Category: Detik.com Tekno

  • Ilmuwan Selidiki Perilaku Hewan Primata yang Ketahuan Mengupil

    Ilmuwan Selidiki Perilaku Hewan Primata yang Ketahuan Mengupil

    Jakarta

    Aye-aye, primata dari Madagaskar tercatat untuk pertama kalinya memasukkan hampir seluruh jari mereka yang panjangnya 8 cm, ke lubang hidung hingga mencapai rongga pusar, lalu mengeluarkannya dan menjilatinya hingga bersih.

    Mengupil adalah sesuatu yang hampir semua manusia pernah melakukannya. Namun, tidak ada penjelasan yang baik mengenai alasan mengapa kita mengupil.

    Selama beberapa tahun, sejumlah studi menduga perilaku ini adalah upaya untuk menghilangkan iritasi, mendapatkan nutrisi, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun hingga kini para ilmuwan belum memiliki alasan pasti mengapa perilaku ini harus berevolusi.

    Ternyata, ini bukan hanya keanehan manusia. Sebelas spesies primata non-manusia, termasuk simpanse, kera, dan gorila, juga diketahui suka mengupil.

    Aye-aye, spesies lemur asli Madagaskar, menjadi hewan terbaru yang ketahuan mengupil. Temuan ini tertulis dalam sebuah studi yang mengungkap perilaku tersebut untuk pertama kalinya.

    Roberto Portela Miguez adalah kurator senior yang bertanggung jawab atas mamalia di Natural History Museum dan merupakan salah satu penulis pendamping yang ikut meneliti bidang yang tidak biasa ini.

    “Saat pertama kali melihat video ini, saya benar-benar terpukau dengan perilaku mengupil itu,” kata Roberto seperti dikutip dari Natural History Museum.

    “Saya belum pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya, selain pada manusia. Ini mengejutkan karena aye-aye adalah spesies yang cukup ikonik, jadi Anda mungkin mengira hal ini sudah pernah dilaporkan sebelumnya,” ujarnya.

    Peneliti mendapatkan temuan yang lebih mengejutkan lagi ketika mereka menggunakan pemindaian CT untuk melihat bagaimana cara kerja internal pengupil hidung, dan hasil pemindaiannya sungguh menakjubkan.

    “Kami terkejut dengan hasil rekonstruksi bahwa jari aye-aye dapat menembus hidungnya hingga hampir ke bagian belakang tenggorokannya,” kata para peneliti.

    Cara aye-aye mengupil

    Aye-aye adalah spesies lemur nokturnal yang ditemukan di pulau Madagaskar. Mereka memiliki enam jari di masing-masing tangan, termasuk ‘ibu jari palsu’ yang membantu mereka mencengkeram dan dua jari yang sangat panjang yang digunakan untuk menemukan dan mengeluarkan larva dari dalam pohon.

    Sayangnya, habitat mereka di hutan terancam karena hilangnya habitat di seluruh Madagaskar yang berarti mereka diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah. Akibatnya, banyak aye-aye ditemukan di kebun binatang dan fasilitas konservasi, termasuk satu individu bernama Kali yang tinggal di Duke Lemur Center di Carolina Utara, Amerika Serikat.

    Yang menginspirasi makalah penelitian ini adalah menyaksikan Kali memasukkan jari ketiganya yang panjangnya 8 cm, sepenuhnya ke dalam hidungnya, dan kemudian menjilati lendir hidung dari jari-jarinya.

    Perilaku Kali direkam oleh Dr Anne-Claire Fabre, kurator mamalia di Naturhistorisches Museum der Burgergemeinde Bern dan profesor madya di Bern University. Ia adalah penulis utama penelitian ini.

    “Saya benar-benar terkejut melihat ini. Memasukkan seluruh jari ketiganya ke dalam hidungnya sungguh mengesankan! Saya mencoba membayangkan ke mana arahnya, yang kemudian menginspirasi tulisan ini,” kata Anne-Claire.

    Pemindaian CT menunjukkan bahwa ketika dimasukkan, jari tersebut cukup panjang untuk melewati seluruh saluran hidung, berakhir di faring, di antara bagian belakang mulut dan esofagus. Namun, tujuan pastinya masih belum jelas.

    Perbandingan dengan spesies lain di seluruh dunia menunjukkan bahwa hewan yang mampu memanipulasi objek dengan cermat cenderung suka mengupil. Kapusin, misalnya, menonjol dari kerabat dekatnya karena mampu mencengkeram objek dengan tepat hanya dengan menggerakkan jari-jari mereka secara mandiri.

    “Kami menemukan bahwa perilaku tersebut cenderung dilakukan pada spesies yang memiliki ketangkasan jari yang tinggi,” ujar Roberto.

    “Hewan non-primata mungkin tidak memiliki ketangkasan yang sama untuk mengupil, jadi ini mungkin hanya fenomena yang terjadi pada kita dan spesies kita yang berkerabat dekat,” tambahnya.

    Banyak primata juga tercatat menggunakan alat, seperti ranting, untuk mengupil, yang dapat memperluas jangkauan potensial spesies di luar spesies yang jari-jarinya cukup kecil untuk masuk ke dalam lubang hidungnya.

    Meskipun beberapa hewan yang digunakan dalam penelitian ini ditawan, sehingga bisa saja menunjukkan perilaku abnormal, para peneliti mengatakan bahwa hal ini tidak dapat mengabaikan kemungkinan bahwa mengupil merupakan perilaku yang tersebar luas dan masih harus dipahami dengan baik.

    “Kurangnya penelitian sejauh ini mungkin berkaitan dengan rumitnya penyelidikan, karena perilaku seperti ini mungkin terlewatkan jika Anda tidak mengamatinya sepanjang hari. Mamalia bisa sangat sulit dipahami, sehingga hal ini semakin sulit diamati,” jelas Anne-Claire.

    Untuk diketahui, kebiasaan menjijikkan seperti koprofagi (memakan kotoran) telah banyak diteliti. Jadi, tidak ada alasan mengapa mengupil dan memakan ingus tidak diteliti juga.

    (rns/afr)

  • Mengabadikan Aksi JVKE dan Yung Kai di Lalala Fest Pakai Oppo Reno 14 Pro

    Mengabadikan Aksi JVKE dan Yung Kai di Lalala Fest Pakai Oppo Reno 14 Pro

    FotoINET

    Adi Fida Rahman – detikInet

    Selasa, 26 Agu 2025 07:45 WIB

    Jakarta – Mengabadikan aksi keren JVKE dan Yung Kai di Lalala Festival 2025 makin epik dengan Oppo Reno 14 Pro. Intip hasil fotonya di sini.

  • Apple Siapkan iPhone Air 2025, iPhone Lipat 2026, dan iPhone 20 2027

    Apple Siapkan iPhone Air 2025, iPhone Lipat 2026, dan iPhone 20 2027

    Jakarta

    Apple dilaporkan sedang menyiapkan perombakan besar pada lini iPhone dalam tiga tahun ke depan. Mulai 2025, perusahaan asal Cupertino ini akan memperkenalkan iPhone Air, disusul iPhone lipat pertama pada 2026, dan iPhone 20 berdesain kaca lengkung pada 2027.

    Menurut laporan jurnalis Mark Gurman dari Bloomberg, rencana ini disebut sebagai perubahan paling berani Apple sejak meluncurkan iPhone X pada 2017.

    iPhone Air 2025

    Pada September 2025, Apple diperkirakan akan merilis iPhone Air sebagai pengganti iPhone 16 Plus. Model ini akan hadir dengan desain lebih ramping dan ringan, meski ada beberapa kompromi fitur.

    Spesifikasi iPhone Air yang dibocorkan:

    Kamera belakang tunggalMendukung eSIM saja (tanpa slot SIM fisik)Daya tahan baterai lebih pendek dibandingkan model PlusChip modem internal generasi pertama AppleOpsi warna biru muda

    iPhone Air akan diluncurkan bersama iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.

    iPhone Lipat 2026

    Setahun berikutnya, pada 2026, Apple disebut akan merilis iPhone lipat dengan nama kode V68. Desainnya bergaya buku, mirip Samsung Galaxy Z Fold.

    Fitur yang diperkirakan hadir di iPhone lipat:

    Empat kamera (depan, dalam, dan belakang ganda)Konfigurasi hanya eSIMSensor Touch ID alih-alih Face IDModem C2 generasi kedua AppleLayar sentuh dalam sel untuk lipatan lebih minim

    Produksi iPhone lipat diprediksi mulai meningkat di awal 2026 dengan pilihan warna hitam dan putih.

    iPhone 20 2027

    Konsep iPhone lipat Foto: GSM Arena

    Pada 2027, Apple akan merayakan 20 tahun iPhone dengan merilis iPhone 20. Model ini kabarnya akan hadir dengan desain kaca lengkung yang melingkupi bodi, meninggalkan gaya tepi datar yang dipakai iPhone sejak beberapa tahun terakhir.

    Selain itu, iPhone 20 juga akan membawa desain ulang iOS berbasis Liquid Glass, memberi pengalaman visual yang lebih futuristik.

    Transisi Modem Apple

    2025: iPhone Air & iPhone 16e pakai modem internal generasi pertama.2026: iPhone 18 Pro beralih ke modem C2 generasi kedua.

    Langkah ini menandai usaha Apple untuk mengurangi ketergantungan pada Qualcomm.

    Ekosistem Apple Juga Akan Diperbarui

    Tak hanya iPhone, Mark Gurman menyebut Apple juga menyiapkan pembaruan besar lain, seperti:

    Apple Watch model baruVision Pro lebih cepatiPad Pro dengan chip M5AirPods Pro dengan fitur pemantauan detak jantungHomePod mini & Apple TV baruHomePod dengan layar berbasis homeOS Charismatic

    Bahkan, Apple dikabarkan mengembangkan perangkat futuristik seperti kacamata pintar tanpa layar, AirPods dengan kamera, hingga robot rumah pintar.

    Rencana iPhone Air 2025, iPhone lipat 2026, dan iPhone 20 pada 2027 ini diprediksi akan menjadi lompatan terbesar Apple dalam desain dan inovasi iPhone sejak era iPhone X.

    Apakah Apple bisa kembali mengguncang pasar smartphone dengan strategi ambisius ini? Menarik untuk ditunggu gebrakan mereka dalam tiga tahun mendatang.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Apple Bakal Bangun Pabrik di Batam Tahun Ini!”
    [Gambas:Video 20detik]
    (afr/afr)

  • Monyet di Ubud Masturbasi Pakai Batu Bikin Ilmuwan Penasaran

    Monyet di Ubud Masturbasi Pakai Batu Bikin Ilmuwan Penasaran

    Jakarta

    Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis ) di Bali, Indonesia, menjadi perhatian ilmuwan karena perilaku aneh yang diperlihatkannya. Hewan itu terekam kamera memperlakukan batu sebagai mainan seks (sex toys) dan menggunakannya untuk masturbasi.

    Para peneliti menemukan bahwa monyet-monyet tersebut berulang kali mengetuk dan menggosok alat kelamin mereka dengan batu untuk memuaskan diri. Studi mengenai perilaku aneh ini dipublikasikan pada 4 Agustus 2022 di jurnal Ethology.

    Temuan ini memberikan bukti lebih lanjut terkait hipotesis mainan seks yang diajukan oleh peneliti yang sama dalam studi sebelumnya, yang menggambarkan aktivitas tersebut sebagai bentuk masturbasi pada hewan dengan bantuan alat.

    Tim menemukan bahwa monyet jantan dan betina dari berbagai kelompok usia menggunakan batu untuk bermain, tetapi terdapat beberapa variasi di antara kelompok-kelompok tersebut. Monyet betina lebih pemilih dalam memilih batu yang mereka gunakan, sementara monyet jantan muda paling banyak terlibat. Para peneliti yang mengamati monyet-monyet tersebut biasanya tidak perlu menunggu lama untuk mengamati perilaku tersebut.

    “Anda akan melihat mereka menggunakan batu ini untuk digosok-gosokkan secara teratur,” ujar penulis utama Camilla Cenni, kandidat doktor di Lethbridge University di Alberta, Kanada, dikutip dari Live Science. “Mereka memang tidak melakukannya terus-menerus, tetapi jika Anda berhenti dan melihat mereka mulai bermain-main dengan batu, kemungkinan besar mereka akan melakukannya.”

    Cenni menyebutkan, beberapa populasi kera secara teratur memanipulasi batu sebagai bagian dari perilaku mereka, seolah-olah sebagai bentuk permainan. Mereka membawa batu, menggosokkannya ke permukaan, dan membenturkannya. Manipulasi batu ini kemungkinan merupakan budaya, karena hanya terlihat pada populasi tertentu.

    ‘Masturbasi dengan bantuan alat’ yang dijelaskan dalam studi ini kemungkinan besar berasal dari penggunaan batu yang lebih luas. Namun, praktik ini hanya didokumentasikan pada satu populasi monyet di Bali.

    “Ketika kita berbicara tentang penggunaan alat pada hewan, kita biasanya berpikir tentang kejadian-kejadian yang bergantung pada kelangsungan hidup,” kata Cenni.

    Misalnya, simpanse (Pan troglodytes) menggunakan batu untuk memecahkan kacang agar bisa dimakan. “Semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa menggunakan benda sebagai alat tidak harus menjadi masalah kelangsungan hidup. Ini jelas sebuah contoh,” jelasnya.

    Penelitian ini didasarkan pada studi yang dipimpin oleh Cenni dan diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2020. Studi ini pertama kali mengajukan hipotesis mainan seks pada monyet jantan, sementara penelitian baru mengamati monyet jantan dan betina serta potensi motivasi mereka.

    Monyet jantan muda menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas ini dibandingkan monyet jantan dewasa. Faktanya, monyet jantan dewasa cenderung tidak terlalu tertarik dengan masturbasi menggunakan batu, mungkin karena mereka memiliki ‘akses’ ke monyet betina dewasa. Namun, terdapat banyak variasi penggunaan batu di antara masing-masing monyet, baik jantan maupun betina.

    “Dalam kelompok-kelompok tersebut, terdapat monyet yang melakukannya jauh lebih sering daripada yang lain,” kata Cenni.

    Monyet-monyet tersebut adalah monyet perkotaan yang tinggal di dalam dan sekitar Suaka Hutan Monyet Suci di Ubud, Bali. Mereka hidup bebas dan diberi makan oleh manusia.

    Para peneliti berpendapat bahwa pemberian makan dapat mengurangi tekanan pada monyet untuk mencari makan, sehingga mereka lebih banyak terlibat dalam perilaku yang memanfaatkan batu. Dengan kata lain, mereka memiliki lebih banyak waktu luang daripada monyet lain, dan emilih untuk menghabiskannya bersama batu.

    (rns/afr)

  • Wujud Galaxy A07, HP Samsung Rp 1 Jutaan Dapat Update Android 6 Kali

    Wujud Galaxy A07, HP Samsung Rp 1 Jutaan Dapat Update Android 6 Kali

    FotoINET

    Adi Fida Rahman – detikInet

    Selasa, 26 Agu 2025 06:13 WIB

    Jakarta – Harga Galaxy A07 4G di Indonesia dibanderol Rp 1 jutaan.Menariknya HP terbaru Samsung ini bakal dapat update Android selama 6 kali, wujudnya pun menarik.

  • Demi Selamatkan Umat Manusia, IBM dan NASA Ciptakan Matahari Digital

    Demi Selamatkan Umat Manusia, IBM dan NASA Ciptakan Matahari Digital

    Jakarta

    International Business Machines Corporation (IBM) dan Badan Antariksa Amerika Serikat behasil menciptakan matahari digital dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Matahari digital yang dinamakan Surya itu terlahir berkat data yang dikumpulkan dari satelit Solar Dynamic Observatory (SDO), mulai dari pencitraan interior, atmosfer, hingga medan magnet Matahari selama sembilan tahun.

    Model AI tersebut berbeda secara umum karena teknologi ini memanfaatkan arsitektur foundation model yang diklaim mampu mempelajari data mentah Matahari secara langsung.

    Saat ini, para ilmuwan menggunakan data ini untuk memprediksi badai mataharidan memahami variabilitas matahari dengan lebih baik. Namun, karena faktor manusia, analisis data SDO mungkin berjalan lambat.

    “Di sinilah Surya, model AI baru yang dikembangkan IBM dan NASA berperan. Surya dapat memproses data SDO lebih cepat daripada manusia dan menghasilkan prakiraan lebih cepat,” dikutip dari Orbital Today, Selasa (26/8/2025).

    Dengan menerima prakiraan badai Matahari secara cepat, penduduk Bumi akan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi peristiwa antariksa yang berkaitan dengan bintang tersebut.

    Model AI baru ini merupakan model sumber terbuka yang menggunakan delapan kanal Atmospheric Imaging Assembly (AIA), yang memberikan pandangan berbeda tentang Korona Matahari. Model ini juga menggunakan lima produk Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) untuk mempelajari representasi matahari. Instrumen HMI ini mempelajari osilasi dan medan magnet permukaan Matahari.

    Tak hanya itu, Surya ini tidak hanya dapat mendeteksibadai matahari di luar angkasa, tetapi juga dapat mempelajari fisika dasar evolusi matahari.

    Dalam waktu dekat, IBM dan NASA akan menggunakan Surya untuk memprediksi dinamika matahari, angin matahari, dan semburan matahari. Model AI baru ini juga akan membantu mendeteksi spektrum ultraviolet ekstrem (EUV).

    Selama pengujian model AI baru ini, model tersebut mampu mendeteksi apakah wilayah tertentu di Matahari akan memicu jilatan matahari satu atau dua jam sebelum terjadi. Pengujian juga membuktikan bahwa model AI tersebut belajar dengan cepat melalui observasi dan studi terhadap kumpulan data yang diberikan.

    Menurut IBM, kecepatan model ini menunjukkan peningkatan sebesar 16% dibandingkan metode prediksi yang saat ini digunakan. Di masa mendatang, kami berharap dapat melihat Surya beraksi secara penuh, memprediksi badai matahari, dan membantu menjaga keselamatan astronot dansatelit di luar angkasa.

    (agt/rns)

  • Video: Apakah Gempa Bumi Bisa Merambat ke Wilayah Lain?

    Video: Apakah Gempa Bumi Bisa Merambat ke Wilayah Lain?

    Video: Apakah Gempa Bumi Bisa Merambat ke Wilayah Lain?

  • Sound Horeg Juga Ada di Brasil, Bikin Rambut Terbang!

    Sound Horeg Juga Ada di Brasil, Bikin Rambut Terbang!

    Jakarta

    Paredao de som (dinding suara) adalah tradisi di Brasil mirip-mirip sound horeg. Sama-sama pakai speaker raksasa, banyak yang mengandalkan hiburan dengan mendengarkan musik keras.

    Melansir Volume Morto, asal usul Paredao de som kemungkinan berasal dari sound system yang diciptakan tahun 1940-an di Jamaika. Di sana, ini menjadi hiburan kelas ke bawah, menggantikan elitisme klub-klub yang menyajikan musik live yang dibawakan oleh band.

    Pada masa itu, DJ akan melengkapi truk atau van mereka dengan generator listrik, turntable, dan pengeras suara yang besar. Mereka pun menggelar pesta jalanan di daerah pinggiran Kingston Jamaika. Saling berjoget menikmati suara musik yang sangat keras, cenderung membahayakan telinga.

    Antropolog Carlos Benedito Rodrigues mengatakan bahwa tradisi Paredao di Brasil mirip dengan sound system Jamaika. Di Brasil, orang-orang juga kerap memasang speaker raksasa di mobil mereka dan menyetel musik keras-keras.

    Awalnya, para pemuda Brasil menggunakan sound system keras untuk mobil mereka saja. Kemudian, mereka akan memutar musik dan memasang volume kencang agar teman-temannya dapat menikmati alunan musik tersebut pula. Akhirnya, makin banyak anak muda yang berlomba-lomba memodifikasi mobil mereka agar memiliki sound system yang bising.

    Bertumbuh semakin kuat, akhirnya paredao de som menjadi hiburan jalanan rakyat Brasil. Tak lagi memakai mobil biasa, mereka kini memasang sound system besar di mobil-mobil trailer.

    Kamu dapat melihat sendiri di YouTube, ada beberapa video yang menampilkan seorang perempuan berambut panjang yang berdiri atau duduk di dekat sound system raksasa. Kemudian yang bikin geger, rambut perempuan tersebut sampai terbang-terbang karena suara bass yang begitu keras.

    Lantas, mengapa orang-orang Brasil banyak yang menikmati paredao de som sebagai hiburan mereka? Felipe Maia sebagai pakar etnomusikologi yang meneliti fenomena paredao menuliskan paredao banyak disukai sebab ini bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan memiliki makna kebanggaan dan interaksi sosial.

    Selain itu, dibutuhkan pula kemampuan dalam menyusun sound system yang tepat sehingga menghasilkan musik yang menurut pendengarnya mantap. Karena itu, pekerja sound system pun makin naik kebanggaannya setelah paredao de som berkembang di Brasil.

    Meski begitu, sama saja seperti sound horeg yang kontroversial, tak sedikit pula masyarakat Brasil yang memprotes suara paredao de som yang melebihi ambang batas keamanan bagi indra pendengaran. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan toleransi kebisingan yang dapat diterima manusia berkisar antara 75-85 desibel, sementara paredao de som dapat menyentuh angka 120-130 desibel.

    Fakta lainnya, pemandangan sound horeg di Jawa Timur dan paredao de som di Brasil juga ditemukan di negara India. Di sana, masyarakat juga menggunakan sound system besar dan memutar musik dengan volume keras sebagai hiburan.

    Kalau menurut kalian bagaimana, detikers? Bagaimana pandanganmu terhadap fenomena sound horeg dan paredao de som? Tulis di kolom komentar, ya.

    (ask/rns)

  • Google Ungkap Fakta Rating IP68 di HP: Tidak Bertahan Selamanya

    Google Ungkap Fakta Rating IP68 di HP: Tidak Bertahan Selamanya

    Jakarta

    Google melengkapi jajaran Pixel 10, termasuk Pixel 10 Pro Fold, dengan rating IP68. Namun Google membeberkan beberapa fakta terkait rating ketahanan dari debu dan air ini.

    Dalam postingannya di X, Google menyebut rating IP68 di jajaran Pixel 10 bukan berarti perangkat tersebut anti air dan debu secara sepenuhnya. Rating ini hanya berarti Pixel 10 punya ketahanan terhadap air dan debu sampai tingkat tertentu.

    Ketahanan itu pun tidak permanen dan akan terus berkurang seiring berjalannya waktu, dan bahkan bisa sampai hilang secara sepenuhnya. Dalam postingannya di X ini, Google menyertakan gambar Pixel 10 Pro Fold, namun syarat dan ketentuan ini semestinya berlaku untuk semua jajaran Pixel 10.

    Penyebab utama berkurangnya ketahanan terhadap debu dan air ini pemakaian dari pengguna, juga proses perbaikan dan pembongkaran ponsel. Selain itu, jika ponsel terjatuh dan terbentur ke permukaan keras pun bisa berdampak pada berkurangnya ketahanan terhadap debu dan air tersebut.

    Air laut dan klorin yang lazim ada di air kolam renang pun bisa mengurangi ketahanan sealant yang menutup jeroan ponsel dari debu dan air, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (25/8/2025).

    Google juga menegaskan kalau jajaran Pixel 10 bukanlah ponsel yang tahan banting. Segala kerusakan yang terjadi karena ponsel terjatuh, terbentur, dan sejenisnya tidak tercakup dalam garansi.

    Rating IP68 yang ada di ponsel juga tak membuat garansi Pixel 10 mencakup kerusakan yang terjadi saat komponen ponsel terpapar cairan.

    Sebagai informasi, Electrotechnical Commission (IEC), organisasi yang mengeluarkan rating Ingress Protection (IP), menyebutkan rating IP68 diberikan pada perangkat yang bisa direndam dalam air berkedalaman 1,5 meter selama 30 menit tanpa kerusakan.

    (asj/rns)

  • Lebih 200.000 Orang Ingin CEO Roblox Dipecat, Ini Alasannya

    Lebih 200.000 Orang Ingin CEO Roblox Dipecat, Ini Alasannya

    Jakarta

    Sebuah petisi yang meminta CEO Roblox, David Baszucki, dipecat sudah ditandatangani lebih dari 200 ribu orang. Berikut alasannya.

    Petisi yang ada di situs Change.org tersebut bertajuk ‘Remove David Baszucki’. Petisi ini mengklaim bahwa Roblox gagal bertindak cepat terhadap para predator, alih-alih menumpasnya, mereka dianggap membiarkannya merajalela.

    “Anak-anak dieksploitasi dan terpapar konten berbahaya, sementara pemimpin eksekutif Roblox menutup mata. Jika tidak ada perubahan, pola kelalaian ini akan terus berlanjut, dan lebih banyak anak akan terluka. Ini bukan hanya tentang kepemimpinan yang buruk. Ini tentang keselamatan anak,” bunyi pernyataannya, dikutip detikINET dari Change.org, Senin (25/8/2025).

    Saat artikel ini dibuat, sudah ada 231.985 orang yang menandatangani petisi tersebut. Entah apakah jumlahnya akan terus bertambah atau tidak, tapi yang jelas Roblox sudah mengubah kebijakan bermain di dalam platformnya.

    Mereka melakukan perubahan pada 15 Agustus 2025 tepat setelah gugatan hukum dari Jaksa Agung Louisiana, Liz Murrill. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Murill menyatakan kalau game ini dipenuhi konten berbahaya dan predator anak.

    “Karena kurangnya protokol keamanan Roblox, hal ini membahayakan keselamatan anak-anak di Louisiana. Roblox dipenuhi konten berbahaya dan predator anak karena mengutamakan pertumbuhan pengguna, pendapatan, dan keuntungan daripada keselamatan anak,” tulis Murrill di X (15/8).

    Menanggapi hal itu, Roblox menegaskan pernyataan apa pun mengenai pihaknya yang sengaja membuat pengguna pada risiko eksploitasi sama sekali tidak benar. Mereka pun memperbarui kebijakannya dan meluncurkan fitur baru.

    Singkatnya, Roblox sekarang membatasi konten dewasa di dalam game. Para kreator yang ingin membuat mode permainan baru di platform-nya harus memberikan informasi jelas terkait gameplay yang ditawarkan.

    Jika suatu mode permainan tidak memberikan informasi yang jelas terkait konten yang disuguhkan, Roblox menegaskan akan membatasi pemain yang bisa menikmatinya. Jadi gamer di bawah 13 tahun tidak akan bisa memainkannya.

    “Roblox menggunakan informasi ini untuk merekomendasikan pengalaman di halaman Home dan Charts sesuai dengan kelompok usia dan kebijakan konten regional masing-masing pengguna,” ujarnya.

    Terkait fitur baru yang diluncurkan ialah bisa mendeteksi adegan yang mereka larang. Roblox mengatakan, jika teknologi ini mendeteksi server dengan jumlah pelanggaran yang tinggi, maka sistem secara otomatis langsung menonaktifkannya.

    “Tim kami kemudian akan bekerja sama dengan pengembang untuk melihat apakah penyesuaian dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut di masa mendatang.” ungkapnya.

    (hps/rns)