Category: Fajar.co.id Politik

  • Barisan Geng Solo Senggol Projo Berubah Haluan ke Prabowo

    Barisan Geng Solo Senggol Projo Berubah Haluan ke Prabowo

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Barisan Geng Solo, Kristian Oni, menanggapi dinamika di tubuh relawan Projo yang disebut-sebut mulai mengalihkan dukungan politiknya ke Presiden Prabowo Subianto.

    Kristian menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mencampuri urusan internal organisasi lain.

    Termasuk arah politik Projo yang kini ramai diperbincangkan publik.

    “Pada dasarnya kami, Barisan Geng Solo, tidak intervensi,” ujar Kristian dalam videonya yang beredar, dikutip pada Kamis (6/11/2025).

    “Karena seperti apa pun keputusan Projo, arah politik Projo, itu adalah persoalan rumah tangga Projo, persoalan internal Projo,” tambahnya.

    Meski demikian, Kristian berharap agar Projo tetap menjadi organisasi relawan yang solid dan tidak terpecah akibat perubahan arah politik.

    “Cuma, saya berharap kita dari Barisan Geng Solo, badan relawan yang baru lahir, kita berharap Projo tetap utuh dan kokoh,” lanjutnya.

    Dikatakan Kristian, arah politik Projo saat ini tampaknya mulai mengikuti garis pidato politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

    Ia menilai, langkah itu menunjukkan adanya sedikit pergeseran posisi politik dari yang semula berfokus pada sosok Presiden ke-7, Jokowi.

    “Meskipun jujur menurut saya arah politik Projo berujung kepada pidato politik Ketum Projo, Pak Budi Arie. Artinya ke depan Projo akan sedikit bergeser,” Kristian menuturkan.

    “Yang tadinya ikonnya adalah Pak Jokowi, tapi mungkin ada sedikit pergeseran politik,” jelasnya.

    Meski menilai ada pergeseran, Kristian bilang bahwa arah baru Projo tidak sepenuhnya keluar dari visi politik Jokowi.

  • PSI Akhirnya Buka Mulut Soal Beredarnya Isu Gibran dan Jokowi Berduet di Pilpres 2029

    PSI Akhirnya Buka Mulut Soal Beredarnya Isu Gibran dan Jokowi Berduet di Pilpres 2029

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali diterpa kabar bohong alias hoaks. PSI menegaskan Ahmad Ali tidak pernah mengusulkan kepada para relawan agar Gibran Rakabuming Raka dan Jokowi berduet di Pilpres 2029.

    “Tidak pernah ada pernyataan itu dari Bang Ahmad Ali. Konten atau poster yang bilang beliau mengusulkan duet Mas Gibran dan Pak Jokowi adalah hoax. DPP PSI mematuhi arahan Pak Jokowi agar mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran dua periode,” kata Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman di Jakarta, dikutip pada Kamis (6/11).

    Dalam beberapa waktu terakhir sejumlah akun media sosial menyebar kabar tersebut bahwa Ahmad Ali mengusulkan kepada para relawan agar Gibran dan Jokowi berduet di Pilpres 2029.

    Andy menegaskan, PSI tidak akan segan untuk mengambil langkah tegas kepada pihak yang membuat dan menyebarkan kabar bohong tersebut.

    “Kabar bohong atau hoax adalah racun yang mengotori ruang publik dan merusak demokrasi kita,” pungkas Andy.

    Senada dengan penegasan PSI, setelah dilakukan penelusuran dengan memasukkan gambar klaim tersebut ke dalam Google Lens, disebutkan bahwa, Wakil Ketua Umum DPP PSI menyatakan bahwa tidak pernah ada pernyataan dari Ahmad Ali seperti yang dinarasikan pada unggahan tersebut.

    Konten atau poster yang menyatakan Ahmad Ali mengusulkan duet Gibran dan Jokowi adalah hoaks. (Pram/fajar)

  • Bandingkan Gibran dengan Politisi Muda AS, Chusnul Chotimah: Sama-sama Muda, tapi yang Satu Berisi, Satunya Kosong

    Bandingkan Gibran dengan Politisi Muda AS, Chusnul Chotimah: Sama-sama Muda, tapi yang Satu Berisi, Satunya Kosong

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Chusnul Chotimah kembali menarik perhatian publik lewat pernyataannya di media sosial.

    Ia membandingkan Zohran Mamdani, politisi muda asal Amerika Serikat, dengan Wapresnya Gibran Rakabuming Raka.

    “Sama-sama muda, tapi yang satu (Zohran) berisi, yang satu (Gibran) kosong,” ujar Chusnul di X @ch_chotimah2 (6/11/2025).

    Untuk diketahui, nama Zohran Kwame Mamdani kini tengah menjadi sorotan publik Amerika Serikat.

    Politisi muda berdarah Uganda-India itu berhasil menapaki karier politik yang gemilang di New York dengan gagasan progresif yang berpihak pada masyarakat kelas pekerja.

    Lahir di Kampala, Uganda, 18 Oktober 1991, Mamdani tumbuh dalam keluarga akademisi dan seniman ternama.

    Ayahnya, Mahmood Mamdani, dikenal sebagai profesor bidang ilmu sosial dan politik, sedangkan ibunya, Mira Nair, merupakan sutradara film asal India yang mendunia lewat karya Monsoon Wedding.

    Lingkungan keluarganya yang multikultural membuat Zohran terbiasa berpindah antara Kampala, Delhi, hingga New York, sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat.

    Zohran menempuh pendidikan di Bronx High School of Science, salah satu sekolah terbaik di New York, lalu melanjutkan kuliah di Bowdoin College, Maine, dan meraih gelar sarjana bidang Africana Studies pada 2014.

    Ketertarikannya terhadap isu keadilan sosial tumbuh sejak masa kuliah, ketika ia aktif mengadvokasi kesetaraan ekonomi dan hak-hak minoritas.

    Setelah lulus, ia bekerja sebagai konselor pencegahan penyitaan rumah di wilayah Queens, membantu keluarga berpenghasilan rendah agar tidak kehilangan tempat tinggal.

  • Perubahan Besar di Dunia Politik, HNW Sebut Pro Zionis Israel Mulai Tumbang

    Perubahan Besar di Dunia Politik, HNW Sebut Pro Zionis Israel Mulai Tumbang

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., menyebut adanya perubahan besar di dunia politik.

    Hal ini menyusul beberapa kemenangan yang didapatkan dalam Pemilu di beberapa negara.

    Mereka membuktikan oligarki dan lobi pro Zionis Israel perlahan-lahan bahkan satu per satu tumbang di dunia perpolitikan.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Hidayat Nur Wahid memberikan beberapa contoh besar.

    Diantaranya ada, kemenangan Zohran Mamdani yang terpilih sebagai walikota New York dan beberapa contoh lainnya.

    “Kemenangan Zohran Mamdani Jadi Wali Kota New York, Catherine Connoly sebagai Presiden Irlandia dan Partai 66 menangi Pemilu di Belanda, HNW dari @FPKSDPRRI,” tulisnya dikutip Kamis (6/11/2025).

    Lebih jauh, Wakil Ketua MPR RI itu dengan tegas mengatakan adanya perubahan besar di dunia politik.

    HNW, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kemenangan Zohran diraih di tengah masifnya konspirasi oligarki pro Zionis dan kampanye Islamofobia terhadap dirinya karena latar belakangnya sebagai seorang Muslim.

    Yaitu Oligarki Pro-Zionis Israel berhasil ditumbangkan oleh politisi Pro-Gaza/Palestina.

    “Dunia Demokrasi Mulai Berubah, Oligarki Pro-Zionis Israel Dikalahkan oleh Politisi Pro-Gaza/Palestina,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Zohran Mamdani Muslim Pertama dan Termuda Wali Kota New York, Mardani PKS: Pelajaran untuk Indonesia

    Zohran Mamdani Muslim Pertama dan Termuda Wali Kota New York, Mardani PKS: Pelajaran untuk Indonesia

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Zohran Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama dan sekaligus yang termuda di New York

    Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera telah memprediksi hal tersebut sebelumnya.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, ia menyorot salah satu kendidat.

    Yaitu Zohran Mamdani diprediksi bakal mendapatakan kemenangan di Pilkada tersebut.

    “Zohran Mamdani diprediksi menang Pilkada New York,” tulisnya dikutip Rabu (5/11/2025).

    Yang menarik dari Zohran Mamdani menurutnya tema dukungan yang dibawanya.

    Dimana, ia berfokus ke kelas menengah menjadi jualan utama. Perumahan, transportasi hingga pengasuhan anak dan penyediaan bahan kebutuhan pokok jadi daya tarik politiknya.

    “Tema dukungan bagi kelas menengah menjadi jualan utama,” tuturnya.

    “Perumahan, transportasi hingga pengasuhan anak dan penyediaan bahan kebutuhan pokok,” jelasnya.

    Mardani pun menyebut ini bisa jadi salah satu pelajaran berharga untuk para politisi Indonesia.

    Dengan memberikan solusi ke masalah kelas menengah dan dukungan pun bakal mengalir.

    “Pelajaran untuk politisi: berikan solusi pada masalah kelas menengah dan tentu kalau di Indonesia wilayah pedesaan. Bravo ZM. Yang keren Pak Bernie Sanders full dukung ZM🙏,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Dokter Tifa: Isu Bunker Jokowi akan Terbuka dari Lingkar Dalam

    Dokter Tifa: Isu Bunker Jokowi akan Terbuka dari Lingkar Dalam

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma, ikut menanggapi pernyataan politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, yang menyinggung dugaan adanya bunker uang di rumah Presiden ke-7, Jokowi.

    Dikatakan Tifa, isu tersebut akan berkembang dengan sendirinya dari kalangan yang ia sebut sebagai “Geng Solo”.

    “Jangan khawatir, soal bunker Jokowi, yang akan bongkar adalah Genk Solo sendiri,” ujar Tifa di X @DokterTifa (5/11/2025).

    Ia juga menyinggung bahwa klarifikasi atau pembongkaran informasi terkait isu tersebut tidak akan berhenti pada satu orang saja.

    Tifa mengatakan bahwa publik hanya perlu menunggu waktu hingga semakin banyak pihak yang bersuara.

    “Tidak percaya kepada Beathor? Tunggu nanti yang nyanyi bukan cuma beliau, tapi vocal group yang terdiri atas Budik, Lulut, Bahlul, Lisgit, Etok, bahkan mungkin sampai Mbak Sri,” tandasnya.

    Tifauzia bilang, dinamika di internal lingkar kekuasaan akan membuat isu besar ini terbuka dengan sendirinya.

    Terlapor dugaan ijazah palsu Jokowi ini menyebut bahwa tanda-tanda ke arah itu sudah terlihat dari berbagai pernyataan publik beberapa waktu terakhir.

    Sebelumnya, Beathor Suryadi, blak-blakan bercerita mengenai pentingnya transparansi kekayaan pejabat negara.

    Beathor menyinggung tuduhan korupsi yang kerap muncul terhadap Presiden ke-7, Jokowi, dan menantang agar pembuktian dilakukan secara terbuka.

    “Kalau kita dituduh, dituduh memfitnah Jokowi korupsi. Kita datangin rumahnya, kita bongkar, rumah itu di bawahnya ada bunker, tempat naruh uang,” kata Beathor dikutip pada Rabu (5/11/2025).

  • Kembali Lempar Bola Panas, Beathor Suryadi Bilang Ada Bunker di Rumah Jokowi

    Kembali Lempar Bola Panas, Beathor Suryadi Bilang Ada Bunker di Rumah Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus senior PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, blak-blakan bercerita mengenai pentingnya transparansi kekayaan pejabat negara.

    Beathor menyinggung tuduhan korupsi yang kerap muncul terhadap Presiden ke-7, Jokowi, dan menantang agar pembuktian dilakukan secara terbuka.

    “Kalau kita dituduh, dituduh memfitnah Jokowi korupsi. Kita datangin rumahnya, kita bongkar, rumah itu di bawahnya ada bunker, tempat naruh uang,” kata Beathor dikutip pada Rabu (5/11/2025).

    Ia menegaskan, jika memang tidak ada praktik korupsi, maka pembuktian bisa dilakukan secara terbuka kepada publik.

    Dikatakan Beathor, hal tersebut bukan semata tuduhan, melainkan bentuk dorongan agar pejabat negara memberikan contoh keterbukaan.

    “Kita buktikan kan, kalau benar-benar Bapak tidak korupsi, saya akan buka rumah Bapak,” ucapnya.

    Beathor juga menaruh perhatiannya pada kasus-kasus besar yang melibatkan sejumlah pejabat lembaga tinggi negara.

    Ia menyinggung praktik penyimpanan uang dalam jumlah besar yang disebutnya terjadi di lingkaran kekuasaan.

    “Sekarang orang-orang Mahkamah Agung punya tank, mobil-mobil tempat barang itu apa namanya? Di dalam kontainer itu ada 920 miliar,” ungkapnya.

    Ia menilai, banyak pihak tidak bisa menyimpan uang dalam jumlah besar di bank, sehingga mencari cara lain.

    “Orang Mahkamah Agung, karena gak bisa disimpan di bank, gak bisa disimpan di rumah,” terangnya.

    Beathor kemudian mengungkapkan bahwa kasus lain yang menyeret nama sejumlah orang kaya.

    “Kita lihat lagi orang kaya, yang kemarin ketangkep Rp11 triliun. Itu kan gak bisa ditaruh di mana-mana. Maka begitu ditangkep, nyata uangnya ada,” tandasnya.

  • Akhiri Rakernas Perindo 2025, Angela Tanoesoedibjo Umumkan 11 Program Strategis untuk Dukung Program Prabowo

    Akhiri Rakernas Perindo 2025, Angela Tanoesoedibjo Umumkan 11 Program Strategis untuk Dukung Program Prabowo

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Perindo 2025 resmi berakhir pada Selasa (4/11/2025) malam.

    Acara penutupan berlangsung meriah di kawasan Ancol, Jakarta, dan dihadiri sejumlah elite partai politik nasional, menandai berakhirnya agenda besar yang menjadi momentum penting bagi Partai Perindo di usia ke-11 tahun.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo menegaskan bahwa Rakernas tahun ini bukan sekadar forum internal, melainkan ruang konsolidasi untuk memperkuat kolaborasi lintas partai dan sinergi dengan pemerintah.

    “Hari ini merupakan hari terakhir rapat kerja nasional dari partai Perindo. Di usia partai Perindo yang ke 11 tahun ini, kami bukan hanya menggelar rakernas bukan untuk internal saja, tapi meningkatkan sinergitas dengan pemerintah dan dengan partai politik yang jauh lebih senior dari kami, karena pada akhirnya untuk membangun Indonesia diperlukan kolaborasi,” ucap Angela.

    Ia juga menekankan bahwa hasil Rakernas kali ini melahirkan arah strategis partai dalam mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Perindo, kata Angela, telah merumuskan 11 langkah strategis yang akan menjadi panduan perjuangan partai ke depan.

    “Dan pada kesempatan kali ini kami merumuskan 11 langkah strategis Partai Perindo untuk mendukung pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, termasuk program-program strategisnya seperti makan bergizi gratis, koperasi merah putih hingga sekolah rakyat,” pungkasnya.

  • Perkuat Sinergi, Abdul Hayat Gani Kumpulkan Legislator Perindo se-Sulsel di Tengah Rakernas, Sebut Bakal Gelar Retret di Barru

    Perkuat Sinergi, Abdul Hayat Gani Kumpulkan Legislator Perindo se-Sulsel di Tengah Rakernas, Sebut Bakal Gelar Retret di Barru

    “Ada retret, di akhir November ini. Saya mau retret sama-sama dengan 10 alek dan tambah dengan DPW. (Lokasi) itu sementara di Barru, kebetulan ada villa yang sedikit kelihatannya pas untuk dekat dengan laut, dekat dengan empang, dekat dengan lingkungan alami yang kelihatannya kita bisa di situ bersama-sama dengan masyarakat,” ucapnya.

    Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan menjadi ruang refleksi dan penguatan akar sosial partai di tengah masyarakat.

    “Jadi fundamen-fundamen kita itu bahwa di marsnya Perindo itu ada bagaimana meningkatkan kesejahteraan untuk memastikan teman-teman yang di bawah kemiskinan, itulah kita harus jaga jiwa korsa, jaga koordinasi, kolaborasi untuk satu tujuan,” sambungnya.

    Abdul Hayat menegaskan bahwa retret itu bukan semata kegiatan santai, melainkan sarana memperkuat kepercayaan diri, solidaritas, dan semangat gotong royong di antara kader.

    “Tujuan retret memperkuat rasa percaya diri, memperkuat jiwa korsa, dan memperkuat saling asah dan asih untuk satu tujuan. Jangan mengedepankan baper, jangan mengedepankan ego, jangan mau menang sendiri, cair semua di situ. Ideologi yang harus dijaga,” pungkasnya.

    Langkah konsolidasi ini menunjukkan keseriusan Abdul Hayat Gani dalam membangun fondasi politik Partai Perindo Sulawesi Selatan yang solid dan berorientasi pada kerja nyata.

    Melalui sinergi antara struktur wilayah dan legislatif, Perindo Sulsel diharapkan dapat menjadi kekuatan politik yang lebih kuat, solid, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

  • Budi Arie Sebut Projo Bukan Pro Jokowi, Dokter Tifa Ingatkan Kalimat Cak Nun ‘Dia akan Mati Ditawur Rakyatnya’

    Budi Arie Sebut Projo Bukan Pro Jokowi, Dokter Tifa Ingatkan Kalimat Cak Nun ‘Dia akan Mati Ditawur Rakyatnya’

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan terbaru dari Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, terkait kepanjangan dari akronim komunitas yang dipimpinnya, yakni Projo bukanlah Pro Jokowi kini jadi sorotan.

    Pasalnya, dalam rekaman video yang kini viral, Budi Arie dalam video lawas yang diduga direkam saat Jokowi masih presiden sempat menegaskan bahwa Projo adalah akronim dari Pro Jokowi.

    “Udah jelas Projo itu ya Pro Jokowi. Kalau Projo nggak Pro Jokowi bukan Projo berarti,” ujar Budi Arie dalam video lawas yang kemudian disandingkan dengan video terbaru.

    Dalam video yang lebih baru, Budi Arie tampak menyampaikan penjelasan yang bertolak belakang.

    “Projo itu artinya negeri dan rakyat, jadi Projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa sanskerta dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat. Jadi kaum Projo artinya kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” ulas Budi Arie dalam video itu.

    Menanggapi video itu, pegiat media sosial yang juga seorang dokter, dr Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, mengingatkan terkait pernyataan MH Ainun Najib atau Cak Nun.

    “Kata-kata Mbah Nun: ‘Suatu ketika nanti Jokowi akan mati ditawur rakyatnya sendiri. Bentuk tawurannya bagaimana?” tulia Dokter Tifa, dikutip dari akun media sosialnya, Selasa (4/11/2025).

    “Ya ini salah satu contohnya. Budi Arie yang bertahun-tahun memberhalakan, sekarang mulai menimbun jasad hidup Jokowi dalam tanah,” sambung ahli epidemiologi itu.

    “Sebentar lagi, ini yang akan dilakukan Listyo Sigit, Luhut, Bahlil, dan lainnya,” tutupnya. (sam/fajar)