan di akun YouTube pribadinya Rocky Gerung Official, ia menyebut ini memang sudah musimnya.

    Musim yang dimaksudnya adalah politik sudah memasuki era transaksi seperti ini.

    Dimana, bergabung Projo ke Gerindra yang motori langsung oleh ketuanya Budi Arie jadi transaksi besar-besaran.

    “Politik sedang masuk dalam era transaksi besar-besaran,” katanya.

    “Karena bayangkan, Projo akhirnya harus pindah ke Gerindra,” ungkapnya.

    Rocky Gerung pun menaruh curiga adanya strategi di balik langkah bernai yang diambil tersebut.

    “Mungkin itu strategi dari Ketua Projo-nya,” jelasnya.

    Dimana, kemungkinan di belakang ada transaksi yang juga tidak kalah besar sedang dilakukan.

    Menurutnya bisa saja ada dilakukan tukar tambah yang dilakukan oleh dua pihak dalam pergerakan ini.

    “Untuk memungkinkan ada tukar tambah baru dalam politik. Ini adalah sesuatu yang menarik,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)