Category: Fajar.co.id Ekonomi

  • Koperasi Merah Putih Diluncurkan, Bagaimana Peran BUMDes di Desa?

    Koperasi Merah Putih Diluncurkan, Bagaimana Peran BUMDes di Desa?

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Koperasi Merah Putih secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin (21/7/2025).

    Dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) ini dipastikan tidak akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Justru dengan kehadiran kedua lembaga ini bakal membuat keduanya untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.

    Di Sulsel sendiri, peluncuran Koperasi Merah Putih terpusat di Aeng Batu-batu, Kabupaten Takalar.

    Adapun jumlah Koerasi Merah Putih di Sulsel sebanyak 3.059.

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Andi Eka Prasetya, menyebut Kopdes Merah Putih memiliki peran tersendiri.

    Ini tentunya hadir untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, tanpa menggeser fungsi BUMDes.

    “Oh tidak. Koperasi ini tidak menggantikan BUMDes, justru akan berkolaborasi,” katanya usai peresmian Kopdes Merah Putih, Senin (21/7/2025).

    Lanjut, Eka mengaku setiap koperasi akan menerima bantuan biaya operasional.

    Namun untuk pemodalan, akan ditangani langsung oleh bank-bank Himbara melalui skema pembiayaan berbunga rendah.

    Prosesnya tetap mengacu pada proposal usaha yang diajukan koperasi, disertai survei dan verifikasi kelayakan usaha.

    “Memang ada beberapa kemudahan syarat bagi koperasi Merah Putih, tetapi tetap harus memenuhi ketentuan perbankan,” ungkapnya.

    Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata berupa subsidi atau dukungan langsung kepada masyarakat yang berhak.

    Selain itu, koperasi desa juga diharapkan mampu mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi lokal agar bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. (Erfyansyah/fajar).

  • Prabowo Subianto Optimis Koperasi Merah Putih Jadi Kekuatan Kolektif Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

    Prabowo Subianto Optimis Koperasi Merah Putih Jadi Kekuatan Kolektif Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

    FAJAR.CO.ID, KLATEN — Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan semangat gotong royong sangat penting dalam pelaksanaan koperasi. Hal ini dia tegaskan usai meresmikan peluncuran 80.081 Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, (21/7).

    Prabowo menyebut, koperasi ibarat seikat lidi yang hanya akan menjadi kuat dan berfungsi optimal jika bersatu. Karena alasan itu, semangat gotong royong sangat penting terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

    Dengan jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang cukup besar di seluruh Indonesia, Prabowo Subianto berharap koperasi-koperasi tersebut akan menjadi sebuah kekuatan kolektif untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depan.

    “Ini saya yakini akan menjadi kekuatan kolektif yang mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan,” jelas Prabowo.

    Ke depan, Prabowo Subianto berharap koperasi-koperasi ini mampu memperpendek rantai distribusi, memperlancar aliran bahan pokok, dan menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk obat-obatan, dengan harga terjangkau.

    “Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tetapi juga alat kedaulatan ekonomi rakyat yang berpihak pada keadilan dan pemerataan,” tandasnya.

    Sebelumnya, Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dihadiri oleh para Menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah.

    Menurut Prabowo, peluncuran 80.081 koperasi itu bukanlah langkah kecil, melainkan gerakan nasional strategis untuk memotong dominasi ekonomi oleh pihak-pihak besar yang selama ini menghambat kemajuan rakyat.

  • Resmikan 80.081 Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan sebagai Alat Perjuangan Rakyat kecil

    Resmikan 80.081 Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan sebagai Alat Perjuangan Rakyat kecil

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sedikitnya 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang telah dibentuk di seluruh Indonesia, resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Peluncuran Koperasi Merah Putih ini dilakukan di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).

    Acara peluncuran kemudian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Prabowo sebagai simbol dimulainya gerakan besar koperasi Merah Putih untuk mewujudkan kemerdekaan ekonomi rakyat Indonesia.

    Presiden Prabowo mengatakan, koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi.

    Menurut Prabowo, peluncuran 80.081 koperasi itu bukanlah langkah kecil, melainkan gerakan nasional strategis untuk memotong dominasi ekonomi oleh pihak-pihak besar yang selama ini menghambat kemajuan rakyat.

    “Pada hari ini kita meluncurkan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, tepatnya 80.081 koperasi. Hari ini adalah memang hari yang bersejarah. Koperasi ini adalah usaha besar strategis,” ujar Prabowo.

    Lebih dari sekadar legalitas kelembagaan, kata Prabowo, koperasi-koperasi ini akan didukung dengan infrastruktur nyata, seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai sembako, apotek, hingga kendaraan logistik.

    Selain itu, akan terdapat pula fasilitas pinjaman supermikro untuk mempermudah distribusi barang dan perputaran ekonomi desa. “Kalau punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, bisa. Yang tidak bisa, jadi bisa. 80 ribu,” ungkapnya.

  • Koperasi Merah Putih Bertujuan untuk Membangun Ekonomi dari Desa

    Koperasi Merah Putih Bertujuan untuk Membangun Ekonomi dari Desa

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, Senin, 21 Juli 2025. Kopdes Merah Putih termasuk Asta Cita ke-6 Presiden untuk menggerakkan ekonomi lokal, dengan harapan pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa/kelurahan.

    Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan, Kopdes Merah Putih merupakan satu dari trisula pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Prabowo. Trisula pengentasan kemiskinan diluncurkan sepanjang Juli 2025.

    “Senjata pertama adalah kesehatan, senjata kedua adalah pendidikan, dan senjata ketiga adalah sosial-ekonomi,” kata Hasan.

    Program itu juga terwujud masing-masing dalam Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Sekolah Rakyat, dan Kopdes Merah Putih. Tiga program ini merupakan upaya dan komitmen serius pemerintah untuk memastikan pemerataan kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar seremoni.

    Kopdes Merah Putih diluncurkan berdasarkan Instruksi Presiden No 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inpres dikeluarkan dan berlaku pada 27 Maret 2025.

    Program ini bertujuan untuk membangun ekonomi dari desa dan menciptakan pemerataan dan memerdekakan masyarakat dari kemiskinan. Sebanyak 13 kementerian dan 2 badan dilibatkan untuk menyukseskan program Kopdes Merah Putih, termasuk para Gubernur, Walikota/Bupati dan Kepala Desa.

    Kemiskinan merupakan sumber ketidakmampuan masyarakat untuk mengakses layanan dasar utama seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang layak. Berdasarkan data BPS (2025) jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebanyak 24,06 juta orang atau 8,57%. Bahkan, 3.170.003 jiwa masuk dalam kategori miskin ekstrem.

  • Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor demi Majukan Ekosistem Alat Berat Nasional

    Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor demi Majukan Ekosistem Alat Berat Nasional

    Salah satu inisiatif nyata datang dari PT. Sany Makmur Perkasa, distributor resmi alat berat SANY di Indonesia, yang pada 16 Juli 2025 menggelar SANY Mini Expo 2025 di kantor pusatnya di Jakarta Barat. Ajang ini mengundang lebih dari 1.000 pelaku industri untuk melihat langsung inovasi dan teknologi terbaru, sekaligus menjadi momentum peluncuran warehouse baru seluas 1.500 meter persegi.

    “Peresmian warehouse ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun layanan purna jual yang cepat dan responsif terhadap kebutuhan industri alat berat di Indonesia,” ujar Riyan Wiguna, Presiden Direktur PT. Sany Makmur Perkasa.

    Direktur Sales & Marketing, Teguh Yuli Pitoyo, menambahkan bahwa Mini Expo ini juga menjadi jembatan komunikasi antara pelaku industri, pengguna akhir, dan mitra pembiayaan.

    “Dengan berkumpulnya berbagai pihak, kami berharap tercipta ruang diskusi untuk memahami kebutuhan lapangan secara lebih akurat,” ungkap Teguh.

    Di sela acara, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan unit-unit alat berat yang dipamerkan serta tenant dari sektor pendukung lainnya.

    Selain peresmian warehouse, rangkaian acara dilanjutkan dengan SANY Golf Tournament 2025 di Damai Indah Golf – PIK pada 17 Juli. Kegiatan ini menjadi sarana relasi dan apresiasi untuk para mitra. Dalam konteks ini, pendekatan relasional dipandang penting dalam mempertahankan kerja sama jangka panjang.

    “Kami tak hanya membangun gudang, tapi membangun ekosistem bersama,” kata Dosy Aulia Firdaus, Direktur After Sales.

  • 10 Produk AS Bisa Lebih Murah di Indonesia Setelah Tarif Impor Dihapus

    10 Produk AS Bisa Lebih Murah di Indonesia Setelah Tarif Impor Dihapus

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan kebijakan penghapusan tarif impor (tarif 0%) untuk sejumlah produk asal Amerika Serikat, yang bertujuan untuk mempererat hubungan ekonomi kedua negara.

    Dampaknya, sejumlah barang impor dari AS akan menjadi lebih terjangkau di pasar Indonesia.

    Berikut ini daftar 10 produk asal AS yang berpotensi lebih murah karena pembebasan tarif tersebut:

    Produk Energi (LPG, LNG, Minyak Mentah)
    Pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor produk energi dari AS dengan nilai mencapai USD 15 miliar. Produk seperti LPG dan LNG kini diperkirakan akan masuk tanpa beban tarif, sehingga harga konsumen bisa lebih bersaing.

    Produk Pertanian (Gandum, Kedelai, Kapas)
    Produk-produk pertanian seperti gandum, kedelai, dan kapas termasuk dalam daftar barang yang akan mendapat pembebasan tarif. Ini akan menguntungkan pelaku industri makanan, tekstil, dan pakan ternak.

    Pesawat Terbang dan Suku Cadang
    Indonesia akan membeli pesawat dari Boeing serta suku cadang pendukungnya. Kebijakan tarif 0% akan menurunkan biaya impor di sektor aviasi.

    Perangkat Teknologi dan Elektronik
    Laptop, perangkat jaringan, server, dan berbagai produk teknologi dari AS kini berpotensi masuk dengan beban tarif minimal. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan sektor digital Indonesia.

    Komponen Otomotif dan Kendaraan Khusus
    Komponen mobil, suku cadang, hingga kendaraan khusus buatan AS juga akan lebih terjangkau di pasar lokal. Ini bisa mendukung industri otomotif dan modifikasi kendaraan.

    Produk Farmasi dan Alat Kesehatan
    Meski belum disebutkan secara rinci, sektor farmasi dan alat medis dari AS diperkirakan turut masuk dalam skema tarif nol persen, seiring kebutuhan Indonesia terhadap alat kesehatan berkualitas.

    Bahan Baku Industri Berat (Baja, Tembaga, dsb.)
    Produk industri seperti baja dan tembaga dari AS bisa menjadi lebih murah, yang berpotensi menekankan biaya produksi di sektor manufaktur dan konstruksi.

    Perangkat Rumah Pintar dan Drone
    Produk teknologi canggih seperti perangkat smart home dan drone asal AS kini lebih mudah diakses oleh masyarakat dan pebisnis lokal.

    Makanan Olahan dan Produk Pertanian
    Tepung gandum, kacang olahan, hingga makanan siap saji berbahan dasar hasil pertanian AS juga akan terkena dampak positif dari kebijakan ini.

    Mesin Industri dan Suku Cadang Berat
    Alat Berat dan suku cadangnya dari AS bisa masuk dengan biaya lebih rendah, mendukung sektor industri dan infrastruktur di dalam negeri.

    Kebijakan pembebasan tarif ini diharapkan tidak hanya menurunkan harga produk-produk tertentu di Indonesia, tapi juga memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.

    Namun demikian, penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan agar industri lokal tetap terlindungi dari potensi dampak negatif liberalisasi perdagangan.

    (Dewelia Irien Pasa)

  • LKC Dompet Dhuafa Sosialisasikan Bantuan Hidup Dasar untuk Pelaku Wisata di Desa Senaru Lombok Utara

    LKC Dompet Dhuafa Sosialisasikan Bantuan Hidup Dasar untuk Pelaku Wisata di Desa Senaru Lombok Utara

    FAJAR.CO.ID, LOMBOK – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui tim Respon Darurat Kesehatan (RDK), melakukan kolaborasi dengan tim Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Lombok Utara dalam menggelar sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, pada Senin, 14 Juli 2025.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya para pelaku wisata yang ada di Lombok, tentang bagaimana menangani kondisi darurat medis.

    Zulkarnaen Al Khotibi, Kepala LKC Dompet Dhuafa NTB, menjelaskan, “Sosialisasi BHD ini sangat penting dilakukan, terutama di Desa Senaru yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di Lombok. Kami ingin memastikan bahwa para pelaku wisata memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.”

    Materi yang disampaikan dalam sosialisasi mencakup pertolongan pertama pada kondisi darurat seperti henti napas atau henti jantung. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 pelaku wisata lokal yang terlihat antusias dan sangat menghargai adanya program ini.

    Zulkarnaen menambahkan, “Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat, terutama para pelaku wisata, dapat lebih siap dan tanggap dalam menangani kondisi darurat.”

    Adi, salah satu pelaku wisata yang hadir dalam kegiatan ini, mengungkapkan rasa syukurnya.

    “Terimakasih atas kegiatan ini, pengetahuan dan wawasan kami bertambah untuk menangani situasi darurat. Ini sangat bermanfaat untuk kami dalam memberikan pelayanan yang lebih aman kepada wisatawan,” ujarnya.

  • IPOT Luncurkan Wealth Creation Platform Pertama di Indonesia untuk Segala Gaya Investasi

    IPOT Luncurkan Wealth Creation Platform Pertama di Indonesia untuk Segala Gaya Investasi

    IPOT dirancang bukan hanya sebagai platform transaksi, melainkan sebagai platform wealth creation yang komprehensif, mendukung siapa pun dalam membangun dan mengembangkan aset keuangan. IPOT memahami bahwa setiap perjalanan investasi itu unik, dan karena itu, IPOT hadir dengan serangkaian fitur unggulan yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas, kontrol, dan kemudahan bagi setiap investor.

    Multi-Account: Memungkinkan pengguna membuat akun untuk memisahkan setiap strategi ataupun tujuan investasi sehingga risiko lebih mudah untuk dikelola.

    Shared Access: Dapat digunakan oleh keluarga dan komunitas untuk berkolaborasi dan berinvestasi bersama.

    Fleksibilitas Advisor: Mendukung advisor formal/informal dengan opsi akses sesuai izin.

    Produk Lengkap: Saham, ETF, reksa dana, Power Fund Series dan obligasi dengan eksekusi transaksi real-time dan harga terbaik.

    “Transformasi ini bukan hanya tentang kemudahan transaksi, tetapi memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada masyarakat Indonesia untuk berinvestasi sesuai dengan gaya dan tujuan mereka, baik secara mandiri maupun kolaboratif,” ujar Moleonoto The, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas.

    Sejalan dengan slogan “One Platform, Your Journey” IPOT hadir untuk mendampingi setiap individu, keluarga, komunitas dan profesional dalam membangun masa depan keuangan mereka melalui Wealth Creation Journey yang terstruktur dan fleksibel, memastikan bahwa setiap langkah investasi dapat dilakukan dengan nyaman dan transparan, sejalan dengan semangat dari tagline terbaru IPOT “Together, We Grow”.(*)

  • Kasus Gagal Bayar 2025 Melonjak, Didominasi Pengguna Lama

    Kasus Gagal Bayar 2025 Melonjak, Didominasi Pengguna Lama

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus gagal bayar mencuat sepanjang 2025, dengan pemberitaan yang menyoroti komunitas pengguna yang sengaja menghindari tagihan pinjaman online (pinjol).

    Namun, menurut temuan Jakpat, lonjakan kasus ini tidak disebabkan oleh pengguna baru, melainkan berasal dari pengguna lama yang mulai kesulitan mengelola kewajiban finansialnya di tengah tekanan ekonomi.

    Jakpat mengadakan survei untuk mengetahui perilaku dan kebiasaan pengguna fintech di Indonesia pada paruh pertama 2025 dengan melibatkan 2.041 responden yang terdiri dari Generasi Z (39%), Milenial (42%), dan Generasi X (19%).

    Riset ini fokus pada jenis pembayaran digital, yakni e-wallet, platform banking (mobile/internet dan digital), serta Buy Now Pay Later (BNPL) atau biasa dikenal sebagai paylater.

    Bahasan lainnya adalah jenis-jenis fintech, yaitu e-wallet, paylater, pinjaman online (pinjol), urun dana (crowdfunding), dan peer-to-peer (P2P) lending.

    Mayoritas responden menggunakan aplikasi e-wallet (95%), diikuti oleh layanan paylater (29%) dan pinjol berbentuk uang tunai (9%). Sementara itu, 45% responden tercatat menggunakan layanan perbankan, dengan rincian 89% di antaranya memakai mobile/internet banking dan 45% memanfaatkan digital banking.

    Spesifik pada kategori paylater, Jakpat mencatat adanya penurunan kecil pada aplikasi paylater dibanding tahun lalu, yaitu dari 31% di paruh pertama 2024 ke 29% di tahun ini. Sementara, pengguna paylater di e-wallet meningkat tipis dari 12% ke 14% di semester pertama 2025.

  • Kondisi Ekonomi Indonesia, PPPI: Kita Berlari Tapi Tetap di Tempat

    Kondisi Ekonomi Indonesia, PPPI: Kita Berlari Tapi Tetap di Tempat

    Vietnam menjadi contoh menarik—dulu tertinggal dari Indonesia, kini mampu menyalip lewat konsistensi kebijakan dan keberanian reformasi.

    Umam juga mewanti-wanti ancaman ketidakstabilan global, seperti konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan Timur Tengah, yang dapat memperparah perlambatan ekonomi.

    Ia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan sebesar 4,7% masih belum mampu menjawab kebutuhan penciptaan lapangan kerja dan daya saing industri nasional.

    Di sisi lain, ia menyoroti kelemahan institusional dalam negeri, seperti praktik politik klientelistik dan stagnasi reformasi birokrasi. Demokrasi, katanya, tidak boleh sekadar prosedural. “Negara gagal bukan karena ideologi, tapi karena institusi yang lemah dan politik transaksional,” tegasnya, mengutip Francis Fukuyama.

    Umam menyerukan pentingnya reformasi tata kelola, pembangunan civil service yang profesional, serta pengelolaan anggaran pembangunan yang transparan dan akuntabel. Ia mengingatkan bahwa belanja besar tanpa tata kelola dapat menjadi bumerang yang justru melemahkan ekonomi.

    Ia juga menyesalkan belum dimanfaatkannya pasar domestik Indonesia yang besar untuk membangun basis produksi nasional, terutama dalam menghadapi revolusi kendaraan listrik dan ekonomi hijau. “Ketika saya ke Beijing, semua motor sudah listrik. Di Indonesia, kita masih membicarakan potensi, belum aksi” keluhnya.

    Menurut Umam, Indonesia sebagai negara middle power harus berani menjadi pelopor, bukan sekadar pengikut. Visi kepemimpinan regional yang berdaya saing, berbasis data, dan ditopang oleh institusi kuat menjadi kunci menuju transformasi sejati.