Category: Fajar.co.id Ekonomi

  • Lowongan Kerja BUMN Mulai Dibuka, Peluang Talenta Terbaik Indonesia

    Lowongan Kerja BUMN Mulai Dibuka, Peluang Talenta Terbaik Indonesia

    Untuk memastikan SDM yang berkualitas, kata Afriwandi, rekrutmen menjadi langkah penting yang harus dilakukan perusahaan dalam memperoleh talenta yang kompeten.

    “Kami senantiasa memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh talenta terbaik, sejalan dengan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi yang dijalankan TelkomGroup di lingkungan kerja,” ujar Afriwandi.

    Lebih lanjut Afriwandi menyampaikan rekrutmen ini bisa mendukung optimalisasi dan sinergi pengelolaan talenta TelkomGroup, karena melibatkan Telkom dan anak perusahaannya. Pendaftaran program Rekrutmen Bersama BUMN 2025 dibuka mulai 7-16 Maret 2025.

    Para talenta muda diharapkan segera mempersiapkan diri dan mendaftar melalui link rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id sebelum batas waktu yang ditentukan, mengingat kuota pendaftar yang terbatas.

    “TelkomGroup tidak hanya menjadi tempat bekerja, tapi juga untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi nyata dalam memajukan Indonesia. Ini menjadi kesempatan baik bagi talenta Indonesia dalam mengembangkan diri dan mewujudkan manfaat bersama TelkomGroup,” pungkas Afriwandi.

    Bagi para pelamar yang ingin kenal lebih detail dengan bidang pekerjaan maupun pengalaman nyata para karyawan yang sukses berkarya di bidang pekerjaannya, dapat mengunjungi laman https://careers.telkom.co.id/, dan akun media sosial resmi @livingintelkom, maupun akun resmi anak perusahaan Telkom lainnya.

    Telkom telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016, sehingga seluruh proses Rekrutmen Bersama BUMN tidak dipungut biaya apapun. (fajar)

  • Perluas Aksesibilitas Masyarakat, DPLK BRI Jalin Kerja Sama dengan Bank Raya Melalui Digitalisasi Dana Pensiun

    Perluas Aksesibilitas Masyarakat, DPLK BRI Jalin Kerja Sama dengan Bank Raya Melalui Digitalisasi Dana Pensiun

    Dengan kehadiran layanan ini, aplikasi Raya menjadi bank digital pertama di Indonesia yang menyediakan fitur dana pensiun yang tercatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Sebagai informasi, BRIFINE by DPLK BRI yang terintegrasi dalam aplikasi Raya menawarkan berbagai fitur unggulan, antara lain:

    Akses digital yang mudah – Seluruh proses perencanaan dan pengelolaan dana pensiun dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Raya.

    Fleksibilitas dan personalisasi – Nasabah dapat menyesuaikan perencanaan dana pensiun sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial dan profil risiko masing-masing.

    Fitur BRIFINE yang komprehensif – BRIFINE di aplikasi Raya dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk pendaftaran, informasi saldo & pengembangan, dan top-up saldo. Adapun fitur yang sedang dalam tahap pengembangan diantaranya add account BRIFINE, pengaturan autopayment, dan mutasi transaksi.

    Pada kesempatan terpisah, Direktur Wholesale & Institution Business BRI Agus Noorsanto mewakili Pendiri DPLK BRI menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperluas ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Transformasi digital yang dijalankan BRI tidak hanya berfokus pada layanan transaksi perbankan, tetapi juga mencakup perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan dana pensiun dengan lebih mudah, fleksibel, dan aman,” pungkasnya.

    Berdasarkan besaran Asset Under Management (AUM), pada tahun 2024 DPLK BRI meningkatkan posisi market sharenya di industri DPLK Indonesia menjadi peringkat kedua dari sebelumnya di peringkat ketiga. Jumlah peserta DPLK BRI di tahun lalu meningkat menjadi 660ribu atau merupakan 23% dari total peserta DPLK nasional. Peningkatan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap DPLK BRI dalam mengelola dana pensiun secara optimal.

    DPLK BRI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi dana pensiun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan dukungan dari Bank Raya, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi produk dana pensiun digital serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

  • Sinergi BRI dan BPJS Ketenagakerjaan Dorong Inklusi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal

    Sinergi BRI dan BPJS Ketenagakerjaan Dorong Inklusi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau Pekerja Informal.

    Melalui program Kebut Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di AgenBRILink 2024, BRI bersama-sama dengan BPJS Ketenagakerjaan memberikan penghargaan kepada AgenBRILink terbaik yang berperan aktif dalam memperluas akses perlindungan sosial bagi pekerja informal.

    Salah satu pencapaian luar biasa dalam program ini diraih oleh Narsun dari AgenBRILink BRILIANT COMMUNICA. Dengan mendaftarkan 7.215 Pekerja BPU menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, ia berhasil memenangkan Grand Prize berupa mobil. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan angka, tetapi juga dampak sosial yang nyata bagi masyarakat pekerja informal di Indonesia.

    AgenBRILink merupakan inovasi BRI dalam memperluas layanan keuangan sekaligus menjadi penggerak dalam memperkenalkan jaminan sosial kepada Pekerja BPU. Dengan jaringan yang menjangkau lebih dari 80% desa di Indonesia, AgenBRILink telah menjadi garda terdepan dalam mendorong perlindungan sosial yang lebih luas.

    Senior Executive Vice President (SEVP) BRI Muhammad Candra Utama menegaskan bahwa AgenBRILink bukan hanya sarana transaksi keuangan, tetapi juga menjadi solusi bagi pekerja informal untuk mendapatkan perlindungan sosial. ”Dengan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan, BRI memastikan bahwa semakin banyak masyarakat yang memiliki jaring pengaman sosial dari risiko pekerjaan”, jelasnya.

  • Kehadiran Indonesia Airlines Tamparan bagi Indonesia, Pengusaha Lebih Percaya Berbinis di Singapura Dibanding di Negeri Sendiri

    Kehadiran Indonesia Airlines Tamparan bagi Indonesia, Pengusaha Lebih Percaya Berbinis di Singapura Dibanding di Negeri Sendiri

    “Ini merupakan tamparan bagi kita, mengapa Indonesia Airlines didirikandi Si ngapura dengan badan hukum di Singapura. Itu kan menunjukkan sebetulnya bahwa orang Indonesia saja tidak percaya sama negerinya maka dia berbisnis sampai ke Singapura,” kata Rhenald.

    Ia menyoroti kemudahan berbisnis di Singapura yang lebih menarik bagi investor dibandingkan dengan kondisi di Indonesia.

    “Di Singapura itu gampang mendirikan perusahaan, gampang juga keluar, gampang cari dana, dan akhirnya bisa disimpulkan jadi murah di Singapura itu,” tambahnya.

    Rhenald juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kondisi non-ekonomi di Indonesia, seperti regulasi investasi, stabilitas politik, dan pemberantasan korupsi.

    Menurutnya, banyak negara lain yang berupaya memperbaiki ekosistem bisnis mereka untuk menarik investasi, sementara di Indonesia masih terus disibukkan dengan pemberitaan mengenai korupsi dan ketidakstabilan politik.

    “Ini jelas jadi tamparan bagi kita. Kita harus bertanya apa yang sedang terjadi dengan non-ekonomi di negara kita. Kita lihat dari negara-negara lain, upaya untuk memperbaiki aspek non-ekonomi ini kuat sekali sehingga kemudian biaya untuk berinvestasi menjadi sangat efisien,” katanya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah penciptaan lapangan kerja, bukan justru kehilangan pekerjaan akibat ketidakpastian ekonomi.

    “Jadi menurut hemat saya, ini saatnya kita melakukan evaluasi karena ini adalah job creation dan setiap hari kita dengar berita bukan job creation tapi job lost, yaitu orang-orang yang kehilangan pekerjaan. Kita harus lebih jujur melihat situasi ini,” tutup Rhenald.

  • Eks Stafsus Kemenkeu Respons Keterlambatan Publikasi Kinerja APBN, Ini Penjelasannya

    Eks Stafsus Kemenkeu Respons Keterlambatan Publikasi Kinerja APBN, Ini Penjelasannya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Eks Stafsus Menkeu, Prastowo Yustinus menyoroti tajam terkait Publikasi APBN dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

    Melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya, Prastowo Yustinus mengaku dapat pertanyaan terkait rilis APBN yang tertunda.

    Kabar publikasi APBN yang disebut bakal dipublikan pada awal pekan depan ini disebutnya sebagai kabar baik.

    “Tentang publikasi realisasi APBN saya banyak mendapat pertanyaan tentang rilis APBN KiTa, yang biasanya dilakukan bulanan dan kini agak tertunda,” katanya dikutip Rabu (12/3/202).

    “Saya mendengar kabar awal pekan depan konpers APBN akan dilakukan. Tentu ini kabar baik dan diharapkan menjadi sinyal positif,” ujarnya.

    Menurutnya keterlambatan publikasi yang dilakukan oleh Kemenkeu karena adanya penyesuaian.

    Selain itu, ada juga pengaturan teknis dan tentunya penyesuaian di lapangan yang harus dilakukan.

    “Dugaan saya, ini sekadar penyesuaian. Kenapa? Di awal tahun ada kebijakan efisiensi sesuai Inpres 1/2025. Lalu perlu pengaturan teknis dan penyesuaian di lapangan,” sebutnya.

    “Termasuk implementasi Coretax, Danantara, dan insentif. Satu bulan awal mungkin banyak digunakan utk adjustment. Jadi mengcapture fenomena satu bulan blm tentu mencerminkan kinerja yg sebenarnya,” tambahnya.

    “Jika konpers untuk dua bulan pelaksanaan APBN, kemungkinan lebih mendekati realitas lapangan karena denyut APBN baik belanja maupun penerimaan sudah terasa. Toh dengan banyak penyesuaian di awal, hasil dua bulan sangat mungkin berbeda dengan kinerja bulan-bulan selanjutnya,” tuturnya.

  • Kemenkeu Belum Rilis Kinerja APBN Bulan Januari 2025, Stefan Antonio: Alasannya Sibuk, Sibuk Ngutak Atik

    Kemenkeu Belum Rilis Kinerja APBN Bulan Januari 2025, Stefan Antonio: Alasannya Sibuk, Sibuk Ngutak Atik

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum merilis terkait Kinerja APBN bulan Januari 2025.

    Kemenkeu memastikan pengumuman kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara atau biasa disebut APBN Kinerja dan Fakta (APBNKita) periode Januari 2025 akan dilakukan pada Senin (17/3/2025). 

    Jadwal ini mundur dari rencana awal pada minggu ini atau dalam kisaran 10 Maret 2025 hingga 14 Maret 2025. 

    Hal inilah yang kemudian disoroti tajam oleh pegiat media sosial, Stefan Antonio.

    Melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya, Stefan Antonio mempertanyakan alasan Kinerja APBN bulan Januari yang tak kunjung dirilis.

    “Rilis Publikasi Kinerja APBN bulan Januari
    blom dirilis alasannya kementerian sibuk ??!!!,” tulisnya dikutip Rabu (12/3/2025).

    Padahal menurutnya ini adalah agenda rutin bulanan yang memang sudah berjalan selama ini.

    Ia pun merasa heran dengan alasan Kemenkeu yang menjadikan sibuk sebagai alasan.

    “Ini Agenda Rutin Bulanan yang udah berjalan rutin selama ini,” sebutnya.

    “Trus skarang belum rilis karena alasannya sibuk? Maksudnya sibuk ’ngutak atik’ Laporan
    ya Buk @smindrawatii ??!!!,” tegasnya.

    Stefan Antonio pun menyindir terkait prilaku ini dan menyebut hal ini juga menjadi alasan investor asing ketakutan.

    “Prilaku kayak begini gimana gak bikin Investor Asing tambah Ketakutan? Mereka menilai Negara tidak transparan dalam Pengelolaan Keuangan Negara, adduh,” pungkasnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Setelah Investor, Ormas Juga Ganggu Industri Mebel

    Setelah Investor, Ormas Juga Ganggu Industri Mebel

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kembali berulah, Organisasi Masyarakat (Ormas), melakukan perlakuan yang sama ke industri mebel dan hambat pertumbuhan, setelah sebelumnya dilakukan di Investor.

    Dampak dari perlakuan Ormas tersebut, mengakibatkan kerugian hingga ratusan triliun rupiah.

    Gangguan dari organisasi ini, terang-terangan dikeluhkan oleh pelaku industri mebel, karena memberikan hambatan terhadap pertumbuhannya.

    Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobit menilai aktivitas organisasi masyarakat (ormas) menghambat industri mebel di Indonesia.

    ia juga menilai kondisi ini membuat Indonesia kalah saing dengan Vietnam, yang memiliki lingkungan investasi lebih kondusif. Dalam catatan tidak menghambat ekspor.

    “Kami sedang berjuang menghadapi negara yang sudah bersih dari hal-hal ormas, seperti Vietnam. Mereka bisa bertumbuh, sedangkan di sini masih menghadapi masalah tersebut,” ungkap Abdul, dikutip Selasa (11/3/2025).

    Tidak hanya itu, HIMKI juga meminta secara terbuka kepada pemerintah agar segera menertibkan para Ormas.

    Bercermin dari Vietnam, yang sukses mengekspor mebel senilai 20 juta dolar AS, berkat lingkungan investasi kondusif dan perjanjian perdagangan bebas.

    Pasalnya, gangguan ormas di kawasan industri menyebabkan kerugian hingga ratusan triliun, dan menghambat investasi baru.

    (Besse Arma/Fajar)

  • Punya Dana Rp13 Triliun, Muhammadiyah Akan Luncurkan Bank Syariah pada Pertengahan Tahun 2025

    Punya Dana Rp13 Triliun, Muhammadiyah Akan Luncurkan Bank Syariah pada Pertengahan Tahun 2025

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Organisasi Islam Muhammadiyah dalam waktu dekat akan memiliki bank syariah sendiri. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, Mukhaer Pakkana.

    Mukhaer menjelaskan, dasar rencana pendirian bank ini adalah sebagai wadah yang menaungi ekosistem bisnis atau amal usaha Muhammadiyah yang banyak dan luas, antara lain sekolah dasar/MI, sekolah menengah/MTs, sekolah menengah atas (SMA)/SMK/MA, pondok pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, panti jompo, dan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).

    “Alhamdulillah ini lagi proses dan ini memang amanah muktamar. Bukan saja muktamar di Solo (2022, tapi juga sejak muktamar di Makassar (2015),” ujarnya, Senin (10/3/2025).

    Mukhaer menambahkan, Bank Syariah Muhammadiyah (BSM) bisa diluncurkan pada pertengahan 2025. Saat ini, pihaknya sedang mengurus proses perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Mudah-mudahan, doakan saja, Insya Allah pertengahan tahun ini Bank Syariah Muhammadiyah sudah launching,” ujarnya.

    Muhammadiyah akan memanfaatkan jaringan organisasinya dan amal usaha Muhammadiyah (AUM) untuk memperluas layanan BSM ke berbagai daerah.

    Selain itu, rencana pendirian bank ini juga untuk menghimpun dana-dana yang dimiliki Muhammadiyah yang kini tersebar di sejumlah bank syariah.

    Termasuk dana sebesar Rp 13 triliun yang pernah ditarik Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tahun lalu. (Pram/Fajar)

  • Petugas Tol Makassar Bakal Ditambah Dua Kali Lipat, Persiapan Mudik Momen Lebaran Idulfitri

    Petugas Tol Makassar Bakal Ditambah Dua Kali Lipat, Persiapan Mudik Momen Lebaran Idulfitri

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengelola akan menambah petugas tol Makassar menjadi dua kali lipat. Dalam rangka momentum hari raya Idulfitri.

    “Kita dua kali kekuatan dari semula, petugas kita dobel,” kata Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan saat ditemui di Hotel Claro, Makassar, Senin (10/3/2025).

    Ismail mengatakan pada dasarnya momentum lebaran atau mudik di Makassar tidak terlalu berdampak signifikan terhadap jumlah kendaraan yang melintas di tol.

    Meski begitu, ia mengaku pihaknya akan tetap berkomitmen menyukseskan momentum tersebut.

    “Jadi sebetulnya bukan arus mudik kalau di Makassar. Tapi arus belanja,” terangnya.

    Hal senada disampaikan Manajer Operasional Tol Makassar, Muhammad Syaiful. Ia mengatakan selama ini belum ada kejadian signifikan di momen mudik lebaran.

    Meski demikian, kata dia petugas terus bersiaga. Selain dari internal, juga aparat kepolisian.

    “Kita menyediakan tambahan petugas di titik-titik rawan yang bertugas selama 24 jam,” terangnya.

    Soal diskon tol sebagaimana instruksi pemerintah pusat. Ia mengatakan belum berlaku untuk Makassar.

    “Pemerintah mengimbau diprioritaskan sebenarnya pada jalur mudik. Terutama trans Jawa dan Sumatera,” tandasnya. (Arya/Fajar)

  • Pengusaha Hotel di Sulsel Curhat Pendapatan Anjlok Gara-gara Efisiensi, Karyawan Jadi Korban Pemecatan

    Pengusaha Hotel di Sulsel Curhat Pendapatan Anjlok Gara-gara Efisiensi, Karyawan Jadi Korban Pemecatan

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berdampak pada tingkat hunian hotel. Dampaknya, pendapatan hotel anjlok.

    Itu dikeluhkan Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel). Tingkat hunian atau okupansi yang turun, terjadi pada seluruh hotel.

    “Udah sangat dan sangat berdampak. Gak enak aja saya mau nangis ini untuk menceritakan apa adanya gitu loh,” kata Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga saat ditemui di Balai Kota Makassar, Senin (10/3/2025).

    Anggiat memberi ilustrasi. Saat ini lobi hotel ternama di Makassar, Claro Hotel sudah sepi.

    “Teman-teman wartawan lihat lobinya Claro. Sangat berdampak sekali karena terlanjur established pasar pemerintah untuk Makassar itu memberi kontribusi antara 40-50 persen,” jelasnya.

    Ketika dilakukan efisiensi, pasar tersebut hilang. Sehingga sulit mencari gantinya.

    “Karena 40-50 persen kan besar sekali. Tidak bisa dengan sim salabim langsung ada subtitusi pengganti. Tidak mungkin,” terangnya.

    Imbasnya, okupansi hotel yang anjlok, kata Anggiat membuat sejumlah hotel melakukan pemutusan hubungan kerja. Hampir seluruh hotel di Sulsel melakukannya.

    “Hampir semua hotel. Hampir semua. Sebut aja hotel apa. Sebut hotelnya. Hampir semua,” imbuhnya.

    Anggiat membahasakan pemutusan hubungan kerja itu sebagai dirumahkan. Ketika pendapatan stabil, maka akan kembali dipanggil.

    “Kita minta komitmen kepada semua karyawan. Kalau nanti kondisi udah mulai stabil, orang yang pertama atau tiba-tiba ada event. Misal kita butuh, kita panggil,” ucapnya.