Category: Detik.com Tekno

  • Indonesia Kini Punya Asosiasi Antariksa, Ini Tugas-tugasnya

    Indonesia Kini Punya Asosiasi Antariksa, Ini Tugas-tugasnya

    Jakarta

    Sejak didirikan 21 Januari 2025, Asosiasi Antariksa Indonesia (ARIKSA) menjadi wadah bagi para pelaku, pakar, profesional, dan pemerhati dunia antariksa, berkolaborasi mengembangkan industri antariksa Tanah Air.

    Kehadiran asosiasi antariksa ini sekaligus memperkuat posisi dan peran strategis Indonesia di industri antariksa internasional. Pendirian ARIKSA dilandasi visi besar untuk mendukung kemajuan industri antariksa nasional sehingga Indonesia menjadi salah satu pemain utama di dunia internasional.

    Pendiri dan Ketua Umum ARIKSA Adi Rahman Adiwoso memperkenalkan asosiasi ini beserta jajaran kepengurusannya saat membuka diskusi panel bertajuk ‘Antariksa: Urgensi dan Relevansi untuk Indonesia’, di The Residence Onfive, Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

    (kika) Adi Rahman Adiwoso Ketum ARIKSA & CEO PSN, Tatacipta Dirgantara Rektor ITB, Marsma TNI Dr. Penny Rajendra Anggota Dewan Pembina ARIKSA, Sofyan A. Djalil Anggota Dewan Pengawas ARIKSA, Laksana Tri Handoko Kepala BRIN, Stella Christie Wamen Dikti Saintek, Nia Asmady Space Technology Manager PSN (moderator). Foto: Rachmatunnisa/detikINET

    “Rencana kerja jangka Panjang ARIKSA adalah mewujudkan visi dan misi asosiasi dengan menciptakan ekosistem yang kondusif dalam menunjang industri keantariksaan,” sebutnya.

    Selain Adi Rahman yang juga merupakan CEO PT Pasifik Satelit Nusantara, jajaran pendiri dan dewan pengurus ARIKSA juga diisi oleh pengusaha muda nasional Aryo PS Djojohadikusumo serta David Fernando Audy.

    Pendirian ARIKSA turut disaksikan Ketua National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI), Marsekal Pertama TNI Penny Radjendra, serta Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Robertus Heru Triharjanto.

    Nama-nama lain yang tak asing di industri ini juga terlihat dalam daftar susunan organisasi ARIKSA 2025-2029, antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika ke-5 Rudiantara sebagai Ketua Dewan Pembina, dan Menteri Luar Negeri ke-17 Retno Marsudi sebagai anggota Dewan Pengawas.

    Menyadari usia ARIKSA yang masih seumur jagung, salah satu rencana kerja jangka pendek ARIKSA adalah gencar melakukan sosialisasi tentang organisasi ini, termasuk menggelar diskusi panel yang berlangsung hari ini.

    “Tahap awal rencana kerja jangka pendek ARIKSA meliputi, satu, memperkenalkan ARIKSA kepada publik yang meliputi para pemangku kepentingan nasional hingga pihak-pihak internasional,” kata Adi.

    Berikut adalah Rencana Kerja Jangka Pendek ARIKSA:

    Perkenalan asosiasi kepada publikMendorong penyusunan dan pengesahan kebijakan keantariksaanMencanangkan program pemberdayaan SDM antariksa nasionalMewujudkan kolaborasi peluncuran roket di IndonesiaMendukung percepatan pendirian bandara antariksa dan kapabilitas manufaktur satelit di Indonesia.

    Dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut, kata Adi, ARIKSA memiliki tiga komite utama yaitu Komite Teknologi dan Industri, Komite Regulasi, dan Komite Pengamanan SDM. Masing-masing dai tugas komite dijabarkan di bawah ini.

    Komite Teknologi dan Industri, mendorong penguatan teknologi dan industry keantariksaan melalui riset, pengembangan, dan kolaborasi ekosistem dari hulu ke hilir.

    “Tujuan utamanya adalah mendorong terbangunnya ekosistem antariksa yang mandiri di mana Indonesia memiliki rantai antariksa yang lebih mulai dari dulu sampai kini,” Adi menjelaskan.

    Komite Regulasi, mengadvokasi suara dan aspirasi pelaku industri kepada regulator keantariksaan dalam rangka penyusunan serta kebijakan yang mendukung ekosistem antariksa nasional.

    “Komite ini berperan sebagai pengumpu antara industri dan regulator dengan harapan dapat mendorong pelaksanaan space policy,” kata Adi.

    Komite pengembangan SDM, mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten guna memperkuat ekosistem serta mendukung pertumbuhan industri keantariksaan nasional.

    “Ini salah satu yang paling penting. Upaya pengembangan tidak hanya menyasar ke level akademik, tapi mulai dari pendidikan menengah hingga perguruan tinggi. Komite diharapkan juga dapat membuat program pelatihan, mendukung partisipasi kompetisi keantariksaan lokal maupun internasional, serta peningkatan kapasitas SDM Indonesia,” urainya.

    Berikut adalah susunan kepengurusan ARIKSA periode 2025-2029.

    Susunan Organisasi ARIKSA 2025-2029

    Dewan Pengurus

    Ketua Umum ARIKSA

    Adi Rahman Adiwoso (Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara)

    Sekretaris Jenderal

    Aryo PS Djojohadikusumo (WKU Bidang ESDM Kadin)

    Wasekjen dan Ketua Harian

    Sigit Jatiputro (General Manager PT Pasifik Satelit Nusantara)

    Bendahara Umum

    David Fernando Audy (Direktur Dian Swastika Sentosa, Sinar Mas Group)

    Wakil Bendahara Umum

    Anggarini Surjaatmadja (Direktur Strategi dan Korporasi PT Pasifik Satelit Nusantara)

    Juru Bicara

    Ann Cammaro (Founder & CEO Antarexxa)

    Dewan Pembina

    Ketua

    Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika ke-5)

    Anggota

    Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)Tatacipta Dirgantara (Rektor ITB)lda Bagus Rahmadi Supancana (Profesor Hukum Antariksa Universitas Atmajaya)Marsekal Pertama TNI Dr Penny Radjendra (Ketua National Air and Space Power Centre Indonesia)Robertus Heru Triharjanto (Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN)Rokhis Khomarudin (Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN)Polana B. Pramesti (Direktur Utama AirNav Indonesia Periode 2022-2025).

    Dewan Pengawas

    Ketua

    Burhanuddin Abdullah (Gubernur Bank Indonesia ke-12)

    Anggota

    Sofyan Djalil (Menteri Komunikasi dan Informatika ke-2)Retno L.P Marsudi (Menteri Luar Negeri ke-17)Erna Sri Adiningsih (Kepala ORPA BRIN 2021-2022, Sestama LAPAN 2018-2021)Dwi Badarmanto (Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara)Willawati (Pendiri Rumah Produksi Film Kaninga Picture).

    (rns/afr)

  • Redmi Note 15 Pro & Pro+ Rilis, Baterai Raksasa 7000 mAh Harga Rp3 Jutaan

    Redmi Note 15 Pro & Pro+ Rilis, Baterai Raksasa 7000 mAh Harga Rp3 Jutaan

    Jakarta

    Xiaomi baru saja memperkenalkan duo smartphone terbaru, Redmi Note 15 Pro dan Redmi Note 15 Pro+, dalam sebuah acara di China. Kedua ponsel ini hadir dengan spesifikasi mumpuni, termasuk baterai raksasa 7000 mAh dan keunggulan lainnya yang siap memanjakan penggunanya.

    Layar OLED Canggih dan Tahan Banting

    Redmi Note 15 Pro mengusung layar OLED datar 6,83 inch dengan refresh rate 120Hz, sementara Note 15 Pro+ hadir dengan layar OLED lengkung berukuran sama. Keduanya menawarkan kecerahan puncak hingga 3200 nits dan dilindungi oleh Xiaomi Dragon Crystal Glass yang kokoh.

    Layar Redmi Note 15 Pro dan Pro+ Foto: Xiaomi

    Tak hanya itu, Note 15 Pro memiliki bodi tahan debu dan air dengan sertifikasi IP66+IP68+IP69+IP69K, menjadikannya tahan terhadap semburan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi dalam waktu lama. Ponsel ini juga dilengkapi 17 komponen struktural kedap udara, lulus uji ketahanan air jangka panjang, dan meraih sertifikasi TÜV SÜD bintang lima untuk kualitas tahan air.

    Fitur wet touch 2.0 memungkinkan layar tetap responsif meski basah. Panel belakang berbahan fiberglass ultra-kuat menambah ketahanan terhadap benturan, lulus uji jatuh dari ketinggian 2 meter sebanyak 50 kali di atas granit, serta memperoleh sertifikasi Gold Label Five-Star untuk ketahanan jatuh berulang.

    Redmi Note 15 Pro+ dibekali SoC baru Foto: Xiaomi

    Performa Gahar dengan SoC Terbaru

    Redmi Note 15 Pro+ menjadi ponsel pertama yang ditenagai Snapdragon 7s Gen 4. Xiaomi menyematkan sistem pendingin mutakhir dengan pompa sirkulasi tertutup es seluas 5200mm², konduktivitas termal hingga 5954mm², dan area grafit 1000mm².

    Ditambah chip Xiaomi Pascal T1S untuk peningkatan sinyal, ponsel ini menawarkan performa optimal tanpa panas berlebih. Sementara itu, Note 15 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 7400-Ultra yang tak kalah bertenaga.

    Kamera

    Untuk fotografi, Note 15 Pro+ dibekali kamera utama Light Fusion 800 50MP, kamera ultra-lebar 8MP, dan kamera telefoto 50MP dengan zoom 2.5x. Sedangkan Note 15 Pro mengandalkan sensor Sony LYT-600 50MP, kamera ultra-lebar 8MP, dan kamera makro 2MP.

    Keduanya dilengkapi speaker ganda simetris 1115mm dengan volume 400% lebih kencang, memberikan pengalaman multimedia yang imersif.

    Redmi Note 15 Pro dan Pro+ usung baterai 7.000 mAh Foto: Xiaomi

    Baterai Jumbo dengan Fast Charging

    Dua model ini sama-sama membawa baterai 7.000 mAh. Untuk pengisian cepat, Redmi Note 15 Pro+ mendukung 90W fast charging, sementara Note 15 Pro mendukung 45W fast charging. Keduanya juga bisa digunakan untuk reverse charging 22,5W.

    Menariknya, ada edisi khusus Redmi Note 15 Pro+ Satellite Messaging Edition yang mendukung pesan darurat via satelit Beidou, jadi tetap bisa berkomunikasi tanpa internet.

    Redmi Note 15 Pro+ bisa koneksi satelit Foto: Xiaomi

    Harga dan Varian

    Redmi Note 15 Pro hadir dalam warna Midnight Black, Cedar White, Sky Blue, dan Cloud Purple, dengan harga mulai CNY 1.499 (Rp 3,3 juta) hingga CNY 1.899 (Rp 4,2 juta).

    Redmi Note 15 Pro+ tersedia dalam warna Midnight Black, Cedar White, Sky Blue, dan Smoky Purple, dibanderol mulai CNY 1.999 (Rp 4,4 juta) hingga CNY 2.399 (Rp 5,3 juta). Untuk edisi satelit, harganya CNY 2.499 (Rp 5,5 juta).

    Xiaomi belum mengungkap kapan akan memboyong kedua jagoan terbarunya ke pasar global.

    (afr/afr)

  • Kucing ‘Ditangkap’ karena Cakar-cakar Polisi, Langsung Diproses

    Kucing ‘Ditangkap’ karena Cakar-cakar Polisi, Langsung Diproses

    Kucing ‘Ditangkap’ karena Cakar-cakar Polisi, Langsung Diproses

  • Viral! Jerome Polin Bongkar Hitungan Salah Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta

    Viral! Jerome Polin Bongkar Hitungan Salah Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta

    Jakarta

    Nama Jerome Polin kembali menjadi sorotan publik setelah mengkritik pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, terkait tunjangan perumahan anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan. Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @jeromepolin
    pada Kamis (21/8/2025), lulusan Universitas Waseda, Jepang, ini mempertanyakan logika berhitung Adies yang dianggap keliru. Video tersebut kini telah ditonton lebih dari 11 juta kali dan memicu gelombang komentar pedas dari warganet.

    Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Adies Kadir menyebutkan bahwa tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan masih kurang untuk menutupi biaya kos di sekitar kawasan Senayan. Ia menjelaskan, jika biaya kos Rp 3 juta per bulan dikalikan dengan 26 hari kerja, maka totalnya menjadi Rp 78 juta.

    Menurut Adies, anggota DPR bahkan harus menambah biaya dari kantong pribadi karena tunjangan tersebut tidak mencukupi. “Kalau di sekitar sini kan ngontrak atau kita kos kan Rp 3 juta per bulan, didapatkan Rp 50 juta per bulan. Kalau dikalikan 26 hari kerja, berarti Rp 78 juta per bulan,” ujar Adies.

    Pernyataan ini langsung mengundang reaksi dari Jerome Polin, yang dikenal sebagai influencer pendidikan dan pakar matematika. Dalam videonya, Jerome dengan nada santai namun tegas menjelaskan kekeliruan dalam perhitungan Adies.

    “Selamat datang di kelas matematika, inilah pentingnya kita belajar matematika,” kata Jerome sambil menuliskan perhitungan di papan tulis kecil.

    Ia menegaskan bahwa jika biaya kos Rp 3 juta per bulan dikurangi dari tunjangan Rp 50 juta, maka anggota DPR masih memiliki sisa Rp 47 juta per bulan.

    “Bulan sama hari enggak boleh dikali. Kalau Rp 3 juta dikali 26 hari, itu artinya Rp 3 juta per hari. Kalau Rp 3 juta per hari, itu bukan kos, itu hotel bintang lima, Pak,” sindir Jerome, disambut tawa oleh warganet.

    Jerome juga menyinggung ketimpangan antara tunjangan besar yang diterima anggota DPR dengan kondisi rakyat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

    “Rp 50 juta per bulan buat tunjangan rumah, sementara di luar sana banyak guru, dosen, tenaga pendidik, nakes, nggak tahu makan di mana besok, tinggal di mana, hidup atau nggak, nggak tahu,” tegasnya.

    Menanggapi kritikan yang viral, Adies Kadir akhirnya meralat pernyataannya pada 19 Agustus 2025. Ia mengklarifikasi bahwa biaya kos Rp 3 juta adalah per bulan, bukan per hari, dan menghitungnya dengan 12 bulan, bukan 26 hari kerja. “Rp 3 juta kali dua belas bulan,” ujarnya di Kompleks Senayan. Namun, klarifikasi ini tidak cukup meredam kemarahan publik, terutama karena isu tunjangan DPR ini dianggap timpang dengan realitas ekonomi rakyat.

    Kontroversi ini juga menyeret nama anggota DPR lainnya, seperti Nafa Urbach, yang mencoba menjelaskan tunjangan tersebut melalui siaran langsung di TikTok. Namun, pernyataannya justru memicu reaksi negatif lebih lanjut dari warganet yang merasa keluhan tentang kemacetan dari Bintaro ke Senayan tidak sebanding dengan kesulitan rakyat. Akibat hujatan yang membanjiri media sosialnya, Nafa bahkan menutup kolom komentar di akun Instagram pribadinya.

    Komentar Pedas Warganet ke DPR

    Adies Kadir Foto: Dok. DPR RI

    Unggahan Jerome Polin sontak dapat dukungan warganet di kolom komentar. Banyak netizen yang ikut mengkritik kebijakan tunjangan DPR yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

    “Ngitung gini aja gak bisa apa lagi ngitung anggaran..👏,” ujar @yohanesadhijaya.

    “@jeromepolin ajarin mereka ngitung dong. Soalnya yg 3jt/hari biasanya hotel bintang 5 mungkin dengan layanan room service ya 😢😢😢 sementara rakyat, rumah aja ga punya. Makan aja kadang bisa kadang enggak,” kata @rikaekawati.

    “Peuunteenn pak moon maap Kost d mana yg perbulan 78jt😭 itu kost apa villa mewah pak?😭🤏🏻 Negara ini masih banyak loh pak “masyarakat” yg membutuhkan😭🙏🏻 jd tolong jangan mempermainkan rakyat dengan drama itu pak,” ungkap @ayas_laras96.

    “Cuma bisa istighfar lihat dan denger cuitan para elit bangsa saat ini. Semoga Allah SWT membalas dg sebaik2nya balasan yg setimpal dg kerusakan yg mereka perbuat. Aamiin,” doa @thammy.gani.

    “Saran kami sebagai netizen, harusnya bang jer buka les matematika buat DPR🙏🏻,” usul @arroyanpram.

    Simak Video “Video: Jerome Polin Gemas Hitung-hitungan Tunjangan Rumah Anggota DPR”
    [Gambas:Video 20detik]
    (afr/afr)

  • Pengalaman Hidup dan Mati Tersedot Tornado, Apa Rasanya?

    Pengalaman Hidup dan Mati Tersedot Tornado, Apa Rasanya?

    Jakarta

    Tidak mudah untuk menghindari tornado karena tidak selalu gampang pula melihat angin tersebut. Kalau dari kejauhan, oke lah. Tapi kalau dari dekat, tentunya akan susah.

    Terkadang, tanda pertama yang menandakan datangnya tornado adalah gemuruh ‘kereta barang’ yang sudah lama terkenal. Ada pula suara-suara yang mengindikasikan datangnya tornado yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia.

    NOAA mengumpulkan kisah-kisah penyintas tornado yang menjadi portofolio. Banyak di antaranya merasa beruntung masih hidup. Ada yang bahkan benar-benar tersedot angin tornado. Seperti pengakuan dua orang berikut, sebagaimana melansir IFLScience.

    Cheri (Bryan, TX, 2019)

    Saya berlari ke kamar mandi, berbaring di lantai, dan meraih toilet, tahu toilet itu sudah dibaut ke tanah. Dalam 2-5 detik berikutnya, saya melihat sudut toko dan kamar mandi terangkat dan menghilang di atas saya. Lalu saya dihantam dengan kekuatan yang tak terlukiskan dan merasa diri saya terangkat ke udara, bergerak mundur dengan kecepatan yang terasa seperti 161 km/jam. Saya dihantam dari segala arah oleh benda-benda dan balok-balok dari gedung.

    Seribu pikiran berkecamuk di benak saya dan saya tahu saya sudah mati. Saya berdoa agar Tuhan menyelamatkan saya, lalu saya terbanting kembali ke tanah. Saya menyadari bahwa saya masih hidup dan tidak merasa luka saya terlalu parah. Kemudian puing-puing mulai berjatuhan dari langit. Saya berpikir, oh hebat, saya selamat dari terhisap ke udara oleh tornado, sekarang saya akan tertimpa reruntuhan sampai mati!

    Chris Tuveng (Dallas, Texas, 2019)

    Ketika saya sampai di Little Caesars, mereka kehabisan pizza. Jadi saya harus menunggu. Saat saya menunggu, Tornado menghantam pusat perbelanjaan dan menarik saya keluar dari gedung. Saya benar-benar berdiri di dalam Tornado. Awalnya saya menemukan tiang penyangga untuk berpegangan. Kemudian, Tornado memutar saya dari tiang penyangga dan menabrak truk yang terparkir di depan Little Caesars. Saya mencoba berpegangan pada kap truk, tetapi tidak ada yang bisa dipegang. Saya akhirnya terduduk di tanah sambil berpegangan pada pelek ban depan kiri hingga berhenti.

    Tornado itu adalah EF3 dengan kecepatan angin berkelanjutan 140 mph (225 km/jam) dan lebar dasarnya 1.300 yard (1.189 meter). Itu setara dengan 13 lapangan sepak bola. Kata-kata tak dapat menggambarkan rasanya. Sangat mengerikan. Saya sungguh beruntung masih hidup. Saya rasa Anda tidak akan bertemu banyak orang dalam hidup Anda yang mampu bertahan dari hal seperti ini.

    (ask/afr)

  • OpenAI Raup Rp 16 Triliun Sebulan Berkat ChatGPT, Tapi…

    OpenAI Raup Rp 16 Triliun Sebulan Berkat ChatGPT, Tapi…

    Jakarta

    Popularitas ChatGPT membuat pembuatnya, OpenAI, meraup banyak uang. Namun CFO OpenAI, Sarah Friar, mengatakan bahwa meskipun perusahaan mencapai tonggak pendapatan, mereka tetap menghadapi tekanan berkelanjutan karena permintaan daya komputasi yang dibutuhkan untuk kecerdasan buatan.

    “Saat ini perusahaan sangat membutuhkan GPU dan komputasi,” ujarnya yang dikutip detikINET dari CNBC. Daya komputasi yang memadai untuk memenuhi permintaan AI merupakan tantangan terbesar perusahaan.

    “Itulah mengapa kami meluncurkan Stargate. Itulah mengapa kami melakukan pengembangan yang lebih besar,” cetusnya. Stargate adalah proyek infrastruktur AI oleh OpenAI bersama perusahaan besar lainnya.

    Friar mengatakan bahwa meningkatnya permintaan daya komputasi membutuhkan lebih banyak mitra untuk mendiversifikasi risiko dan meningkatkan pasokan. Perusahaan yang terlibat dalam pengembangan itu termasuk Oracle dan Coreweave, sementara Microsoft masih sangat terlibat.

    “Microsoft akan menjadi mitra penting untuk tahun-tahun mendatang, dan saya pikir kami sangat terkait karena IP kami. Ingat, produk AI Microsoft dibangun di atas teknologi OpenAI,” paparnya.

    OpenAI berkembang pesat sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022. Tahun ini, perusahaan diperkirakan akan melipatgandakan pendapatan menjadi USD 12,7 miliar. Friar mengungkap bahwa OpenAI mencapai pendapatan bulan pertamanya sebesar USD 1 miliar pada bulan Juli, atau di kisaran Rp 16,2 triliun.

    Adapun CEO Sam Altman sebelumnya memperkirakan akan menghabiskan triliunan dolar untuk data center guna memenuhi permintaan. “Taruhan kami adalah, permintaan kami akan terus tumbuh, kebutuhan pelatihan akan terus berlanjut, dan kami akan membelanjakan mungkin lebih agresif dari perusahaan mana pun,” katanya.

    Perusahaan tersebut sedang dalam pembicaraan untuk menjual sekitar USD 6 miliar saham dengan valuasi sekitar USD 500 miliar. Bulan Maret, OpenAI menutup putaran pendanaan sebesar USD 40 miliar dengan valuasi USD 300 miliar, merupakan penggalangan dana terbesar yang pernah tercatat oleh perusahaan teknologi swasta.

    OpenAI juga baru saja meluncurkan ChatGPT-5, model AI tercanggihnya, yang memulai debutnya dengan review beragam. Ada yang menyebutnya impresif, tapi ada juga yang menilainya tidak jauh lebih baik dari GPT-4.

    (fyk/fyk)

  • Safia, Voicebot AI Baru Telkomsel yang Bisa Ngobrol Ala Manusia

    Safia, Voicebot AI Baru Telkomsel yang Bisa Ngobrol Ala Manusia

    Jakarta

    Bertepatan dengan Solution Day 2025, Telkomsel memperkenalkan solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama Safia atau Smart AI Voice Interactive Assistant. Teknologi ini hadir sebagai voicebot cerdas yang mampu membantu korporasi dalam melayani pelanggan, telemarketing, penagihan, hingga payment reminder.

    GM Enterprise Services Management Telkomsel, Debora Sofiana, mengatakan Safia dirancang untuk menjawab tantangan industri yang dituntut memberikan pelayanan cepat, tepat, efisien, sekaligus, personal.

    “Selama ini banyak perusahaan masih mengandalkan mengandalkan human agent. Padahal ada banyak pain point seperti keterbatasan kapasitas, biaya operasional tinggi, dan turnover karyawan yang cukup besar. Safia hadir untuk men-solve persoalan tersebut, ujar Debora ditemui detikINET di sela-sela Solution Day, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

    Safia didukung teknologi Automatic Speech Recognition (ASR) dan Large Language Model (LLM), sehingga mampu berkomunikasi lebih natural seperti layaknya percakapan dengan manusia. Perusahaan yang menggunakan layanan ini dapat mengoperasikan layanan pelanggan 24 jam penuh, sehingga jadi solusi dari keterbatasan manusia.

    “Kalau human agent terbatas jumlah dan jam kerjanya, Safia bisa unlimited, bahkan di jam-jam golden hour seperti 9-11 pagi atau 2-4 sore. Dari sisi kapasitas dan skalabilitas jelas meningkat,” tambah Debora.

    Telkomsel menekankan bahwa Safia bukan hanya voicebot biasa, karena dibekali empati. Misalnya, penggunaan di sektor penagihan, maka interaksi dengan pelanggan tidak lagi bersifat menekan, melainkan mengedepankan pendekatan solutif.

    “Kami menyebut Safia sebagai empathetic AI voicebot. Jadi bukan lagi agent versus customer, tapi mencari solusi bersama. Misalnya saat collection, kalau pelanggan tidak bisa bayar penuh, Safia bisa menawarkan opsi yang lebih sesuai. Pendekatannya humanis,” jelas Debora.

    Meskipun namanya identik suatu gender tertentu, Debora mengungkapkan Safia dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, mulai dari pemilihan suara laki-laki atau perempuan, gaya komunikasi formal maupun kasual, hingga penyusunan standar Quality Assurance (QA) yang konsisten.

    GM Enterprise Services Management Telkomsel, Debora Sofiana Foto: Dok. Telkomsel

    Meski baru diperkenalkan secara resmi pada hari ini, Telkomsel mengklaim Safia sudah mulai digunakan oleh beberapa perusahaan multifinance, P2P lending, perbankan, hingga asuransi yang kini tengah menjalani uji coba (proof of concept). Ke depan, Telkomsel menargetkan penetrasi ke sektor retail dan manufaktur.

    “Target awal memang banking dan financial karena mereka lebih digital-minded. Tapi potensinya besar juga di sektor retail maupun manufaktur. Safia akan terus kami enhance agar semakin pintar seiring banyaknya data percakapan yang masuk,” ucapnya.

    Keamanan dan AI Sebagai Pelangkap

    Menyadari pentingnya perlindungan data, Telkomsel memastikan bahwa SAFIA berjalan di jaringan terpercaya Telkomsel dan sudah sesuai dengan regulasi nasional maupun standar internasional seperti GDPR dan ISO AI.

    “Semua data tersimpan di Indonesia, bahkan untuk industri dengan concern tinggi seperti perbankan. Kami juga menyediakan opsi on-premise bagi perusahaan yang membutuhkan. Jadi aspek keamanan menjadi prioritas,” tegas Debora.

    Telkomsel juga menyebutkan kehadiran Safia bukanlah ancaman bagi pekerjaan manusia. Justru menurutnya, kehadiran AI ini diharapkan bisa mengurangi beban kerja berulang, sehingga agent manusia dapat fokus pada kasus-kasus kompleks yang butuh empati tinggi.

    “Kami tidak ingin menghapus peran manusia. Justru Safia dirancang sebagai pendamping yang melengkapi. Untuk kategori tertentu AI bisa ambil peran, tapi tetap ada ruang besar untuk human agent,” kata Debora.

    Dengan Safia, Telkomsel Enterprise berharap dapat menghadirkan solusi digital yang lebih efisien sekaligus humanis, sejalan dengan percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri di Indonesia.

    (agt/agt)

  • Ini Pentingnya Data dan Etika Dalam Penggunaan AI

    Ini Pentingnya Data dan Etika Dalam Penggunaan AI

    Jakarta

    Kemajuan teknologi yang begitu cepat menjadikan AI dan keamanan data sebagai faktor kunci keberhasilan bisnis. Selain itu, data dan etika juga menjadi faktor kunci dalam penggunaan AI.

    Hal itu diutarakan Direktur Utama PT Intikom Berlian Mustika Agus Susanto dalam konferensi teknologi LeadX 2025 yang digelar Selasa 19 Agustus 2025 di Jakarta. Menurutnya, para pelaku usaha harus memahami bagaimana AI dapat diterapkan di perusahaan masing-masing agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

    “Security itu sangat penting untuk membentengi pertahanan data kita. Saya harapkan lewat forum ini para peserta mendapat pembaruan tentang proteksi data yang lebih baik,” ujar Agus dalam keterangan yang diterima detikINET.

    Konferensi ini diikuti lebih dari 500 peserta dari lebih 100 perusahaan lintas sektor, mulai dari perbankan, asuransi, manufaktur, telekomunikasi, hingga distribusi.

    Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah keamanan data pribadi dan data perusahaan yang berkaitan dengan hak cipta.

    Konferensi Intikom LeadX Foto: Dok. Intikom

    Agus mencontohkan, hasil desain sebuah kapal atau pesawat terbang merupakan aset yang harus dilindungi agar tidak dicuri atau ditiru pihak lain.

    “Apalagi dengan AI, kadang sistem mereferensi data yang sebenarnya memiliki hak cipta. Karena itu, pemerintah sudah mengatur agar data orang lain tidak digunakan sembarangan,” katanya.

    Direktur Intikom Sudimin Mina menambahkan, ada tiga pilar dalam penggunaan AI, yakni data, keamanan, dan etika.

    “AI tanpa data tidak mungkin. Tetapi data itu harus diamankan dan dipakai secara etis. Misalnya, data pelanggan hanya bisa dipakai setelah mendapat izin sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi,” ujar Sudimin.

    Sudimin menegaskan dengan menekankan sinergi inovasi, keamanan, dan etika, LeadX 2025 diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia.

    “Etika itu harus dijaga dengan baik. Security juga sama. Apalagi data itu penting, etikanya adalah kita pastikan, mulai dari desain, solusi AI, sampai di-consume, itu harus etik,” tutupnya.

    (asj/asj)

  • Layar Galaxy S26 Ultra Bakal Dilengkapi AI, Apa Fungsinya?

    Layar Galaxy S26 Ultra Bakal Dilengkapi AI, Apa Fungsinya?

    Jakarta

    Samsung kabarnya akan memperkenalkan teknologi display OLED baru di Galaxy S26 Ultra. Display ini akan dilengkapi kecerdasan buatan (AI) untuk melindungi privasi pengguna. Bagaimana cara kerjanya?

    Menurut laporan dari media lokal di Korea Selatan, Samsung akan menggunakan teknologi Flex Magic Pixel yang dikembangkan oleh Samsung Display. Teknologi ini pertama kali dipamerkan di event Mobile World Congress 2025 dan K-Display 2025.

    Teknologi Flex Magic Display kabarnya sudah memasuki fase produksi massal. Artinya, ada kemungkinan teknologi ini akan dipakai di Galaxy S26 Ultra dan ponsel layar lipat Samsung keluaran tahun 2026.

    Teknologi display ini memanfaatkan AI untuk mengontrol masing-masing pixel OLED di layar guna menyesuaikan sudut pandang yang dapat dilihat pengguna dan orang di sekitarnya.

    Misalnya, saat pengguna membuka aplikasi perbankan di Galaxy S26 Ultra yang berisi informasi sensitif, AI akan menyesuaikan pixel secara otomatis untuk membatasi sudut pandang, jadi orang yang mengintip dari balik bahu pengguna tidak bisa melihat PIN atau informasi sensitif lainnya.

    Cara kerja efek ini mirip seperti kaca pelindung layar privasi buatan pihak ketiga yang mulai banyak dipakai untuk melindungi layar ponsel. Kaca pelindung ini memang bisa melindungi privasi informasi sensitif yang ditampilkan di layar, tapi di sisi lain kaca ini mempengaruhi kualitas dan kecerahan display.

    Sementara itu, Flex Magic Pixel garapan Samsung Display akan menyediakan benefit privasi tanpa mengorbankan kualitas display yang dapat dinikmati pengguna, seperti dikutip dari SamMobile, Kamis (21/8/2025).

    Jika rumor ini akurat, Galaxy S26 series akan membawa banyak hal baru. Menurut rumor yang beredar, Samsung akan merombak lini ponsel flagship-nya dengan sistem penamaan baru yaitu Galaxy S26 Pro, Galaxy S26 Edge, dan Galaxy S26 Ultra.

    Galaxy S26 Pro rumornya akan menggunakan chipset Exynos 2600, sedangkan Galaxy S26 Edge dan Galaxy S26 Ultra akan diotaki chipset Snapdragon 8 Elite 2. Jika Flex Magic Pixel akan menjadi fitur eksklusif untuk Galaxy S26 Ultra, jarak antara model teratas ini dengan saudaranya akan jadi semakin besar.

    (vmp/vmp)

  • Video: Harga PlayStation 5 di AS Naik Jadi Segini!

    Video: Harga PlayStation 5 di AS Naik Jadi Segini!

    Video: Harga PlayStation 5 di AS Naik Jadi Segini!