Category: Detik.com Tekno

  • Berawal dari Sakit, Glaranadi Riset-Bikin Brand Herbal sampai Diekspor

    Berawal dari Sakit, Glaranadi Riset-Bikin Brand Herbal sampai Diekspor

    Jakarta

    Berawal dari pengalamannya mengalami masalah kesehatan, Junita Riany owner Glaranadi sukses membuat brand herbal yang kini telah mendunia. Di Shopee, Glaranadi sudah masuk produk mall dan diekspor ke sejumlah negara.

    “Awalnya Glaranadi ini memang untuk produk-produk perawatan wajah dan tubuh yang berbahan dasar herbal. Tetapi, karena saya sendiri mengalami suatu masalah kesehatan, sehingga saya mulai melihat solusi-solusi alami yang didasarkan dari herbal-herbal ini, saya konsumsi sendiri. Oleh karena itu, ini merupakan suatu titik awal dari cerita Glaranadi,” ujar Junita di acara Webinar Shopee 9.9 ‘Seduh Ketenangan Diri’, Jumat (22/8/2025).

    Pada tahun 2020, chamomile adalah bahan herbal yang pertama kali populer. Dijelaskan oleh Junita, chamomile merupakan teh yang memiliki fungsi banyak seperti relaksasi hingga meningkatkan kualitas tidur. Kemudian, tren berkembang sehingga produknya berkembang pula.

    Contohnya, ada spearmint tea yang berfungsi untuk menormalkan hormon dan mengatasi masalah-masalah hormon seperti jerawat hormonal atau menstruasi tidak teratur. Baru-baru ini, matcha pun banyak dicari dan ternyata memberikan sejumlah keunggulan. Salah satunya, matcha memiliki antioksidan yang sangat tinggi sehingga bagus untuk dikonsumsi setiap hari.

    “Dengan pendekatan seperti ini, Glaranadi ini tidak hanya menawarkan produk minuman, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup sehat yaitu self-care dan mindfulness tadi, sehingga dapat mengatasi masalah kesehatan secara alami,” tambah Junita.

    Tak mau asal dalam memasarkan produk, Junita mengaku juga melakukan riset terhadap bahan yang ia gunakan. Misalnya, dia kerap membaca buku terkait herbal dan kesehatan.

    “Dari sisi produknya sebetulnya saya banyak membaca buku-buku medikal gitu ya, seperti ‘Good Energy’ atau ‘Blue Zone’, terus juga saya pernah juga membaca herbal medicine. Jadi memang, karena kan sebetulnya saya memang setiap bulan itu harus ke dokter dan ada masalah-masalah kesehatan yang saya coba cari bukan dari obat kimiawi, tapi dari yang natural, jadi saya mendalam hal itu juga. Beberapa kali berdiskusi dengan ahli,” ceritanya.

    Selain itu, Junita selalu berupaya melakukan kontrol terhadap standar bahan baku yang dia gunakan. Karena itu, meski pesanan membludak, Glaranadi memastikan produknya tetap sama kualitasnya.

    “Sedangkan untuk Shopee sendiri, karena konsistensi itu juga harus diterapkan dalam strategi pemasaran, waktu itu saya mencari kanal yang kira-kira bisa menjangkau masyarakat atau konsumen yang luas. Oleh karena itu saya memilih Shopee karena, selain menjangkau konsumen yang luas, Shopee memiliki fitur-fitur inovatif sehingga saya bisa membangun kepercayaan konsumen serta mengembangkan bisnis secara berlanjutan,” imbuh Junita.

    Di kesempatan yang sama, Junita mengatakan usahanya berkembang pesat. Bahkan, penjualan pada 2023 meningkat hingga tiga kali lipat dibanding 2024. Menurutnya, sebanyak 80% penjualan Glaranadi didapatkan dari Shopee.

    (ask/ask)

  • Penyandang Disabilitas Punya Peran Strategis di Era Digital

    Penyandang Disabilitas Punya Peran Strategis di Era Digital

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa teknologi harus inklusif, di mana itu bisa dimanfaatkan semua orang tanpa terkecuali, termasuk masyarakat di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta penyandang disabilitas.

    Meutya mengungkapkan, kedaulatan digital bisa diwujudkan jika teknologi menjadi hak semua orang, termasuk para penyandang disabilitas.

    “Tidak ada persatuan tanpa melibatkan teman-teman atau keluarga kita para penyandang disabilitas,” ujar Meutya dalam sambutannya di acara Penganugerahan Kompetisi Nasional Inklusi Digital 2025, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

    Berdasarkan data yang diungkapkan Meutya, sekitar 22,97 juta jiwa atau 5,5% dari populasi Indonesia adalah penyandang disabilitas. Meutya menyebut angka itu bukan hanya cerminan tantangan, tapi juga peluang besar untuk melahirkan talenta digital baru.

    “Digitalisasi membuka ruang luas bagi penyandang disabilitas untuk berkompetisi secara setara, menunjukkan potensi terbaik, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.

    Meutya mengingatkan publik pada sosok Vinton Cerf, salah satu perancang protokol TCP/IP yang menjadi fondasi internet modern. Sebagai informasi, Cerf merupakan penyandang disabilitas pendengaran yang berhasil mengubah dunia lewat inovasi teknologi.

    Menurutnya, kisah ini menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat berkontribusi dalam dunia digital.

    “Kisah Vinton Cerf membuktikan bahwa keterbatasan bukan hambatan. Justru dari pengalaman keterbatasan lahir solusi yang membuat dunia lebih terhubung,” jelasnya.

    Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) telah menjalankan program 10.000 Desa Digital. Terhitung hingga Juli 2025 telah menjangkau 4.000 desa di wilayah 3T dan menghubungkan 3,8 juta warga ke layanan digital.

    Kehadiran akses internet sampai ke pelosok Tanah Air itu diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian digital dan mengakselerasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi terkini.

    Untuk melibatkan peran penyandang disabilitas ini, Bakti menggelar Kompetisi Nasional Inklusi Digital 2025 yang tahun ini diikuti lebih dari 2.600 peserta, termasuk dari kalangan disabilitas dan masyarakat 3T.

    “Digitalisasi membuka ruang luas bagi teman-teman disabilitas dan masyarakat 3T untuk berkompetisi secara setara, menunjukkan potensi terbaiknya, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” kata Meutya.

    (agt/agt)

  • Zuckerberg Berhenti Rekrut Pakar AI Bergaji Fantastis, Kapok?

    Zuckerberg Berhenti Rekrut Pakar AI Bergaji Fantastis, Kapok?

    Jakarta

    Meta menyetop sementara rekrutmen peneliti AI untuk divisi kecerdasan buatannya. Penghentian sementara ini mengakhiri belanja peneliti AI dengan bayaran fantastis yang dimulai CEO Mark Zuckerberg dalam beberapa bulan terakhir.

    Hal ini pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal yang mengatakan penghentian rekrutmen sementara ini mulai berlaku pekan lalu di tengah proses restrukturisasi perusahaan yang lebih luas.

    Dalam pernyataan resminya kepada CNBC, juru bicara Meta mengatakan jeda tersebut hanyalah perencanaan organisasi dasar.

    “(Kami) menciptakan struktur yang solid untuk divisi superintelijen baru kami setelah menggandeng banyak orang serta melakukan penganggaran dan perencanaan tahunan,” kata juru bicara Meta, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (21/8/2025).

    Menurut laporan Wall Street Journal, Meta telah membagi divisi AI-nya menjadi empat tim yang terdiri dari tim ‘TBD Lab’ atau ‘To Be Determined’ yang fokus membangun mesin superintelijen, tim produk AI, tim infrastruktur, dan tim yang fokus untuk proyek jangka panjang.

    Keempat tim tersebut merupakan bagian dari ‘Meta Superintelligence Lab’, nama yang mencerminkan ambisi Zuckerberg untuk menciptakan AI yang melampaui kecerdasan manusia.

    Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Meta dan Zuckerberg telah menggelontorkan miliaran dolar untuk merekrut peneliti AI teratas dari perusahaan kompetitor, termasuk menawarkan bonus hingga USD 100 juta.

    Namun, penghentian sementara rekrutmen Meta yang mendadak menjadi sorotan di tengah kekhawatiran bahwa investasi di AI bergerak terlalu cepat. Belum lama ini, CEO OpenAI Sam Altman juga mengatakan ia yakin AI berada dalam gelembung.

    Tapi banyak analis yang tidak setuju dengan ucapan Altman. Menurut sejumlah analis, Meta mungkin mengurangi pengeluaran untuk rekrutmen AI karena raksasa teknologi itu sedang dalam ‘mode pencernaan’ setelah belanja besar-besaran.

    “Setelah melakukan penawaran seukuran akuisisi dan merekrut karyawan dengan tawaran gaji di kisaran sembilan digit, saya melihat penghentian rekrutmen sebagai titik istirahat yang wajar bagi Meta,” kata Daniel Newman, CEO Futurum Group.

    Sebelum menggelontorkan lebih banyak investasi ke dalam tim AI-nya, perusahaan teknologi seperti Meta membutuhkan waktu untuk menempatkan dan mengakses talenta barunya untuk menentukan apakah mereka siap untuk membuat terobosan yang dicari perusahaan, tambahnya.

    (vmp/vmp)

  • Hilirisasi Digital dan Kedaulatan Internet Jadi Agenda Penting Indonesia

    Hilirisasi Digital dan Kedaulatan Internet Jadi Agenda Penting Indonesia

    Jakarta

    Hilirisasi digital, pemerataan akses internet, hingga tantangan kecerdasan buatan (AI) menjadi isu strategis dalam perjalanan transformasi ekonomi Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menegaskan, Indonesia kini berada di fase krusial untuk memastikan teknologi digital tidak hanya berkembang di level infrastruktur, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

    Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menilai pertumbuhan pesat AI akan mendorong lonjakan trafik data secara eksponensial. Situasi ini menuntut Indonesia menyiapkan jaringan yang tangguh, aman, dan adaptif.

    “Transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, ini tentang kedaulatan, pemerataan akses, dan keberlanjutan ekonomi nasional,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

    APJII yang menaungi lebih dari 1.300 ISP di seluruh Indonesia menekankan pentingnya hilirisasi digital, yaitu bagaimana hasil riset, pengembangan teknologi, hingga pembangunan infrastruktur dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata, baik untuk masyarakat maupun pelaku industri.

    Indonesia disebut kini dipandang global tidak hanya sebagai pasar besar, melainkan sebagai calon pusat inovasi digital Asia Tenggara. Kepercayaan itu terlihat dari meningkatnya minat vendor teknologi global, investor, hingga startup internasional untuk berkolaborasi di tanah air.

    Direktur Indonesia Technology & Innovation (Inti), Hendri Bunardy, menilai momentum ini penting untuk menjaga posisi strategis Indonesia di peta ekonomi digital.

    “Indonesia berpotensi menjadi pintu gerbang investasi teknologi digital Asia Tenggara. Tetapi untuk itu, dibutuhkan sinergi antara industri, regulator, dan akademisi,” jelasnya.

    Seiring akselerasi digital, sejumlah tantangan mengemuka. Infrastruktur jaringan harus diperkuat agar mampu menampung lonjakan trafik, keamanan siber perlu ditingkatkan untuk menghadapi ancaman global, dan kualitas SDM digital harus dipacu agar mampu bersaing.

    APJII menekankan, keberhasilan transformasi digital nasional hanya bisa dicapai jika seluruh pemangku kepentingan-pemerintah, industri, akademisi, hingga masyarakat-bergerak bersama.

    “Ekosistem digital yang kuat, inklusif, dan kompetitif adalah fondasi agar Indonesia tidak hanya jadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen inovasi,” kata Arif.

    IIXS 2025

    APJII bakal menggelar Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS) 2025, pameran digital terbesar di Asia Tenggara, pada 2-4 September 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.

    Mengusung tema “Digital Downstream: Powering Indonesia Digital Transformation”, IIXS 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong hilirisasi inovasi digital dan pemerataan akses internet sebagai fondasi ekonomi digital Indonesia di era kecerdasan artifisial (AI).

    Arif menyebutkan bahwa IIXS 2025 adalah flagship event APJII yang dihadirkan sebagai platform kolaborasi strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, vendor teknologi global, peneliti, investor, pelaku startup, akademisi, dan komunitas digital.

    Tidak sekadar menjadi pameran teknologi berskala internasional, IIXS juga akan menjadi ruang dialog kebijakan, pusat business matchmaking, serta showcase inovasi teknologi mutakhir.

    “IIXS 2025 kami dedikasikan sebagai wadah bersama bagi industri, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital global. Transformasi digital bukan sekadar teknologi; ini tentang kedaulatan, pemerataan akses, dan keberlanjutan ekonomi nasional,” pungkasnya.

    (agt/agt)

  • Pendiri AI Google Sebut Gelar Dokter dan Pengacara Akan Sia-sia

    Pendiri AI Google Sebut Gelar Dokter dan Pengacara Akan Sia-sia

    Jakarta

    Salah satu pelopor kecerdasan buatan di Google memperingatkan calon dokter dan pengacara bahwa AI dapat mencuri masa depan mereka. Mengapa demikian?

    Dalam wawancara dengan Business Insider, Jad Tarifi, pendiri tim AI generatif pertama Google yang keluar di 2021 untuk membuat startup Integral AI, menyatakan kemampuan AI yang terus meningkat mungkin segera membuat gelar sarjana hukum atau kedokteran menjadi sia-sia.

    Dikutip detikINET dari Futurism, Tarifi juga memberi saran bahwa tidak seorang pun harus menempuh gelar PhD kecuali mereka terobsesi dengan bidang ilmunya.

    Tarifi sendiri lulus PhD bidang AI tahun 2012, ketika subjek itu masih kurang umum. Namun saat ini, kata pria berusia 42 tahun itu, lebih baik menghabiskan waktu mempelajari topik khusus terkait AI, seperti AI untuk biologi. Bahkan mungkin orang sudah tidak perlu gelar sama sekali.

    “Pendidikan tinggi seperti yang kita kenal sekarang berada di ambang kepunahan. Keberhasilan di masa depan takkan datang dari mengumpulkan kredensial, melainkan dari mengembangkan perspektif unik, kesadaran emosional, dan ikatan antarmanusia yang kuat,” cetusnya.

    “Saya mendorong kaum muda untuk berfokus pada dua hal yaitu seni terhubung secara mendalam dengan orang lain, dan upaya batin untuk terhubung dengan diri sendiri,” papar Tarifi.

    Menurutnya, belajar jadi dokter medis atau pengacara mungkin tak lagi sepadan. Meraih gelar di bidang tersebut perlu waktu sangat lama dibandingkan seberapa cepat AI berevolusi sehingga dapat mengakibatkan siswa hanya membuang tahun-tahun dalam hidup mereka.

    “Dalam sistem medis saat ini, apa yang Anda pelajari di sekolah kedokteran sangat ketinggalan zaman dan didasarkan pada hafalan,” katanya.

    Tarifi tidak sendirian menilai pendidikan tinggi tidak mengikuti gelombang AI yang terus berubah. Meningkatnya biaya sekolah dipadukan dengan kurikulum yang ketinggalan zaman menciptakan badai sempurna bagi tenaga kerja yang tidak siap.

    “Saya tidak yakin bahwa perguruan tinggi mempersiapkan orang untuk pekerjaan yang mereka butuhkan saat ini. Saya pikir ada masalah besar tentang itu dan juga semua masalah utang mahasiswa,” kata Mark Zuckerberg belum lama ini.

    Adapun CEO OpenAI Sam Altman mengjlaim model AI terbaru perusahaannya sudah dapat bekerja dengan cara yang setara dengan mereka yang memiliki gelar PhD.

    “GPT-5 benar-benar terasa seperti berbicara dengan pakar tingkat PhD dalam topik apa pun. Sesuatu seperti GPT-5 hampir tak terbayangkan di masa lain dalam sejarah,” cetus Altman.

    (fyk/fay)

  • Developer Black Myth: Wukong Bakal Rilis Sekuel Black Myth: Zhong Kui

    Developer Black Myth: Wukong Bakal Rilis Sekuel Black Myth: Zhong Kui

    Jakarta

    Game Science mengungkapkan akan merilis sekuel Black Myth: Wukong. Mereka mengumumkannya dalam acara Opening Night Live 2025.

    “Berlatar belakang cerita rakyat China klasik ‘Zhong Kui Mengusir Kejahatan’, Black Myth: Zhong Kui adalah game aksi peran pemain tunggal yang berakar pada fantasi Tiongkok kuno,” ujar Game Science, dikutip detikINET dari IGN, Jumat (22/8/2025).

    Mereka menegaskan akan menghadirkan pengalaman bermain dan fitur gameplay yang unik. Game Science juga mengklaim game ini akan menghadirkan hal-hal baru untuk para pemainnya.

    Sayangnya gamer yang sudah kepincut dengan trailer pertamanya, harus bersabar terlebih dahulu bila ingin memainkannya. Saat ini Black Myth: Zhong Kui masih dalam tahap pengembangan awal, sehingga mereka belum bisa memberikan tanggal rilisnya.

    Memang tidak banyak informasi yang bisa dicerna dari trailer pertama game ini. Apalagi apa yang ditampilkan di video berdurasi hampir dua menit itu tidak mencerminkan apa yang nantinya ditawarkan di dalam game. Hal ini sudah disampaikan Game Science di deskripsi YouTube.

    “Game action role playing ini mengambil inspirasi kreatif utamanya dari tokoh rakyat China yang terkenal, ‘Zhong Kui’. Karena proyek ini masih dalam tahap pengembangan awal, belum ada rekaman dalam game yang tersedia saat ini,” tulisnya di deskripsi YouTube yang menayangkan trailer Black Myth: Zhong Kui.

    Tentunya game ini layak untuk dinantikan, mengingat pendahulunya Black Myth: Wukong sangat sukses. Banyak hal besar yang terjadi sejak game ini rilis, seperti salah satunya membuat Steam meraih rekor baru ketika digeruduk 37.242.724 gamer.

    Saat itu kejadiannya berlangsung pada 25 Agustus 2025. Di sini Black Myth: Wukong menyumbang jumlah pemain yang memainkannya secara bersamaan di Steam sebanyak 2.415.714 orang.

    Pencapaiannya tak sampai di situ saja, karena Black Myth: Wukong juga berhasil masuk nominasi Game of The Year dalam cara The Game Awards 2024, meskipun mereka tidak berhasil menjadi pemenangnya. Namun di ajang penghargaan game yang digelar Steam, mereka mendominasi.

    Game besutan developer Game Science tersebut menyabet tiga penghargaan di Steam Awards 2024, di antaranya Game of the Year, Best Game You Suck At, dan Outstanding Story-Rich Game.

    Rekor ciamik lainnya adalah Black Myth: Wukong yang diluncurkan di PC dan PS5 pada tahun lalu ini, terjual 10 juta unit hanya dalam tiga hari. Lantas bagaimana dengan penerusnya Black Myth: Zhong Kui? Masih harus ditunggu sepak terjangnya sampai nantinya resmi diluncurkan.

    (hps/fay)

  • Usai Digugat, Roblox Batasi Konten Dewasa

    Usai Digugat, Roblox Batasi Konten Dewasa

    Jakarta

    Roblox sekarang punya aturan baru, untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pemainnya di dalam permainan. Mereka melarang konten romantis atau seksual di dalam platform-nya.

    “Kami mengklarifikasi kebijakan kami yang melarang konten romantis dan seksual untuk juga secara eksplisit melarang konten, pengaturan, atau perilaku yang menyiratkan aktivitas seksual,” tulis Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, dalam pernyataan resminya, dilansir detikINET dari situs resminya, Jumat (22/8/2025).

    Kebijakan baru ini juga akan membatasi semua mode permainan yang tidak memiliki rating jelas. Jadi setiap developer yang membuat game di Roblox harus memberikan informasi lengkapnya berdasarkan kebijakan Maturity & Compliance Questionnaire.

    Kematangan konten yang dimaksud harus memberikan informasi lebih detail di halaman utama game tersebut, seperti jenis konten yang ditawarkan pengembang. Dengan begitu, menurut Roblox, pemain dapat memutuskan atau mengidentifikasi apakah game yang akan dimainkan tepat untuk usia mereka.

    “Roblox menggunakan informasi ini untuk merekomendasikan pengalaman di halaman Home dan Charts sesuai dengan kelompok usia dan kebijakan konten regional masing-masing pengguna,” ujarnya.

    Mereka menjelaskan, content maturity ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni content maturity label dan content descriptors. Berikut penjelasannya:

    Content maturity label – Menunjukkan tingkat kematangan game yang ditawarkan, berdasarkan hasil penelitian seputar anak dan standar industri.Content descriptors – Menunjukkan jenis konten apa yang ada dalam suatu mode permainan, seperti penggambaran darah yang realistis atau perdagangan item di dalamnya.

    Jika suatu mode permainan tidak memberikan informasi yang jelas terkait konten yang disuguhkan, Roblox menegaskan akan membatasi pemain yang bisa menikmatinya. Jadi gamer di bawah 13 tahun tidak akan bisa memainkannya.

    Namun sayangnya, kebijakan ini hanya mengacu pada gameplay. Roblox menjelaskan, aturannya tidak berlaku untuk konten buatan pemain yang dibawa ke dalam permainan.

    “Informasi content maturity hanya berlaku untuk konten yang anda buat untuk pengalaman anda , bukan konten buatan pengguna yang dibawa oleh pemain, seperti pakaian atau aksesori avatar,” ujarnya.

    Nantinya setelah pemain yang membuat mode permainan di dalam Roblox telah mengisi kuesioner content maturity, selanjutnya akan mendapatkan label content descriptors sesuai dengan kebijakan game, di antaranya Minimal, Mild, Moderate, dan Restricted. Berikut penjelasannya:

    Minimal: Mungkin mengandung kekerasan ringan dan/atau sedikit darah yang tidak realistis.Mild: Mungkin mengandung kekerasan ringan yang berulang, darah yang berlebihan dan tidak realistis, konten berbasis rasa takut ringan, dan/atau humor kasar ringan.Moderate: Mungkin mengandung kekerasan sedang, sedikit darah realistis, konten berbasis ketakutan sedang, humor kasar sedang, dan/atau konten perjudian yang tidak dapat dimainkan.Restructed: Mungkin mengandung kekerasan yang kuat, darah realistis yang berat, humor kasar sedang, tema romantis, konten perjudian yang tidak dapat dimainkan, adanya alkohol, dan/atau bahasa kasar.

    Untuk mengetahui label yang dimaksud, pemain bisa memilih salah satu mode permainan di Home Roblox. Setelah diklik jangan langsung memainkannya, tapi lihat di bagian kolom Maturity, apa label yang disematkan oleh Roblox. Lebih jelasnya, bisa simak gambar berikut.

    Salah satu mode permainan di Roblox. Foto: Panji Saputro/detikINET

    Selain dua kebijakan baru itu, Roblox ternyata telah meluncurkan teknologi baru untuk mendeteksi adegan yang dilarang. Mereka mengatakan, jika teknologi ini mendeteksi server dengan jumlah pelanggaran yang tinggi, maka sistem secara otomatis akan langsung menonaktifkannya.

    “Tim kami kemudian akan bekerja sama dengan pengembang untuk melihat apakah penyesuaian dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut di masa mendatang.” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Roblox juga melakukan beberapa pembaruan terkait mode permainan yang ditujukan untuk gamer berusia 17 tahun ke atas. Dalam hal ini, pemain yang ingin memainkannya harus memverifikasi usia mereka benar-benar 17 tahun ke atas dengan kartu tanda penduduk.

    Perubahan ini menyusul gugatan hukum dari Jaksa Agung Louisiana, Liz Murrill. Dirinya menyatakan kalau Roblox dipenuhi konten berbahaya dan predator anak.

    “Karena kurangnya protokol keamanan Roblox, hal ini membahayakan keselamatan anak-anak di Louisiana. Roblox dipenuhi konten berbahaya dan predator anak karena mengutamakan pertumbuhan pengguna, pendapatan, dan keuntungan daripada keselamatan anak,” tulis Murrill di X (15/8).

    Menanggapi hal ini, Roblox menegaskan bahwa pernyataan apa pun terkait mereka yang secara sengaja menempatkan pengguna pada risiko eksploitasi sama sekali tidak benar. Oleh sebab itu, langkah nyatanya mereka memperbarui kebijakannya dan meluncurkan fitur baru.

    (hps/fyk)

  • Video: Kereta Listrik Ini Sekali Ngecas Jalan Ratusan Mil

    Video: Kereta Listrik Ini Sekali Ngecas Jalan Ratusan Mil

    Video: Kereta Listrik Ini Sekali Ngecas Jalan Ratusan Mil

  • Parah, Ratusan Ribu Chat Pengguna Grok Muncul di Google Search

    Parah, Ratusan Ribu Chat Pengguna Grok Muncul di Google Search

    Jakarta

    Ratusan ribu percakapan pengguna dengan chatbot AI Grok tiba-tiba terekspos di mesin pencari seperti Google Search. Insiden ini membuat pakar mempertanyakan privasi percakapan pengguna dengan chatbot AI.

    Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh Forbes yang menemukan 370.000 percakapan pengguna dengan Grok yang muncul di Google Search. Grok merupakan chatbot buatan xAI, startup AI besutan Elon Musk.

    Ketika pengguna menekan tombol ‘Share’ saat berinteraksi dengan Grok, chatbot itu akan membuat URL unik yang dapat dibagikan pengguna ke orang lain lewat email, media sosial, atau SMS.

    Tapi, URL tersebut juga dimasukkan ke indeks oleh mesin pencari ternama seperti Google Search, Microsoft Bing, dan DuckDuckGo sehingga siapa saja bisa mencari isi percakapan itu di internet.

    Jenis percakapan yang terekspos beragam, mulai dari yang sederhana seperti meminta menyusun rencana diet untuk menurunkan berat badan, membicarakan kondisi kesehatan, sampai meminta dibuatkan password yang aman.

    Tapi tidak sedikit juga yang menguji batas kemampuan Grok dengan mengajukan pertanyaan yang terlarang seperti instruksi lengkap untuk membuat obat terlarang seperti fentanil dan cara membuat bom.

    Dengan kebocoran seperti ini, informasi rinci tentang akun pengguna biasanya dianonimkan atau disembunyikan. Tapi prompt yang mereka ajukan bisa saja berisi informasi pribadi yang sensitif dan tidak ingin diketahui orang lain.

    Sejumlah pakar mengatakan kebocoran ini meningkatkan kekhawatiran atas privasi pengguna AI. Mereka mengatakan percakapan dengan chatbot AI yang bocor telah mengungkap informasi pribadi seperti nama lengkap dan lokasi, hingga informasi sensitif tentang kesehatan mental dan hubungan pribadi.

    “Chatbot AI adalah bencana privasi yang sedang berlangsung,” kata Luc Rocher, Associate Professor di Oxford Internet Institute, seperti dikutip dari BBC, Jumat (22/8/2025).

    “Setelah bocor di internet, percakapan ini akan tetap ada di sana selamanya,” imbuhnya.

    Ini bukan pertama kalinya percakapan pengguna dengan chatbot AI tersebar luas tanpa sepengetahuan pengguna. Belum lama ini OpenAI membatalkan eksperimen setelah percakapan ChatGPT tidak sengaja muncul di hasil penelusuran mesin pencari.

    (vmp/vmp)

  • Manufaktur Antariksa Kejauhan, Kepala BRIN Ngide Genjot Remote Sensing

    Manufaktur Antariksa Kejauhan, Kepala BRIN Ngide Genjot Remote Sensing

    Jakarta

    Ketimbang menjadi manufaktur di bidang antariksa, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memberi ide agar Indonesia mengembangkan ekosistem remote sensing atau penginderaan jauh.

    Menurut Handoko, ekosistem remote sensing adalah salah satu model bisnis baru ekonomi keantariksaan yang relevan bagi Indonesia, dan bisa dimaksimalkan potensinya untuk berbagai penggunaan dan industri.

    “Ekonomi antariksa kita sebenarnya sudah ada kan, basisnya telekomunikasi. Sudah eksis dan berjalan bagus. Nah, kita kembangkan ekonomi antariksa yang basisnya adalah citra, data dari remote sensing,” kata Handoko saat berbicara di acara diskusi panel bertajuk ‘Antariksa: Urgensi dan Relevansi untuk Indonesia’, di The Residence Onfive, Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

    Disebutkan Handoko, Indonesia harus fokus menciptakan ekosistem baru antariksa. Ia menilai bahwa pemanfaatan antariksa berbasis remote sensing adalah salah satu model ekonomi yang cocok untuk Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara offtaker atau pembeli terbesar data remote sensing, mengingat wilayahnya terdiri dari kepulauan.

    Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

    “Kita tidak bisa serta merta mencontoh negara lain, akan tidak relevan pasti. Kalau kita mencontoh mereka, mereka itu basis ekonomi antariksanya adalah di manufakturnya, peluncuran, dan sebagainya. Kalau di kita tidak mungkin bisa masuk ke situ. Butuh waktu, mohon maaf ya,” papar Handoko.

    “Indonesia wilayahnya lebih banyak lautnya, sehingga tidak mungkin kita hidup tanpa data remote sensing, dan pembelian data remote sensing memerlukan biaya yang tidak murah karena luasnya wilayah Indonesia. Banyak customer memerlukan itu,” imbuhnya.

    Sejak 2022, BRIN menaruh perhatian pada pengembangan konstelasi satelit pengindraan jauh demi menghemat anggaran dan bahkan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan negara di kemudian hari.

    “Jadi pilihan yang smart adalah kita kembangkan remote sensing, harus kita mainkan. Dan kita bahkan bisa menjadi pemasok data remote sensing terbesar di dunia, karena domestik marketnya saja sudah besar. Kita harus mulai dari hal yang seperti itu, yang memang sudah jelas domestik marketnya ada,” sebutnya.

    (rns/rns)