Jokowi Turun Gunung di Pilkada, Dengar Nih Ultimatum Megawati, Keras Menohok!
Category: Fajar.co.id Politik
-

Survei Pilkada Makassar Versi PPI: MULIA di Ambang Kemenangan, SEHATI Vs INIMI Saling Salip
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hasil temuan dan analisis survei Parameter Publik Indonesia (PPI), November 2024 untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar resmi dirilis ke publik, Sabtu (23/11/2024).
Hasil survei di masa injurie time menunjukkan pasangan nomor urut 01 Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA) berada di ambang kemenangan dengan elektabilitas paling menonjol diantara pasangan calon lainnya.
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD menegaskan dari semua variable dan sudut pandang tidak ada faktor yang bisa menyalip pasangan MULIA pada Pilkada Makassar yang akan digelar 27 November mendatang.
Pada pertanyaan terbuka, MULIA meraih 41,1 persen, disusul pasangan Andi Seto Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi atau SEHATI 20,7 persen yang berhasil menyalip Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi (INIMI) yang mengantongi 19,8 persen, sementara di posisi buncit pasangan Amri Arsyid – Abd Rahman Bando atau AMAN hanya 0,2 persen. Sebanyak 12,5 persen responden mengaku belum menentukan pilihan.
Rilis survei PPI untuk Pilkada Makassar 2024 di Hotel Mercure Makassar, Sabtu 23 November 2024
Sementara untuk elektabilitas tertutup jika dibandingkan antara survei bulan Oktober dan November, elektabilitas MULIA meningkat menjadi 43,9 persen, SEHATI 23,4 persen, INIMI 19,5 persen, dan AMAN 0,5 persen.
Adapun undecided voters atau yang belum menentukan pilihan sebesar 12,7 persen.
“Selisih elektabilitas pasangan MULIA Vs SEHATI teramat jauh mencapai 20,5 persen. Selisih hampir dua kali lipat dari yang belum menentukan pilihan yang tersisa 12,7 persen,” kata Ras MD.
Survei dilakukan pada 15-20 November dengan 440 responden menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,8 persen. (Selfi/fajar)
-

Selebaran Hoaks Serang MULIA, Tim Hukum Minta Bawaslu Usut Tuntas Pelakunya
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Informasi bohong alias hoaks semakin merajalela menjelang hari pemilihan Pilwalkot Makassar 2024 pada Rabu, 27 November mendatang. Serangan hoaks kerap kali dialamatkan kepada kandidat dengan elektabilitas tertinggi.
Terbaru, selebaran mengatasnamakan MULIA beredar di sejumlah titik di Makassar, utamanya di masjid. Selebaran itu berisi ajakan sekaligus klaim MULIA pasti menang. Tertera pula pernyataan bahwa masyarakat Makassar bodoh jika tidak pilih MULIA.
Tim Hukum MULIA, Juhardi, menyampaikan hal itu lagi-lagi merupakan serangan hoaks yang ditujukan untuk menjatuhkan jagoannya. Olehnya itu, pihaknya tidak bakal tinggal diam. Tim Hukum MULIA bergerak cepat melaporkan sekaligus menyampaikan surat klarifikasi ke Bawaslu Makassar.
Dalam surat klarifikasi yang dimasukkan pada 22 November 2024, Juhardi menyampaikan pihaknya mendapatkan informasi selebaran itu dibagikan di sedikitnya 4 titik. Masing-masing yakni di Masjid Agung 45, Masjid Jannatul Firdaus, Masjid HM Asyik, dan masjid di Pantai Losari.
Serangan hoaks itu dilakukan secara masif, dan diduga memanfaatkan anak di bawah umur sebagian pembaginya. Ia menyebut ada salah satu pelaku pembagi yang berhasil diamankan. Pelaku ini mengaku bertiga melakukannya, dimana dirinya diberi honor Rp50 ribu oleh orang yang tidak dikenal.
Juhardi menekankan pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Bawaslu Makassar. Pihaknya pun meminta agar Bawaslu maupun pihak terkait turun tangan untuk mengusut tuntas pelakunya dan memastikan tidak terulang. Terlebih, sudah akan memasuki masa tenang dan bahkan hari pemilihan.
-

Appi-Aliyah Diserang Brosur Bohong, Disebar di Masjid
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pasangan calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham, kembali diserang hoax dan fitnah. Sebaran brosur tersebar di berbagai titik lokasi di Kota Makassar, Jumat (22/11/2022).
Sebaran negetif campaign itu diedarkan oleh paslon yang panik. Setelah adanya survei LSI Denny JA dan survei Indikator mengunggulkan Appi-Aliyah pada pilwali Makassar 27 November. Ini pun membuat lawan politik mulai panik dan angkat berdera putih.
Serangan isu miring yang menerpa pasangan calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham pada perhelatan Pilkada Makassar 2024, dengan narasi dan framing recehan. Kini ditanggapi secara santun oleh paslon MULIA.
“Hati-hati brosur bohong/hoax menyerang Appi-Aliyah. Ada oknum sebar di area masjid dan tempat umum. Kalau ADAMI SAKIT HATI dan Panik, INIMI yang nalakukan, sebar Hoax dan fitnah. Karena bukan cara MULIA begini,” demikian, frasa satire dari Tim MULIA lewat flyer menimpal balik sarkas berupa hoax dari tim paslon lain.
Saat dimintai tanggapan tim MULIA, Juru bicara Appi-Aliyah, Andi Widya Syadzwina mengatakan, waktu tersisa, kurang lebih 5 hari jelang pemungutan suara pilkada sertak 27 November, berbagai isu liar lewat sebaran menyerang kandidat paslon MULIA.
“Semakin dekat hari pencoblosan memang telah kami waspadai akan semakin banyak serangan berupa hoaks kepada MULIA,” tegas Wina.
Ia meminta agar seluruh tim pemenangan, relawan, simpatisan, dan warga kota Makassar. Dengan banyaknya informasi palsu atau hoax yang beredar dengan tujuan mendiskreditkan MULIA, melakukan fitnah terhadap MULIA, jangan mudah terpancing isu apapun.
-

Survei Polsentrum: Toha-Rohman Menang, Elektabilitas Lucianty-Syafaruddin Nyungsep
FAJAR.CO.ID, PALEMBANG — Hasil survei terbaru Polsentrum, yang dirilis pada Sabtu (23/11/2024) di All Nite & Day Hotel Palembang, mengungkapkan peningkatan signifikan elektabilitas pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Toha-Rohman.
Pasangan ini mencatat tingkat keterpilihan sebesar 53 persen, mengungguli pesaingnya, Lucianty-Syafaruddin, yang hanya meraih 43,4 persen. Selisih 9,6 persen ini semakin memperkuat posisi Toha-Rohman menjelang Pilkada Musi Banyuasin.
Direktur Eksekutif Polsentrum Data and Consulting, Ilham Muhammad, menyebut solidaritas dan militansi relawan menjadi salah satu faktor penting di balik kenaikan elektabilitas Toha-Rohman.
“Solidaritas dan militansi relawan Toha-Rohman juga terpotret dalam survei, bahwa dalam sebulan terakhir 68 persen masyarakat pernah didatangi untuk diajak memilih Toha-Rohman,” ucapnya.
Kombinasi latar belakang pasangan ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Toha, sebagai tokoh Muba Barat, dan Kiai Rohman, yang mewakili Muba Timur, membentuk pasangan yang merepresentasikan keberagaman wilayah.
Selain itu, profil mereka sebagai pengusaha dermawan dan tokoh Nahdlatul Ulama dianggap mampu menarik simpati berbagai lapisan masyarakat.
“Pasangan ini merupakan kombinasi pengusaha dermawan dan kiai NU, kondisi ini menjadikan basis pemilih mereka semakin luas,” jelas Ilham.
Di sisi lain, elektabilitas Lucianty-Syafaruddin tampak tertekan oleh isu masa lalu. Kasus korupsi yang melibatkan Lucianty kembali mencuat di tengah momen Pilkada, menggerus kepercayaan masyarakat.
-

Deklarasi Dukung Pramono Anung dan Rano Karno, GMBI Tak Ingin Dipimpin Ridwan Kamil
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Di masa akhir-akhir kampanye, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Pramono Anung-Rano Karno kembali mendapat suntikan amunisi baru.
Relawan gerakan masyarakat bawah Indonesia (GMBI) siap memenangkan pasangan calon nomor urut 3 tersebut. GMBI tidak ingin Jakarta dipimpin Ridwan Kamil.
“Sekarang ini banyak sekali terjadi persoalan kekerasan anak dan perempuan. Kami melihat bahwa Pramono Anung dan Rano Karno bisa membawa perubahan pada persoalan tersebut. Kami meyakini hal itu,” jelas Ketua DPP GMBI Teguh Wiguna saat deklarasi pasangan Pramono Anung dan Rano Karno di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (22/11/2024).
Selain itu selama menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi, Pramono Anung memiliki kinerja yang bersih dari korupsi.
“Bapak Pramono itu pemimpin yang bersih. Selama berada di bagian pemerintahan, beliau sangat patuh dengan aturan. Kami meyakini bahwa pasangan nomor urut 3 bisa mendapatkan hati di masyarakat dan kami butuh sosok seperti beliau untuk memimpin Jakarta,” ujarnya.
Tak itu saja, menurutnya Pramono Anung dan Rano Karno sangat memahami akar permasalahan di Jakarta.
“Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno mengerti akar permasalahan terkait daerah di Jakarta, sehingga kami melihat pasangan ini bisa membawa perubahan dan bisa menyentuh sehingga masyarakat bawah untuk mendukung calon yang bersih dan amanah untuk membangun Jakarta,” lanjutnya.
“Kami di GMBI tidak ingin Jakarta dipimpin oleh orang lain (Ridwan Kamil) selain Pramono Anung dan Rano Karno, ” tegas Ketua DPP GMBI Teguh Wiguna.
-

Beredar Selebaran yang Coba Jatuhkan MULIA, IAS: Jangan Terpancing dan Membalas
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menjelang hari H pemilihan wali kota dan wakil wali kota, pasangan calon nomor urut 1, Munafri Arifudin – Aliyah Mustika Ilham (MULIA) diserang dengan kampanye hitam.
Black campaign itu dilakukan lawan politik MULIA lewat selebaran yang disebarkan secara massif di wilayah Kota Makassar.
Selebaran yang mengatasnamakan diri sebagai Jaringan Warga untuk Paslon Appi-Aliyah itu mencoba memancing kemarahan warga pada pasangan MULIA dengan kata-kata yang cenderung kasar dan provokatif.
Dalam selebaran itu, pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut menyerukan warga Kota Makassar memilih MULIA. Hanya saja, mereka menggunakan bahasa kasar dengan menyebut warga yang tidak memilih Appi-Aliyah sebagai masyarakat yang masih bodoh.
Tujuan kampanye hitam itu sangat jelas. Mereka ingin membentuk opini seolah-olah selebaran itu benar-benar dibuat tim atau relawan MULIA sehingga warga yang membacanya akan tersinggung dan kemudian beralih memilih pasangan lain.
Ketua Tim Pemenangan MULIA, Ilham Arief Sirajuddin menegaskan, ini adalah cara-cara kotor yang sama sekali tidak bermartabat.
Menurutnya, ini muncul setelah publik mengetahui bahwa MULIA unggul sangat jauh dari rival-rivalnya.
Namun, mantan wali kota dua periode Kota Makassar itu meyakini cara-cara seperti ini tidak akan mempengaruhi publik.
Bagi dia, masyarakat akan langsung paham ketika melihat gaya bahasa yang digunakan yang tujuannya memang hanya untuk memancing kemarahan warga.
IAS juga percaya bahwa kampanye hitam seperti ini akan membuat simpati publik kepada MULIA akan semakin meningkat menjelang hari H. Khususnya bagi pemilih yang belum membuat keputusan soal siapa yang akan mereka pilih.
-

Pakar: Keterlibatan Jokowi Mengendorse Calon Kepala Daerah Bisa Turunkan Wibawa
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia, Prof Ibnu Hamad, menilai keterlibatan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengendorse calon kepala daerah, khususnya pada Pilkada DKI Jakarta, dapat menurunkan kelas atau wibawa seorang mantan presiden.
“Seorang mantan presiden bukan ketua umum partai atau pimpinan partai politik. Jika beliau terlalu dalam terlibat dalam mendukung salah satu calon, itu berpotensi menurunkan wibawa atau kelas sebagai mantan presiden,” ungkap Prof Ibnu Hamad, saat wawancara pada program Apa Kabar Indonesia malam yang disiarkan TVOne, dikutip Jumat (22/11/2024).
Namun, juru bicara kepresidenan, Rido Mustofa Faruq, memberikan pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa keterlibatan mantan presiden Jokowi dalam mendukung calon tertentu merupakan hak pribadi sebagai warga negara.
“Setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik untuk mendukung siapa yang dianggap layak,” ujar Rido.
Sebelumnya, Mantan Presiden Joko Widodo memberikan endorsement politik kepada Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta 2024. Ridwan, calon gubernur nomor urut satu, mengunjungi Jokowi di Solo untuk berdiskusi mengenai masa depan Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Ridwan banyak menerima nasihat dari Jokowi mengenai pengalaman beliau saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Arahan yang diberikan oleh Jokowi kepada Ridwan adalah hal-hal prinsip tentang membangun kota yang harus adil, menjadi pemimpin yang pancasilais, dan merangkul semua orang.
“Jadi pemimpin yang harus paham tantangan masa depan yang mungkin lima tahun ke depan beda seperti apa. Saya belajar dari keteladanan Pak Jokowi saat jadi gubernur,” katanya.
-

Pilkada Serentak 2024, Said Didu Ajak Pemilih Tak Pilih Calon yang Didukung Jokowi
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pilkada serentak 2024 yang puncaknya berlangsung pada 27 November mendatang, semakin dekat. Pesan untuk memilih calon kepala daerah baik gubernur, bupati, dan wali kota bermunculan.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu tidak ketinggalan memberikan masukan kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya pada pilkada tahun ini.
Said Didu secara khusus mengajak warga Indonesia untuk tidak memilih calon kepala daerah yang didukung mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Dia membeberkan sejumlah asalan sehingga publik harus menghindari untuk memilih calon yang didukung Jokowi.
“Jika ingin negara/daerah :
1) bebas korupsi
2) bebas penggusuran rakyat
3) bebas narkoba
4) bebas judi online
5) bebas nepotisme dan dinasti
6) bebas dari kekuasaan oligarki
caranya: Jangan pilih calon yang didukung Joko Widodo,” tulis Said Didu dikutip dari media sosialnya, Jumat (22/11).Diketahui, pada pilkada serentak 2024 mendatang, Jokowi diketahui terang-terangan mendukung beberapa calon kepala daerah. Dukungan Jokowi terhadap cakada yang paling disorot di antaranya pasangan cagub/cawagub Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono.
Selain di pilgub Jakarta, Jokowi juga terang-terangan memberikan dukungan terhadap calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.
Kemudian di Pilgub Sumatera Utara (Sumut) ada menantunya, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Surya, serta beberapa calon kepala daerah lain yang mendapat dukungan langsung dari Jokowi. (fajar)

