Category: Detik.com Tekno

  • Liverpool Makin Menyala, Mo Salah Patahkan Kutukan Foto Natal

    Liverpool Makin Menyala, Mo Salah Patahkan Kutukan Foto Natal

    Jakarta

    Liverpool makin menyala usai mengalahkan Leicester City dengan skor 3-1 dalam pertandingan Boxing Day Liga Inggris. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi The Reds di puncak klasemen.

    Meski sempat dikejutkan gol cepat Jordan Ayew di menit ke-6, pasukan Jurgen Klopp tak patah arang. Cody Gakpo menjadi penyelamat dengan gol penyeimbang jelang turun minum. Di babak kedua, Liverpool tampil beringas. Curtis Jones membawa The Reds berbalik unggul di menit ke-49, sebelum akhirnya Mohamed Salah mengunci kemenangan dengan gol cantik di menit ke-82.

    Kemenangan ini terasa spesial bagi Mohamed Salah. Pasalnya, sang bintang sempat menjadi sorotan warganet setelah mengunggah foto Natal bersama keluarganya. Ada sebuah fenomena unik di kalangan fans bahwa setiap kali Salah mengunggah foto Natal, performanya di lapangan justru cenderung menurun.

    Namun, dengan golnya ke gawang Leicester, Salah seolah membungkam keraguan dan menunjukkan bahwa ia tetap menjadi andalan The Reds. Warganet pun berharap pesepakbola berkebangsaan Mesir ini bisa diganjar Ballon d’Or musim ini. Berikut rangkuman kicauan netizen:

    [Gambas:Twitter]

    “Banyak fans Liverpool di Indonesia marah-marah melihat postingan Mo Salah sebelum laga dan mengingatkan soal kutukan. Well, Mo Salah menjawab dgn sebuah gol dan kemenangan,” kata @txtdrjohn.

    “Kutukan itu hanyalah tahayul. Mo Salah, EGYPTIAN KING👑,” ujar @ryannscousrs.

    “Mana nih yang berisik soal kutukan Mo Salah kalau ngepost foto Natal? Udah mau 2025 woy ah 🤣🤣🤣,” ujar @jerryarvino.

    “Mo salah menghentikan kutukan takhayul post pohon natal🙌🔥 The egyptian kinggggg🔥🔥🔥” ucap @itmmdn24.

    “Mo Salah for Ballon d’Or 2025,” kata @DocRdr_.

    (afr/afr)

  • Apple Mau Bikin iPhone dengan Layar Tanpa Bezel, Tapi…

    Apple Mau Bikin iPhone dengan Layar Tanpa Bezel, Tapi…

    Jakarta

    Apple berencana membuat iPhone dengan layar tanpa bezel. Namun rencana ini menghadapi banyak masalah teknis dan sepertinya tidak akan dirilis dalam waktu dekat.

    Menurut laporan media Korea Selatan The Elec, Apple telah bermitra dengan Samsung Display dan LG Display untuk mengembangkan teknologi layar ponsel bebas bezel, namun proyek ini menemui kendala.

    Visi yang dibayangkan oleh Apple kabarnya berbeda dengan teknologi display melengkung yang sudah ada saat ini, seperti display ‘air terjun’ dengan empat sisi yang melengkung seperti yang dipakai ponsel konsep Xiaomi. Apple ingin menghindari ‘efek kaca pembesar’ alias distorsi yang biasanya muncul di tepi layar melengkung seperti yang pernah terjadi di beberapa ponsel.

    Berbeda dengan ponsel layar melengkung pada umumnya, Apple menginginkan desain unik yang mempertahankan tampilan layar dan rangka yang datar khas iPhone tapi dengan display yang diperluas hingga bagian tepinya, mirip dengan desain Apple Watch saat ini.

    Sejumlah orang dalam di industri menyebut estetik yang dibayangkan Apple sebagai ‘pebble-like’ atau mirip batu yang mulus. Namun, mimpi Apple ini menghadapi sejumlah masalah teknis.

    Samsung Display dan LG Display harus mengadopsi dua teknologi, termasuk Thin Film Encapsulation (TFE) untuk melindungi display OLED dari kerusakan, dan Optical Clear Adhesive (OCA) untuk menempelkan lapisan perekat transparan di sekeliling tepi yang melengkung.

    Kedua mitra Apple ini juga perlu memastikan ada ruang yang cukup untuk komponen lain seperti antena iPhone, seperti dikutip dari MacRumors, Jumat (27/12/2024).

    Namun pengembangan teknologi OCA terbukti cukup rumit, karena solusi yang ada saat ini mengalami masalah distorsi jika dilihat dari samping. Desain layar di bagian tepi juga berpotensi lebih cepat rusak akibat benturan, dan masalah ini harus diselesaikan oleh engineer.

    Apple awalnya berencana mulai memproduksi massal display tanpa bezel ini untuk peluncuran iPhone 18 series pada tahun 2026. Apple harus menyelesaikan diskusi dengan pemasok display sekarang jika ingin rencananya berjalan tepat waktu.

    Namun, sejumlah orang dalam di industri mengatakan bahwa pembicaraan ini masih berlangsung. Artinya, jadwal peluncuran iPhone dengan layar tanpa bezel kemungkinan akan mundur lebih jauh.

    (vmp/afr)

  • Ada Salju dan Keajaiban Musim Dingin di Mars

    Ada Salju dan Keajaiban Musim Dingin di Mars

    Jakarta

    Perbukitan di wilayah Australe Scopuli di Mars, yang terletak dekat kutub selatan planet tersebut, diketahui tertutup es karbon dioksida. Kondisi ini membuat Planet Merah itu tampak bersalju seperti keajaiban musim dingin.

    Gambar menakjubkan ini diambil oleh High Resolution Stereo Camera (HRSC) buatan Jerman pada pengorbit Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA) pada Juni 2022, dan Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA menggunakan High-Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada September 2022.

    Dikutip dari Space.com, gambar-gambar ini menunjukkan pemandangan kabur di wilayah Mars Australe Scopuli, dekat kutub selatan planet ini. Namun, ‘salju’ yang terlihat di sini sangat berbeda dengan di Bumi.

    Faktanya, itu adalah es karbon dioksida, dan di kutub selatan Mars, terdapat lapisan es setebal 8 meter sepanjang tahun.

    Di lembah es di wilayah Australe Scopuli ini, tampak fitur seperti pita gelap dan terang yang merupakan lapisan debu dan es yang berselang-seling.

    Lalu mengapa gambar ini tampak seperti hanya ada sedikit debu ‘salju’? Area yang lebih gelap tersebut adalah lapisan debu yang jatuh di atas es. Debu biasanya ditemukan jauh di bawah es, namun proses musiman membawa sebagian debu tersebut ke permukaan.

    Tampak fitur seperti pita gelap dan terang yang merupakan lapisan debu dan es yang berselang-seling. Foto: ESA

    “Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA juga melihat es musim dingin melapisi sisi bukit pasir di Mars. Embun beku ini dapat mencegah erosi,” tulis NASA.

    Saat sinar Matahari menghangatkan es karbon dioksida di kutub selatan Mars pada musim panas, es mulai menyublim, atau langsung berubah dari padat menjadi uap. Saat hal itu terjadi, kantong-kantong gas yang terperangkap terbentuk di dalam es.

    Pada akhirnya, tekanan meningkat cukup besar untuk menciptakan sedikit letusan gas, yang cukup kuat untuk menembakkan debu gelap yang ditemukan di bawah es ke udara. Saat debu jatuh kembali ke permukaan, angin membawanya ke dalam pola yang berputar-putar. Proses serupa menciptakan fitur mirip laba-laba yang ditemukan di permukaan Mars.

    ‘Salju’ yang terlihat di sini sangat berbeda dengan di Bumi.. Foto: ESA/NASA

    Jadi apa yang tampak seperti pemandangan musim dingin yang indah dalam gambar Mars ini, sebenarnya adalah pemandangan musim panas yang dinamis, ketika gas menyebarkan debu ke permukaan.

    (rns/rns)

  • Kumpulan Potret Kreatif Pohon Natal Antimainstream

    Kumpulan Potret Kreatif Pohon Natal Antimainstream

    Kumpulan Potret Kreatif Pohon Natal Antimainstream

  • THR untuk Wali Kelas Viral di Medsos, Mengundang Komentar Netizen

    THR untuk Wali Kelas Viral di Medsos, Mengundang Komentar Netizen

    THR untuk Wali Kelas Viral di Medsos, Mengundang Komentar Netizen

  • Pertumbuhan Startup di Indonesia Selama 2024: Jadi Penggerak Ekonomi

    Pertumbuhan Startup di Indonesia Selama 2024: Jadi Penggerak Ekonomi

    Jakarta

    Pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia sepanjang 2024 menunjukkan hasil positif. Para startup tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

    Salah satu penandanya adalah dari Endeavor Indonesia, yang menambah 9 Endeavor Entrepreneur, yang kini jumlahnya adalah 104 dari 78 perusahaan.

    Endeavor Entrepreneur sendiri merupakan sebutan bagi para pendiri bisnis yang telah melewati proses seleksi ketat untuk bergabung dalam jaringan global Endeavor. Mereka adalah individu dengan potensi pertumbuhan tinggi yang tidak hanya berfokus pada mengembangkan bisnis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi ekosistem wirausaha.

    Sektor industri yang menjadi Endeavor Entrepreneur pun beragam. Terbaru Winston Utomo, CEO dan Co-Founder IDN terpilih menjadi Endeavor Entrepreneur ke-104 pada International Selection Panel (ISP) ke-101 di Miami, Amerika Serikat.

    Kehadirannya menjadi Endeavor Entrepreneur terakhir yang terpilih di antara 8 Endeavor Entrepreneur dari 6 perusahaan lainnya yang juga terpilih sepanjang 2024. Hal ini menandakan semakin tingginya eksposur global bagi para pengusaha Indonesia.

    “Kemauan para founder startup untuk berkembang, tumbuh seiring dengan keberadaan ekosistem yang saling mendukung. Keberadaan Endeavor tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis dengan memberi akses ke jaringan mentor dan pemimpin industri di 43 negara, tetapi juga didorong untuk menjadi mentor dan inspirator bagi komunitas pengusaha sejalan dengan salah satu misi Endeavor untuk “pay it forward”,” kata Monika Rudijono, Managing Director Endeavor Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    “Mereka didorong untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, serta menciptakan dampak positif yang meluas. Selain itu, keberagaman Endeavor Entrepreneur mencerminkan kuatnya inovasi di berbagai industri. Dengan pencapaian sepanjang tahun 2024 ini, Endeavor Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai katalisator ekosistem kewirausahaan di Indonesia dan dunia hingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi dan inovasi di tanah air,” tambahnya.

    Proses seleksi untuk menjadi Endeavor Entrepreneur sangat ketat. Dimulai dari screening awal oleh tim Endeavor Indonesia, sesi 1-on-1 dengan mentor membahas tantangan dan evaluasi mendalam, serta pertemuan dengan panel lokal untuk menilai kesiapan pengusaha menuju proses akhir di tingkat global, yakni International Selection Panels (ISP) yang mengharuskan persetujuan bulat dari semua panelis.

    Lewat jaringan 3000 mentor global yang tersebar di 43 negara, para Endeavor Entrepreneur akan mendapatkan akses terhadap wawasan strategis untuk mengembangkan model bisnis, mengoptimalkan pengembangan produk, serta mempersiapkan strategi menuju ekspansi pasar internasional.

    Dengan total 104 Endeavor Entrepreneurs di Indonesia, Winston kini bergabung dengan jaringan para pionir startup seperti Harshet Lunani (Qoala), Edward Tirtanata & James Prananto (Kopi Kenangan), Alfatih Timur & Vikra Ijas (Kitabisa), dan lainnya, yang siap bersama-sama menginspirasi inovasi dan kemajuan ekonomi di Indonesia.

    (asj/asj)

  • Kecanggihan Sistem Robotik XtalPi, Bisa Buat Riset Obat Baru

    Kecanggihan Sistem Robotik XtalPi, Bisa Buat Riset Obat Baru

    Jakarta

    XtalPi, perusahaan platform R&D berbasis fisika kuantum, bertenaga AI, dan didukung robotika, berkolaborasi dengan Pyfagroup, perusahaan farmasi di Indonesia, untuk mendorong inovasi di bidang farmasi dan material baru.

    Perubahan ini akan membuat uji coba obat dapat dilakukan lebih cepat dengan akurasi data yang lebih tinggi. Caranya adalah dengan menggunakan sistem robotik canggih dan operasi berbasis AI ke dalam proses R&D obat Pyfagroup.

    Data R&D yang dihasilkan secara cepat akan diintegrasikan dengan ratusan model AI, memungkinkan prediksi dan validasi kandidat obat baru dengan lebih cepat, sehingga secara signifikan mengurangi biaya dan waktu eksperimen.

    “Kemitraan kami dengan XtalPi mencerminkan komitmen kami untuk terus berinovasi dalam pengembangan obat-obatan berkualitas tinggi. R&D berbasis AI memungkinkan kami memprediksi profil keamanan dan efektivitas obat sejak tahap awal, memberikan solusi perawatan kesehatan yang dapat diandalkan bagi masyarakat Indonesia,” kata Dr. Widjanarko Brotosaputro, Chief of Strategic Development Officer Pyfagroup, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    Dengan rekam jejak keberhasilan XtalPi yang telah bermitra dengan raksasa farmasi global seperti Pfizer dan Eli Lilly Co., kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pyfagroup dalam memperkuat posisinya di industri farmasi Indonesia.

    Pyfagroup siap merevolusi proses penelitian dan pengembangan obat, beralih dari metode konvensional yang intensif tenaga kerja ke sistem berbasis AI dan otomatisasi. Transformasi ini akan mempercepat pengembangan formulasi obat dengan akurasi berbasis data.

    “Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan PYFA, membawa teknologi AI mutakhir kami ke industri farmasi Indonesia. Pendekatan inovatif kami, yang menggabungkan AI, fisika kuantum, dan robotika, memiliki potensi untuk merevolusi pengembangan obat dengan meningkatkan efisiensi dan presisi. Kemitraan ini menandai babak baru yang menarik bagi XtalPi saat kami memperluas ke wilayah yang dinamis ini,” kata Dr. Peiyu Zhang, Chief Scientific Officer XtalPi.

    (asj/asj)

  • Aplikasi Cross Borders E-commerce Ini Bisa Bikin Produk UMKM Mendunia

    Aplikasi Cross Borders E-commerce Ini Bisa Bikin Produk UMKM Mendunia

    Jakarta

    Aplikasi Cross Borders e-Commerce Master Bagasi berkomitmen mendukung produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal mendunia.

    Berbeda dengan yang lain, Master Bagasi bekerjasama dengan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Menurut Amir Hamzah, Founder & CEO Master Bagasi diaspora Indonesia yang berjumlah lebih dari 12 juta di seluruh dunia adalah bagian dari ekosistem Master Bagasi yang memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap produk unggulan khas Indonesia.

    Hal ini diamini oleh Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Polandia, Muhammad Rizki saat menyambut kunjungan tim Master Bagasi di Polandia. Rizki menjelaskan inovasi Master Bagasi lewat aplikasi yang bisa diakses oleh diaspora Indonesia ini menjadi peluang bersama untuk menyuarakan gelombang Nusantara (Nusantara Wave) melalui produk-produk unggulan khas Indonesia.

    “Kami sangat antusias dan menyambut baik tim Master Bagasi. Kami bangga atas keberanian dan langkah besar yang diambil oleh anak muda Indonesia ini dalam mengembangkan bisnis yang mendukung UMKM. Kami berharap, kehadiran aplikasi Master Bagasi bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi dan membawa nama baik Indonesia di kancah global,” ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya.

    Adapun aplikasi Master Bagasi yang tersedia di Play Store dan App Store ini telah diinstal lebih dari 30 ribu pengunduh. Kemudahan lewat teknologi ini, semakin mendekatkan produk UMKM menembus pasar global.

    Disampaikan Hamzah dari jumlah pengunduh, lebih dari 50% adalah pengguna aktif (active user). Mereka menggunakan aplikasi untuk memesan produk-produk pilihan dari ribuan merek khas Indonesia. Jumlah negara yang dijangkau juga semakin banyak, lebih dari 100 negara di dunia.

    Karya Indonesia, Siap Jejaki Dunia

    Dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 sebagai negara berpendapatan tinggi, Master Bagasi, startup cross border e-commerce pertama di Indonesia mendukung penuh gerakan Nusantara Wave melalui Bentala Project, yang disambung hangat oleh KBRI Polandia.

    Melalui Bentala Project ini, diharapkan lahirnya gelombang produk-produk khas Nusantara yang mendunia. “Ini adalah langkah strategis bagi bangsa Indonesia di berbagai belahan dunia untuk membawa misi besar Nusantara Wave di mancanegara,” jelas Hamzah.

    Diakui Hamzah, Bentala Project ini menjadi cara unik dan strategis untuk membawa produk khas Nusantara mendunia. Caranya adalah dengan menggabungkan promosi digital dengan interaksi langsung melalui jaringan diaspora. Strategi tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan dengan diaspora di berbagai negara target market sekaligus untuk menjadi ‘Ambassador ‘ produk lokal Indonesia.

    Dengan memanfaatkan infrastruktur digital yang Master Bagasi bangun sejak 2021, gerakan ini menjadi satu langkah lebih depan karena memberikan kemudahan dalam pertukaran lintas batas barang dan jasa melalui tools Master Bagasi Super App.

    Diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar dan mitra strategis dalam menjadi bagian dari gelombang Nusantara melalui Bentala Project ini. Tingginya rasa nasionalisme dan keinginan untuk tetap terhubung dengan tanah air menjadi alasan utama diaspora berperan sebagai pintu gerbang ekspor bagi UMKM.

    Master Bagasi pun memanfaatkan jaringan diaspora melalui pendekatan strategis yang melibatkan kemitraan dengan institusi pemerintah seperti KBRI dan ITPC, serta komunitas diaspora di luar negeri. Langkah ini memungkinkan produk-produk terbaik dari ratusan brand asli Indonesia menjangkau pasar global, sekaligus mempercepat ekspor dan meningkatkan daya saing UMKM.

    Inisiatif Bentala Project pun sejalan dengan misi Master Bagasi untuk memperkuat citra Indonesia sebagai pemain ekonomi global yang kompetitif. Melalui kolaborasi lintas sektor, penggunaan teknologi, dan integrasi ekosistem digital, kami mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

    (agt/asj)

  • Peran, Keamanan Siber, dan Tantangannya di RI

    Peran, Keamanan Siber, dan Tantangannya di RI

    Berbicara soal security, berarti Confluent juga menghadirkan soal layanan tersebut, apa yang menjadi pembeda dengan layanan serupa dibandingkan yang lainnya?

    Jadi kalau bicara security yang selalu saya garis bawahi, teknologi itu hanya satu komponen saja dari security. Ada dua komponen lainnya, yaitu people, orang manusia-manusia yang menjalankan security, dan ada komponen yang lain lagi namanya proses atau tata pelola daripada security tersebut atau security governance.

    Sementara teknologi itu hanya satu-satunya teknologinya, people-nya, dan proses atau governance-nya. Semua menjadi kesatuan, kan? Contoh klasik yang sering saya bikin sebagai joke atau lelocon adalah kita bisa menggunakan policy yang paling canggih atau tata kelengkapan perusahaan adalah bahwa password itu harus seribu karakter, harus ada spesial karakter, harus ada nomor, angka, haruf besa, huruf kecil, harus seribu angka, gitu kan. Kemudian sistemnya juga canggih, dia bisa handle seribu karakter buat password.

    Tapi karena saking susahnya, jadi orang-orang akhirnya nulis password-nya, di-posted, kemudian ditempel di monitor, gitu kan. Itu kan jadinya bodoh, gitu kan. Nggak meng-consider dari perspektif people-nya.

    Sama seperti data streaming. Tentu saja skop kami di penyedia produk atau penyedia layanan adalah dari perspektif teknologinya. Bahwa teknologi kami itu sudah ISO certified, sudah memungkinkan bahwa segala macam security control itu sudah ada dan sudah built-in di dalam produk. Itu sudah ada.

    Tapi di luar itu tentu saja ketika kita mengimplementasikan solusi data streaming platform di suatu perusahaan, kita juga melakukan konsultasi dengan perusahaan tersebut terkait mereka punya tata kelola, gitu kan. Dan menyesuaikanlah tata kelola yang diberikan perusahaan tersebut dengan tools yang disediakan oleh produk kami.

    Dan tentu saja kami melakukan pelatihan atau training terhadap people-people-nya. Bahwa manusia akan menjalankan platform tersebut, sehingga tiga kesatuan itu tadi, people, process, teknologi, dapat berjalan dengan beriringan dan simpel.

    Untuk pelanggan Confluent, apakah kebanyakan dari swasta atau di sisi pemerintahnya juga?

    Lumayan beragam. Jadi kalau kita bicara finansial ya, bank-bank terbesar di Indonesia itu sudah menggunakan Confluent semua. Dan kalau kita bicara bank yang top 4 saja kan, top 4 itu campur ya, ada BUMN, ada bank swasta. Kemudian kalau kita bicara instansi perusahaan, itu juga ada beberapa kementerian dan lembaga yang sudah menggunakan kami. Kalau di luar finansial, misalnya di dunia telekomunikasi juga sudah menggunakan. Jadi sudah cukup masif penggunanya di Indonesia. Kami cukup beruntung bahwa diberikan kepercayaan yang sangat-sangat besar dari pelanggan-pelanggan kami.

    Tapi juga itu tidak terlepas dari tren ya, bahwa memang data streaming ini memang keharusan. Memang sesuatu yang wajib apabila suatu perusahaan tersebut mau mendepankan layanan digital ke pelanggan.

    Kalau bicara potensi itu sangat-sangat besar, tapi tantangannya data streaming di Indonesia?

    Yang pertama, tentu saja bagi banyak perusahaan data streaming ini, meskipun mereka sudah menggunakannya, skala penggunanya itu biasanya masih belum terlalu besar. Jadi limited scope. Kenapa mereka limited scope? Biasanya yang sering kita temukan adalah karena mereka tidak memiliki tim yang cukup. Cukup bisa dari sisi jumlah, cukup bisa dari sisi skill. Intinya kurang saja lah manusia-manusia yang bisa menjalankan sistem dan platform tersebut. Jadi itu tantangan utama.

    Jadi tantangan utama seperti halnya tantangan di banyak penyedia teknologi adalah bagaimana resource yang ada di pengguna-pengguna kami itu mampu, mumpuni, dan cukup untuk bisa menjalankan platform tersebut dengan baik. Makanya kita juga selain menjual produk, juga kami mengadakan pelatihan, kami mengadakan enablement terhadap customer-customer kami, sehingga penggunaan dari data streaming platform tersebut di masing-masing perusahaan dapat optimal.

    Itu pelatihannya berapa lama Pak?

    Tergantung. Jadi kan ada level maupun ada temanya, apakah itu di sisi pengembang aplikasi atau di sisi orang-orang yang menjalankan operasional, dan juga tentu saja ada level-levelnya. Jadi bisa kalau cuma sekedar untuk make sure mampu menjalankan yang simple-simple saja, ya saya rasa seminggu cukup ya, tapi kalau mau lebih lagi tentunya butuh waktu lebih lama.

    Berarti artinya SDM ini sangat penting agar solusi itu tepat guna ya Pak?

    Betul, betul. Nah tapi sebenarnya ada satu angle lagi. Jadi kalau tadi saya bilang manusianya ya sangat penting, itu sangat benar sekali. Namun di era cloud yang sekarang ini kan sebenarnya kita itu memberikan berbagai macam kemudahan. Kalau kita bicara tentang layanan cloud apalagi yang sifatnya software as a service, itu kan banyak elemen-elemen terkait manusia di sisi operasional yang bisa kita, bukan kita eliminir, tapi artinya bisa kita minimalisirlah jumlah kebutuhan maupun skill yang dibutuhkan. Karena dengan layanan cloud yang sifatnya software as a service itu, pelanggan sudah langsung bisa menggunakan layanan tersebut tanpa harus menyiapkan infrastruktur dan juga skill operasional yang terlalu tinggi karena itu semua sudah disediakan oleh kami sebagai penyedia layanan.

    Berbicara soal AI, tren ke depannya bakal gimana? dan cara Confluent menghadapi situasi tersebut?

    Jadi kalau kita juga kemarin mengadakan survei tentang AI dan semua customer bilang mereka hampir unanimous 100 persen, kalau nggak salah 90-an persen. Mereka bilang AI itu menjadi sangat penting, inisiatif yang akan mereka jalankan, dan ada beberapa juga yang bilang sudah tidak menjalankan.

    Tapi sebenarnya AI itu apa sih ya? Jadi kalau kita dalam perspektif kami di sisi Confluent, yang terpenting dalam AI itu kan data. Tanpa data, AI itu kayaknya cuman jadi nggak ada artinya. Data yang seperti apa? Jadi kan kalau yang sekarang lagi hot itu kita bicara generatif AI. AI yang membantu kita membuat sesuatu. Membuat sesuatunya seolah-olah dari nothing. From nothing to become something.

    Cuma kalau kita bicara suatu perusahaan, itu kan mereka juga memiliki data-data mereka yang sifatnya proprietary. Kalau misalnya saya ambil contoh di dunia masyarakat penerbangan, misalnya. Bisa saja mereka mengeluarkan AI chatbot yang mampu mengahami pertanyaan, permintaan, atau komplainan dari pelanggan. Itu bisa menggunakan langsung language model yang sifatnya open di luar sana. Tapi ketika si pelanggan tersebut expect untuk ada perubahan di katakanlah jadwal penerbangan mereka, atau seat mereka, atau point loyalty mereka mau digunakan. Itu kan membutuhkan data-data yang internal atau yang proprietary terhadap si perusahaan masyarakat tersebut.

    Dalam kasus seperti itu, bagaimana caranya kita mengkombinasi antara language model yang sudah ada, yang tadi sudah langsung readily available dengan data proprietary yang ada di belakang. Ini kan membutuhkan sesuatu tools. Di sinilah bagaimana data streaming itu dapat berperan.

    Jadi yang paling penting, kalau dalam hemat kami, AI itu hubungannya enggak jauh-jauh dari data. Dan datanya itu adalah data yang harus rata, harus tepat waktu, real time, dan tentu saja harus mampu mengintegrasikan berbagai sumber data. Saya bilang kalau di sistem maskapai penerbangan, itu kan kita enggak bicara satu sistem, kita bicara resolution system, kita bicara booking system, loyalty system, dan lain sebagainya. Jadi platform yang bisa mengalirkan data secara real time dan juga yang mampu kemudian dapat mengkombinasi dari multiple source tersebut, sehingga output dari AI tersebut menjadi kontekstual.

    Kalau tren AI ini bakal bikin melonjak ke data streaming?

    Kita tentu saja berharap demikian. Tapi satu hal yang saya lihat di market itu meskipun banyak perusahaan bilang mereka sudah mengadopsi AI, kalau kita sedikit, kita double click sedikit, kita buka AI yang mereka sudah pakai apa sih, itu biasanya masih sangat awal sekali adopsi perusahaan-perusahaan yang saya berkaitan dengan mereka. Biasanya mereka mencoba dari hal-hal yang low risk atau risiko yang rendah dulu, misalnya internal chatbot untuk nanya tentang policy perusahaan, misalnya ada salah satu bisnis partner kami yang menggunakan AI chatbot itu buat policy human resource. Jadi kalau ada anak baru, banyak nanya tentang policy, saya dapat cuti berapa sih? Atau gimana cara saya minta approval terkait A, B, C, dan lain sebagainya, itu mereka pakai AI, pakai chatbot.

    Biasanya hal-hal seperti itu dulu yang mereka gunakan. Tapi when it comes to sesuatu yang jauh lebih mission critical ke external, itu mereka biasanya masih dalam tahap kajian atau assessment.

    Berarti potensi pertumbuhannya bakal masih ada, Pak, karena masih early itu, Pak?

    Sangat. Betul. Masih sangat besar ke depannya.

    Kalau pertumbuhan detailnya ada nggak, Pak? Berapa?

    Kalau angka mungkin saya nggak bisa share ya.

    Tapi yang pasti sebagai ilustrasi saja, buat kami, adopsi itu tiap tahunnya kita expect double digit. Jadi jauh melebihi growth-nya PDB negara, beberapa kali kali lipat karena memang yang base-nya masih kecil, dan kedua potensi yang masih besar, dan juga dari sisi pengguna yang memang sudah banyak.

    Ada inovasi apa sih yang bakal disiapkan sama Confluent di tahun depan?

    Jadi kalau biasanya kita bicara data streaming platform itu, tadi yang sudah saya bilang ya, itu kita bicara men-stream data atau memindahkan data dari berbagai tempat ke berbagai tempat lainnya. Ke depannya teknologi data streaming platform itu tidak hanya memindahkan data, tapi ketika data itu bertindak, data itu bisa juga diproses istilahnya. Data itu bisa juga dilakukan data processing, sehingga ketika dia sampai di tujuan, maka si tujuan itu sudah tidak perlu lagi untuk memproses datanya dengan berat. Jadi beban daripada si tujuan itu menjadi lebih ringan.

    Nah itu yang mungkin secara penjelasan tadi, belum terlalu menjelaskan kenapa ini sesuatu yang sangat penting, tapi kemampuan untuk memproses data ketika dia sedang mengalir secara real time, itu akan menjadi sangat penting. Dan bahkan dalam hemat kami bisa menjadi game changer ketika kita bicara digitalisasi yang sekarang sedang giat di Indonesia.

    Bicara segi aturan sendiri, ada yang perlu atau yang menjadi masukan dari industri? karena Komdigi mau mengatur soal AI yang lebih spesifik lagi?

    Kita sebenarnya kalau bicara data streaming ini, kita konteksnya kebanyakan, hampir keseluruhan bahkan, itu within satu company, dalam satu perusahaan biasanya. Apabila perusahaannya itu happen to be multiple country misalnya, perusahaan regional atau perusahaan internasional, maka tentu saja itu harus mengikuti kaedah-kaedah data security cross border yang ditetapkan oleh industrinya maupun oleh pemerintah. Tapi tentu saja, jadi policy atau kebijakan pemerintah itu akan menjadi sangat penting dengan kita punya platformnya.

    (agt/asj)

  • Konservasi Karbon Biru ala Blibli Tiket Action

    Konservasi Karbon Biru ala Blibli Tiket Action

    Jakarta

    Blibli memperingati Hari Menanam Pohon Nasional 2024 dengan menanam 7 ribu pohon Mangrove, yang merupakan inisiatif kerja sama antara Blibli Tiket Action dengan ecopreneur CarbonEthics bersama Bank Neo Commerce.

    Inisiatif bernama Aksi Cinta Bumi ini bertujuan memperkokoh benteng laut alami di Kepulauan Seribu, yang sejalan dengan upaya pengurangan emisi di bawah pilar fokus materialitas Blibli Tiket Action.

    Hal ini juga merupakan komitmen ekosistem Blibli Tiket dalam mendukung pemerintah mengurangi suhu iklim dan menyelamatkan lingkungan, serta memperlambat resiko kenaikan permukaan air laut.

    Sebagian besar pohon mangrove yang ditanam oleh Blibli Tiket Action pada tahun 2024 berasal dari kolaborasi dengan sejumlah pelaku bisnis. Diantaranya 3.700 pohon dari hasil konversi pengembalian kemasan pelanggan, program Tukar Tambah produk elektronik, dan donasi pelanggan serta karyawan ekosistem Blibli Tiket.

    Selanjutnya, 2.000 pohon mangrove dari 2.000 peserta program Fresh Track 5K Run dalam rangka perayaan ulang tahun Ranch Market dan Farmers Market. Tidak hanya itu, terdapat 1.000 pohon mangrove yang merupakan bentuk dukungan Bank Neo Commerce dari hasil program pembukaan rekening baru dan 300 pohon lainnya dari hasil lelang fesyen sirkular oleh desainer Rinda Salmun saat gelaran Langkah Membumi Festival 2024 pada awal bulan November lalu.

    “Penanaman pohon mangrove ini merupakan wujud kolaborasi yang melibatkan pelanggan, karyawan dan lebih banyak pelaku bisnis, termasuk CarbonEthics dan Bank Neo Commerce, yang sejalan dengan komitmen Blibli Tiket Action dalam mendukung pengurangan emisi lewat rehabilitasi lahan mangrove,” kata Lisa Widodo, COO dan Cofounder Blibli, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    “Blibli Tiket Action optimis langkah ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian karbon biru (blue carbon) untuk mengurangi dampak perubahan iklim, namun juga mendukung ketahanan komunitas lokal melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan yang meningkatkan peluang pendapatan mereka,” tambahnya.

    Digagas pertama kali pada tahun 2020, inistiatif Aksi Cinta Bumi ini secara konsisten telah meningkatkan kontribusi dalam menanam pohon mangrove dan reboisasi di berbagai lahan kritis di Indonesia sejak tahun 2021.

    Hingga tahun 2024, Blibli Tiket Action konsisten meningkatkan jumlah pohon yang ditanam berjumlah 15.000 pohon. Komitmen ini mencerminkan dedikasi Blibli Tiket Action dalam mendukung konservasi blue carbon, atau karbon yang tersimpan di ekosistem laut dan pesisir, dimana emisi karbon bisa terserap dengan 10x lebih banyak dibandingkan hutan terestrial.

    Melalui aksi rehabilitasi ini, Blibli Tiket Action optimis mendukung potensi penyerapan CO2 hingga 231.000 kilogram dalam 20 tahun mendatang. Selain itu, langkah hijau terkait juga berperan penting dalam mendukung pelestarian biodiversitas laut, serta meningkatkan kualitas air bersih di wilayah pesisir.

    (asj/asj)