Category: Fajar.co.id Nasional

  • Ustaz Fakhrurrazi Puji Mens Rea Pandji, tapi Titip Pesan Ini

    Ustaz Fakhrurrazi Puji Mens Rea Pandji, tapi Titip Pesan Ini

    Ia menyinggung kemungkinan adanya candaan yang menyentuh aspek fisik seseorang.

    Baginya, jika itu terjadi dan dilakukan tanpa kehati-hatian, perlu ada refleksi diri.

    “Niat seandainya dalam konten-konten yang ada, ada kata-kata yang menghina secara fisik nih. Secara fisik dan ini adalah ciptaan Allah. Maka, kita luruskan niat kita,” ucapnya.

    Ustaz Fakhrurrazi menegaskan, jika candaan tersebut semata-mata untuk hiburan dan tanpa niat edukatif, maka sikap terbaik adalah meminta maaf dan bertobat.

    “Kalau itu hanya untuk lucu-lucuan, kita minta maaf dan kita bertobat pada Allah. Minta ampun aja sama Allah. Beristighfar, astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah. Kenapa? Karena khawatir itu akan dipertanyakan di akhirat,” jelasnya.

    Meski begitu, ia menilai situasinya akan berbeda jika tidak ada unsur kesengajaan untuk menghina.

    “Nah, tapi kalau niatnya untuk memberikan fakta dan tidak ada kesengajaan menghina, itu lain cerita,” lanjutnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada salahnya meminta maaf secara terbuka jika memang terdapat kekeliruan.

    “Tapi kalau ada niat (menghina), maka tidak apa-apa secara gentleman meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi,” tegasnya.

    Di akhir pernyataannya, Ustaz Fakhrurrazi memberikan apresiasi terhadap Mens Rea yang menurutnya menyuguhkan banyak fakta penting dengan balutan humor yang segar.

    “Kemudian yang terakhir, saya ingin mengapresiasi acara Mens Rea ini luar biasa. Banyak fakta-fakta yang terungkap dengan jokes-jokes yang renyah,” tandasnya.

    Ia berharap polemik ini tidak memperlebar jurang perpecahan di tengah masyarakat, serta mengajak semua pihak saling memahami peran masing-masing.

  • Diwarnai 2 Kartu Merah, Juku Eja Takluk di Kandang Sendiri, Tren Kekalahan PSM Makassar Masih Berlanjut

    Diwarnai 2 Kartu Merah, Juku Eja Takluk di Kandang Sendiri, Tren Kekalahan PSM Makassar Masih Berlanjut

    FAJAR.CO.ID,PAREPARE — PSM Makassar kembali gagal meraih poin di laga penutup paruh pertama Super League 2025/2026.

    PSM kembali menelan kekalahan sekaligus jadi kekalahan empat beruntun yang diderita.

    Di pekan ke-17 ini, PSM harus kehilangan poin usai menelan kekalahan dari Bali United.

    Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Jumat (9/1/2026) berakhir dengan skor PSM Makassar 0-2 Bali United

    Satu gol yang tercipta di babak pertama ini lahir di menit pertama lewat lesatan Mirza Mustavic.

    Dan satu gol lainnya tercipta di penghujung babak kedua tepat menit ke-90+4 lewat Thijmen Goppel

    PSM dilaga ini harus bermain dengan sembilan pemain usai Syahrul Lasinari dan Ananda Raehan diganjar kartu merah.

    Sepanjang 90 menit pertandingan, tim tuan rumah PSM Makassar terus berusaha menyamakan kedudukan sayang segala upaya yang dilakukan selalu gagal.

    Jalannya Pertandingan

    Tim tamu Bali United tampil mengejutkan dengan langsung menciptakan gol di menit pertama.

    Memanfaatkan kelegahan pemain belakang PSM, Mirza Mustavic dengan tenang menempatkan bola ke gawang Reza Arya Pratama.

    Tertinggal tidak membuat PSM kendor, di menit keenam peluang emas dari Alex Tanque masih mampu dihalau oleh lawan.

    Dua menit kemudian PSM lagi-lagi mengancam, lewat set piece sepakan dari Savio Roberto masih melebar tipis.

    Bali United bukannya tanpa tekanan, di menit ke-10 mereka hampir menggandakan keunggulan kesiapan dari Reza Arya membuat gawang terhindar dari kebobolan.

    Di menit ke-21 PSM Makassar hampir menyamakan kedudukan. Lewat skema sepak pojok bola liar di dalam kotak pinalti masih mampu diamankan lawan.

  • Refly Harun: Bayangkan Jika Rakyat Tahu Ijazah Jokowi Palsu

    Refly Harun: Bayangkan Jika Rakyat Tahu Ijazah Jokowi Palsu

    Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan bentuk provokasi, melainkan analisis atas potensi reaksi publik.

    “Saya tidak memprovokasi, tapi ini menganalisis. Mungkin gak terjadi penjarahan seperti yang dialami oleh para anggota DPR hanya karena joget-joget aja,” imbuhnya.

    Refly bahkan menyinggung kemungkinan aksi massa yang lebih besar apabila kebenaran tersebut terungkap.

    “Bayangkan. Joget-joget aja itu di jarah rumahnya. Bagaimana kalau rakyat tahu bahwa ijasanya benar-benar palsu?,” Refly menuturkan.

    Lanjut Refly, kondisi tersebut bisa berujung pada aksi main hakim sendiri yang berpotensi menghancurkan fondasi kekuasaan politik yang telah dibangun.

    “Bisa bayangkan gak? Tiba-tiba kemudian orang datang ramai-ramai ke Solo, melakukan yang namanya street justice, maka hancurlah dinasti politiknya,” tandasnya.

    Pakar Hukum Tata Negara itu menilai, skenario inilah yang menjadi kekhawatiran utama Jokowi dan lingkaran kekuasaannya jika isu tersebut terbukti.

    “Nah itu yang sebenarnya dikhawatirkan oleh dinasti ini, oleh Jokowi, kalau seandainya ini terbukti,” jelasnya.

    Refly menambahkan, karena dampaknya tidak ringan, isu tersebut disebut dipertahankan dengan segala cara.

    “Jadi gak ringan, karena itu dia at all cost mempertahankan ini,” tegasnya.

    Di sisi lain, Refly juga menyinggung faktor kejenuhan publik dalam mengawal isu-isu besar. Menurutnya, hal itu kerap dimanfaatkan untuk meredam tekanan.

    “Dan kemudian memanfaatkan kalian punya mental. Mudah jenuh untuk mengawal sebuah isu,” ucapnya.

    Refly bilang, seiring waktu, isu tersebut berpotensi meredup karena dianggap tidak penting oleh sebagian masyarakat.

  • Keluarga Kecewa Kasus Diplomat Arya Daru Dihentikan Polisi: Kematian Almarhum Tidak Wajar dan Misterius

    Keluarga Kecewa Kasus Diplomat Arya Daru Dihentikan Polisi: Kematian Almarhum Tidak Wajar dan Misterius

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pihak keluarga Diplomat Arya Daru kecewa. Setelah Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kematian korban.

    Kekecewaan keluarga itu, diungkapkan melalui kuasa hukumnya, Nicholay Aprilindo. Dia mengatakan terbitnya surat penghentian penyelidikan (SP2Lidik) dari Polda Metro Jaya membuat keluarga kecewa.

    Dia menyoroti belum ditemukannya peristiwa pidana dalam surat polisi. Menurut dia, frasa tersebut mengisyaratkan peluang adanya tindak pidana tetap terbuka sehingga proses hukum seharusnya tidak ditutup.

    “Keluarga sangat kecewa. Kami akan menempuh langkah hukum berdasarkan ketentuan KUHAP yang baru berlaku awal Januari ini,” kata Nicholay kepada jurnalis, Jumat (9/1/2026).

    Pihak keluarga menilai ada kejanggalan teknis yang tidak didalami penyidik. Seperti fakta otopsi yang menunjukkan adanya luka memar di kepala, leher, dan dada akibat kekerasan benda tumpul.

    Tidak hanya itu, plastik dan lakban yang melilit kepala korban saat ditemukan tidak dihadirkan sebagai barang bukti utama. Alasannya karena sudah digunting di lokasi kejadian.

    “Kematian almarhum tidak wajar dan misterius. Adalah tugas penyelidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti, bukan justru membebankannya kepada keluarga korban,” ujar Nicholay.

    Dia juga menyayangkan absennya tindakan ekshumasi serta tidak adanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diterima keluarga selama proses berlangsung.

    Kecurigaan keluarga semakin menguat mengingat keterangan penjaga indekos di Menteng yang dinilai berubah-ubah.

  • Soroti Kasus Nadiem Makarim, Iman Zanatul Haeri Singgung Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden Era Jokowi

    Soroti Kasus Nadiem Makarim, Iman Zanatul Haeri Singgung Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden Era Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri angkat suara terkait dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

    Dia menyinggung salah satu tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Jusist Tan yang kini menjadi buronan. Dia menilai, dalam kasus dugaan korupsi tersebut bisa saja membela Nadiem Makarim. “Semestinya, Jurist Tan bisa membela Nadiem, tapi memilih buron,” kata Iman, Jumat (9/1).

    Dalam unggahannya, Iman mengingatkan kembali bahwa Jurist Tan yang saat ini buron, adalah staf khusus bidang pemerintahan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Karena jabatannya itu, dia dipastikan mengetahui banyak terkait kasus korupsi tersebut.

    Selain itu, Iman juga mengungkap jika Jurist Tan selama periode 2015-2019 ditengarai sebagaoi salah satu pihak yang dekat dengan lingkaran dalam presiden di era Joko Widodo (Jokowi).

    “Pada tahun 2015-2019, bekerja sebagai Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden masa pemerintahan Joko Widodo,” tandas Iman.

    Sementara itu, setelah heboh pengawalan TNI dalam sidang dengan terdakwa Nadiem Makarim, hingga tidak adanya kesempatan bicara terhadap awak media yang diberikan oleh jaksa, membuat Nadiem membuat pesan tertulis kepada masyarakat terkait apa yang perlu dia sampaikan.

    Adapun isi surat seperti yang dibacakan pengacaranya dan beredar di media sosial seperti berikut:

    Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp 809M kalau total omset Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp 621M? Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan?

  • Soal Pelaporan Pandji, PP Muhammadiyah Menolak Keras Pencantuman Nama Persyarikatan

    Soal Pelaporan Pandji, PP Muhammadiyah Menolak Keras Pencantuman Nama Persyarikatan

    MPKSDI juga mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan sosial seharusnya ditempuh secara arif dan bijaksana, terlebih ketika isu yang dibahas menyentuh ruang sensitif di tengah masyarakat.

    MPKSDI menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun, tanggung jawab atas langkah tersebut berada sepenuhnya kepada pihak yang melakukan.

    Tindakan hukum yang ditempuh secara personal atau oleh kelompok tertentu, kata MPKSDI, tidak bisa diklaim sebagai keputusan resmi Muhammadiyah.

    Dalam pernyataan yang sama, MPKSDI juga mengajak generasi muda untuk menjaga etika dalam komunikasi publik.

    “Muhammadiyah mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman,” Bachtiar menuturkan.

    Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama yang dikaitkan dengan pernyataan dalam acara bertajuk Mens Rea.

    “Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

    Sebelumnya, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

    Laporan itu terkait materi dalam pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea yang dianggap bermasalah.

    Pengaduan resmi tersebut dilayangkan pada Rabu (7/1/2025) dengan dugaan pencemaran nama baik.

    Dalam laporan itu, pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa potongan materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform saat pertunjukan Mens Rea berlangsung.

  • Prabowo Resmikan RI Swasembada Pangan: Ini Kemenangan yang Penting

    Prabowo Resmikan RI Swasembada Pangan: Ini Kemenangan yang Penting

    “Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” ujar Amran di tempat yang sama.

    Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), berdasarkan kerangka sampel area (KSA) amatan November 2025, produksi beras nasional 2025 diprediksi mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik tahunan sekitar 30-31 juta ton per tahun.

    Pengadaan beras tahun 2025 pun tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani any quality dengan harga Rp6.500 per kilogram.

    Cadangan beras pemerintah sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,25 juta ton pada awal 2026, seiring penyaluran beras untuk bencana serta pengendalian stok dan harga.

    Capaian itu mencerminkan stabilitas pasokan, keberpihakan harga kepada petani, dan kehadiran negara dalam tata kelola pangan. Dampaknya, petani kian semangat untuk berproduksi dengan jaminan harga dan kepastian serapan oleh Bulog.

    “Di saat [target swasembada beras] menjadi satu tahun, alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung, hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali. Kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Tadi, Bapak (Presiden Prabowo) janji empat tahun, kemudian berubah tiga tahun, kemudian satu tahun,” ujar Amran.

    Amran Terima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama

    Dalam kesempatan sama, Amran menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Tanda kehormatan itu diberikan atas jasanya dalam pencapaian target swasembada pangan 2025.

  • Puji Analisis Drone Emprit yang Tunjukan Ramainya Penolakan Pilkada DPRD, Saiful Mujani: Penolakan Sangat Solid

    Puji Analisis Drone Emprit yang Tunjukan Ramainya Penolakan Pilkada DPRD, Saiful Mujani: Penolakan Sangat Solid

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Ilmu Politik Saiful Mujani memuji analisis drone empirit. Terkait sentimen penolakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh DPRD.

    Walau populasi pengguna X, jauh lebih kecil dari jumlah pemilih di Indonesia secara keseluruhan. Dia menilai hal itu mengungkap hal lain.

    “Betul mas Fahmi. Populasi pengguna X memang kecil dibanding total pemilih di negeri ini,” ujar Saiful dikutip dari unggahannya di X, Jumat (9/1/2026).

    Karenanya, Saiful sendiri mengatakan berpegang pada survei opini publik nasional.

    “Karena itu kalau mau tahu sentimen pemilih tentang berbagai isu termasuk isu pilkada oleh DPRD, saya masih bersandar pada survei opini publik nasional, survei yang saintifik,” ucapnya.

    “Hasilnya representatif nasional bahwa rakyat di atas 80 persen nolak kepala daerah dipilih DPRD,” tambahnya.

    Survei tersebut, menurutnya sangat solid. Konsisten dari 2013 hingga saat ini.

    “Penolakan besar ini konsisten sejak survei pertama 2013 sampai terakhir Oktober 2025. Penolakan sangat solid. Jarang opini publik nasional sesolid begini,” terangnya.

    “Hampir konsensus rakyat nasional dalam menolak kepala daerah dipilih DPRD,” tambahnya.

    Sebelumnya, Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengungkapkan bahwa penolakan terhadap Pilkada oleh DPRD memang ramai dan emosional di media sosial, tetapi belum pernah benar-benar menyatu dalam satu suara kolektif.

    Kondisi ini, menurutnya, justru membuka ruang bagi manuver politik elite.

    “Bagi mereka yang berharap Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat, ada satu pesan penting dan tidak sepenuhnya nyaman dari data Drone Emprit, media sosial memang gaduh menolak, tetapi tidak pernah satu suara,” ujar Ismail di X @ismailfahmi (8/1/2026).

  • Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Whoosh tak Lagi Terdengar, Susno Duadji: Hallo KPK

    Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Whoosh tak Lagi Terdengar, Susno Duadji: Hallo KPK

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri , Susno Duadji mempertanyakan soal dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Woosh).

    Ini kembali dipertanyakannya lantaran soal dugaan korupsi dari kasus ini sebelumnya jadi pembahasan hangat.

    Hanya saja, belakangan ini perlahan-lahan soal Woosh sudah jarang kembali dibicarakan.

    Inilah yang kemudian jadi pertanyaan besar sekaligus mengundang sorotan Susno Duadji.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, ia mempertanyakan soal keberlanjutan proses penyelidikan proyek woosh ini.

    “Proses lidik dugaan korupsi proyek pengadaan kreta cepat Whoosh,”tulisnya dikutip Kamis (8/1/2026).

    Ia mempertanyakan soal proses penyelidikannya yang perlahan-lahan mulai hilang.

    Langkah KPK pun dipertanyakan olehnya, soal kasus ini sudah tidak lagi jadi bahan perbincangan dan belum mencapai titik akhirnya.

    “Koq seperti hilang. Nya-ris tak terdengar, hallo KPK,” terangnya.

    Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sudah masuk tahap penyelidikan.

    “Saat ini sudah pada tahap penyelidikan ya,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.

    Sementara itu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official.

    Yang mengungkapkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh.

    “Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” katanya.

  • Trucha Ingin Putus Tren Kekalahan saat Hadapi Bali United

    Trucha Ingin Putus Tren Kekalahan saat Hadapi Bali United

    FAJAR.CO.ID,PAREPARE — PSM Makassar membawa satu misi penting saat tampil berhadapan dengan Bali United.

    Di pekan ke-17 ini, PSM akan berhadapan dengan tim tangguh yakni Bali United

    Berstatus sebagai tuan rumah, laga ini bakal sulit untuk PSM Makassar karena lawan yang datang yaitu Bali United.

    Laga yang mempertemukan kedua tim ini akan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Jumat (9/1/2026) mulai pukul 20.00 WITA.

    Satu misi penting para tim PSM Makassar di laga ini adalah memutus rantai kekalahan.

    Tercatat di tiga pertandingan terakhir tim berjuluk Juku Eja ini, mereka sama sekali tidak mendapatkan poin.

    Ini menyusul di tiga pertandingan ini mereka menelan tiga kekalahan beruntun. Masing-masing dari Malut United, Persib Bandung dan Borneo FC.

    Menghadapi Bali United, pemain belakang PSM Makassar Syahrul Lasinari menyebut timnya datang dengan ambisi.

    Ambisi yang dibawa adalah memutus rantai kekalahan yang didapatkan.

    Satu cara yang disebut Lasinari untuk memutus rantai ini tentunya dengan meraih kemenangan.

    “Hanya dengan kemenangan kami bisa memutus hasil buruk dari pertandingan-pertandingan sebelumnya,” katanya di sesi konferensi pers jelang laga, Kamis (8/1/2026).

    Belum lagi, status pertandingan ini adalah laga penutup PSM di putaran pertama Super League 2025/2026.

    Karena itu, Syahrul Lasinari berambisi untuk mengakhirinya dengan manis tentunya dengan hasil tiga poin.

    “Kami bertekad meraih kemenangan melawan Bali United,”tegasnya

    (Erfyansyah/fajar)