Category: Elshinta.com Ekonomi

  • Libur Nataru, Pertamina Sumbagut antisipasi peningkatan konsumsi energi  

    Libur Nataru, Pertamina Sumbagut antisipasi peningkatan konsumsi energi  

    Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.

    Libur Nataru, Pertamina Sumbagut antisipasi peningkatan konsumsi energi  
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 18:46 WIB

    Elshinta.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memprediksi adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Peningkatan ini diperkirakan mencapai 9,4 persen dibandingkan dengan rerata kebutuhan normal di Sumatera Barat (Sumbar).

    “Kami memproyeksikan adanya peningkatan kebutuhan BBM di Sumbar, terutama untuk produk jenis Gasoline (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo). Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan liburan,” ujar Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Sumbar, Narotama Aulia Fajri (16/12) di Padang.

    Narotama menjelaskan konsumsi BBM (Gasoline) selama libur Nataru di Sumbar diperkirakan meningkat sebesar 9,4 persen dibanding rerata normal atau 2.139 Kilo Liter (KL) menjadi 2.340 KL per hari. Sementara itu, konsumsi Gasoil (Solar, Dexlite, Pertamina Dex) diprediksi mengalami penurunan sekitar 5 persen atau 1.447 KL menjadi 1.375 KL per hari karena adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang atau truk di masa Nataru.

    Di samping itu, lanjutnya, kebutuhan LPG untuk konsumsi rumah tangga selama libur Nataru diprediksi meningkat sekitar 5,5 persen dibanding rerata normal atau 474 Metrik Ton (MT) menjadi 500 MT per hari di Sumbar. 

    “Seluruh kebutuhan BBM dan LPG itu dapat kami pastikan aman selama pelaksanaan Nataru nantinya,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Rabu (18/12). 

    Sementara, Aviation Fuel Terminal Manager Minangkabau, Budi Nugroho menambahkan, konsumsi Avtur diprediksi mengalami peningkatan sekitar 8,4 persen sejalan dengan kebijakan adanya penurunan tiket pesawat terbang yang berdampak kepada meningkatnya intensitas penerbangan.

    “Ketahan stok Avtur terus dijaga untuk antisipasi adanya kenaikan permintaan selama Nataru,” tambah Budi.

    Terpisah, dalam memastikan kelancaran pendistribusian energi selama Natal dan Tahun Baru, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru dan beroperasi mulai hari ini Senin, 16 Desember 2024 hingga Kamis, 9 Januari 2025.

    “Kami memastikan pasokan BBM di seluruh Terminal BBM dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumbar mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Satgas Nataru,” kata Satria.

    Ia menambahkan stok BBM dan LPG dalam keadaan aman serta seluruh infrastruktur telah disiagakan yang meliputi 54 SPBU Siaga, 164 Agen LPG Siaga, 18 mobil tangki standby atau SPBU Kantong, dan 4 motorist, yang mana motoris ini akan diproyeksikan untuk kebutuhan masyarakat yang tiba-tiba mogok karena kehabisan BBM, dapat menghubungi layanan Pertamina Call Center di nomor 135.

    Selain memastikan ketersedian BBM, LPG dan Avtur di masyarakat, pihaknya juga akan berfokus pada melayani tambahan untuk masyarakat, berupa layanan Fasilitas kesehatan yang tersedia untuk memenuhi masyarakat selama libur Nataru.

    “Kami juga menyediakan layanan fasilitas masyarakat di SPBU rest area Kabupaten Lima Puluh Kota, berupa posko kesehatan untuk masyarakat yang sedang melakukan perjalanan selama Nataru, dan bisa istirahat sekaligus cek kesehatan secara gratis di rest area tersebut,” ungkapnya.

    PT Pertamina Patra Niaga juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BUMN lain, TNI, Polri, Perbankan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) untuk memastikan distribusi energi berjalan dengan aman dan lancar selama periode libur Nataru. 

    Sumber : Radio Elshinta

  • Kebijakan nilai tukar terus diarahkan untuk jaga stabilitas Rupiah

    Kebijakan nilai tukar terus diarahkan untuk jaga stabilitas Rupiah

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    BI: Kebijakan nilai tukar terus diarahkan untuk jaga stabilitas Rupiah
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 18:58 WIB

    Elshinta.com – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global.

    Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2024 di Jakarta, Rabu menyebutkan, bahwa nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar 1,37 persen (point-to-point/ptp) dari bulan sebelumnya.

    “Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan Amerika Serikat (AS), ruang penurunan Fed Fund Rate (FFR) yang lebih rendah,” kata Perry.

    Kemudian, pelemahan nilai tukar Rupiah juga dipengaruhi oleh penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan risiko geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS.

    Secara umum pelemahan nilai tukar Rupiah tetap terkendali, yang bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2023 tercatat depresiasi sebesar 4,16 persen, lebih kecil dibandingkan dengan pelemahan dolar Taiwan, Peso Filipina, dan Won Korea yang masing-masing terdepresiasi sebesar 5,58 persen, 5,94 persen, dan 10,47 persen.

    Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

    Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.

    Perry menyampaikan, instrumen moneter pro-market terus dioptimalkan untuk mendukung penguatan stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi.

     Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri.

    Hingga 16 Desember 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp940,67 triliun, 2,08 miliar dolar AS, dan 386 juta dolar AS.

    Penerbitan SRBI telah mendukung upaya peningkatan aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar Rupiah.

    Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai Rp233,85 triliun (24,86 persen dari total outstanding). Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi.

    “Ke depan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market, baik dari sisi volume maupun sisi daya tarik imbal hasil, guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing,” kata Perry.

    Sumber : Antara

  • Jelang Nataru, Komut PT Pertamina Patra Niaga tinjau sarana BBM & LPG di Sumut

    Jelang Nataru, Komut PT Pertamina Patra Niaga tinjau sarana BBM & LPG di Sumut

    Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

    Jelang Nataru, Komut PT Pertamina Patra Niaga tinjau sarana BBM & LPG di Sumut
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 19:10 WIB

    Elshinta.com – Dalam memastikan kesiapan operasional guna mendukung distribusi energi jelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Ego Syahrial melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sarana dan fasilitas Pertamina Patra Niaga yang berada di Kota Sibolga dan Kota Medan, Sumatera Utara.

    Ego didampingi Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Muhammad Yusni, Anwar, dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar meninjau langsung proses operasional di Fuel Terminal (FT) Sibolga, FT Medan Group, dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Kualanamu pada 11-13 Desember 2024 lalu.

    Pada kesempatan tersebut, Ego menyampaikan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut siap untuk melayani masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru 2025. Selain pasokan dan distribusi BBM, LPG, Avtur, pihaknya juga memastikan kehandalan fasilitas lainnya termasuk penunjang distribusi pasokan energi. 

    Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan Perwira Pertamina Patra Niaga untuk menjaga operasional FT Sibolga, FT Medan Group dan AFT Kualanamu terus berjalan lancar dan aman. Ego juga berdiskusi dan memberi semangat kepada Perwira Pertamina di lokasi operasional tersebut.

    “Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh rekan-rekan di lokasi operasional. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meyiapkan penambahan stok (build up stock),” ujar Ego seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Rabu (18/12). 

    Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar mengatakan, kegiatan MWT ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran penyaluran energi saat Natal dan Tahun Baru 2025 di Sumut.

    “Kami terus memonitor secara rutin terkait stok BBM, LPG dan Avtur. Sarana dan fasilitas di FT Sibolga, FT Medan Group, AFT Kualanamu dan SPBU juga dipastikan dalam kondisi aman,” ucap Freddy.

    FT Sibolga dan FT Medan Group merupakan titik vital dalam rantai distribusi energi, melayani kebutuhan BBM dan LPG untuk berbagai wilayah di Sumut. Sementara itu, AFT Kualanamu berperan penting dalam mendukung operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu dengan memastikan pasokan Avtur tersedia.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan dalam kegiatan MWT tersebut juga dilakukan kunjungan ke SPBU 14.225.324, Tapanuli Tengah. Ia memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan terpantau lancar di SPBU.

    “Kami melakukan pemeriksaan keakuratan takaran di SPBU tersebut melalui pengecekan dispenser dan uji tera nozzle. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk memastikan ketepatan baik takaran dan kualitas (quantity and quality) BBM yang nantinya didistribusikan ke masyarakat. Selain itu, stock BBM dan LPG dalam kondisi aman, masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi periode libur Nataru,” ucap Satria
     
    PT Pertamina Patra Niaga juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BUMN lain, TNI, Polri, Perbankan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) untuk memastikan distribusi energi berjalan dengan aman dan lancar selama periode libur Nataru.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Pj Gubernur Jabar ingatkan keselamatan jelang pembukaan Tol KM 149

    Pj Gubernur Jabar ingatkan keselamatan jelang pembukaan Tol KM 149

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Pj Gubernur Jabar ingatkan keselamatan jelang pembukaan Tol KM 149
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 19:47 WIB

    Elshinta.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengingatkan soal keselamatan yang harus diperhatikan sebelum gerbang tol KM 149 ruas Purbaleunyi dibuka, yang direncanakan pada 20 Desember 2024 mendatang.

    Menurut Bey di Bandung Rabu (18/12), keselamatan pengendara yang melintas harus menjadi prioritas utama, dengan dibukanya kembali gerbang tol KM 149 tersebut.

    “KM 149 itu rencananya beres 20 Desember. Kita lihat, kalau memang sudah layak ya sudah dibuka, apakah sudah bisa dipakai atau tidak, tetap faktor safety yang utama,” kata Bey.

    Selain gerbang tol KM149 yang merupakan pintu keluar, Bey juga menerima informasi gerbang tol KM 151 juga bakal dibuka, namun sejauh in belum dapat memastikan, apakah sudah layak digunakan atau belum.

    “151 juga -akan dibuka-,” ucapnya.

    Sebelumnya, mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan gerbang tol KM 149 rampung sebelum libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Dengan hadirnya gerbang tol KM 149 itu, kemacetan di kawasan Gedebage Bandung dapat terurai.

    “KM 149 mudah-mudahan selesai akhir November. Jadi nanti bisa dipakai untuk libur Natal dan tahun baru,” kata Basuki.

    Basuki mengungkapkan, untuk mendukung aksesibilitas kawasan Gedebage, pihaknya sementara akan membangun gerbang toll KM 148.

    Sementara gerbang tol KM 151, kata dia, masih dalam proses pembangunan dan diharapkan dapat rampung pada waktu dekat, sebagai penunjang gerbang tol Cileunyi.

    “Tetap terus kita kerjakan,” katanya.

    Sumber : Antara

  • Bandara Ahmad Yani siap layani 115.000 penumpang di masa Natal dan Tahun Baru

    Bandara Ahmad Yani siap layani 115.000 penumpang di masa Natal dan Tahun Baru

    Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

    Bandara Ahmad Yani siap layani 115.000 penumpang di masa Natal dan Tahun Baru
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 21:32 WIB

    Elshinta.com – Bandar Udara Jendral Ahmad Yani Semarang siap melayani 115.000 penumpang yang menggunakan moda transportasi pesawat terbang selama masa Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Demikian dikatakan General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada, Rabu (18/12)

    Untuk memastikan layanan itu aman dan nyaman, maka PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mendirikan Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Berkolaborasi dengan instansi yang berkaitan dengan penerbangan dan penumpang, Bandara Ahmad Yani berusaha  memberikan pelayanan aman dan nyaman bagi pengguna jasa Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

    “Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dilaksanakan selama 19 hari, mulai tanggal 18 Desember 2024 hingga tanggal 5 Januari 2025, dengan melibatkan sebanyak 561 personel, baik internal maupun eksternal,” kata Fajar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Rabu (18/12). 

    Ia menjelaskankan untuk puncak arus mudik Natal 2024, penumpang diprediksi akan terjadi pada tanggal 22 Dersember 2024 yakni mencapai 7.657 orang, sedangkan untuk puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 3 Januari 2025, dengan prediksi penumpang sebesar 6.350 orang.
    Adapun prediksi trafik mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, untuk jumlah penumpang akan mengalami kenaikan sebesar 7% atau sejumlah 115.000 orang, untuk pergerakan pesawat mengalami kenaikan sebesar 11%, atau sejumlah 970 pergerakan baik landing maupun take off, dan untuk kargo tercatat mengalami kenaikan sebesar 9% dengan jumlah 835 ton.

    Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Natal 2024 Dan Tahun Baru 2025 dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, di antaranya adalah memantau trafik pergerakan angkatan udara (pesawat, penumpang dan kargo), memantau operasional keselamatan penerbangan dan keamanan bandara.

    “Kami  berharap melalui kolaborasi  pelayanan kepada penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta seluruh anggota posko dapat melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan saling bersinergi,” katanya.

    Adapun untuk menyambut periode Natal dan Tahun Baru ini  Bandara Ahmad Yani Semarang telah membuka kembali alur kedatangan (Pick Up Zone) yang berfungsi sebagai alur kedatangan penumpang, yang diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas bagi para penjemput.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Kemendagri apresiasi daerah dengan realisasi APBD tertinggi 

    Kemendagri apresiasi daerah dengan realisasi APBD tertinggi 

    Sumber foto: Aldi Evi/elshinta.com.

    Kemendagri apresiasi daerah dengan realisasi APBD tertinggi 
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 23:24 WIB

    Elshinta.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah (Pemda) dengan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi. Penghargaan itu diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keuangan Daerah dan Penganugerahan APBD Award Tahun 2024 yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (18/12).

    Dalam laporannya, Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kemendagri Horas Maurits Panjaitan mengatakan, APBD Award 2024 diberikan kepada daerah dengan empat kategori. Pertama, daerah dengan realisasi pendapatan tertinggi. Kedua, daerah dengan realisasi belanja tertinggi. Ketiga, daerah dengan realisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi. Sementara keempat, daerah dengan rasio belanja terhadap pendapatan tertinggi. Masing-masing kategori penghargaan tersebut diberikan kepada 10 provinsi, lima kabupaten, dan lima kota.

    “Penilaian didasarkan dari perhitungan melalui laporan realisasi anggaran (LRA), kemudian dari LRA dibentuk tim yang akhirnya memutuskan masing-masing penerima penghargaan pada hari ini,” ujar Maurits seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Aldi Evi, Rabu (18/12). 

    Maurits menekankan, Kemendagri berkomitmen melakukan langkah-langkah strategis untuk menggenjot realisasi APBD. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

    “Kemendagri terus mendorong percepatan realisasi APBD dengan membentuk tim monitoring dan evaluasi bersama kementerian dan lembaga terkait. Kemudian, Kemendagri juga melakukan monitoring dan asistensi, serta turun langsung ke daerah. Kemendagri juga melakukan rapat koordinasi baik tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ujar Maurits. 

    Sumber : Radio Elshinta

  • Vietnam masih unggul jauh dari Indonesia di sektor perikanan

    Vietnam masih unggul jauh dari Indonesia di sektor perikanan

    Sumber foto: M Irza Farel/elshinta.com.

    KKP: Vietnam masih unggul jauh dari Indonesia di sektor perikanan
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 23:33 WIB

    Elshinta.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akui produksi budidaya perikanan di Indonesia masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Vietnam. 

    Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, KKP Tb. Haeru Rahayu menyebut budidaya perikanan di Indonesia baru mencapai 6,37 juta ton di tahun 2024. Tertinggal jauh dari Vietnam yang Sudah mencapai 28 juta ton. 

    “Dengan Vietnam kita masih tertinggal jauh, kita blak-blakan Vietnam budidaya mencapai 25 juta ton dan tangkapnya hanya 3 juta ton jadi total 28 juta ton, Sedangkan kita, khusus untuk budidaya ikan di luar rumput laut, baru mencapai 6,37 juta ton tahun ini, ” kata Haeru dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Akhir Tahun KKP, Rabu (18/12). 

    Meski begitu, Haeru mengatakan, Berdasarkan data sementara, total produksi budi daya ikan di Indonesia tahun 2024 mencapai 6,37 juta ton, meningkat sebesar 13,64% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, total produksi budi daya rumput laut tahun 2024 mencapai 10,80 juta ton, meningkat sebesar 10,82% dari tahun sebelumnya. 

    “Jika digabung dengan budidaya perikanan meningkat 16 juta ton produksi budidaya perikananan dan rumput laut,” kata Haeru seperti dilaporkan Reporter Elshinta, M Irza Farel.  

    Haeru juga mengatakan peningkatan tersebut turut berkontribusi dalam peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor budidaya kelautan dan perikanan mencapai Rp 80,3 miliar. 

    Perolehan PNBP ini merupakan akumulasi dari PNBP Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp59,16 miliar dan Satuan Kerja Ditjen Perikanan Budi Daya sebesar Rp21,22 miliar.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Yang perlu diketahui publik soal kenaikan PPN 12 persen

    Yang perlu diketahui publik soal kenaikan PPN 12 persen

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kanan), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kedua kanan), Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kanan), Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri), dan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait (ketiga kiri) berpegangan tangan usai konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/12/2024). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    Yang perlu diketahui publik soal kenaikan PPN 12 persen
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Kamis, 19 Desember 2024 – 07:38 WIB

    Elshinta.com – Rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen resmi dilanjutkan oleh Pemerintah. Tarif ini bakal berlaku mulai 1 Januari 2025.

    Bersamaan dengan itu, Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi yang menyasar enam aspek, yakni rumah tangga, pekerja, UMKM, industri padat karya, mobil listrik dan hibrida, serta properti.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut paket stimulus itu dirancang sekomprehensif mungkin untuk bisa memberikan keseimbangan antara data perekonomian dengan masukan dari berbagai pihak.

    Namun, reaksi publik menyangsikan keputusan Pemerintah yang dianggap makin menekan kemampuan ekonomi rakyat. Publik masih belum berhenti meminta Pemerintah untuk membatalkan kebijakan PPN 12 persen.

    Penjelasan PPN 12 persen

    Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto maupun DPR menyatakan tarif PPN 12 persen akan diterapkan secara selektif, utamanya menyasar kelompok barang mewah.

    Dari konferensi pers Senin (16/12), Pemerintah mengumumkan tarif tunggal PPN, yakni sebesar 12 persen, namun dengan fasilitas pembebasan terhadap barang dan jasa kebutuhan pokok serta pajak ditanggung pemerintah (DTP) terhadap tiga komoditas.

    Barang dan jasa kebutuhan pokok yang dimaksud dalam definisi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), adalah barang dan jasa kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, di antaranya beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

    Untuk jasa, mencakup jasa kesehatan, jasa pelayanan sosial, jasa keuangan, jasa asuransi, jasa pendidikan, jasa angkutan umum, dan jasa tenaga kerja. Buku, vaksin polio, rumah sederhana dan sangat sederhana, rusunami, serta pemakaian listrik dan air minum pun termasuk yang mendapat fasilitas pembebasan PPN.

    Sementara itu, terdapat tiga komoditas yang seharusnya termasuk dalam objek pajak PPN 12 persen, tetapi kenaikan tarif 1 persen ditanggung oleh Pemerintah karena dianggap sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum. Ketiga komoditas itu  adalah tepung terigu, gula untuk industri, dan minyak goreng rakyat atau MinyaKita.

    Di luar dua kelompok itu, tarif PPN yang dikenakan adalah sebesar 12 persen.

    Terkait barang mewah, Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap definisi barang mewah dalam kebijakan PPN 12 persen.

    Dari paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, konsep barang mewah selama ini mengacu pada ketentuan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kendaraan bermotor dan non-kendaraan bermotor.

    Untuk non-kendaraan bermotor, rinciannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2023, di antaranya hunian mewah, balon udara, peluru dan senjata api, pesawat udara, serta kapal pesiar mewah.

    Adapun dalam konteks PPN 12 persen, Pemerintah memperluas kelompok barang mewah dengan turut menyasar barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, dan jasa pendidikan yang dikonsumsi oleh kalangan mampu — atau yang disebut oleh Sri Mulyani sebagai barang dan jasa premium.

    Mengacu pada definisi di UU HPP, kelompok-kelompok tersebut seharusnya mendapat fasilitas pembebasan PPN. Namun, karena sifatnya yang premium, Pemerintah bakal menarik PPN 12 persen terhadap barang dan jasa tersebut.

    Sebagai contoh, dalam UU HPP, daging termasuk barang kebutuhan pokok yang dibebaskan dari PPN. Namun, daging wagyu dan kobe nantinya bakal termasuk golongan yang dikenakan tarif PPN 12 persen. Sama halnya, ikan juga termasuk komoditas yang dibebaskan dari PPN, tetapi salmon dan tuna yang lebih banyak dikonsumsi masyarakat kelompok atas bakal diterapkan tarif 12 persen.

    Adapun untuk jasa pendidikan, yang termasuk objek pengenaan PPN adalah sekolah dengan iuran tinggi. Untuk jasa kesehatan, layanan VIP menjadi contoh jasa yang dianggap premium.

    Listrik pelanggan rumah tangga 3500-6600 VA juga akan dimasukkan dalam objek pajak tarif PPN 12 persen.

    Untuk detail lebih lanjut mengenai barang dan jasa yang menjadi objek pajak PPN 12 persen maupun yang diberikan insentif akan dituangkan dalam peraturan yang diterbitkan belakangan, bisa berupa peraturan menteri maupun peraturan pemerintah.

    Paket stimulus ekonomi

    Paket stimulus disiapkan untuk meredam efek kenaikan tarif PPN.

    Untuk merespons risiko daya beli masyarakat, Pemerintah menyediakan tiga stimulus untuk mendukung rumah tangga,  yakni bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan yang akan dibagikan pada Januari dan Februari 2025, PPN DTP untuk tiga komoditas, dan diskon sebesar 50 persen untuk listrik di bawah 2.200 VA.

    Untuk memitigasi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah memperkuat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap nilai manfaat dan masa klaim. Besarannya diubah menjadi 60 persen untuk enam bulan masa penerimaan manfaat (dari sebelumnya 45 persen pada tiga bulan pertama dan 25 persen pada tiga bulan berikutnya) dengan masa klaim diperpanjang menjadi enam bulan setelah terkena PHK.

    Program JKP juga menyediakan akses informasi pasar kerja serta pelatihan keterampilan untuk membantu peserta program mendapatkan pekerjaan baru.

    Untuk risiko kerentanan pengusaha, disiapkan stimulus untuk UMKM, yakni perpanjangan insentif PPh final sebesar 0,5 persen bagi pengusaha dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun.

    Paket stimulus ekonomi berikutnya menyasar industri padat karya. Terdapat insentif PPh 21 DTP bagi pekerja dengan gaji sampai dengan Rp10 juta per bulan, bantuan pembiayaan dengan subsidi bunga 5 persen, serta bantuan jaminan kecelakaan kerja sebesar 50 persen selama 6 bulan.

    Pemerintah juga menyiapkan insentif untuk pembelian kendaraan listrik dan hibrida berupa PPN dan PPnBM, dengan rincian PPN DTP sebesar 10 persen untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) completely knocked down (CKD), PPnBM DTP 15 persen untuk KBLBB impor completely built up (CBU) dan CKD, serta bea masuk 0 persen untuk KBLBB CBU. Juga, PPnBM DTP sebesar 3 persen untuk kendaraan bermotor hibrida.

    Terakhir, paket stimulus menyasar sektor properti, dengan memperpanjang insentif PPN DTP untuk rumah dengan harga jual sampai dengan Rp5 miliar. PPN yang ditanggung maksimal untuk harga Rp2 miliar, dengan rincian diskon 100 persen untuk Januari-Juni 2025 dan 50 persen untuk Juli-Desember 2025.

    Dampak terhadap ekonomi

    Salah satu dampak yang disorot dari kebijakan tarif PPN 12 persen adalah potensi inflasi yang tinggi pada tahun depan. Center of Economics and Law Studies (Celios) memperkirakan kenaikan tarif PPN 12 persen pada 2025 bisa meningkatkan inflasi hingga ke level 4,11 persen. Sebagai catatan, inflasi per November 2024 tercatat sebesar 1,55 persen (year-on-year/yoy).

    Celios juga menghitung kenaikan PPN bisa menambah pengeluaran kelompok miskin sebesar Rp101.880 per bulan. Sementara kelompok kelas menengah mengalami kenaikan pengeluaran sebesar Rp354.293 per bulan.

    Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyebut dampak PPN 12 persen terhadap inflasi tak terlalu signifikan. Berdasarkan proyeksi Deputi Gubernur BI Aida S Budiman, efek PPN terhadap inflasi berkisar 0,2 persen.

    Dari sisi Pemerintah, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menyebut risiko kenaikan inflasi itu telah diantisipasi, yang terefleksi pada kehadiran paket stimulus bantuan pangan dan diskon listrik 50 persen pada Januari-Februari 2025. Insentif diberikan selama dua bulan untuk menjaga tingkat inflasi pada kuartal I, yang diyakini berperan penting dalam menentukan tingkat inflasi sepanjang tahun.

    Namun, efektivitas dari paket stimulus yang disiapkan Pemerintah banyak dipertanyakan. Salah satu komentar datang dari Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede yang menyebut keuntungan stimulus bersifat jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang, perlu ada evaluasi lebih lanjut oleh Pemerintah.

    Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyatakan bahwa pemberian berbagai insentif tidak cukup untuk mengurangi dampak kenaikan PPN menjadi 12 persen. Pasalnya, kinerja permintaan maupun industri sudah terlanjur melemah. Meski ada insentif untuk industri padat karya, misalnya, industri ini sudah telanjur terpuruk, seperti yang terlihat pada industri tekstil dan industri alas kaki.

    Di sisi lain, juga ada sejumlah optimisme terhadap kebijakan tarif PPN 12 persen.

    Contohnya, peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet yang menilai paket stimulus bersifat inklusif dalam memitigasi dampak kenaikan tarif PPN. Tetapi, dia turut mewanti-wanti soal terbatasnya durasi dan jangkauan tiap insentif.

    Kemudian, Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov berpendapat insentif diskon listrik dapat membantu meringankan beban biaya hidup, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas yang sebagian besar bergantung pada tarif listrik bersubsidi. Dia meminta Pemerintah memastikan pemberian diskon tarif listrik pada awal tahun depan agar tepat sasaran.

    Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah melakukan evaluasi secara hati-hati agar efek kebijakan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berdampak besar pada pola konsumsi jangka panjang.

    Bila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan stimulus tersebut.

    Secara keseluruhan, paket stimulus Pemerintah dinilai bersifat temporer. Terlebih, rata-rata insentif merupakan perpanjangan atau penguatan dari kebijakan yang telah ada sebelumnya.

    Direktur Celios Bhima Yudhistira menyerukan agar Pemerintah mengkaji alternatif kebijakan tarif PPN. Menurutnya, memperluas basis pajak, penerapan pajak kekayaan, dan memberantas celah penghindaran pajak, lebih efektif meningkatkan penerimaan negara tanpa perlu membebani masyarakat.

    Sumber : Antara

  • Jelang Nataru Pemkab Langkat gelar pasar murah  

    Jelang Nataru Pemkab Langkat gelar pasar murah  

    Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

    Jelang Nataru Pemkab Langkat gelar pasar murah  
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 13:35 WIB

    Elshinta.com – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar pasar murah di tiga kecamatan selama tiga hari. Program ini merupakan bentuk konkret komitmen Pj. Bupati Langkat Faisal Hasrimy dalam meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang natal dan tahun baru (nataru).

    “Kegiatan pasar murah ini bukan hanya tentang distribusi barang dengan harga yang lebih rendah, tetapi juga upaya nyata pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap kondisi ekonomi warga, khususnya di saat kebutuhan pokok cenderung meningkat,” ujar Faisal Hasrimy.

    Program pasar murah dilaksanakan secara bertahap di tiga lokasi berbeda. Setiap titik dipilih berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat dan tingkat kerentanan terhadap fluktuasi harga bahan pokok. Desa Mangga, Kecamatan Stabat. Pada Senin, 9 Desember 2024, pasar murah digelar di Desa Mangga, Dusun Slipit. Warga desa mendapatkan akses langsung ke kebutuhan pokok seperti beras medium sebanyak 1 ton, minyak goreng 480 liter, telur 300 papan, dan gula pasir 500 kg. Beras medium 5 kg Rp62.000, gula pasir: Rp16.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, telur ayam Rp48.000/papan.

    Program serupa dilaksanakan di Desa Suka Damai Timur. Komoditas yang disalurkan terdiri dari beras sebanyak 750 kilogram, minyak goreng 480 liter, telur 300 papan, dan gula pasir 500 kg. Warga setempat menyambut antusias kegiatan ini, mengapresiasi harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar.

    Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingai. Pada Rabu, 11 Desember 2024, giliran Desa Purwobinangun yang menjadi lokasi Pasar Murah. Komoditas yang didistribusikan meliputi beras medium sebanyak 1 ton, minyak goreng 480 liter, telur 300 papan, dan gula pasir 500 kg.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat Ikhsan Aprija, yang bertindak sebagai pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pasar murah merupakan bagian dari program stabilisasi harga kebutuhan pokok dan barang penting yang diinisiasi oleh pemerintah. Kegiatan ini juga melibatkan perangkat desa setempat, seperti kepala desa dan kepala dusun, untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar.

    “Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci kesuksesan pasar murah ini. Kami berharap program ini dapat meringankan beban warga, terutama menjelang momen-momen penting seperti HBKN,” ungkap Ikhsan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (18/12). 

    Tingginya partisipasi masyarakat di setiap lokasi menunjukkan keberhasilan program ini. Salah seorang warga Desa Mangga, Siti, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran pasar murah. “Harga kebutuhan pokok semakin mahal, tapi melalui pasar murah ini, kami bisa membeli barang dengan harga terjangkau. Ini sangat membantu,” ujarnya.

    Pj. Bupati Langkat Faisal Hasrimy menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang bersifat pro-rakyat. “Langkah ini tidak akan berhenti di sini. Ke depan, kita akan memperluas jangkauan pasar murah agar lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya. Pemerintah hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

    Program pasar murah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat Langkat, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah aktif mengambil langkah nyata dalam memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang stabil.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Libur Nataru, KAI Divre II Sumbar prediksi penumpang kereta api meningkat

    Libur Nataru, KAI Divre II Sumbar prediksi penumpang kereta api meningkat

    Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.

    Libur Nataru, KAI Divre II Sumbar prediksi penumpang kereta api meningkat
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 14:21 WIB

    Elshinta.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi terjadi peningkatan volume penumpang 3% pada libur Natal dan Tahun Baru 2025. KAI menetapkan masa libur Nataru selama 18 hari, sejak 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

    Kahumas KAI Divisi Regional II Sumbar M. As’ad Habibuddin mengatakan, pada Nataru tahun ini, KAI Divre II Sumbar memprediksi akan terdapat 119.886 penumpang. Naik 3% dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya sebanyak 116.631 penumpang.

    ”Prediksi kenaikan volume di masa Nataru ini karena melihat adanya tren peningkatan secara keseluruhan pada angkutan penumpang di sepanjang tahun. Masyarakat memilih menggunakan kereta api karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan harga yang murah,” kata As’ad Rabu (18/12). 

    Saat ini terdapat 3 layanan kereta api di Divre II Sumbar yakni KA Pariaman Ekspres relasi Stasiun Pauhlima/Padang – Stasiun Naras pp dengan tarif Rp5.000 sekali jalan, KA Minangkabau Ekspres relasi Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) – Stasiun Pulau Air pp dengan tarif Rp10.000 sekali jalan, dan KA Lembah Anai relasi Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) – Stasiun Kayu Tanam pp dengan tarif Rp5.000 dan relasi Stasiun Duku – Stasiun Kayu Tanam pp dengan tarif Rp3.000.

    “Mengingat tiket terbatas, maka kami menyarankan kepada calon pelanggan untuk merencanakan perjalanan dan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI,” kata As’ad.

    Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan. Sehingga calon pelanggan yang memiliki rencana menggunakan KA dapat jauh-jauh hari membeli tiket tanpa takut kehabisan. KAI juga masih menyediakan loket untuk penjualan tiket yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan KA, selama tiket masih tersedia.

    ”Kami terus mengimbau kepada pelanggan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama saat menggunakan transportasi kereta api. Perhatikan juga barang bawaannya, jangan sampai membawa barang-barang yang dilarang dibawa di atas KA seperti barang berbau menyengat atau barang yang berbahaya,” tutup As’ad seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Rabu (18/12). 

    Sumber : Radio Elshinta