Category: Fajar.co.id Ekonomi

  • Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak, Tembus Rp7.000 Triliun, Pinjaman Terbesar dari Singapura

    Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak, Tembus Rp7.000 Triliun, Pinjaman Terbesar dari Singapura

    “ULN pemerintah tetap terkendali. Posisi ULN pemerintah pada Januari 2025 sebesar USD 204,8 miliar atau tumbuh sebesar 5,3% (yoy),” kata Ramdan dalam keterangannya, Senin (17/3/2025).

    Perkembangan ULN dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia,”

    Sumber Utang Luar Negeri Indonesia

    Dari transaksi utang, ULN Indonesia paling banyak dari China. Sementara utang dari negara lain seperti Singapura dan Amerika Serikat (AS) cenderung menurun.

    Namun secara angka, Indonesia paling banyak berutang pada Singapura. Nilai Utang Luar Negeri Indonesia dari Singapura mencapai USD 55,7 miliar.

    Kemudian ULN Indonesia dari Amerika Serikat tercatat sebesar USD 27,6 miliar, dan Cina USD 23,2 miliar.

    Sementara pengelompokan ULN Indonesia berdasarkan lembaganya, utang paling besar dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, anak usaha Bank Dunia.

    Total utang mencapai USD20,99 miliar pada Januari 2025, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 21,45 miliar.

    Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto yang turun menjadi 30,3 persen pada Januari 2025, dibandingkan 30,5 persen pada Desember 2024. ULN juga didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,7 persen dari total ULN. (fajaronline)

  • Utang Bank Indonesia Melonjak Dua Kali Lipat Akibat Penerbitan SRBI

    Utang Bank Indonesia Melonjak Dua Kali Lipat Akibat Penerbitan SRBI

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Januari 2025 sebesar 427,5 miliar Dolar AS atau setara Rp6.968,25 triliun (asumsi kurs Rp16.300 per Dolar AS). ULN Bank Indonesia mencatat kenaikan paling pesat, hampir dua kali lipat selama setahun.

    Utang Luar Negeri atau ULN Bank Indonesia hingga akhir Januari 2025 tercatat sudah mencapai 28,31 miliar Dolar AS. Kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni hanya sebesar 14,61 miliar Dolar AS.

    Bahkan, ULN Bank Indonesia dalam lima tahun telah naik sekitar 10 kali lipat dari posisi Januari 2020 yang hanya 2,82 miliar dolar AS. Sementara ULN Pemerintah dalam periode yang sama sudah turun 0,08 persen dan ULN Swasta turun 3,59 persen.

    Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky menjelaskan, lonjakan ULN Bank Indonesia pertama terjadi pada Agustus 2021 lalu. Saat itu, Bank Indonesia “dipaksa” berutang oleh International Monetary Fund (IMF).

    IMF membagi cadangan devisa kepada seluruh anggotanya sesuai kuota saham, namun mencatatnya sebagai utang bank sentral masing-masing. Posisi ULN BI per Juli 2021 sebesar 2,84 miliar Dolar AS menjadi 9,17 miliar dolar AS per Agustus 2021.

    “Laju kenaikan ULN Bank Indonesia selanjutnya disebabkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejak September 2023,” ungkap Awalil dikutip dari Republika.

    SRBI merupakan instrumen surat utang yang dikeluarkan BI berjangka pendek, antara lain enam bulan, sembilan bulan dan 12 bulan. SRBI yang dibeli pihak asing tercatat sebagai utang luar negeri atau ULN.

  • Bursa Efek Disuspend karena Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok Lebih 5 Persen, Said Didu: Indonesia Gelap

    Bursa Efek Disuspend karena Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok Lebih 5 Persen, Said Didu: Indonesia Gelap

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pemberlakuan sementara perdagangan pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Hal tersebut menuai sorotan.

    Eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara, Muhammad Said Didu, salah satu yang menanggapi peristiwa itu. Ia menyebut Indonesia gelap dengan tagar.

    “#indonesiagelap. SOS,” tulis Said Didu dikutip dari unggahannya di X, Selasa (18/3/2025).

    Pasalnya, kata Didu, kebijakan itu diambil karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 5 persen.

    “Saat ini Bursa Efek Jakarta disuspend (penghentian penjualan saham) karena indeks harga saham gabungan turun lebih 5% – sementara harga saham negara lain naik,” ujarnya.

    Dikutip dari Antara, Trading halt diberlakukan agar perdagangan tidak semakin anjlok akibat kepanikan, sekaligus memberikan waktu bagi investor untuk mencerna situasi dan mengambil keputusan dengan lebih rasional.

    Mekanisme trading halt bukan hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga di banyak bursa saham di dunia, termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea Selatan.

    Fungsinya sama, yaitu sebagai rem otomatis untuk menghindari jatuhnya indeks secara berlebihan dalam waktu singkat.

    Sejarah menunjukkan bahwa pasar saham cenderung bereaksi secara emosional terhadap berita buruk, sehingga mekanisme ini membantu menenangkan situasi dan mencegah aksi jual yang lebih besar.

    Dalam sistem perdagangan di Indonesia, trading halt dipicu oleh beberapa kondisi. Jika IHSG mengalami penurunan lebih dari 5 persen dalam satu sesi perdagangan, maka bursa akan menghentikan perdagangan selama 30 menit.

  • IHSG Turun Tajam, Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

    IHSG Turun Tajam, Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan Selasa (18/3/2025), dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

    Menurut Airlangga, pasar keuangan global tengah menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu waktu setempat. Keputusan dari pertemuan itu akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed, yang berdampak pada pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

    “Kita lihat secara global, kan besok ada FOMC meeting. Nah, tentu market masih menunggu,” ujar Airlangga setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

    Selain menanti arah kebijakan The Fed, Airlangga juga menilai pasar mencermati Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan memutuskan arah kebijakan moneter dalam negeri. Selain itu, laporan keuangan sejumlah emiten dan pelemahan tajam pada saham sektor tertentu turut memberi tekanan pada pergerakan IHSG.

    Evaluasi Mekanisme Trading Halt

    Airlangga juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap mekanisme trading halt sebesar 5 persen yang diterapkan Bursa Efek Indonesia (BEI), kebijakan yang sebelumnya diadopsi saat masa pandemi COVID-19. Menurutnya, ketentuan tersebut perlu dikaji ulang agar tetap sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

    “Regulasinya perlu dievaluasi kembali, karena situasinya sudah berbeda dibandingkan masa pandemi,” katanya.

    Meski IHSG mengalami tekanan signifikan, Airlangga menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih terjaga. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena fluktuasi pasar saham merupakan hal yang wajar di tengah ketidakpastian global.

  • Ikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Pengusaha Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global

    Ikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Pengusaha Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global

    “Peminat untuk barang-barang berukiran banyak sudah mulai berkurang. Kalau pasar sekarang, pasangan muda itu lebih suka yang minimalis. Itu tantangan buat Els Artsindo untuk mengembangkan produk yang inovatif,” kata Renato.

    Meski begitu, pasar tertentu seperti Dubai masih memiliki permintaan tinggi untuk mebel berukiran besar dan mewah. Oleh karena itu, Els Artsindo tetap fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan.

    Sebagai pengusaha UMKM, ELS ARTSINDO telah menjalin kerja sama erat dengan BRI, terutama dalam aspek permodalan dan transaksi keuangan.

    “BRI banyak membantu Els Artsindo terkait permodalan. Kalau ada orderan besar kita otomatis butuh modal dan pembiasaan baru. BRI ini sangat membantu. Sistem penggajian karyawan juga sudah pakai BRI, jadi tidak lagi cash tapi sudah system payroll. Semua transaksi, transfer semakin mudah dengan BRI, untuk pembayaran buyer dalam negeri dan ekspor juga sudah pakai BRI,” ujar Renato.

    Renato menyebutkan bahwa salah satu keunggulan BRI adalah jaringannya yang luas hingga ke daerah terpencil. “Supplier kami banyak di daerah-daerah. Kalaupun tidak ada Kantor Cabang, masih ada AgenBRILink. Jadi masalah pembayaran, keuangan antar karyawan dan supplier itu mudah, sampai ke pelosok-pelosok desa sekalipun,” sebutnya.

    Selain bantuan permodalan, Els Artsindo juga pernah mendapatkan pelatihan berkaitan dengan pengelolaan keuangan bersama Tim Financial Els Artsindo.

    Di samping itu, Renato juga mengapresiasi BRI yang telah kembali memilih Els Artsindo untuk dapat mengikuti pameran produk UMKM yang siap ekspor. “Ini keikutsertaan kami yang kedua kalinya. Pertama pada tahun 2023 lalu. Bangga sekali Els Artsindo bisa mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, dari ribuan peserta yang dikurasi, kita bisa terpilih”, imbuhnya.

  • Permudah Nasabah Korporasi Kelola Keuangan Lebih Efisien, QLola by BRI Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun

    Permudah Nasabah Korporasi Kelola Keuangan Lebih Efisien, QLola by BRI Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berinovasi dalam layanan perbankan digital melalui QLola by BRI, yang semakin mendapat kepercayaan dari berbagai sektor industri. Hingga akhir tahun 2024, platform ini telah mencatat lebih dari 190.000 pengguna baru dari berbagai sektor, termasuk sektor Agriculture, Mining, FMCG, Telecommunication, serta sektor digital seperti e-commerce dan fintech.

    Kepercayaan yang terus meningkat ini sejalan dengan kinerja QLola by BRI, terutama dalam mendukung pendapatan non-bunga. Sepanjang 2024, transaksi nasabah melalui platform QLola Cash terus meningkat, dengan volume cash management tumbuh 19,13% YoY, sementara fee-based income dari layanan tersebut meningkat 3,80%.

    Sejak diluncurkan pada Desember 2022, QLola by BRI pun telah membukukan peningkatan volume transaksi cash management sebesar 15,9% YoY, dengan total transaksi mencapai Rp8.400 triliun. Pencapaian ini mencerminkan tingginya adopsi layanan digital BRI oleh nasabah korporasi serta peran QLola sebagai solusi utama dalam transaksi perbankan digital.

    Terkait dengan hal tersebut Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto menyatakan bahwa BRI menargetkan QLola by BRI sebagai Top of Mind dalam perbankan digital. Strategi ini diperkuat melalui pemasaran yang agresif, perluasan ekosistem digital, serta penguatan kehadiran di pasar.

    “Kami berkomitmen menjadikan QLola by BRI sebagai platform perbankan digital yang unggul dengan inovasi berkelanjutan. Melalui transparansi, efisiensi, dan pengalaman pengguna yang seamless, kami menghadirkan solusi menyeluruh bagi korporasi, institusi, serta pengusaha medium dan small dalam mengelola transaksi dan operasional keuangan,” kata Agus.

  • Zakat di Ujung Jari, Super Apps BRImo Hadirkan Solusi Praktis untuk Masyarakat di Bulan Ramadan

    Zakat di Ujung Jari, Super Apps BRImo Hadirkan Solusi Praktis untuk Masyarakat di Bulan Ramadan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berkomitmen memberikan kemudahan layanan keuangan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan melalui super apps BRImo. Dengan fitur inovatif dan user friendly, fitur zakat di BRImo memungkinkan nasabah menunaikan zakat kapan saja dan di mana saja secara mudah dan aman.

    Direktur Retail Funding and Distribution BRIAndrijanto menyampaikan bahwa BRI berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan transaksi nasabah secara praktis dan nyaman, termasuk dalam aktivitas ibadah di bulan Ramadan.

    “BRI terus berinovasi dari aspek digital dan kami berharap masyarakat semakin dipermudah dalam membayar zakat mana pun, kapan pun, dan pilihan lembaga-lembaga amil di masyarakat,” ujar Andrijanto.

    Melalui super apps BRImo, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah ke berbagai lembaga pengelola dana zakat yang kredibel, di antaranya Dompet Dhuafa, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN, BAZNAS, Rumah Zakat, Rumah Yatim, dan LAZ Al-Azhar.

    Cara Mudah Berzakat via BRImo:

    Buka aplikasi BRImo

    Pilih fitur “Lainnya” di halaman depan aplikasi

    Pilih “Donasi”

    Pilih produk “Zakat” dan tentukan lembaga penerima donasi

    Masukkan nominal donasi

    Lakukan pembayaran

    Sejalan dengan komitmen tersebut, BRImo sendiri mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2024, mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan preferensi masyarakat terhadap layanan digital BRI. Hingga akhir Desember 2024, jumlah pengguna BRImo telah mencapai 38,61 juta, tumbuh 22,12% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sementara itu, total transaksi yang diproses melalui BRImo mencapai 4,34 miliar transaksi, meningkat 40,54% (YoY). Dari sisi nilai, transaksi melalui super apps BRImo mencapai Rp5.596 triliun atau naik 34,57% dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Utang Indonesia Tumbuh 5,1 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Tetap Sehat

    Utang Indonesia Tumbuh 5,1 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Tetap Sehat

    BI mencatat posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah.

    Di sisi lain, ULN swasta menurun dengan posisi pada Januari 2025 sebesar USD 194,4 miliar, atau mengalami kontraksi pertumbuhan yang sama dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 1,7 persen (yoy).

    Perkembangan ULN tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang mengalami kontraksi sebesar 2,3 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan 1,0 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

    Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 79,4 persen dari total ULN swasta.

    ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta.

    Ramdan menyampaikan struktur ULN Indonesia tetap sehat yang didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

    Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 30,3 persen pada Januari 2025, dari 30,5 persen pada Desember 2024, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,7 persen dari total ULN.

    “Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” kata dia.

    Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (fajar)

  • Tren Belanja Ramadan 2025, Sahur Jadi Waktu Favorit Bertransaksi di Tokopedia dan TikTok Shop

    Tren Belanja Ramadan 2025, Sahur Jadi Waktu Favorit Bertransaksi di Tokopedia dan TikTok Shop

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Selama bulan Ramadhan 2025, kebiasaan belanja masyarakat Indonesia mengalami perubahan yang cukup menarik. Kepala Komunikasi Tokopedia dan TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, mengungkapkan bahwa waktu favorit masyarakat untuk berbelanja di platform Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia ternyata bukan saat ngabuburit, melainkan saat sahur.

    “Kita pikir mungkin (berbelanja) itu buat ngabuburit, ya, kata orang Sunda itu menghabiskan waktu sebelum buka mungkin itu salah satu waktu yang ingin digunakan. Cuma ternyata waktu yang paling digemari masyarakat itu waktu sahur,” ujar Adit dalam acara “Bicara Tren Ramadhan 2025” di Jakarta, Senin.

    Menurut Adit, momen sahur dianggap sebagai waktu yang ideal bagi masyarakat untuk melakukan transaksi dan pembelian produk. Hal ini berdasarkan data perilaku belanja masyarakat di Tokopedia dan TikTok Shop selama pekan pertama Ramadhan, yakni 1-6 Maret 2025.

    “Kami melihat nilai transaksi di Tokopedia dan TikTok Shop itu naik 10,5 kali lipat di bulan Ramadhan saat sahur. Jadi, itu luar biasa sekali, itu adalah waktu yang cukup menarik dari waktu awal bulan Ramadhan ini,” tambahnya.

    Adapun produk yang paling banyak dicari selama awal Ramadhan 2025 mencerminkan kebutuhan utama masyarakat selama bulan suci ini. Di Tokopedia, kategori makanan dan minuman didominasi oleh parsel, kurma, dan camilan sebagai produk terlaris. Sementara di TikTok Shop, bahan pokok seperti minyak goreng, gula, kue, serta kurma menjadi pilihan utama pembeli.

  • Kemendag dan HIPMI Dukung UMKM Tembus Pasar China Lewat CAEXPO-CABIS 2025

    Kemendag dan HIPMI Dukung UMKM Tembus Pasar China Lewat CAEXPO-CABIS 2025

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan PT Pandu Arjuna Indonesia dalam menggelar “Road to CAEXPO-CABIS ke-22 Tahun 2025” dengan tema UMKM Bisa Ekspor ke China. Acara yang berlangsung pada Senin (15/3/2025) di Gedung Kemendag, Jakarta, ini merupakan bagian dari persiapan menuju CAEXPO-CABIS 2025 yang akan diadakan di Nanning, Guangxi, Tiongkok, pada September mendatang.

    Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya daya saing bagi pelaku UMKM agar dapat bertahan dan bersaing di tengah gempuran produk impor, terutama dari China. “UMKM harus berani berinovasi agar tidak kalah dengan gempuran produk impor. Jika memiliki daya saing yang bagus, maka ekspor bukanlah hal yang mustahil,” ujar Budi.

    Sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM, Kemendag terus mendorong peningkatan kualitas produk melalui pelatihan dan pendampingan. Mulai dari desain, pengemasan, hingga strategi pemasaran global menjadi fokus utama dalam program ini. Selain itu, Kemendag secara rutin menggelar business matching dan pitching setiap bulan, mempertemukan produk UMKM dengan perwakilan Indonesia di luar negeri guna membuka peluang ekspor.

    Hasil dari kegiatan pitching yang dilakukan pada Januari 2025 mencatat transaksi sebesar 5,22 juta dolar AS, sementara pada Februari 2025 mencapai 3,2 juta dolar AS. “Ada penurunan dalam transaksi pitching. Namun secara keseluruhan, kami optimis ekspor Indonesia akan terus tumbuh, melanjutkan tren positif beberapa tahun terakhir. Dan kami akan bekerja keras untuk mencapai target pertumbuhan ekspor 7,1 persen pada 2025 ini,” tegas Mendag Budi.