Category: Fajar.co.id Politik

  • Blusukan ke Pasar Butung, Seto Ingin Ciptakan Pasar Nyaman dan Bersih

    Blusukan ke Pasar Butung, Seto Ingin Ciptakan Pasar Nyaman dan Bersih

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Calon Wali Kota Makassar nomor urut 2, Andi Seto Gadhista Asapa menyempatkan turun menyapa masyarakat sebelum menjalani debat kedua yang akan digelar besok siang, Rabu (13/11/2024).

    Kali ini, mantan Bupati Sinjai itu melakukan blusukan di Pasar Butung, Kecamatan Wajo, Selasa (12/11/2024). Selama satu jam, Seto berkeliling di salah satu pusat ekonomi Makassar tersebut.

    Sesampainya di lokasi, Seto langsung menarik perhatian warga dan pedagang di lokasi. Pria kelahiran 40 tahun silam itu menjadi idola pedagang yang didominasi emak-emak.

    Mereka memanfaatkan momen untuk bersalaman dan meminta foto dengan Seto. Tak sedikit dari mereka langsung memeluk Seto. Apalagi mereka jarang melihat calon pemimpin yang mau terjun berinteraksi dengan mereka.

    Teriakan nomor dua menggema di setiap lantai Pasar Butung yang dilalui Seto. Pose jari nomor 2 dari warga turut menemani kader Gerindra itu menyusuri kios kios pedagang.

    “Adami Seto, adami Seto, nomor 2 wali kotaku, saya coblos nomor 2,” teriak warga di lokasi.

    Seto menyusuri Pasar Butung dari basement, hingga lantai empat. Hal ini menandakan bahwa Seto merupakan pemimpin yang enerjik. Dia dengan ramah menyapa dan melayani permintaan foto dari pedagang dan pengunjung di lokasi.

    Andi Seto menegaskan bahwa pasar adalah jantung perekonomian rakyat kecil, sehingga kondisinya harus ditingkatkan agar bisa bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

    “Kami ingin mengundang lebih banyak pengunjung ke pasar dengan suasana yang lebih baik, fasilitas yang nyaman, dan lingkungan yang bersih. Ini akan menjadi salah satu program prioritas kami untuk membangkitkan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Ikbal/fajar)

  • Rocky Gerung: Besok Andi Seto Usung Dialektika Melawan Retorika

    Rocky Gerung: Besok Andi Seto Usung Dialektika Melawan Retorika

    Hal itu juga membuktikan sosok Andi Seto yang pernah menjabat Bupati Sinjai, serta Rezki sebagai Anggota DPRD Sulsel membidangi masalah penganggaran dan perempuan, bisa menguasai panggung debat besok.

    “Ajang debat adalah momentum berdialektika, perlu menonjolkan gagasan yang berbobot, berbasis data. Masyarakat perlu diyakinkan melalui bukti nyata serta visi yang jelas untuk kemajuan Makassar,” ujar Rocky Gerung.

    Juru bicara tim Seto-Rezki, Mustagfir Sabri menekankan pentingnya menjadikan debat kedua ini sebagai ajang adu gagasan yang konkret bagi pasangan calon.

    Menurut Moses-sapaan akrabnya, pihaknya tak ada persiapan khusus secara teknis debat. Ia hanya berharap jagoannya bisa tampil memukau dengan pemahaman mendalam atas tema debat yang diusung.

    Apalagi, lanjut Moses, tambahan dukungan dari sosok berpengaruh seperti Rocky, pasangan Seto-Rezki diproyeksikan mampu tampil lebih kuat dan menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang layak untuk membawa Kota Makassar ke arah yang lebih baik.

    “Ajang debat nanti ini kan bagaimana menghadirkan gagasan yang nyata dan terukur. Kami ingin masyarakat Makassar yakin bahwa Seto-Rezki mampu menghadirkan perubahan,” ujar Moses.

    Dalam pertemuan tersebut di salah satu Hotel di Makassar, baik Andi Seto Asapa dan Rezki Mulfiati Lutfi terlihat memperdalam visi misinya menjelang debat kedua Pilwalkot Makassar.

    Dengan fokus pada pemahaman mendalam dan penguatan visi misi, Seto-Rezki siap menghadirkan solusi nyata dan gagasan konkret terkait berbagai tema strategis yang menjadi isu krusial bagi Kota Makassar.

  • IAS: Harusnya Danny Jelaskan Kerja Apa 10 Tahun Tangani Banjir

    IAS: Harusnya Danny Jelaskan Kerja Apa 10 Tahun Tangani Banjir

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar 2 periode, 2004–2009 dan 2009–2014, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) buka suara perihal pernyataan Calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024 sekaligus Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang terkesan menyalahkan para wali kota pendahulunya yang salah menerapkan tata ruang.

    Danny Pomanto, sapaan akrabnya menyebut banjir yang selalu terjadi di Kota Makassar saat musim hujan selama 10 tahun dirinya menjabat wali kota, bukan merupakan bencana hidrometeorologi.

    “Itu bukan bencana hidrometeorologi, tapi itu kesalahan tata ruang yang diterapkan oleh para pendahulu saya,” kata Cagub 01 Danny Pomanto, saat menjawab pertanyaan Cagub 02, Andi Sudirman, pada Debat Terbuka Kedua Pilkada Sulsel, di Hotel Claro, Minggu (10/11/2024).

    Pernyataan Danny itu dilontarkan menjawab pertanyaan Cagub 02 Andi Sudirman, bagaimana mengatasi banjir di wilayah perkotaan, utamanya Kota Makassar.

    Menurut Danny, saat awal menjabat dia terkejut karena ada areal yang seharusnya dipergunakan untuk menampung air menjadi lokasi perumahan.

    “Makanya pada awal menjabat saya kampanye: jangan beli rumah di tempat air menetap. Makanya banjir di Makassar ini bukan bencana hidrometeorologi karena justru orang datangi tempat air,” kata Danny.

    IAS mengatakan, 10 tahun lalu, saat baru terpilih, Danny Pomanto ditemani IAS pergi meninjau titik-titik banjir di Makassar.

    Artinya, tegas IAS, sejak 10 tahun lalu, Danny paham dua hal, pertama di mana titik-titik banjirnya, dan kedua kepastian bahwa setiap tahun banjir akan berpotensi terjadi.

  • Debat Panas Pilgub Sulsel, Andi Sudirman Ragu Danny Pomanto Bisa Bangun Stadion di Makassar

    Debat Panas Pilgub Sulsel, Andi Sudirman Ragu Danny Pomanto Bisa Bangun Stadion di Makassar

  • Mengakar di Hati Rakyat: Besti Mendominasi Survei Pilkada Polewali Mandar

    Mengakar di Hati Rakyat: Besti Mendominasi Survei Pilkada Polewali Mandar

    FAJAR.CO.ID, POLMAN – Langit Polewali Mandar terasa semakin riuh saat Forum Manding Institute mengumumkan hasil survei terbarunya. Nama pasangan calon nomor urut 2, Andi Bebas Manggazali dan Siti Rahmawati, berkibar di puncak, dengan elektabilitas mencapai 33,77 persen. Di balik angka itu, ada cerita tentang kedekatan, rekam jejak, dan harapan yang melingkupi sosok yang akrab disapa “Besti” ini.

    Pasangan yang mengusung tagline “Membangun Desa, Menata Kota” melangkah dengan visi yang memikat hati masyarakat. Di bawah mereka, pasangan calon nomor 1, Samsul Mahmud dan Andi Nursami Masdar, mengikuti dengan 31 persen, sementara pasangan nomor 4 dan nomor 3, Dirga Adhi Putra Singkaru-Iskandar Baharuddin Lopa serta KH Syibli Sahabuddin-Zainal Abidin, menempati posisi ketiga dan keempat dengan persentase masing-masing 20,2 persen dan 15,01 persen.

    Syuaib Hannan, ketua tim pemenangan Besti, melihat hasil ini sebagai bukti nyata dari cinta masyarakat Polman. “Andi Bebas adalah putra daerah, dan rekam jejaknya sebagai sosok yang dekat dengan rakyat sudah tak diragukan lagi. Pengalaman dan ketokohannya telah membangun kepercayaan yang kuat,” ujar Syuaib, senyumnya merekah penuh rasa percaya diri. Sosok Siti Rahmawati, pasangan Andi Bebas, juga dikenal tangguh dengan kemampuan yang membuat warga semakin yakin pada pasangan ini.

    Bukan hanya soal popularitas; program-program yang ditawarkan Besti terasa nyata bagi mereka yang tinggal di desa maupun di kota. Tagline “Membangun Desa, Menata Kota” bukan hanya sekadar slogan, melainkan janji untuk menyentuh kebutuhan masyarakat di setiap penjuru Polman.

  • Debat Kedua Pilkada Makassar Digelar Besok Siang, Ini Tema dan Panelisnya

    Debat Kedua Pilkada Makassar Digelar Besok Siang, Ini Tema dan Panelisnya

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar bakal menggelar debat kandidat kedua Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar. 

    Rencananya, debat ini akan berlangsung, di Hotel Fourpoint, Rabu, 13 November mendatang, pukul 13.00 WITA.

    Pada debat nanti, empat pasangan calon akan memaparkan visi-misi, saling tanya jawab, yang akan dibagi ke dalam beberapa segmen. 

    Adapun empat Paslon yang akan beradu gagasan visi misi adalah sebagai berikut:

    Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (Mulia)

    Andi Seto Gadhista Asapa – Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati)

    Indira Yusuf Ismail – Ilham Ari Fauzi (INIMI)

     Amri Arsyid – Abdul Rahman Bando (AMAN)

    Komisioner KPU Makassar, Abdi Goncing mengatakan, pihaknya memakai stasiun TV Lokal yaitu FAJAR TV untuk menyiarkan secara langsung pelaksanaan Debat Publik edisi kedua yang diselenggarakan.

    “iya debat kedua akan disiarkan langsung oleh FAJAR TV,” ungkapnya.

    Adapun tema debat kedua ini adalah “Mewujudkan Makassar kota berperadaban, maju, melalui harmonisasi pembangunan nasional dan daerah, Tata kelola lingkungan hidup yang berkeadilan, dan Peningkatan kesejahteraan masyarakat”.

    Sementara panelis debat kali ini adalah 

    Prof Khusnul Yaqin (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin)

    Dr Syarifa Raehana (Akademisi Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia/aktivis perempuan)

    Dr Mohammad Arif (Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia)

    Lusia Palulungan (aktivis perempuan/pegiat sosial/Program Manager Program Inklusi Yayasan BaKTI)

  • Gibran Buka Pos Pengaduan, Akbar Faizal: Gaya Wali Kota yang Tak Percaya Kinerja Anak Buahnya

    Gibran Buka Pos Pengaduan, Akbar Faizal: Gaya Wali Kota yang Tak Percaya Kinerja Anak Buahnya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka membuka pos pengaduan bagi masyarakat di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

    Lagi-lagi, langkah orang nomor dua Indonesia itu menuai kontroversi. 

    Mantan Anggota DPR RI, Akbar Faizal menyebut kebijakan Gibran itu seperti gaya Bupati atau Walikota Kota.

    Hal itu kata dia membuktikan bahwa Gibran tak percaya kinerja anak buahnya. 

    “Saudara @gibran_tweet, membuka pos pengaduan di kantor Wapres itu gaya wali kota atau bupati yang tak percaya kinerja anak buahnya,” kata Akbar Faizal dalam akun X, Selasa, (12/11/2024). 

    Mantan Politisi NasDem ini meminta Putra Presiden RI ke-7 itu untuk berpikir lebih besar dan lebih taktis.

    “Karena Anda sudah dilantik sebagai Wakil Presiden, maka berpikirlah lebih besar dan bertindaklah lebih taktis,” tuturnya.

    Dia menyarankan Gibran untuk membuat kebijakan lain seperti membuat KPI pada setiap kementerian.

    “Mis, buat KPI yang jelas dan terukur pada setiap kementerian lalu hukum sesuai kewenangan Anda kalau tak tercapai,” ungkapnya.

    “Nggak lucu khan klu setengah rakyat Indonesia datang mengadu? Saya gak tahu apakah Anda sadari rakyat penuh dengan masalah saat ini dan butuh pertolongan negara. Terutama soal keadilan hukum dan ekonomi. @prabowo @DPR_RI,” tandasnya. 

    Sebelumnya, Gibran menyampaikan pengumuman itu melalui akun media sosial resminya. 

    Dia mengunggah poster berlatar biru dengan ilustrasi wajahnya.

    Dalam poster itu, tercantum informasi aduan warga dibuka pada Senin-Jumat, pukul 08.00-14.00 WIB. Aduan dibuka di Istana Wapres berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

  • Klan Singkarru Diduga Politisasi Beasiswa PIP di Polewali Mandar, Ini Buktinya

    Klan Singkarru Diduga Politisasi Beasiswa PIP di Polewali Mandar, Ini Buktinya

    FAJAR.CO.ID, POLMAN – Di balik program beasiswa KIP-PIP yang seharusnya menjadi harapan bagi para siswa berprestasi di Polewali Mandar, tercium aroma politisasi yang mengaitkan nama besar klan Singkarru. Sebuah penelusuran baru-baru ini mengungkapkan bahwa keluarga Singkarru diduga menyelipkan kepentingan politik mereka melalui jalur beasiswa pemerintah pusat, membawa program mulia ini ke ranah kepentingan pribadi.

    Awalnya, seorang staf di sebuah bank milik negara di Kecamatan Tinambung menceritakan bahwa seorang oknum guru di Polewali Mandar tampaknya terlibat. Siswa yang datang ke bank itu untuk mencairkan dana beasiswa diminta membawa dokumen persyaratan lengkap. Tapi ada satu syarat lain: sebuah kertas putih yang dihiasi gambar dua tokoh politik, Ratih Megasari Singkarru dan Andri Prayoga Singkarru.

    Tak hanya sekadar gambar, kehadiran kertas itu diduga menjadi syarat yang menentukan. “Jika siswa tak menyertakan kertas bergambar tersebut, pihak bank tidak akan memproses berkas mereka,” ungkap sumber dari bank tersebut. Sebuah aturan tak tertulis yang segera membuat bank dan program beasiswa KIP-PIP menjadi arena politik terselubung, membuka lembar baru dari kontroversi kampanye di Pilkada.

    Sosok di balik gambar, Ratih Megasari Singkarru dan Andri Prayoga Singkarru, bukanlah orang asing di dunia politik Polewali Mandar. Ratih menjabat sebagai Anggota DPR RI, sementara Andri menduduki kursi di DPD RI. Namun dugaan menyelipkan kepentingan ini bukan tanpa alasan – kedua politisi tersebut disebut mendukung penuh pasangan calon nomor 4, Dirga Adhi Putra Singkarru dan Iskandar Muda Baharuddin Lopa, di Pilkada Polman yang semakin memanas.

  • Politik dalam Sepucuk Buku Rekening: Kabar dari Penerima Beasiswa di Polman

    Politik dalam Sepucuk Buku Rekening: Kabar dari Penerima Beasiswa di Polman

    FAJAR.CO.ID, POLMAN – Langit sore di Polewali Mandar (Polman) mulai meredup, menyisakan semburat jingga di atas antrean panjang sebuah bank. Di antara para pengantri, seorang ibu dengan wajah lelah menggenggam buku rekeningnya. Ia seharusnya berbahagia – hari itu ia datang untuk mencairkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), dana yang sangat berarti untuk pendidikan anaknya. Namun, di sampul buku itu, terpampang dua wajah yang tak ia pilih, dua nama yang kini seolah datang membawa beban.

    Dalam video singkat yang tersebar di TikTok lewat akun @Politik Ngakak, ibu itu menceritakan kekhawatirannya dengan suara lemah, hampir berbisik. Bantuan yang seharusnya ia terima tanpa syarat mendadak menjadi sandera di antara pilihan. Ia dihadapkan pada sebuah pesan implisit: dukung Dirga Singkarru, salah satu calon dalam Pilkada Polman, atau kehilangan akses beasiswa. “Kalau tidak, bantuan ini akan ditarik,” katanya perlahan, menahan nada getir yang tertahan di ujung bibir.

    Tak perlu waktu lama, video itu menjadi viral, mencuri perhatian masyarakat luas yang merasa geram. Bagi mereka, kisah ibu itu bukan sekadar cerita biasa – ini adalah refleksi ketidakadilan yang sering mereka dengar namun jarang terlihat. Di balik wajahnya, mereka menyaksikan manipulasi terselubung yang mencekik mereka yang rentan dan tak punya pilihan.

    Segera, perhatian pun tertuju pada Bawaslu Polman, badan pengawas pemilu yang kini berada di tengah desakan publik untuk mengambil tindakan. Dugaan politisasi beasiswa PIP, sebuah bantuan pendidikan dari pemerintah, kini menjadi tamparan keras bagi mereka yang berharap demokrasi berjalan jujur. Jika terbukti, ini bukan sekadar pelanggaran; ini adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat yang memegang teguh masa depan anak-anak mereka.

  • Serius pada Masa Depan Anak Muda Lutim, Kelompok Milenial Bergerak Menangkan Isrullah-Usman

    Serius pada Masa Depan Anak Muda Lutim, Kelompok Milenial Bergerak Menangkan Isrullah-Usman

    FAJAR.CO.ID, LUWU TIMUR — Komitmen pasangan calon Bupati Luwu Timur, Isrullah Achmad-Usman Sadik, dalam menghadirkan program yang relevan bagi kebutuhan anak muda mendapat respons positif dari kalangan milenial.

    Program-program yang ditawarkan mencakup berbagai aspek penting bagi generasi muda, mulai dari beasiswa pendidikan hingga bantuan bagi petani muda, dan dinilai sejalan dengan aspirasi anak muda Luwu Timur.

    Ketua Relawan Milenial Isrullah-Usman, Buya Adzan Baso, menegaskan bahwa antusiasme generasi muda untuk mendukung pasangan ini sangat besar. Berbagai program strategis dan prioritas yang ditawarkan menunjukkan kepedulian Isrullah-Usman terhadap masa depan generasi muda.

    “Antusiasme anak muda itu besar sekali karena beberapa sektor program, mulai dari program strategis sampai program prioritas, memang pro terhadap anak muda,” kata Buya Adzan saat dihubungi, Rabu (13/11/2024).

    Adzan Baso mencontohkan kegiatan e-sport yang diadakan sebagai salah satu cara menarik minat generasi muda, terutama Gen Z dan milenial.

    “Kegiatan e-sport kemarin menunjukkan bagaimana paslon Isrullah-Usman Sadik melihat potensi baru yang ada di kalangan Gen Z dan milenial. Mereka benar-benar merespons positif potensi yang kami lihat penting,” ucapnya.

    Selain e-sport, program beasiswa juga menjadi perhatian besar bagi kelompok milenial. Adzan Baso menyebutkan bahwa rencana beasiswa yang ditawarkan pasangan ini, seperti program satu desa satu magister, satu kecamatan satu doktor, menjadi daya tarik tersendiri.