Category: Fajar.co.id Politik

  • 30 Ribu Warga Polman Bakal Hadiri Kampanye Akbar Besti

    30 Ribu Warga Polman Bakal Hadiri Kampanye Akbar Besti

    FAJAR.CO.ID, POLMAN — Background bernuansa putih yang dikombinasikan dengan warna biru dan merah menghiasi spanduk pasangan calon Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Bebas Manggazali dan Siti Rahmawati. Spanduk berukuran raksasa itu mulai dipasang di panggung untuk persiapan kampanye akbar Paslon nomor urut 2 di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, kabupaten Polman.

    Panggung ini akan menjadi saksi bisu bagi pasangan calon yang memiliki tagline Membangun Desa Menata Kota untuk menyampaikan visi misinya di hadapan puluhan ribu masyarakat bumi Tipalayo. Kampanye akbar yang rencana digelar Selasa 19 November 2024, besok diprediksi bakal dihadiri puluhan ribu warga dari kota hingga pelosok desa di wilayah Polman.

    “Kami prediksi sekitar 20 ribu warga bakal hadir. Insya Allah antusiasme masyarakat Ingin menyaksikan Raja Dangdut dan sekaligus mendukung Paslon Besti,” kata Tim Pemenangan Besti,” Andi Natas kepada wartawan, Senin, 18 November 2024. Dia mengatakan massa kampanye akbar itu meningkat dari target yang dipatok sebelum-sebelumnya. “Karena melihat dukungan masyarakat terhadap jagoannya dari hari ke hari terus mengalir.”

    Mulai dari latar belakang usia hingga profesi baik petani, peternak, nelayan, pedagang, wiraswasta maupun profesi lainnya ikut memberikan dukungan kepada Besti. Pria bertopi ini mengakui banyak masyarakat Polman mulai menjatuhkan hati memilih Besti, karena program yang dicanangkan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Polman.

    Di samping itu sosok kepribadian Besti dikenal masyarakat sangat baik, sopan dan merakyat. Sehingga masyarakat Polman membutuhkan pemimpin seperti Besti. Selain itu, kampanye akbar Besti juga akan dihadiri langsung Raja Dangdut Indonesia Rhoma Irama dan Soneta group serta sederet artis lainnya. Seperti Cici Paramida, Nilam KDI, dan Nurdin KDI. Sederet artis populer ini dipastikan akan memberikan hiburan spesial bagi warga Polman dengan tembang lagu lagu hitsnya.

  • Hasil Debat Pilgub Jakarta, Ini Analisis Pengamat Saidiman Ahmad

    Hasil Debat Pilgub Jakarta, Ini Analisis Pengamat Saidiman Ahmad

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Debat terakhir untuk Pilgub Jakarta telah dilaksanakan pada Minggu (17/11). Meski sudah berakhir, namun hasil debat masih menjadi perbincangan menarik terutama dari para pengamat politik.

    Salah satunya datang dari pengamat politik, Saidiman Ahmad. Dia mengaku mengikuti debat terakhir pemilihan gubernur Jakarta dari studio 2 TVRI. Rupanya, Saidiman sengaja diminta TVRI menemani Suryono Herlambang, peneliti Centropolis dan pengajar Untar, dan Monica Kumalasari, pakar gestur dan mikroekspresi, untuk membahas seputar substansi dan jalannya debat.

    “Penjelasan Monica Kumalasari mencuri perhatian saya. Dalam debat ini, menurut pengamatannya, Ridwan Kamil menunjukkan ekspresi anger (marah) yang kemudian disusul dengan ekspresi fear (takut),” kata Saidiman dikutip dari akun X miliknya.

    “Sementara Pramono Anung lebih menunjukkan ekspresi superior. Ada pun Dharma Pongrekun, dia lebih banyak menunjukkan ekspresi netral atau nothing to lose. Kesimpulan ini diambil dari pengamatan pada mikroekspresi yang ditunjukkan melalui pergerakan otot-otot wajah para calon,” tambahnya.

    Di sela-sela acara, dia mengaku bertanya apakah mungkin orang bisa menyembunyikan ekspresinya atau menunjukkan ekspresi palsu? Dia jawab tidak bisa, karena mikroekspresi justru menunjukkan sesuatu di balik yang terlihat atau coba diperlihatkan.

    Saidiman Ahmad mengaku sama sekali kosong pengetahuan tentang ilmu mikroekspresi ini. Namun yang menarik adalah bahwa kesimpulan Monica Kumalasari mirip dengan apa yang saya amati sepanjang debat. Ridwan Kamil sejak awal melancarkan kritik yang mendasar soal Jakarta. Dalam setiap kesempatan bicara, dia selalu mengulang frase “ketidakadilan,” terutama ketidakadilan tata ruang.

  • Ngajib Tekankan Kewaspadaan Jelang Pilkada 2024: Jangan Gerlam!

    Ngajib Tekankan Kewaspadaan Jelang Pilkada 2024: Jangan Gerlam!

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, mengingatkan seluruh personel kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pilkada Serentak 2024.

    Ngajib menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa kampanye dan pemilihan.

    “Semua anggota, terutama yang terlibat dalam Operasi Mantap Praja, agar gercep (gerak cepat) terhadap situasi Kamtibmas,” ujar Ngajib, senin (18/11/2024).

    Selain itu, orang nomor satu di Mapolrestabes Makassar ini menekankan agar personel tidak bergerak lambat dalam menangani situasi.

    “Jangan gerlam (gerakan lambat), seluruh personel harus peka mendeteksi potensi gangguan Kamtibmas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tukasnya.

    Melihat Pilkada tinggal sembilan hari lagi, ia mendorong anggotanya agar bertindak apabila menerima informasi terkait situasi Kamtibmas atau kejadian yang terjadi di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

    Hal ini ditegaskan Ngajib pada Apel pagi yang dihadiri Wakapolrestabes Makassar AKBP Budi Susanto, para pejabat utama Polrestabes Makassar, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel dan PNS Polrestabes Makassar.

    Ngajib kemudian mengajak seluruh anggotanya untuk menjunjung pentingnya solidaritas dalam menjalankan tugas.

    “Jaga kekompakan, laksanakan tugas dengan ikhlas,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Ngajib memantau langsung kesiapan personil dan situasi pengamanan kampanye akbar calon walikota dan wakil walikota makassar bertempat di Tugu MNek Jalan Metro tanjung bunga, Makassar, Minggu (17/11/2024).

  • Jika AD/ART Golkar Dibatalkan PTUN: Bayang-Bayang Batalnya Aji Assul Sebagai Cabup

    Jika AD/ART Golkar Dibatalkan PTUN: Bayang-Bayang Batalnya Aji Assul Sebagai Cabup

    FAJAR.CO.ID, POLMAN—- Langit politik di Polman seolah mendung, mengabarkan badai yang siap mengguncang kepastian. Jika Putusan PTUN yang membatalkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar menghentak, bak gempa kecil yang memicu gelombang besar. Prof Ikrar Nusa Bakti, seorang pengamat politik terkemuka, menyebut keputusan ini lebih dari sekadar soal administratif—ini soal legitimasi kepemimpinan.

    Dalam satu tarikan napas, ia menegaskan bahwa dengan pembatalan AD/ART, seluruh keputusan kepengurusan baru di bawah Bahlil Lahadalia dinyatakan tak berlaku. Termasuk keputusan strategis yang menetapkan pasangan Aji Assul dan Nursami sebagai calon bupati dan wakil bupati Polman.

    “Ada peluang keputusan itu batal, karena basis legalitasnya, yakni AD/ART partai, sudah tak diakui. Tanpa itu, apa yang dihasilkan oleh kepengurusan baru ini otomatis kehilangan landasan hukum,” ujar Prof Ikrar dengan nada tegas.

    Pasangan Aji Assul-Nursami, yang semula menjadi wajah baru penuh harapan, kini berada di persimpangan. Dukungan yang sebelumnya kuat terasa goyah, seperti kapal yang kehilangan jangkar. Para pendukung mulai bertanya, apakah ini akhir dari perjuangan mereka? Atau sekadar jeda di tengah badai politik yang harus mereka terjang?

    Di Polman, isu ini menjadi bahan perbincangan hangat. Warung kopi yang biasanya riuh dengan canda kini dipenuhi suara debat tentang hukum dan keadilan. Bagi sebagian orang, ini hanya permainan politik elite. Bagi yang lain, ini adalah tamparan keras bagi demokrasi lokal, mengingat Aji Assul telah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat setempat.

  • Tatak Ujiyati Sebut Kandidat yang Didukung Anies Baswedan Merupakan yang Terbaik Diantara yang Lain

    Tatak Ujiyati Sebut Kandidat yang Didukung Anies Baswedan Merupakan yang Terbaik Diantara yang Lain

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tatak Ujiyati blak-blakan menyampaikan dukungannya terhadap pasangan calon (paslon) kepala daerah yang didukung oleh Anies Baswedan (ABW) dalam Pilkada 2024.

    Dalam pernyataannya, Tatak menyebutkan beberapa nama paslon yang menurutnya memiliki kualitas terbaik di wilayah masing-masing.

    “Para kandidat yang didukung ABW. Mas Pramono-Bang Doel di DKI Jakarta. Ustadz Syaikhu-Pak Ilham Habibie di Jabar. Mbak Luluk Hamidah-Pak Lukmanul Khakim di Jatim,” ujar Tatak dalam keterangannya di aplikasi X @tatakujiyati (18/11/2024).

    Ia menegaskan bahwa paslon tersebut merupakan yang terbaik di antara kandidat lain di daerah mereka.

    “Semuanya kandidat paling baik di antara para kandidat lain di daerahnya,” Tatak menuturkan.

    Tatak bilang, jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan dukungan, maka sebagai seorang loyalis, ia turut memberikan dukungan.

    “ABW dukung mereka, saya juga dukung mereka. Bagaimana kamu?,” tandasnya.

    Sebelumnya, Analis politik Rocky Gerung memberikan pandangannya terkait arah politik Anies Baswedan menjelang pemilu.

    Dikatakan Rocky, Pramono Anung dan Rano Karno lebih diminati oleh Anies ketimbang PKS, yang selama ini dipandang sebagai salah satu partai pengusungnya.

    “Pramono Anung dan Rano Karno lebih diminati oleh Anies ketimbang PKS,” ujar Rocky dikutip dari unggahan akun X @CakKhum (17/11/2024).

    Rocky menyebut bahwa Anies memberi kepastian mengenai pilihan politiknya, dengan menunjukkan bahwa suara dari “anak-anak Abah” akan lebih condong ke Rano Karno dan Pramono Anung.

  • Anies Doakan Luluk Hamidah Jadi Gubernur Jatim, Cak Imin: Terima Kasih Mas

    Anies Doakan Luluk Hamidah Jadi Gubernur Jatim, Cak Imin: Terima Kasih Mas

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anies Baswedan mengunggah momen dirinya bersama Calon Gubernur Jawa Timur (Cagub Jatum) Luluk Hamidah. Hal itu menuai spekulasi beragam.

    Ada yang menyebut eks Menteri Pendidikan itu mengendorse Luluk Hamidah. Seperti yang ia lakukan di Pilgub Jakarta dengan Pramono Anung.

    “Beberapa waktu lalu menerima dan menjamu mbak Luluk Hamidah di rumah. Berbincang panjang dan hangat tentang Jawa Timur, tentang Indonesia,” tulis akun dikutip dari akun X nya, Senin (18/11/2024).

    Anies mengaku senang berdiskusi dengan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Ia pun mendoakan Luluk.

    “Amat senang berdiskusi dengannya, semangatnya terasa, pemikirannya bernas. Semoga mbak @lulukhamidah dikabulkan hajatnya, dilancarkan ikhtiarnya, dan diberi jalan menebar manfaat bagi lebih banyak orang, khususnya di Jawa Timur. Aamiin yra,” ucapnya.

    Unggahan itu pun dikomentari oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ketua Umum PKB itu berterima kasih pada Anies. 

    “Terimakasih Mas @aniesbaswedan  Semoga @lulukhamidah jadi Gubernur Jatim,” ucapnya.

    (Arya/Fajar)

  • Kritik Format Debat Pilkada yang Digelar KPU, Akbar Faizal Sentil Kandidat yang Ingin Menaikkan Inflasi

    Kritik Format Debat Pilkada yang Digelar KPU, Akbar Faizal Sentil Kandidat yang Ingin Menaikkan Inflasi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Anggota DPR RI, Akbar Faizal mengkritik format debat Pilkada yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    “Sudah lama saya geli lihat format debat ala KPU seperti yang sekarang ini rutin di layar TV. Saya gak ngerti kenapa @KPU_ID tidak berimajinasi lebih jauh tentang debat yang berkualitas,” kata Akbar Faizal dalam akun X, Senin, (18/11/2024). 

    Dia menduga KPU sadar bahwa jika format debat dibuat lebih baik untuk melihat kualitas calon akan berisiko pada logika publik.

    “Atau mungkin KPU sadar bahwa tak guna —dan bisa berisiko terhadap logika publik— jika format debat dibuat lebih baik dari sekarang dengan melihat kualitas banyak calon bupati/gubernur yang berantakan?,” tuturnya.

    Lebih lanjut kata pria asal Sulsel ini menyentil kandidat yang menanyakan jumlah ambulance dan berencana menaikkan inflasi.

    “Bayangkan, ada calon yg bertanya kepada lawannya, ‘Tahukah Anda berapa jumlah ambulance disini?’. Belum lagi yang berencana menaikkan inflasi,” tandasnya. 

    Diketahui, masa kampanye tinggal beberapa hari lagi. Tahapan pilkada akan memasuki masa tenang mulai 24 November mendatang.

    Sedangkan pemungutan suara secara serentak akan digelar pada 27 November mendatang. (selfi/fajar) 

  • Endors di Pilgub, Jokowi Disebut Masih Candu Kekuasaan

    Endors di Pilgub, Jokowi Disebut Masih Candu Kekuasaan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Stefan Antonio kembali melontarkan kritik tajam, kali ini ditujukan kepada mantan Presiden Jokowi.

    Dalam unggahannya, Stefan menyoroti kehadiran Jokowi dalam kampanye pasangan calon Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pilkada Jawa Tengah.

    Stefan menyebut Jokowi mengalami post power syndrome, sindrom yang kerap dialami oleh mantan pejabat yang sulit melepaskan diri dari kekuasaan.

    “Post Power Syndrome itu Nyata Kawan. Alih-alih ikut mendukung cakada,” ujar Stefan dalam keterangannya di aplikasi X @StefanAntonio__ (16/11/2024).

    Blak-blakan, Stefan mengatakan bahwa Jokowi terkesan masih tidak bisa melepaskan jabatannya seperti sebelumnya.

    “Sebenarnya Jokowi masih ga bisa kehilangan atau melepaskan ikatan candu saat dia masih menjabat dulu. Dia ga bisa kehilangan sorot kamera wartawan,” cetusnya.

    Menurutnya, Jokowi masih haus akan sorotan kamera, euforia dielu-elukan rakyat, dan kebiasaannya membagikan kaos kepada massa.

    “Dia ga bisa kehilangan dielu-elukan khalayak bak Seorang Raja. Dia ga bisa kehilangan kebiasaan nyawer kaos ke Rakyat Jelantahnya,” imbuhnya.

    Stefan juga mengungkit isu masa lalu terkait wacana tiga periode.

    “Candu Kekuasaan sebagai Presiden inilah yang membuat dia ga rela melepaskan Jabatannya bahkan sampai bermanuver minta 3 Periode dulu kala,” Stefan menuturkan.

    Kata Stefan, saat ini Jokowi kembali berupaya mengais sisa-sisa kenangan lamanya melalui momentum Pilkada di Jateng.

    “Dan saat ini, dia cuma berusaha mengais sisa-sisa moment kenangan lamanya dia melalui Monentum Pilkada yang sebentar lagi usai juga ini,” terangnya.

  • Debat Ketiga Pilgub Jakarta, Akademisi Universitas Pancasila: Minim Terobosan Baru Atasi Masalah Jakarta

    Debat Ketiga Pilgub Jakarta, Akademisi Universitas Pancasila: Minim Terobosan Baru Atasi Masalah Jakarta

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Debat ketiga Pilkada Jakarta yang berlangsung di Hotel Sultan mengusung tema Perkotaan dan Perubahan Iklim, menghadirkan para pasangan calon kepala daerah Jakarta, yakni Ridwan Kamil-Siswono, Dharma-Kun, dan Pramono-Rano.

    Debat ini menjadi ajang bagi ketiga pasangan untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan terakhir mereka dalam menangani tantangan perkotaan dan perubahan iklim yang semakin mendesak di Jakarta.

    Jakarta terus menghadapi kompleksitas masalah perkotaan, mulai dari banjir hingga polusi, yang diperburuk oleh perubahan iklim. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menyusun strategi adaptif dan berkelanjutan yang akan melindungi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga kota secara menyeluruh.

    Menurut Ihsan Suri, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila dan Direktur Network Society Indonesia, selama debat berlangsung, ketiga pasangan calon tidak menampilkan program-program baru yang substantif dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan.

    “Tidak ada gagasan baru mengenai infrastruktur drainase untuk mengatasi banjir, atau peningkatan Ruang Terbuka Hijau serta pengelolaan sumber air berkelanjutan,” jelas Ihsan.

    Lebih lanjut, Ihsan juga mengkritisi pendekatan para calon terhadap masalah kemacetan di Jakarta. Menurutnya, solusi yang ditawarkan para calon hanya berupa retorika dan pengulangan program yang telah dijalankan oleh gubernur-gubernur sebelumnya. “Sementara terobosan dalam penanganan kemacetan hanya sebatas retorika, tanpa ada strategi baru yang konkret,” ujar Ihsan yang juga dikenal sebagai Tokoh Pemuda Betawi.

  • Hadirkan Raja Dangdut, Bukti Besti Peduli Dunia Seniman dan Budaya yang Mengakar di Polman

    Hadirkan Raja Dangdut, Bukti Besti Peduli Dunia Seniman dan Budaya yang Mengakar di Polman

    FAJAR.CO.ID, POLMAN — Siapa sih yang tak mengenal Rhoma Irama? Sosok Raja Dangdut yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan musik dangdut di Indonesia. Pria kelahiran 11 Desember 1946 ini berhasil mengubah dangdut dari genre musik tradisional menjadi sebuah fenomena modern dan populer di kalangan masyarakat. Penggemarnya pun semua kalangan, dari yang muda hingga tua.

    Rhoma Irama Hadir di Polman

    Salah satu momen penting dan bersejarah bagi warga Kabupaten Polewali Mandar akan hadirnya Rhoma Irama di Bumi Tipalayo. Pelantun lagu ‘Perjuangan dan Doa’ dijadwalkan akan hadir memberikan dukungan kepada pasangan cabup Polman, Andi Bebas Manggazali – Siti Rahmawati. Itu dalam rangka mengisi kampanye akbar paslon bupati Polman nomor 2 di Lapangan Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Polman pada, Selasa, 19 November 2024.

    Ketua Tim Pemenangan Bebas-Siti (Besti), Syuaib Hannan mengatakan suatu kebanggan bagi jagoannya karena bisa menghadirkan sosok musisi legendaris itu untuk memberikan hiburan kepada masyakarakat sekaligus memberikan dukungan bagi Besti. “Ini sangat luar biasa, Rhoma Irama akan menginjak tanah Mandar, Polman. Sosoknya sudah tak diragukan lagi di dunia musik tanah air dan dunia. Hampir satu Indonesia tahu dengan Rhoma Irama,” kata Syuaib. “Dan, semoga dengan lagu-lagunya bisa memberikan kita inspirasi dan semangat juang menghadapi konstestasi Pilkada.”

    Kata Syuaib, hampir seluruh masyarakat Polman mengenal dan mengetahui deretan lagu hitsnya Rhoma Irama. Hal ini pun yang membuat pasangan dengan tagline Membangun Desa Menata Kota ini menghadirkan Rhoma Irama, bersama Soneta Grup. Selain itu, Rhoma Irama dan Soneta Groupnya dikenal sebagai kelompok musik yang Islami dan sangat relevan dengan kondisi Polman yang religius.