Category: Detik.com Tekno

  • Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 13 5G di Indonesia

    Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 13 5G di Indonesia

    FotoINET

    Adi Fida Rahman – detikInet

    Minggu, 19 Jan 2025 21:30 WIB

    Jakarta – Oppo belum lama ini merilis Reno 13 5G di Tanah Air. Bodi bagian belakangnya menampilkan efek kupu-kupu, berikut spesifikasi dan harga di Indonesia.

  • Video: Pengamat Ingatkan 2 Hal Ini Bila Pemerintah Mau Batasi Usia Akses Medsos

    Video: Pengamat Ingatkan 2 Hal Ini Bila Pemerintah Mau Batasi Usia Akses Medsos

    Video: Pengamat Ingatkan 2 Hal Ini Bila Pemerintah Mau Batasi Usia Akses Medsos

  • Jurus Anyar Telkom Bikin Usaha UKM Tumbuh dan Cuan

    Jurus Anyar Telkom Bikin Usaha UKM Tumbuh dan Cuan

    Jakarta

    Meski marketplace memberikan akses pasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan peluang lebih luas, keberadaannya tidak cukup menjamin keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis UKM. Lalu, bagaimana agar pelaku bisnis UKM berjalan optimal?

    Ketika UKM tidak dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang kompleks, walau sudah berada di market tersebut, tetap saja sulit bagi mereka memperoleh transaksi.

    Akibatnya, bisnis yang tidak dikelola baik akan menjadi loyo dan ‘mundur teratur’ dari kancah pertarungan di marketplace. UKM perlu pendampingan untuk pengelolaan dan pengembangan bisnis mereka. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya program PaDi Talks dari Pasar Digital (PaDi) UMKM.

    “Kami menyadari keterbukaan akses pasar saja belum cukup. UKM memerlukan strategi dan dukungan tepat agar mampu bertahan dan berkembang, dan mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis mereka, PaDi UMKM sebagai salah satu platform Business to Business unggulan Telkom telah menyiapkan berbagai program terkait,” ungkap EVP Digital Business & Technology Telkom, Komang Budi Aryasa, Minggu (19/1/2025).

    Program PaDi Talks sendiri berupa sesi diskusi interaktif yang bisa diikuti para UKM yang telah bergabung menjadi seller di marketplace PaDi UMKM. UKM terdaftar dapat mengikuti berbagai program pelatihan dan edukasi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan bisnis.

    Melalui progrma ini, UKM dapat berdiskusi secara langsung dengan narasumber yang kompeten yang dihadirkan PaDi dengan bahasan-bahasan yang sesuai. Mereka merupakan praktisi bisnis, akademisi, bahkan tokoh inspiratif yang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.

    PaDi berharap, program edukasi seperti PaDi Talks ini akan memberi inspirasi dan motivasi lebih kepada pelaku UKM. Termasuk juga membuka wawasan bisnis mereka agar makin piawai dalam menentukan strategis pemasaran, melakukan inovasi produk, mengatur manajemen keuangan, juga senantiasa up to date terhadap tren pasar terkini. Tidak kalah penting, pertemuan para pelaku usaha ini juga diharap bisa menjadi ajang mereka berjejaring dan berkolaborasi.

    Sudah banyak pelaku UKM yang terbantu dan merasakan betul manfaat mengikuti PaDi Talks. Salah satunya, Meta Dharmawan dari CV Kirana Cipta Lestari.

    “Sangat bagus dan terjawab semua pertanyaan saya dan teman-teman UMKM lainnya, materinya sesuai berisi tentang optimalisasi PaDi UMKM,” kata Meta usai mengikuti program PaDi Talks bertema Invoice Financing dan Social Media Marketing.

    Komang mengatakan, antara lain melalui pelatihan tersebut, maka PaDi UMKM berhasil signifikan meningkatkan jumlah transaksi di dalam platform sebanyak 3.610 persen sejak 2020 sampai saat ini. Begitu pula dengan perusahaan swasta dan BUMN sebagai pembeli yang naik drastis lebih dari 4.000 persen.

    (agt/agt)

  • Video: TikTok Dilaporkan Tak Tersedia Lagi di AS

    Video: TikTok Dilaporkan Tak Tersedia Lagi di AS

    Video: TikTok Dilaporkan Tak Tersedia Lagi di AS

  • 10 Cara Mengatasi HP Lemot dan Sering Ngelag

    10 Cara Mengatasi HP Lemot dan Sering Ngelag

    Jakarta

    Smartphone atau HP baru mampu menjalankan perintah dengan cepat ketika layar ditekan. Tapi lama kelamaan HP bisa menjadi lambat, lemot, atau ngelag.

    Beberapa faktor yang dapat memengaruhi masalah tersebut adalah kinerja RAM, kapasitas internal (ROM), operating system (OS), hingga kebiasaan penggunaan HP. Semakin minim kapasitas HP, maka masalah lemot makin mudah muncul.

    Di bawah ini ada 10 cara mengatasi HP lemot dan sering ngelag yang bisa detikers coba untuk mengembalikan kecepatan HP dalam menjalankan aplikasi dan sebagainya.

    Tips Mengatasi HP Lemot

    Dilansir dari PCMag dan Tech News World, berikut ini tips atau cara mengatasi HP lemot:

    1. Lakukan Reset

    Solusi pertama ketika HP mengalami lemot atau bahkan tidak mau menjalankan perintah adalah dengan melakukan reset. Ini dapat menyelesaikan masalah memori, cache aplikasi, atau konektivitas jaringan.

    2. Hapus Aplikasi yang Tidak Digunakan

    Kemungkinan penyebab HP lemot adalah terlalu banyak aplikasi. Setiap aplikasi mungkin tetap bekerja meski tidak sedang dijalankan. Hal ini tetap memakan memori RAM, sehingga mengganggu kinerja sistem.

    Jika ada aplikasi yang jarang digunakan atau tidak begitu penting, sebaiknya dihapus saja. Pada beberapa aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus, maka cukup menonaktifkannya atau pilih disable.

    3. Mengurangi Kepadatan File Kapasitas HP

    Masalah lain yang menyebabkan HP lemot dan sering ngelag adalah kapasitas internal HP yang sudah penuh. Mengurangi kepadatan kapasitas HP, misal dengan menghapus aplikasi.

    Selain itu, hapus juga foto dan video di galeri. Jika memang penting, maka pindahkan dulu ke layanan cloud. Jangan lupa kosongkan Trash di galeri atau file manager, karena sering kali file sampah masih berada di situ.

    4. Hapus Cache

    Setiap aplikasi biasanya meninggalkan jejak data yang disebut cache. Semakin sering aplikasi digunakan, biasanya juga semakin besar cache-nya. Caranya ialah buka Pengaturan > Penyimpanan > Aplikasi.

    Bukalah setiap aplikasi dan lakukan hapus cache. Detikers bisa memilih beberapa aplikasi yang biasanya memiliki cache besar seperti Instagram, YouTube, dan sebagainya.

    5. Update Aplikasi

    Jika HP lemot ketika membuka aplikasi tertentu, mungkin masalahnya ada pada aplikasi tersebut. Coba buka Play Store atau App Store untuk mengecek update aplikasi. Jika ada update terbaru, maka bisa segera diunduh dan diinstal.

    6. Update OS

    Selain update aplikasi, detikers juga bisa update OS. Versi OS yang terbaru biasanya paling efisien, sehingga bisa membuat HP lebih lebih cepat.

    Pada iPhone, buka Settings > General > Software Update. Pada Android, buka Settings > System > System Update.

    7. Singkirkan Widget

    Widget adalah fitur dari aplikasi yang bisa menampilkan informasi di layar utama tanpa harus membuka aplikasi terlebih dahulu. Misalnya aplikasi pemutar musik yang bisa langsung klik tombol play di layar utama.

    Fitur widget ini bisa menghabiskan RAM dan baterai lebih cepat. Cara menyingkirkannya adalah dengan mengetuk dan menahan widget sampai muncul opsi, lalu pilih Hapus.

    8. Nonaktifkan Pengaturan Animasi

    Pengguna mungkin senang mengaktifkan fitur animasi agar tampak lebih canggih misal efek cahaya, zoom, berputar, hingga penggunaan live wallpaper. Hal ini akan meningkatkan kinerja HP beserta aplikasi yang dibutuhkan.

    9. Cek Penggunaan Baterai

    Coba cek penggunaan kesehatan baterai kamu, karena kondisi baterai juga mungkin mempengaruhi kinerja HP. Di iPhone, buka Pengaturan > Baterai > Kesehatan & Pengisian Daya Baterai. Jika kesehatan baterai jauh di bawah 80%, maka pertimbangkan untuk mengganti baterai.

    Sementara Android tidak memiliki fitur skor persentase kesehatan baterai. Kamu bisa mengunduh aplikasi seperti AccuBattery untuk memeriksanya.

    Pastikan juga HP tidak dalam pengaturan Battery Saver. Kondisi tersebut memang membuat baterai awet, tetapi kinerja RAM juga menjadi terbatas.

    10. Lakukan Factory Reset

    Jika cara-cara di atas belum berhasil, coba lakukan factory reset atau mengembalikan ke setelan pabrik. Langkah ini akan menghapus semua data, sehingga jika ada data penting harus dicadangkan dulu.

    Jika detikers sudah mencoba 10 cara mengatasi HP lemot tersebut, namun masih bermasalah, maka tidak ada salahnya menyervis HP kamu. Jika masih belum berhasil, mungkin sudah waktunya ganti HP baru.

    (bai/row)

  • Ngeri! Potret Badai Sebelum dan Setelah Menerjang

    Ngeri! Potret Badai Sebelum dan Setelah Menerjang

    Ngeri! Potret Badai Sebelum dan Setelah Menerjang

  • TikTok Resmi Diblokir di AS, Aplikasinya Hilang di Play Store dan App Store

    TikTok Resmi Diblokir di AS, Aplikasinya Hilang di Play Store dan App Store

    Jakarta

    TikTok tidak lagi dapat diakses oleh pengguna di Amerika Serikat, setelah undang-undang mengenai pelarangan terhadap platforma asal China itu mulai diberlakukan pada Minggu (19/1/2025).

    Bahkan, aplikasi TikTok tidak muncul di toko aplikasi milik Google, Play Store, maupun App Store kepunyaan Apple. Selain itu, pengguna di negeri Paman Sam tidak bisa menonton kembali di TikTok.

    Sebagaimana dikutip BBC, notifikasi muncul kepada pengguna TikTok di AS, pemblokiran TikTok terjadi karena undang-undang yang melarang TikTok sudah berlaku sehingga tidak bisa menggunakan media sosial satu ini.

    Di paragaf berikutnya, ada kabar baiknya, Donald Trump sebagai presiden terpilih AS, menyatakan telah menangguhkan pemblokiran TikTok dan membantu mereka menemukan solusi untuk memulihkan pemblokiran setelah ia menjabat.

    Trump mengatakan ia kemungkinan besar akan memberikan TikTok penangguhan larangan selama 90 hari setelah dia menjabat pada hari Senin (20/1/2025) waktu setempat.

    “Perpanjangan 90 hari adalah sesuatu yang kemungkinan besar akan dilakukan, karena itu tepat,” kata Trump. “Jika saya memutuskan untuk melakukan itu, saya mungkin akan mengumumkannya pada hari Senin,” ucapnya menambahkan.

    Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan mendatanglah yang akan mengambil tindakan terkait nasib TikTok di AS selanjutnya.

    “Kami tidak melihat alasan bagi TikTok atau perusahaan lain untuk mengambil tindakan dalam beberapa hari ke depan sebelum pemerintahan Trump menjabat pada hari Senin,” kata sekretaris pers Karine Jean-Pierre dalam sebuah pernyataan.

    Sebelumnya, masa depan TikTok ini terancam karena adanya undang-undang yang mengharuskan TikTok untuk mengakhiri hubungan dengan perusahaan induknya di Cina, ByteDance, atau menghentikan operasinya di Amerika Serikat.

    Pada hari Jumat, Mahkamah Agung menguatkan undang-undang tersebut, dengan menyoroti perlunya undang-undang tersebut karena keamanan nasional. Dengan tidak adanya penundaan resmi dari Trump, perusahaan-perusahaan seperti Apple, Oracle, dan Google yang mendukung atau menjadi tuan rumah TikTok mungkin harus menghadapi konsekuensi finansial dan hukum.

    (agt/asj)

  • Mayoritas Perusahaan Indonesia Belum Siap Terapkan AI

    Mayoritas Perusahaan Indonesia Belum Siap Terapkan AI

    Jakarta

    Cisco baru mempublikasikan sejumlah temuan dari Cisco 2024 AI Readiness Index. Salah satunya adalah menurunnya kesiapan perusahaan di Indonesia dalam penerapan AI.

    Laporan ini mengungkap hanya 19% perusahaan di Indonesia siap sepenuhnya untuk menerapkan dan memanfaatkan teknologi berbasis AI, menurun dari 20% di tahun lalu.

    Penurunan ini menegaskan adanya sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi, menerapkan dan sepenuhnya memanfaatkan AI. Mengingat perkembangan pasar dan potensi dampak AI yang signifikan terhadap operasional bisnis, kesenjangan dalam kesiapan ini sangat penting.

    Cisco menyusun laporan ini menggunakan survei obyektif (double-blind) yang dilakukan terhadap 3.660 pemimpin senior bisnis dari perusahaan-perusahaan dengan 500 atau lebih karyawan di 14 pasar di APJC (Asia Pasifik, Jepang dan China). Para pemimpin ini bertanggung jawab atas integrasi dan penerapan AI di perusahaan mereka.

    Indeks kesiapan AI ini diukur berdasarkan enam pilar: strategi, infrastruktur, data, tata kelola, talenta dan budaya.

    AI telah menjadi pondasi bagi strategi bisnis, dan urgensi untuk mengadopsi dan menerapkan teknologi AI di kalangan perusahaan tengah meningkat. Di Indonesia, hampir semua perusahaan (99%) melaporkan peningkatan urgensi untuk menerapkan AI di tahun depan, yang sebagian besar didorong oleh CEO dan tim pemimpin.

    Selain itu, perusahaan-perusahaan mengalokasikan sumber daya dalam jumlah yang signifikan untuk AI, dengan 52% melaporkan bahwa 10% hingga 30% dari anggaran IT mereka dialokasikan untuk penerapan AI.

    Meskipun ada investasi AI yang signifikan dilakukan di area-area strategis seperti keamanan siber, infrastruktur IT dan analitik dan manajemen data, banyak perusahaan melaporkan bahwa hasil dari investasi tersebut tidak memenuhi harapan mereka.

    “Ketika perusahaan-perusahaan mempercepat inisiatif AI mereka, mengadopsi pendekatan yang komprehensif terhadap implementasi dan memahami semua untuk menghubungkan ambisi AI dengan kesiapan sangatlah penting,” kata Marina Kacaribu, Managing Director, Cisco Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    “AI Readiness Index tahun ini mengungkapkan bahwa untuk bisa sepenuhnya memanfaatkan potensi AI, perusahaan-perusahaan membutuhkan infrastruktur digital modern yang mampu menjawab perubahan dalam kebutuhan listrik dan persyaratan latensi jaringan akibat beban kerja AI yang semakin meningkat. Hal ini harus didukung oleh visibilitas yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis mereka,” tambahnya.

    Kesiapan infrastruktur AI dinilai sebagai tantangan terbesar dalam menerapkan AI. Juga ada kesenjangan di beberapa area lain yakni komputasi, performa jaringan pusat data, dan keamanan siber.

    Hanya 34% perusahaan memiliki GPU yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan AI saat ini dan di masa yang akan datang, dan 49% memiliki kemampuan untuk melindungi data dalam model AI dengan enkripsi yang menyeluruh, audit keamanan, pengawasan berkelanjutan, dan respon yang cepat terhadap ancaman.

    Selain itu, ada juga hambatan pada kurangnya talenta terampil. Perusahaan-perusahaan menyoroti hal ini sebagai tantangan utama di seluruh infrastruktur, data dan tata Kelola. Hal ini menegaskan sangat pentingnya tenaga profesional untuk mendorong inisiatif-inisiatif AI.

    “Ketika kompetisi mengadopsi AI semakin cepat, talenta akan menjadi faktor pembeda utama bagi berbagai perusahaan. Telah terjadi kekurangan talenta terampil dalam berbagai aspek AI. Hal ini berarti perusahaan-perusahaan harus berinvestasi di SDM yang dimiliki saat ini untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat,” kata Anupam Trehan, VP, People and Communities APJC, Cisco.

    “Pada saat yang sama, semua pemangku kepentingan – sektor privat dan publik, institusi pendidikan, dan pemerintah – harus bekerja sama untuk mengembangkan talenta-talenta lokal sehingga seluruh ekosistem bisa mendapatkan keuntungan dari potensi besar yang ditawarkan AI,” tutupnya.

    (asj/asj)

  • Bos Nvidia Tak Hadir di Pelantikan Trump, Pilih Rayakan Imlek

    Bos Nvidia Tak Hadir di Pelantikan Trump, Pilih Rayakan Imlek

    Jakarta

    CEO Nvidia Jensen Huang mengaku tak akan menghadiri acara pelantikan Donald Trump menjadi Presiden Amerika 20 Januari mendatang

    Huang memilih berjalan-jalan untuk merayakan Tahun Baru Cina, atau yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Imlek, bersama pegawai dan keluarganya, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (17/1/2025).

    Langkah Huang ini berbeda dengan kebanyakan bos-bos perusahaan teknologi besar lain, yang sudah memastikan akan hadir di acara pelantikan tersebut. Misalnya saja CEO Alphabet Sundar Pichai, CEO Apple Tim Cook, CEO Amazon Jeff Bezos, dan CEO Meta Mark Zuckerberg.

    Selama ini Huang juga disebut belum pernah menghadiri acara pelantikan Presiden Amerika Serikat. Ia pun mengaku belum akan menemui Trump untuk membicarakan aturan ekspor baru untuk AI yang baru disahkan oleh Presiden Biden.

    “Namun saya tak sabar untuk memberikan selamat untuk pemerintahan Trump saat mereka mulai bekerja,” kata Huang.

    Aturan AI yang dimaksud ini baru diumumkan oleh Presiden Biden pada 13 Januari lalu. Dalam aturan ini, AS membatasi ekspor chip AI ke banyak negara kecuali negara-negara yang dekat dengan AS, termasuk Taiwan salah satunya.

    Amerika juga tetap membatasi ekspor ke sejumlah negara seperti China untuk membatasi pembelian chip canggih yang dianggap bisa memperkuat militer China.

    Langkah pembatasan ekspor chip AI ini kemudian dikritik oleh Nvidia. Menurut mereka, aturan ini akan merusak kepemimpinan Amerika di ranah AI.

    Nvidia adalah nama besar di ranah AI, ini karena chip buatan mereka sangat diandalkan untuk pengolahan AI. Bahkan, permintaan chip ini terus meroket beberapa tahun belakangan, yang membuat valuasi Nvidia terus naik dan menembus angka USD 3 triliun.

    (asj/asj)

  • Trump Bakal Tunda Pemblokiran TikTok Selama 90 Hari

    Trump Bakal Tunda Pemblokiran TikTok Selama 90 Hari

    Jakarta

    Pengguna internet di Amerika Serikat dilaporkan sudah tidak bisa lagi mengakses TikTok, bahkan aplikasi milik Bytedance ini sudah tidak muncul di toko aplikasi Google dan Apple.

    Hal tersebut disebabkan setelah undang-undang mengenai pelarangan terhadap platform asal China mulai diberlakukan Minggu (19/1/2025).

    Namun, beberapa hari sebelum TikTok diblokir, presiden terpilih AS Donald Trump telah memberikan isyarat yang akan memberikan penangguhan pmeblokiran TikTok selama 90 hari setelah ia menjabat pada Senin (20/1/2025).

    Ini berarti TikTok masih bisa beroperasi di Amerika Serikat sampai mendapatkan solusi agar tidak diblokir setelah waktu yang ditentukan

    “Penangguhan 90 hari ini adalah hal yang sangat mungkin terjadi, karena ini memang layak diberikan. Anda tahu, ini layak diberikan. Kami akan mempertimbangkan dengan seksama. Ini adalah situasi yang sangat pelik,” kata Trump sebagaimaan dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (19/1/2025).

    Masa depan TikTok terancam karena adanya undang-undang yang mengharuskan TikTok untuk mengakhiri hubungan dengan perusahaan induknya di China atau jika tidak mereka harus menghentikan operasinya di Amerika Serikat.

    Pada Jumat (17/1/2025), Mahkamah Agung menguatkan undang-undang tersebut, dengan menyoroti perlunya undang-undang tersebut demi keamanan nasional.

    Akan tetapi dengan tidak adanya penundaan secara resmi dari Trump, perusahaan-perusahaan seperti Apple, Oracle, dan Google yang mendukung atau menyediakan aplikasi TikTok di app store-nya kemungkinan akan menghadapi konsekuensi finansial dan hukum.

    Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebutkan bahwa tidak ada tindakan segera yang diperlukan untuk TikTok atau perusahaan lain sampai pemerintahan Trump menjabat.

    Namun, untuk mendapatkan penangguhan akan membutuhkan kesepakatan konkret bagi ByteDance untuk menyelesaikan disinvestasi aplikasi pada pertengahan April. Hal ini merupakan hambatan utama yang perlu diselesaikan.

    Menurut pandangan para ahli, Trump mungkin akan mencari resolusi politik untuk menyelamatkan TikTok dengan menerapkan persyaratan yang ketat.

    ByteDance saat ini terlibat dalam negosiasi berbagai opsi lain yang mencakup kesepakatan divestasi dan potensi merger.

    Sementara itu, Beijing menentang tindakan AS dan menyebutnya sebagai penindasan yang tidak adil. Di sisi lain, para ahli industri percaya bahwa TikTok masih akan menghidupkan kembali dirinya sendiri di bawah entitas yang telah direstrukturisasi dan mematuhi peraturan AS.

    Pada Jumat lalu Trump mengaku sudah berdiskusi dengan Presiden China Xi Jinping dan salah satu topik pembicaraannya adalah TikTok. Lalu CEO TIkTok Shou Zi Chew pun ikut diundang dan akan menghadiri pelantikan Trump, bersama dengan sejumlah bos perusahaan teknologi lain.

    (jsn/jsn)